Angka HIV di Indonesia Meningkat Generasi Produktif Terancam

jpn

Oleh: Novi Anggriani S.Pd ( Aktivis Muslimah Kota Bima)

BIMAntika.net -Indonesia emas 2045 makin jauh panggang dari api, fakta yang terjadi makin melesat dari berbagai aspek. Salah satunya adalah kondisi rakyatnya, yang memiliki tingkah laku yang makin bebas bahkan tak terkendali.

Hal ini ditandai dengan perkembangan kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) meningkat di Indonesia. Berdasarkan data BPS, terdapat 63.297 kasus baru HIV/AIDS yang tersebar diberbagai provinsi.

Di Kota Bima sendiri penyebaran HIV cukup masif, jumlah kasus pada tahun 2024-2025 terdapat 90 kasus di antaranya 3 orang meninggal dunia. Sebagaimana yang disampaikan oleh Yayuk Sri Rahayu selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang mengatakan, “infeksi HIV di dominasi pada usia produktif yakni usia 25 hingga 49 tahun dan disusul pada peringakat kedua usia 20 hingga 24 tahun” (Metro TV news.com, 11/06/2026). https://www.metrotvnews.com/read/bw6C2w23-kasus-hiv-di-karawang-didominasi-kelompok-usia-produktif

Berkembang pesatnya penyakit HIV bukan tanpa sebab, ada pelanggaran syariat yang dilakukan oleh manusia dalam pola interaksinya. Pelaku dan korbannya adalah mereka yang tergolong dalam usia produktif, rentan usia yang masih bebas dalam bergaul dan abai terhadap syariat.

Apalagi HIV adalah penyakit yang belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan secara total, ketika terus dibiarkan maka akan mengancam potensi generasi dan menghilangkan banyak nyawa. Lebih lanjut akan merusak lingkungan sosial masyarakat bahkan negara.

Kebebasan membawa Bencana

Tingginya HIV tidak terlepas dari kacaunya pergaulan masyarakat yang serba bebas. Kebebasan berekspresi yang menjadi standar kebahagiaan telah merubah laki-laki yang seharusnya menjalankan fitrah maskulin justru mereka membentuk karakter feminis pada gaya bicara, gerakan tubuh. Bahkan banyak di antara mereka yang mengubah jenis kelamin demi mendapatkan fisik yang sama layaknya perempuan dan tertarik dengan sesama jenis.

Mirisnya mereka tidak malu menampakkan diri di hadapan publik, bahkan dikasih panggung dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Wajar saja media sosial digunakan untuk memposting setiap kegiatan yang mereka lakukan, termasuk berani mengupload video pengakuan positif HIV.

Kebebasan ini lahir dari negara yang memberikan peluang untuk mereka terus terperosok dalam kemaksiatan, hingga mereka makin percaya diri sampai membentuk kelompok-kelompok dari lintas daerah hingga negara. Pembiaran perilaku menyimpang ini menjadi indikasi gagalnya negara dalam menangani faktor mendasar dari munculnya penyakit HIV. Kenapa demikian?

Dalam penanganannya HIV negara berupaya dengan membentuk berbagai program seperti, kampanye pencegahan HIV. Bahkan pelaku LGBT dijerat pidana dalam Pasal 292 KUHP, tetapi upaya yang dilakukan oleh negara tidak memberikan dampak yang signifikan. Justru menambah deretan angka baru tiap hari, karena akar peroalanya ada pada sistem sekuler yang meniscayakan pemisahan agama dari kehidupan. Sistem ini melahirkan kerusakan dan membawa pengaruh buruk pada generasi.

Pada akhirnya pemuda lebih bangga memamerkan kemaksiatan dari pada kebaikan, dengan dalih mencari kebahagiaan. Mereka merasa terpuaskan dengan melakukan berbagai tindakan menyimpang tersebut. Pun jika ada yang tetap berpegang teguh pada syariat Islam dianggap radikal dan diasingkan.

Terikat Syariat Membawa Selamat

Allah menurunkan Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mengatur manusia dalam berbagai aspek kehidupannya ibadah, pergaulan, muamalah, uqubat dan siyasah (politik). Tidak dibiarkan mengikuti aturan buatan manusia, sebab pasti akan melahirkan kerusakan. Segala aktivitas kehidupan manusia harus terikat dengan hukum syara’, ketika diterapkan akan mendatangkan kebaikan, kebahagiaan bukan hanya untuk individu tetapi juga untuk masyarakat hingga negara.

Islam mewajibkan sistem pergaulan yang mengatur pemisahan kehidupan laki-laki dan perempuan, kecuali pada hal-hal yang dibolehkan syariat seperti, muamalah, pendidikan, pengobatan dan lain-lain. Sistem Islam melarang hubungan seksual sesama jenis. Karena itu adalah kemaksiatan yang harus dimusnahkan dalam kehidupan manusia. Membiarkan perbuatan maksiat berada didepan kita justru akan mendatangkan murka Allah.

Allah hanya menciptakan dua jenis kelamin pada manusia yaitu laki-laki dan perempuan, diharamkan baginya mengubah ciptaan Allah dan menyerupai (tasyabbuh) yang bukan kodratnya sebagaimana yang telah disabdakan oleh Raulullah SAW, diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA: “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.”(HR.Bukhari no.5885).

Semakin meningkatnya fenomena HIV akan mengundang azab yang pedih seperti yang terjadi pada kaum nabi Luth, Allah menurunkan gempa bumi yang mengjungkirbalikan kota sodom dan disusul dengan hujan batu atau meteor yang panas hingga menghanguskan mereka hingga musnah.

Maka perlu adanya daulah Islam (Khilafah) yang akan menerapkan Islam secara kaffah, hukum Syara’ akan mudah diterapkan karena ada seorang Khalifah yang bertugas sebagai raa’in (pengurus rakyat) dan junnah (pelindung). Ketika terjadi penyimpangan maka akan ada hukuman (jinayah) berfungi sebagai jawazir dan jawabir. Jawazir sebagai benteng pencegah bagi yang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama. Sedangkan jawabir sebagai penebus dosa bagi pelaku tindak pidana diakhirat. Oleh Karenanya akan benar-benar memberikan efek jera, agar manusia takut berbuat maksiat.

Media sosial dalam Khilafah diatur sedemikian rupa, dibentuk tim cyber untuk mengaturnya. Tidak ada konten-konten keburukan dan penyimpangan yang dipertontonkan kepada umat. Hanya digunakan sebagai sarana dakwah dalam membina masyarakat sehingga terbentuk kepribadian Islam pada diri mereka. Banyaknya pemahaman Islam yang menghiasi kehidupan manusia maka akan semakin menambah keterikatan mereka pada hukum syara’.

Sudah sangat jelas bagaimana bobroknya sistem sekularisme yang hanya membawa manusia untuk menuhankan hawa nafsunya saja. Maka kita yang notabenenya adalah umat muslim harus kembali beralih kepada syariat Islam.
Wallahua’lamm bishawab. (****)

Ketua Umum PB Perkemi Lantik Perkemi NTB, Doktor Syam : “Memimpin PERKEMI NTB Adalah Sebuah Kehormatan Yang Dibayar dengan Prestasi”

jpn

BIMAntika.net -Pengurus baru Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) NTB kini dibawah kendali Dr Syamsuriansyah, MM. M.Kes.

Doktor Syam sapaannya secara resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Pengprov Perkemi NTB untuk masa bakti periode 2026-2030 setelah menjalani prosesi pelantikan yang digelar di Hotel Lombok Raya, Sabtu (4/7) yang dilantik secara langsung oleh Ketua Umum PB PERKEMI.

Saat prosesi pelantikan pengurus baru Pengprov Perkemi NTB tersebut dihadiri langsung sejumlah pimpinan pengprov cabor, pengurus Perkemi kabupaten/kota, hingga berbagai stakeholder olahraga.

Ada harapan baru sebagai penyemangat dalam jangka yang akan datang seiring dengan dilantiknya sejumlah jajaran pengurus baru tersebut.

Ketua Pengprov Perkemi NTB Dr Syamsuriansyah menegaskan komitmennya untuk langsung riil action untuk membuktikan prestasi kempo NTB.

Menurutnya, sinergitas dan kerjasama yang baik serta transparan akan ia terapkan dan memastikan para atlet siap mempertahankan sekaligus melampaui capaian yang berhasil diperoleh kepengurusan periode-periode sebelumnya.

“Alhamdulillah diberi kepercayaan memimpin PERKEMI NTB adalah sebuah kehormatan” Demikian Ujar Syam sapaan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat ini.

Ia pun ucapkan Terima kasih kepada Seluruh Forkopimda NTB, Kadis Dikpora NTB yang telah memberi semangat, KONI NTB, dan Seluruh Cabang Olahraga NTB yang telah bersedia hadir dan memberi semangat baru bagi dirinya dalam rangka SIAP berkontribusi bagi kemajuan Olahraga di NTB menyongsong PON ke 22 tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat.

“Saya yakin dengan kebersamaan dan Persaudaraan yang kuat kita bisa meraih PRESTASI tinggi tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di Kancah internasional” ungkap Doktor Syam.

“Terima ksih khusus saya sampaikan pada Ketum PB PERKEMI Bapak Laksamana Madya TNI (Purn) Prof. Dr. Agus Setiadi, S.A.P., MA yang telah bersedia hadir untuk melantik pengprov PERKEMI NTB” Ujarnya mengakhiri.

PERKEMI (Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia) adalah induk organisasi resmi yang menaungi cabang olahraga (cabor) bela diri Shorinji Kempo di Indonesia.

Berdiri sejak 2 Februari 1966, cabor ini berfokus pada teknik pertahanan dan serangan yang cepat, serta mengintegrasikan pelatihan mental, fisik, dan pertahanan diri.

Sebagai salah satu cabor anggota KONI, PERKEMI aktif membina atlet mulai dari tingkat junior hingga profesional untuk berbagai kompetisi daerah dan nasional. Berikut adalah inti dari bela diri Shorinji Kempo: (****)

Satpol PP Musnahkan Puluhan Botol Miras Jenis Arak Bali, Sebuah Komitmen Pemkab Bima Dalam Pemberantasan Miras

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kabupaten Bima melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebanyak 50 botol minuman keras (miras) jenis Arak Bali hasil operasi cipta kondisi dimusnahkan di halaman kantor Bupati Bima setelah Upacara Peringatan Hari Jadi Bima yang Ke 386

Acara pemusnahan miras tersebut sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang pengendalian produksi, peredaran, dan konsumsi minuman beralkohol.

Langkah tegas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan Kabupaten Bima yang aman, nyaman, dan terbebas dari dampak buruk peredaran minuman keras.

Penindakan ini sekaligus menjadi pesan bahwa tidak ada toleransi terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ketertiban umum maupun masa depan generasi muda.

Di bawah kepemimpinan Bupati Bima Ady Mahyudi, Pemerintah Kabupaten Bima terus mendorong penguatan pengawasan terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum yang dapat mengancam kehidupan masyarakat. Upaya pencegahan dan penegakan aturan diharapkan berjalan beriringan dengan edukasi serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Peredaran minuman keras ilegal maupun penyalahgunaan obat-obatan terlarang bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi masa depan anak-anak dan generasi muda Bima. Karena itu, pengawasan yang konsisten serta kerja sama lintas instansi menjadi sangat penting agar ruang gerak pelaku dapat terus dipersempit sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasat Satpol PP Irfan Dj menegaskan bahwa operasi penertiban akan terus dilakukan secara berkala, dan juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan peredaran minuman keras ilegal atau aktivitas lain yang melanggar hukum kepada aparat yang berwenang.

Lanjut nya Partisipasi masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

“Besar harapan kami agar masyarakat juga bisa bekerja sama dengan Aparat penegak Hukum seperti kepolisian TNI dan Satpol PP agar semangat penegakan hukum ini terus dijaga dan diperkuat” ujarnya.

Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Bima membutuhkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan generasi penerus.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga, cita-cita mewujudkan Bima yang tertib, bermartabat, dan semakin maju akan semakin mudah diwujudkan.

Pemusnahan barang bukti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol bahwa pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat. Ketegasan dalam menindak pelanggaran, disertai dukungan penuh dari masyarakat,

Diharapkan menjadi benteng yang kuat dalam mencegah peredaran minuman keras ilegal maupun penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang sesuai kewenangan aparat penegak hukum.
Keselamatan generasi muda adalah investasi terbesar bagi masa depan Kabupaten Bima.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Soal Mutasi dan Rotasi, Walikota Aji Man Angkat Bicara Dari Hati Yang Terdalam, Keluarga Yang Melanggar Pasti di Proses dan Yang Prestasi di Apresiasi

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE didampingi Wakil Wali Kota Bima melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bima dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu, Rabu (01/072026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, Camat, dan Lurah se-Kota Bima.

Dalam gerbong pelantikan itu, istrinya Hj. Badrah Ekawati, S. Tr. Keb, SE ikut dilantik dalam jabatan sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima

Atas pelantikan istrinya tersebut menjadi perbincangan publik di platform media sosial, sehingga Aji Man sapaan akrab Walikota Bima menanggapinya dengan membuat postingan di akun Facebook pribadinya.

Nampak Aji Man menguraikan kata hatinya yang amat sangat dalam dalam postingan akun facebooknya.

Berikut suara hati Walikota Bima dalam akun Facebook pribadinya tanpa redaksi media Bimantika kurangi ataupun menambahnya :

Dapat inbox WhatsApp dari teman “ P Wali apa benar Ipar dan istri di kasih jabatan strategis di Pemkot..itu viral di media sosial”
dan yg pasti ini menjadi bahan pembicaraan yg harus saya luruskan.

Saya dilantik jadi walikota Pebruari 2025 ..Saya disumpah untuk taat aturan dan menjaga amanah rakyat. Tapi saya juga manusia biasa, punya keluarga . Saya lahir dari keluarga besar: kami 21 bersaudara dari 3 ibu. 10 saudari perempuan, 11 saudara laki-laki.

Sering saya renungkan ..Apa dua hal ini harus dipertentangkan ? Hati saya bilang tidak.

Ini yang saya rasakan dan pegang sampai hari ini :

  • Keadilan di atas kedekatan *
    Di meja kerja saya, tidak ada keluarga atau bukan keluarga. Ukurannya cuma satu: benar atau salah. Yang melanggar saya proses. Yang berprestasi saya apresiasi. Siapa pun orangnya.
  • PNS wajib profesional *
    PNS itu Abdi negara.
    Saya tidak pernah menilai ASN dari bapaknya siapa atau suaminya siapa. Saya hanya lihat kompetensi, integritas, dan hasil kerjanya. Justru kepada keluarga saya yang ASN, saya minta kerja dua kali lebih keras untuk membuktikan diri.

Saya Luruskan soal KELUARGA SAYA

Biar tidak jadi FITNAH . Dari 10 saudari perempuan saya, hanya 3 orang yang suaminya ASN. Dan ketiganya sudah pensiun. 7 lain suaminya bukan ASN. Itu berarti tidak ada lagi IPAR saya yg ASN apalagi jadi PEJABAT

Tentang ISTRI saya : Bdn. Badrah Ekawati, SE, Str.Keb

Ini bagian paling berat bagi saya pribadi. Saya sering dengar sindiran: “Apa gunanya ASN kalau suaminya Walikota?”

Saya jawab dengan FAKTA : Istri saya diangkat PNS tahun 1993 jadi sudah mengabdi selama 33 tahun . Jauh sebelum saya terjun ke politik. Jenjang pendidikannya di bidang kesehatan : mulai dari SPK, D1, D3, D4 Kebidanan, Ambil Profesi Bidan, juga sampai Sarjana Ekonomi
Kariernya mulai dari bawah:

  • Staf biasa 20 tahun ,
  • Kasi Promkes tahun 2013
  • Kabid Promkes Agustus 2016,
    Golongan IVa sejak april 2017 , Semua dia lalui lewat uji kompetensi dan penilaian kinerja. Tidak ada jalan pintas.

Saya bertanya pada diri saya sendiri: apakah 33 tahun pengabdian, 4 jenjang pendidikan kesehatan, Profesi Bidan, gelar S.E, dan jabatan yang dia rintis dari nol itu gugur nilainya hanya karena hari ini dia adalah istri saya seorang walikota

Jawaban saya: tidak. Yang menilai seorang ASN adalah SKP-nya, hasil kerjanya, absensinya, integritasnya Bukan status perkawinannya dengan saya.

Seluruh proses pelantikan sudah lewat Baperjakat. Pakai sistem merit, Persetujuan Tekhnis dari BKN. Saya sadar tidak semua orang akan puas. Bagi saya, ketidakpuasan itu bagian dari demokrasi. Tugas saya menjawabnya dengan kerja, bukan dengan janji.

Harapan Saya untuk Kota Bima
Saya ingin kita buka ruang selebar-lebarnya untuk putra-putri terbaik Bima. Jangan tanya dia anak siapa. Tanya apa yang bisa dia perbuat untuk kota ini.

Prinsip hidup saya Maja Labo Dahu – Malu berbuat salah, takut melanggar aturan. Prinsip ini yang saya tanamkan ke anak-istri saya. Ini juga yang saya tuntut ke seluruh ASN. Keluarga saya harus jadi yang pertama memberi contoh.

Saya yakin, jika birokrasi kita humanis, profesional, objektif, dan taat aturan, maka rakyat Bima akan dilayani dengan cara yang memanusiakan.

Bima, 04 Juli 2026 (*)

Silaturahmi dan Konsolidasi PAN NTB, Pileg 2029 Targetkan Dua Kursi DPRD Provinsi Dapil Bima Raya dan Dompu

jpn

Bimantika.net -Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar agenda silaturahmi dan konsolidasi politik.

Konsolidasi politik ini sebagai bagian dari penguatan organisasi serta persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang khususnya Pemilu legislatif 2029.

Kegiatan yang berlangsung di Caffe Beginning, Kota Bima, Sabtu (4/7/2026), dihadiri jajaran pengurus PAN dari berbagai daerah di Pulau Sumbawa.

Ketua DPW PAN NTB, Lalu Ahmad Zaini, dalam arahannya menegaskan pentingnya memperkuat konsolidasi sejak dini agar mesin partai semakin solid hingga ke tingkat akar rumput.

Ia menargetkan wilayah Bima dan Kota Bima mampu menyumbangkan dua kursi DPRD Provinsi NTB.

Sehingga keterwakilan masyarakat Bima di tingkat provinsi semakin kuat.

“Target dua kursi bukan sekadar angka, tetapi bentuk komitmen PAN untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Bima Raya di tingkat Provinsi NTB.

“Karena itu, konsolidasi harus dimulai dari sekarang dengan membangun kekompakan seluruh kader,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD PAN Kabupaten Dompu, jajaran DPD PAN Kota Bima, Bupati Bima Ady Mahyudi, Wakil Wali Kota Bima Fery Sofiyan, serta anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bima dan DPRD Kota Bima.

Kehadiran para pimpinan daerah dan legislator menjadi simbol kuatnya sinergi antara struktur partai dan para pemegang amanah publik.

Forum konsolidasi juga dimanfaatkan sebagai wadah mempererat komunikasi antar-kader, menyamakan strategi politik, serta memperkuat komitmen dalam membesarkan PAN di wilayah Bima Raya.

Dengan semangat kebersamaan, PAN optimistis mampu meningkatkan perolehan suara sekaligus memperluas representasi politik di tingkat provinsi pada pemilihan legislatif mendatang.

Di tempat yang sama ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bima Rafidin S. Sos,Menegaskan dirinya selaku kader PAN akan bekerja semaksimal mungkin untuk memperoleh suara terbanyak.

“Dan kami berkomitmen untuk mendapatkan satu kursi untuk keterwakilan Senayan” ujarnya

Lanjut nya karena kita hari ini memiliki Bupati dari Partai PAN begitu juga dari kota dengan adanya Wakil wali kota tutup nya”
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Wakil Gubernur NTB Umi Dinda Buka Secara Resmi Rakor TPID Provinsi NTB di Kota Bima

jpn

BIMAntika.net -Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Sekretaris Daerah Kota Bima, pimpinan BUMN, serta seluruh anggota TPID Kota Bima. Jum,at (03/07/26).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta rapat. Atas nama Pemerintah Kota Bima,

ia berharap forum koordinasi tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dalam mengendalikan inflasi di daerah.

Feri Sofiyan mengungkapkan bahwa saat ini Kota Bima termasuk daerah dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi di Provinsi NTB. Meski demikian, TPID Kota Bima terus menunjukkan respons cepat melalui berbagai upaya, seperti pelaksanaan operasi pasar murah secara rutin, inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar, serta pemantauan harga kebutuhan pokok.

Namun demikian, menurutnya masih terdapat beberapa komponen penyumbang inflasi yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah, salah satunya adalah kenaikan harga tiket pesawat.

Oleh karena itu, ia berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bima yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat koordinasi TPID tingkat Provinsi NTB.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur secara resmi membuka Rapat Koordinasi TPID Provinsi NTB sebagai forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Umi Dinda sapaan Wakil Gubernur NTB menjelaskan bahwa kenaikan inflasi tidak hanya terjadi di Kota Bima, tetapi juga dialami oleh sejumlah kabupaten/kota di Pulau Lombok.

Meski demikian, secara bertahap angka inflasi mulai menunjukkan tren penurunan berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antar seluruh pihak.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada angka statistik semata, tetapi juga harus memahami faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan maupun penurunan harga di lapangan.

Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.

Mengakhiri arahannya, Wakil Gubernur NTB menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta rapat.

Ia berharap pertemuan ini semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh anggota TPID dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (*//Zulfikar//Kominfo)

Polsek Madapangga Tangkap Jaringan Pengedar Narkoba Lintas Kecamatan di Desa Dena

jpn

BIMAntika.net -Dibawah Kepemimpinan Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H perang melawan peredaran gelap narkoba yang merusak masa depan generasi muda terus digaungkan oleh Kepolisian Resor Bima Kabupaten Polda NTB

Kali ini Polsek Madapangga dipimpin langsung Kapolseknya Ipda Ahmad Zulfikar, SH berhasil membongkar jaringan pengedar barang haram lintas Kecamatan di Kabupaten Bima.

Penangkapan terduga pengedar berinisial HR (L/34) warga Desa Sie Kecamatan Monta ini berlangsung pada Jum,at 3 Juli 2026 sekira pukul 19.30. Wita.

Operasi pengungkapan peredaran barang haram ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebut adanya aktivitas transaksi narkoba jenis Shabu di desa Dena Kecamatan Madapangga.

“Begitu informasinya masuk kami langsung bergerak cepat menuju TKP”. Kata Kapolsek.

Tiba di tempat kejadian perkara (TKP,red) tim melakukan penyelidikan dan observasi untuk mencocokkan dengan informasi awal yang diterima.

Tanpa membuang waktu Kapolsek dan anggotanya langsung melakukan tindakan hukum dengan menggerebek dan mengamankan terduga serta melakukan penggeledahan badan maupun area sekitar TKP yang ikut disaksikan oleh warga sekitar.

Hasilnya dari tangan terduga pelaku petugas berhasil mengamankan satu klip berisi kristal putih yang diduga kuat Narkoba jenis Shabu dan uang tunai sebesar Rp 2.228.000 (dua juta dua ratus dua puluh delapan ribu rupiah) yang diduga kuat hasil penjualan barang haram itu.1 (satu) Kartu ATM bank mandiri gold ,dan 1 (Satu) buah KTP atas nama terduga pelaku.

Sebagai informasi terduga pelaku merupakan jaringan yang mengedarkan barang haram itu lintas Kecamatan di wilayah Kabupaten Bima.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bima Kabupaten AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K. M.H., melalui Kapolsek Madapangga.

Selanjutnya kasus tersebut di serahkan ke penyidik Satresnarkoba untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu Kasat Resnarkoba AKP Dediansyah S.E., mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku.

“Saat ini terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Satresnarkoba”. Jelasnya.

Kasat meneruskan kami akan terus melakukan pengembangan untuk membongkar dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam peredaran gelap narkoba.

“Sesuai dengan perintah Bapak Kapolres, kami akan mengusut tuntas siapapun yang terlibat dalam peredaran narkoba yang menghancurkan masa depan generasi muda khususnya di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten”. Tegas AKP Dediansyah S.E.,

Saat ini terduga pelaku dan sejumlah barang bukti diamankan di Mapolres Bima untuk menjalani pemeriksaan dan akan diproses hukum lebih lanjut. (****)

Dosen UNBIM Lolos Program Talent Scouting Kemendikti Saintek 2026, Sejalan Dengan Semangat “Unggul dan Adaptif” UNBIM

jpn

Bimantika.net -Universitas Bima Internasional (UNBIM) kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan salah satu dosennya, Khairunisyah, S.H., M.H.Li, Dosen Program Studi Hukum, yang dinyatakan lolos dalam Program Talent Scouting Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Tahun 2026.

Program Talent Scouting merupakan inisiatif strategis Kemendikti Saintek untuk menjaring dan mengembangkan talenta unggul di perguruan tinggi.

Program ini bertujuan memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Terdapat beberapa jenis program talent scouting yang populer di Indonesia, antara lain:

Pertama, Talent Scouting Pendidikan Tinggi (Mahasiswa & Akademisi)

Banyak perguruan tinggi top di Indonesia menggunakan program ini sebagai jalur penerimaan mahasiswa baru.

Di Universitas Indonesia (UI), jalur ini diperuntukkan bagi Kelas Khusus Internasional (KKI) tanpa tes tulis, melainkan berdasarkan nilai rapor dan skor TOEFL/IELTS. Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi menyelenggarakan program ini untuk melatih dosen dan tenaga kependidikan agar siap melanjutkan studi S2/S3 di Luar Negeri.

Kedua, Talent Scouting Ketenagakerjaan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memiliki program ini untuk menjembatani pencari kerja dengan perusahaan (link and match).

Program ini biasanya berbentuk lokakarya, bimbingan pembuatan CV, persiapan wawancara kerja, dan pameran bursa kerja agar anak muda lebih siap memasuki industri masa kini.

Ketiga, Talent Scouting ASN & Sekolah Kedinasan

Pemerintah pusat maupun daerah (seperti Pemprov) secara rutin melakukan pemetaan potensi dan uji kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi posisi strategis.

Bagi Anda yang ingin mengetahui alasan mengapa jalur Talent Scouting untuk masuk universitas sering disebut jalur alternatif yang sangat menguntungkan:

Keberhasilan yang diraih oleh salah seorang Dosen UNBIM ini menjadi bukti komitmen UNBIM dalam mendorong budaya akademik yang berorientasi pada inovasi, pengembangan kompetensi dosen, serta peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Partisipasi dosen dalam program nasional diharapkan mampu memperluas jejaring kolaborasi, meningkatkan produktivitas riset, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Khairunisyah menyampaikan harapannya agar kesempatan ini menjadi langkah awal untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang hukum, serta bagi kemajuan pendidikan tinggi Indonesia.

Rektor beserta seluruh sivitas akademika Universitas Bima Internasional menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, aktif mengikuti program pengembangan talenta, serta berkontribusi dalam menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak bagi bangsa.

Sejalan dengan semangat “Unggul dan Adaptif” UNBIM terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif, dan kompetitif guna mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju melalui pendidikan, riset, dan inovasi. (*)

Meriahkan HUT Kabupaten Bima Ke-386, Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K.M.H Ikuti Fun Bike

jpn

BIMAntika.net -Kepala Kepolisian Resor Bima Kabupaten Polda NTB AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., mengikuti kegiatan sepeda santai (Fun Bike) yang di gelar oleh pemerintah daerah Kabupaten Bima.

Kegiatan yang dipusatkan di taman panda hingga Kantor Bupati Bima itu diikuti oleh PJU, personel Polres Bima, unsur Forkompinda dan ratusan masyarakat dari berbagai kalangan pada Jum’at 3 Juli 2026 Pagi tadi.dalam rangkaian memeriahkan HUT Kabupaten Bima -386 tahun 2026.

Sepeda Santai tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat kolektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Hal itu dikemukakan oleh Kapolres Bima Kabupaten AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., dalam keterangan tertulisnya melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Ratusan pesepeda dari berbagai komunitas bersama masyarakat mengikuti rute Fun Bike dengan penuh semangat.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan pengamanan kegiatan tersebut dilakukan oleh personel Polres Bima. (****)

Hasyim : Soal Mutasi dan Rotasi Jabatan, Semua ASN Punya Hak Yang Sama, Sepanjang Memenuhi Syarat Yang Ditetapkan

jpn

BIMAntika.net -Pemerintah Kota Bima memberikan klarifikasi atas berbagai tanggapan yang berkembang di masyarakat terkait pelantikan sejumlah pejabat administrator, pengawas, dan fungsional yang berlangsung pada Selasa (01/7) di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Pemerintah Kota Bima.

Kepala Dinas Kominfo Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, mengatakan pelantikan tersebut dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, seluruh proses pengisian jabatan telah mengikuti mekanisme kepegawaian yang berlaku.

Menurutnya Setiap pengangkatan pejabat dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Penilaiannya didasarkan pada kompetensi, kualifikasi, pengalaman, rekam jejak, integritas, serta kebutuhan organisasi, bukan atas dasar pertimbangan lain di luar ketentuan,” ujar Hasyim dalam keterangannya pada Kamis siang (02/7).

Ia menegaskan, hubungan kekeluargaan seseorang tidak dapat dijadikan alasan untuk memberikan keistimewaan maupun menghilangkan hak seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti proses promosi jabatan.

Selama memenuhi persyaratan administratif, memiliki kompetensi, loyalitas, integritas, dan dinilai mampu mengemban tugas, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk dipertimbangkan menduduki jabatan.

Pemerintah Kota Bima tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, objektivitas, transparansi, dan sistem merit dalam pengelolaan ASN.

“Semua ASN memiliki hak yang sama sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” katanya.

Hasyim juga menekankan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari proses penilaian terhadap seorang pejabat.

Sebaliknya, para pejabat yang baru dilantik akan diukur berdasarkan capaian kinerja, kualitas pelayanan, dan tanggung jawab yang dijalankan setelah menduduki jabatan.

“Silakan masyarakat bersama pemerintah mengawasi kinerja para ASN yang baru dilantik. Mereka harus membuktikan kemampuan melalui kerja nyata. Apabila dalam perjalanannya tidak mampu memenuhi target kinerja yang telah diamanatkan, tentu akan dilakukan evaluasi, dan apabila diperlukan dapat dicopot dari jabatannya sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Hasyim.

Menurut dia, Pemerintah Kota Bima memandang pengawasan publik sebagai bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun masukan secara objektif dan konstruktif.

“Kami mengajak seluruh masyarakat memberikan kesempatan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk bekerja dan menunjukkan hasil nyata. Pemerintah juga terbuka terhadap kritik, saran, dan pengawasan publik demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” kata Hasyim.

Pemerintah Kota Bima berharap penataan birokrasi melalui pelantikan pejabat ini dapat memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah sekaligus mempercepat pencapaian program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.(****)