Sholat, Terapi Religius Tenangkan Jiwa

jpn

Sumber Gambar : Inside Arabia

Bimantika.net -Shalat adalah rukun Islam kedua yang wajib bagi setiap Muslim untuk meyakini serta melaksanakannya.

Dalam shalat, sebagaimana kita ketahui bahwa setiap Muslim dituntut untuk mendirikannya setiap lima kali sehari di tiap-tiap waktunya.

Mendirikan shalat tentu mempunyai aturan, dengan melengkapi syarat-syarat, rukun-rukun, dan adab-adabnya, baik lahir maupun batin.

Secara terminologi, Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Maliabari dalam kitab Fathul Mu’in menyebutkan bahwa shalat pada pengertian syara’ adalah rangkaian ucapan dan perbuatan tertentu yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Dengan pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa shalat tidak bisa dilaksanakan secara sembrono,.

Karena itu setiap muslim diharuskan mempelajari ilmu yang meliputi pembahasan tentang aturan-aturan shalat, yaitu ilmu fiqih.

Selain hal-hal yang terkait dengan aturan shalat, pada praktiknya, ternyata shalat itu mempunyai manfaat yang dapat dirasakan kebaikannya.

Salah satunya adalah memberi pengaruh pada ketenangan jiwa.

Pernyataan ini tentu bukan tanpa alasan, ada banyak penelitian psikologis yang mengungkapkan hal itu berdasarkan kajian ilmiah,

Yakni dengan istilah bernama ‘terapi religius’. Terapi religius adalah bagian dari cabang psikoterapi (terapi jiwa).

Menurut penelitian Dedy Susanto berjudul Psikoterapi Religius sebagai Strategi Dakwah dalam Menanggulangi Tindak Sosiopatic (2013), terapi religius merupakan sebuah penyembuhan terhadap pola perilaku menyimpang dengan menggunakan pendekatan-pendekatan Agama.

Sebagaimana kita ketahui, setiap manusia selalu dilanda pada ragam permasalahan tentang kehidupan, seperti kegagalan dalam soal karir, ekonomi, dan problematika sosial lainnya.

Tidak jarang akibat permasalahan tersebut akan mengalami gangguan jiwa, sehingga berdampak pada kesehatan jasmani, baik fisik maupun mental, termasuk juga di dalam hubungan sosialnya.

Sangat penting bagi manusia untuk rileks di kala pikirannya mengalami gejala stres berat. Sangat penting pula baginya untuk selalu memperhatikan kondisi dirinya dalam menyikapi permasalahan yang ada.

Oleh sebab itu, dibutuhkan terapi jiwa agar pengembangan, pemberdayaan potensi, dan kecerdasan fitrah manusia dapat dikondisikan dengan stabil.

Ritual shalat merupakan ibadah yang bisa menjadi praktik terapi jiwa dengan sangat sederhana.

Melalui shalat, manusia bisa berhubungan langsung antara seorang hamba kepada Allah SWT tanpa ada sekat komunikasi yang dapat terpisahkan.

Pada praktiknya, shalat memiliki norma khusus yang dapat memelihara pikiran manusia yang mengerjakannya.

Karena itu, seyogyanya kita dituntut untuk khusyu dalam shalat, yakni konsentrasi memusatkan pikiran pada satu titik dengan segala kerendahan hati sebagai bentuk penghambaan kepada Allah.

Menurut Ibnu Hajar Ansori dkk dalam penelitian berjudul Psikologi Shalat (2019), ketika seseorang itu berkonsentrasi, ia akan dituntut untuk mengontrol diri mereka, baik dalam hal perbuatan maupun pikiran.

Kontrol diri ini adalah metode pengendalian emosi seseorang serta dorongan-dorongan yang terdapat dalam dirinya.

Melalui pengendalian emosi, seseorang bisa mengarahkan energi emosi ke saluran ekspresi yang bermanfaat.

Seperti halnya orang yang shalat harus melihat ke tempat sujudnya, yaitu pada titik yang tetap ketika berdiri.

Melihat kedua kaki ketika ruku’, melihat ujung hidungnya ketika sujud, dan lain sebagainya, artinya terdapat titik pandang yang tetap pada setiap gerakan shalat agar pandangan orang yang mengerjakannya tidak terpecah sehingga dapat mempengaruhi konsentrasinya.

Selanjutnya, gerakan shalat juga dapat menstabilkan fungsi organ tubuh dengan baik.

Salah satunya sujud, ketika posisi kepala lebih rendah dari posisi jantung, urat saraf pada bagian otak akan terisi oleh darah, hal ini dapat mengakibatkan otak dapat berfungsi dengan baik.

Artinya dengan membiasakan sujud setiap harinya bisa membantu merelaksasi otot-otot kepala.

Di samping melatih konsentrasi, gerakan shalat juga memiliki esensi yang identik dengan kerendahan hati.

Bermula dengan gerakan takbiratul ihram, manusia dituntut untuk memusatkan pikiran untuk merendahkan diri ketika ber-tawajjuh kepada Allah. Diikuti gerakan ruku’ dengan membungkukkan badan yang menggambarkan sifat tawadhu’.

Gerakan berikutnya yaitu sujud di mana sebagai bentuk manifestasi penghambaan kepada Allah. Kemudian tasyahud yang berisi pujian, doa, dan keselamatan sebagai wujud harapan manusia paling tinggi.

Terakhir gerakan salam menoleh ke arah kanan dan kiri, dengan memaksudkan menebarkan keselamatan dan kebaikan untuk semua makhluk Allah. (***//sumber NU Online)

Bansos Salah Sasaran; Bentuk Kelalaian Negara

jpn

Oleh: Juhanah Zara

Bimantika.net -Ungkapan yang miskin tambah miskin bukanlah ilusi belaka. Angka kemiskinan semakin hari semakin meningkat. Hal ini membuat masyarakat membutuhkan bantuan terbuka dari negara, yakni berbagai macam penerimaan bantuan.

Apalagi pada masa Covid-19 yang memutuskan kontrak banyak pekerja, akibatnya banyak pengangguran yang mengakibatkan kepala keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

Wajar jika masyarakat berharap mendapatkan bantuan sosial seperti PKH, BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), BLT BBM (Bantuan Langsung Tunai beralih subsidi Bahan Bakar Minyak), sembako dan bantuan lainnya.

Lagi! Data Penerimaan Bansos Salah Sasaran

Dilansir dari republika.com, pada bulan Juni 2023, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengumumkan informasi penting mengenai pencairan bantuan sosial (bansos), khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Bansos yang diterima masyarakat biasanya terdiri dari uang dan barang, yang diberikan kepada masyarakat yang tergolong tidak mampu (miskin).

Namun bagaimana jika bantuan tersebut salah sasaran? Sebab telah ditelusuri bahwa data penerima banyak dari pihak ‘berada’, bukan miskin.

Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) menilai, sistem pendataan penerima bansos di Kementerian Sosial (Kemensos) masih buruk.

Sebab, diduga ada ribuan pemilik perusahaan yang terdaftar sebagai penerima bansos.

Berdasarkan pendataan tersebut, menguak ketidakadilan pada pembagian hak untuk masyarakat miskin.

Walhasil, sebagian mendapatkan dan sebagiannya lagi tidak. Fakta tersebut terungkap kala Kementerian Sosial (Kemensos) lagi-lagi menemukan daftar penerima bansos yang sejatinya tidak berhak.

Dalam temuan kali ini, terdeteksi adanya 10.249 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bansos sembako atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang tak layak menerima bansos. (SUMUTPOS.CO)

Di daerah Bima sendiri, banyak pula yang tidak layak menerima bantuan. Sehingga masih banyak warga yang tidak mampu tidak tercatat dalam data.

Walhasil rakyat miskin tambah miskin dan kaya tambah kaya. Dampak dari fakta tersebut, masyarakat memprotes penerimaan bansos yang tidak tepat sasaran.

Dilansir dari suarantb.com, puluhan masyarakat di Kota Bima mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota setempat pada Selasa 10 Januari 2023.

Mempertanyakan pendataan hingga proses penyaluran bantuan sosial (bansos) seperti PKH, BLT BBM hingga BPNT. Perwakilan massa aksi, Rafikurahman mencontohkan, warga yang tinggal pada salah satu RT di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat.

Sebagian besar warganya kurang mampu, namun luput dari pendataan untuk mendapatkan bansos. Harusnya pihak Dinsos, memastikan secara langsung dan tidak hanya menerima data yang diinput oleh pihak RT/RW atau Pemerintah Kelurahan. Ringkasan dari (Suarantb.com)

Setelah aksi protes akibat ketidakbecusan dalam meneliti secara maksimal data-data masyarakat miskin, pihak Dinsos menyarankan rakyat untuk melapor atau mengajukan diri kepada pemerintah terdekat.

Padahal pada dasarnya yang memiliki tugas tersebut adalah pihak pemerintah itu sendiri. Seharusnya yang melayani dan memberikan pelayanan terhadap rakyat ialah mereka. Pihak yang bekerja dalam bidang pemerintahan.

Manipulasi Dalam Sistem Sekuler; Rakyat Miskin Makin Melarat

Indonesia terkategori negara berkembang, yang sulit menjadi negara maju. Sudah menjadi rahasia umum, mulai dari teknologi dan infrastruktur pun bukan milik negara itu sendiri. Hampir dari semuanya ialah kepemilikan asing atau swasta yang menanamkan modal di dalamnya.

Selain dari itu, masyarakat di Indonesia banyak sekali yang tergolong rakyat miskin. Bahkan mencapai jutaan penduduk terjerat oleh kemiskinan yang luar biasa. Saking banyaknya rakyat miskin, tidak sedikit dari mereka yang tidak memiliki tempat tinggal, bahkan sampai tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal ini disebabkan dari berbagai faktor. Seperti minimnya lapangan pekerjaan, ketiadaan modal dalam membangun usaha, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sangat perlu bantuan sosial dari negara itu sendiri.

Negara memberikan bantuan sosial tersebut bahkan sudah bertahun-tahun lamanya. Ditambah dengan berbagai bantuan jenis baru di kala Covid-19 melanda, baik tunai maupun non tunai.

Akan tetapi, sangat amat disayangkan tidak semua masyarakat miskin menerimanya. Penerimanya pun ialah orang-orang kaya, pejabat, bahkan pemilik perusahan besar. Padahal bantuan sosial tersebut dibuat dan dikhususkan “katanya” untuk yang tidak mampu, namun faktanya tidak demikian.

Hal ini bukan yang pertama kali penerimaan bantuan sosial tidak tepat sasaran, melainkan sudah ke sekian kalinya. Namun siapa yang harus disalahkan? Warga yang tidak melapor atau pihak-pihak Dinsos yang kurang teliti?

Negara menyerahkan urusan pendataan pada pihak-pihak yang berpengaruh pada tempat tersebut, seperti Dinsos, Kepala Desa, Ketua RT/RW dan lainnya yang bertanggung jawab dalam kehidupan masyarakat.

Namun tidak sedikit di antara mereka, memanipulasi data dari yang kaya menjadi identitas miskin sehingga dikatakan layak dalam menerima bansos tersebut.

Sehingga di sisi lain warga yang seharusnya memenuhi syarat sebagai penerima manfaat malah tidak menerima bansos Kemensos sama sekali karena adanya manipulasi data penerima.

Hal ini yang akhirnya menyebabkan Kemensos memutuskan untuk mencoret 5,8 juta data penerima dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bukti valid terpampang nyata di tengah rakyat saat ini dikarenakan penerapan sistem kapitalisme sekuler.

Rakyat miskin dijadikan tambah melarat, sedangkan yang kaya dijadikan semakin kaya. Sistem ini mengangkat derajat para pemilik modal, tanpa peduli nasib rakyat menengah ke bawah. Keuntungan bagi oligarki akan menjadi kepentingan utama yang dijunjung tinggi.

Rakyat yang tersiksa dan melarat tidak dihiraukan. Kapitalisme menjadikan penganutnya mengutamakan materi. Mengharapkan keadilan di dalam kapitalisme adalah harapan yang hanya halusinasi semata.

Sebab, selagi materi yang menjadi dasar kehidupan para kapital, maka keadilan untuk orang miskin, baik dari muslim maupun non muslim tidak berlaku.

Meminta solusi dan pertanggungjawaban kepada penguasa saat ini pun hanya mimpi. Sekalipun memberikan solusi tidak akan menyelesaikan persolan yang ada. Melihat fakta yang terpampang nyata, bagaimana Islam menangani persoalan kebutuhan masyarakat?

Kebutuhan Rakyat Dalam Sistem Islam Adalah Tanggung Jawab Negara

Berbagai persoalan hidup, pasti Islam memiliki solusi tuntasnya.

Begitu pun dengan permasalahan saat ini. Karena Islam pada dasarnya ialah agama yang mengatur segala urusan kehidupan makhluk hidup.

Sebab, sumber hukumnya berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu dari Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah saw.

Dengan aturan tersebut, manusia bisa membedakan yang mana yang baik untuk diterapkan dan mana yang buruk untuk ditinggalkan.

Semuanya hanya untuk ketenangan manusia itu sendiri. Islam mengatur tidak hanya persoalan individu, akan tetapi persoalan sesama manusia sekaligus urusan negara.

Islam menangani dari keuangan negara, pendidikan, ekonomi, maupun keamanan. Salah satunya Islam sangat menggariskan pemenuhan kebutuhan dasar tiap individu rakyat adalah kewajiban negara, sekaligus memastikan adanya peluang pemenuhan kebutuhan pelengkap mereka.

Sandang, pangan dan papan menjadi kebutuhan pokok individu, sedangkan kesehatan, pendidikan dan keamanan merupukan kebutuhan masyarakat yang seluruhnya harus dipenuhi oleh negara.

Islam mewajibkan negara untuk menjamin pemenuhan kebutuhan individu melalui mekanisme langsung dan tidak langsung. Mekanisme langsung misalnya dengan memberikan bantuan pada rakyatnya, sesuai dengan besaran dan jenis kebutuhan, tanpa mekanisme yang berbelit-belit seperti saat ini.

Bantuan dapat berupa uang atau kebutuhan riil, maupun modal usaha. Dengan begitu, individu tersebut tidak akan binasa sebab kebutuhan dasarnya terpenuhi, dan ia pun bisa melakukan serta mengembangkan usaha untuk menghasilkan sejumlah materi.

Dalam menjalankan mekanisme langsung ini, Islam menetapkan setiap pekerjaan harus dilakukan secara profesional termasuk soalan pendataan warga miskin.

Sebab perbuatan apapun itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Adapun pemenuhan kebutuhan pokok secara tidak langsung, tetap bersifat individual namin negara akan memampukan setiap kepala keluarga dalam memenuhi nafkah bagi diri dan tanggungannya. Dalam Islam, negara menjamin lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan memastikan setiap kepala keluarga yang mampu untuk bekerja.

Apabila laki-laki tersebut tidak mau bekerja maka akan diberikan sanksi sekaligus pembinaan. Jika ia tidak mampu beraktivitas karena adanya udzur dan keterbatasan fisik, maka kewajiban nafkah untuk pemenuhan kebutuhannya akan diserahkan kepada anaknya.

Jika anaknya juga tidak mampu maka akan dialihkan kepada kerabatnya. Jika kerabatnya pun tidak bisa maka dialihkan ke Baitul Mal.

Seperti inilah periayahan daulah dalam pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak mampu.

Selain itu, Islam akan menjamin kesejahteraan rakyat dengan penerapan sistem ekonomi Islam. Dengan mewajibkan penguasa sebagai pelaksana syariat Islam untuk memberikan jaminan kebutuhan pokok bagi setiap individu rakyat, baik kalangan muslim maupun non muslim.

Dengan mengelola SDA yang merupakan milik rakyat dan hanya boleh dikelola oleh negara, sehingga menyerap tenaga kerja yang banyak.

Adapun kebutuhan pokok yang bersifat publik, seperti kesehatan, pendidikan, dan keamanan adalah tanggung jawab negara.

Sehingga ke depannya rakyat akan memperoleh pelayanan secara gratis akibat penerapan tersebut. Pendidikan dan kesehatan yang gratis akan didapatkan oleh masyarakat.

Akan tetapi semua kesejahteraan tersebut tidak dapat diterapkan di negara yang bersistem kapitalisme sekuler. Sebab, thoriqoh dan fikroh dalam mabda ini sangat berbanding terbalik dengan Islam. Sehingga hanya halusinasi mengharapkan solusi Islam diterapkan pada naungan sistem kufur saat ini.

Untuk menerapkan Islam, butuh yang namanya khilafah. Khilafah adalah daulah yang menerapkan aturan Islam kaffah di dalamnya, tanpa campur tangan dari hukum-hukum buatan manusia seperti sekularisme kapitalisme.

Melainkan murni dari Allah dan Rasulullah. Sudah menjadi tugas kita sebagai seorang muslim untuk mendakwahkan Islam kaffah ke tengah-tengah umat agar tidak ada lagi rakyat miskin karena khalifah (pemimpin dalam daulah Islam) sangat memperhatikan kondisi rakyatnya. Wallahu a’lam.(***)

Mencabut Penyakit Menular Seksual Dari Akarnya

jpn

Oleh: Andriani

Bimantika.net -Penyakit menular seksual atau HIV/AIDS ialah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh semakin melemah dan rentan diserang berbagai penyakit. Penyakit ini telah banyak pengidapnya.

Penyebabnya adalah aktivitas seksual berganti-ganti pasangan atau hubungan seks yang dilakukan oleh kaum LGBT.

Fakta Kasus HIV/AIDS di Kota Bima, NTB

Dilansir dari Suara NTB, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, total kasus baru HIV/AIDS di daerah ini sampai dengan November 2022 sebanyak 306 kasus, dengan rincian HIV 176 dan AIDS 130.

Adapun secara akumulatif kasus HIV/AIDS sejak tahun 1992 sebanyak 2.821 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri MM, MARS mengatakan, penanganan kasus HIVAIDS di NTB secara garis besar meliputi promotif, preventif, early detection, prompt treatment, dan rehabilitation.

Kegiatan promotif bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kewaspadaan tentang bahaya penularan HIV/AIDS melalui program ABAT (Aku Bangga Aku Tahu) pada anak usia sekolah terutama SMP dan SMA.

Di Kota Bima sendiri, dilansir dari lombokpost.com, Dinas Kesehatan menemukan 20 kasus HIV/AIDS baru di Kota Bima hingga Juni ini. Angka itu meningkat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang jumlahnya hanya belasan kasus saja. Dari 20 kasus baru HIV/AIDS itu, satu pasien telah dinyatakan meninggal dunia. Baru diketahui terjangkit setelah menderita AIDS stadium 4.

Kasus tersebut begitu memprihatinkan. Pasalnya, gaya hidup bebas yang digaungkan oleh sistem hari ini berdampak pada masyarakat. Apalagi penyakit menular seksual ini tidak hanya berdampak pada pengidapnya, tetapi akan menular kepada pasangan apabila telah berkeluarga.

Belum lagi yang belum berkeluarga juga bisa menularkan kepada pasangan seks bebasnya ketika melakukan hubungan intim.

Maka kesehatan individu, keluarga, bahkan masyarakat akan terkena dampaknya dan makin banyak orang yang terinfeksi virus tersebut.

Sekularisme Kapitalisme Menumbuhsuburkan HIV/AIDS

Sistem sekularisme kapitalisme yang berasaskan materi serta agama yang dipisahkan dari kehidupan telah melegalkan zina.

Asalkan suka sama suka, seks menyimpang seperti LGBT, lokalisasi PSK, semua itu dibiarkan oleh penguasa hari ini atas dasar hak asasi manusia.

Tidak heran orang yang terinfeksi HIV/AIDS kasusnya terus meningkat.

Sungguh disayangkan, sistem yang rusak dan merusak ini mengedepankan hawa nafsu sehingga masyarakatnya dijauhkan dari aturan Sang Pencipta.

Cenderung menggaungkan hak individu, sehingga tercipta lah kebebasan individu. Individu bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan, termasuk seks bebas dan hubungan sesama jenis atau LGBT. Padahal itu semua telah sangat jelas membawa masyarakat ke dalam lembah kehancuran dan kesengsaraan.

Tidak heran jika keadaan di negeri ini semakin carut marut dari segala lini kehidupan.

Sistem yang tidak sesuai dengan fitrah manusia ini sejatinya begitu dekat dengan kemaksiatan. Saat ini, masyarakat begitu mudahnya mengakses video porno serta konten-konten yang merangsang naluri seksual.

Laki-laki dan perempuan banyak yang ‘menjajakan diri’ di media sosial. Ditambah kampanye LGBT yang begitu masif digaungkan melalui film, musik dan tempat-tempat hiburan. Sehingga menarik generasi muda hari ini untuk melakukan budaya jahiliyah kaum sodom yang terlaknat.

Inilah wajah buram sistem sekularisme kapitalisme dengan gaya hidup yang mengedepankan syahwat dan kesenangan manusia.

Sehingga penyakit menular seksual lambat laun tidak akan lagi mampu terbendung.

Sistem sekularisme kapitalisme seolah buta dengan keadaan sekitar. Padahal dengan jelas HIV/AIDS ini berkaitan langsung dengan populasi manusia, rusaknya peradaban serta penyakit sosial lainnya.

Namun apabila kita mengkaji lebih dalam terkait ideologi sekularisme kapitalisme ini, maka akan kita dapati bahwa ideologi ini memang tidak peduli dengan dampak kerusakan yang ditimbulkannya.

Akidah dari ideologi ini ialah memisahkan agama dari kehidupan, sehingga setiap individu akan dibiarkan untuk melakukan apa saja selama tidak merugikan orang lain. Kembali ke pembahasan awal, semua dibiarkan atas dasar HAM.

Back to Islam Kaffah

Berbeda dengan Islam yang bukan hanya sebagai agama ritual, tetapi Islam hadir sebagai solusi dalam hidup dan merupakan kabar gembira bagi umat manusia.

Sejatinya setiap permasalahan dalam lini kehidupan ada solusi yang terbaik yaitu ada di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang pastinya bersumber dari Sang Pencipta.

Begitu pun sistem pergaulan dalam Islam, Allah telah mengatur sedemikian rupa, sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan dalam hidup.

Peran negara lah yang sangat utama, yang mana negara sebagai perisai melindungi dan melayani masyarakat dari ancaman apapun. Nabi Muhammad SAW bersabda,

“sungguh imam atau Khalifah itu perisai bagi orang-orang yang akan berperang di belakangnya dan dia berlindung (dari musuh) dengan kekuasaannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian negara wajib untuk melindungi masyarakatnya dari ancaman apapun. Sebelumnya negara telah menerapkan pendidikan berbasis Islam. Ketika negara sudah menjalankan perannya termasuk mencegah faktor timbulnya penyakit seksual yang menular, maka negara akan sesegera mungkin untuk bertindak.

Dalam Islam, LGBT dianggap sebuah penyakit yang harus disembuhkan supaya penyakit tersebut tidak menjangkiti masyarakat luas serta melarang segala bentuk apapun yang mengarah kepada LGBT dan bentuk dukungan terhadapnya.

Yaitu dengan menutup media-media yang membangkitkan naluri seksual serta sarana untuk mengampanyekan LGBT.

Selain itu, perzinaan merupakan keburukan yang harus dicegah karena pada dasarnya zina, LGBT dan seks menyimpang lainnya hukumnya haram dan dinilai sebagai tindak kejahatan atau kriminalitas yang amat keji dan harus diberikan sanksi yang tegas.

Hukuman bagi pelaku zina ialah dengan 100 kali dera dan diasingkan bagi yang belum menikah.

Sedangkan bagi yang sudah menikah hukumannya ialah dirajam. Adapun hukuman bagi pelaku seks menyimpang seperti lesbian akan dikenai hukum ta’zir yaitu hukuman yang tidak dijelaskan khusus oleh nash. Jenis dan kadarnya diserahkan kepada qadhi. Bisa dikenai hukum cambuk, penjara dan lain sebagainya.

Adapun homoseksual atau gay atau disebut liwaath, Rasulullah SAW telah bersabda,

“Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth. Allah telah mengutuk siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth. Allah telah mengutuk siapa saja yang melakukan perbuatan seperti perbuatan kaum Nabi Luth,” (HR Ahmad). Adapun hukuman bagi homoseksual adalah hukuman mati.

Dalilnya adalah sabda Nabi SAW, “siapa saja di antara kalian menjumpai orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuh lah keduanya.”

Adapun transgender yaitu perbuatan yang menyerupai jenis kelamin yang berbeda dari yang ditakdirkan kepadanya, baik dalam berbicara, berbusana termasuk aktivitas seksualnya, maka diharamkan.

Rasulullah SAW ber sabda, “Allah SWT mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR Ahmad) Adapun hukumannya adalah diasingkan.

Nabi pernah mengusir Fulan dan Umar ra. juga pernah mengisir Fulan.

Demikianlah cara Islam mencegah perzinaan serta perilaku seks menyimpang.

Selain mencegah masyarakat dari dosa besar juga mencegah penyakit menular seksual yang sejatinya hal tersebut merusak peradaban umat.

Dan pada hakikatnya hukum dalam Islam sebagai zawajir atau pencegahan dan jawabir atau penebus dosa.

Ini semua bisa terwujud bila negara menerapkan Islam secara kaffah dalam naungan khilafah.

Dengan penerapan aturan Islam secara menyeluruh, semua pihak harus bertanggung jawab dan bekerja sama guna membina umat dan generasi demi terwujudnya masyarakat yang berkepribadian Islam.Wallahu a’lam. (***)

Mobil Carry Tabrak Bus Sinar Rejeki, Kapolsek Manggelewa Sebut Sopirnya Mabuk

jpn

Bimantika.net -Jum’at (23/5/2023) malam, sekira pukul 22.00 Wita, insiden kecelakaan menimpa Mobil Carry dikendarai oleh Jaka Ranggana (29) mengakibatkan ia dan penumpangnya Suparno (30) mengalami luka serius hingga dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Manggelewa oleh Personil Polsek Manggelewa dibantu warga.

Mobil carry yang dikendarai pemuda asal Jawa Timur diduga dalam keadaan mabuk, lantas menabrak Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Sinar Rejeki yang terparkir di pinggir jalan lantaran mogok saat bertolak dari Lombok.

Terkait kecelakaan, dalam keterangannya Kapolsek Manggelewa Iptu Ramli, SH., membenarkan dengan menyebutkan bahwa kendaraan carry nahas itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Sumbawa hendak menuju Desa Banggo.

“Keduanya merupakan pria asal Jombang, Jawa Timur,” ungkap Kapolsek.

Awalnya, kata Kapolsek, Bus Sinar Rejeki dengan Nopol EA 7313 L, tengah terparkir dan tengah diperbaiki di pinggir Jalan Lintas Sumbawa, sekitar Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa lantaran mogok. Namun, dari arah Sumbawa menuju Dompu, tiba-tiba datang mobil Carry, Nomor Polisi DK 8927 SY dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak bagian belakang bus Sinar Rejeki.

“Menurut keterangan saksi, pengemudi Carry mengendarai mobil dalam keadaan dipengaruhi alcohol,” beber Kapolsek.

Akibat tabrakan tersebut, imbuh Kapolsek, bagian belakang Bus Sinar Rejeki alami kerusakan, sementara mobil carry hacur di bagian depan,. Akan tetapi, untuk sopir Pik up mangalami luka robek di bagian atas kuping kanan, kemudian untuk penumpang mobil cerri Mengalami Patah tulang kaki kiri.

“Usai kecelakaan Korban dilarikan ke RSP Manggelewa oleh anggota dibantu warga untuk menjalani perawatan medis,” lanjut Kapolsek.

Terkait Kelakaan, Kapolsek menghimbau, terutama para pengendara motor atau mobil, untuk tidak ugal-ugalan di jalanan, apalagi dalam keadaan mabuk. Di samping membahayakan diri sendiri, lebih-lebih orang lain. (***)

Makna Sholat Sebagai Do’a, Pujian dan Sanjungan Kepada Allah SWT

jpn

Bimantika.net -Mendirikan salat lima waktu adalah salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan setiap muslim.

Perintah salat adalah pilar agama Islam. Penjelasan mengenai kewajiban salat ini disampaikan dengan rinci, baik itu melalui nas Al-Quran maupun hadis.

Ibadah salat merupakan amalan utama dalam Islam. Berbeda dari ibadah lainnya yang disampaikan melalui wahyu Jibril, perintah salat diterima Nabi Muhammad SAW langsung dari Allah SWT.

Mengutip buku Kitab Lengkap Panduan Shalat karya M. Khalilurrahman Al-Mahfani dan Abdurrahim Hamdi, sholat berasal dari bahasa Arab dari kata shalla-yush-allii-shalaatan yang artinya doa atau pujian.

Makna sholat sebagai pujian atau sanjungan turut dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut,

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawat lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al Ahzab: 56).

Dalil Perintah Sholat dalam Al-Qur’an

  1. Surat Al Isra Ayat 78
    أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Artinya: “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra: 78)

  1. Surat An Nisa Ayat 103
    اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Artinya: “Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa: 103).

  1. Surat Hud Ayat 114
    وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Artinya: “Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS Hud: 114)

  1. Surat Ar Rum Ayat 17-18
    فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ – ١٧ وَلَهُ الْحَمْدُ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَعَشِيًّا وَّحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ

Artinya: “Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh), dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari).” (QS. Ar-Rum: 17-18).

  1. Surat Al Baqarah Ayat 110
    وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 110)

  1. Surat Al Baqarah Ayat 43
    وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ

Artinya: “Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al Baqarah: 43)

  1. Surat Al Baqarah Ayat 45
    وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

Artinya: “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS. Al Baqarah: 45).

  1. Surat Az Zariyat Ayat 56
    وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Az Zariyat: 56)

  1. Surat Al Bayyinah Ayat 5
    وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Artinya: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al Bayyinah: 5).

  1. Surat Al Hajj Ayat 78
    فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Artinya: “….maka dirikanlah sholat tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Hajj: 78). (***//Berbagai Sumber)

Dahsyatnya Sholawat Asyghil Dibaca Selesai Sholat

jpn

Bimantika.net -Di kalangan warga NU (Nahdliyin), shalawat asyghil merupakan salah satu shalawat yang kerap dilantunkan sebagai puji-pujian di mushala, masjid maupun majelis taklim.

Shalawat asyghil kembali menjadi perhatian banyak orang saat dilantunkan oleh 4 vokalis cilik pada puncak resepsi 1 abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (7/2/2023) lalu.

Shalawat yang diciptakan oleh Imam Ja’far Ash-Shadiq ini berhasil menyihir jutaan pemirsa yang menyaksikan puncak resepsi 1 abad NU. Suara merdu dari 4 vokalis cilik beserta paduan suara dari UIN Sunan Ampel Surabaya makin menciptakan harmoni saat diiringi orkestra yang dipimpin maestro legendaris Indonesia, Addie MS.

Menurut Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Peterongan, Jombang, Jawa Timur, Prof Ahmad Zahro, Imam Ja’far ash-Shadiq secara nasab merupakan cucu dari Rasulullah saw. Jalur nasabnya yaitu Jafar bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali Al-Murtadlo.

“Shalawat asyghil berasal dari Ja’far ash-Shadiq (wafat 138 H). Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umayyah dan awal era Abbasiyah yang penuh intrik dan konflik politik,” jelas Ahmad Zahro dikutip NU Online dari Azahro Official, Ahad (12/2/2023).

Dalam Jurnal Studi Hadis Nusantara (2022) halaman 134-148, Nurjaman, Deden, Lukman Zain, dan Ahmad Faqih Hasyim menjelaskan bahwa Imam Ja’far ash-Shadiq rutin membaca shalawat asyghil dengan jamaahnya saat melakukan doa qunut subuh.

Shalawat itu muncul salah satunya ketika ahlul bayt atau keturunan Nabi Muhammad saw mengalami persekusi oleh Bani Umayyah, terutama di masa kepemimpinan Yazid bin Muawiyyah. Lalu Ja’far Ash-Shadiq membuat shalawat asyghil. Dia berdoa agar orang-orang zalim itu ribut sesama mereka sendiri.

Pembacaan shalawat asyghil juga tersambung kepada salah satu wali besar al-Habib bin Umar al-Hinduan Ba’alawy. Shalawat asyghil sering dibacakan di Hadramaut daurah Masyayikh Yaman hingga sekarang.

Sebab itu, shalawat asyghil juga dikenal dengan sebutan shalawat Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Ba’alawy (wafat 1122 H). Sebab, shalawat ini tercantum dalam kitab kumpulan shalawat beliau, yakni al-Kawakib al-Mudhi’ah fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah.

Dikutip dari tesis Sierly Ulya Maulida berjudul KH. Ali Manshur: Biografi dan Penggagas Sholawat Badar (UIN Sunan Ampel Surabaya, 2022) menjelaskan bahwa pada zaman penjajahan Belanda, banyak ulama yang membaca shalawat, salah satunya shalawat asyghil, lafal shalawat asyhgil dengan jelas menunjukkan fungsinya untuk membentengi diri dari luar dan dalam.

Di kalangan ulama pesantren, tokoh yang dikenal memiliki sanad shalawat asyghil yaitu Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH M. Anwar Mansur. KH Anwar Manshur memperoleh ijazah shalawat asyghil dari KH Abdul Abbas Buntet Cirebon.

Dalil membaca shalawat Asyghil
Membaca shalawat membuktikan kecintaan kepada Nabi Muhammad. Mengenai perintah dan keutamaan ber shalawat diantaranya Al-Qur’an Q.S. Al Ahzab: 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawat Lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Redaksi shalawat asyghil

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad

Wa asyghilidz dzoolimiina bidz-dzoolimiin

Wa akhrijnaa min baynihim saalimiin

Wa ‘alaa alihi wa shohbihii ajma’in

Artinya: “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka, dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

Faedah atau keutamaan membaca shalawat asyghil

  1. Dihapus dosa oleh Allah

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيئَاتٍ

“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat dan menghapus darinya sepuluh dosa.” (HR. Ahmad).

  1. Diangkat derajatnya oleh Allah

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh shalawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An Nasa’i).

  1. Dicintai Rasulullah saw

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi).

  1. Bisa menghindari membicarakan kejelekan orang lain
  2. Mendapat pertolongan Allah swt dalam banyak hal. (***//sumber NUonline)

Dari Arena APEKSI,Hingga “Reuni” Walikota Bima dan Pasuruan Berdarah NU

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kota Bima dibawah kendali Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) ikut memeriahkan Acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah IV meliputi Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Acara APEKSI diikuti oleh seluruh Pemkot dengan jumlah Wali Kota sebanyak 13 orang bersama delegasi masing-masing daerah hadir di Kota Pasuruan Jawa Timur. Kamis, 22 Juni 2023.

Pada acara itu disertai dengan Pawai Budaya, dan Kota Bima menampilkan pentas seni meliputi Rimpu Mantika, Tari Wura Bongi Monca dan Tari Lenggo Kreasi.

Sementara, yang berhasil menghipnotis masyarakat yakni balutan Rimpu dari Tembe Nggoli yang dikenakan oleh peserta Kota Bima berhasil menyita perhatian masyarakat Pasuruan dan delegasi dari daerah lain.

Disisi lainya adlah bertemunya dua sahabat lama yang sama-sama sedang menjabat Walikota yakni Walikota Bima (Bang Lutfi) dan Walikota Pasuruan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).

Dimomentum itu, salah satu Tokoh muda sekaligus Budayawan Muda Bima, Dzul Amirulhaq, S. PdI meluapkan rasa riang gembiranya dengan adanya pertemuan kedua tokoh panutannya di laman Facebooknya menulis status dengan Judul DUA PENDEKAR NU.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (Bang Lutfi) dan Walikota Pasuruan Jawa Timur Syaifullah Yusuf (Gus Ipul)

Gus Irul, sapaan akrab Dzul Amirulhaq menguraikan bhwa Di era 90-an, anak-anak muda NU sangat akrab dengan mereka berdua. Saat roda reformasi sedang bergulir, di awal tahun 2000, keduanya saling ambil posisi. Gus Ipul (Syaifullah Yusuf) kala itu sedang menjabat sebagai Plt Ketua Umum PP GP Ansor menggantikan Habib Ikbal Assegaf yang meninggal dunia.

Dan Muhammad Lutfi masih bersama Forkot mengawal pemerintahan transisi.

Mahasiswa-mahasiswa NU menjadikan mereka berdua sebagai role model aktifis yang berani dan sukses berdialektika di penghujung rezim orde baru.

Gus Irul mengenang bahwa di tahun 2006, sewaktu menjabat Menteri Pembangunan Desa Tertinggal, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), berkunjung ke Bima. Bang Lutfi ditemani beberapa kader muda Ansor (termasuk penulis), beramah tamah dengan beliau di paviliun Pendopo Bupati.

Gus Ipul terkejut begitu mengetahui jika Bang Lutfi adalah orang Bima, dan masih bernasab pada salah satu ulama kharismatik era 1950an.

Jadilah obrolan malam itu semacam temu kangen seorang senior dengan junior.

Meski Gus Ipul adalah mantan ketua HMI cabang Jakarta Selatan, dan Bang Lutfi kader PMII Jakarta Timur,

itu tidak lantas menjadi pembatas kedekatan emosional mereka dalam ranah generasi muda NU.

Bersama Muhaimin Iskandar, Ulil Abshar Abdalla, Kyai Cholil Nafis, Nusron Wahid, dan banyak lagi yang lainnya.

Bang Lutfi adalah generasi emas didikan PBNU yang langsung bersentuhan dengan Gus Dur.

Dan kini, mereka tersebar mengisi ruang-ruang elit kepemimpinan nasional dengan koneksi dan kohesi yang cukup berpengaruh bagi konstalasi politik Indonesia.

Tahun ini, Kota Pasuruan bertindak selaku tuan rumah pertemuan rutin APEKSI. Secara kebetulan Walikotanya adalah Gus Ipul.

Jadilah, ini perjumpaan mereka pada maqom yang sama, yakni sama-sama Walikota.

Kedua tokoh ini memilih haluan yang sama dalam hal rute pengabdian. Gus Ipul, pernah menjabat sebagai Menteri, lalu menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur, dan saat ini pulang kampung menjadi komandan di Kota Pasuruan.

Begitu pula halnya dengan Bang Lutfi, setelah hampir dua periode mengawal aspirasi NTB di Komisi VIII DPR RI, beliau terpanggil pulang ke Kota Bima untuk membenahi kampung halamannya.

Begitulah para pendekar-pendekar NU, memang ditempa untuk selalu siap mengabdi kapan dan di mana saja.

Tidak ada dalam kamus politisi NU bahwa pusaran kekuasaan itu nikmat, lalu harus berleha-leha di sana. Kekuasaan, bagi para pionir Nahdlatul Ulama adalah soal Khidmat, bukan Nikmat.

Gus Ipul dan Bang Lutfi mengajarkan kita, tentang kemauan keras mendorong dan memprakarsai perubahan itu sampai ke tingkat yang paling bawah, sebab di sanalah denyut nadi rakyat itu benar-benar terasa.

“Sehat-sehat selalu wahai sang panutan” demikian tulisan singkat Gus Irul. (***)

Pemuda Asal Bara Miliki Ganja 1.27 Kilogram Ditangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Dompu meringkus pria inisial KM alias Lele (28), asal Desa Bara, Kecamatan Woja, saat hendak mengambil Paket diduga Ganja seberat 1.27 Kg, pada Kamis (22/6/2023) sekira pukul 16.00 Wita.

Penangkapan Pria yang keseharian berprofesi sebagai supir ini praktis menghebohkan warga dan pengguna jalan di sekitar Kantor JNE yang beralamat di Lingkungan Mantro, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, tempat ia mengambil barang haram tersebut.

Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat, S.I.K., melalui Kasatresnarkoba, Iptu Abdul Malik, SH., menyebut bahwa pengungkapan kasus berawal dari laporan terkait adanya paket yang diduga berisi narkotika jenis Ganja.

“Benar, Tim Opsnal dipimpin IPTU Rahmadun Siswadi, mendapat perintah dan langsung bergerak mengintai,” ungkap Kasat ketika dikonfirmasi.

Ditanya mengenai barang bukti, ganja tersebut memiliki berat kotor 1.27 gram, kategori daun kering dalam 1 (satu) buah paket besar yang di bungkus dengan Kardus dengan No Resi. 440130003013*** dan 1 (Satu) buah Hp Nokia kecil warna hitam.

Kasat juga menjelaskan, awalnya, Pada hari Kamis tanggal 22 Juni 2023 sekitar pukul 09.15 wita anggota Opsnal Sat Resnarkoba Polres Dompu mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada pengiriman Satu buah paket yang mencurigakan di Kantor JNE lingkungan Mantro, Kelurahan Bada.

Menindaklanjuti laporan tersebut, lanjut Kasat, sekitar pukul 12.30 wita tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Dompu melakukan konfirmasi di Kantor JNE terkait sebuah kiriman paket tersebut.

“selanjutnya pada pukul 15.50 wita tim di hubungi oleh pegawai Kantor JNE bahwa ada paket yang di curigai Narkotika tersebut akan di ambil oleh seseorang yang sudah kami kantongi identitasnya,” jelasnya .

Setelah beberapa jam diintai, target yang curigai tersebut membawa sebuah paket. Tak menunggu lama, Tim angsung melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang di hadapan saksi-saksi.

Usai melakukan serangkaian pengungkapan hingga penangkapan, terduga pelaku saat itu juga langsung diseret ke Makopolres Dompu untuk diproses lebih lanjut. (***)

Satu Dari Tiga Pencuri Beras Bansos Asal Desa Waro Ditangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Personel Polsek Monta Polres Bima Polda NTB berhasil mengamankan Satu dari tiga komplotan Pencurian Beras Bansos di Desa Waro Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Kasus pencurian tersebut terjadi Minggu (4/6/23) Sekira Pukul 02.00 dini hari di Kantor Desa Waro.

Pencurian tersebut diketahui saat Kadus desa Desa Waro yang bertemu dengan salah satu warga yang menanyakan apakah di Kantor Desa ada kehilangan beras Bansos dan dijawab tidak tau karena belum saya cek..

Kepala Dusun diberikan mandat oleh pemdes setempat untuk menjaga beras Bansos tersebut yang disimpan di kantor desa.

Setelah melalukan pengecekan ternyata Sebanyak 15 karung beras Raib/hilang dan Kepala Dusun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Monta.

Kapolsek Monta yang menerima laporan tersebut Memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan serangkaian penyelidikan terkait keberadaan para terduga pelaku.

Empat belas hari kemudian tepatnya Kamis ( 22/6/23) Petugas berhasil mengendus keberadaan terduga pelaku yang berinisial FS tanpa membuang Waktu Petugas pun langsung meringkus terduga.

Dihadapan petugas FS mengakui dalam melakukan aksinya dilakukan bersama dua rekannya yang berinisial AS, dan JN.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto SH S.I.K, melalui kasi Humas Iptu Adib Widayaka membenarkan pihaknya telah mengamankan satu dari tiga kompolotan terduga pencurian yang berinisial FS L/23 Warga Desa Waro.

“Benar kami telah mengamankan salah satu komplotan Pencurian Beras Bansos di Desa Waro sedangkan 2 Rekan terduga yakni AS dan JN Masih kami buru” Ujarnya.

Saat ini saudara FS diamankan di Mapolsek Monta untuk diproses hukum lebih lanjut Tutupnya. (***)

Cegah Human Trafficking, Kasat Binmas Polres Dompu Edukasi Pengojek

jpn

Bimantika.net -Bentuk upaya pencegahan timbulnya praktek ‘Perdagangan Manusia’ (Baca: Human Trafficking) di wilayah NTB, khusus di Kabupaten Dompu, Polres Dompu melalui Kasat Binmas, Iptu Makrus, S.Sos bertatap muka dengan warga, Kamis (22/6/2023) sekira pukul 09.30 waktu setempat.

Sasaran kali ini yakni sejumlah Tukang Ojek yang beroperasi di Lingkungan Salama, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, di mana Kasat berikan edukasi, ‘suluh’ sekaligus mengajak warga agar membantu Kepolisian menjaga Kamtibmas terlebih jelang pesta demokrasi tahun 2024 mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Tak hanya berkaitan Tindak pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang disinggung olehnya, lebih jauh ia juga mengingatkan agar warga tak ikut-ikutan pada aktifitas pemblokiran jalan.

“Dihimbau kepada masyarakat khususnya komunitas ojek Kelurahan Bada agar selalu membantu tugas-tugas Polri dala menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” pinta Kasat Binmas.

Terlebih, lanjutnya, akhir-akhir ini tengah marak praktek perdagangan manusia di mana para oknum pelaku praktek perdagangan orang ini diduga menggunakan sistem sel yang terputus-putus di satu daerah ke daerah lain.

“Diminta kepada teman-teman ojek agar memberikan informasi kepada Bhabinkamtibmas atau kantor polisi terdekat apabila mendengar adanya masyarakat yang mau pergi ke luar Negeri,” harap Kasat.

Dijelaskannya, bahwa kepada masyarakat kominitas ojek dan keluarga agar tidak menjadi Tenaga Migran Indonesia/PMI dengan cara ilegal karena banyak terjadi penipuan yang di lakukan oleh cukong-cukong dengan sasaran perdagangan orang.

Kasat juga menghimbau, apabila ada permasalahan di ingatkan agar warga jangan melakukan pemblokiran jalan, sebab itu dapat dan tentu akan merugikan orang lain.

Kasat menambahkan utamanya menjelang tahapan pemilu legislatif dan pemilu Presiden dan wakil presiden tahun 2024 agar masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kegiatan berakhir pukul 10.00 wita berjalan dengan aman dan tertib,” pungkas Kasat saat dikonfirmasi. (***)