Ribuan Botol Miras dan Narkoba Hasil Tangkapan Dimusnahkan Polres Bima Kota

jpn

Bimantika.net -Jajaran Polres Bima Kota musnahkan barang bukti (BB) hasil pengungkapan dan penangkapan dari berbagai kasus dan di beberapa tempat di wilayah hukum Polres Bima Kota.

BB yang dimusnahkan adalah minuman keras (miras) berbagai jenis dan sabu-sabu.

Pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Bima Kota Kompol Mujahidin, S. Sos di halaman kantor setempat, Senin (22/5) sekitar pukul 09.00 wita.

Dalam acara pemusnahan tersebut dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Bima, DPRD Kota Bima, Kajari Bima, Dandim 1608/Bima, Dan Yon C Pelopor Satbrimobda Polda NTB, BNNK Bima, MUI Kota Bima, PWI Kota Bima, AJI Kota Bima, HMI Cabang Bima.

Wakapolres Bima Kota Kompol Mujahidin, S. Sos dalam momentum tersebut menyebutkan bahwa Miras dan narkoba yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan seperti Sabu-sabu seberat 20,78 gram dan ganja seberat 10,08 gram.

“Miras yang dimusnahkan yakni jenis Arak sebanyak 797 botol, Sofi sebanyak 1.964 liter dan Brem sebanyak 60 botol,” sebutnya.

Menurutnya bahwa Narkoba dan miras merupakan musuh bersama yang menyebabkan terancamnya masa depan generasi muda bangsa.

“Narkoba dan Miras merusak dimensi moral dan akhlak siapapun yang memakainya dan di Kota Bima ini telah menyasar semua golongan tanpa melihat usia, profesi, pendidikan dan tingkat kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu mari kita sama-sama berantas Narkoba dan Miras demi selamatkan generasi anak bangsa” ungkapnya.

Wakapolres juga mengaku bahwa di wilayah hukum polres Bima Kota dan Bima pada umumnya, cukup marak adanya peredaran Narkoba dan miras.

“Untuk diketahui bahwa Narkoba dan miras selalu menjadi memicu terjadinya tindak kriminalitas lainnya” ungkap Wakapolres.

Masih menurut Wakapolres bahwa Polres Bima Kota akan terus menerus berupaya mencegah dengan sosialisasi pengetahuan bahaya narkoba dan razia miras berbagai tempat sebagai bentuk penyelematan generasi muda.

“Kita akan terus menerus melakukan berbagai upaya pengungkapan dan penangkapan pelaku Narkoba dan Miras” demikian Ujar Wakapolres.(***)

Pengedar Narkoba Asal Desa Tangga Ditangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Upaya Pemberantasan peredaran Narkoba di wilayah hukum Polres Bima Polda NTB terus dilakukan.

Terkini Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bima kembali meringkus pria berinisial AM karena diduga kuat mengedarkan Narkoba Jenis Shabu Minggu (21/05/23) Sekira Pukul 16.00.Wita di Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Kapolres Bima AKBP Hariyanto, S.I.K, SH, melalui Kasat Resnarkoba Iptu Sukardin SH, membenarkan pihaknya telah mengamankan Pria Asal Desa Monta berinisial AM L/48 Karena diduga kuat memiliki dan menguasai serta mengedarkan Narkoba jenis Shabu di wilayah Hukum Polres Bima.

“Saudara AM kami amankan dengan barang bukti Narkoba jenis Shabu 11 Pocket seberat 4,24 gram” Kata Kapolres Sebagaimana disampaikan Kasat Resnarkoba Iptu Sukardin SH.

Pua Sapaan Akrab Kasat Resnarkoba, menuturkan, AM diamankan berawal adanya informasi dari masyarakat adanya perbedaan Narkoba jenis Shabu di Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Menindaklanjuti informasi itu Tim Opsnal Sat Resnarkoba dipimpin Kanit Aipda Arif Rahman S.sos langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Di TKP Tim melakukan penyelidikan dan pemantauan gerak gerik AM yang di kenal Licin Itu.

Beberapa saat kemudian tim melakukan tindakan hukum dengan menggerebek dan menggeledah badan terhadap AM dan area Sekitar TKP.

Dalam Penggeledahan yang ikut disaksikan oleh ketua RT setempat dari tangan terduga Tim berhasil menyita 11 Pocket Narkoba Jenis siap edar,10 batang sedotan yang sudah diruncingkan,7 bungkus klip merk C-TIK,2 bungkus klip merk Klip Plastik, 2 lembar klip berukuran besar, 2 jarum pentul ,1 buah alat hisap bong,1 lembar bungkusan rokok yang sudah digulung,1 buah alat timbangan Digital,2 Unit Handphone,dan Uang tunai sebesar Rp. 550.000,- (lima ratus lima puluh ribu rupiah).

Alhamdulillah masyarakat sangat merespons baik upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan oleh Satuan Resnarkoba Polres Bima.

“Kami mengapresiasi bagi masyarakat yang memberikan informasi, membantu mengungkap dan memberantas peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten karena narkoba merupakan Musuh kita bersama yang harus kita Perangi bersama” ujar Kapolres mengutip Kasat Resnarkoba Iptu Sukardin SH.

Setelah itu terduga bersama sejumlah barang bukti Langsung digelandang menuju Mapolres Bima untuk diproses hukum lebih lanjut Tutupnya. (***)

Kapolsek Woja Pimpin Langsung CBP Perum Bulog Untuk Desa

jpn

Bimantika.net -Demi memastikan kelancaran proses penyaluran Bantuan Pangan tahun 2023 di wilayah Kecamatan Woja, Kapolsek Woja Ipda Zainal Arifin, S.IP harus turun tangan sendiri.

Hal itu ia tunjukkan saat memimpin langsung kegiatan Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Tahap II untuk Bantuan Pangan tahun 2023 yang dilaksanakan di di Perum Bulog untuk didistribusi ke sejumlah Kantor Kelurahan dan Desa se-Kecamatan Woja.

Saat dikonfirmasi terkait kegiatan, Kapolsek Zainal Arifin menyebutkan bahwa kegiatan penyaluran yang dimaksud itu merupakan persembahan Pemerintah Pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu.

“Kegiatannya Minggu tanggal 21 Mei kemarin,” ungkapnya Senin (22/5/2023) pagi ini.

Dijelaskannya, bantuan yang disalurkan mengacu pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional nomor : 63/TS.03.03/K/3/2023 tanggal 10 Maret 2023 tentang Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah untuk masyarakat yang telah terdata sebelumnya.

Mengutip data penyaluran, berikut jumlah Penerima Bantuan Pangan CBP yang diterima pihak Polsek Woja untuk disalurkan pada warga yang menjadi target bantuan.

  1. Desa Bara, 574 KK @ 5.440 Kg.
  2. Desa Baka Jaya, 624 KK @ 6.240 Kg.
  3. Kelurahan Kandai II, 572 KK @ 5.720 Kg.
  4. Desa Madaprama, 455 KK @ 4.550 Kg.
  5. Desa Matua, 631 KK @ 6.310 Kg.
  6. Kelurahan Monta Baru , 583 KK @ 5.830 Kg.
  7. Desa Mumbu, 437 KK @ 4.370 Kg.
  8. Desa Nowa, 448 KK @ 4.480 Kg.
  9. Desa Raba Baka, 177 KK @ 1.770 Kg.
  10. Desa Riwo, 343 KK @ 3.430 Kg
  11. Desa Saneo, 487 KK @ 4.870 Kg
  12. Desa Serakapi, 239 KK @ 2.390 Kg
  13. Kelurahan Simpasai, 642 KK @ 6.420 Kg.
  14. Desa Wawonduru, 535 KK @ 5.350 Kg.

“Total keseluruhan Jumlah PBP CBP adalah 6.747 KK dan total keseluruhan Jumlah Kuantitas Beras CBP sebanyak 67.470 Kg atau 67,47 Ton,” papar Kapolsek.

Kegiatan penyaluran bantuan CBP yang dipimpin langsung Kapolsek Woja, berakhir pukul 16.00 wita berjalan dengan aman, lancar dan kondusif. (***)

Gus Baha : Amalan Terbaik di Malam Hari, Malaikat Turun Ke Bumi Untuk Mencatatnya

jpn

Gus Baha yang bernama asli K.H Ahmad Bahauddin Nursalin dikenal sebagai salah satu ulama ahli Tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar Al-Quran.

Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, Syaikhina KH. Maimoen Zubair

Dalam pandangannya Amalan-amalan Islam untuk beribadah kepada Allah SWT cukup banyak sekali.

Karena menurut Gus Baha bahwa Ibadah juga bertujuan untuk mempersiapkan amal penolong di akhirat nanti.

Hal itu juga sebagai bentuk rasa syukur seorang hamba atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT selaku sang pencipta.

Gus Baha menyebutkan ada amalan yang sangat dahsyat bila dikerjakan di tengah malam atau di malam hari.

Sebab kata Gus Baha, amalan ini memiliki keutamaan yang dahsyat, apalagi dikerjakan tepat waktu, yakni di malam hari tersebut tentu dengan tetap mengharap ridho Allah SWT.

“Salah satu keutamaannya dan keistimewaannya adalah menggugurkan dosa yang dilakukan selama ini” ujar Gus Baha sebagaimana dilansir dalam Kanal YouTube Gus Santri.

Dalam kanal Youtube tersebut Gus baha uraikan bahwa Pada umumnya manusia tidur di bawah pukul 12 malam, untuk memulihkan energi yang terpakai dalam beraktifitas seharian.

Di dalam Islam, apapun alasannya, setiap orang wajib mengerjakan shalat fardhu 5 waktu.

Disamping shalat fardhu yang diwajibkan, terdapat amalan sunnah yang penting dilakukan.

“Salah satu amalan ada yang disarankan untuk dikerjakan di tengah malam” ungkap Gus Baha.

Menurutnya Waktu tengah malam yakni bisa pada sepertiga malam tepatnya pukul 02.30 atau 03.00 subuh.

“Amalan ini ampun menggugurkan dosa bagaikan daun kering berjatuhan” ujarnyam

Disarankan, agar ketika terbangun tidur, maka segera kerjakan amalan ini.

Menurut Gus Baha, pada pukul 24.00 malam sampai 03.00 subuh, rahmat Allah turun ke bumi.

“Setiap malam Allah turun ke dunia dan memanggil, apakah ada orang yang mau memohon ampun dan bertaubat?” ucap Gus Baha.

Amalan yang dimaksud Gus Baha ini adalah shalat tahajud.

Gus Baha menyarankan agar ketika tahajud, meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang dilakukan.

“Itulah amalan yang dikerjakan di tengah malam, niscaya dosa berguguran bagai daun kering” kata Gus Baha. (***)

Polsek Monta Grebek Judi Sabung Ayam di Desa Baralau

jpn

Bimantika.net -Kepolisian sektor Monta Polres Bima Polda NTB menggerebek lokasi judi sabung ayam di Desa Baralau Kecamatan Monta Kabupaten Bima guna memberantas penyakit masyarakat Sabtu (20/05/23) Sekira Pukul 14.00. Wita Siang Kemarin.

“Penggerebekan judi sabung ayam ini sebagai upaya menindak lanjuti aduan masyarakat serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif,” kata Kapolres Bima AKBP Hariyanto, S.I.K, SH, Sebagaimana diulas kasi humas Iptu Adib Widayaka.

Dia menyebutkan bahwa penggerebekan dilakukan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat yang resah dengan para penyabung ayam.

Sementara itu Kapolsek Monta AKP Takim menjelaskan usai mendapatkan laporan , pihaknya langsung mengumpulkan personel untuk segera melakukan penggerebekan lokasi judi sabung ayam tersebut.

“Setelah memberikan arahan, personel langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP), namun sesampainya di TKP pelaku judi sabung ayam langsung kabur melarikan diri meninggalkan lokasi,” katanya menjelaskan.

Dalam penggerebekan yang dilaksanakan oleh Regu II SPKT Polsek Monta itu petugas membongkar Gelanggang/alat peraga judi dan langsung dibakar sementara para pelaku sabung ayam lari/ kabur membawa ayam aduan.

Setelah dilakukan penggerebekan dan pembubaran lokasi judi tersebut, Kapolsek berharap agar warga tidak lagi membuka tempat sabung ayam di wilayah hukum Polsek Monta.

” Kami berharap jangan lagi warga membuka tempat-tempat judi seperti ini, mari bersama-sama kita ciptakan kamtibmas yang kondusif,” katanya.

Selain itu, dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak perlu takut melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang melanggar hukum di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Silahkan laporkan ke polisi jika memang menemukan hal-hal yang melanggar dan melawan hukum,” terangnya. (***)

Kecelakaan Bus Safari Dharma Raya Serempet Pengendara Motor

jpn

Bimantika.net -Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat, S.I.K, melalui Kapolsek Manggelewa, Iptu Ramli, SH gerak cepat mengambil tindakan usai menerima laporan insiden Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) antara Roda Empat, dalam hal ini Bus Antar Kota Antar Propinsi Safari Dharma Raya dengan Roda Dua, Motor Supra, Sabtu (20/5/2023) sekira pukul 13.30 siang, waktu setempat.

Mendapat informasi terkait peristiwa, Kapolsek Ramli keluarkan himbauan dan langsung memerintahkan anggota piket SPKT agar segera ke lokasi untuk memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP), membantu mengevakuasi korban serta mengambil tindakan-tindakan antisipatif lainnya.

“dikabarkan pengendara motor sempat terlempar keluar badan jalan,” ungkap Kapolsek saat menyampaikan keterangannya.

Dalam paparannya Kapolsek menyebutkan, peristiwa nahas itu tepatnya di jalan lintas Sumbawa-Dompu Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

“di mana BUS AKAP Safari Dharma Raya dengan Nopol DR 7168 IC yang dikemudikan oleh Andi Purwanto, usia sekitar 45 tahun, warga asal Semarang, Jawa Tengah,” paparnya.

Lanjutnya, saat melaju, BUS jurusan Bima-Jawa itu diduga menyerempet sepeda motor merk Honda Supra tanpa Nopol yang dikendarai YI (22) berboncengan ibunya SU (53),Asal Dusun Pade Suke Desa Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.

Lebih lanjut, tutur Kapolsek, menurut keterangan Saksi di TKP, bahwa Mobil penumpang Safari Dharma Raya dari arah Dompu menuju arah Sumbawa mau menyalip sebuah Mobil Bus kecil di depannya. Namun pada sa’at menyalip tiba-tiba pintu belakang garasi Mobil Bus penumpanng tersebut terbuka.

“pintu bis terbuka, sehingga mengakibatkan dan tidak terkendalinya langsung menyerempet motor Honda Supra yang dari arah sumbawa menuju Dompu,” jelas Kapolsek.

Sehingga, sambungnya, Korban pengendara SPM R2 tersebut terlempar keluar dari jalan aspal dan mengakibatkan Korban mengalami Luka berat beserta Ibunya yang di bonceng korban.

Akibat kejadian tersebut, terang Kapolsek, kedua Korban mengalami Luka Robek serius di bagian dahi dan lecet. Dengan kondisi tersebut, Anggota Polsek Manggelewa dibantu warga langsung mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Pratama Manggelewa untuk mendapatkan perawatan medis.

Terkait laka lantas, Kapolsek Ramli menghimbau para pengguna jalan agar berhati-hati saat berkendara, melengkapi alat pelindung diri seperti Helm dan surat-surat kendaraan.

Kapolsek juga meminta, agar pengguna jalan memperhatikan situasi dan kondisi jalan, “apabila jalan ramai atau di tikungan sedianya dapat memperhatikan menurunkan laju kendaraannya dan terutama laju kendaraan lain,” pungkasnya. (***)

Gus Baha : Orang Berpikir Mengabdi Untuk Islam Bisa Lebih Mulia

jpn

Bimantika.net KH Ahmad Bahaudin atau biasa disapa Gus Baha menjelaskan soal orang yang berpikir ternyata bisa jadi lebih mulia dibanding ibadah 60 tahun, bagaimana bisa terjadi?

60 tahun tentunya waktu umur rata-rata manusia. Gus Baha lantas menjelaskan terkait umur ini, dengan berkelakar, jika umur rata-rata 60 tahun, maka cukup berpikir sesaat dengan benar selama dua kali sudah ratusan tahun ibadah.

“Jadi, kalau kamu berpikir sesaat, dua kali, sudah seperti ibadah 120 tahun. Itu umurmu pasti ada kembaliannya. Umur kalian berapa sih rata-rata? Paling 60-an tahu, bisa kurang atau lebih,” kata Gus Baha sebagaimana yang termuat di akun resmi Santri Gayeng.

Umur segitu, gurau Gus Baha, belum tentu juga kita sampai di umur segitu. Bisa jadi sebaliknya atau bahkan tidak.

Orang berpikir sesaat dan mendalam ini, kata Gus baha, terkait dengan banyak hal tentang kehidupan. Bisa jadi berpikir tentang hal biasa, bahkan bisa dari hal-hal kecil tentang kehebatan dari Allah.

Apa Kata Gus Baha soal Ahli Ibadah, Orang Berpikir dan Egoisme ??

Pengasuh Pesantren Tahfidz LP3IA Rembang itu lantas menjelaskan, terkadang para ahli ibadah ini ada sisi egoisme. Yakni biar lekas mati dan masuk surga.

“Nah ini, ya tidak apa-apa. Orang ibadah itu, ya tetap saleh. Bagaimanapun masuk surga yaitu bukti kesalehan. Tapi, tetap tidak bisa dibandingkan dengan orang yang berpikir dengan serius dan mendalam, misalnya, ia berpikir tentang mengabdi pada Islam, pada umat dan kehidupan,” kata Gus Baha.

Makanya, Gus Baha mengutip Ibnu Hajar Al-Asqolani ketika menjelaskan ini, orang alim (berpikir) sesaat itu lebih baik dari seorang abid (ahli ibadah) meskipun ibadahnya dilakukan selama 60 tahun lamanya.

“Misalnya, kalau melihat anak kecil berlarian di kampung, orang alim berpikir, cara mereka agar tahu soal bersuci (thaharah), akhirnya bikin pengajian, mushola atau madrasah,” kata Gus Baha.

Sedangkan ahli ibadah atau orang yang tidak berpikir itu tapi gemar ibadah saja, lanjut Gus Baha, ia akan memikirkan untuk kesalehan atau kebaikan sendiri saja.

Inilah yang disebut Gus Baha terkadang orang ibadah terjebak egoisme diri sendiri. Terkadang, hal ini tidak lebih baik daripada seorang mukmin yang gemar berpikir untuk kemaslahatan kehidupan tanpa meninggalkan sisi ibadah untuk dirinya. (***)

Peternak Sapi Asal Bima Telantar, Berharap Ada Perhatian Pemprov NTB

jpn

Bimantika.net -Puluhan peternak Sapi asal kabupaten bima telantar di Pelabuhan Gili Mas, Sabtu, (20/5/23).

Telantarnya para peternak sapi selama empat hari di pelabuhan Gili Mas menunggu kapal untuk menyeberang menuju pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi membuat para peternak sapi merasa khawatir akan kondisi kesehatan sapinya.

Bukan hanya kondisi kesehatan sapinya saja, akan tetapi pakan sapi juga mulai menipis/habis jika kelamaan antrian menunggu kapal yang datang.

“Sudah empat hari kami telantar di pelabuhan Gili Mas menunggu kapal yang datang namun kapalnya belum ada yang datang juga”, tutur peternak sapi asal bima yang tidak ingin disebutkan namanya pada saat diwawancarai oleh media Barometer melalui telepon seluler, Jum’at, (19/5/23)

Para peternak sapi merasa khawatir akan kondisi kesehatan sapi yang kelamaan berdiri diatas mobil.

“Jika kelamaan di pelabuhan dampakya kondisi kesehatan sapi kami akan menurun dan pakan sapi kami sudah mulai menipis atau kehabisan. Dimana kami akan mencari pakan sapi disini jika pakan sapinya kehabisan”, terangnya.

Pasalnya, tidak seperti tahun kemarin, begitu masuk di pelabuhan sudah ada kapal yang bersedia untuk mengangkut sapi namun berbeda dengan tahun ini.

“Kami bingun tahun ini harus menunggu berhari – hari di Pelabuhan untuk menunggu kapal yang akan datang”, sesalnya.

Para peternak sapi berharap pada pihak pengelolah pelabuhan harus mengutamakan keselamatan sapi.

“Karena ini menyangkut makhluk hidup yang bernyawa maka harus diutamakan keselamatan sapi jangan dong membiarkan kami harus telantar seperti ini di Pelabuhan”, cetusnya.

Kami mendesak pada pemerintah provinsi NTB yaitu Gubernur NTB dan pemerintah Lombok Barat agar melakukan evaluasi terhadap pihak Pelabuhan agar benar-benar memberikan kenyamanan dan transportasi pada masyarakat peternak sapi.

“Kami berharap pada pemerintah agar segera mencarikan solusi dan jangan membiarkan kami harus telantar di pelabuhan berhari – hari seperti ini”, harap para peternak Sapi.

Pihak pelabuhan belum bisa dikonfirmasi dan media akan berusaha mencari nomor kontak pihak pelabuhan untuk dihubungi agar mengimbangi pemberitaan sehingga pemberitaan ini ditayangkan.(***)

Gus Baha : Hidup itu Sederhana, Sujud dan Dekatkan Diri ke Allah

jpn

Bimantika.net -Hidup di dunia menurut Gus Baha sebenarnya sederhana, kita diperintahkan sujud dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Yang dicari dari hidup kata Gus Baha, tentunya adalah kebahagiaan. Akan tetapi jika cara mencarinya salah justru kemalangan yang didapat.

“Padahal kunci hidup bahagia itu sangatlah mudah dan sederhana, ikuti perintah Allah untuk bersujud dan mendekatkan diri kepada-Nya. Titik. Jadi sederhana sekali, dan jika sudah tahu caranya tinggal praktekkan saja,” tutur Gus Baha sebagaimana dilansir Portal Banyuwangi dari kanal Youtube Ngajionline.

Makanya ketika sedang sujud, lanjut Gus Baha, seharusnya aktivitas itu dinikmati. Sholat itu seperti orang mau pamit dari dunia fana ini dan itu sebagai persiapan terakhir anda.

“Sholat itu Hidup Anda, Status Anda, Identitas Anda dan Jatidiri Anda sebagai Hamba Allah” kata Gus Baha.

Allah memerintahkan manusia untuk selalu beribadah kepada-Nya. Perintah ini mengandung maksud bahwa ibadah merupakan sarana bagi manusia untuk bisa dekat dengan Sang Pencipta.

Tetapi, ada musibah yang mengancam setiap Muslim. Musibah itu adalah jauh dari Allah.

Jika termasuk dalam golongan ini, sesungguhnya kita dalam keadaan merugi. Sedangkan, golongan apa sajakah itu?

Golongan pertama adalah keras hati. Mereka adalah orang-orang yang suka berbicara namun jarang berzikir dan mengingat Allah SWT, seperti dalam Surat Al Baqarah ayat 74.

” Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga hatimu seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang airnya memancar daripadanya. Adapula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan adapula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Golongan kedua, orang bakhil atau pelit. Julukan ini tidak hanya untuk mereka yang enggan membagi hartanya, namun juga yang merasa dermawan padahal hanya mengeluarkan sedekah sedikit saja.

Ancaman bagi orang bakhil tertera dalam hadis riwayat Tirmidzi.

” Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari Surga, dan jauh dari manusia.”

Juga dalam riwayat Bukhari dan Muslim.

” Tidaklah ada satu hari pun yang dilalui oleh setiap hamba pada pagi harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun, berkata salah satu dari keduanya, ‘Ya Allah berilah orang yang suka menginfakkan hartanya berupa ganti (dari harta yang diinfakkan tersebut), dan berkata (malaikat) yang lain, ‘Ya Allah, berilah orang yang kikir kebinasaan (hartanya)’.

Golongan ketiga, mendirikan sholat tapi masih mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sholatnya orang yang seperti ini justru menjauhkannya dari Allah SWT.

Seperti tercantum dalam hadis riwayat Ath Thobari.

” Barangsiapa yang melaksanakan sholat, Lantas sholat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah.” (***)

“Raja Muda Bima, Dae Yandi Bantu Masjid Rada 50 Juta Secara Pribadi”

jpn

Bimantika.net -Raja Muda Bima yang juga Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Ferryandi, S. IP adalah tipe anak muda pemimpin era millenial.

Dae Yandi Sapaan akrab anak Bupati Bima Periode 2005-2015 almarhum Ferry Zulkarnain, ST dan Bupati Bima periode 2015-2025 Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) adalah tipe anak muda cerdas di era digitalisasi ini.

Pada hari Jum’at (19/5/2023) Dae Yandi yang juga sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bima Periode 2019-2024 melaksanakan Sholat Jum’at berjamaah di Masjid Al-Huda Desa Rada Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Tidak hanya sekedar datang untuk melaksanakan kewajiban Sholat Jum’at melainkan Dae Yandi menyerahkan sumbangan secara pribadi untuk pembangunan Mesjid Al-Huda Desa Rada sejumlah 50 Juta yang di terima langsung oleh pengurus Masjid Setempat

“Saya harap dengan bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengurus Masjid untuk renovasi,” ujar Raja Muda berpenampilan Cool ini.

Dae Yandi pun memberikan apresiasi pada kebersamaan masyarakat dalam bergotong royong membangun rumah ibadah di lingkungannya.

“Alhamdulillah mada apresiasi budaya gotong royong masyarakat sehingga ini adalah spirit bersama dalam memakmurkan Masjid” ujar Dae Yandi.

Dae Yandi juga ungkapkan bahwa sesungguhnya Masjid selain Fungsi utama nya sebagai tempat ibadah diharapkan dapat menjadi wadah memperkuat kohesivitas sosial warga, agar terbangunnya ikatan sosial di masyarakat.

“Saya sangat berharap masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, mamun bisa dijadikan sebagai sarana pemberdayaan umat Islam di semua bidang. Pusat pengembangan dan kebudayaan masyarakat Islam, sehingga kedepan tercipta generasi yang Islami” harapnya. (***)