Kecelakaan Bus Safari Dharma Raya Serempet Pengendara Motor

jpn

Bimantika.net -Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat, S.I.K, melalui Kapolsek Manggelewa, Iptu Ramli, SH gerak cepat mengambil tindakan usai menerima laporan insiden Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) antara Roda Empat, dalam hal ini Bus Antar Kota Antar Propinsi Safari Dharma Raya dengan Roda Dua, Motor Supra, Sabtu (20/5/2023) sekira pukul 13.30 siang, waktu setempat.

Mendapat informasi terkait peristiwa, Kapolsek Ramli keluarkan himbauan dan langsung memerintahkan anggota piket SPKT agar segera ke lokasi untuk memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP), membantu mengevakuasi korban serta mengambil tindakan-tindakan antisipatif lainnya.

“dikabarkan pengendara motor sempat terlempar keluar badan jalan,” ungkap Kapolsek saat menyampaikan keterangannya.

Dalam paparannya Kapolsek menyebutkan, peristiwa nahas itu tepatnya di jalan lintas Sumbawa-Dompu Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

“di mana BUS AKAP Safari Dharma Raya dengan Nopol DR 7168 IC yang dikemudikan oleh Andi Purwanto, usia sekitar 45 tahun, warga asal Semarang, Jawa Tengah,” paparnya.

Lanjutnya, saat melaju, BUS jurusan Bima-Jawa itu diduga menyerempet sepeda motor merk Honda Supra tanpa Nopol yang dikendarai YI (22) berboncengan ibunya SU (53),Asal Dusun Pade Suke Desa Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

Lebih lanjut, tutur Kapolsek, menurut keterangan Saksi di TKP, bahwa Mobil penumpang Safari Dharma Raya dari arah Dompu menuju arah Sumbawa mau menyalip sebuah Mobil Bus kecil di depannya. Namun pada sa’at menyalip tiba-tiba pintu belakang garasi Mobil Bus penumpanng tersebut terbuka.

“pintu bis terbuka, sehingga mengakibatkan dan tidak terkendalinya langsung menyerempet motor Honda Supra yang dari arah sumbawa menuju Dompu,” jelas Kapolsek.

Sehingga, sambungnya, Korban pengendara SPM R2 tersebut terlempar keluar dari jalan aspal dan mengakibatkan Korban mengalami Luka berat beserta Ibunya yang di bonceng korban.

Akibat kejadian tersebut, terang Kapolsek, kedua Korban mengalami Luka Robek serius di bagian dahi dan lecet. Dengan kondisi tersebut, Anggota Polsek Manggelewa dibantu warga langsung mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Pratama Manggelewa untuk mendapatkan perawatan medis.

Terkait laka lantas, Kapolsek Ramli menghimbau para pengguna jalan agar berhati-hati saat berkendara, melengkapi alat pelindung diri seperti Helm dan surat-surat kendaraan.

Kapolsek juga meminta, agar pengguna jalan memperhatikan situasi dan kondisi jalan, “apabila jalan ramai atau di tikungan sedianya dapat memperhatikan menurunkan laju kendaraannya dan terutama laju kendaraan lain,” pungkasnya. (***)

Gus Baha : Orang Berpikir Mengabdi Untuk Islam Bisa Lebih Mulia

jpn

Bimantika.net KH Ahmad Bahaudin atau biasa disapa Gus Baha menjelaskan soal orang yang berpikir ternyata bisa jadi lebih mulia dibanding ibadah 60 tahun, bagaimana bisa terjadi?

60 tahun tentunya waktu umur rata-rata manusia. Gus Baha lantas menjelaskan terkait umur ini, dengan berkelakar, jika umur rata-rata 60 tahun, maka cukup berpikir sesaat dengan benar selama dua kali sudah ratusan tahun ibadah.

“Jadi, kalau kamu berpikir sesaat, dua kali, sudah seperti ibadah 120 tahun. Itu umurmu pasti ada kembaliannya. Umur kalian berapa sih rata-rata? Paling 60-an tahu, bisa kurang atau lebih,” kata Gus Baha sebagaimana yang termuat di akun resmi Santri Gayeng.

Umur segitu, gurau Gus Baha, belum tentu juga kita sampai di umur segitu. Bisa jadi sebaliknya atau bahkan tidak.

Orang berpikir sesaat dan mendalam ini, kata Gus baha, terkait dengan banyak hal tentang kehidupan. Bisa jadi berpikir tentang hal biasa, bahkan bisa dari hal-hal kecil tentang kehebatan dari Allah.

Apa Kata Gus Baha soal Ahli Ibadah, Orang Berpikir dan Egoisme ??

Pengasuh Pesantren Tahfidz LP3IA Rembang itu lantas menjelaskan, terkadang para ahli ibadah ini ada sisi egoisme. Yakni biar lekas mati dan masuk surga.

“Nah ini, ya tidak apa-apa. Orang ibadah itu, ya tetap saleh. Bagaimanapun masuk surga yaitu bukti kesalehan. Tapi, tetap tidak bisa dibandingkan dengan orang yang berpikir dengan serius dan mendalam, misalnya, ia berpikir tentang mengabdi pada Islam, pada umat dan kehidupan,” kata Gus Baha.

Makanya, Gus Baha mengutip Ibnu Hajar Al-Asqolani ketika menjelaskan ini, orang alim (berpikir) sesaat itu lebih baik dari seorang abid (ahli ibadah) meskipun ibadahnya dilakukan selama 60 tahun lamanya.

“Misalnya, kalau melihat anak kecil berlarian di kampung, orang alim berpikir, cara mereka agar tahu soal bersuci (thaharah), akhirnya bikin pengajian, mushola atau madrasah,” kata Gus Baha.

Sedangkan ahli ibadah atau orang yang tidak berpikir itu tapi gemar ibadah saja, lanjut Gus Baha, ia akan memikirkan untuk kesalehan atau kebaikan sendiri saja.

Inilah yang disebut Gus Baha terkadang orang ibadah terjebak egoisme diri sendiri. Terkadang, hal ini tidak lebih baik daripada seorang mukmin yang gemar berpikir untuk kemaslahatan kehidupan tanpa meninggalkan sisi ibadah untuk dirinya. (***)

Peternak Sapi Asal Bima Telantar, Berharap Ada Perhatian Pemprov NTB

jpn

Bimantika.net -Puluhan peternak Sapi asal kabupaten bima telantar di Pelabuhan Gili Mas, Sabtu, (20/5/23).

Telantarnya para peternak sapi selama empat hari di pelabuhan Gili Mas menunggu kapal untuk menyeberang menuju pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi membuat para peternak sapi merasa khawatir akan kondisi kesehatan sapinya.

Bukan hanya kondisi kesehatan sapinya saja, akan tetapi pakan sapi juga mulai menipis/habis jika kelamaan antrian menunggu kapal yang datang.

“Sudah empat hari kami telantar di pelabuhan Gili Mas menunggu kapal yang datang namun kapalnya belum ada yang datang juga”, tutur peternak sapi asal bima yang tidak ingin disebutkan namanya pada saat diwawancarai oleh media Barometer melalui telepon seluler, Jum’at, (19/5/23)

Para peternak sapi merasa khawatir akan kondisi kesehatan sapi yang kelamaan berdiri diatas mobil.

“Jika kelamaan di pelabuhan dampakya kondisi kesehatan sapi kami akan menurun dan pakan sapi kami sudah mulai menipis atau kehabisan. Dimana kami akan mencari pakan sapi disini jika pakan sapinya kehabisan”, terangnya.

Pasalnya, tidak seperti tahun kemarin, begitu masuk di pelabuhan sudah ada kapal yang bersedia untuk mengangkut sapi namun berbeda dengan tahun ini.

“Kami bingun tahun ini harus menunggu berhari – hari di Pelabuhan untuk menunggu kapal yang akan datang”, sesalnya.

Para peternak sapi berharap pada pihak pengelolah pelabuhan harus mengutamakan keselamatan sapi.

“Karena ini menyangkut makhluk hidup yang bernyawa maka harus diutamakan keselamatan sapi jangan dong membiarkan kami harus telantar seperti ini di Pelabuhan”, cetusnya.

Kami mendesak pada pemerintah provinsi NTB yaitu Gubernur NTB dan pemerintah Lombok Barat agar melakukan evaluasi terhadap pihak Pelabuhan agar benar-benar memberikan kenyamanan dan transportasi pada masyarakat peternak sapi.

“Kami berharap pada pemerintah agar segera mencarikan solusi dan jangan membiarkan kami harus telantar di pelabuhan berhari – hari seperti ini”, harap para peternak Sapi.

Pihak pelabuhan belum bisa dikonfirmasi dan media akan berusaha mencari nomor kontak pihak pelabuhan untuk dihubungi agar mengimbangi pemberitaan sehingga pemberitaan ini ditayangkan.(***)

Gus Baha : Hidup itu Sederhana, Sujud dan Dekatkan Diri ke Allah

jpn

Bimantika.net -Hidup di dunia menurut Gus Baha sebenarnya sederhana, kita diperintahkan sujud dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Yang dicari dari hidup kata Gus Baha, tentunya adalah kebahagiaan. Akan tetapi jika cara mencarinya salah justru kemalangan yang didapat.

“Padahal kunci hidup bahagia itu sangatlah mudah dan sederhana, ikuti perintah Allah untuk bersujud dan mendekatkan diri kepada-Nya. Titik. Jadi sederhana sekali, dan jika sudah tahu caranya tinggal praktekkan saja,” tutur Gus Baha sebagaimana dilansir Portal Banyuwangi dari kanal Youtube Ngajionline.

Makanya ketika sedang sujud, lanjut Gus Baha, seharusnya aktivitas itu dinikmati. Sholat itu seperti orang mau pamit dari dunia fana ini dan itu sebagai persiapan terakhir anda.

“Sholat itu Hidup Anda, Status Anda, Identitas Anda dan Jatidiri Anda sebagai Hamba Allah” kata Gus Baha.

Allah memerintahkan manusia untuk selalu beribadah kepada-Nya. Perintah ini mengandung maksud bahwa ibadah merupakan sarana bagi manusia untuk bisa dekat dengan Sang Pencipta.

Tetapi, ada musibah yang mengancam setiap Muslim. Musibah itu adalah jauh dari Allah.

Jika termasuk dalam golongan ini, sesungguhnya kita dalam keadaan merugi. Sedangkan, golongan apa sajakah itu?

Golongan pertama adalah keras hati. Mereka adalah orang-orang yang suka berbicara namun jarang berzikir dan mengingat Allah SWT, seperti dalam Surat Al Baqarah ayat 74.

” Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga hatimu seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang airnya memancar daripadanya. Adapula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan adapula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Golongan kedua, orang bakhil atau pelit. Julukan ini tidak hanya untuk mereka yang enggan membagi hartanya, namun juga yang merasa dermawan padahal hanya mengeluarkan sedekah sedikit saja.

Ancaman bagi orang bakhil tertera dalam hadis riwayat Tirmidzi.

” Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari Surga, dan jauh dari manusia.”

Juga dalam riwayat Bukhari dan Muslim.

” Tidaklah ada satu hari pun yang dilalui oleh setiap hamba pada pagi harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun, berkata salah satu dari keduanya, ‘Ya Allah berilah orang yang suka menginfakkan hartanya berupa ganti (dari harta yang diinfakkan tersebut), dan berkata (malaikat) yang lain, ‘Ya Allah, berilah orang yang kikir kebinasaan (hartanya)’.

Golongan ketiga, mendirikan sholat tapi masih mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sholatnya orang yang seperti ini justru menjauhkannya dari Allah SWT.

Seperti tercantum dalam hadis riwayat Ath Thobari.

” Barangsiapa yang melaksanakan sholat, Lantas sholat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah.” (***)

“Raja Muda Bima, Dae Yandi Bantu Masjid Rada 50 Juta Secara Pribadi”

jpn

Bimantika.net -Raja Muda Bima yang juga Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Ferryandi, S. IP adalah tipe anak muda pemimpin era millenial.

Dae Yandi Sapaan akrab anak Bupati Bima Periode 2005-2015 almarhum Ferry Zulkarnain, ST dan Bupati Bima periode 2015-2025 Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) adalah tipe anak muda cerdas di era digitalisasi ini.

Pada hari Jum’at (19/5/2023) Dae Yandi yang juga sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bima Periode 2019-2024 melaksanakan Sholat Jum’at berjamaah di Masjid Al-Huda Desa Rada Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Tidak hanya sekedar datang untuk melaksanakan kewajiban Sholat Jum’at melainkan Dae Yandi menyerahkan sumbangan secara pribadi untuk pembangunan Mesjid Al-Huda Desa Rada sejumlah 50 Juta yang di terima langsung oleh pengurus Masjid Setempat

“Saya harap dengan bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengurus Masjid untuk renovasi,” ujar Raja Muda berpenampilan Cool ini.

Dae Yandi pun memberikan apresiasi pada kebersamaan masyarakat dalam bergotong royong membangun rumah ibadah di lingkungannya.

“Alhamdulillah mada apresiasi budaya gotong royong masyarakat sehingga ini adalah spirit bersama dalam memakmurkan Masjid” ujar Dae Yandi.

Dae Yandi juga ungkapkan bahwa sesungguhnya Masjid selain Fungsi utama nya sebagai tempat ibadah diharapkan dapat menjadi wadah memperkuat kohesivitas sosial warga, agar terbangunnya ikatan sosial di masyarakat.

“Saya sangat berharap masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, mamun bisa dijadikan sebagai sarana pemberdayaan umat Islam di semua bidang. Pusat pengembangan dan kebudayaan masyarakat Islam, sehingga kedepan tercipta generasi yang Islami” harapnya. (***)

Polisi Ungkap Kematian Mayat Terapung di Sungai Padolo, Tiga Terduga Pelaku di Tangkap

jpn

Bimantika.net -Jum,at pagi (19/5/23) Warga seputar bantaran sungai Padolo Kota Bima di hebohkan dengan ditemukannya sesosok mayat yang mengapung di sungai Padolo.

Atas kejadian penemuan mayat yang menghebohkan warga Kota Bima tersebut pihak kepolisian dalam hal ini Polres Bima Kota langsung bergerak cepat mengungkap kasus dan peristiwa tersebut.

Tidak tunggu waktu yang lama dalam Hitungan Jam, Satuan Reskrim Polres Bima Kota Berhasil Mengungkap Sebab Kematian mayat Lelaki yang mengapung di sungai Padolo Kota Bima tersebut.

Tim Puma 2 Sat Reskrim Polres Bima Kota yang di Pimpin Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Punguan Hutahean, S.Tr.K, S.I.K., Berhasil mengungkap sebab kematian tersebut.

Sesosok mayat hasil pemeriksaan pihak kepolisian adalah Fernademetz Luit Mawar (22) warga asal NTT.

Kematian nya menurut pihak Kepolisian akibat penganiayaan berat hingga tewas.

Polisi mengungkap bahwa Tiga terduga pelaku yang secara bersama-sama menganiaya korban hingga tewas, berhasil diringkus di lokasi berbeda.

Masing-masing Berinisial IA (21), FR (28) dan ZZ (23) ketiganya merupakan warga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K melalui Kasi Humas IPTU Jufrin, Jumat, 19 Mei 2023 membenarkan adanya pengungkapan tersebut.

Para terduga pelaku sekitar pukul 13:00 Wita, di Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat dan Kelurahan Monggonao Kecamatan Mpunda.

Selain terduga pelaku, Tim Puma II juga mengamankan 4 saksi. Yakni, Nofendi warga Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa Besar, Kabupaten Bima, Arif Maulana warga Kelurahan Paruga, Ahmad Fathoni warga Kelurahan Paruga dan Dedi warga Kelurahan Jatiwangi. “Saksi-saksi diamankan untuk dimintai keterangan” sebut Jufrin.

Jufrin membeberkan kronologi kejadian pembunuhan tersebut. Pada hari Rabu  tanggal 17 Mei 2023 sekitar pukul 21.00 Wita bertempat di depan Toko Bony Kelurahan Paruga, korban datang bersama dua temanya dengan sepeda motor berbonceng tiga.

Tujuan kedatangan mereka di lokasi setempat, untuk berbelanja di Kios Sembako Mas Opik. Kemudian korban turun bersama dengan saksi Arif Maulana dan menitipkan brang milik korban.

Saksi Saudara Nofendi pergi untuk mengambil Hp miliknya dan korban menunggu di pinggir jalan,” ungkap Jufrin.

Pada saat teman korban bernama Arif Maulana kembali, ia melihat korban sudah dikejar oleh tiga orang pemuda dan berlari ke arah jembatan gantung Kelurahan Paruga. Kemudian kedua teman korban pergi untuk mencari korban, akan tetapi tidak menemukanya sehingga kedua teman korban pergi ke kosnya dan tidak menemukan korban.

Pada Hari Jum’at tanggal 19 Mei 2023 Sekitar Pukul 06.00 Wita, lanjut Jufrin, Tim Puma II mendapatkan informasi bahwa bertempat di sungai Padolo Jembatan Gantung Kel.Paruga telah di temukan mayat tanpa identitas dalam keadaan terapung dan kondisi tubuh sudah membengkak.

Dengan adanya kejadian tersebut Tim Puma II berkordinasi dengan Tim Inafis Reskrim Bima Kota untuk mengetahui Identitas Korban dan melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap terduga pelaku yang melakukan penganiyaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Tim berhasil mengantongi dan mendapatkan informasi identitas dan keberadaan terduga pelaku,” beber Jufrin.

menindak lanjuti informasi tersebut Tim Puma II langsung menuju lokasi keberadaan terduga pelaku. Setibanya di lokasi tim langsung melakukan penangkapan dan mengamankan terduga pelaku FD dan IA.

Selanjutnya tim mengintrogasi FD dan IA. Keduanya mengakui bahwa benar pada Hari rabu Tanggal 17 Mei sekitar pukul 21.00 Wita, secara bersama sama melakukan pemukulan terhadap korban.

“FD memukul rahang kanan korban sebanyak 1 kali dan IA memukul punggung sebelah kiri sebanyak 1 kali sehingga korban langsung berlari ke arah jembatan gantung sungai Padolo,” terang Jufrin.

Tidak sampai di situ, tiga terduga pelaku terus mengejar sehingga korban langsung meloncat ke sungai Padolo. Terduga pelaku IA juga memukul korban menggunakan kayu balok sepanjang lebih kurang 2 meter dan kemudian ketiga terduga pelaku meninggalkan korban.

“Perbuatan pelaku IA saat melempar korbn menggunakan balok disaksikan dan dilihat langsung oleh saksi Ahmad Fathoni,” sebut Jufrin.

Selanjutnya, tim mengamankan para terduga pelaku beserta barang bukti ke Mako Polres Bima Kota dan menyerahkan kepada piket Sat Reskrim Polres Bima Kota. (*)

Sembunyi di Kolong Tempat Tidur, Pelaku Curat di Desa Mumbu Ditangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Kapolsek Woja, Ipda Zainal Arifin, S.I.P, mengkonfirmasi adanya seorang pemuda inisial IR alias Jojo (25) yang ditangkap di Tonda Barat, Desa Mumbu Kecamatan Woja lantaran diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat).

Pemuda tersebut ditangkap atas laporan korban bernama Herman (39) yang juga berdomisili di Dusun Tonda Barat Desa Mumbu, Kecamatan Woja bernomor polisi: LP/B/10/V/2023/SPKT/Polsek Woja/Polres Dompu/Polda NTB, Rabu tanggal 17 Mei 2023 lalu.

Dalam keterangannya, Kapolsek Zainal menyebutkan bahwa penangkapan terhadap terduga pelaku IR alias Jojo dilakukan oleh Timsus Elang Polsek Woja dipimpin Kanit Reskrim Woja Bripka Abdul Hamid, SH, Jum’at (19/5/2023) sekira pukul 05.30 Wita.

“Saat ditangkap, terduga tengah bersembunyi di bawah kolong tempat tidur,” ungkap Kapolsek.

Kronologisnya, kata Kapolsek, sebelumnya tim SPKT Polsek Woja menerima laporan atas nama Herman, kemudian tim mendapat perintah untuk melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

Saat dilakukan pengembangan, lanjut Kapolsek, Tim saat itu mendapat informasi bahwa terduga pelaku berada di rumah salah seorang warga di Desa Mumbu, Kecamatan Woja.

“Saat itu pula tim bergerak mengintai dan kemudian langsung menangkap terduga,” beber Kapolsek.

Dari tangan terduga, Timsus Elang berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (Satu) Handphone Merk Oppo A16 hasil kejahatannya.

“Kini terduga pelaku serta barang bukti diamankan ke Mapolres Dompu untuk diproses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Terkait kejahatan, Kapolsek Zen (Sapaan Zainal Arifin) mengingatkan warga agar berhati-hati menyimpan barang-barang berharga dari kemungkinan adanya niat jahat dari para pelaku kejahatan.

Ia juga berjanji akan menindak tegas oknum-oknum yang mencoba mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya yang ada di Wilayah Hukum Kecamatan Woja.(***)

4 Golongan Yang Dirindukan Surga, Diantaranya Hindari Caci Maki dan Fitnah

jpn

Foto : Ilustrasi

Bimantika.net -Ada empat (4) golongan yang sangat dirindukan oleh surga, salah satunya adalah orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Hal itu diketahui dari sebuah hadis.Nabi Muhammad SAW bersabda:

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ

Artinya: “Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Demikian ungkap Khotib Sholat Jum’at di Lingkungan BTN Sadia Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima (19/5/2023).

Khotib menjelaskan golongan pertama yang sangat dirindukan oleh Surga adalah orang-orang yang lisannya senantiasa digunakan untuk membaca kalam Allah SWT setiap waktu dan kesempatan yang ada. Bahkan, saat lapang maupun sempit.

“Disamping dirindukan oleh surga, Allah SWT orang yang rajin membaca Al-Qur’an hatinya menjadi tenang” ungkapnya.

Golongan Kedua adalah yang selalu menjaga lisannya dari berkata kotor, mencaci-maki, dan menghujat, menggunjing, menyebar fitnah, membawa berita bohong, melukai perasaan orang lain.

Khotib menyebutkan dalam sebuah hadits Nabi SAW yang berasal dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir hendaklah dia berkata yang baik, atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir menghormati tetangganya.

Golongan ketiga adalah orang yang memberi makan terhadap orang yang kelaparan.

Golongan ini merupakan orang yang senantiasa membantu orang yang membutuhkan. Allah SWT akan membalas kebaikan yang dilakukan oleh hambanya.

Bahkan, kelak di hari kiamat Allah swt akan memberikan makan dari buah-buahan surga.Apalagi di bulan puasa ini pahala kita akan dilipatgandakan Allah SWT.

Golongan keempat adalah orang yang berpuasa di bulan Ramadan .Golongan ini adalah orang yang senantiasa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Maka, bersyukurlah bagi mereka yang senantiasa melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan.

Kehadiran mereka dirindukan oleh surga.Allah swt juga telah menyediakan pintu surga bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan.

“Marilah kita senantiasa berusaha untuk menjadi orang-orang yang dirindukan surga” demikian ajak Khotib. (Sumber : Khotib Sholat Jum’at Masjid Arrahman BTN Sadia)

Polisi Bersama Warga Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Desa Roi

jpn

Bimantika.net -Personel Kasubsektor Palibelo Polres Bima Polda NTB bantu padamkan kebakaran rumah di Desa Roi Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima

Kebakaran rumah panggung 12 tiang milik Agus 31 warga RT 03/02 Dusun Desa Roi itu terjadi Kamis (18/5/23) Sekira Pukul 11.45 Wita Siang Tadi.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto, S.I.K, SH, lewat kasi humas Iptu Adib Widayaka membenarkan adanya kebakaran di Desa Roi.

“Kepada saudara kita tertimpa musibah kebakaran semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini” Ungkap Kapolres sebagaimana diulas kasi humas Iptu Adib Widayaka.

Musibah kebakaran itu terjadi secara tiba tiba dan korban pun tidak mengetahui mendadak api membesar dan dalam sekejap rumah panggung 12 tiang itu Ludes terbakar.

Lima belas menit kemudian tepatnya Pukul 12.00. Api dapat dipadamkan oleh warga dan Personel Kasubsektor Palibelo dengan alat seadanya dan beruntung kebakaran itu tidak merambat Kerumah warga lainnya.

Untuk sementara kebakaran itu diduga kuat diakibatkan oleh arus Pendek/ konseleting Listrik.

Dan kerugian akibat dari kebakaran itu masih di lakukan pendataan Pungkas Adib. (****)

Siapa Yang Buka Aib Orang Lain, Maka Allah Akan Membuka Aibnya Juga di Muka Bumi

jpn

Foto Ilustrasi

Bimantika.net -Era Digitalisasi saat ini adalah era dimana sebuah peradaban manusia tergeser cara dan gaya hidupnya, media sosial menjadikan Dunia dalam genggaman.

Diera Peradaban manusia yang super canggih dan modern ini banyak diantara kita yang suka menggunjing, mencela, mencaci maki, membully orang lain melalui status media sosial maupun dalam kolom komentar.

Dalam tausiyahnya Gus Baha salah seorang Ulama Kharismatik menyampaikan bahwa aib orang lain itu tidak wajib ditutupi, bukannya di bongkar atau dibicarakan.

Gus Baha sangat ekstrim berpendapat bahwa aib adalah sesuatu yang wajib kita tutupi karena bisa orang lain malu.

“Allah menyuruh kita dalam kitab suci Al-Quran untuk menutup aib sendiri dengan baik. Dan Bukan hanya aib sendiri yang wajib kita tutupi, juga dalam perintah Al-Qur’an wajib untuk menjaga aib orang lain karena bisa membuatnya malu” ujar Gus Baha.

Lanjut Gus Baha bahwa Dengan menutup rapat aib semua orang, maka kita terhindar dari ancaman serta dosa yang berat yang tentunya akan dimintai pertimbangan oleh Allah SWT di Yaumil kiamah.

Menurut Gus Baha bahwa karena membuka aib orang lain adalah bentuknya Dosa maka sangat sangat merugikan diri sendiri dan tentunya merugikan diri dalam keselamatan akhirat.

Dalam hukum Islam menurut Gus Baha, secaea syariat melarang umat muslim untuk membongkar aib kepada orang lain.

“Syariat mengharuskan kita untuk menutupi aib orang,” terang Gus Baha sebagaimana dikutip dari Youtube SANTRI OFFICIAL 6 Juni 2022.

Gus Baha pun dalam kanal youtube tersebut berpesan agar kalau melihat orang berkelakuan buruk, maka janganlah ditiru,

Gus Baha juga mengingatkan bahwa soal Aib terbongkar atau tidak terbongkar itu adalah perkara kehendak Allah, namun manusia sebaiknya hindari membongkar Aib Orang lain .

Masih menurut Gus Baha dalam ceramahnya sekiranya mengetahui kalau salah satu orang terdekat atau tetangga atau keluarga punya dosa zina misalnya, sebaiknya kita nasihati secara sembunyi-sembunyi.

Gus Baha pun memberikan contoh lainnya seperti kalau teman, sahabat, keluarga dekat atau jauh, tetangga dan siapapun ternyata pernah mencuri hak orang lain, maka jangan pula kita tegur secara terang-terangan, melainkan nasehati dia secara sembunyi-sembunyi.

“Tidak perlu kita nasihati secara terang-terangan di depan banyak orang. Itu namanya membongkar aib” jelas Gus Baha.

Padahal kalau aib tersebut sudah tersebar, maka bisa menjadi bahaya karena bisa jadi tukang zina itu akan taubat pada waktu yang tepat.

Banyak juga hadits yang menuliskan tentang dosa membuka aib orang lain.

Pasalnya orang yang melakukan dosa gosip atau ghibah ini akan mendapat hukum karma langsung dari Allah SWT.

“Allah tidak akan membuatnya mati sebelum orang tersebut mengalami aib yang sama,” papar Gus Baha. (***//CY)