Polisi Ungkap Kematian Mayat Terapung di Sungai Padolo, Tiga Terduga Pelaku di Tangkap

jpn

Bimantika.net -Jum,at pagi (19/5/23) Warga seputar bantaran sungai Padolo Kota Bima di hebohkan dengan ditemukannya sesosok mayat yang mengapung di sungai Padolo.

Atas kejadian penemuan mayat yang menghebohkan warga Kota Bima tersebut pihak kepolisian dalam hal ini Polres Bima Kota langsung bergerak cepat mengungkap kasus dan peristiwa tersebut.

Tidak tunggu waktu yang lama dalam Hitungan Jam, Satuan Reskrim Polres Bima Kota Berhasil Mengungkap Sebab Kematian mayat Lelaki yang mengapung di sungai Padolo Kota Bima tersebut.

Tim Puma 2 Sat Reskrim Polres Bima Kota yang di Pimpin Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Punguan Hutahean, S.Tr.K, S.I.K., Berhasil mengungkap sebab kematian tersebut.

Sesosok mayat hasil pemeriksaan pihak kepolisian adalah Fernademetz Luit Mawar (22) warga asal NTT.

Kematian nya menurut pihak Kepolisian akibat penganiayaan berat hingga tewas.

Polisi mengungkap bahwa Tiga terduga pelaku yang secara bersama-sama menganiaya korban hingga tewas, berhasil diringkus di lokasi berbeda.

Masing-masing Berinisial IA (21), FR (28) dan ZZ (23) ketiganya merupakan warga Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K melalui Kasi Humas IPTU Jufrin, Jumat, 19 Mei 2023 membenarkan adanya pengungkapan tersebut.

Para terduga pelaku sekitar pukul 13:00 Wita, di Kelurahan Paruga Kecamatan Rasanae Barat dan Kelurahan Monggonao Kecamatan Mpunda.

Selain terduga pelaku, Tim Puma II juga mengamankan 4 saksi. Yakni, Nofendi warga Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa Besar, Kabupaten Bima, Arif Maulana warga Kelurahan Paruga, Ahmad Fathoni warga Kelurahan Paruga dan Dedi warga Kelurahan Jatiwangi. “Saksi-saksi diamankan untuk dimintai keterangan” sebut Jufrin.

Jufrin membeberkan kronologi kejadian pembunuhan tersebut. Pada hari Rabu  tanggal 17 Mei 2023 sekitar pukul 21.00 Wita bertempat di depan Toko Bony Kelurahan Paruga, korban datang bersama dua temanya dengan sepeda motor berbonceng tiga.

Tujuan kedatangan mereka di lokasi setempat, untuk berbelanja di Kios Sembako Mas Opik. Kemudian korban turun bersama dengan saksi Arif Maulana dan menitipkan brang milik korban.

Saksi Saudara Nofendi pergi untuk mengambil Hp miliknya dan korban menunggu di pinggir jalan,” ungkap Jufrin.

Pada saat teman korban bernama Arif Maulana kembali, ia melihat korban sudah dikejar oleh tiga orang pemuda dan berlari ke arah jembatan gantung Kelurahan Paruga. Kemudian kedua teman korban pergi untuk mencari korban, akan tetapi tidak menemukanya sehingga kedua teman korban pergi ke kosnya dan tidak menemukan korban.

Pada Hari Jum’at tanggal 19 Mei 2023 Sekitar Pukul 06.00 Wita, lanjut Jufrin, Tim Puma II mendapatkan informasi bahwa bertempat di sungai Padolo Jembatan Gantung Kel.Paruga telah di temukan mayat tanpa identitas dalam keadaan terapung dan kondisi tubuh sudah membengkak.

Dengan adanya kejadian tersebut Tim Puma II berkordinasi dengan Tim Inafis Reskrim Bima Kota untuk mengetahui Identitas Korban dan melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap terduga pelaku yang melakukan penganiyaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Tim berhasil mengantongi dan mendapatkan informasi identitas dan keberadaan terduga pelaku,” beber Jufrin.

menindak lanjuti informasi tersebut Tim Puma II langsung menuju lokasi keberadaan terduga pelaku. Setibanya di lokasi tim langsung melakukan penangkapan dan mengamankan terduga pelaku FD dan IA.

Selanjutnya tim mengintrogasi FD dan IA. Keduanya mengakui bahwa benar pada Hari rabu Tanggal 17 Mei sekitar pukul 21.00 Wita, secara bersama sama melakukan pemukulan terhadap korban.

“FD memukul rahang kanan korban sebanyak 1 kali dan IA memukul punggung sebelah kiri sebanyak 1 kali sehingga korban langsung berlari ke arah jembatan gantung sungai Padolo,” terang Jufrin.

Tidak sampai di situ, tiga terduga pelaku terus mengejar sehingga korban langsung meloncat ke sungai Padolo. Terduga pelaku IA juga memukul korban menggunakan kayu balok sepanjang lebih kurang 2 meter dan kemudian ketiga terduga pelaku meninggalkan korban.

“Perbuatan pelaku IA saat melempar korbn menggunakan balok disaksikan dan dilihat langsung oleh saksi Ahmad Fathoni,” sebut Jufrin.

Selanjutnya, tim mengamankan para terduga pelaku beserta barang bukti ke Mako Polres Bima Kota dan menyerahkan kepada piket Sat Reskrim Polres Bima Kota. (*)

Sembunyi di Kolong Tempat Tidur, Pelaku Curat di Desa Mumbu Ditangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Kapolsek Woja, Ipda Zainal Arifin, S.I.P, mengkonfirmasi adanya seorang pemuda inisial IR alias Jojo (25) yang ditangkap di Tonda Barat, Desa Mumbu Kecamatan Woja lantaran diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat).

Pemuda tersebut ditangkap atas laporan korban bernama Herman (39) yang juga berdomisili di Dusun Tonda Barat Desa Mumbu, Kecamatan Woja bernomor polisi: LP/B/10/V/2023/SPKT/Polsek Woja/Polres Dompu/Polda NTB, Rabu tanggal 17 Mei 2023 lalu.

Dalam keterangannya, Kapolsek Zainal menyebutkan bahwa penangkapan terhadap terduga pelaku IR alias Jojo dilakukan oleh Timsus Elang Polsek Woja dipimpin Kanit Reskrim Woja Bripka Abdul Hamid, SH, Jum’at (19/5/2023) sekira pukul 05.30 Wita.

“Saat ditangkap, terduga tengah bersembunyi di bawah kolong tempat tidur,” ungkap Kapolsek.

Kronologisnya, kata Kapolsek, sebelumnya tim SPKT Polsek Woja menerima laporan atas nama Herman, kemudian tim mendapat perintah untuk melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

Saat dilakukan pengembangan, lanjut Kapolsek, Tim saat itu mendapat informasi bahwa terduga pelaku berada di rumah salah seorang warga di Desa Mumbu, Kecamatan Woja.

“Saat itu pula tim bergerak mengintai dan kemudian langsung menangkap terduga,” beber Kapolsek.

Dari tangan terduga, Timsus Elang berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (Satu) Handphone Merk Oppo A16 hasil kejahatannya.

“Kini terduga pelaku serta barang bukti diamankan ke Mapolres Dompu untuk diproses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Terkait kejahatan, Kapolsek Zen (Sapaan Zainal Arifin) mengingatkan warga agar berhati-hati menyimpan barang-barang berharga dari kemungkinan adanya niat jahat dari para pelaku kejahatan.

Ia juga berjanji akan menindak tegas oknum-oknum yang mencoba mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya yang ada di Wilayah Hukum Kecamatan Woja.(***)

4 Golongan Yang Dirindukan Surga, Diantaranya Hindari Caci Maki dan Fitnah

jpn

Foto : Ilustrasi

Bimantika.net -Ada empat (4) golongan yang sangat dirindukan oleh surga, salah satunya adalah orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Hal itu diketahui dari sebuah hadis.Nabi Muhammad SAW bersabda:

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ

Artinya: “Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Demikian ungkap Khotib Sholat Jum’at di Lingkungan BTN Sadia Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima (19/5/2023).

Khotib menjelaskan golongan pertama yang sangat dirindukan oleh Surga adalah orang-orang yang lisannya senantiasa digunakan untuk membaca kalam Allah SWT setiap waktu dan kesempatan yang ada. Bahkan, saat lapang maupun sempit.

“Disamping dirindukan oleh surga, Allah SWT orang yang rajin membaca Al-Qur’an hatinya menjadi tenang” ungkapnya.

Golongan Kedua adalah yang selalu menjaga lisannya dari berkata kotor, mencaci-maki, dan menghujat, menggunjing, menyebar fitnah, membawa berita bohong, melukai perasaan orang lain.

Khotib menyebutkan dalam sebuah hadits Nabi SAW yang berasal dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir hendaklah dia berkata yang baik, atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir menghormati tetangganya.

Golongan ketiga adalah orang yang memberi makan terhadap orang yang kelaparan.

Golongan ini merupakan orang yang senantiasa membantu orang yang membutuhkan. Allah SWT akan membalas kebaikan yang dilakukan oleh hambanya.

Bahkan, kelak di hari kiamat Allah swt akan memberikan makan dari buah-buahan surga.Apalagi di bulan puasa ini pahala kita akan dilipatgandakan Allah SWT.

Golongan keempat adalah orang yang berpuasa di bulan Ramadan .Golongan ini adalah orang yang senantiasa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Maka, bersyukurlah bagi mereka yang senantiasa melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan.

Kehadiran mereka dirindukan oleh surga.Allah swt juga telah menyediakan pintu surga bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan.

“Marilah kita senantiasa berusaha untuk menjadi orang-orang yang dirindukan surga” demikian ajak Khotib. (Sumber : Khotib Sholat Jum’at Masjid Arrahman BTN Sadia)

Polisi Bersama Warga Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Desa Roi

jpn

Bimantika.net -Personel Kasubsektor Palibelo Polres Bima Polda NTB bantu padamkan kebakaran rumah di Desa Roi Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima

Kebakaran rumah panggung 12 tiang milik Agus 31 warga RT 03/02 Dusun Desa Roi itu terjadi Kamis (18/5/23) Sekira Pukul 11.45 Wita Siang Tadi.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto, S.I.K, SH, lewat kasi humas Iptu Adib Widayaka membenarkan adanya kebakaran di Desa Roi.

“Kepada saudara kita tertimpa musibah kebakaran semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini” Ungkap Kapolres sebagaimana diulas kasi humas Iptu Adib Widayaka.

Musibah kebakaran itu terjadi secara tiba tiba dan korban pun tidak mengetahui mendadak api membesar dan dalam sekejap rumah panggung 12 tiang itu Ludes terbakar.

Lima belas menit kemudian tepatnya Pukul 12.00. Api dapat dipadamkan oleh warga dan Personel Kasubsektor Palibelo dengan alat seadanya dan beruntung kebakaran itu tidak merambat Kerumah warga lainnya.

Untuk sementara kebakaran itu diduga kuat diakibatkan oleh arus Pendek/ konseleting Listrik.

Dan kerugian akibat dari kebakaran itu masih di lakukan pendataan Pungkas Adib. (****)

Siapa Yang Buka Aib Orang Lain, Maka Allah Akan Membuka Aibnya Juga di Muka Bumi

jpn

Foto Ilustrasi

Bimantika.net -Era Digitalisasi saat ini adalah era dimana sebuah peradaban manusia tergeser cara dan gaya hidupnya, media sosial menjadikan Dunia dalam genggaman.

Diera Peradaban manusia yang super canggih dan modern ini banyak diantara kita yang suka menggunjing, mencela, mencaci maki, membully orang lain melalui status media sosial maupun dalam kolom komentar.

Dalam tausiyahnya Gus Baha salah seorang Ulama Kharismatik menyampaikan bahwa aib orang lain itu tidak wajib ditutupi, bukannya di bongkar atau dibicarakan.

Gus Baha sangat ekstrim berpendapat bahwa aib adalah sesuatu yang wajib kita tutupi karena bisa orang lain malu.

“Allah menyuruh kita dalam kitab suci Al-Quran untuk menutup aib sendiri dengan baik. Dan Bukan hanya aib sendiri yang wajib kita tutupi, juga dalam perintah Al-Qur’an wajib untuk menjaga aib orang lain karena bisa membuatnya malu” ujar Gus Baha.

Lanjut Gus Baha bahwa Dengan menutup rapat aib semua orang, maka kita terhindar dari ancaman serta dosa yang berat yang tentunya akan dimintai pertimbangan oleh Allah SWT di Yaumil kiamah.

Menurut Gus Baha bahwa karena membuka aib orang lain adalah bentuknya Dosa maka sangat sangat merugikan diri sendiri dan tentunya merugikan diri dalam keselamatan akhirat.

Dalam hukum Islam menurut Gus Baha, secaea syariat melarang umat muslim untuk membongkar aib kepada orang lain.

“Syariat mengharuskan kita untuk menutupi aib orang,” terang Gus Baha sebagaimana dikutip dari Youtube SANTRI OFFICIAL 6 Juni 2022.

Gus Baha pun dalam kanal youtube tersebut berpesan agar kalau melihat orang berkelakuan buruk, maka janganlah ditiru,

Gus Baha juga mengingatkan bahwa soal Aib terbongkar atau tidak terbongkar itu adalah perkara kehendak Allah, namun manusia sebaiknya hindari membongkar Aib Orang lain .

Masih menurut Gus Baha dalam ceramahnya sekiranya mengetahui kalau salah satu orang terdekat atau tetangga atau keluarga punya dosa zina misalnya, sebaiknya kita nasihati secara sembunyi-sembunyi.

Gus Baha pun memberikan contoh lainnya seperti kalau teman, sahabat, keluarga dekat atau jauh, tetangga dan siapapun ternyata pernah mencuri hak orang lain, maka jangan pula kita tegur secara terang-terangan, melainkan nasehati dia secara sembunyi-sembunyi.

“Tidak perlu kita nasihati secara terang-terangan di depan banyak orang. Itu namanya membongkar aib” jelas Gus Baha.

Padahal kalau aib tersebut sudah tersebar, maka bisa menjadi bahaya karena bisa jadi tukang zina itu akan taubat pada waktu yang tepat.

Banyak juga hadits yang menuliskan tentang dosa membuka aib orang lain.

Pasalnya orang yang melakukan dosa gosip atau ghibah ini akan mendapat hukum karma langsung dari Allah SWT.

“Allah tidak akan membuatnya mati sebelum orang tersebut mengalami aib yang sama,” papar Gus Baha. (***//CY)

Gus Baha : Kunci Hidup Berkah Adalah Bertobat

jpn

Bimantika.net -KH Ahmad Bahaudin Nursalim yang dikenal dengan panggilan Gus Baha menerangkan bagaimana kunci keberkahan dalam hidup dan kehidupan yang sifatnya sementra di dunia ini.

Menurutnya Banyak orang dalam hidupnya ingin selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Dari banyaknya yang ingin mendapatkan keberkahan tersebut Gus Baha pun menyampaikan Banyak cara dan metode yang bisa dilakukan oleh umat muslim khususnya untuk mendapatkan keberkahan tersebut.

“Bertobat pada Allah SWT adalah Kunci keberkahan” ujar Gus Baha.

Menurut Gus Baha bahwa Barokahnya hidup ketika manusia bisa bertaubat kepada sang Pencipta yakni Allah SWT.

Ulama kharismatik ini memberikan contoh yang sangat simple bahwa banyak orang tua yang maling, namun anaknya sholeh.

Sebab, Ia selalu mendoakan anaknya dalam kebaikan, tidak seperti orang tuanya yang penuh dosa.

Sebab tobat dari seseorang tadi akan membawa berkah ke sekitarnya.

“Oleh karena itu sebaiknya yang pernah berbuat dosa segeralah bertobat” kata Gus Baha dalam Kanal Youtube nya. (***)

Budayawan Muda Bima : IAIN Bima Nyata, HML Bangun Peradaban Timurnya Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Salah seorang Budayawan Muda Kota Bima yang juga Mantan Ketua DPD KNPI Kota Bima Periode 2014-2018 Dzul Amirulhaq, S. PdI angkat Bicara Soal Pendirian Kampus IAIN Bima yang progresnya on the track dan terukur.

Dalam pandangannya Gus Irul Sapaan akrab Dzul Amirulhaq menyebutkan bahwa IAIN ITU NYATA

Mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor 2011-2015
Ini sampaikan bahwa Berita baik datang dari Bogor tadi malam 17 Mei 2023 Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) bersama tim terpadu nya berhasil meyakinkan pihak kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia untuk mengamini pengalihan fungsi lahan produksi di wilayah Oi Mbo untuk pembangunan kampus IAIN Bima beserta fasilitas umum lainnya.

“Kelak, dari kawasan timur Kota Bima, peradaban baru itu akan dimulai. Sebuah kampus agama berbasis ekowisata akan berjejer megah di sana, menjadi salah satu urat nadi pendidikan tinggi Islam di Indonesia Timur” ujar Gus Irul.

Gagasan besar Walikota HML menurut Gus Irul justru melampaui lompatan visi-misinya yang selama ini hanya dipandang sebagai seorang politisi.

Sosok HML adalah bagian dari rantai doa mustajab para Ulama Bima yang menginginkan lahirnya poros persemaian intelektual Islam di tanah Bima.

Juga bagian dari ikhtiar menjaga marwah kesultanan Bima yang tersohor sebagai kerajaan Islam terunik di Indonesia. Wajar, sedari awal ada sebagian pihak yang meremehkan niatnya.

“Tapi Lutfi tak ambil peduli, bagi dirinya, IAIN ini adalah bukti otentik “Perubahan” yang selama ini ia gaungkan.

“Kapan lagi saya bisa berkontribusi untuk mengangkat marwah dan martabat kampung saya sendiri, saya sudah di DPR RI dua periode, akses-akses ini yang akan saya terobos agar IAIN bisa berdiri di Kota Bima!”, ujarnya di suatu waktu.

Lanjut Gus Irul Coba kita bayangkan, 25 tahun yang akan datang, ketika kampus hijau itu berdiri dan beroperasi. Akan ada denyut kehidupan baru dengan perputaran ekonomi yang luar biasa di tengah kohesi sosial yang kuat.

Arus migrasi masuk mahasiswa-mahasiswa luar Bima yang memaksa menjamurnya kos-kosan dan penginapan murah.

Silakan membayangkan, area IAIN itu adalah Kota Satelit yg akhirnya menggambarkan miniatur Bima Raya tidak hanya di kancah regional, bahkan mungkin dalam percaturan dunia.

Masih menurut Gus Irul Ketahuilah: bahwa IAIN itu Nyata! Untuk siapa? Bukan untuk Muhammad Lutfi sendiri, dia enggak punya tendensi apapun di situ, apalagi mengais keuntungan dari ihwal amal jariyah seperti itu.

“Bagi dirinya, membangun IAIN sama halnya dengan menggali mata air bagi dahaga peradaban kita yang mulai terkoyak oleh gempuran modernitas dan degradasi moral yang merajalela” kata Gus Irul.

Inilah legacy moral-intelektual dalam pengabdian tertinggi dari seorang kepala daerah, bahwa titik nol perubahan itu adalah ilmu.

IAIN menjadi jawaban atas semua itu, karena kita dan anak-anak kita kelak menjadi bagian yang turut merasakan manfaat dari perubahan itu.

IAIN ini menjadi hikmah terbesar yang mengantarkan Muhammad Lutfi dan Feri Sofian menuju akhir dari pengkhidmatan yang husnul khatimah.

Diujung akhir Komentar Gus Irul pun sampaikan pesan Kepada seorang kawan yang terserang sindrom “kefu ade” pada Walikota HML bahwa dirinya pernah berujar, “Bro. Untuk mengenali Lutfi, tidak cukup dengan bertelepon ria lima kali sehari semalam, atau duduk ngopi dengannya sepanjang zaman.

“Kamu perlu menyendiri, sembari membaca ulang jalan hidupnya dan menyibak gagasan-gagasan besarnya. Jika kamu merasa cukup, maka mulailah berkawan dengan Lutfi menggunakan hati!” Ungkap Gus Irul.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pun terus mengawal proses-proses yang dilakukan untuk mempercepat.

Walikota HML pun mengikuti rapat pembahasan Ekspose hasil dan rekomendasi Penelitian Tim Terpadu Permohonan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi untuk Pembangunan Kampus IAIN dan Fasilitas Umum Kota Bima, dilaksanakan di Royal Hotel, Kota Bogor, Jawa Barat. Rabu 17 Mei 2023.

Ekspose Akhir ini merupakan rangkaian kegiatan lanjutan yang dilaksanakan Tim Terpadu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setelah pelaksanaan Ekspose awal yang dilaksanakan di Command Center Kota Bima pada tanggal 17 April 2023 yang lalu.

Wali Kota Bima didampingi Kepala Bappeda Kota Bima, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima beserta anggota Tim teknis serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bima.

Pada rapat tersebut dipimpin Kepala Sub Direktorat Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Dr. F.X Herwirawan, S.Hut, M.Si dan dihadiri oleh seluruh Anggota Tim Terpadu.

Walikota HML menyampaikan atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Bima menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Anggota Tim Terpadu.

HML mengaku bahwa komitmen Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan akan terus dilaksanakan, pembangunan kampus IAIN dengan konsep Green Kampus adalah bentuk dari komitmen tersebut, rencana pembangunan fasilitas umum lainnya yang akan dikembangkan pada lokasi Poligon II yang berbatasan langsung dengan kawasan TPA Oi Mbo.

“Pembangunan Kampus IAIN Bima ini mengusung konsep Ekowisata yang merupakan ikhtiar dari Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan yang ada di Kota Bima,” pungkasnya.

Lutfi menambahkan, dalam rapat tersebut dihasilkan beberapa rekomendasi dari Timdu bahwa kawasan hutan HPK disetujui untuk dilakukan pelepasan kawasan hutan pada kelompok kawasan hutan RTK 67 adalah seluas ± 51 Ha untuk pembangunan kampus IAIN dan Fasilitas Umum lainnya. Bebernya.

Di akhir, beliau menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses ini.

“Apa yang telah kita laksanakan ini semoga dapat diwujudkan dalam waktu secepatnya,” tutupnya. (***)

Lahan Kampus Disetujui Kementrian LHK, Pembangunan IAIN Bima ‘Didepan Mata’

jpn

Bimantika.net -Loby panjang Pemerintah Kota Bima terkait dengan pembangunan Kampus IAIN Bima sepertinya sudah mulai nampak ada titik terangnya.

Upaya luhur dan Ikhtiar totalitas Pemkot Bima membangun sebuah peradaban semakin kencang dan nyata didepan mata.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pun terus mengawal proses-proses yang dilakukan untuk mempercepat.

Walikota HML pun mengikuti rapat pembahasan Ekspose hasil dan rekomendasi Penelitian Tim Terpadu Permohonan Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi untuk Pembangunan Kampus IAIN dan Fasilitas Umum Kota Bima, dilaksanakan di Royal Hotel, Kota Bogor, Jawa Barat. Rabu 17 Mei 2023.

Ekspose Akhir ini merupakan rangkaian kegiatan lanjutan yang dilaksanakan Tim Terpadu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setelah pelaksanaan Ekspose awal yang dilaksanakan di Command Center Kota Bima pada tanggal 17 April 2023 yang lalu.

Wali Kota Bima didampingi Kepala Bappeda Kota Bima, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima beserta anggota Tim teknis serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bima.

Pada rapat tersebut dipimpin Kepala Sub Direktorat Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Dr. F.X Herwirawan, S.Hut, M.Si dan dihadiri oleh seluruh Anggota Tim Terpadu.

Walikota HML menyampaikan atas nama masyarakat dan Pemerintah Kota Bima menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Anggota Tim Terpadu yang telah bekerja kurang lebih selama lima hari melakukan pembahasan dan penelitian terhadap permohonan pemerintah Kota Bima untuk memperoleh Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan untuk pembangunan kampus IAIN dan Fasilitas Umum lainnya.

HML mengaku bahwa komitmen Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan akan terus dilaksanakan, pembangunan kampus IAIN dengan konsep Green Kampus adalah bentuk dari komitmen tersebut, rencana pembangunan fasilitas umum lainnya yang akan dikembangkan pada lokasi Poligon II yang berbatasan langsung dengan kawasan TPA Oi Mbo.

“Pembangunan Kampus IAIN Bima ini mengusung konsep Ekowisata yang merupakan ikhtiar dari Pemerintah Kota Bima dalam menjaga dan melestarikan fungsi-fungsi lingkungan yang ada di Kota Bima,” pungkasnya.

Lutfi menambahkan, dalam rapat tersebut dihasilkan beberapa rekomendasi dari Timdu bahwa kawasan hutan HPK disetujui untuk dilakukan pelepasan kawasan hutan pada kelompok kawasan hutan RTK 67 adalah seluas ± 51 Ha untuk pembangunan kampus IAIN dan Fasilitas Umum lainnya. Bebernya.

Di akhir, beliau menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses ini.

“Apa yang telah kita laksanakan ini semoga dapat diwujudkan dalam waktu secepatnya,” tutupnya. (***)

Bersama Rekannya Sesama Aktivis 98, Walikota Bima HM Lutfi Konferensi Pers “Menggugah Reformasi”

jpn

Bimantika.net – Dalam rangka memperingati 25 tahun reformasi 1998, sejumlah Aktivis 98 hari ini Rabu 17 Mei 2023 menggelar sejumlah kegiatan reflektif untuk menolak lupa kediktatoran akan rezim Pemerintahan Soeharto.

Pantauan dan liputan langsung media Bimantika bahwa Tema sentral kegiatan tersebut adalah “Menggugat Reformasi” yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Aktivis 98 dan Peringatan 25 Tahun Reformasi.

Sekumpulan aktivis 98 yang tergabung dalam Konferensi Pers tersebut nampak hadir Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Sebelum konferensi pers dimulai Juru Bicara Miksil Minamunir Aktivis 98 Alumni UiN Jakarta memperkenalkan satu-satu teman seperjuangan nya menumbangkan Rezim orde baru 25 tahun silam.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aktivis yang menyatakan diri ikut berperan dalam melengserkan kekuatan orde baru pada masa itu mendiskusikan berbagai kondisi bangsa saat ini yang belum tuntas soal agenda besar tujuan Reformasi 1998 lalu

Miksil Minamunir sampaikan bahwa era orde baru adalah dimana negara tidak mungkin berdiri secara terus menerus diatas totalitarianisme dan partisme.

Rezim Orde Baru menurutnya menampakkan dirinya bahwa sebagai rezim yang sangat sentralistik dalam sebuah kekuasaan.

Sistim orde baru pun kental dengan nuansa Kolusi, Korupsi dan Nepotisme sehingga melahirkan gerakan moral mahasiswa 1998.

“Terjadinya kooptasi Partai Politik, tidak adanya kebebasan pers, kerdilkan gerakan mahasiswa, pelanggaran ham, perampasan tanah rakyat, diberikan nya porsi TNi dalan kekuasaan yang sangat tidak wajar adalah wajah buram orde baru” ungkapnya.

Ternyata Gerakan Mahasiswa 98 sampai saat ini tidak sesuai harapan sebagaimana yang di cita-citakan bersama.

“Cita-cita 98 belum selesai” ujarnya.

Karena itu Aktivis 98 buat pertemuan untuk mengingatkan kembali pentingnya gerakan kebersamaan menjaga demokrasi dan keberlanjutan keutuhan bangsa dalam bentuk Halal Bihalal

Sejumlah persoalan pada saat memperjuangkan reformasi 98 tidak tuntas hingga aktivis 98 memandang perlu untuk melakukan konsolidasi dalam bentuk menggugah Reformasi.

Era Reformasi membuat kaum kapitalis membangun pabrik kekuasaan sehingga aktivis 98 kembali menggugah.

Keberadaan kaum Kapitalis saat ini sejatinya tidak punya ide dan gagasan dalam membangun bahasa, justru kecenderungannya menjdikan rakyat sebagai sapi perahan

Aktivis 98 merapatkan barisan dalam rangka menghentikan rencana jahat mereka sehingga mempersatukan kembali keberadaan Aktivis 98 dalam satu payung Yayasan 98 yang di launching Minggu 21 Mei 2023.

Yayasan 98 Ini adalah jalan kemanusiaan menyatukan kembali aktivis 98 sebagai sebuah gerakan moral yang saat ini telah menyebar dimana dengan profesi yang berbeda-beda yang akan dihadiri oleh 1200 aktivis di 25 Propinsi. (***)

Curi Emas, Ibu Paruh Baya Asal Monta Baru di Tangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Seorang Ibu Rumah Tangga diketahui inisial SA (56) terpaksa diamankan ke Sel Tahanan Mako Polsek Woja diduga nekat melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, Rabu (17/5/2023) sekira pukul 12.30 Wita.

Wanita paruh baya yang beralamat di Lingkungan II, Kelurahan Monta Baru tersebut ditangkap Timsus Elang Polsek Woja atas laporan pencurian emas 20 (Dua puluhan) karat berbagai jenis, pada Sabtu (6/5/2023) lalu.

Terkait informasi, Kapolsek Woja, Ipda Zainal Arifin,S.I.P., dalam keterangannya membenarkan adanya penangkapan atas laporan korban inisial LM (57) juga asal Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja Kabupaten Dompu.

“Terduga ditangkap karena melakukan pencurian emas berharga milik korban,” tutur Kapolsek.

Awalnya, kata Kapolsek, SPKT Polsek menerima laporan aduan dari korban terkait kejadian yang menimpanya. Selanjutnya, Kapolsek memerintahkan Timsus Elang di bawah komando Kanit Reskrim Bripka Abdul Hamid, SH untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Saat diselidiki, tim mendapat informasi bahwa terduga pelaku berada di Lingkungan Balibunga, Kandai Dua,” ungkap Kapolsek.

Mengetahui keberadaan terduga, lanjut Kapolsek, Timsus bergerak menuju target dan benar saja, saat itu juga terduga pelaku ditangkap dan diamankan ke Mapolsek untuk diintrogasi.

“Mengetahui keberadaan terduga pelaku dan Timsus berhasil mengamankan terduga pelaku, kemudian diseret ke Polsek Woja untuk dilakukan interogasi,” imbuh Kapolsek.

Berdasarkan pengakuan terduga, jelas Kapolsek, Timsus lagi-lagi melakukan pengembangan terkait dengan barang bukti emas hasil curian tersebut telah digadaikan oleh terduga pelaku ke Kantor Pegadaian UPC Kelurahan Kandai dua dan Kantor Pegadaian UPC Soriutu serta Kantor Gadai Mas NTB Unit Nowa.

Berikutnya, tambahnya, dari hasil penyisiran Tim berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah Gelang Keroncong Ukir Perhiasan Emas 20 karat berat 4,97 gram, 2 buah Cincin Ukir Perhiasan Emas 20 karat berat 2,88 gram, 1 buah Gelang Model DTM 21 karat, berat 4,93 gram dan 1 buah Cincin Model Ukir DTM 21 karat berat 4,91 gram.

“Semuanya lengkap dengan Surat Gadai Emas masing-masing,” pungkas Kapolsek.

Kini terduga beserta barang bukti diamankan untuk selanjutnya diproses lebih lanjut seusai ketentuan hukum yang berlaku. (***)