Pesan Walikota HML di Acara Pisah Sambut Kapolres Bima Kota

Bimantika.net _Acara Pisah Sambut Kapolres Bima Kota dari AKBP Henry Novika Chandra, S.I.K., MH ke AKBP Rohadi, S.I.K berlangsung penuh familiar di Mako Polres Bima Kota Jum’at 15 Juli 2022.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) hadir dalam momentum itu didampingi Asisten 1 Setda Kota Bima, Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan, S.Adm, Ketua TP PKK Kota Bima Hj. Ellya H. M. Lutfi dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Walikota HML dalam kata sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bapak AKBP Henry Novika Chandra, S.IK, MH yang sudah mampu memberikan rasa aman dan nyaman pada warga masyarakat Kota Bima selama menjadi Kapolres Bima Kota.

“Saya selalu diberi informasi oleh warga masyarakat menyampaikan bahwa dalam menangani kasus kriminalitas sangat cepat oleh karena itu terima kasih kepada Bapak Henry Novika Chandra atas pengabdiannya” ujar Walikota HML.

Walikota HML berharap agar situasi dan kondisi yang yang sudah kondusif selama ini mampu terjaga untuk masa-masa yang akan datang.

Tugas Aparat Polisi menurut Walikota HML tidaklah ringan karena makin kompleksitasnya dinamika sosial kemasyarakatan di era digitalisasi.

“Indikator Kondusifitas nampak terlihat dengan adanya penanganan kasus-kasus kriminal di Kota Bima kian hari kian membaik”, ungkap Walikota Bima.

Baik secara pribadi, maupun sebagai pemerintah Kota Bima serta seluruh masyarakat Kota Bima Walikota HML menyampaikan mengucapkan terima kasih kepada Ny. Henry yang menemani suami selama bertugas di Kota Bima tentunya dengan dukungan Ny. Henry bisa melaksanakan tugas secara baik.

Walikota HML pun menyampaikan adanya harmonisasi Komunikasi yang komunikatif antara Pemerintah Kota Bima dengan jajaran Polres Bima Kota.

“Do’a kita selalu menyertai AKBP Henry ditempat tugas yang baru dan selamat Datang Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi” ujar Walikota HML.

Walikota HML mengapresiasi Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi yang sehari sebelumnya bersilaturrahim di kediamannya.

“Suatu kebanggaan bagi Kota Bima diberikan Kapolres yang memiliki integritas tinggi, karena cita-cita kita bersama ingin menjadi abdi negara yang baik serta terwujudnya Kota Bima yang Kondusif” ungkap Walikota HML.

AKBP Henry Novika Chandra, S.I.K, MH menyampaikan kesannya, dimana tidak terasa dirinya telah bergabung disini selama 11 bulan sebagai Kapolres Bima Kota.

Dirinya bertugas sebagai Kapolres Bima Kota sejak 14 Agustus 2021.

“Tidak ada gading yang tidak retak, tidak ada seniman di dunia ini yang mampu mengukir karyanya dengan sempurna, tak ada manusia yang sempurna, kalau ada tutur kata, tingkah laku saya selama di Kota Bima yang menyakiti hati mohon dimaafkan”, ungkap AKBP Henry.

AKBP Henry pun menyampaikan bahwa Bima pada umumnya memiliki dinamika sosial yang cukup tinggi, tetapi kita memiliki bhayangkara, tokoh agama, birokrasi, mahasiswa, masyarakat, dan pemuda yang tangguh dan selalu memberikan dukungan dan spirit.

Sementara itu Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K menyampaikan, bahwa dirinya asli dari Jogjakarta lulusan Akpol tahun 2001.

Kapolres AKBP Rohadi menyadari bahwa dirinya sebagai sebagai orang baru tugas di Kota Bima langsung bersilaturrahim dengan berbagai tokoh Ulama dan Tokoh Agama.

AKBP Rohadi berterima kasih kepada adik asuhnya Kapolres Sumbawa AKBP Henry Novika Chandra, S.IK, MH.

Ia menjelaskan bahwa langkah kedepan perlu dibangun dan dilanjutkan apa yang sudah dibangun oleh kapolres yang lama, antara lain kerjasama, koordinasi, dan kolaborasi dari semua pihak seperti Forkompinda, tokoh masyarakat, tokoh Agama, Aktivis mahasiswa dan stake holder lainnya. (***)

Bupati IDP : “Terima Kasih AKBP Henry”

Bimantika.net _”Tidak mudah mengayomi wilayah yang begitu luas dengan tujuh kecamatan di wilayah kabupaten dan beberapa kecamatan di wilayah hukum kota Bima. Alhamdulillah selama bertugas selama 11 bulan tugas tersebut dilaksanakan dengan baik, dibarengi dengan keberhasilan menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Polres Bima Kota”. Ungkap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP).

Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, khusus kepada AKBP Henry Novika yang saat ini menjabat Kapolres Sumbawa, izinkan kami atas nama Pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bima menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dan mengabdian untuk masyarakat, khususnya yang berada di wilayah hukum Polres Bima Kota”. Imbuh Bupati.

Demikian ungkap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang dirangkaikan dengan Pisah Sambut Kapolres Bima Kota Kamis (14/7) di kediaman Bupati Bima, Panda-Palibelo.

Bupati yang didampingi Dandim 1608/Bima Letkol Inf. Muhammad Zia Ulhaq, Kapolres Sumbawa AKBP Henry Novika Chandra, Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, Komandan Batalyon C Pelopor Brimobda NTB AKBP Zulkarnain S.IK, Kepala Kejaksaan Negeri Bima Andhie Fajar Arianto SH, MH, Wakapolres Kabupaten Bima Kompol Yusuf dan Wakapolres Bima Kota Kompol Mujahidin, Staf Ahli dan Asisten Lingkup Pemkab Bima juga memberikan apresiasi atas pendekatan aparat TNI-POLRI dalam mendukung peningkatan kinerja pemerintah daerah.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bima, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus atas dukungan penuh aparat TNI dan Polri dalam mendukung pembangunan dan memastikan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah. “Ke depan, Sinergi Tiga Pilar antara Pemerintah Daerah – TNI – POLRI akan terus ditingkatkan untuk memastikan kehadiran negara dalam setiap kegiatan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan”. Harap Bupati.

Kepada Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, Bupati menyampaikan Selamat datang, selamat bertugas di Bima. Semoga tambah sukses untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi dan semoga sinergi dapat terus terjalin. Terang Bupati dihadapan para Camat, Danramil dan Kapolsek Se-kabupaten Bima yang diundang pada acara tersebut.

Pada kesempatan Pisah – sambut tersebut, Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi mengungkapkan, ke depan, jika ada kegiatan di wilayah hukum instansi yang dipimpinnya perlu dikoordinasikan. Polri hadir untuk menciptakan kondisi Kamtibmas sehingga kegiatan ekonomis dan investasi bisa tumbuh”. Tandas mantan Kasubid II Dirreskrimsus POLDA NTB ini.

Sementara itu, AKBP Henry yang menyempatkan diri menyampaikan sambutan mengungkapkan, bertugas di wilayah hukum Bima merupakan kebanggaan sebagai “tour of duty” dan didukung oleh para Bhayangkara tangguh dan prajurit tangguh TNI membantu penanganan Kamtibmas”.

Dijelaskan Kapolres Sumbawa ini, masyarakat saat ini cukup kritis dan memerlukan kehadiran serta kecepatan aparat dalam melaksanakan tugas dan merespon setiap dinamika yang muncul. Dengan sinergi, komunikasi dan kolaborasi Insya Allah tidak ada hal yang sulit”. Tandas perwira yang murah senyum ini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama. (***)

Kapolres Bima Kota Terapkan Konsep LAWATA Untuk Seluruh Personil

Bimantika.net _Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolres Bima Kota Akan menerapkan LAWATA dalam internalisasi nilai-nilai Kepolisian di seluruh Jajaran Personil Polres Bima Kota.

Kapolres yang menjunjung tinggi nilai Loyalitas terhadap bangsa dan negara ini benar-benar berharap teraktualisasinya nilai-nilai pengayoman terhadap seluruh lapisan warga masyarakat.

Pada media online Bimantika Jum’at 15 Juli 2022 Kapolres menguraikan makna internalisasi nilai Kepolisian dalam adegium LAWATA.

Menurut Kapolres bahwa
L dalam kalimat Lawata adalah Loyalitas terhadap kepentingan masyarakat Bangsa dan Negara

A Amanah dalam menjalankan tugas-tugas Kepolisian

W Wibawa, Polisi menurut Kapolres Bukan perlihatkan face menakutkan warga dan masyarakat namun memiliki kewibawaan yang kharismatik.

A adil dalam menerapkan tugas pokok dan fungsi Kepolisian ditengah-tengah masyarakat.

T terpuji dalam langkah yang diambil sehingga setiap langkah yang di ambil selalu terarah dan terukur dalam menjalankan tugas kepolisian.

“A terakhir adalah Aman setelah semua mampu dimaknai secara mendalam maka akan tercipta kondisi yang Aman” Demikian ujar Kapolres.

Masih menurut Kapolres bahwa sesungguhnya Polri dalam melaksanakan tugas pokok wajib bersinergitas dengan TNI dan Elemen Masyarakat.

“Sinergitas dengan TNI dan seluruh lapisan masyarakat, Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam menciptakan kondisi yang kondusif” ujar Kapolres. (***)

Awali Tugas Jadi Kapolres Bima Kota, AKBP Rohadi Temui Ulama dan Umara

Bimantika.net
Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K adalah sosok Kapolres Menggantikan Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, S.I.K., yang mendapatkan tugas sebagai Kapolres Kabupaten Sumbawa.

Langkah awal yang dilakukan oleh AKBP Rohadi persis sama seperti langkah awal AKBP Henry saat pertama bertugas sebagai Kapolres yakni mendatangi para Ulama dan Tokoh Agama.

Pada hari Kamis 14 Juli 2022 Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi Berkunjung di rumah tokoh agama sekaligus sesepuh warga Bima, Tuan Guru H Ahmad Hasan.

Kapolres Bima Kota nampak sangat hormat pada Ulama kharismatik ini dan perbincangan berlangsung sangat familiar.

Langkah silaturrahim selanjutnya Kapolres Berkunjung di kediaman H Muhammad Hasan. Dalam Kunjungan itu Kapolres AKBP Rohadi didampingi Danyon C Sat Brimobda NTB AKBP Zulkarnain, Waka Polres Bima Kota Kompol Mujahidin, S. Sis dan Kasiwas Polres Bima Kota AKP Dedi Supriyadi,

Usai menemui Ulama dan tokoh Agama, Kapolres bersilaturrahim dengan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML)

Pada Media Online Bimantika, Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K mengungkapkan bahwa sinergitas dengan seluruh stake holder adalah langkah yang perlu di ambil dalam rangka menciptakan kondusifitas Daerah.

“Langkah ini perlu kita jalani untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban demi kenyamanan warga Kota Bima dalam bersosial kemasyarakatan” ujar Kapolres.

Lanjut Kapolres bahwa sesungguhnya menjalin silaturrahim secara tidak langsung ada jalinan sinergitas yang mengarah pada saling menjaga keamanan dan ketertiban.

“Keamanan dan ketertiban tentu menjadi Tugas kami, namun yang jauh lebih memberikn makna adalah terlibatnya seluruh lapisan masyarakat Kota Bima dalam menciptakan kondisi yang kondusif” demikian ujar Kapolres.(***)

Kota Bima Juara 1 se-NTB Pengelolaan PIP

Bimantika.net _Untuk menumbuhkan praktik baik dan inovasi kinerja dalam melaksanakan Program Indonesia Pintar (PIP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) memberikan Apresiasi dan Penghargaan Pengelola Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2022.

Apresiasi dan penghargaan ini diberikan kepada mitra utama pengelola PIP, yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Dunia Pendidikan Kota Bima kembali torehkan prestasi, melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (PUSLAPDIK) Kemdikbudristek Republik Indonesia.

Kota Bima meraih penghargaan urutan terbaik Pertama se NTB atas Pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP).

Peserta yang ikut berjumlah 178 orang, yang berasal dari Region 3 yaitu Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi NTB, dan Provinsi NTT.

Urutan kedua diraih oleh Kabupaten Sumbawa, kemudian diikuti Kota Mataram diurutan ketiga.

Kriteria penilaian meliputi : pertama, validasi data NIK, NISN, serta sinkronisasi antara data Dapodik dengan data Dukcapil dan DTKS Kemensos RI.

Kedua, persentase terbesar melaporkan konfirmasi pencairan pada aplikasi Si-Pintar.

Ketiga, persentase terbesar melaporkan Upload Buku Rekening pada aplikasi Si-Pintar.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima Drs. Taufikurrahman, M. Ap mengungkaokan bahwa PIP dirancang untuk Membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu agar mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah.

Baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).
Mencegah peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu terkena kemungkinan putus sekolah.

Menarik siswa putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikannya.
Meringankan biaya pendidikan setiap peserta didik.

Dalam hal tersebut Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Bima Telah Melaksanakan Program PIP tersebut dengan baik hingga Mendapatkan Predikat terbaik dari Tingkat Provinsi NTB Dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (PUSLAPDIK) Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi. (***)

IPEMI Kabupaten Bima Helat Pelatihan Pembuatan Tas Dari Ban Dalam dan Jeans Bekas

Bimantika.net _Jajaran Pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Bima dipimpin Fitriani Adel Linggi Ardi, SE yang juga pengusaha Muslimah pemilik Brand Madu Hutan – Mbojo Honey Rabu (13/7) menggelar Pelatihan Pembuatan tas, Dompet dari bahan daur ulang ban dalam bekas dan celana jeans bekas.

Fitriani dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perempuan harus mandiri, mampu berkarya dan menciptakan lapangan kerja.
“Kita bisa menciptakan barang yang dianggap oleh orang lain sampah, di tangan kita akan menjadi karya seni bahkan bernilai rupiah. Maka ini adalah awal bagi kita untuk trus maju dan berinovasi berkreatifitas untuk menopang perekonomian rumah tangga, juga menjadi wirausaha.
Dengan keterampilan yang dimiliki akan membuka banyak lapangan kerja untuk orang-orang disekitar kita dan ke depan, jika ibu-ibu sukses menjadi pengusaha dapat merangkul lebih banyak wirausaha yang bisa sukses”. Ungkap Ketua IPEMI ini mengakhiri sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Pemberdayaan Perempuan dari DP3AP2KB Kabupaten Bima Hj. Siti Romlah S.Sos .MM dalam arahannya berharap, pelatihan ini dapat terus dilakukan. Ini merupakan langkah awal untuk ibu-ibu berkarya, bisa menghasilkan pendapatan keluarga dan menebarkan kepada perempuan lain yang berada di desa masing-masing. Kata Romlah penuh semangat.

Sementara itu, Fasilitator Pelatihan yang juga pengusaha Muslimah bergerak di bidang Craft pemilik brand “Syakira craft” Retno Arumdati menjelaskan, sampah bisa bernilai ekonomi tinggi kalau kita mampu memanfaatkannya kembali, mengolah menjadi dompet cantik dan bekas celana jeans menjadi tas super keren. Dalam pelatihan, tidak menggunakan pola, namun kita akan berimajinasi. Setiap yang bernilai seni tidak perlu ketentuan baku.” jelasnya

30 orang peserta terdiri dari Ketua TP PKK Desa Se Kecamatan Belo, 18 orang perwakilan perempuan penjahit pakaian dari 9 Desa di Kecamatan Belo dan 15 orang anggota Pekka perwakilan Pekka dari desa (Samili, Kalampa, Risa, Tente, Talabiu, Sakuru, Tonggondoa) di Basecamp IPEMI kota Bima.

Pada sesi pelatihan, 30 peserta di bagi menjadi 5 kelompok ditambah 1 kelompok dari kru IPEMI. Pelatihan pertama membuat dompet ukuran kecil dari ban bekas dan dilanjutkan sesi pembuatan tas dari jeans bekas. Satu kelompok di targetkan 1 dompet dan mampu menghasilkan 2 dompet dan satu celana menghasilkan dua unit tas dalam waktu 30 menit. Sisa kain yang adapun bisa di sulap menjadi dompet untuk ukuran opsional.

Melihat tingginya minat peserta dan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk ibu-ibu dalam menciptakan karya seni dari sampah, Pengurus IPEMI menambah waktu pelatihan yang awalnya satu hari menjadi dua hari. (***)

Kadis Dikes : Kota Bima Tangani Stunting Lintas Sektoral

Bimantika.net _Aksi nyata lintas sektoral Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Bima dalam menangani Stunting mulai nampak.

Atas arahan langsung Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) soal penanganan Stunting ini sehingga antar OPD pun bersinergitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, S. Sos yang di wawancara khusus media online Bimantika pada hari Kamis 24 Juli 2022 menyebutkan upaya-upaya kolaborasi tangani Stunting di Kota Bima.

“Pak Walikota HM Lutfi sudah instruksikan kepada beberapa OPD termasuk Dinas Kesehatan untuk melakukan koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanganan Stunting di Kota Bima” ujar Ahmad.

Lanjutnya bahwa Kolaborasi Lintas Program,
Kolaborasi Lintas Sektoral tersebut antara lain Bappeda, Dinsos, DPPKB, DP3A, Diskanlut, BKP, Dikbud, Koperindag, Canat dan Lurah.

Yang menjadi fokus dalam penanganan Stunting ini menurut Ahmad tentang penganggaran, asupan Gizi seimbang, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pelayanan kesehatan, Penanganan Ibu dan Anak, pelayanan KB. PIK Remaja, pemenuhan vitamin dan tablet tambah darah untuk Remaja dan lainnya.

“Bahkan MoU dengan pihak Pengadilan Agama terkait dengan Edukasi pada pernikahan muda dan pernikahan anak,
Ini juga salah satu upaya utk menurunkan Stunting, AKI, AKB” demikian ujar Ahmad mengakhiri wawancaranya. (***)

Desa Boke Ikuti Penilaian Lomba Desa Tingkat Propinsi NTB

Bimantika.net _Setelah berhasil meraih Juara I pada lomba desa tingkat Kabupaten Bima, Desa Boke kecamatan Sape yang menjadi Duta Kabupaten Bima untuk mengikuti tahapan penilaian Lomba Desa tingkat provinsi NTB menyambut Tim penilai Selasa (12/7) di Gedung Serba Guna desa setempat.

Sejumlah undangan tampak hadir antara lain Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Bima Hj.Rostiati Dahlan S.Pd, anggota DPRD Dapil Sape-Lambu, Kepala OPD lingkup pemkab Bima para Camat dan tokoh masyarakat.

Tim penilai yang dipimpin oleh Dr. Azhari, S.H, M.H dalam sambutannya menyampaikan, “Akhir Bulan Juni lalu Tim telah mengundang Desa Boke untuk memaparkan kondisi desa dalam bidang pemerintahan, bidang kewilayahan, dan bidang kemasyarakatan, termasuk inovasi-inovasi dan program-program unggulan yang ada.”

Mewakili kabupaten Bima dengan status Juara I Lomba Posyandu tingkat provinsi, Dr. Azhari menyampaikan, Desa-desa yang menjadi juara kabupaten diharapkan dapat menjadi desa gemilang dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di NTB, lebih khusus desa Boke di Kabupaten Bima.

“Di Kabupaten Bima masih terdapat 49 desa yang masuk kategori desa tertinggal, dengan dukungan dan pembinaan dari Pemerintah daerah dan pemerintah desa, pada tahun 2023 ditargetkan tidak ada lagi desa tertinggal di kabupaten Bima.” Tandas Azhari.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) dalam sambutannya mengatakan Desa Boke merupakan salah satu desa dengan catatan prestasi yang banyak di kabupaten Bima, karena selalu bergerak maju dan berinovasi mengembangkan potensi wilayahnya.

“Suatu kebanggaan atas pencapaian yang baik bagi Desa Boke sebagai peraih juara pertama lomba desa tingkat kabupaten Bima, dan mewakili kabupaten Bima dan 190 desa lainnya pada lomba desa tingkat provinsi NTB.” ujar Bupati Bima berparas cantik ini.

Secara khusus, Bupati menjelaskan, dalam sektor kesehatan, upaya menurunkan angka stunting, kematian ibu dan bayi merupakan cita-cita mulia yang sudah digaungkan oleh seluruh pihak.” Ungkapnya.

Bupati Bima berharap apa yang menjadi catatan dari juri merupakan masukan berharga sebagai bahan evaluasi bersama didalam membangun desa dan mensejahterakan masyarakat.

Menutup sambutannya Bupati Bima mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mendukung persiapan dan optimis desa Boke siap untuk dinilai dan siap untuk memastikan diri untuk menjadi juara dalam lomba desa tingkat provinsi NTB.

Selanjutnya tim penilai melakukan verivikasi lapangan di kantor desa Boke.(***)

Hendak Mengambil Sarang Madu, MMA Warga Kilo Terjatuh dan Meninggal Dunia

Bimantika.net _Seorang pria meninggal dunia di tebing dekat lahan jagung bertempat di Desa Taropo Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu, saat akan memanjat mengambil sarang madu pada Selasa 12 Juli 2022.

Berdasarkan informasi dari salah satu rekannya, ia jatuh dan meninggal saat mengambil madu lebah.

Dari keterangan Kaharuddin yang merupakan teman dari korban MMA (28 Tahun) mengatakan bahwa pada saat itu korban bersamanya sedang kerjad di ladang jagungnya.

Seusai itu korban mengajaknya untuk pergi mengambil sarang madu di tebing tidak jauh dari ladang jagungnya.

Saat sampai di tempat tujuan korban langsung naik ke tebing tempat bersarangnya lebah madu dengan ketinggian lebih kurang 50 Meter.

“Dengan menggunakan tali pengaman, akibat tali pengaman yang di gunakan tidak kuat menahan beban dan terputus sehingga korban terjatuh dan mengalami pecah kepala”, ujar Kaharuddin teman korban.

Melihat temanya terjatuh dan mengalami pecah kepala dan meninggal di tempat, saksi langsung pulang ke kampung yang jaraknya 7 Kilometer untk memberi tahu serta meminta bantuan kepada warga.

Sekira pukul 23.30 wita, korban meninggal dunia tersebut di evakuasi dan tiba di rumah duka.

Atas kejadian tersebut Kapolsek Kilo AKP Yuliansyah langsung memerintahkan Bhabinkamtibmas Desa Taropo dan Kanit Intelkam Polsek Kilo turun kelokasi kediaman duka

Diketahui korban MMA (28 Tahun) merupakan warga Desa Taropo Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu meninggal Dunia terjatuh di ketinggian tebing 50 M yang mengakibatkan korban pecah kepala.

Dihubungi Kasi Humas IPDA Akhmad Marzuki mengatakan sebelumnya korban dan temannya berangkat dari rumah untuk bekerja di ladang jagungnya seusai bekerja di ladang korban bersama temannya merencanakan untuk mengambil sarang madu yang jaraknya 1 Km dari ladangnya.

“Kemudian sesampainya di tempat tujuan korban langsung naik tebing yang ketinggiannya 50 M, akibat tidak kuat menahan beban tali tersebut putus mengakibatkan korban jatuh dan meninggal dunia di tempat,” kata Marzuki Rabu 13 Juli 2022 di ruangan kerjanya.

Redi menyebut dari keterangan yang di dapat bahwa korban dan saksi yang mengetahui kejadian tersebut Masih memiliki hubungan keluarga ( sepupu 1 kali) dan keduannya sama- sama bisu ( tunawicara).

“Dan pihak keluarga menerima musibah ini dengan ikhlas, dan sudah menjadi takdir dari yang maha kuasa”, tutup kasi Humas. (***)

DPPKB Kota Bima Gelar “Gebrak Remaja” Minimalisir Stunting

Bimantika.net _Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima terus menggalang kekuatan dalam rangka meminimalisir Stunting di Kota Bima.

DPPKB Kota Bima menggelar sosialisasi Gebrak Remaja dengan Tema Cegah Stunting dan KKR di Kampung KB Kota Bima yang menyebar di 16 Kampung KB Kota Bima 13-15 Juli 2022.

Kepala DPPKB Kota Bima, Nurjannah, S. Sos yang di wawancara media online Bimantika Rabu 13 Juli 2023 menyampaikan bahwa gerakan meminimalisir Stunting di Kota Bima melibatkan generasi muda yang nota bene sebagai Duta GenRe Kota Bima.

Kaka Jana sapaan Kepala Dinas DPPKB Kota Bima menguraikan juga bahwa Stunting merupakan kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu, ditandai dengan tubuh pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis.

“Balita stunting pada umumnya rentan terhadap penyakit, mempunyai kecerdasan yang di bawah normal serta produktivitasnya rendah” ujarnya.

Yang dimaksud kekurangan gizi kronis di sini, yakni kondisi kekurangan gizi yang berlangsung lama, dari janin yang masih ada di dalam rahim sampai bayi usia 24 bulan.

“Kondisi ini menyebabkan tumbuh kembang anak tidak berlangsung secara optimal” ungkap Kaka Jana.

Masih menurutnya Di masa pandemi COVID-19, diperkirakan jumlah anak stunting dan gizi buruk di Indonesia meningkat.

Pasalnya, dengan banyaknya orang tua yang kehilangan pekerjaan, rasanya sulit untuk memenuhi kelengkapan nutrisi buah hati mereka.

Kaka Jana pun ungkapkan Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab stunting pada anak, antara lain:

Pertama Kebersihan lingkungan yang kurang terjaga

Kebersihan lingkungan di sekitar anak yang kurang baik, seperti sanitasi yang buruk, dapat memicu penyakit diare dan cacingan pada anak, yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang.

Kedua Status gizi ibu yang buruk saat hamil dan menyusui

Kekurangan gizi sejak janin dalam kandungan dan saat ibu menyusui, hal mana ini bisa berpengaruh pada tumbuh kembang balita.

Ketiga Pola MP ASI yang tidak sehat dan bergizi

Pada masa MP ASI sejak usia 6 bulan, oleh karena itu, standar makanan yang diberikan kepada bayi dan balita harus sehat dan bergizi.

“Anak jarang mengonsumsi sayur dan buah adalah juga menjadi faktor pemicu terjadinya stunting” demikian ujar KK Jana mengakhiri Wawancaranya dengan Media online Bimantika. (***)