Langkah Cepat dan Tepat Walikota HML Tangani Korban Banjir

Bimantika.net Keberpihakan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pada warga masyarakat Kota Bima yang dipimpinnya sungguh sangat nampak disaat warga membutuhkannya.

“Walikota hadir di saat Warga membutuhkannya adalah obat psikologis bagi masyarakat berdampak banjir luapan” demikian ungkap Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Bima M. Rafi’in, SE Saat di mintai pendapatnya soal gerakan cepat Walikota HML dalam menyapa warga korban banjir luapan sungai.

Untuk diketahui publik bahwasannya sejumlah areal permukiman warga di Kota Bima terdampak luapan air sungai yang diakibatkan curah hujan yang tinggi dan merata di sejumlah wilayah Kota Bima pada Minggu (28/11/2021) sore kemarin.

Atas bencana luapan air sungai itulah sekitar pukul 14.21 WITA minggu sore. Walikota Bima HML bergerak cepat langsung meninjau sejumlah lokasi yang berdampak.

Walikota HML pum turun lokasi secara langsung didampingi Dinas PUPR dan BPBD serta lurah setempat guna memastikan langkah-langkah apa yang jitu dan pas untuk menangani bencana banjir luapan tersebut.

Pada Minggu sore itu, Walikota HML langsung meninjau beberapa titik pada pukul 15.30 WITA. Antara lain lingkungan lewijambu, kelurahan Santi, jembatan raba Salo penaraga, Lingkungan Salama kelurahan pane, lingkungan gilipanda kelurahan Sarae, jembatan kelurahan Jatiwangi dan Jatibaru timur.

“curah hujan yang tinggi dua hari berturut-turut berdampak pada beberapa sungai meluap dan air masuk ke lahan pertanian dan lahan pemukiman warga. Ini tentu harus ada solusi terbaik dan menjadi sebuah tanggung jawab kita bersama, pemerintah akan mencari solusi terbaik untuk masyarakat yang terdampak banjir luapan sungai,”ujar Walikota HML.

Walikota HML pun tidak tinggal diam dengan adanya duka sejumlah warga masyarakatnya.

“Tidak mungkin kita tinggal diam dengan duka warga, makanya saya selaku Walikota Bima terus berikhtiar mencari soalusi termasuk kerja sama dengn Wold Bank 2022 dalam rangka penuntasan saluran drainase perkotaan” ungkapnya.

Selain dirinya lakukan lobi tingkat tinggi dengan sejumlah pihak diantaranya Wolrd Bank, Mantan Anggota DPR RI Dua Periode ini pun memiliki harapan kesadaran kolektif seluruh warga untuk selalu jaga kelestarian Alam dan Hutan.

Walikota HML tidak hentinya berharap pada jajaran pemerintahan hingga sampai tingkat RT untuk saling ingatkan dalam hal pelestarian alam dan hutan.

“Disamping langkah konkrit perbaikan saluran drainase perkotaan, saya harap kepada seluruh lurah untuk menginstruksikan kepada RT wilayah terdampak untuk segera melaporkan melalui e-Lapor berapa masyarakat yang terdampak di wilayahnya dan akan langsung ditindak lanjuti melalui command centre” demikian Ujar Walikota HML.

Sedangkan untuk jangka pendek saat ini Walikota HML melakukan sentuhan langsung dalam hal memberikan bantuan sembako pada warga yang berdampak banjir.

“langkah jangka pendek ini sifatnya membantu meringankan beban warga berdampak banjir, namun langkah besarnya adalah insya Allah 2022 kita sudah lakukan komunikasi dengan Wold Bank untuk pembenahan seluruh sistim drainase perkotaan” demikian tegas Walikota HML. (***)

HIV Aids Vs Covid-19 di Kota Bima NTB

Oleh : Asryadin, S.ST.,M.Si / Dinas Kesehatan Kota Bima
Email : baekadhin@yahoo.co.id

Bimantika.net
Gambaran Umum Kasus HIV AIDS di Kota Bima.
Program pengendalian HIV/AIDS bertujuan untuk menghentikan epidemi AIDS di Indonesia pada tahun 2030, dengan tujuan khusus (`three zeros’) untuk (a) menurunkan hingga meniadakan infeksi HIV baru; (b) menurunkan hingga meniadakan kematian yang disebabkan oleh keadaan yang berkaitan dengan AIDS; dan (c) meniadakan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

Kasus kumulatif HIV di Provinsi NTB sampai tahun 2020 sebanyak 1.075 dengan kumulatif AIDS 1.167 orang. ODHA yang telah mengetahui statusnya sebanyak 2.178 orang dari target estimasi 5.972. ODHA yang pernah memulai ART 1447 sedangkan ODHA on ART hanya 905 dari 1.088 ODHA yang pernah memulai ART serta ODHA loss to follow up 183 orang. ODHA on ARV dengan virus tersupresi 7 orang.

Hal ini dikarenakan jumlah akses layanan pengobatan yang sangat terbatas serta dengan klinik pengobotan yang tidak tersebar di semua kabupaten/kota di provinsi NTB yang menimbulkan kesulitan dalam mengakses pengobatan (Dinkes Provinsi NTB, 2020).

Penemuan kasus HIV/AIDS di Kota Bima pada tahun 2020 sebanyak 8 orang dengan 7 orang disertai penyakit TB paru dan 3 diantaranya telah meninggal.

Sementara itu sampai dengan bulan oktober 2021, telah ditemukan 7 kasus AIDS dengan tambahan 6 kasus HIV positif dan 4 ODHA telah diberi terapi ARV. Pada tahun 2021, ODHA yang mengetahui status dan masih hidup mencapai 100%, ODHA yang masih dalam pengobatan ARV sebesar 57%.

Sementara itu, target layanan pemeriksaan HIV AIDS dan PIMS berdasarkan target SPM Kota Bima tahun 2021 sebanyak 9.363 orang yang terdiri ibu hamil, calon pengantin, pasien TBC serta kelompok populasi kunci seperti gay/LSL, waria, pemakai narkoba suntik, WSW, warga binaan pemasyarakatan dan pekerja seks.

Selain itu, sampai dengan bulan oktober 2021 cakupan pemeriksaan HIV baru mencapai 2.381 orang (25,4%) di seluruh fasilitas pelayanan Kesehatan di Kota Bima (Dinkes Kota Bima, 2021).

Kasus HIV AIDS pada Ibu, Anak dan Remaja
Untuk mengetahui tingkat penularan HIV terhadap ibu hamil dan pencegahan penularan pada bayi, dilakukan tes HIV terhadap ibu hamil.

Pemerintah menargetkan tes HIV untuk ibu hamil mencapai 90%.

Berdasarkan kebijakan Menteri Kesehatan No 21 Tahun 2013 tentang penanggulangan HIV/AIDS pasal 17 disebutkan bahwa semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan diharuskan mengikuti pemeriksaan diagnostik HIV dengan testing dan konseling (VCT) sebagai upaya pencegahan dan penularan HIV dari ibu ke anak yang di kandungnya (Menteri Kesehatan RI 2013).

Berdasarkan data ODHA/ODHIV dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, pada tahun 2020 ditemukan 4 kasus HIV positif dan 5 kasus anak AIDS.

Sementara di tahun 2021, sampai dengan bulan September 2021, dtemukan 1 kasus HIV positif dan 3 pasien AIDS. Data kasus HIV anak di Kota Bima sepanjang tahun 2021 telah ditemukan 1 pasangan ODHA dengan 1 HIV positif pada anak usia 3 tahun.

Layanan pemeriksaan dan pengobatan di Kota Bima yang dipusatkan di RSUD Kota Bima secara umum belum maksimal terutama pada masa pandemi COVID-19.

Kurang efektifnya pelayanan disebabkan oleh beberapa hal, seperti : kurangnya dukungan leading sector seperti belum maksimalnya kinerja Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bima,

Minimnya anggaran, kurang maksimalnya penyediaan logistik pelayanan serta kurangnya motivasi petugas layanan. Ketersediaan ART anak yang tidak rutin juga menjadi kendala lain dalam pemberian terapi yang cepat dan tepat.

Penanganan HIV AIDS pada masa pandemi Covid-19
Sejak pandemi COVID-19, inovasi dalam pemberian layanan HIV diperlukan untuk memastikan akses tanpa gangguan pelayanan pengobatan HIV pada anak dan remaja.

kebutuhan pengujian laboratorium yang adekuat serta fasilitasi akses ke lokasi sarana kesehatan yang nyaman untuk memastikan pengujian laboratorium dan pemberian terapi pengobatan tepat waktu.

Adanya kebijakan pembatasan sosial di masa pandemi COVID-19 menjadi permasalahan tersendiri bagi upaya penanggulangan HIV/AIDS. Selain stigma dan upaya pencegahan melalui penggunaan kondom, terdapat masalah dilematis yang muncul, antara lain :

kurang optimalnya sosialisasi dan edukasi pencegahan HIV AIDS yang biasanya dilakukan secara massal dengan keterbatasan media edukasi digital;

penundaan pelaksanaan mobile VCT atau tes HIV pada populasi berisiko, dikarenakan sumber daya yang terbatas dan dialihkan untuk penanggulangan COVID-19 serta keterbatasan akses antiretroviral therapy (ART) dan risiko kerentanan ODHIV/ODHA yang lebih besar terinfeksi COVID-19.

Sejak pandemi, terdapat kecenderungan ketakutan dari populasi atau individu yang berperilaku berisiko untuk melakukan tes HIV termasuk ibu hamil dan notifikasi pasangan. Rendahnya angka temuan kasus HIV pada anak juga dapat disebabkan oleh minimnya pemeriksaan HIV pada pasangan terlebih selama pandemi COVID-19.

Oleh karena itu diperlukan langkah percepatan perluasan layanan dan optimalisasi tes dan pengobatan pada seluruh fasilitas layanan kesehatan di Kota Bima termasuk membangun jejaring untuk menunjang pemeriksaan viral load pada ODHA/ODHIV anak dalam rangka monitoring terapi.

Pada pedoman pemeriksaan dan monitoring kasus HIV AIDS pada anak usia 6-8 minggu sampai dengan usia <18 bulan, tatalaksana pemeriksaan EID (Early Infant Diagnosis) yaitu pemeriksaan DNA bayi menggunakan PCR pada tahun 2020 telah dilakukan pada 37 dari 532 bagi yang di tes HIV.

Pemeriksaan EID ini sangat penting terutama bagi anak-anak yang berasal dari orang tua ODHA. Rendahnya cakupan pemeriksaan EID disebabkan oleh masih minimnya jumlah unit alat pemeriksaan molekuler (PCR) dan rendahnya pengiriman pemeriksaan tersebut oleh dokter PDP di layanan.

Selain itu, rendahnya penemuan kasus HIV anak maupun dewasa karena disebabkan oleh menurunnya jumlah kunjungan di fasilitas pelayanan kesehatan serta belum maksimalnya tatalaksana pelayanan notifikasi pasangan. Keadaan ini semakin berat dimasa pandemi COVID-19.

Pada masa pandemi COVID-19, ibu hamil merasa khawatir untuk datang ke pelayanan kesehatan, sehingga terjadi penurunan jumlah cakupan pemeriksaan HIV AIDS pada populasi kunci seperti ibu hamil serta kurangnya pemeriksaan notifikasi pasangan.

Di Kota Bima sendiri berdasarkan data cakupan pemeriksaan pada bulan Januari sampai dengan oktober 2021,

pelayanan pemeriksaan HIV AIDS pada ibu hamil baru mencapai 2.381 orang (25,4%) dari target SPM sebanyak 9.363 orang termasuk 1 notifikasi pasangan dan dapat dilihat pada tabel 1
Tabel. 1.

Data Cakupan Pemeriksaan HIV AIDS pada Poci termasuk Ibu Hamil dan Kontak Erat ODHA bulan Januari – Oktober 2021

​Akses layanan yang ditunjang dengan logistik layanan yang tidak memadai terutama obat anti retroviral pada anak maupun dewasa, bahan medis habis pakai, perlatan penunjang pemeriksaan dan perawatan ODHA harus menjadi perhatian. Akses layanan pemeriksaan awal (deteksi dini) HIV AIDS.

Deteksi dini pada upaya penemuan kasus pasangan ODHA termasuk pada anak pasangan ODHA dapat dimulai dari pemeriksaan ibu hamil dengan Riwayat faktor resiko maupun dari pasangan yang berasal dari populasi kunci dengan faktor resiko.

Menurut Alexandra C., et al., 2020, layanan penemuan kasus HIV penting untuk wanita hamil dan menyusui serta anak-anak yang harus dipertahankan termasuk tes pada ibu, tes diagnostik untuk bayi yang terpajan HIV, tes indeks untuk anak-anak yang orang tua kandungnya atau saudara kandung yang hidup dengan HIV, serta untuk anak-anak/remaja yang menunjukkan gejala HIV dan penyakit penyerta.

Tes mandiri HIV untuk anak berusia dua tahun ke atas harus didukung dengan pendidikan pengasuh. Metode layanan seperti pengambilan sampel dan pengujian dapat disesuaikan untuk mengurangi risiko terpapar COVID-19.

Selain itu juga diperlukan pembaruan metode deteksi dini, penjaringan maupun sosialisasi layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV AIDS bagi populasi kunci dan notifikasi pasangan yang disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19.

Layanan konseling dan tes dan pengobatan yang komprehensif serta tetap mengikuti protokol kesehatan menjadi upaya terbaik dalam memberikan pelayanan di masa pandemi COVID-19.

Layanan pendekatan melalui jangkauan pada ODHA/ODHIV anak juga dapat dilakukan untuk lebih mendekatkan akses layanan.

Pendekatan metode virtual terutama untuk layanan sosialisasi dan KIE dapat memanfaatkan teknologi dan dukungan dari berbagai pihak seperti KPA, pemangku kebijakan, pemerhati Kesehatan, LSM, tim penjangkau HIV AIDS di wilayah kerja, BNN dan lain lain. (***)

Usai Apel Siaga, Walikota HML Sambangi Warga Korban Banjir Serahkan Bantuan

Bimantika.net Pemerintah Kota Bima Menggelar Apel Siaga Bencana guna mempersiapkan instrumen dan kesiapan jiwa dan raga dalam mengahadapi cuaca ekstrem yang mengakibatkan tingkat curah hujan tinggi diwilayah kota Bima dan sekitarnya. Senin ( 29/11/2021)

Dalam agenda Apel Siaga Bencana tersebut, beberapa unsur yang menghadiri seperti TNI , POLRES Bima kota , BPBD , POLPP , TAGANA , Dinas Lingkungan hidup , Pemadam kebakaran dan SAR .

Apel Siaga Bencana dibuka langsung oleh Walikota Bima H. Muhammad Luthfi S.E (HML), dengan memberikan sebuah spirit dan semangat agar elemen-elemen yang tergabung dalam gerakan cepat tanggap senantiasa kuat secara lahiriah dan batiniah .

Dalam penyampaiannya, walikota HML mengintruksikan kepada kepala lurah sampai pada tingkat RT dan RW agar tetap memberikan informasi yang akurat dan masif dalam mensosialisasikan kepada masyarakatnya masing-masing.

“Tugas lurah dan RT tetap berkoordinasi dengan pemerintah kota , masifkan gerakan sosialisasi gerakan bersih sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak membiarkan masyarakatnya untuk menebang pohon secara legal .

“dengan cara itu ekosistem hutan terlindungi , sungai-sungai mengalir semestinya dengan baik maka dari kesadaran itu , sedikit tidaknya probelm banjir tahunan yang kita hadapi akan sedikit berkurang.

Usai menggelar Apel siaga, Walikota HML lagi-lagi menyambangi warga korban banjir dengan menyerahkan sejumlah bantuan seperti beras dan kebutuhan lainnya(***/FIQAR_03 )

Kadis Sosial Jelaskan JPS untuk Masyarakat Kota Bima

Bimantika.net Kepala Dinas Sosial Kota Bima Drs. H. Muhiddin AS, MM saat dikonfirmasi media online Bimantika Senin 29 November 2021 menjelaskan tentang data riil penerima bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Muhiddin Menjelaskan bahwa JPS Kota Bima setara yang disalurkan utk masyarakat sejumlah 6.486 keluarga penerima manfaat (KPM)

“Enam ribuan lebih KPM itu tentunya sudah sesuai dengan anggaran yang tersedia” ungkapnya.

H. Muhiddin menjelaskan bahwa Semula yang direncanakan 8.793 tapi oleh karena dari 8.793 ada yang menerima bantuan program sembako ppkm dari pusat sejumlah 2.307 kpm.

Karema penerima manfaat tidak dibenarkan mendapat dobel sehingga masyarakat kota bima hanya 6.486 dan kpm JPS kota bima Setara yang di SK kan hanya 6.486.

“Sedangkan bantuan lanjut usia dari kemensos uangnya langsung masuk rekening lks lembaga kesejahteraan sosial tidak lewat rekening dinas” demikian jelasnya. (***)

Walikota HML Temui Warga Ranggo Saat Banjir, Ketua RW 01 Bangga Pada HML

Bimantika.net Hari ini Minggu 28 November 2021, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) turun di Lokasi Warga yang sedang dilanda banjir luapan sungai.

Ada beberapa kelurahan yang didatangi oleh Walikota HML dalam memantau dan meninjau langsung warganya.

Salah satu tempat peninjauannya di RW 01 Ranggo Kelurahan NaE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima.

Lokasi ini kerap menjadi langganan banjir luapan sungai romo yang terbentang sepanjang RW 01 Ranggo.

Ketua RW 01 Ranggo Kelurahan NaE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima, Muhammad, SH merasa bangga dan terimakasih pada walikota HML yang meninjau secara langsung warganya yang sedang dilanda bencana banjir luapan sungai romo.

“Kami bangga dan salut pada pak Wali Aji Lutfi yang secara sungguh-sungguh melihat langsung kondisi warga kami yang sedang dilanda banjir luapan sungai” ujar Muhammad.

Iapun menilai bahwa Walikota HML adalah sosok yang begitu peduli pada urusan kemaslahatan ummat dan warga masyarakatnya.

Muhammad juga berterimakasih pada Walikota HML yang melakukan terobosan bahwa tahun 2022 sungai romo akan di normalisasi serta pembangunan drainase RW 01 Ranggo.

“Terimakasih pada Walikota Aji Lutfi yang sudah memasukan program program normalisasi sungai romo di tahun 2022 ini” ungkap Muhammad. (***)

Walikota HML Pantau Langsung Kondisi Lapangan Saat Banjir

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) hari ini minggu 28 November 2021 langsung turun lapangan meninjau dan menyapa warga Kota Bima yang sedang berduka ditimpa bencana luapan banjir dua hari lalu.

Walikota HML turun pantau banjir di beberapa kelurahan di Kota Bima antara lain Kelurahan Sarae, Na’e dan Jatiwangi.

“Sore hari ini, pak wali HML melihat langsung kondisi luapan banjir dan jembatan serta jalur-jalur drainase yang menjadi salah satu penyebab melubernya air permukiman warga dibeberapa kelurahan” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bima Nazamuddin, S. Sos saat menemani Walikota HML.

Walikota HML turun langsung lokasi banjir didampingi oleh Kabid Darlog BPBD Nasamuddin, S. Sos, Kabid Cipta Karya PUPR Kota Bima Fahad, ST Camat Asakota Suryadin dan Lurah Jatiwangi Jumardin.

Berdasarkan hasil laporan beberapa titik wilayah yang meluap ke pemukiman antara lain Kelurahan Melayu, Sarae, Jatiwangi, Na’E, Pane,Penatoi, Santi, Lewirato, Mande, Jatibaru Timur.

Melihat kondisi tersebut, Walikota HML perintahkan Camat Asakota dan Lurah untuk melakukan gerakan menanam pohon di Hutan dan Gunung Ncai Kapenta.

Walikota Tegaskan pula bahwa disatu sisi perlu pelestarian Alam dan Hutan juga dilakukan upaya lainnya.

“Lestarikan alam dan hutan dan menanam ribuan pohon di hutan dan gunung ncai kapenta adalah upaya yang harus dilakukan untuk menanggulangi banjir dan upaya lainnya” ujar Walikota HML.

Upaya lainnya adalah di tahun anggaran 2022, Walikota HML memiliki master plan kerja sama dengan pihak World Bank untuk memperbaiki seluruh saluran drainase perkotaan dan tanggul.

Normalisasi sungai seperti sungai melayu dan padolo, perbaikan dan pengembangan infrastruktur dengan nilai sebesar 230 miliyar.

“Insya Allah Kesemuanya dilaksanakan 2022 sampai 2026,” ujar Wali Kota Bima.

Masih menurutnya bahwa rencana dan planning besar itu berkat Dukungan dan kerjasama World Bank dan Jepang dalam upaya penyehatan kembali lingkungan dan perkotaan. serta perbaikan dan pengembangan infrastruktur serta hal lainnya yang menjadi prioritas utama.

“Dari seluruh Kota di Indonesia hanya ada 3 Kota yang kerja sama dengan Wold Bank yakni Kota Bima, Kota Pontianak dan Manado,” jelas Walikota Bima.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Bima, M. Rafi’in, SE saat di lokasi kunjungan Walikota Bima yang diwawancara Crew Media Online Bimantika menyebutkan bahwa Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) adalah sosok yang peduli pada rakyatnya hingga hari minggu sekalipun menemui rakyatnya yang sedang berduka.

“ini adalah bentuk kepedulian seorang pemimpin yang tentunya GP Ansor menilai sebagai bentuk kebaikan dan kepedulian seorang pemimpin pada rakyat yang dipimpinnya” ujar Rafik sapaan Ketua GP Ansor Kota Bima. (***)

Pelaku Pembunuhan Warga Sakuru Terbunuh Ditangan Massa

Bimantika.net Kasus Pembunuhan ditengah keramaian terjadi di Desa Sakuru Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Seorang warga Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima berinisial SR (L/32) nekat membacok korban berinisal AR alias Atok (L/45), warga Desa Sakuru Kecamatan Monta di tengah kerumunan warga Sakuru lainnya tengah menggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sakuru.

Penganiayaan tersebut berlangsung sekitar pukul 08: 45 wita, Minggu (28/11/21) pagi tadi, mengakibatkan korban terkapar tak sadarkan karena luka parah di bagian kepalanya akibat bacokan parang pelaku.

Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka WDP, menjelaskan, Saat korban bersama warga Sakuru lainnya sedang menggali kuburan, tiba-tiba datang pelaku dengan membawa sebilah parang dari arah belakang korban.

Setelah pelaku berada tepat di belakang korban, pelaku langsung membacok korban hingga korban jatuh terkapar tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke Puskesmas Monta untuk mendapatkan penanganan medis.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada kepala bagian kiri,” ungkap Adib.

Karena kondisi korban yang kritis, pihak PKM Monta sendiri merujuk korban yang masih tak sadarkan diri itu ke RSUD Bima dengan menggunakan Ambulance.

Sementara itu, kata Adib Kasi Humas Polres Bima, usai membacok korban, pelaku melarikan diri ke arah persawahan di sebelah timur perkampungan Desa Sakuru.

Nahasnya, upaya pelaku melarikan diri tidak berjalan mulus. Karena setelah dikejar oleh sekelompok warga Sakuru, beberapa saat kemudian pelaku terkepung.

“Pelaku terkepung dan tidak bisa lari ke arah timur (Desa Tangga) sehingga pelaku kembali ke arah barat (Desa Sakuru),” terng Adib.

Meski pelaku sempat berusaha mengamankan diri di rumah salah satu warga Sakuru, namun warga yang mengejar, merangsek masuk rumah. Pelakupun terpaksa kembali keluar dari rumah tersebut.

Sekeluarnya dirumah tersebut, pelaku langsung diamuk warga sehingga mengalami luka parah dan tewas akibatnya.

“Pelaku yang meninggal dunia, kemudian langsung dibawa ke RSUD Bima.” Ujar Adib.

Terkait motifnya, Adib mengatakan, balas dendam. Karena pada hari Rabu, tanggal 17 November 2021, sekitar pukul 09.30 wita, pada saat pelaku mengunjungi sepupunya di Desa Sakuru, pelaku dilempar oleh korban dengan menggunakan batu yang mengakibatkan luka lecet pada tangan kiri pelaku.

“Pelaku dilempar dengan menggunakan batu oleh korban karena pelaku belum bisa membayar harga bawang milik saudara Abok,”ungkapmya.

Sementara untuk menghindari adanya ketegangan lanjutan akibat kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan sejumlah upaya guna meredamnya.

Kepolisian menghimbau kepada keluarga korban tewas agar tidak melakukan aksi balas akibat kejadian tersebut, dan meyakinkan kelurga korban agar penyelesaian dari kasus penganiayaan yang menewaskan pelaku itu diserahkan dan dipercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Lebih lanjut, pihak kepolisian akan melakukan lidik terhadap oknum warga2 yang melakukan penganiayaan terhadap SR yang menyebabkannya tewas itu.

“Situasi di Desa Sakuru dan Desa Tangga pasca kejadian tersebut masih terpantau aman dan terkendali,” pungkas Adib.(***)

PKK Kota Bima Adakan Kegiatan Sunatan Massal

Bimantika.net
Ketua TP. PKK Kota Bima, Hj. Elly H. M Lutfi menghadiri kegiatan pelaksanaan sunatan massal yang berlangsung di Kantor Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota (27/11).

Umi Elly sapaan akrab Hj. Elly Alwaini HM. Lutfi didampingi anggota PKK Kota Bima, Camat Asakota, Dinas Kesehatan Kota Bima, Lurah dan Karang Taruna Sirih Puan Kelurahan Melayu, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa serta disaksikan oleh masyarakat dari berbagai kelurahan Kecamatan Asakota.

Dalam sambutannya, Umi Elly menjelaskan bahwa kegiatan sunatan massal ini bertujuan memberikan kemudahan sunatan gratis kepada keluarga dan anak-anak masyarakat yang tidak mampu. Serta bertepatan dengan Hari Ibu yang ke-93 tahun

“Di moment peringatan hari Ibu tahun ini, pelaksanaan sunatan massal ini merupakan bentuk perhatian kami terhadap keluarga yang ada di Kota Bima khususnya di Kecamatan Asakota”, paparnya.

Kegiatan tersebut juga dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional.

Perserta yang terdaftar dan mengikuti sunnatan massal tersebut sebanyak 62 orang anak. Bertindak selaku petugas terdiri dari unsur tenaga kesehatan dari Puskesmas Jatibaru dan Dinas Kesehatan Kota Bima.

Setelah disunat, ke 62 anak tersebut mendapatkan bingkisan hadiah dari Umi Elly untuk memberikan kebahagiaan dan semangat pada peserta sunnatan massal.

Sementara itu, Lurah Camat Asakota Suryadin, SH menyampaikan rasa terimakasih kepada Ketua PKK Kota Bima dan Dinas Kesehatan Kota Bima beserta tim medis yang telah memberikan pelayan terbaik buat warga warganya.

“Terimakasih kami sampaikan kepada Ketua TP PPK Kota Bima beserta seluruh tim atas kegiatan yang luar biasa, dimana warga kami sangat terbantu”, ucapnya

Tidak lupa dirinya mengingatkan agar masyarakat yang belum melakukan vaksinasi diri bersama keluarga agar mendatangi atau melaporkan diri pada petugas di fasilitas kesehatan terdekat sebagai dukungan kepada pemerintah kota Bima yang banyak membantu masyarakat. (*** )

Walikota HML Bersama TNI-Polri Sinergi Bahas Tuntaskan Vaksinasi

Bimantika.net Rapat koordinasi penanganan percepatan Vaksin Covid 19 pemerintah kota Bima diselenggarakan Pada hari Jumat 25 November 2021 pukul 20.00 Wita bertempat di gedung convention hall serba guna Paruganae kota Bima jalan Sukarno Hatta Kel Mangge maci kota Bima.

Rapat antara Pemerintah Kota Bima, TNI dan Polri tersebut dalam kaitannya demgan Rapat koordinasi penanganan percepatan Vaksin Covid 19.

Rapat Koordinasi dipimpin oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan di hadiri 200 orang dengan protokol Covid 19 super ketat.

Hadir dalam kegiatan di antara lain Walikota Bima HML, Kasdim 1608/Bima, Mayor Inf. Yudha Bakti S.ip, Asisten ll Pemkot Bima, H. Ahmad S.E, Kadis Kesehatan, Drs. H. Azhari, M.Si, Kabag Ops Polres Bima Kota Kompol Nusra SH. Kasat Binmas AKP Dedy, Danramil 01-1608/Bima Kapten Inf Seninot Sribakti, Kapolsek se-Kota Bima, Kepala BULOG, Seluruh Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kota Bima, Seluruh Camat, Seluruh Lurah Se-Kota Bima, Seluruh Kepala Puskesmas di Kota Bima, Seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kota Bima
.

Sekira Pukul 20.00 Wita Seluruh peserta
Rapat koordinasi penanganan percepatan Vaksin Covid 19 pemerintah kota Bima memasuki gedung convention hall paruganae kota Bima dengan mengunakan masker

Pukul 20.30 Wita Penyampaian Walikota HML Memberi pemahaman kepada setiap masyarakat bahwa Vaksin aman dan halal

Adanya Isu hoax dari dampak buruk vaksin harus dihentikan pelakunya, karena berdampak pada minimnya kesadaran masyarakat yang ada di wilayah kota Bima

Informasikan bukti amannya vaksin yakni dari sekian banyak yang telah divaksin tidak ada efek negatif,

Semua vaksin adalah halal Lurah Libatkan RT, karena RT dengan pendekatannya ditengah masyarakat akan cukup tau masyarakat yang sudah vaksin atau tidak

Walikota HML intruksikan agar Laksnakan vaksinasi 10.000 orang perdua hari dan laksanakan secara bertahap pergunakan setiap kesempatan acara dengan sosialisasi yang intens

“Berikan pelaporan kepada kami bila ada ASN yang tidak mau vaksin
tahan honorarium ASN yang tidak bisa menunjukan bukti vaksin” ungkap Walikota HML.

Sekira Pukul 21.00 Wita Penyampaian Kapolres Bima kota AKBP Henry Novika Chandra S.I.K., MH menyampaikan pointer penting dalam pertemuan itu.

“Perlu ada kerjasama untuk menyukseskan vaksinasi Kegiatan Vaksinasi sudah kita lakukan dengan vaksinasi di seluruh wilayah kota Bima” ungkap Kapolres.

Kapolres sampaikan pula ada beberapa permasalahan, yakni belum memiliki data masyarakat yang sudah dan belum melaksanakan vaksinasi kelurahan.

“Jadi perlu dilakukan pendataan di tingkat RT/RW yang belum melaksanakan vaksinasi” Harap Kapolres.

Covid 19 ini tidak dapat diprediksi kapan akan berakhirnya. Maka perlu dilakukan langkah- langkah lebih lanjut untuk dapat menyelesaikan kegiatan Vaksinasi ini sesuai dengan target dan sasarannya.

Sekitar Pukul 21.20 Wita Penyampaian Kasdim 1608/Bima Mayor Inf Yudha Bakti Sip juga memeparkan beberapa hal penting.

“Libatkan dinas dukcapil agar bisa data nama dan Alamat agar bisa terarah” harap Kasdim.

Menurutnya Berlakukan semua punishment berupa penahanan dan penolakan/tidak diberi ijin kepada setiap orang yang ingin bepergian yang tidak memiliki kartu vaksin

Solusi ternaik Dicari strategi dan teknis khusus untuk mengetahui kartu vaksin palsu dan asli sehingga proses vaksinasi bisa berjalan.

Dalam melaksanakan tugas guna menyukseskan Vaksinasi yang sudah ditargetkan oleh Pemerintah Pusat. khususnya Lurah dan Babinsa yang mendapatkan tugas untuk percepatan Vaksinasi.

“Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak keluarnya aturan pemerintah pusat dan akan berlanjut dan seterusnya, sehingga target yang direncanakan bisa tercapai dengan cepat,dan tepat sasaran” ungkap Kasdim.

Kolaborasi pemerintah dengan aparat TNI / Polri serta pihak lain yang turut mendukung percepatan capaian target vaksinasi menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penanganan kasus Covid 19.

Disamping itu, ada juga pemerintah kota yang menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki institusi kesehatan untuk mengakselerasi percepatan capaian vaksinasi. Koordinasi juga disebutkan menjadi hal yang perlu ditekankan semua peserta rapat.

Pukul 22.30 Wita Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tertib dan aman

Di selenggarakannya Rapat koordinasi penanganan percepatan Vaksin Covid 19 pemerintah kota Bima ini untuk inventarisasi masalah terkait Pelaksanaan percepatan Vaksinasi Masyarakat kota dan Kabupaten Bima seluruh Indonesia, dalam kesiapan Pemkot dalam hal Pelaksanaan Vaksinasi.(***)

PC ISNU Siap Sinergi dengan Polres Bima Berantas Narkoba

Bimantika.net Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Bima menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian guna membantu memberantas masalah Narkoba.

Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan silaturrahmi di Mapolres Bima.

Kapolres Bima, AKBP Heru Sasongko S.I.K., menerima Kunjungan silaturahmi Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Bima di Lobi Mapolres setempat (25/11) kemarin sekitar Pukul 10.05 Wita.

Ikut menghadiri kegiatan, Waka Polres Bima, Kompol Yusuf, Kabag SDM, AKP Arif Hamid, KBO Sat Intelkam, IPDA Sukardin, S.H., Ketua PC ISNU Kabupaten Bima, Sarmin, M.Pd, bersama Sekretaris, Hermansyah, S.Pd, anggota Dewan Syuro, Muh. Jakir, S.H, M.Kn, Ketua PC ISNU wilayah Donggo Abd. Hamid, S.Pd, dan Ketua Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Fadli, beserta Anggotanya.

Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka WDP, dalam rilisnya, mengatakan, dalam kunjungannya itu, PC ISNU lewat ketuanya, Sarmin M.Pd, menyampaikan kepada Kapolres terkait 4 Persoalan yang kerap terjadi di kalangan masyarakat kabupaten Bima.

Yakni masalah Narkoba, pelecehan seksual, kenakalan remaja, dan tawuran antar pelajar yang kadang melebar menjadi konflik antar kampung.

Kata Sarmin, di wilayah Kabupaten Bima, penyebaran Narkoba sangatlah rentan. “Narkoba ini sekarang sudah melebar luar di wilayah Kabupaten Bima sampai masuk di sektor pendidikan yang sangat merusak generasi pelajar.” Ujarnya.

Untuk itu Sarmin mengharapkan bisa bekerjasama dengan pihak Polres Bima dalam membendung penyebaran barang haram tersebut.

Penawaran kerja sama oleh PC ISNU untuk memberantas peredaran Narkoba ini lebih diperkuat lagi oleh Ketua Ikatan Pelajar PC IPNU, Fadli.

“Karena peredaran Narkotika di Wilayah Kabupaten Bima sudah sangat bebas diperjual belikan. Kami harapkan pihak Polres Bima bisa kerjasama dengan pihak PC ISNU Kabupaten Bima untuk memberantasnya.

Selain itu, PC ISNU, juga berharap pihak Polres Bima agar dapat menindaklanjuti masalah kendaraan yang menggunakan Knalpot Racing, khususnya di wilayah Kecamatan Donggo.

Menaggapi PC ISNU, Kabag SDM Polres Bima, AKP Arif Ahmad, menyatakan apresiasinya atas tawaran kerjasama PC ISNU dalam ikut membantu memberantas Narkoba di Wilayah Hukum Polres Bima.

“Terima Kasih. Bahwa masalah Narkotika di wilayah hukum Polres Bima, kami juga mengharapkan kepada Pihak PC ISNU Kabupaten Bima agar mendukung Pihak Polres Bima dalam memberantas peredaran Narkoba ini.” Ungkap Hamid.

Lebih lanjut dikatakannya, peran serta sejumlah pihak merupakan sebuah keniscayaan untuk efektifnya pemberantasan Narkoba.Adanya dukungan dari PC ISNU akan sangat berarti bagi Polres Bima yang memang saat ini tengah gencar-gencarnya berupaya memberantas Narkoba.

“Ini yang memang diharapkan pihak Polres Bima. Karena untuk menumpas kejahatan Narkoba ini, agar lebih efektif, masyarakat harusnya lebih responsif terkait peredaran Narkoba. Apabila masyarakat tahu adanya pemakai Narkoba di wilayah (masing-masing) agar dapat mengamankan pelaku tersebut dan langsung menghubungi kepolisian terdekat agar secepat mungkin ditindak lanjuti.” Papar Kabag SDA ini.

Sementara masalah penggunaan kenalpot racing, dikatakannya, peranan pihak orang tua sangatlah penting, dalam menasehati anak-anaknya agar tidak menggunakan kenalpot racing (yang memang meresahkan masyarakat karena kebisingan yang diakibatkannya.

“Kami dari pihak Polres Bima melalui Sat Lantas, tetap menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan kenalpot standar dan pelengkapan kendaraan yang sesuai standar dari perusahaan motor,” terang Hamid.

Adanya aksi pemblokiran jalan yang kerap dipicu oleh adanya aksi unjuk rasa, Hamid mengatakan, agar pihak desa, dan Pemerintah Kecamatan bisa intens melakukan koordinasi dan negosiasi dengan pihak massa yang melaksanakan aksi terkait.

Meski pihak kepolisian sendiri tetap melakukan pengamanan dalam setiap aksi unjuk rasa. Namun pihak kepolisian tetap mengharapkan adanya kerjasama dari semua pihak yang berkepentingan dalam hal tersebut.

Hal senada juga disampaikan KBO Sat Intelkam, IPDA Sukardin, S.H.

“Masalah Narkotika, pihak polres Bima mengharapkan kerjasama dari semua unsur masyarakat dalam memberantas Narkotika di wilayah Masing-masing. Kalau semuanya diserahkan kepada pihak Kepolisian, maka sulit diungkap.Karena pelaku peredaran Narkotika selalu banyak cara. Makanya pihak Kepolisian perlu bantuannya dari masyarakat sekitar dalam memberikan informasi.” Urainya.

Pun terkait blokir jalan, lanjut Sukardin, dalam menanganinya, pihak kepolisian tetap berpatokan pada prosedur. Karena itu kembali diharapkan kerjasama dengan Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kecamatan agar dapat menindaklanjuti permasalahan awal keinginan massa yang blokir jalan.

Menegaskan penyampaian Kabag SDA dan KBO Sat Intelkam, Kapolres Bima, menyatakan sejumlah poin yang intinya. Pertama, untuk menumpas peredaran Narkotika pihak kepolisian perlu kerjasama dari semua unsur elemen masyarakat, organisasi masyarakat, dan pihak pemerintah.

Terutama perlunya peran para orang tua untuk membimbing anak dalam pergaulan di masa sekarang dan peran aktif pihak sekolah memberikan himbauan kepada siswa-siswa terkait bahayanya pemakai Narkoba.

Kedua,terkait penindakan semua permasalahan, agar jangan menunggu pihak kepolisian untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, tetapi semua unsur bisa mengambil peran masing-masing dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah itu sendiri.

Kesimpulannya, menurut Kapolres, inti dari semua masalah yang ada karena kurangnya peran aktif pihak Pemdes, Pihak Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima maupun Tokoh-tokoh yang dituakan di masing-masing wilayah.

Lanjutnya, dengan adanya inisiatif dari PC ISNU Kabupaten Bima untuk ikut bekerjasama dengan pihak Kepolisian dalam membantu pemberantasan Narkoba dapat dijadikan contoh oleh setiap organisasi masyarakat lainnya, jajaran pemerintah, dan masyarakat pada umumnya.

Di akhir kegiatan, Pihak PC ISNU Kab. Bima mengharapkan kerjasama dan koordinasi yang intens dari pihak Polres Bima untuk mendukung kegiatan PC ISNU hal ini pengurus NU Kab. Bima dalam pemberantasan peredaran Narkotika di Wilayah Kab. Bima dalam hal ini Wilayah hukum Polres Bima.(***)