Walikota HML Temui PKL, Soal Penertiban Lapak Lapangan Pahlawan

Bimantika.net _Sosok Walikota Bima
Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) adalah sosok pemimpin yang selalu berpihak pada kepentingan arus bawah.

Dalam soal penertiban Rombong Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Lapangan Pahlawan Bima, Walikota HML Pimpin secara langsung dan membicarakan dengan pola humanis dengan sejumlab pemilik lapak PKL.

Walikota HML menyebutkan bahwa dirinya sama sekali tidak melarang siapapun untuk mencari nafkah di Kota Bima.

Walikota dalam hal Penertiban Pedagang Kaki Lima yang berjualan diatas trotoar, bahu jalan, dan diatas taman langsung menemuinya dan memberikan arahan Bertempat di Lapangan Pahlawan Raba pada hari Sabtu (3/12/2022).

Walikota HML didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan dihadiri oleh Dandim 1608 Bima serta Polres Bima Kota.

Dalam Momentum itu, Walikota HML menyampaikan sesungguhnya penertiban sejumlah lapak demi tujuan bersama dalam menata keindahan Kota Bima.

“Tujuan dari pemerintah menata lapangan pahlawan Raba ini dengan biaya mahal tentu demi ita doho kaso (untuk bapak/ibu sekalian,red), tapi kalau kumuh begini tidak ada yang mau datang membeli” demikian ujar Walikota HML.

Walikota HML memberikan keyakinan pada sejumlah pemilik lapak yang akan dibongkar bahwa semua pihak menginginkan Kota Bima ini bersih, indah, nyaman dikunjungi oleh masyarakat dari luar Kota Bima.

Tapi dengan kondisi lapaknya tidak teratur, kotor, semrawut, tenru orang tidak akan betah

“Maka itulah tujuan dari pemerintah bersihkan, merapikan dan menertibkan agar dibuat indah pemandangannya, dan akhirnya para pengunjung pun tentu merasa nyaman” Demikian ujar Wlikota HML.

Walikota HML dalam kesempatan itu berulang kali sebut tidak akan pernah melarang siapapun di Kota Bima ini untuk mencari nafkah.

“Sekaki lagi saya katakan bahwa saya tidak pernah melarang siapapun yang mencari nafkah di Kota Bima ini, Karena soal rejeki, semua sudah diatur oleh Allah SWT, kita hanya disuruh untuk berusaha, berikhtiar, tentu dengan cara menata lapak dagangannya senyaman mungkin dan seindah mungkin itukah tujuan dari pemerintah” demikian ujar Walikota HML.

Walikota menegaskan bahwa boleh berdagang, tapi jangan dibuat permanen.

“Silakan berdagang saya tidak melarang, bikinkan gerobak, lalu bawa pulang, jangan ada lagi dipasang tenda-tenda dan dibuat secara permanen seperti ini, itu tidak boleh” Tegas Walikota HML.

Dengan Nada Tegas penuh Kesantunan Walikota HML memberikan waktu sampai besok 4 Desember 2022 untuk bongkar semua lapak liar dan segera masuk berjualan di dalam lapak yang disediakan oleh Pemerintah.

“Sekali lagi saya berikan batas waktu selambat-lambatnya 4 Desember 2022 semua harus bersih, harus rata semua biar adil,” tegas Walikota HML. (***)

Curi Sepeda Motor, Pria Asal Parado Rato di Tangkap Polisi

Bimantika.net _Sat-Reskrim Jajaran Polres Bima Polda NTB berhasil meringkus pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) di Desa Parado Rato Jum,at 02/12/22 Sekira Pukul 17.00. Wita.

Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko S.I.K, melalui kasat Reskrim polres Bima AKP Masdidin SH Sebagaimana disampaikan Kasi humas Iptu Adib Widayaka.

Membenarkan telah diamankan seorang pria berinisial MI L/19 Warga Desa Parado Rato Kecamatan Parado Kabupaten Bima karena diduga kuat mencuri SPM Yamaha Mio milik ST L/36 Warga Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima.

Kejadian yang merugikan ST hingga mencapai RP 7000.000 (Tujuh juta Rupiah) itu berawal dari korban berangkat dari Desa Ngali hendak untuk menuju Desa Parado Wane untuk bertani bawang.

Sesampainya di tempat tujuan Korban menitipkan dan menyimpan SPM miliknya berwarna merah hitam di bawah kolong rumah panggung AK warga setempat, kemudian korban menuju lahan bawangnya dengan berjalan kaki.

Adib menerima, kamis 01/12/ 2022 sekitar pukul 06.00 wita, korban ditelpon oleh AK bahwa sepeda motor miliknya telah hilang.

Mendengar itu korban pun kembali ke rumah AK Guna memastikan hal tersebut, setelah memastikan bahwa SPM nya raib korban kemudian pulang ke Desa Ngali memberitahukan kejadian pencurian tersebut kepada keluarganya.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut Polsek Woha”. ujarnya.

Dengan adanya kejadian Pencurian tersebut Anggota Polsek Woha melakukan penyelidikan keberadaan Pelaku.

Tidak lama kemudian petugas mendapat informasi terkait keberadaan Sepeda motor korban dan Pelaku.

Tanpa membuang waktu petugas langsung bergegas menuju ke TKP dan sesampainya di TKP tepatnya di Desa Parado rato yang merupakan tempat tinggal Pelaku, petugas langsung upaya hukum dengan menangkap pelaku.

Pada saat dilakukan penangkapan terduga tidak melakukan perlawanan.

Setelah itu pelaku bersama barang bukti langsung digiring menuju Mapolres Bima untuk diproses hukum lebih lanjut. (***)

100 Relawan Damkar di Kukuhkan Walikota HML : “Tugas Mulia Adalah Membantu Manusia”

Bimantika.net _Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) mengukuhkan Relawan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bima Sabtu, 3 Desember 2022 di Aula SMK Negeri 2 Kota Bima.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Bima Didi Fahdiansyah, ST, MT dalam laporannya menyampaikan, relawan yang dikukuhkan hari ini merupakan amanat undang-undang dan Permendagri Nomor 50 tahun 2021.

Dalam amanat UU tersebut menurutnya Tugas Damkar adalah mendekatkan dan memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam urusan bencana kebakaran.

“Relawan pemadam kebakaran yang dikukuhkan pada tahap pertama ini sebanyak 100 orang dari 20 kelurahan rawan bencana kebakaran, dan kelurahan terjauh,” katanya.

Sebelum mereka di kukuhkan oleh Walikota Bima, para relawan ini mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis.

“Mereka sebelumnya ikut Diklat teknis yang dilakukan hari ini selain bertugas mengawal dan berfungsi sebagai mitra damkar, juga bertugas mengolah data awal tentang bencana kebakaran, karena relawan inilah yang pertama berada di lokasi bencana sebelum petugas damkar tiba” ujarnya.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dalam arahannya berharap bahwa dalam soal kebencanaan perlu keterlibatan semua pihak sebagai bentuk jiwa Kemanusiaan.

Walikota HML menguraikan bahwa eksistensi relawan Damkar ini dianggap urgen karena ini adalah tugas dan misi Kemanusiaan.

“Tugas Damkar ini tidak saja pemerintah yang bergerak, tapi ada dukungan masyarakat secara luas sehingga pemerintah membuat regulasi” ujar Walikota HML.

Lanjut Walikota HML Atas regulasi dan tata aturan itulah sehingga terbentuknya relawan hari ini sebanyak 100 orang pada tahap awal untuk bersinergi bersama pemerintah.

Walikota berharap pada Relawan yang sudah di kukuhkan agar selain konsentrasi pada urusan bencana kebakaran juga hal lainnya.

“Hal lainnya seperti lakukan edukasi pada masyarakat, berikan pemahaman pada masyarakat agar tidak menebang pohon, berikan pemahaman agar mampu memilah sampah organik dan non organik, karena selain penyebab kebakaran dari arus pendek listrik, sebab lainnya dari sampah yang dibakar sembarangan,” ujar Walikota HML.

Selain itu, Walikota HML berharap adanya sinergitas yang terbangun, dan mampu mengedukasi masyarakat agar memilah sampah plastik, sehingga mengurangi emisi suhu perubahan iklim.

“Saya juga ingin sampaikan satu hal, bahwa tugas yang mulia itu adalah membantu manusia,”. Tutupnya. (***)

Penyelundupan Ratusan Botol Miras “Arak Bali” di Gagalkan Polres Bima

Bimantika.net _Tim Opsnal Sat-Resnarkoba polres Bima Polda NTB berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan botol Miras jenis arak dari Pulau Bali menuju Kota Bima.

Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko S.I.K, melalui kasat Reserse Narkoba AKP Wahyudi disampaikan kasi humas Iptu Adib Widayaka membenarkan.

Telah diamankan 55 Dus (2900) botol miras Jenis arak yang di muat menggunakan Satu unit Mobil Truck yang dikendarai MAR L/23 Warga Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.

Diamankan nya sejumlah miras jenis arak Bali yang tidak dilengkapi oleh dokumen resmi itu berawal adanya informasi dari masyarakat yang merasa resah dengan peredaran Miras tersebut.

Kasat Resnarkoba AKP Wahyudi yang mendapat informasi itu memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan segera mengamankan miras jenis arak Bali itu.

Tim Opsnal yang dipimpin Kanit Opsnal Resnarkoba Aipda Arif Rahman S.sos langsung bergerak menuju TKP. Jum,at 2/11/22 Sekira Pukul 13.00. Wita.

Sesampainya di TKP tepatnya di Desa madawau sekira pukul 14. 30. Wita Tim melakukan pengintaian terhadap satu unit mobil truk yang mengangkut miras tersebut.

Setelah beberapa jama melakukan serangkaian penyelidikan dan pengintaian Tim mencurigai Mobil Truck yang sedang melintas di Desa madawau Sekira Pukul 20.00.Wita.

Tidak membuang waktu Tim langsung langsung membuntuti mobil truk itu hingga di Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.

Tim yang tidak mau kehilangan buruan itu pun langsung melakukan upaya hukum dan menggeledah isi muatan truk tersebut.

Alhasil dalam truk tersebut tim menemukan 55 Dus miras jenis arak dengan total 2900 botol miras yang timbun menggunakan Ratusan Dus air mineral dengan tujuan untuk mengelabui petugas.

Sejumlah miras itu diduga kuat akan di jual di wilayah Kabupaten dan kota Bima menjelang Pergantian tahun ujarnya.

Setelah itu Seluruh barang bukti diamankan barang bukti digiring Menuju Mapolres Bima. (***)

Diduga “Jual Gadis”, Rumah Warga di Jatibaru di Amuk Massa

Bimantika.net _Salah seorang warga berinisial US Diduga kuat berperan sebagai Mucikari kerap beroperasi menjual gadis muda yang masih duduk di SMP di wilayah Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima, rumahnya menjadi sasaran amukan massa.

Atas amukan massa yang tak bisa dikendalikan itu, dengan sigap personil Polsek Asakota Polres Bima Kota di dibackup jajaran TNi dari Makodim 1608/Bima mampu meredam aksi massa dalam menghancurkan rumah US.

Peristiwa amuk massa itu terjadi Jum’at malam 2 Desember 2022.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K melalui Kasi Humas Iptu Jufri membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Iptu Jufri bahwa
Pengerusakan rumah milik US tersebut karena pelaku di nilai oleh warga sebagai mucikari penyedia gadis muda untuk lelaki hidung belang.

Iptu Jufri membeberkan bahwa amukan massa itu berhasil dihalau personil Polsek Asakota dengan dibackup personil Polres Bima Kota dan personil Makody1608/Bima.

US dan keluarganya lebih dulu mengamankan diri di rumah keluarganya.

Sementara situasi di tempat kejadian perkara (TKP) jelas Iptu Jufri, berhasil diamankan Polres Bima Kota dibawah pimpinan Kapolsek Asakota Iptu H Syamsuddin.

“Situasi di TKP sementara ini kondusif dan aman. Ini akan terus dipastikan aman dan kondusif,” demikian ujar Iptu Jufri. (***)

Masjid Babussalam Tanjung Megah, di Era Walikota HML

Bimantika.net _Masjid Babussalam Kelurahan Tanjung Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima terlihat sangat Kokoh dengan Design Masjid Modern.

“Insya Allah Masjid Ini akan di resmika. Secara langsung oleh Walikota Bima HM Lutfi” ujar warga Tanjung usai Sholat Jum’at 2 Desember 2022.

Menurut beberapa warga Pembangunan Masjid Babusalam Tanjung ini Sebuah karya monumental hasil gotong royong yang harmonis seluruh warga kelurahan Tanjung atas Motivasi langsung Walikota Bima HM Lutfi menggelontorkan anggaran stimulus sebesar 750 Juta.

“Masjid yang kokoh ini berkat bantuan dan motivasi dari pak Walikota HM Lutfi dengan berikan bantuan Masjid dua tahap, tahap pertama 400 juta tahap kedua 350 juta, adanya bantuan itu warga termotivasi untuk gotong royong bersama” ungkap sejumlah warga.

Pantauan dan liputan langsung media Bimantika bahwa bangunan Masjid yang megah dilengkapi taman air mancur yang indah hampir rampung dikerjakan dan direncanakan.

“Peresmiannya oleh Bapak Walikota Bima bertepatan dengan HUT NTB yang ke-64 pada tanggal 17 Desember 2023, sebagai kado karya masyarakat Kota Bima untuk Provinsi NTB” demikian informasi dari Muhammad Hasyim Tokoh Muda Penggerak Warga asal Kelurahan Tanjung.

Hasyim menjelaskan Hampir tiga tahun proses pembangunan ini dilakukan mengandalkan swadaya dan gotong royong masyarakat kelurahan tanjung dan masyarakat Bima pada umumnya

“Bangunan Megah Masjid Babussalam dalam pembangunannya Menghabiskan dana sekitar 3,2 milyar dari total anggaran yang direncanakan sebesar 6,8 milyar.” Ujarnya.

Lajut Hasyim bahwa Penghematan ini bisa dilakukan karena seluruh tenaga kerja baik tenaga ahli struktur rangka besi, tukang batu, tukang cat, pengecoran dan pekerjaan lainnya dilakukan seluruhnya oleh warga kelurahan tanjung dibawah arahan tenaga ahli senior H. Ridwan Tayeb.

Awalnya kemajuan proses pembangunan masjid ini berjalan lamban karena kemampuan dana yang terbatas tetapi setelah Walikota Bima, H.Muhammad Lutfi, membantu memberikan dana bantuan sebesar 750 juta disertai saran manjur untuk menggalang dana masyarakat memanfaatkan kemajuan digital melalui platform media sosial seperti facebook, tweeter dan WhatsApp untuk menyebarkan program penggalangan dana dengan program “SABASI”.

Program “SABASI” ini adalah program donasi SAtu BAtang beSI untuk setiap KK.

Dan Program “SEJUK Babussalam” SEdekah Jariyah Untuk Kelanjutan Pembangunan Masjid Babussalam disamping bantuan CSR dari PT.Pelindo, PT. Pusri, PT. Pupuk Indonesia dan donasi lembaga lainnya yang tidak mengikat.

Akhirnya pembangunan masjid yang megah ini dapat diselesaikan.

Rampungnya Masjid ini membawa perubahan perilaku yang sangat baik bagi warga kelurahan tanjung.

Dulu biasanya yang sholat hanya satu shaf sekitar 40 orang setiap waktu tetapi sekarang tidak kurang 4-5 shaf terisi oleh jamaah terutama remaja dan pemuda setiap waktu sholat.

Disamping itu juga pemanfaatan fungsi Masjid oleh orang tua, remaja dan anak-anak bersemangat untuk belajar membaca Al-Qur’an setiap sorenya.

“Kami sampaikan terimakasih sepenuh penghormatan kepada seluruh pada donatur terutama kepada Bapak Walikota Bima, H.Muhammad Lutfi, SE. atas dukungan dan motivasinya sehingga proses pembangunan masjid Babussalam Kelurahan Tanjung Kota Bima ini dapat diselesaikan” Demikian ujarnya.

Dan khusus taman dan air mancur nan indah didepan masjid merupakan sumbangsih dari Pak Bambang PLN.

Keberadaan Masjid Babussalam Tanjung Kota Bima sangatlah strategis.

“Letaknya yang strategis di pintu masuk kota Bima melalui pelabuhan Bima”. Demikian ujar Hasyim. (***)

Penertiban PKL Lapangan Pahlawan Kota Bima Berjalan Lancar

Bimantika.net _Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Lapangan Pahlawan Kota Bima Jum’at, 2 Desember 2022 berjalan lancar.

Empat bulan sebelum eksekusi hari ini, Pemkot Bima sudah memberikan peringatan kepada seluruh PKL di lokasi itu untuk membongkar lapak mereka.

Sebelum dilakukan eksekusi lapangan oleh Satuan Pol PP Kota Bima, Pemerintah Kota Bima melalui Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Mukhtar Landa, MH memimpin Rapat Koordinasi Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), bertempat diruang rapat Sekda.

Rapat Koordinasi Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) tersebut dihadiri oleh kepala perangkat daerah, Sekcam Raba, Danramil Rasanae, Kapolsek Raba Polres Bima Kota, dan Direktur Utama RSUD Bima.

Salah satu faktor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Bima adanya pedagang kaki lima. Namun seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan makin banyaknya para pedagang kaki lima.

Sehingga berdampak negatif dengan adanya pedagang yang berjualan tidak sesuai dengan tempat yang seharusnya yakni berjualan di trotoar, maupun bahu jalan.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 11 Tahun 2010 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima, dan Peraturan Walikota Bima Nomor 40 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksana Peraturan Daerah Kota Bima Nomor 11 Tahun 2010 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima.

Sekda Mukhtar Landa mengatakan, pihaknya secara tegas menyikapi adanya pedagang kaki lima yang berjualan diatas trotoar dan bahu jalan.

“Lakukan sosialisasi dengan melakukan pendekatan secara kemanusiaan dimulai sejak empat bulan lalu, hari ini untuk membongkar secara mandiri lapak-lapak pedagang yang dibuat secara permanen, jika masih terlihat sampai besok, tertibkan,” tegasnya.

Mukhtar Landa menambahkan, ia juga meminta bantuan TNI, Polri, dan perangkat daerah terkait untuk sama-sama mengawal penertiban pedagang yang berjualan pada tempat yang tidak seharusnya.

Menurutnya bahwa Kegiatan penataan dan pembinaan pedagang kaki lima bertujuan antara lain;

Pertama, mewujudkan adanya tertib lingkungan yang serasi yang meliputi penertiban umum dan kebersihan lingkungan.

Kedua, terwujudnya lokasi tempat usaha bagi pedagang kaki lima yang sesuai dengan peruntukan tata ruang dan perencanaan kota.

Ketiga, berfungsinya sarana kelengkapan kota yang sesuai dengan fungsinya.

Keempat, tumbuhnya wirausaha yang tangguh, mandiri dan kuat.

Kelima, terpenuhinya kebutuhan pembeli atau masyarakat sesuai dengan pertumbuhan kota dan gaya hidup masyarakat perkotaan. (***/Midun//kominfostik)

Satpol PP Tertibkan PKL Lapangan Pahlawan Kota Bima

Bimantika.net _Taman Lapangan Pahlawan Kota Bima dibangun begitu indahnya, nampak terlihat “cantik” setelah di bangun di masa pemerintahan Walikota H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Taman yang nampak indah tersebut menjadi kelihatan kumuh akibat adanya para pedagang kaki lima (PKL), padahal pemerintah sudah bangun dan sediakan bangunan lapaknya.

Atas kondisi tersebut Kasat Pol PP Kota Bima Drs. M. Nur A. Majid saat diwawancara media online Bimantika Jum’at 2 Desember 2022 menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan upaya penertiban.

“Saat ini saya sedang kumpulkan anggota Sat Pol PP Kota Bima dalam rangka pemberitahuan secara persuasif dan penertiban” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sesungguhnya Sat Pol PP Kota Bima menjalankan amanat UU dalam hal ini Perda Kota Bima yang di produk oleh Lembaga Legislatif.

“Yang jelas pihak kami Sat Pol PP menjalankan upaya-upaya sesuai dengan perintah peraturan perundang-undangan” katanya.

M. Nur tegaskan bahwa para pedagang kaki lima di lapangan Pahlawan Bima pihaknya akan tetap melakukan penertiban.

“Mereka harus bongkar habis sampai besok sore itu waktu terakhir Krn kita sudah berbulan-bulan memberikan peringatan tidak pernah diindahkan” ujar M. Nur. (***)

Langkah Kongkrit Walikota HML Tekan Inflasi

Bimantika.net _Kamis 1 Desember 2022, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE, (HML) Pimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, bertempat di ruang rapat Walikota.

Walikota HML memimpin rapat koordinasi tersebut didampingi Asisten II, Kepala Inspektorat, Sekretaris Bappeda dan Litbang, Kepala Dinas Koperindag, Kepala Dinas Pertanian, Kepala DKP, Kepala Diskanlut, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dishub, Kepala Dinas PUPR, Kasat Pol PP, dan Kabag Ekonomi Setda Kota Bima.

Terlihat pula hadir dalam rakor pengendalian inflasi daerah tersebut Kepala Bulog Bima, dan Kepala BPS Kota Bima.

Ada 6 (enam) upaya kongkrit bagi pemerintah daerah dalam penanganan inflasi daerah antara lain melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan BTT, dan dukungan transportasi dari APBD.

Walikota HML mengungkapkan, pada intinya rakor hari ini dapat memberi satu masukan, dan ada langkah-langkah yang diambil, mengingat adanya kenaikan yang cukup signifikan. Ungkapnya.

“Artinya bahwa, harus ada langkah yang harus diambil, sehingga kita bisa memprediksi komoditas apa yang punya peluang menyumbang angka inflasi yang begitu signifikan ini, potensi-potensi inilah yang harus kita ukur semaksimal mungkin, sehingga ada titik balance mengurangi jumlah populasinya,” imbuhnya.

Wali Kota Bima pun menambahkan, potensi-potensi yang menaikkan sektor lainnya seperti proses pengiriman barang melalui moda transportasi penerbangan, ini juga bisa berdampak, tidak bisa kita hindari bahwa pengaruh dari pada transportasi udara, transportasi darat, semua ini bergantung pada bahan bakar. Bebernya.

“Artinya harus ada tekanan dari pemerintah pusat, kira-kira peran kita dari pemerintah daerah apa dari titik-titik yang akan dilakukan,” pintanya.

Walikota Bima juga menginginkan adanya budaya dari masyarakat untuk melakukan gerakan menanam di halaman rumah masing-masing, sehingga pasokan cabai, tomat, dan lainnya tercukupi, langkah-langkah ini harus dilakukan. Pesan H. M. Lutfi.

Selain itu juga, H. M. Lutfi juga menginginkan adanya perhatian dari dinas terkait untuk membeli pasokan beras lokal, kemudian dijual murah, dengan tujuan uang berputar ditengah masyarakat, mereka yang menikmati, jangan bergantung pada pasokan beras yang ada di Bulog saja. Tutupnya. (***)

Kasiter Korem 162/WB dan Dandim 1608/Bima Tinjau Lokasi Pompa Hidram di Kota Bima

Bimantika.net _1 Desember 2022 Pukul 12.00 Wita s.d Pukul 17.20 Wita bertempat di kelurahan Jatibaru Timur Kecamatan Asakota Kota Bima berlangsung Kegiatan kunjungan kerja Tim survei lokasi Pompa hidran Korem 162/WB.

Tim Survey lokasi Pompa hidran Korem 162/WB yang dipimpin oleh
Kasiter korem 162/WB Kolonel Czi I gusti putu Dwika dan didampingi oleh Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq S.Sos dan Tim survei dari Bank Indonesia dengan jumlah yang hadir sekitar 40 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut hasil liputan langsung media Online Bimantika antara lain Kasiter Korem 162/WB Kolonel Czi I. Gusti Putu Dwika, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Moh Zia Ulhaq S. Sos, Tim survei Bank Indonesia Lalu Mandra kamajaya, Danramil 1608- 01/Rasanae Kapten Inf Seninot Sribakti, Pasiter Kodim 1608/Bima Lettu Inf Bambang Irawan, Lurah Jatibaru Timur Abdul Karim S. Sos dan segenap warga Masyarakat Kelurahan Jati Baru Timur.

Sekitar Pukul 14.02 Wita Kasiter korem 162/WB Kolonel Czi I. Gusti putu Dwika, tim rombongan peninjauan lokasi pompa hidram tiba di kelurahan jatibaru timur.

Lurah Jatibaru timur. Abdul Karim S. Sos berterima kasih atas kehadirannya pihak TNi dan Tim Survey lapangan.

“Terkait dengan hadirnya program pompa Hidram ini kami atas nama pemerintah, terutama masyarakat Jatibaru Timur sangat-sangat bersyukur terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena memang kami tidak sengaja hadir rezeki yang luar biasa masyarakat Kelurahan kami” ujar Lurah.

Atas program TNI tersebut Lurah memberikan apresiasi dan terkait dengan itu ia menghimbau bahwa dengan hadirnya program pompa hidran ini jangan sampai ada satu hal yang menghalangi dalamnya program ini.

“Manfaat program ini sangat luar biasa masyarakat tidak dituntut untuk melakukan sesuatu yang mengeluarkan anggaran setelah pompa ini jadi kita tinggal merawat dan menikmati hasilnya karena memang ini satu temuan yang luar biasa yang tidak menggambarkan beban atau anggaran yang akan ditanggung oleh masyarakat” ungkap Lurah.

Lurah oun menghimbau warga untuk selalu kerjasama dan gotong royong untuk mensukseskan program yang sangat bermanfaat tersebut.

Kasiter Korem 162/WB Kolonel Czi I. Gusti putu Dwika, sampaikan Untuk pertanian nanti mudah-mudahan sebentar lagi kita sudah berkoordinasi dan berkomunikasi meminta bantuan tetapi kami minta bantuan meminta juga dari atas dari Kementerian Pertahanan juga kita minta bantuan ke Korem.

Menurutnya Kegiatan penyediaan air di Wilayah lombok sekarang nanti pun akan mungkin tahun depan di awal tahun mudah-mudahan beralih ke Sumbawa khususnya di Kota Bima.

Akan tapi tetap meminta peran serta dari Kodim pada saat nanti itu datang misalnya ditunjukkan lokasinya di mana.

“Tetapi kalau misalnya seperti sumur pompa Hidram ini kan kita menggunakan tenaga alam jadi itu cuma karena perbedaan ketinggian yang membuat itu tekan tekanan sehingga ke atas tidak perlu menggunakan energi lain seperti listrik” ungkapnya.

Kolonel Czi I. Gusti putu Dwika, ungkapkan juha
Ke depan pun kita minta bantuan dari rekan-rekan dalam bentuk sumur bor nanti bukan konsekuensinya memang harus ada yang rawat harus ada iuran listriknya seperti itu pun akan tetap kita usahakan intinya untuk kemajuan di wilayah Nusa Tenggara Barat

“Kalau yang ini tidak terpakai listrik cuma menggunakan kalaupun ada kendala jadi kami dari kemarin tujuannya hanya untuk berusaha meringankan beban masyarakat” ujarnya.

Sambutan dari Bank Indonesia yang disampaikan oleh Maruduk buyar butar, yang intinya :

Masalah legalitas kelompok baru melihat lokasi sumber air tapi kan perlu sumber air alamiah nanti lokasi masalah kebutuhan, teknis masalah pompa nanti dari pihak Kodim memang kita punya program sosial Bank Indonesia.

Perlu dipenuhi dari sekian administrasi legalitas kelompok tani apakah sudah disahkan oleh dinas Apakah ada badan hukumnya baru masalah kebutuhannya.

Kita bantu itu harus bertanggung jawabkan Nah kalau sudah kami pertanggung jawabkan dan memang bermanfaat barang itu kompresor itu bermanfaat bapak-bapak nanti bukan hanya sebatas ini,

“bukan hanya sebatas pompa mungkin jagung ya mungkin minta masalah budidaya pertaniannya tentang masalah pemasarannya nanti” ujarnya.

Lanjutnya, Dalam kelompok pertaniannya saya bilang stabil nanti hari ini anggotanya 30 besok sudah dibantu Jadi dua 20 ternyata ada kami dengar ada konflik kita itu nanti akan membuat kami menjauh Jadi kalau misalnya bantuan kami bermanfaat dan Bapak ibunya berkembang makin maju itu yang kami harapkan.

Pukul 15.45 Wita Kasiter Korem 162/WB Kolonel Czi I gusti putu Dwika dan Dandim 1608/Bima Letkol Inf Moh Zia Ulhaq S.sos bersama Tim survei dari Bank Indonesia menuju ke lokasi Mancasariba, yang di rencanakan titik tempat pompa hidram. (***)