Agungnya Kedudukan Sholat Lima Waktu

jpn

Bimantika.net -Agungnya kedudukan sholat lima waktu di sisi Allah. Dimana saat Allah mensyariatkannya pada umat ini, Allah langsung memanggil RasulNya dan berbicara langsung kepada RasulNya perihal perintah sholat ini, tanpa melalui perantara malaikat Jibril.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” فَرَضَ اللَّهُ عَلَى أُمَّتِي خَمْسِينَ صَلَاةً، فَرَجَعْتُ بِذَلِكَ، حَتَّى آتِيَ عَلَى مُوسَى، فَقَالَ مُوسَى: مَاذَا افْتَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ؟ قُلْتُ: فَرَضَ عَلَيَّ خَمْسِينَ صَلَاةً، قَالَ: فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ، فَرَاجَعْتُ رَبِّي، فَوَضَعَ عَنِّي شَطْرَهَا، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَرَاجَعْتُ رَبِّي، فَقَالَ: هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُونَ، لَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَقُلْتُ: قَدِ اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي.”

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Allah memerintahkan umatku sholat lima puluh kali, kemudian aku kembali dengan perintah itu, hingga aku bertemu dengan Musa. Musa bertanya kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, “Apa yang Allah perintahkan padamu?” Aku menjawab: “Aku diperintahkan untuk melaksanakan lima puluh kali sholat salam sehari semalam.” Musa berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu, sungguh umatmu tak kan mampu (menunaikan) hal itu.” Kenudian aku kembali menghadap Rabb-ku, Lalu Dia mengurangi separuhnya dariku. Kemudian aku kembali kepada Musa dan mengabarkan hal itu. Dia lantas berkata: Kembalilah menghadap Rabb-mu. Sunggguh, umatmu tidak akan mampu menunaikannya.’ Kemudian aku kembali menghadap Rabb-ku, lalu Dia berfirman, ‘Ia adalah lima dan ia adalah lima puluh. Ucapan (ketetapan) dari-Ku tidak dapat diganti lagi.’ Kemudian aku kembali kepada Musa, lalu berkata,’Kembalilah menghadap Rabb-mu.’ Aku lantas menjawab,’Aku sudah malu kepada Rabb-ku.’”

Lima shalat yang dikerjakan, namun senilai lima puluh shalat dalam timbangan.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” فَرَضَ اللَّهُ عَلَى أُمَّتِي خَمْسِينَ صَلَاةً، فَقَالَ: هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُونَ، لَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَقُلْتُ: قَدِ اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي.”

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Allah memerintahkan umatku sholat lima puluh kali, lalu Dia berfirman, ‘Ia adalah lima dan ia adalah lima puluh. Ucapan (ketetapan) dari-Ku tidak dapat diganti lagi.’ Kemudian aku kembali kepada Musa, lalu berkata,’Kembalilah menghadap Rabb-mu.’ Aku

lantas menjawab,’Aku sudah malu kepada Rabb-ku”.

Shalat merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah azza wa jalla.

Awalnya shalat diwajibkan sebanyak lima puluh kali shalat.

Ini menunjukkan bahwa Allah amat menyukai ibadah shalat tersebut.

Kemudian Allah memberi keringanan bagi hamba-Nya hingga menjadi lima waktu dalam sehari semalam.

Akan tetapi, tetap saja shalat tersebut dihitung dalam timbangan sebanyak lima puluh shalat,

Walaupun dalam amalan hanyalah lima waktu. Hal ini menunjukkan mulianya kedudukan shalat dalam islam.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” فَرَضَ اللَّهُ عَلَى أُمَّتِي خَمْسِينَ صَلَاةً، فَرَجَعْتُ بِذَلِكَ، حَتَّى آتِيَ عَلَى مُوسَى، فَقَالَ مُوسَى: مَاذَا افْتَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ؟ قُلْتُ: فَرَضَ عَلَيَّ خَمْسِينَ صَلَاةً، قَالَ: فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ، فَرَاجَعْتُ رَبِّي، فَوَضَعَ عَنِّي شَطْرَهَا، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَرَاجَعْتُ رَبِّي، فَقَالَ: هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُونَ، لَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ، فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ، فَقُلْتُ: قَدِ اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي.”

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah memerintahkan umatku sholat lima puluh kali, kemudian aku kembali dengan perintah itu, hingga aku bertemu dengan Musa. Musa bertanya kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, “Apa yang Allah perintahkan padamu?” Aku menjawab: “Aku diperintahkan untuk melaksanakan lima puluh kali sholat salam sehari semalam.” Musa berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu, sungguh umatmu tak kan mampu (menunaikan) hal itu.” Kemudian aku kembali menghadap Rabb-ku, lalu Allah mengurangi separuhnya dariku. Kemudian aku kembali kepada Musa dan mengabarkan hal itu. Dia lantas berkata: Kembalilah menghadap Rabb-mu. Sunggguh, umatmu tidak akan mampu menunaikannya.’ Kemudian aku kembali menghadap Rabb-ku, lalu Dia berfirman, ‘Ia adalah lima dan ia adalah lima puluh. Ucapan (ketetapan) dari-Ku tidak dapat diganti lagi.’ Kemudian aku kembali kepada Musa, lalu berkata,’Kembalilah menghadap Rabb-mu.’ Aku lantas menjawab,’Aku sudah malu kepada Rabb-ku.’”

Dan hadits lain:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ –: أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ؟ قَالَ: الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا. قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhuma dengan tangannya, ia berkata, ‘Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Allâh?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku (Abdullah bin Mas’ud) mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Berbakti kepada dua orang tua.” Aku bertanya lagi, ‘Lalu apa lagi?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allâh.” Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Itu semua telah diceritakan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadaku, sekiranya aku menambah (pertanyaanku), pasti Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menambah (jawaban Beliau) kepadaku.”

Allah azza wa jalla memuji orang-orang beriman dalam surat Al-Mukminun dengan menyebut sifat-sifat mereka yang mulia.

Sifat-sifat tersebut dibuka dengan sifat sholat dan diakhiri juga dengan sifat sholat.

Ini menunjukkan ditekankannya amalan shalat.
Allah Ta’ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ. وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.”

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan umatnya untuk memerintahkan keluarga mereka supaya menunaikan shalat.
Allah Ta’ala berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى.

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَر رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka.”

Siapa yang tertidur atau lupa dari shalat, maka ia harus mengqodhonya. Ini cukup menunjukkan kemuliaan shalat lima waktu karena harus diganti apabila ibadah ini luput dilaksanakan.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:” مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَ ذَلِكَ.”

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yang lupa shalat, hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Tidak ada kewajiban baginya selain itu.”

Dalam riwayat lain:

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا.

“Barangsiapa yang lupa shalat atau tertidur, maka tebusannya adalah ia shalat ketika ia ingat.”

Allah azza wa jalla menyebut sholat sebagai iman.

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ.

“Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian. Sungguh, Allah maha pengasih, maha penyayang kepada manusia.”

Yakni shalat yang dikerjakan sebelum terjadinya pemindahan kiblat; dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.

Allah azza wa jalla mengkhususkan penyebutan sholat dalam Alquran.
Allah azza wa jalla berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ.

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.

وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ.

“Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat.”

Allah mengkhususkan penyebutan shalat padahal shalat sendiri merupakan amalan kebajikan.

Allah azza wa jalla menyebutkan shalat dalam Al-Qur’an beriringan dengan banyak ibadah.

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ.

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.”

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ.

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Allah azza wa jalla memerintahkan nabi-Nya untuk bersabar dalam mengerjakannya.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ.

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu.”

Begitu pula perintah untuk bersabar dalam mengerjakan ibadah yang lain. Sebagaimana firman Allah azza wa jalla:

وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ.

“Dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya.”

Shalat merupakan penyejuk hati, penenang jiwa raga, taman, rahmat yang berikan bagi hamba-hamba yang beriman.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:إِنَّمَا حُبِّبَ إِلَـيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ: اَلنِّسَاءُ وَالطِّيْبُ، وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِـيْ فِـي الصَّلَاةِ.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di antara kesenangan dunia kalian yang aku cintai adalah wanita dan wewangian. Dan dijadikan kesenangan hatiku terletak di dalam shalat.”

Shalat menghapus dosa dan keburukan-keburukan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di antara shalat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at berikutnya, diantara Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara semua itu selama tidak dilakukan dosa besar.”

عَنْ جَابِرٍ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهْرٍ جَارٍ، غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ، يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ.

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Permisalan shalat yang lima waktu itu seperti sebuah sungai yang mengalir melimpah di dekat pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali.”

Allah azza wa jalla mengangkat derajat seseorang dan menghapuskan dosa (kesalahan) dengan sebab sholat.

عَنْ ثَوْبَانِ مَوْلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْخِلُنِي اللهُ بِهِ الْجَنَّةَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ، فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً، إِلَّا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً.

Dari Tsauban, maulanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: ‘Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ‘Beritahukan kepadaku amalan yang dapat memasukkanku ke surga? Maka Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hendaklah engkau memperbanyak sujud! Karena engkau tidaklah sujud kepada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan akan menghapuskan satu kesalahan dengan sebab sujud itu.”’

Berjalan menuju shalat akan dicatat sebagai kebaikan, bisa meninggikan derajat dan menghapuskan dosa.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مَنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً.

Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu ia berjalan menuju salah satu rumah Allâh untuk menunaikan salah satu shalat fardhu yang yang Allâh wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan kesalahan dan langkah kaki yang lainnya meninggikan derajat.

Dalam hadits lain;

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ لَمْ يَرْفَعْ قَدَمَهُ الْيُمْنَى إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ حَسَنَةً، وَلَمْ يَضَعْ قَدَمَهُ الْيُسْرَى إِلَّا حَطَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهُ سَيِّئَةً.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang diantara kalian berwudhu’, dia berwudhu dengan baik dan benar, kemudian dia keluar menuju ke masjid, maka dia tidak mengangkat kaki kanannya (untuk melangkah) kecuali Allah menuliskan satu kebaikan untuknya dan dia tidak menurunkan kaki kirinya kecuali Allah menghapus satu dosa darinya.”

Setiap mengerjakan sholat dianggap bertamu di surga.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ، أَوْ رَاحَ، أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا، كُلَّمَا غَدَا، أَوْ رَاحَ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa pergi ke masjid di waktu pagi hari dan sore hari, maka Allâh Azza wa Jalla menyiapkan untuknya hidangan dari surga setiap kali ia pergi di pagi atau sore hari.”

Pahala orang yang keluar rumah untuk shalat seperti pahala orang yang keluar berhaji dalam keadaan berihram.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ، وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ، وَصَلَاةٌ عَلَى أَثَرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan sudah bersuci menuju shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji yang sedang berihram. Barangsiapa keluar untuk menunaikan shalat Dhuha, ia tidak merasakan lelah kecuali karena melaksanakan shalat tersebut, maka pahalanya seperti pahala orang berumrah.”

Menunggu sholat seperti ar-Ribaath yaitu berjaga di daerah perbatasan dalam jihad fi sabilillah. Nabi bersabda

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الْخَطَايَا، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟» قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

“Maukah aku tunjukan kepada kalian tentang perkara yang Allah menghapus dosa-dosa denganya dan mengangkat derajat?”. Mereka (para sahabat) berkata, “Tentu wahai Rasulullah”. Nabi berkata, “(Tetap) menyempurnakan wudhu meski dalam kondisi yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu sholat setelah sholat ditunaikan, maka itulah ar-Ribaath”

Shalat merupakan sebab utama untuk masuk surga bahkan menemani Nabi di surga.
Robiáh bin Káab al-Aslami radhiallahu ánhu berkata :

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي: «سَلْ» فَقُلْتُ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ. قَالَ: «أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ» قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ. قَالَ: «فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ»

“Aku menginap bersama Nabi shallallahu álaihi wasallam, lalu aku mendatangkan bagi beliau air wudhu beliau dan keperluan beliau. Maka Nabi berkata kepadaku, “Mintalah !”. Aku berkata, “Aku memohon untuk menemanimu di surga”. Nabi berkata, “Tidakah engkau meminta permintaan yang lain?”. Aku berkata, “Itulah permintaanku”. Maka Nabi berkata, “Maka bantulah aku untuk terkabulkannya keinginanmu dengan banyak sujud kepada Allah”.

Malaikat tetap selalu mendoakan orang yang sholat selama ia masih di tempat sholatnya, bahkan ia masih dianggap tetap sholat selama yang menahannya adalah sholat.
Nabi bersabda :

وَالمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ، مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ، وَقَالَ: أَحَدُكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ

“Dan para malaikat mendoakan salah seorang dari kalian selama ia tetap di tempat sholatnya yang ia sholat di situ. (Malaikat berkata) Ya Allah ampunilah dia, ya Allah rahmatilah dia selama ia tidak berhadats”. Dan Nabi berkata, “Salah seorang dari kalian tetap dalam sholat selama sholat yang menahannya (sehingga tidak pulang)” ([71])

Barang siapa yang ke Masjid -sebagaimana kebiasaannya sholat berjamaáh- lalu ia mendapati jamaáh telah selesai sholat, maka ia tetap mendapatkan pahala sholat berjamaáh.
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ رَاحَ فَوَجَدَ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا أَعْطَاهُ اللَّهُ جَلَّ وَعَزَّ مِثْلَ أَجْرِ مَنْ صَلَّاهَا وَحَضَرَهَا لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَجْرِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa yang berwudhu lalu membaguskan wudhunya, kemudian keluar lalu ia mendapati orang-orang telah selesai sholat maka Allah tetap memberikan kepadanya seperti pahala orang-orang yang sholat dan hadir ikut sholat berjamaáh, dan tidak mengurangi pahala mereka sama sekali”

Shalat merupakan bentuk kasih sayang Allah azza wa jalla kepada para hambaNya yang beriman. Melalui ibadah ini Allah menganugrahkan kepada mereka kasih sayangNya. Dengan ibadah ini seorang hamba benar-benar akan merasakan kasih sayang Allah.
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ.

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (//***//Berbagai Sumber)

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM); Ada Apa Dengan Pendidikan Kita?

jpn

Oleh: Paramita, Amd. Kes

Bimantika.net -Memasuki tahun ajaran baru 2023-2024, pemerintah disibukkan dengan agenda menyukseskan IKM. Mulai dari perekrutan guru penggerak, kampus mengajar dan sekolah penggerak. Kemudian melakukan workshop di beberapa sekolah. Dari kebijakan ini, apa sebenarnya yang diharapkan pemerintah? Dan bagaimana dampak IKM untuk pelajar dan pendidik?

Motif Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)

Dikutip dari fajarmediabima.com, Asisten 1 Setda Kota Bima, Drs. Abdul Gawis menghadiri sekaligus membuka workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di era digital. Bertempat di SMPN 2 Kota Bima, workshop ini diselenggarakan pada Senin, 22 Mei 2023. Dalam workshop tersebut, Asisten 1 didampingi oleh Kadis Dikpora, Kepala Kementerian Agama Kota Bima dan Kepala PGRI Kota Bima. Workshop yang digelar oleh PGRI Smart Learning and Character Center (PLSCC) Kota Bima tersebut bertujuan untuk mengembangkan profesi yang berhubungan dengan guru dari segi pengembangan karakter dan digitalisasi pendidikan.

Kurikulum merdeka sendiri merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, yang mana konten akan dibuat lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Asisten 1 dalam sambutannya menyampaikan bahwa, ”workshop IKM merupakan salah satu dari semua kurikulum yang telah hadir di Indonesia”. Beliau juga melanjutkan bahwa salah satu poin terpenting dari keseluruhan kurikulum yang telah diimplementasikan bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa.

Di daerah yang berbeda yang dikutip dari Diskominfo dompukab, Bupati Dompu yang diwakili Asisten Administrasi Umum (asisten 3), Ir. Ruslan menghadiri acara pelepasan dan kenang siswa kelas IX SMP Negeri 4 Manggelewa pada Selasa, 13/06/2023. Ruslan dalam sambutannya mengatakan bahwa, ”pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua harus melakukan semua yang terbaik untuk mendukung kurikulum merdeka belajar karena terbukti P-5 (Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila) seperti yang ditunjukkan pada peringatan hari Pendidikan Nasional 02 Mei 2023 lalu, semua sekolah termasuk SMPN 4 Manggelewa menghasilkan karya dan kreatifitasnya.” Beliau juga mengajak kepada semua pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Dompu. Meningkatkan kualitas pendidikan bukan hanya tugas dan kewajiban pemerintah daerah semata, melainkan perlu kerjasama dan keterlibatan aktif dari seluruh orang tua, pihak sekolah, guru serta elemen lainnya.

Racun di Balik Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)

Musuh-musuh Islam akan selalu berusaha untuk menghancurkan generasi melalui berbagai cara, salah satunya lewat sistem pendidikan. Pendidikan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hal ini disebabkan oleh gencarnya program ‘merdeka belajar’. Program merdeka belajar ini tidak hanya diterapkan di perguruan tinggi saja, akan tetapi mulai dari PAUD, SD, SMP dan SMA. Tidak hanya itu, di beberapa sekolah sudah melakukan workshop peningkatan kompetensi guru melalui pemanfaatan platform merdeka belajar guna menyambut siswa baru dan menjadi peluang tersebarnya program ini. Oleh karena itu, perlu kita ketahui bersama apabila program ini terus dilanjutkan oleh pemerintah maka akan berdampak pada guru dan pelajar.

Adapun bahaya dari IKM ini adalah membuat dunia pendidikan dan generasi semakin sekuler, liberal dan jauh dari kebangkitan. Pergantian kurikulum dari K13 menjadi Kurikulum Merdeka tidak lantas membuat generasi menjadi lebih baik. Karena kurikulum yang dipakai jauh dari Islam atau biasa disebut sekularisme. Ini sejalan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim 3 tahun silam. Ia mengatakan bahwa yang dimaksud ‘merdeka belajar’ artinya ‘merdeka berpikir’ dan merdeka berpikir harus dimulai dari guru yang harus berpikir terkait materi ajar, kemudian disampaikan kepada siswa, kemudian menginternalisasikan dan mengambil pandangan yang didasarkan pada nalar.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan ‘kemerdekaan berpikir’ menurut Mendikbud dalam sistem sekulerisme kapitalisme hari ini? Perlu kita ketahui bersama bahwa Mendikbud ada dalam program melawan radikalisme dan intoleran. Makna ‘radikalisme dan intoleran’ yang dimaksud adalah keterikatan dan komitmen seseorang terhadap ajaran agamanya. Artinya siapa saja yang fanatik terhadap agamanya akan dikatakan sebagai radikal. Dan siapa saja yang mengatakan bahwa selain agama Islam adalah kafir, maka dia termasuk intoleran.

Sementara di perguruan tinggi diluncurkan konsep ‘kampus merdeka’. Maksud dari konsep kebijakan ini ialah kampus bisa bekerja sama dengan bermacam-macam lembaga untuk membuka program studi (prodi) baru bahkan perusahaan multinasional, startup, BUMN sampai organisasi dunia seperti PBB bisa ikut menyusun kurikulum untuk prodi baru. Adanya konsep seperti ini mendorong perguruan tinggi mencetak generasi yang orientasinya hanya serapan dunia industri saja. Hal semacam ini memperlihatkan kepada kita bahwa negara saat ini lepas tangan terhadap kewajibannya untuk mencetak generasi penerus peradaban.

Orientasi pendidikan ala rezim dalam sistem kapitalis saat ini bukanlah menjadi intelektual yang membawa perubahan, kemajuan dan menyelesaikan masalah masyarakat dengan ilmu dan inovasi mereka bagi kepentingan publik. Namun perguruan tinggi hanya menjadi mesin pencetak tenaga terampil bagi kepentingan industri (kapitalis).

Kurikulum Pendidikan Dalam Islam

Pendidikan di dalam Islam adalah upaya sadar, terstruktur, terprogram dan sistematis dalam rangka membentuk manusia yang memiliki: kepribadian Islam, menguasai pemikiran Islam dengan handal, menguasai ilmu-ilmu terapan, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), dan mencetak generasi yang unggul serta pemimpin peradaban.

Adapun mengenai kurikulum pendidikan Islam dibangun berdasarkan akidah Islam. Pelajaran dan metodologinya diselaraskan dengan asas tersebut. Sehingga intelektual yang dihasilkan bukan hanya sekadar ahli dalam bidang ilmu dunia saja, melainkan faqih dalam agama.

Generasi yang unggul di berbagai bidang ini tidak lahir begitu saja, melainkan ada upaya yang diberikan negara. Negara tidak hanya memfokuskan pada pelatihan dan sekadar mengadakan workshop, akan tetapi mengimplementasikan secara keseluruhan baik penguatan dari segi akidah hingga standar dan kurikulum yang diterapkan. Negara menyediakan guru yang berkualitas dan berkompetensi di bidangnya. Kurikulum yang diterapkan pun tidak akan ada perubahan, kecuali tataran uslub supaya murid tidak bosan.

Generasi yang unggul ini hanya bisa terealisasi apabila negara menerapkan aturan Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah Islamiyyah. Negara hadir untuk melayani umat dan sebagai pengontrol agar kurikulum berjalan dengan benar. Tugas kita sekarang adalah mendakwahkan Islam kaffah di tengah-tengah umat dan mengajak untuk berjuang bersama demi tegaknya dinnul Islam. (***)

Anjuran Berdzikir Selesai Sholat

jpn

Bimantika.net -Selesai sholat alangkah baiknya tetap berada di tempat dan berdoa terlebih dahulu.

Dzikir sendiri sebenarnya bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, termasuk setelah menyelesaikan sholat fardhu. Bahkan dalam Islam menganjurkan setiap umatnya agar selalu berdzikir kapan saja dan di mana saja. Hal ini sebagaimana hadis yang diriwyatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah saw bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُهُ مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ

Artinya:“ Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati.” (HR. Imam Bukhari).

Berdzikir dan berdoa setelah sholat fardhu adalah anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya. Bagaimana bacaan dzikir dan doa setelah sholat fardhu?

Imam Nawawi mengatakan dalam karyanya, kitab Al-Adzkar. Kitab yang menjadi salah satu kitab rujukan, serta buku induk berkenaan tentang doa, dan dzikir yang populer di dunia Islam. Beliau mengatakan dalam kitab tersebut, bahwa ulama telah bersepakat (ijma’) tentang kesunnahan dzikir usai sholat, yang ditopang oleh banyak hadits shahih dengan jenis bacaan yang amat beragam.

Berikut ini adalah di antara rangkaian dzikir dan bacaan doa setelah sholat 5 waktu, yang dikutip dari berbagai sumber:

  1. Membaca Istighfar Dahulu

Sebelum berdoa, dianjurkan untuk membaca istighfar sebanyak tiga kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
“ASTAGHFIRULLAH HAL’ADZIM, ALADZI LAAILAHA ILLAHUWAL KHAYYUL QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIIH”

  1. Dilanjutkan dengan membaca :

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

“LAA ILAHA ILLALLAH WAKHDAHU LAA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL KHAMDU YUKHYIIY WAYUMIITU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’INNQODIIR”

  1. Memohon perlindungan dari siksa neraka, dengan membaca berikut 3 kali:

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ
“ALLAHUMMA AJIRNI MINAN-NAAR” 3 x

  1. Memuji Allah Dengan Kalimat

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.
“ALLAHUMMA ANGTASSALAM, WAMINGKASSALAM, WA ILAYKA YA’UUDUSSALAM FAKHAYYINA RABBANAA BISSALAAM WA-ADKHILNALJANNATA DAROSSALAAM TABAROKTA RABBANAA WATA’ALAYTA YAA DZALJALAALI WAL IKRAAM”

  1. Membaca surat Al-Fatihah dan ayat kursi

Membaca Surat Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah : 255)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

“Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.”

  1. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

Membaca kalimat Tasbih 33 kali
سُبْحَانَ اللهِ
“SUBHANALLAH” 33x

Membaca kalimat Tahmid 33 kali
الْحَمْدُلِلهِ
“ALHAMDULILLAH” 33x

Membaca kalimat Takbir 33 kali
اللهُ اَكْبَرُ
“ALLAHU AKBAR”

Membaca kalimat Tahlil 33 kali
لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ
“LAILAHA ILLALLAH”

  1. Membaca Doa Berikut

Setelah selesai berdzikir, maka membaca doa setelah sholat berikut

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

“BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, HAMDAN YUWAAFII NI’AMAHU WAYUKAAFII MAZIIDAHU. YA RABBANAA LAKAL HAMDU KAMAA YAN BAGHHI LIJALAALI WAJHIKA WA’AZHIIMI SULTHAANIKA.”

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

“ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD”. Setelah itu Meminta dan memohon Kepada Allah SWT sebagai sebaik-baik nya Maha Pemberi (***//Berbagai Sumber)

Ibadah Merupakan Luapan Rasa Syukur Hamba Kepada Allah

jpn

Bimantika.net -Semua bentuk ibadah dan kebaikan yang dilakukan oleh manusia diatas muka bumi ini merupakan wujud nyata kesyukuran kepada Allah SWT. atas segala karunia yang Allah SWT anugerahkan.

Sungguh, sangat banyak hal-hal yang harus disyukuri seorang hamba. Nikmat tersebut baru akan terasa nilainya ketika Allah SWT telah mencabutnya. Jadi, sebelum Allah mencabut nikmat itu, syukurilah keberadaannya.

“Dan, jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitungnya (karena banyaknya). Sesungguhnya, Allah benar-benar Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl [16] : 18).

Ketika seorang hamba sudah mengetahui hakikat ibadahnya sebagai bentuk syukur, saat itulah ibadah bisa menjadi perisainya. Seorang yang menunaikan kewajibannya dan juga menambahnya dengan ibadah-ibadah sunah akan bermuara pada kecintaan Allah. Ketika ia sudah mendapatkan cinta Allah, seluruh aktivitas yang ia jalani di muka bumi adalah restu dan rida dari Allah SWT.

Sebagaimana Firman Allah dalam hadis qudsi: “Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku senangi daripada melaksanakan apa yang Aku fardukan atasnya. Dan, tidak pula hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri dengan melakukan amalan-amalan sunah, sehingga Aku mencintainya. Dan, bila Aku mencintainya, menjadi lah Aku telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, matanya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang dengannya ia memegang, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia bermohon kepada-Ku maka pasti Ku kabulkan permohonannya, apabila ia meminta perlindungan-Ku maka pasti ia Ku lindungi. (HR Bukhari Muslim).

Mereka yang mendapatkan cinta Allah tersebut juga diistilahkan dengan wali Allah. Tak mudah untuk mengetahui siapa wali Allah tersebut. Tetapi, yang jelas wali Allah adalah ahli ibadah yang menunaikan ibadah sebagai bentuk rasa syukur mereka.

Berhati-hatilah berurusan dengan para wali Allah. Seperti dinyatakan dalam kelanjutan hadis di atas, “Siapa yang memusuhi wali-Ku (orang yang dicintai Allah) maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang dengannya.” (//Berbagai sumber)

15 Musuh Setan, Termasuk Pemimpin Yang Adil Musuh Nyata Para Setan

jpn

Foto : Geogle

Bimantika.net -Sejak setan membangkang atas perintah Allah SWT untuk sujud kepada Nabi Adam, sejak saat itulah laknat Allah jatuh padanya, dan Laknat itu abadi hingga hari kiamat kelak.

Atas laknat Allah SWT itu, setan tidak mau sendirian di sana, dia usul kepada Allah supaya memberi kesempatan untuk menyeret manusia bersamanya hingga menjerumuskan manusia dalam kehinaan.

Hadis Rasulullah menjelaskan bahwa ada 15 musuh bebuyutan setan yaitu,

Pertama, Nabi Muhammad SAW.

Kedua, Pemimpin yang adil.

Ketiga, orang kaya yang tawadhu’ (rendah hati).

Keempat, pembisnis yang bersedekah.

Kelima, orang alim (berilmu) yang shalatnya khusyu’.

Keenam, orang mukmin yang senang memberi nasehat.

Ketujuh, orang mukmin yang penuh kasih-sayang.

Kedelapan, orang yang sudah bertaubat serta konsisten dengan taubatnya.

Sembilan, orang wara’ (berhati-hati) dari hal-hal yang haram.

Sepuluh, orang mukmin yang selalu suci dari hadas.

Sebelas, orang mukmin yang banyak bersedekah.

Dua belas, orang mukmin yang berakhlak mulia.

Tiga belas, orang mukmin yang bermanfaat bagi lainya.

Empat belas, orang mukmin yang senang membaca al-Qur’an dan berupaya mengamalkannya.

Lima belas, orang mukmin yang suka bangun malam sementara yang lain sedang tidur.

Dengan mengetahui musuh bebuyutan setan, semoga kita senantiasa sadar bahwa setan selalu menjadi penggoda di balik amal baik manusia.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ. إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

Artinya, “Hai manusia, sungguh janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah penipu ulung memperdayakan kamu tentang Allah. Sungguh setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh,” (Surat Fathir ayat 5-6).

Surat Fathir ayat 5-6 mengingatkan manusia untuk mengambil posisi dan sikap yang jelas terhadap Iblis dan setan. Sikap bermusuhan dengan Iblis dan setan tidak mudah karena tipu daya keduanya sering kali tampak halus.

Pada ayat lain, Allah mengingatkan bahwa Iblis dan setan mendorong anak Adam secara nyata ke arah perbuatan jahat dan keji sebagaimana Surat Al-Baqarah ayat 168-169 berikut ini:

وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ * إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللَّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Artinya, “Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan karena sungguh ia adalah musuh yang nyata bagimu. Sungguh setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui,” (Surat Al-Baqarah ayat 168-169). (***//Berbagai Sumber//)

Dompet Dhuafa Tebar 150 Ekor Sapi Qurban di Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Sejak tahun 1994, Dompet Dhuafa membentang kebaikan kurban ke seluruh Indonesia dan Dunia.

Alasan Dompet Dhuafa berkurban melalui Dompet Dhuafa :

Distribusi ke wilayah membutuhkan (wilayah miskin, tertinggal, daerah pedalaman, wilayah yang masyarakatnya belum pernah/jarang sekali menikmati daging hewan kurban, serta wilayah bencana/rentan konflik)

Dompet Dhuafa Distribusi Ke Wilayah Membutuhkan antara lain ;
Wilayah Miskin, Tertinggal, dan Pedalaman.

Belum Pernah Menikmati Daging Hewan Kurban.

Wilayah Bencana / Rentan Konflik.

Hewan Kurban Berkualitas
Sudah layak untuk dikurbankan menurut syariat Islam, dan melalui proses Quality Control yang amanah.

Laporan Kurban Transparan
Pekurban akan mendapatkan laporan kurban secara lengkap, dan akan selalu diberikan update ketika pemotongan.

Hewan Kurban Jantan
Para peternak di daerah, menyediakan hewan kurban jantan terbaik yang memang secara kualitas memang dianjurkan.

Berdayakan Peternak
Kurban Anda Berdayakan Peternak Lokal binaan Dompet Dhuafa untuk Mandiri dan Membentang Kebaikan.

Salah seorang pelaksana mitra kerja Dompet Dhuafa Kota Bima, Afen yang di konfirmasi media Online Bimantika Rabu 21 Juni 2023 menyebutkan bahwa insya Allah PT. KMM Mandiri selaku mitra kerja Dompet Dhuafa akan menebar 150-200 ekor sapi Kurban untuk Kota Bima untuk Idul Adha 1444 H tahun 2023 ini.

“Insya Allah akan kami drop sehari sebelum pelaksanaan idul adha, dan yang kami ajukan sebanyak 150-120 ekor, dan para penerima manfaat akan diisi secara administratif kartu kelurga serta akan di foto penyerahan mulai penyerahan, penyembelihan dan distribusi ke penerima manfaat, proses nya transparan dan bisa dipertanggung jawabkan dunia akhirat” ujar Afen. (***)

Kapolres Bima Kota Pimpin Pemusnahan BB Narkotika

jpn

Bimantika.net -Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K pimpin kegiatan pemusnahan barang bukti (BB) Narkotika hasil pengungkapan dari bulan Januari hingga bulan Juni 2023.

Pemusnahan BB Narkotika tersebut dilaksanakan di Kantor Sat Narkoba, Selasa (20/6) sekitar pukul 09.30 wita.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua PN Bima, Kasat Binmas Polres Bima Kota, Kasat Samapta Polres Bima Kota, KBO Sat Intelkam Polres Bima Kota, Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Raba Bima, Kasub Koordinator Rehabilitasi BNNK Bima dan Perwakilan BPOM Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K menyampaikan bahwa BB Narkotika yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan dari 6 kasus narkotika di wilayah hukum Polres Bima Kota.

BB Narkotika yang dimusnahkan adalah sabu-sabu seberat 8,46 g dan Ganja seberat 6,68 gram.

Pemusnahan barang bukti tersebut menindaklanjuti surat ketetapan status barang Sitaan Narkotika Kejaksaan Negeri Raba Bima.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil pengungkapan Sat Narkoba Polres Bima Kota,” Ujarnya

Kapolres juga menyampaikan terimakasih pada masyarakat yang telah membantu Polisi dalam rangka mengungkap peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Kapolres dalam momentum itu menyampaikan juga komitmennya memberantas Peredaran narkotika di wilayah Hukum Polres Bima Kota.

“Komitmen kita akan terus melakukan upaya pemberantasan segala bentuk jenis narkotika dan minuman keras” ujar Kapolres

Kapolres berharap semua elemen bisa bersinergi dan bekerja sama dengan cara memberikan informasi tentang adanya transaksi jual beli serta penyalahgunaan segala jenis narkoba.

“Mari kita sama-sama selamatkan generasi bangsa dari bahaya narkotika dan minuman keras yang kerap menjadi biang dari segala bentuk kejahatan ,” Ajaknya. (***)

Gus Baha : Cara Mudah Mencintai Allah

jpn

Bimantika.net -kita sebagai umat muslim tentunya sudah mengetahui bahwa kita harus mencintai Allah SWT

Tapi kebanyakan orang sulit melakukan itu karena tidak tau bagaimana cara Mencintai Allah sedangkan Allah tidak nampak wujudnya.

Dalam ceramahnya Gus Baha menjelaskan mudahnya mencintai Allah, karena menjadi orang islam itu harus mencintai Allah.

Gus Baha menjelaskan ciri utama cinta itu tidak tegang yaitu rileks. Seperti yang kita ketahui bahwa cinta itu santai datang karena terbiasa.

Begitu pula mencintai Allah, Gus Baha berkata kita hanya perlu berlatih mencintai Allah.

Media Bimantika mengutip dari kanal youtube pecinta rasulullah dengan judul “Ngaji bareng Gus Baha menyambut hari santri” yang diuggah pada tanggal 16 Oktober 2019, beliau memberikan logika contoh kalau seseorang memberikan 1 tahun rumah dan makanan secara gratis, kira kira apakah mudah mencintai orang yang berjasa seperti itu? Tentu pasti mudah. Yang mana karena orang itu memiliki jasa maka kita akan lebih mudah mencintai orang tersebut karena kebaikan mereka.

Gus Baha menambahkan lalu kenapa kita tidak mudah mencintai Allah? Sedangkan Allah yang memberi kita bumi, air, oksigen dan semuanya dikasih.

Mencintai orang yang ngasih durasi selama 1 tahun saja mudah, apalagi mencintai Allah yang ngasih kita tanpa batas.

“Tentunya caranya dilatih, untuk mencintai Allah yang memiliki jasa sangat besar” ujar Gus Baha.

Bahwa ibadah yang berharap itu lebih utama, karena lebih dominannya rasa cinta kepada Allah, mengalahkan orang yang beribadah karena rasa takut.

Jadi ibadahnya orang yang berharap nikmat atau rahmat Allah itu lebih baik daripada ibadahnya orang yang takut kepada Allah.

“Sebab berharap pada Allah berarti cinta kepada-Nya,” ucap Gus Baha.

Kiai asal Narukan Rembang tersebut menyampaikan bahwa sifat dasar orang mukmin itu cinta kepada Allah.

“Bukan malah takut kepada Allah,” jelas Gus Baha.

Karena berharap dapat pahala itu berarti cinta atau suka.

“Ibadah dalam keadaan cinta itu lebih baik daripada ibadah dalam keadaan takut,” terang Gus Baha.

Mengapa? Karena jika memiliki rasa takut itu kesannya Allah seperti polisi, tukang mengatur dan tukang begini.

Namun Gus Baha juga memberikan penjelasan bahwa orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah ialah orang yang rugi.

“Jangan sampai tidak takut Allah terus maksiat aja, rugi itu,” katanya.

Itulah ulasan dari ciri sifat dasar utama orang mukmin itu cinta, bukan takut kepada Allah menurut Gus Baha. (***)

Sosok Azhari di Mata Pejabat Pemkab dan Pemkot Bima

jpn

Bimantika.net -Sosok Drs. H. Azhari, M. Si mantan Kepala Inspektorat Kota Bima rupanya memiliki banyak kenangan yang membekas di hati dan sanubari para adek lettingnya dan para sahabatnya di jajaran Birokrasi Pemkab dan Pemkot Bima. Berikut hasil wawancara media Bimantika pekan lalu.

Drs. H. Arifudin,
Asisten Administrasi Umum (Assiten 3) Pemerintah Kabupaten Bima pada media Bimantika memberikan kesaksian.

Saat dirinya sebagai penilik pembinaan generasi muda pada Dikbud Kecamatan Sanggar sekitar tahun 1991 wilayah Kecamatan Sanggar kabupaten Bima Masih gabung dengan kecamatan Tambora.

“Saya mengenal pak azhari ketika itu belum haji, seingat saya Beliau ketika jadi Sekcam sekaligus PLH camat sanggar ketika pak camat mengikuti suspim selam 3 bulan” ujarnya.

Menurutnya Sosok H. Azhari adalah sosok yang Komunikatif dengan generasi muda saat itu cukup bagus kalau ada kegiatan dan lomba apa saja di kecamatan selalu hadir dan membantu.

“Kondisi APBD sangat minim saat itu, tapi beliau ingin tinggalkan kenangan, sehingga desain Rancana pembangunan pintu gerbang selamat Datang di ibu kota kec. Sanggar beliau siapkan ( rencana gambar dan RAB)” urainya.

Langkah awal yang H. Azhari laksanakan yaitu rakor kades se kecamatan sanggar, Danramil, Kapolsek dan dinas teknis semua di undang. Alhasil disepakati gotong royong.

Dalam proses rencana pintu gerbang saat itu beliau keburu pindah ke sekretariat Daerah.

Info yang kami dapat begitu cepat beliau karier mulai kabag protokol, kabag kepegawaian, sampai staf ahli lalu pindah ke pemkot Bima, Tapi beliau tetap jaga silaturahmi sampai har ini.

Ada seloroh beliau ( Azhari) yg sy ingat ” kalau kita mau besar atau berkarir kita mulai dr kota”

“Dan memang benar kalau saya masih di kore, ibu kota sanggar mungkin saya tidak akan pernah jadi pejabat kabupaten Bima. Cerita ini lebih kurang 30 tahun yang silam “Kenangnya.

Hidayaturrahman, S. Sos. MSi

Ketika beliau kabag kepegawaian.
2003/ 2005, Kondisi bagian pegawainya lebih kurang 5 orang. Karena saat itu BKD sudah terbentuk juga melaksanakan manajemen kepegawaian

di dalam kevakuman bagian Kepegawaian ini beliau ditunjuk sebagaj kabag kepegawaian.

Sementara Bagian Kepegawaian menurut perda masih berfungsi, Jadi terdapat dua lembaga, melaksanakan fungsi manajemen kepegawaian yang sama.

“Yang saya kagum dari beliau. Pada aspek ini terlihat kecerdasan beliau dengan memberikan laporan dan telaah staf Ke Bupati, untuk mengeluarkan SK bahwa bagian Kepegawaian difungsikan kembali sesuai ketentuan, lalu turun disposisi ke Sekda Kabupaten Bima yang saat itu dijabat oleh DRS. H. Muhammadin SH” ujarnya.

Selesai itu Beliau rapatkan internal dengan kabag Organisasi dan kabag Hukum. Keluarlah keputusan Bupati Bima yang mengatur tentang Pembagian kewenangan bagian kepegawaian dan BKD.

Yang luar biasa pembagian itu mulai pengangkatan/ pelantikan pejabat penerimaan pegawai, SDM ada di bagian kepegawaian, sementara BKD menangani kenaikan pangkat pegawai, diklat pegawai serta pensiun pegawai.

“Saya lihat keberanian dari seorang azhari dari meja berdebu dengan ruangan kosong berubah menjadi ramai dan sibuk karena setiap hari pegawai se Kabupaten Bima konsultasi di bagian Kepegawaian” ungkapnya.

Yang menarik Ketika penerimaan CPNS 2004, Semua mata tertuju ke bag kepegawaian.
Ada satu pesan beliau ke panitia seleksi “Jangan pernah menerima apapun dari keluarga peserta. Dan jangan bawa pekerjaan di rumah”.

Dalam penerimaan cpns muncul persoalan, beliau dengan santai selalu mampu menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan aturan, protap dan SOP digarap secara detail sehingga segala tahapan kegiatan memiliki dasar aturan pelaksanaan dan mudah memberikan penjelasan terkait pelaksanaan tugas.

Yang sangat berkesan dan menjadi pelajaran penting adalah ketika ada persoalan penerimaan cpns, Beliau tampil mewakili panitia beliau lindungi kami panitia seleksi dan bertanggung jawab. Dalam prinsip tidak ada “staf” nya yang salah dan beliau akan tampil membela.

“Ini kenangan yang saya tidak pernah dilupakan. Semoga beliau sehat selalu” ungkapnya.

Najib sulaiman, S. sos. mantan Staf protokol pada Bagian protokol dan perjalanan dinas Sekretariat kabupaten Bima

Sambil senyum. Dan berkata. ” ini org luar biasa spesial buat saya” kata Om Nezon sapaan akrabnya

Menurutnya Langkahnya kadang tak terduga, bagaimana mengalihkan semua kegiatan OPD ke protokol.

Perintahnya jelas, semua kegiatan Ada tentatif nya. Waktu sangat dihargai. Ketika acara apapun yang melibatkan pimpinan daerah. Sound sistim harus redi sebelum acara.

“Tidak ada tes di coba, tidak ada lalu lalang dan SIABIDIBA ( siapa berbuat apa, bila mana, dimana dan bagaimana) Orangnya Paripurna” kata Om Nezon.

Nezon menambahkan Kesejahteraan staf sangat diperhatikan. Beliau the best.

“Kesehariannya yang saya kenang kalau pagi di kantor bagaimana khabar kakak Nezon ( istri dan keluarga) kadang sering mengunjungi rumah staf termasuk saya” demikian kenang om Nezon.

Ir. Hj. Siti Zainab ketika Staf ahli pemkab Bima.

Umi Zainab mengenang Masuk di ruangan staf ahli. Beliau santai sahabat seangkatan, humoris selalu menghibur sesama staf ahli,

“Saya tidak tau kalau beliau orang pertama yang pindah ke pemkot. Sy tidak tau kapan urusnya. lbh kurang satu tahun saja bersama” ujarnya.

Di pemkot sekitar 6 bulan saja, beliau dilantik kadis kebersihan pertamanan dan pemakaman.

Setelah posisinya terkunci beliau melirik teman-teman di staf ahli kabupaten Bima.

“Salah satu saya alhamdullah kami sama-sama purna tugas di pemkot. Semoga beliau selalu sehat” demikian ujarnya.

TAAMIN (uba nama panggilannya sehari-harinya)

Saat itu dinas kebersihan, pertamanan dan pemakaman adalah Dinas Baru.

“Alasan dibentuk karena kota harus memiliki dinas teknis yang menangani hajat hidup masyarakat , Begitu ceritanya saya dapatkan dari pak Azhari” kenangnya.

Uba menceritakan Beliau memanggil dirinya untuk jadi koord kebersihan. Saya pikir Persoalan hrs mulai dari mana.

“Ambil kertas begitu perintahnya seingat saya sambil senyum” kenangnya.

Azharipun perintah kepada uba untuk menulis saat itu, Tulis uba ya :

  1. Sisir Kota ini. Cek titik tumpukan sampah. Dokumentasikan ( kami foto semua ).
  2. Hitung berapa jumlah tenaga. Saat itu baru belasan saja
  3. Berapa jumlah kendaraan ( trek sampah) limpahan darj kabupaten.
  4. Alat kerja apa yang masih ada .

Di ruang yang sederhana Seingat saya sambil koordinasi dengan bagian umum. Kantor saat itu hanya memiliki beberapa meja limpahan dari dinas PU dan Tata Kota .

Kantor sementara di ambil dr ruangan belakang PU dan ruang belakang Dinas Tata Kota. Dua ruangan belakang disatukan Jadilah kantor Dinas Kebersihan, pertamanan dan pemakaman.

Selanjutnya Langkah yang beliau lakukan lihat ruangan kerja yang layak ( untuk ruangan kerjanya)

Di tempati itu pula beliau renovasi upayakan wc didalam dan luar untuk staf, rungan kerjanya dipasang AC dibuatkan meja rapat.

Seingat nya beliau menghadap pak walikota, bawa telaah staf walikota saat itu almarhum HM Nur Latif

Keesokan harinya saya lihat ada beberapa pejabat kota yg diperbantukan ke Dinas dengan staf. Ditambah meja kursi apa adanya.

Singkat kata seminggu kemudian, aktifitas dinas mulai nampak pertamanan sudah mulai bekerja, penataan pemakaman sudah mulai survey. TPA mulai ditinjau.

Dinas kebersihan, pertamanan dan pemakaman terbentuk akhir tahun 1987 dan awal 1988 . Wajah dinas kebersihan, pertamanan dan pemakaman Mulai nampak walaupun jalannya terseok-seok.

Bagian Umum mulai menyiapkan Armada kebersihan ( truk sampah, amrol kendaraan roda tiga, bak sampah, alat kerja lengkap.) Begitu pula bidang pertamanan dan pemakaman.

“Yang kami kenang di bidang kebersihan, titik kumpul kordinasi sudah ditetapkan” katanya.

Bada sholat Subuh beliau mulai jalan, di mobilnya ada roti yg besar bundar dengan kopi di termos ditambah rokok seadanya. Beliau bagi di setiap penyapu jalan, sambil bilang kalembo ade.

Jam 09.00 selesai kerja titik kumpul tenaga kebersihan di taman gunung dua.

Beliau evaluasi.
Begitu juga halnya bidang pertamanan dan pemakaman.

Beliau tegas soal waktu, disiplin kerja ini yang kami rasakan dengan bidang kebersihan.

Dan sampai hari ini silaturahmi terjaga. Bahkan dengan anak istri saya.

Yang menggelitik hati saya begitu keluar dari ruangan beliau sambil senyum sembari berkata “Uba lain kali kalau masuk keruangan jangan lupa bawa kertas dan bolpoin”

Sampai hari ini Uba di mobil truk sampah selalu menyediakan bolpoin sama kertas sambil menaiki mobil truk.

DRS. Adisan Asisten Administrasi Umum (Assisten 3) Kota Bima juga sebagai Pelaksana Tugas Inspektur Kota Bima.

Menurut Adisan Bersama pak H. Azhari kami pernah bekerja satu atap, ketika dirinya sebagai kabid Perijinan dan Pengawasan Bangunan.

Pemahaman dan sikap beliau dalam tugas selalu tahapannya dipenuhi dulu, contoh dibidang kami ijin (IMB) keluar harjs prosedur.

Sehingga Kabid di Dinas Tata Kota perumahan dan PMK.( Pemadam kebakaran), sangat mengerti dan rekan sekerja tidak akan melanggar.

“Seingat saya H. Azhari sangat terbuka, familiar, namun tegas” ujar Adisan.

khusus pemadam kebakaran
Beliau lebih fokus karena menyangkut nyawa dan harta benda.

Disiplin dan tepat waktu sering beliau sampaikan pada apel pagi, krn ini kunci kesuksesan.

Salah satu staf yang dikaderkan sosok seorang Azhari menjadi penggantinya menjadi Kadis Kesehatan kota Bima Ahmad S. Sos memberikan testimoni.

Pertama Beliau bersamanya di ruangan Kadis, sambil senyum beliau sampaikan, ini ruangan kepala sekolah. Seluruh isi didalam dikeluarkan beliau ganti dengan satu set meja dan kursi, lemari dan bufet disusul meja rapat.

Ahmad bertanya Bagaimana dengan anggarannya pak kadis ini belum APBDP. Santai beliau jawab “susu tante (sumbangan sukarela tampa tekanan). Barang ini sampai hari ini tidak ada dalam inventaris dinas. Tapi kami pakai sampai sekarang.

Kedua. Selama menjabat hasil kerja riil sudah disampai pak sekda kota Bima H. Muhtar Landa.
di Media Online Bimantika 10/06/2023.

Ke tiga. Yang tidak terpantau ketika banjir 2016. Yang hadir di kota Bima lembaga sosial, dinas kesehatan kabupaten/kota/ propinsi di indonesia ada 137 lembaga resmi yang mendaftar ke dinas kesehatan kota bima.
Komunikasi dan koordinasj beliau yang luar biasa .

Disamping kehadiran wakil presiden Yusuf Kala, kehadiran mentri kesehatan oleh Pemkot Bima.

“Ketegasan, kebaikannya dan humoris menjadi kenangan buat kami di Dikes” ujar Ahmad.

Ke lima. Yang mendorong kami bekerja maksimal dengan sosok H. Azhari karena Inovasi yang beliau canangkan pada seluruh nakes baik yang ada di berbagai puskesmas, labkesda, IFK, dan di bidang-bidang di dikes. Ada inovasi ikut lomba.

Dan yang dilombakan selama beliau sudah 8 inovasi di antaranya. Antara lain.

  1. Aksi Anti tramadol (SI ADOL)
  2. Bengkel Alat Kesehatan.
  3. Aksi Ketuk Pintu Pelacakan Tuber Kulosis di Masyarakat. ( SI UPIN CAPEK UBER RUSA)
  4. Mari Bersama Donor Darah Menolong Ibu Nifas ( MBAK DARA MELINTAS)
  5. Periksa Laboratorium Tambahan Covid 19 (PERLAMBAT VOVID 19)
  6. Satu Hari Bersama dokter di Kelurahan ( SABARDOK)
  7. Aksi Cepat Penanggulangan Secara Tepat (SIPAT GULIPAT)
  8. Gerakan Membantu Ibu Hamil ( GEBYAR HALO)

Selanjutnya ada 10 inovasi lain lg sdg di sosialisasi, perbaikan dan yg siap dilombakan.
Antara lain:

  1. Jamban Swadaya Berbasis Masyarakat. ( ANDA BERBAKAT)
  2. Jamu Sehat Akupuntur di Jatibaru. (JASKU BARU)
  3. Minum Jamu Sehat Sabtu Olahraga Ceria (WELCOME DRINK SOLARIA)
  4. Duduk Bareng Remaja Mesjid (DUREN READI MAS)
  5. Donor Buah
  6. PRESIDENTIAL (Program kelas Diabetes dan Hipertensi Esensial)
  7. Juru Pemantau Jentik. (JUMANTIK)
  8. Kasama Weki dan Aplikasi Si Foker dalam Integrasi Penanggulangan Stunting ( KAKI SI INTENS)
  9. Pendekatan Laboratorium Lingkungan (PDKT LABLINK)
  10. Kunjungi, Cintai dan Obati Pasien HIV- AIDS ( KUNCI BAJU ODHA )

Dari 8 inovasi yg di lombakan tim inovasi sedang mempelajari apa yang kurang sehingga tidak bisa tembus lomba di tingkat nasional.

Semoga 10 inovasi baru. Ada yg lolos di tingkat nasional.

“Saya secara pribadi selaku kadis kesehatan saat ini akan melanjutkannya apa yang menjadi kesuksesan dari pak Azhari” ungkapnya.

Dirinya yakin OPD yang paling banyak berinovasi adalah Dinas Kesehatan..

“Kami hanya
tutwuri handayani, kami mendorong, mendukung, mempersiapkan, membiayai dan memberikan solusi” ujar Ahmad.

Ahmad Ucapkan Selamat buat nakes yang selalu berpikir inovasi. Buatlah diri kalian bermanfaat untuk kota Bima.

Ke enam, Ada pembangunan baru PUBLIK SAFETY CENTER (PSC 119)

Adalah pusat pelayanan yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal-hal yang berhubungan dengan kegawatdaruratan yang berada di kota bima.

Sebagai ujung tombak pelayanan untuk mendapatkan respon cepat seperti ; pasien dpt melaporkan lewat triase PSC, memandu pertolongan pertama, mengevakuasi dg menyiapkan ambulans 1 x 24 jam dan mengkoordinasikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Gagasan ini oleh beliau (Azhari,red) tahun 2021 pertama di NTB” demikian ungkap Ahmad (***)

Mengenal Lebih Dekat Habib Rizieq Shihab

jpn

Bimantika.net -Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, adalah seorang tokoh Arab serta pendiri dan pemimpin Front Pembela Islam, yang dilarang oleh pemerintah pada bulan Desember 2020.

Menghadapi tuntutan pidana di Indonesia, ia tinggal di Riyadh, Arab Saudi dari 2017 hingga November 2020.

Rizieq Shihab adalah anak kelima dari lima bersaudara. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1965 dari pasangan Habib Hussein bin Muhammad Shihab dan Sidah Alatas.

Kedua orangtuanya merupakan orang Betawi keturunan Hadhrami

Ayahnya, Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Shaikh bin Muhammad Shihab (lahir sekitar 1920) adalah salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia yang didirikan bersama teman-temannya pada tahun 1937.

Pandu Arab Indonesia adalah sebuah perkumpulan kepanduan yang didirikan oleh orang Indonesia berketurunan Arab yang berada di Jakarta, yang selanjutnya berganti nama menjadi Pandu Islam Indonesia (PII).

Ayahnya wafat pada tahun 1966 saat Rizieq berusia 11 bulan, sehingga sejak saat itu ia hanya diasuh oleh ibunya, Syarifah Sidah, dan tidak dididik di pesantren.

Baru setelah berusia empat tahun ia mulai rajin mengaji di masjid-masjid dekat rumahnya. Sebagai orang tua tunggal, ibunya yang bekerja sebagai penjahit pakaian dan perias pengantin juga sangat memperhatikan pendidikan Habib Rizieq serta membimbingnya dengan pendidikan agama.

Habib Rizieq adalah seorang keturunan Arab dengan klan Shihab (merujuk pada Shihabuddin Aal bin Syech) yang silsilahnya dapat ditelusuri sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib melalui Imam Ahmad al-Muhajir.

Sementara itu, istrinya yang bernama Fadhlun juga merupakan keluarga Arab dari klan Aal bin Yahya.

Setelah lulus sekolah dasar pada tahun 1975 di SDN 1 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada tahun 1976 Rizieq melanjutkan sekolah menengahnya ke SMP 40 Pejompongan, Jakarta Pusat.

Namun karena jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan terlalu jauh, ia kemudian dipindahkan ke sekolah yang relatif lebih dekat dengan tempat tinggalnya, yaitu SMP Kristen Bethel Petamburan dan lulus tahun 1979.

Ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 4 Jakarta di Gambir, namun lulus dari SMA Islamic Village Tangerang pada tahun 1982.

Pada tahun 1983, Rizieq mengambil kelas bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA).

Namun setelah satu tahun menempuh studi, ia mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi.

IIa pun melanjutkan program sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fiqih dan Ushul Fiqh) ke Universitas Raja Saud yang ditempuhnya selama empat tahun. Pada tahun 1990, Rizieq Shihab dinyatakan lulus.

Rizieq Shihab sempat mengambil program pascasarjana di Universitas Islam Internasional Malaysia selama satu tahun, setelah itu ia kembali ke Indonesia sebelum magisternya selesai karena alasan biaya.

Setelah beberapa tahun, akhirnya ia mampu melanjutkan pendidikannya di bidang Syari’ah dan meraih gelar Master of Arts (M.A.) pada tahun 2008 di Universitas Malaya dengan tesis berjudul “Pengaruh Pancasila Terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia”.

Pada tahun 2012, Rizieq Shihab kembali ke Malaysia dan melanjutkan program pendidikan doktor dalam program Dakwah dan Manajemen di Fakultas Kepemimpinan dan Pengurusan Universitas Sains Islam Malaysia (USIM).

Habib Rizieq menyelesaikan dan meraih gelar doktor pada 15 April 2021 saat masih mendekam di penjara.

Rizieq Shihab menikah pada tanggal 11 September 1987 dengan Fadhlun bin Yahya dan dari pernikahannya tersebut Rizieq dikaruniai seorang putra dan enam putri: Rufaidah Shihab, Humaira Shihab, Zulfa Shihab, Najwa Shihab, Mumtaz Shihab, Fairuz Shihab, dan Zahra Shihab.

Pada tanggal 19 Maret 2009, Rizieq Shihab dinobatkan oleh Sultan Sulu sebagai Mufti Agung Kesultanan Sulu Darul Islam[30] dengan gelar Datu Paduka Maulana Syar’i Sulu disingkat DPMSS.

Buku yang pernah dikarang oleh Habib Rizieq antara lain ;Hancurkan Liberalisme, Tegakkan Syariat Islam, 2011.
Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah, 2012, Dialog FPI, Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Karya lainnya adalah
Kumpulan Shalawat yang disusun oleh Muhammad Rizieq Shihab. (***//Berbagai Sumber)