Bimantika.net -Sosok Drs. H. Azhari, M. Si mantan Kepala Inspektorat Kota Bima rupanya memiliki banyak kenangan yang membekas di hati dan sanubari para adek lettingnya dan para sahabatnya di jajaran Birokrasi Pemkab dan Pemkot Bima. Berikut hasil wawancara media Bimantika pekan lalu.

Drs. H. Arifudin,
Asisten Administrasi Umum (Assiten 3) Pemerintah Kabupaten Bima pada media Bimantika memberikan kesaksian.
Saat dirinya sebagai penilik pembinaan generasi muda pada Dikbud Kecamatan Sanggar sekitar tahun 1991 wilayah Kecamatan Sanggar kabupaten Bima Masih gabung dengan kecamatan Tambora.
“Saya mengenal pak azhari ketika itu belum haji, seingat saya Beliau ketika jadi Sekcam sekaligus PLH camat sanggar ketika pak camat mengikuti suspim selam 3 bulan” ujarnya.
Menurutnya Sosok H. Azhari adalah sosok yang Komunikatif dengan generasi muda saat itu cukup bagus kalau ada kegiatan dan lomba apa saja di kecamatan selalu hadir dan membantu.
“Kondisi APBD sangat minim saat itu, tapi beliau ingin tinggalkan kenangan, sehingga desain Rancana pembangunan pintu gerbang selamat Datang di ibu kota kec. Sanggar beliau siapkan ( rencana gambar dan RAB)” urainya.
Langkah awal yang H. Azhari laksanakan yaitu rakor kades se kecamatan sanggar, Danramil, Kapolsek dan dinas teknis semua di undang. Alhasil disepakati gotong royong.
Dalam proses rencana pintu gerbang saat itu beliau keburu pindah ke sekretariat Daerah.
Info yang kami dapat begitu cepat beliau karier mulai kabag protokol, kabag kepegawaian, sampai staf ahli lalu pindah ke pemkot Bima, Tapi beliau tetap jaga silaturahmi sampai har ini.
Ada seloroh beliau ( Azhari) yg sy ingat ” kalau kita mau besar atau berkarir kita mulai dr kota”
“Dan memang benar kalau saya masih di kore, ibu kota sanggar mungkin saya tidak akan pernah jadi pejabat kabupaten Bima. Cerita ini lebih kurang 30 tahun yang silam “Kenangnya.
Hidayaturrahman, S. Sos. MSi
Ketika beliau kabag kepegawaian.
2003/ 2005, Kondisi bagian pegawainya lebih kurang 5 orang. Karena saat itu BKD sudah terbentuk juga melaksanakan manajemen kepegawaian
di dalam kevakuman bagian Kepegawaian ini beliau ditunjuk sebagaj kabag kepegawaian.
Sementara Bagian Kepegawaian menurut perda masih berfungsi, Jadi terdapat dua lembaga, melaksanakan fungsi manajemen kepegawaian yang sama.
“Yang saya kagum dari beliau. Pada aspek ini terlihat kecerdasan beliau dengan memberikan laporan dan telaah staf Ke Bupati, untuk mengeluarkan SK bahwa bagian Kepegawaian difungsikan kembali sesuai ketentuan, lalu turun disposisi ke Sekda Kabupaten Bima yang saat itu dijabat oleh DRS. H. Muhammadin SH” ujarnya.
Selesai itu Beliau rapatkan internal dengan kabag Organisasi dan kabag Hukum. Keluarlah keputusan Bupati Bima yang mengatur tentang Pembagian kewenangan bagian kepegawaian dan BKD.
Yang luar biasa pembagian itu mulai pengangkatan/ pelantikan pejabat penerimaan pegawai, SDM ada di bagian kepegawaian, sementara BKD menangani kenaikan pangkat pegawai, diklat pegawai serta pensiun pegawai.
“Saya lihat keberanian dari seorang azhari dari meja berdebu dengan ruangan kosong berubah menjadi ramai dan sibuk karena setiap hari pegawai se Kabupaten Bima konsultasi di bagian Kepegawaian” ungkapnya.
Yang menarik Ketika penerimaan CPNS 2004, Semua mata tertuju ke bag kepegawaian.
Ada satu pesan beliau ke panitia seleksi “Jangan pernah menerima apapun dari keluarga peserta. Dan jangan bawa pekerjaan di rumah”.
Dalam penerimaan cpns muncul persoalan, beliau dengan santai selalu mampu menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan aturan, protap dan SOP digarap secara detail sehingga segala tahapan kegiatan memiliki dasar aturan pelaksanaan dan mudah memberikan penjelasan terkait pelaksanaan tugas.
Yang sangat berkesan dan menjadi pelajaran penting adalah ketika ada persoalan penerimaan cpns, Beliau tampil mewakili panitia beliau lindungi kami panitia seleksi dan bertanggung jawab. Dalam prinsip tidak ada “staf” nya yang salah dan beliau akan tampil membela.
“Ini kenangan yang saya tidak pernah dilupakan. Semoga beliau sehat selalu” ungkapnya.
Najib sulaiman, S. sos. mantan Staf protokol pada Bagian protokol dan perjalanan dinas Sekretariat kabupaten Bima
Sambil senyum. Dan berkata. ” ini org luar biasa spesial buat saya” kata Om Nezon sapaan akrabnya
Menurutnya Langkahnya kadang tak terduga, bagaimana mengalihkan semua kegiatan OPD ke protokol.
Perintahnya jelas, semua kegiatan Ada tentatif nya. Waktu sangat dihargai. Ketika acara apapun yang melibatkan pimpinan daerah. Sound sistim harus redi sebelum acara.
“Tidak ada tes di coba, tidak ada lalu lalang dan SIABIDIBA ( siapa berbuat apa, bila mana, dimana dan bagaimana) Orangnya Paripurna” kata Om Nezon.
Nezon menambahkan Kesejahteraan staf sangat diperhatikan. Beliau the best.
“Kesehariannya yang saya kenang kalau pagi di kantor bagaimana khabar kakak Nezon ( istri dan keluarga) kadang sering mengunjungi rumah staf termasuk saya” demikian kenang om Nezon.
Ir. Hj. Siti Zainab ketika Staf ahli pemkab Bima.
Umi Zainab mengenang Masuk di ruangan staf ahli. Beliau santai sahabat seangkatan, humoris selalu menghibur sesama staf ahli,
“Saya tidak tau kalau beliau orang pertama yang pindah ke pemkot. Sy tidak tau kapan urusnya. lbh kurang satu tahun saja bersama” ujarnya.
Di pemkot sekitar 6 bulan saja, beliau dilantik kadis kebersihan pertamanan dan pemakaman.
Setelah posisinya terkunci beliau melirik teman-teman di staf ahli kabupaten Bima.
“Salah satu saya alhamdullah kami sama-sama purna tugas di pemkot. Semoga beliau selalu sehat” demikian ujarnya.
TAAMIN (uba nama panggilannya sehari-harinya)
Saat itu dinas kebersihan, pertamanan dan pemakaman adalah Dinas Baru.
“Alasan dibentuk karena kota harus memiliki dinas teknis yang menangani hajat hidup masyarakat , Begitu ceritanya saya dapatkan dari pak Azhari” kenangnya.
Uba menceritakan Beliau memanggil dirinya untuk jadi koord kebersihan. Saya pikir Persoalan hrs mulai dari mana.
“Ambil kertas begitu perintahnya seingat saya sambil senyum” kenangnya.
Azharipun perintah kepada uba untuk menulis saat itu, Tulis uba ya :
- Sisir Kota ini. Cek titik tumpukan sampah. Dokumentasikan ( kami foto semua ).
- Hitung berapa jumlah tenaga. Saat itu baru belasan saja
- Berapa jumlah kendaraan ( trek sampah) limpahan darj kabupaten.
- Alat kerja apa yang masih ada .
Di ruang yang sederhana Seingat saya sambil koordinasi dengan bagian umum. Kantor saat itu hanya memiliki beberapa meja limpahan dari dinas PU dan Tata Kota .
Kantor sementara di ambil dr ruangan belakang PU dan ruang belakang Dinas Tata Kota. Dua ruangan belakang disatukan Jadilah kantor Dinas Kebersihan, pertamanan dan pemakaman.
Selanjutnya Langkah yang beliau lakukan lihat ruangan kerja yang layak ( untuk ruangan kerjanya)
Di tempati itu pula beliau renovasi upayakan wc didalam dan luar untuk staf, rungan kerjanya dipasang AC dibuatkan meja rapat.
Seingat nya beliau menghadap pak walikota, bawa telaah staf walikota saat itu almarhum HM Nur Latif
Keesokan harinya saya lihat ada beberapa pejabat kota yg diperbantukan ke Dinas dengan staf. Ditambah meja kursi apa adanya.
Singkat kata seminggu kemudian, aktifitas dinas mulai nampak pertamanan sudah mulai bekerja, penataan pemakaman sudah mulai survey. TPA mulai ditinjau.
Dinas kebersihan, pertamanan dan pemakaman terbentuk akhir tahun 1987 dan awal 1988 . Wajah dinas kebersihan, pertamanan dan pemakaman Mulai nampak walaupun jalannya terseok-seok.
Bagian Umum mulai menyiapkan Armada kebersihan ( truk sampah, amrol kendaraan roda tiga, bak sampah, alat kerja lengkap.) Begitu pula bidang pertamanan dan pemakaman.
“Yang kami kenang di bidang kebersihan, titik kumpul kordinasi sudah ditetapkan” katanya.
Bada sholat Subuh beliau mulai jalan, di mobilnya ada roti yg besar bundar dengan kopi di termos ditambah rokok seadanya. Beliau bagi di setiap penyapu jalan, sambil bilang kalembo ade.
Jam 09.00 selesai kerja titik kumpul tenaga kebersihan di taman gunung dua.
Beliau evaluasi.
Begitu juga halnya bidang pertamanan dan pemakaman.
Beliau tegas soal waktu, disiplin kerja ini yang kami rasakan dengan bidang kebersihan.
Dan sampai hari ini silaturahmi terjaga. Bahkan dengan anak istri saya.
Yang menggelitik hati saya begitu keluar dari ruangan beliau sambil senyum sembari berkata “Uba lain kali kalau masuk keruangan jangan lupa bawa kertas dan bolpoin”
Sampai hari ini Uba di mobil truk sampah selalu menyediakan bolpoin sama kertas sambil menaiki mobil truk.
DRS. Adisan Asisten Administrasi Umum (Assisten 3) Kota Bima juga sebagai Pelaksana Tugas Inspektur Kota Bima.
Menurut Adisan Bersama pak H. Azhari kami pernah bekerja satu atap, ketika dirinya sebagai kabid Perijinan dan Pengawasan Bangunan.
Pemahaman dan sikap beliau dalam tugas selalu tahapannya dipenuhi dulu, contoh dibidang kami ijin (IMB) keluar harjs prosedur.
Sehingga Kabid di Dinas Tata Kota perumahan dan PMK.( Pemadam kebakaran), sangat mengerti dan rekan sekerja tidak akan melanggar.
“Seingat saya H. Azhari sangat terbuka, familiar, namun tegas” ujar Adisan.
khusus pemadam kebakaran
Beliau lebih fokus karena menyangkut nyawa dan harta benda.
Disiplin dan tepat waktu sering beliau sampaikan pada apel pagi, krn ini kunci kesuksesan.
Salah satu staf yang dikaderkan sosok seorang Azhari menjadi penggantinya menjadi Kadis Kesehatan kota Bima Ahmad S. Sos memberikan testimoni.
Pertama Beliau bersamanya di ruangan Kadis, sambil senyum beliau sampaikan, ini ruangan kepala sekolah. Seluruh isi didalam dikeluarkan beliau ganti dengan satu set meja dan kursi, lemari dan bufet disusul meja rapat.
Ahmad bertanya Bagaimana dengan anggarannya pak kadis ini belum APBDP. Santai beliau jawab “susu tante (sumbangan sukarela tampa tekanan). Barang ini sampai hari ini tidak ada dalam inventaris dinas. Tapi kami pakai sampai sekarang.
Kedua. Selama menjabat hasil kerja riil sudah disampai pak sekda kota Bima H. Muhtar Landa.
di Media Online Bimantika 10/06/2023.
Ke tiga. Yang tidak terpantau ketika banjir 2016. Yang hadir di kota Bima lembaga sosial, dinas kesehatan kabupaten/kota/ propinsi di indonesia ada 137 lembaga resmi yang mendaftar ke dinas kesehatan kota bima.
Komunikasi dan koordinasj beliau yang luar biasa .
Disamping kehadiran wakil presiden Yusuf Kala, kehadiran mentri kesehatan oleh Pemkot Bima.
“Ketegasan, kebaikannya dan humoris menjadi kenangan buat kami di Dikes” ujar Ahmad.
Ke lima. Yang mendorong kami bekerja maksimal dengan sosok H. Azhari karena Inovasi yang beliau canangkan pada seluruh nakes baik yang ada di berbagai puskesmas, labkesda, IFK, dan di bidang-bidang di dikes. Ada inovasi ikut lomba.
Dan yang dilombakan selama beliau sudah 8 inovasi di antaranya. Antara lain.
- Aksi Anti tramadol (SI ADOL)
- Bengkel Alat Kesehatan.
- Aksi Ketuk Pintu Pelacakan Tuber Kulosis di Masyarakat. ( SI UPIN CAPEK UBER RUSA)
- Mari Bersama Donor Darah Menolong Ibu Nifas ( MBAK DARA MELINTAS)
- Periksa Laboratorium Tambahan Covid 19 (PERLAMBAT VOVID 19)
- Satu Hari Bersama dokter di Kelurahan ( SABARDOK)
- Aksi Cepat Penanggulangan Secara Tepat (SIPAT GULIPAT)
- Gerakan Membantu Ibu Hamil ( GEBYAR HALO)
Selanjutnya ada 10 inovasi lain lg sdg di sosialisasi, perbaikan dan yg siap dilombakan.
Antara lain:
- Jamban Swadaya Berbasis Masyarakat. ( ANDA BERBAKAT)
- Jamu Sehat Akupuntur di Jatibaru. (JASKU BARU)
- Minum Jamu Sehat Sabtu Olahraga Ceria (WELCOME DRINK SOLARIA)
- Duduk Bareng Remaja Mesjid (DUREN READI MAS)
- Donor Buah
- PRESIDENTIAL (Program kelas Diabetes dan Hipertensi Esensial)
- Juru Pemantau Jentik. (JUMANTIK)
- Kasama Weki dan Aplikasi Si Foker dalam Integrasi Penanggulangan Stunting ( KAKI SI INTENS)
- Pendekatan Laboratorium Lingkungan (PDKT LABLINK)
- Kunjungi, Cintai dan Obati Pasien HIV- AIDS ( KUNCI BAJU ODHA )
Dari 8 inovasi yg di lombakan tim inovasi sedang mempelajari apa yang kurang sehingga tidak bisa tembus lomba di tingkat nasional.
Semoga 10 inovasi baru. Ada yg lolos di tingkat nasional.
“Saya secara pribadi selaku kadis kesehatan saat ini akan melanjutkannya apa yang menjadi kesuksesan dari pak Azhari” ungkapnya.
Dirinya yakin OPD yang paling banyak berinovasi adalah Dinas Kesehatan..
“Kami hanya
tutwuri handayani, kami mendorong, mendukung, mempersiapkan, membiayai dan memberikan solusi” ujar Ahmad.
Ahmad Ucapkan Selamat buat nakes yang selalu berpikir inovasi. Buatlah diri kalian bermanfaat untuk kota Bima.
Ke enam, Ada pembangunan baru PUBLIK SAFETY CENTER (PSC 119)
Adalah pusat pelayanan yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal-hal yang berhubungan dengan kegawatdaruratan yang berada di kota bima.
Sebagai ujung tombak pelayanan untuk mendapatkan respon cepat seperti ; pasien dpt melaporkan lewat triase PSC, memandu pertolongan pertama, mengevakuasi dg menyiapkan ambulans 1 x 24 jam dan mengkoordinasikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Gagasan ini oleh beliau (Azhari,red) tahun 2021 pertama di NTB” demikian ungkap Ahmad (***)

