Siapa Yang Buka Aib Orang Lain, Maka Allah Akan Membuka Aibnya Juga di Muka Bumi

jpn

Foto Ilustrasi

Bimantika.net -Era Digitalisasi saat ini adalah era dimana sebuah peradaban manusia tergeser cara dan gaya hidupnya, media sosial menjadikan Dunia dalam genggaman.

Diera Peradaban manusia yang super canggih dan modern ini banyak diantara kita yang suka menggunjing, mencela, mencaci maki, membully orang lain melalui status media sosial maupun dalam kolom komentar.

Dalam tausiyahnya Gus Baha salah seorang Ulama Kharismatik menyampaikan bahwa aib orang lain itu tidak wajib ditutupi, bukannya di bongkar atau dibicarakan.

Gus Baha sangat ekstrim berpendapat bahwa aib adalah sesuatu yang wajib kita tutupi karena bisa orang lain malu.

“Allah menyuruh kita dalam kitab suci Al-Quran untuk menutup aib sendiri dengan baik. Dan Bukan hanya aib sendiri yang wajib kita tutupi, juga dalam perintah Al-Qur’an wajib untuk menjaga aib orang lain karena bisa membuatnya malu” ujar Gus Baha.

Lanjut Gus Baha bahwa Dengan menutup rapat aib semua orang, maka kita terhindar dari ancaman serta dosa yang berat yang tentunya akan dimintai pertimbangan oleh Allah SWT di Yaumil kiamah.

Menurut Gus Baha bahwa karena membuka aib orang lain adalah bentuknya Dosa maka sangat sangat merugikan diri sendiri dan tentunya merugikan diri dalam keselamatan akhirat.

Dalam hukum Islam menurut Gus Baha, secaea syariat melarang umat muslim untuk membongkar aib kepada orang lain.

“Syariat mengharuskan kita untuk menutupi aib orang,” terang Gus Baha sebagaimana dikutip dari Youtube SANTRI OFFICIAL 6 Juni 2022.

Gus Baha pun dalam kanal youtube tersebut berpesan agar kalau melihat orang berkelakuan buruk, maka janganlah ditiru,

Gus Baha juga mengingatkan bahwa soal Aib terbongkar atau tidak terbongkar itu adalah perkara kehendak Allah, namun manusia sebaiknya hindari membongkar Aib Orang lain .

Masih menurut Gus Baha dalam ceramahnya sekiranya mengetahui kalau salah satu orang terdekat atau tetangga atau keluarga punya dosa zina misalnya, sebaiknya kita nasihati secara sembunyi-sembunyi.

Gus Baha pun memberikan contoh lainnya seperti kalau teman, sahabat, keluarga dekat atau jauh, tetangga dan siapapun ternyata pernah mencuri hak orang lain, maka jangan pula kita tegur secara terang-terangan, melainkan nasehati dia secara sembunyi-sembunyi.

“Tidak perlu kita nasihati secara terang-terangan di depan banyak orang. Itu namanya membongkar aib” jelas Gus Baha.

Padahal kalau aib tersebut sudah tersebar, maka bisa menjadi bahaya karena bisa jadi tukang zina itu akan taubat pada waktu yang tepat.

Banyak juga hadits yang menuliskan tentang dosa membuka aib orang lain.

Pasalnya orang yang melakukan dosa gosip atau ghibah ini akan mendapat hukum karma langsung dari Allah SWT.

“Allah tidak akan membuatnya mati sebelum orang tersebut mengalami aib yang sama,” papar Gus Baha. (***//CY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *