Budayawan Muda Bima : IAIN Bima Nyata, HML Bangun Peradaban Timurnya Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Salah seorang Budayawan Muda Kota Bima yang juga Mantan Ketua DPD KNPI Kota Bima Periode 2014-2018 Dzul Amirulhaq, S. PdI angkat Bicara Soal Pendirian Kampus IAIN Bima yang progresnya on the track dan terukur.

Dalam pandangannya Gus Irul Sapaan akrab Dzul Amirulhaq menyebutkan bahwa IAIN ITU NYATA

Mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor 2011-2015
Ini sampaikan bahwa Berita baik datang dari Bogor tadi malam 17 Mei 2023 Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) bersama tim terpadu nya berhasil meyakinkan pihak kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia untuk mengamini pengalihan fungsi lahan produksi di wilayah Oi Mbo untuk pembangunan kampus IAIN Bima beserta fasilitas umum lainnya.

“Kelak, dari kawasan timur Kota Bima, peradaban baru itu akan dimulai. Sebuah kampus agama berbasis ekowisata akan berjejer megah di sana, menjadi salah satu urat nadi pendidikan tinggi Islam di Indonesia Timur” ujar Gus Irul.

Gagasan besar Walikota HML menurut Gus Irul justru melampaui lompatan visi-misinya yang selama ini hanya dipandang sebagai seorang politisi.

Sosok HML adalah bagian dari rantai doa mustajab para Ulama Bima yang menginginkan lahirnya poros persemaian intelektual Islam di tanah Bima.

Juga bagian dari ikhtiar menjaga marwah kesultanan Bima yang tersohor sebagai kerajaan Islam terunik di Indonesia. Wajar, sedari awal ada sebagian pihak yang meremehkan niatnya.

“Tapi Lutfi tak ambil peduli, bagi dirinya, IAIN ini adalah bukti otentik “Perubahan” yang selama ini ia gaungkan.

“Kapan lagi saya bisa berkontribusi untuk mengangkat marwah dan martabat kampung saya sendiri, saya sudah di DPR RI dua periode, akses-akses ini yang akan saya terobos agar IAIN bisa berdiri di Kota Bima!”, ujarnya di suatu waktu.

Lanjut Gus Irul Coba kita bayangkan, 25 tahun yang akan datang, ketika kampus hijau itu berdiri dan beroperasi. Akan ada denyut kehidupan baru dengan perputaran ekonomi yang luar biasa di tengah kohesi sosial yang kuat.

Arus migrasi masuk mahasiswa-mahasiswa luar Bima yang memaksa menjamurnya kos-kosan dan penginapan murah.

Silakan membayangkan, area IAIN itu adalah Kota Satelit yg akhirnya menggambarkan miniatur Bima Raya tidak hanya di kancah regional, bahkan mungkin dalam percaturan dunia.

Masih menurut Gus Irul Ketahuilah: bahwa IAIN itu Nyata! Untuk siapa? Bukan untuk Muhammad Lutfi sendiri, dia enggak punya tendensi apapun di situ, apalagi mengais keuntungan dari ihwal amal jariyah seperti itu.

“Bagi dirinya, membangun IAIN sama halnya dengan menggali mata air bagi dahaga peradaban kita yang mulai terkoyak oleh gempuran modernitas dan degradasi moral yang merajalela” kata Gus Irul.

Inilah legacy moral-intelektual dalam pengabdian tertinggi dari seorang kepala daerah, bahwa titik nol perubahan itu adalah ilmu.

IAIN menjadi jawaban atas semua itu, karena kita dan anak-anak kita kelak menjadi bagian yang turut merasakan manfaat dari perubahan itu.

IAIN ini menjadi hikmah terbesar yang mengantarkan Muhammad Lutfi dan Feri Sofian menuju akhir dari pengkhidmatan yang husnul khatimah.

Diujung akhir Komentar Gus Irul pun sampaikan pesan Kepada seorang kawan yang terserang sindrom “kefu ade” pada Walikota HML bahwa dirinya pernah berujar, “Bro. Untuk mengenali Lutfi, tidak cukup dengan bertelepon ria lima kali sehari semalam, atau duduk ngopi dengannya sepanjang zaman.

“Kamu perlu menyendiri, sembari membaca ulang jalan hidupnya dan menyibak gagasan-gagasan besarnya. Jika kamu merasa cukup, maka mulailah berkawan dengan Lutfi menggunakan hati!” Ungkap Gus Irul.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pun terus mengawal proses-proses yang dilakukan untuk mempercepat.

Walikota HML pun mengikuti rapat pembahasan Ekspose hasil dan rekomendasi Penelitian Tim Terpadu Permohonan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi untuk Pembangunan Kampus IAIN dan Fasilitas Umum Kota Bima, dilaksanakan di Royal Hotel, Kota Bogor, Jawa Barat. Rabu 17 Mei 2023.

Ekspose Akhir ini merupakan rangkaian kegiatan lanjutan yang dilaksanakan Tim Terpadu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setelah pelaksanaan Ekspose awal yang dilaksanakan di Command Center Kota Bima pada tanggal 17 April 2023 yang lalu.

Wali Kota Bima didampingi Kepala Bappeda Kota Bima, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima beserta anggota Tim teknis serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bima.

Pada rapat tersebut dipimpin Kepala Sub Direktorat Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Dr. F.X Herwirawan, S.Hut, M.Si dan dihadiri oleh seluruh Anggota Tim Terpadu.

Walikota HML menyampaikan atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Bima menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Anggota Tim Terpadu.

HML mengaku bahwa komitmen Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan akan terus dilaksanakan, pembangunan kampus IAIN dengan konsep Green Kampus adalah bentuk dari komitmen tersebut, rencana pembangunan fasilitas umum lainnya yang akan dikembangkan pada lokasi Poligon II yang berbatasan langsung dengan kawasan TPA Oi Mbo.

“Pembangunan Kampus IAIN Bima ini mengusung konsep Ekowisata yang merupakan ikhtiar dari Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan yang ada di Kota Bima,” pungkasnya.

Lutfi menambahkan, dalam rapat tersebut dihasilkan beberapa rekomendasi dari Timdu bahwa kawasan hutan HPK disetujui untuk dilakukan pelepasan kawasan hutan pada kelompok kawasan hutan RTK 67 adalah seluas ± 51 Ha untuk pembangunan kampus IAIN dan Fasilitas Umum lainnya. Bebernya.

Di akhir, beliau menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses ini.

“Apa yang telah kita laksanakan ini semoga dapat diwujudkan dalam waktu secepatnya,” tutupnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *