Gus Baha : Kunci Hidup Berkah Adalah Bertobat

jpn

Bimantika.net -KH Ahmad Bahaudin Nursalim yang dikenal dengan panggilan Gus Baha menerangkan bagaimana kunci keberkahan dalam hidup dan kehidupan yang sifatnya sementra di dunia ini.

Menurutnya Banyak orang dalam hidupnya ingin selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Dari banyaknya yang ingin mendapatkan keberkahan tersebut Gus Baha pun menyampaikan Banyak cara dan metode yang bisa dilakukan oleh umat muslim khususnya untuk mendapatkan keberkahan tersebut.

“Bertobat pada Allah SWT adalah Kunci keberkahan” ujar Gus Baha.

Menurut Gus Baha bahwa Barokahnya hidup ketika manusia bisa bertaubat kepada sang Pencipta yakni Allah SWT.

Ulama kharismatik ini memberikan contoh yang sangat simple bahwa banyak orang tua yang maling, namun anaknya sholeh.

Sebab, Ia selalu mendoakan anaknya dalam kebaikan, tidak seperti orang tuanya yang penuh dosa.

Sebab tobat dari seseorang tadi akan membawa berkah ke sekitarnya.

“Oleh karena itu sebaiknya yang pernah berbuat dosa segeralah bertobat” kata Gus Baha dalam Kanal Youtube nya. (***)

Budayawan Muda Bima : IAIN Bima Nyata, HML Bangun Peradaban Timurnya Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Salah seorang Budayawan Muda Kota Bima yang juga Mantan Ketua DPD KNPI Kota Bima Periode 2014-2018 Dzul Amirulhaq, S. PdI angkat Bicara Soal Pendirian Kampus IAIN Bima yang progresnya on the track dan terukur.

Dalam pandangannya Gus Irul Sapaan akrab Dzul Amirulhaq menyebutkan bahwa IAIN ITU NYATA

Mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor 2011-2015
Ini sampaikan bahwa Berita baik datang dari Bogor tadi malam 17 Mei 2023 Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) bersama tim terpadu nya berhasil meyakinkan pihak kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia untuk mengamini pengalihan fungsi lahan produksi di wilayah Oi Mbo untuk pembangunan kampus IAIN Bima beserta fasilitas umum lainnya.

“Kelak, dari kawasan timur Kota Bima, peradaban baru itu akan dimulai. Sebuah kampus agama berbasis ekowisata akan berjejer megah di sana, menjadi salah satu urat nadi pendidikan tinggi Islam di Indonesia Timur” ujar Gus Irul.

Gagasan besar Walikota HML menurut Gus Irul justru melampaui lompatan visi-misinya yang selama ini hanya dipandang sebagai seorang politisi.

Sosok HML adalah bagian dari rantai doa mustajab para Ulama Bima yang menginginkan lahirnya poros persemaian intelektual Islam di tanah Bima.

Juga bagian dari ikhtiar menjaga marwah kesultanan Bima yang tersohor sebagai kerajaan Islam terunik di Indonesia. Wajar, sedari awal ada sebagian pihak yang meremehkan niatnya.

“Tapi Lutfi tak ambil peduli, bagi dirinya, IAIN ini adalah bukti otentik “Perubahan” yang selama ini ia gaungkan.

“Kapan lagi saya bisa berkontribusi untuk mengangkat marwah dan martabat kampung saya sendiri, saya sudah di DPR RI dua periode, akses-akses ini yang akan saya terobos agar IAIN bisa berdiri di Kota Bima!”, ujarnya di suatu waktu.

Lanjut Gus Irul Coba kita bayangkan, 25 tahun yang akan datang, ketika kampus hijau itu berdiri dan beroperasi. Akan ada denyut kehidupan baru dengan perputaran ekonomi yang luar biasa di tengah kohesi sosial yang kuat.

Arus migrasi masuk mahasiswa-mahasiswa luar Bima yang memaksa menjamurnya kos-kosan dan penginapan murah.

Silakan membayangkan, area IAIN itu adalah Kota Satelit yg akhirnya menggambarkan miniatur Bima Raya tidak hanya di kancah regional, bahkan mungkin dalam percaturan dunia.

Masih menurut Gus Irul Ketahuilah: bahwa IAIN itu Nyata! Untuk siapa? Bukan untuk Muhammad Lutfi sendiri, dia enggak punya tendensi apapun di situ, apalagi mengais keuntungan dari ihwal amal jariyah seperti itu.

“Bagi dirinya, membangun IAIN sama halnya dengan menggali mata air bagi dahaga peradaban kita yang mulai terkoyak oleh gempuran modernitas dan degradasi moral yang merajalela” kata Gus Irul.

Inilah legacy moral-intelektual dalam pengabdian tertinggi dari seorang kepala daerah, bahwa titik nol perubahan itu adalah ilmu.

IAIN menjadi jawaban atas semua itu, karena kita dan anak-anak kita kelak menjadi bagian yang turut merasakan manfaat dari perubahan itu.

IAIN ini menjadi hikmah terbesar yang mengantarkan Muhammad Lutfi dan Feri Sofian menuju akhir dari pengkhidmatan yang husnul khatimah.

Diujung akhir Komentar Gus Irul pun sampaikan pesan Kepada seorang kawan yang terserang sindrom “kefu ade” pada Walikota HML bahwa dirinya pernah berujar, “Bro. Untuk mengenali Lutfi, tidak cukup dengan bertelepon ria lima kali sehari semalam, atau duduk ngopi dengannya sepanjang zaman.

“Kamu perlu menyendiri, sembari membaca ulang jalan hidupnya dan menyibak gagasan-gagasan besarnya. Jika kamu merasa cukup, maka mulailah berkawan dengan Lutfi menggunakan hati!” Ungkap Gus Irul.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pun terus mengawal proses-proses yang dilakukan untuk mempercepat.

Walikota HML pun mengikuti rapat pembahasan Ekspose hasil dan rekomendasi Penelitian Tim Terpadu Permohonan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi untuk Pembangunan Kampus IAIN dan Fasilitas Umum Kota Bima, dilaksanakan di Royal Hotel, Kota Bogor, Jawa Barat. Rabu 17 Mei 2023.

Ekspose Akhir ini merupakan rangkaian kegiatan lanjutan yang dilaksanakan Tim Terpadu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setelah pelaksanaan Ekspose awal yang dilaksanakan di Command Center Kota Bima pada tanggal 17 April 2023 yang lalu.

Wali Kota Bima didampingi Kepala Bappeda Kota Bima, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima beserta anggota Tim teknis serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bima.

Pada rapat tersebut dipimpin Kepala Sub Direktorat Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Dr. F.X Herwirawan, S.Hut, M.Si dan dihadiri oleh seluruh Anggota Tim Terpadu.

Walikota HML menyampaikan atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Bima menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Anggota Tim Terpadu.

HML mengaku bahwa komitmen Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan akan terus dilaksanakan, pembangunan kampus IAIN dengan konsep Green Kampus adalah bentuk dari komitmen tersebut, rencana pembangunan fasilitas umum lainnya yang akan dikembangkan pada lokasi Poligon II yang berbatasan langsung dengan kawasan TPA Oi Mbo.

“Pembangunan Kampus IAIN Bima ini mengusung konsep Ekowisata yang merupakan ikhtiar dari Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan yang ada di Kota Bima,” pungkasnya.

Lutfi menambahkan, dalam rapat tersebut dihasilkan beberapa rekomendasi dari Timdu bahwa kawasan hutan HPK disetujui untuk dilakukan pelepasan kawasan hutan pada kelompok kawasan hutan RTK 67 adalah seluas ± 51 Ha untuk pembangunan kampus IAIN dan Fasilitas Umum lainnya. Bebernya.

Di akhir, beliau menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses ini.

“Apa yang telah kita laksanakan ini semoga dapat diwujudkan dalam waktu secepatnya,” tutupnya. (***)

Lahan Kampus Disetujui Kementrian LHK, Pembangunan IAIN Bima ‘Didepan Mata’

jpn

Bimantika.net -Loby panjang Pemerintah Kota Bima terkait dengan pembangunan Kampus IAIN Bima sepertinya sudah mulai nampak ada titik terangnya.

Upaya luhur dan Ikhtiar totalitas Pemkot Bima membangun sebuah peradaban semakin kencang dan nyata didepan mata.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pun terus mengawal proses-proses yang dilakukan untuk mempercepat.

Walikota HML pun mengikuti rapat pembahasan Ekspose hasil dan rekomendasi Penelitian Tim Terpadu Permohonan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi untuk Pembangunan Kampus IAIN dan Fasilitas Umum Kota Bima, dilaksanakan di Royal Hotel, Kota Bogor, Jawa Barat. Rabu 17 Mei 2023.

Ekspose Akhir ini merupakan rangkaian kegiatan lanjutan yang dilaksanakan Tim Terpadu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setelah pelaksanaan Ekspose awal yang dilaksanakan di Command Center Kota Bima pada tanggal 17 April 2023 yang lalu.

Wali Kota Bima didampingi Kepala Bappeda Kota Bima, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima beserta anggota Tim teknis serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bima.

Pada rapat tersebut dipimpin Kepala Sub Direktorat Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Dr. F.X Herwirawan, S.Hut, M.Si dan dihadiri oleh seluruh Anggota Tim Terpadu.

Walikota HML menyampaikan atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Bima menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Anggota Tim Terpadu yang telah bekerja kurang lebih selama lima hari melakukan pembahasan dan penelitian terhadap permohonan pemerintah Kota Bima untuk memperoleh Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan untuk pembangunan kampus IAIN dan Fasilitas Umum lainnya.

HML mengaku bahwa komitmen Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan akan terus dilaksanakan, pembangunan kampus IAIN dengan konsep Green Kampus adalah bentuk dari komitmen tersebut, rencana pembangunan fasilitas umum lainnya yang akan dikembangkan pada lokasi Poligon II yang berbatasan langsung dengan kawasan TPA Oi Mbo.

“Pembangunan Kampus IAIN Bima ini mengusung konsep Ekowisata yang merupakan ikhtiar dari Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan yang ada di Kota Bima,” pungkasnya.

Lutfi menambahkan, dalam rapat tersebut dihasilkan beberapa rekomendasi dari Timdu bahwa kawasan hutan HPK disetujui untuk dilakukan pelepasan kawasan hutan pada kelompok kawasan hutan RTK 67 adalah seluas ± 51 Ha untuk pembangunan kampus IAIN dan Fasilitas Umum lainnya. Bebernya.

Di akhir, beliau menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses ini.

“Apa yang telah kita laksanakan ini semoga dapat diwujudkan dalam waktu secepatnya,” tutupnya. (***)

Bersama Rekannya Sesama Aktivis 98, Walikota Bima HM Lutfi Konferensi Pers “Menggugah Reformasi”

jpn

Bimantika.net – Dalam rangka memperingati 25 tahun reformasi 1998, sejumlah Aktivis 98 hari ini Rabu 17 Mei 2023 menggelar sejumlah kegiatan reflektif untuk menolak lupa kediktatoran akan rezim Pemerintahan Soeharto.

Pantauan dan liputan langsung media Bimantika bahwa Tema sentral kegiatan tersebut adalah “Menggugat Reformasi” yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Aktivis 98 dan Peringatan 25 Tahun Reformasi.

Sekumpulan aktivis 98 yang tergabung dalam Konferensi Pers tersebut nampak hadir Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Sebelum konferensi pers dimulai Juru Bicara Miksil Minamunir Aktivis 98 Alumni UiN Jakarta memperkenalkan satu-satu teman seperjuangan nya menumbangkan Rezim orde baru 25 tahun silam.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aktivis yang menyatakan diri ikut berperan dalam melengserkan kekuatan orde baru pada masa itu mendiskusikan berbagai kondisi bangsa saat ini yang belum tuntas soal agenda besar tujuan Reformasi 1998 lalu

Miksil Minamunir sampaikan bahwa era orde baru adalah dimana negara tidak mungkin berdiri secara terus menerus diatas totalitarianisme dan partisme.

Rezim Orde Baru menurutnya menampakkan dirinya bahwa sebagai rezim yang sangat sentralistik dalam sebuah kekuasaan.

Sistim orde baru pun kental dengan nuansa Kolusi, Korupsi dan Nepotisme sehingga melahirkan gerakan moral mahasiswa 1998.

“Terjadinya kooptasi Partai Politik, tidak adanya kebebasan pers, kerdilkan gerakan mahasiswa, pelanggaran ham, perampasan tanah rakyat, diberikan nya porsi TNi dalan kekuasaan yang sangat tidak wajar adalah wajah buram orde baru” ungkapnya.

Ternyata Gerakan Mahasiswa 98 sampai saat ini tidak sesuai harapan sebagaimana yang di cita-citakan bersama.

“Cita-cita 98 belum selesai” ujarnya.

Karena itu Aktivis 98 buat pertemuan untuk mengingatkan kembali pentingnya gerakan kebersamaan menjaga demokrasi dan keberlanjutan keutuhan bangsa dalam bentuk Halal Bihalal

Sejumlah persoalan pada saat memperjuangkan reformasi 98 tidak tuntas hingga aktivis 98 memandang perlu untuk melakukan konsolidasi dalam bentuk menggugah Reformasi.

Era Reformasi membuat kaum kapitalis membangun pabrik kekuasaan sehingga aktivis 98 kembali menggugah.

Keberadaan kaum Kapitalis saat ini sejatinya tidak punya ide dan gagasan dalam membangun bahasa, justru kecenderungannya menjdikan rakyat sebagai sapi perahan

Aktivis 98 merapatkan barisan dalam rangka menghentikan rencana jahat mereka sehingga mempersatukan kembali keberadaan Aktivis 98 dalam satu payung Yayasan 98 yang di launching Minggu 21 Mei 2023.

Yayasan 98 Ini adalah jalan kemanusiaan menyatukan kembali aktivis 98 sebagai sebuah gerakan moral yang saat ini telah menyebar dimana dengan profesi yang berbeda-beda yang akan dihadiri oleh 1200 aktivis di 25 Propinsi. (***)

Curi Emas, Ibu Paruh Baya Asal Monta Baru di Tangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Seorang Ibu Rumah Tangga diketahui inisial SA (56) terpaksa diamankan ke Sel Tahanan Mako Polsek Woja diduga nekat melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, Rabu (17/5/2023) sekira pukul 12.30 Wita.

Wanita paruh baya yang beralamat di Lingkungan II, Kelurahan Monta Baru tersebut ditangkap Timsus Elang Polsek Woja atas laporan pencurian emas 20 (Dua puluhan) karat berbagai jenis, pada Sabtu (6/5/2023) lalu.

Terkait informasi, Kapolsek Woja, Ipda Zainal Arifin,S.I.P., dalam keterangannya membenarkan adanya penangkapan atas laporan korban inisial LM (57) juga asal Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja Kabupaten Dompu.

“Terduga ditangkap karena melakukan pencurian emas berharga milik korban,” tutur Kapolsek.

Awalnya, kata Kapolsek, SPKT Polsek menerima laporan aduan dari korban terkait kejadian yang menimpanya. Selanjutnya, Kapolsek memerintahkan Timsus Elang di bawah komando Kanit Reskrim Bripka Abdul Hamid, SH untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Saat diselidiki, tim mendapat informasi bahwa terduga pelaku berada di Lingkungan Balibunga, Kandai Dua,” ungkap Kapolsek.

Mengetahui keberadaan terduga, lanjut Kapolsek, Timsus bergerak menuju target dan benar saja, saat itu juga terduga pelaku ditangkap dan diamankan ke Mapolsek untuk diintrogasi.

“Mengetahui keberadaan terduga pelaku dan Timsus berhasil mengamankan terduga pelaku, kemudian diseret ke Polsek Woja untuk dilakukan interogasi,” imbuh Kapolsek.

Berdasarkan pengakuan terduga, jelas Kapolsek, Timsus lagi-lagi melakukan pengembangan terkait dengan barang bukti emas hasil curian tersebut telah digadaikan oleh terduga pelaku ke Kantor Pegadaian UPC Kelurahan Kandai dua dan Kantor Pegadaian UPC Soriutu serta Kantor Gadai Mas NTB Unit Nowa.

Berikutnya, tambahnya, dari hasil penyisiran Tim berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah Gelang Keroncong Ukir Perhiasan Emas 20 karat berat 4,97 gram, 2 buah Cincin Ukir Perhiasan Emas 20 karat berat 2,88 gram, 1 buah Gelang Model DTM 21 karat, berat 4,93 gram dan 1 buah Cincin Model Ukir DTM 21 karat berat 4,91 gram.

“Semuanya lengkap dengan Surat Gadai Emas masing-masing,” pungkas Kapolsek.

Kini terduga beserta barang bukti diamankan untuk selanjutnya diproses lebih lanjut seusai ketentuan hukum yang berlaku. (***)

Polres Bima Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anggota Pol PP di Tolouwi

jpn

Bimantika.net -Kasus pembunuhan terhadap salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hingga saat ini lakukan proses peragaan atau rekonstruksi

Satuan Reskrim Polres Bima menggelar rekontruksi kasus pembunuhan Zakariah (55) anggota Sat Pol PP asal Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Rekontruksi dilaksanakan di halaman Kantor Polres setempat, Rabu (17/6) sekitar pukul 11.30 wita.

4 orang tersangka memperagakan proses pembunuhan yakni SBH alias OK, SPR alias MN, IBR alias TR dan AM lias MN.

Para pelaku dihadapan pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Bima memeragakan 12 adegan pembunuhan yang menghilangkan nyawa seorang anggota Sat Pol PP.

Dalam adegan terungkap korban dibunuh secara sadis oleh 4 orang tersangka. Kejadian itu terjadi di kebun milik korban di Desa Tolo Uwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Diketahui, keempat pelaku merupakan satu keluarga yang diantaranya ayah, anak kandung dan seorang menantu.

“Sebanyak 12 adegan pembacokan dengan senjata tajam diperagakan oleh empat orang tersangka dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Jakariah. Korban ini merupakan tetangga pelaku di Desa Tolo Uwi, Monta,” Ungkap Kasat Reskrim Polres Bima AKP Masdidin.

Kata Kasat, pembunuhan tersebut terjadi pada Senin (20/2/2023) lalu, saat korban berada di kebun miliknya. Korban dibunuh dengan senjata tajam dengan beberapa luka pada tubuhnya.

“Pembunuhan terjadi dipicu masalah sepele, korban memotong pohon mangga di kebunnya, namun diklaim oleh pelaku bahwa pohon tersebut milik pelaku,” demikian ujar Kasat Reskrim.(***)

Dandim Bima Gelar Silaturrahim dengan HMI Cabang Bima Bahas Soal Kebangsaan

jpn

Bimantika.net -Rabu 17 Mei 2023 sekitar pukul 09.45 Wita bertempat di Makodim 1608/Bima Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima berlangsung kegiatan silaturahmi Dandim 1608/Bima Letkol Inf. Muhammad Zia Ulhaq, S. Sos dengan Pengurus ketua HMI Cabang Bima.

Silaturrahim yang di gagas oleh HMI Cabang Bima itu terkait dengan program kerja perioritas HMI Cabang Bima.

Nampak dalam kehiatan itu Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq, S. Sos, Kasdim 1608/Bima Mayor Czi Edi Gustaman, Pasi Intel Kodim 1608/Bima Lettu Inf Arsyad dan Ketua HMI Cabang Bima Fitrah beserta anggota

Sekitar Pukul 08.45 Wita Ketua cabang HMI Bima beserta anggotanya tiba Makodim 1608/Bima, kemudian di arahkan oleh piket untuk naik ke ruangan lobi Kodim 1608/Bima.

Pukul 09.00 Wita Ketua Cabang HMI Bima beserta anggota tiba diruang lobi sambil menunggu Dandim 1608/Bima.

Pukul 09.45 Wita Dandim 1608/Bima tiba diruang lobi dan langsung menerima Ketua Cabang HMI beserta anggotanya.

Ketua Umum HMI Cabang Bima, Fitrah kehadirannya di Mako Kodim Bima dalam rangka Program internal dan eksternal.

HMI akan buat program sekolah pimpinan seluruh Kader HMI seluruh Nusra.

Merancang program di sektor pertanian, Program lingkungan, Perioritas tentang Struktur Poktan yang sesuai dengan RDKK.

Lanjutnya Program dan bantuan apa saja yang dilakukan oleh dinas terkait, Perlu adanya pelatihan di sektor pertanian.

Untuk bidang indeks pembangunan manusia (IPM).

Kalau di bidang PUPR sudah berjalan, dengan membangun masjid.

Menciptakan jurnalis terkait isu negatif, baik di Kota maupun di Kab. Bima.

Reboisasi lingkungan terkait soal air dan hutan.

Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq, S. Sos yang menyampaikan bahwa HMI adalah bagian dari dirinya untuk mitra kerja Kodim 1608/Bima

“dan harapan saya selaku Dandim Bima, kalian bisa tampil di level nasional maupun internasional” ujarnya.

Lanjut Dandim bahwa di instansi militer ada beberapa aspek yaitu aspek ideologi, politik, ekonomi, sosbud dan milkam/Hankam.

Menurut Dandim Putra Asli Bima ini bahwa Bila kita ingin hidup damai, aman, nyaman dan sejahtera, maka siapkan perang artinya segala sesuatu harus kita siapkan betul-betul untuk diri kita, agar kita yakin bahwa itu betul-betul aman.

“HMI harus sehebat dari pada organisasi yang lain sehingga HMI di akui dimata nasional dan Jangan mainkan isu apabila masalah itu belum benar” ungkap Dandim.

Untuk masalah pembangunan, Dandim berharap HMI bisa mencari dan mendalami akar permasalahannya, sampai sejauh mana masalah itu ditemukan, agar bisa menemukan hasilnya sehingga anggaran itu tidak terjadi kehilangan sampai nilainya 1 M.

Dandim memberi Saran agar HMI Bentuk dan fungsikan intelijen sipil, agar bisa memperkuat struktur yang ada di dalam Kader HMI.

Selanjutnya Untuk masalah pupuk saya sudah membuatkan produk jenis pupuk organik cair (POC).

“Saya berharap jangan terlalu menyampaikan pendapat dimuka umum, lebih banyak berkoordinasi, komunikasi dan audensi sehingga bisa menemukan hasilnya” harap Dandim.

Pihak Kodim 1608/Bima, sampaikan juga ada kegiatan subuh berjamaah di tiap-tiap masjid yg ada di tiap Desa maupun di tingkat Kelurahan yg dilakukan oleh Babinsa yang ada di Kota maupun di Kabu Bima

Dandim berharap HMI itu jangan dijadikan itu kelompok-kelompok tapi harus bisa menjadi orang yang cerdas dan harus mau menerima koreksi dari siapapun demi menunjang.

Kegiatan silaturahmi antara HMI cabang Bima dengan Dandim 1608/Bima bertujuan untuk menjalin hubungan baik secara internal untuk kedepan demi menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

HMI cabang Bima akan tetap berkomitmen dan berkolaborasi dengan Kodim 1608/Bima, yang akan tetap memberikan segala sumber informasi, yang khusus di bidang pembinaan ideologi. (***)

“Teras Negeri” Media Tempo , Walikota HML : Manifestasi Smart City Terwujud dengan Kecepatan Pelayanan Publik

jpn

Bimantika.net -Sebagai salah satu daerah yang konsisten mengembangkan konsep smart city, Kota Bima terus berupaya melakukan transformasi diri menuju “Kota Pintar”.

Tujuannya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut menjadi salah satu capaian yang diperoleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) guna mengikuti interview program “Teras Negeri” yang diselenggarakan oleh media Tempo, bertempat di Jakarta, Selasa 16 Mei 2023

Dalam kesempatan interview dengan tema “Kota Bima, Kota Pintar untuk Semua” tersebut, Walikota HML membeberkan berbagai inisiasi kebijakan yang mendorong terwujudnya konsep Kota Pintar.

Diantaranya penerapan digitalisasi pelayanan publik dan penyediaan akses internet gratis bagi masyarakat melalui program Hotspot Wi-Fi gratis.

Walikota HML menjelaskan bahwa fokus pencanangan program smart city dimulai sejak beliau terpilih sebagai Walikota Bima tahun 2019 lalu.

Mengingat adanya perubahan paradigma kebutuhan dasar masyarakat di era 4.0 menuju 5.0, Pemerintah Kota Bima mulai menyiapkan langkah- langkah strategis.

Langkah tersebut berupa pengalokasian anggaran untuk mendanai pembangunan infrastruktur dasar smart city, yaitu melalui penyelarasan program kegiatan di seluruh OPD yang dituangkan dalam dokumen RPJMD yang mengarah pada terciptanya sinergitas program kegiatan antar OPD guna mewujudkan Kota Bima sebagai Kota Pintar.

Walikota HML juga menjelaskan bahwa landasan dan ide dasar pengembangan smart city Kota Bima adalah adanya proses penyesuaian standarisasi penyelenggaraan pelayanan publik yang cepat dan mudah sebagaimana tertuang dalam visi misi serta target yang telah dicanangkan pada awal kepemimpinannya.

Optimisme akan terwujudnya konsep smart city ini adalah bukanlah sesuatu hal yang mustahil mengingat kondisi sumber daya manusia Kota Bima yang handal dan mumpuni untuk beradaptasi dengan perubahan paradigma kebijakan Pemerintah Kota Bima.

“Dan itu dibuktikan dengan tingginya indeks pembangunan manusia Kota Bima yaitu sebesar 7.89”, ujar Walikota HML.

Ditanya mengenai apa yang menjadi tantangan terbesar yang dihadapi dalam mewujudkan Kota Bima sebagai kota Pintar ? HML dengan lugas menjawab bahwa tantangan tersebut berupa keterbatasan anggaran dan ruang fiskal daerah guna memfokuskan ide dan kebijakan pengembangan smart city yang merupakan elemen baru dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah yang selama ini di dominasi oleh pembiayaan infrastruktur fisik berupa jalan dan jembatan.

Dan hal tersebut dapat kami atasi dengan penentuan skala prioritas pembangunan yang bertumpu pada visi pengembangan smart city diantaranya pembangunan command center untuk menunjang smart government, pembangunan fasiltas sanitasi dan kebersihan lingkungan untuk smart environment, pembangunan sarana prasarana pemukiman untuk smart living.

Masih menurut Walikota HML bahwa Manifestasi smart city Kota Bima yang telah terwujud berupa adanya kecepatan pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis aplikasi elektronik.

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan smart city, pada awalnya kota bima belum memiliki infrastruktur pendukung pengembangan smart city” urainya.

Oleh karena itu dilakukan perubahan paradigma kebijakan alokasi anggaran yang diarahkan untuk prioritas pengembangan infrastruktur smart city.

Respon Masyarakat sangat Luar biasa dan Antusias dengan adanya Smart City sehingga kebutuhan pelayanan masyarakat lebih cepat,

Di level birokrasi pun dibutuhkan brainstorming untuk menanamkan keyakinan bahwa ada kebutuhan dasar Pemerintah Daerah dalam Rangka mewujudkan pelayanan cepat dengan rentang kendali pendek.

“Dan alhamdulillah supporting dari birokrasi kita, luar biasa menyesuaikan diri dengan arah kebijakan tersebut. Terbukti sejak dicanangkan program smart city 2019 lalu, tahun 2020 sudah mulai terealisasi infrastruktur Command Center yang merupakan salah satu elemen penting pendukung smart city”. pungkas HML.

Program “Teras Negeri’ yang diselenggarakan oleh Media Tempo adalah merupakan ajang publikasi bagi tokoh kepala daerah berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas kinerja kepala daerah dalam memimpin penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Program tersebut juga dimaksudkan sebagai pemicu seluruh kepala daerah di Indonesia agar melakukan inovasi kepemimpinan di daerahnya masing-masing. (***)

Gus Baha : Jika Ingin Bahagia Jangan Iri dengan Kenikmatan Orang Lain

jpn

Bimantika.net -K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, lebih dikenal sebagai Gus Baha lahir 29 September 1970) merupakan ulama yang berasal dari Rembang.

Gus Baha menikah dengan Ning Winda asal Pesantren Sidogiri Pasuruan. Ia dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar Al-Qur’an

Gus Baha dikenal sebagai ulama kharismatik yang banyak memiliki penggemar dan para pengikutnya,

Kesohoran dan tingkat keilmuannya yang sangat tinggi pun menjdi ciri khas tersendiri Gus Baha dalam menyampaikan pesan apapun.

Gus Baha pun dikenal sangat santai dalam menyampaikan pesan-pesan agama dengan cara yang asyik didengar namun sangat rasional, orisinil dan selalu berlandaskan Hadist dan Al-Qur’an sebagi Panduan Hidup Ummat Islam.

Gus Baha dalam berbagai kesempatan membicarakan persoalan agama dan sosial kemasyarakat sangat komunikatif sehingga mampu dipahami secara utuh oleh audience nya.

Dengan penguasaan ilmu Agama yang sangat mendalam Gus Baha pun menjadi populer dan banyak disukai oleh banyak kalangan lebih-lebih kalanhan santri karena latar belakang Gus Baha yang juga pernah mondok di pesantren.

Dalam salah satu kanal Youtube Gus Baha menjelaskan mengapa seseorang susah menemukan kebahagiaan ??

“Yang Demikian itu karena manusia selalu mengejar nafsu” ujar Gus Baha dalam ceramahnya.

Gus baha menerangkan kalimat dan menjelaskannya bahwa mengejar Nafsu yang di maksudkannya adalah selalu menyiksa diri untuk ingin sesuatu padahal secara kenyataan tidak mampu.

Gus Baha memberikan contoh konkrit Misalnya, seseorang yang sudah tahu dirinya msikin tetapi ingin beli mobil, ingin beli rumah mewah, dan lain sebagainya.

Selanjutnya Gus Baha memberikan contoh seseorang yang ditakdirkan bukan sebagai anak Kiai atau keluarga Rasul tetapi ingin sangat dihormati sebagaimana mereka.

“Inilah yang membuat seseorang tersiksa, dan sulit menemukan kebahagiaan dalam hidupnya” urainya.

Hidup kata Gus Baha, harus selalu bahagia. Menjalani apa yang sudah Allah tentukan. Karena apa yang sudah Allah atur tidak mungkin sia-sia bagi hamba-Nya.

“Ada seseorang yang miskin, hikmahnya mungkin agar lebih khusyu dalam beribadah” kata Gus Baha.

Apapun yang manusia jalanan dimuka bumi menurut Gus Baha merupakan ketentuan Allah yang semestinya selalu disyukuri.

“Hanya itu kunci kebahagiaan hidup dan agar diri kita tidak tersiksa secara batin. Tersiksa oleh diri sendiri” ungkapnya.

Dalam ceramah yang tidak membosankan tersebut Gus Baha menyampaikan juga pesan-pesan moral dalam menghadapi hidup dan kehidupan di dunia yang sifatnya sementara ini.

“Jika kita ingin bahagia dalam hidup jalani hidup dengan apa adanya, Syukuri segala apa yang sudah Allah berikan dan takdirkan bagi kita dan kehidupan kita, Serta, nikmati apapun yang sudah Allah beri tanpa harus iri dengan kenikmatan orang lain” demikian ujar Gus Baha. (***)

“Dua Srikandi Tangguh Maju Bacaleg DPR RI Dapil NTB 1, Golkar Makin Kuat”

jpn

Bimantika.net -Pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) tingkat Pusat hingga DPRD Kota dan Kabupaten di Komisi Pemilihan Umum (KPU) di semua tingkatan sudah selesai 14 Mei 2023.

Investigasi Media Online Bimantika khusus Bacaleg DPR RI Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 1 (Pulau Sumbawa) tercatat nama-nama beken yang ikut bertarung,

Pemilu 2019 lalu Partai Golkar tidak mendapatkan Kursi DPR RI Dapil Pulau Sumbawa walaupun ada dua Kabupaten dan Kota menang Dalam Pemilu yakni Kota dan Kabupaten Bima yang menempatkan posisi Ketua Dewan.

DPP Partai Golkar sepertinya tidak ingin kecolongan sehingga di Pemilu 2024 memasang startegi untuk merebut 1 kursi DPR RI.

“Kalau Dapil NTB 1 susunan Bacaleg nya langsung Ketua Umum Pak Airlangga Hartarto yang menyusun Bacalegnya” ungkap salah satu fungsionaris DPP Partai Golkar.

Investigasi Media Online Bimantika bahwa DPP Partai Golkar Mengusulkan Bacaleg DPR RI Dapil Pulau Sumbawa tercatat Nama Istri Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang juga Mantan Anggota DPR RI Dua Periode Fraksi Partai Golkar yakni Hj. Ellya Alwaini.

Selanjutnya Kakak Ipar Ketua DPD ll Partai Golkar Kabupaten Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) yakni Hj. Ferra Amelia, SE, MM.

Dan DPP Golkar Pun memasang Bacaleg lainnya yakni Ketua Umum PGRI Pusat Drs. H. Ali Rahim.

Informasi dan investigasi media Online dibenarkan oleh Sekretaris DPD ll Partai Golkar Kota Bima Tiswan Suryaningrat, SH.

“Benar mas, bahwa tiga nama itu insya Allah akan bertarung di Dapil NTB 1, dan semua berkas mereka sudah lengkap semua” ujar Tiswan saat di hubungi Media Online Bimantika Selasa 16 Mei 2023.

Ditanya soal nomor Urut ke 3 Bacaleg tersebut, Tiswan menjawab bahwa di Partai untuk pendaftaran nya berdasarkan Abjad sesuai Sprint DPP Partai Golkar Nomor 153/DPP-Golkar/lV/2023.

Dalam postingan pribadinya di media sosial Facebook Tiswan ungkapkan juga bahwa Fisik boleh wanita tapi soal spirit fighting nya gak perlu di ragukan lagi,bisa kalah laki-laki.

Menurutnya Umi Eliya dan Umi Fera akan bersatu padu berjuang bersama dan merebut suara sebanyak-banyaknya menuju senayan DPR RI dari Partai Golkar.

“Walaupun dalam posisi rivalitas Insya Allah Dapil NTB 1 kedua wanita hebat ini akan beradu ide dan gagasan dalam meraih simpati masyarakat Pulau Sumbawa sehingga kita memiliki wakil rakyat yg aspiratif dan mumpuni.

“Mohon doa dan dukungan Masyarakat Pulau Sumbawa utk Umi Eliya dan Umi Fera serta Bang H. Ali Rahim yang akan bertarung di Dapil NTB 1,Pulau Sumbawa” ujar Tiswan. (***)