Bupati IDP Sebut MUI Besar Perannya Satukan Umat

Bimantika.net Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke 9 Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bima, masa khidmah 2021-2026, di Hotel Mutmainah, Kota Bima, Sabtu, 3 Juli 2021.

Musda hanya diadakan sehari. Saat pembukaan, ikut dihadiri pula Ketua MUI Provinsi NTB Prof. DR. Saiful Islam, Dandim 1608, Kapolres Bima dan Baznas Kabupaten Bima.

Bupati Umi Dinda mengucapkan selamat datang kepada Ketua MUI Provinsi NTB. Di tengah kesibukan mengurus MUI Provinsi masih sempat hadir untuk menyemangati kita yang akan melaksanakan Musda di  tingkat Kabupaten Bima.

Kiprah MUI begitu besar menyatukan umat Islam, menyatukan persepsi serta menyatukan berbagai organisasi Pemuda dan keislaman. Dalam sejarah umat Islam Indonesia, kata Bupati, MUI adalah lembaga yang mewadahi para ulama dan cendekiawan Islam. Untuk membina dan mengayomi kaum muslimin.

‘’Oleh karena itu, atas nama Pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan nyata yang telah diberikan,’’ujar Bupati Umi Dinda.

Bupati berharap, Lembaga MUI kedepan, dapat semakin berperan mempersatukan pendapat para ulama dan cendekia. Meluruskan hal-hal yang mungkin berbeda. 

Kemudian MUI yang ada di 18 Kecamatan mendapatkan kunjungan yang sama. Walaupun disadari untuk mendatangi semua kecamatan tidaklah mudah.

Tidak saja didasarkan pada pembiayaan, akan tetapi pada kekuatan dan kesamaan visi, bagaimana menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan dakwah yang baik, ditengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan dan umat muslim di Kabupaten Bima. 

Dijelaskan Bupati Bima dua periode ini, Kabupaten Bima memiliki keluarga non Muslim yakni di Kecamatan Donggo dan Madapangga.

Melalui wadah ini, kata Bupati,  tentu mereka bisa mendapatkan sentuhan dan menjadikan MUI, tempat  mereka menyampaikan apabila terdapat kekeliruan.

‘’Kita jadikan perbedaan untuk mempersatukan umat yang ada. Saya berharap kepada Kesbangpol, TNI, Polri bersama MUI dan seluruh organisasi Islam yang ada, untuk menjaga situasi Kamtibmas dengan sebaik-baiknya,’’kata Umi Dinda.

Semoga Musda ke 9 tahun 2021 ini, akan terpilih pemimpin yang akan mampu merekatkan ummat, ulama dengan masyarakat. Dan ikut membantu program Pemerintah melalui kegiatan keagamaan berjalan dengan baik, demi Dana Mbojo yang kita cintai bersama.

Sementara itu Ketua Panitia, H Imran Abakar, M.Si, mengatakan, Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kabupaten Bima, dilaksanakan hanya sehari yakni pada Sabtu, 3 Juli 2021.
 
Diikuti 43 peserta dari Dewan Pembina MUI, MUI Kabupaten Bima, Tokoh Agama, Ormas Islam,  Ponpes,  Perguruan Tinggi dan MUI Kecamatan, 

Dijelaskan H Imran, Musda dilaksanakan dalam rangka konsolidasi dan  menata organisasi. Juga sebagai ikhtiar untuk memperkuat peran dan sumbangsih MUI dalam kehidupan keagamaan, kebangasaan dan kemasyarakatan di Kabupaten Bima yang Ramah. (***)

Terpapar Covid-19, DPKP Kota Bima Istrahatkan Aktivitas

Sekretaris Dinas DPKP Kota Bima, A. Faruk, SST. Par, M.Si

Bimantika.net Hasil Swabb yang dilakukan oleh timm Covid-19 Kota Bima memberikan data autentik bahwa sejumlah Aparat yang ada di Dinas tersebut Positif Covid-19.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Bima A. Faruk, SST. Par, M.Si mengakui akan adanya sejumlah rekannya yang positif Covid-19 setelah dilakukan Test Swabb.

“Atas Nama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Bima, kami Menyampaikan Informasi, Untuk Sementara Aktivitas Kantor DPKP Kota Bima Kami Istrahatkan” ujar Faruk.

Lanjutnya bahwa diistrahatkannya aktivitas DPKP tersebut Mengingat Hasil SWAB Test terdapat 8 orang Staf DPKP Kota Bima di Vonis Terpapar Covid 19.

“Maka Untuk memutus Mata Rantai Penyebaran Virus ini, Kami Pandang Perlu Mengambil Kebijakan ini” demikian ungkap Faruk.

Langkah antisipasi yang dilakukan oleh DPKP Kota Bima sungguh sesuai dengan penjelasan Tim Pakar Covid-19 di Pusat.

Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, SKM, MSc, DIC, PhD, menjelaskan sederet langkah yang harus dilakukan jika ada karyawan yang terpapar virus Corona di kantor.

Pertama, Pemeriksaan kepada karyawan dalam satu ruangan
Dewi menjelaskan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan tes Corona secara massal pada semua orang yang berada dalam satu ruangan dan satu lantai dengan karyawan tersebut

Kedua, Pemeriksaan pada keluarga karyawan dan kontak erat pasien
Dewi mengatakan, untuk mencegah penyebaran COVID-19 meluas, orang yang pernah melakukan kontak erat meski tidak satu lantai dan pihak keluarga karyawan tersebut juga perlu dilakukan tes Corona.

“Ini terutama pada teman-teman yang karyawannya yang memang kontak erat, bisa jadi nggak satu lantai, bisa jadi nggak satu ruangan, tapi teman main. Bisa jadi makan siangnya bareng, pulangnya bareng,” jelasnya.

Ketiga, Disinfeksi seluruh kantor
Langkah selanjutnya, disinfeksi seluruh kantor untuk mencegah adanya jejak virus Corona yang mungkin saja masih menempel di berbagai permukaan benda di kantor.

“Disinfeksi wajib ke semua wilayah yang ada di kantor, ke semua ruangan-ruangan,” ujar Dewi.

Keempat, Isolasi mandiri sampai hasil tes negatif COVID-19
Dewi menegaskan, bagi karyawan yang sudah melakukan tes Corona dan sedang menjalani karantina mandiri di rumah, sebaiknya tidak pergi ke mana pun termasuk ke kantor hingga hasil tesnya dikatakan negatif COVID-19.

“Wajib ketika sedang menunggu hasil sama seperti yang tadi, isolasi mandiri, jangan masuk kantor dulu sampai hasilnya keluar,” tegasnya. (***)

Cerpen
Dibalik Mushollah

Oleh : Darussalam *)

Bimantika.net Moa mengayunkan langkah dengan ringan menuju panggilan kemenangan yang berkumandang tidak jauh dari rumahnya.

Meski udara subuh begitu dingin sekali menembus jaket kulitnya, tak memudarkan semangatnya untuk menikmati rasa syukurnya menjadi hamba yang dipilih untuk selalu sujud

Imam mulai mengatur saf jamaah yang selalu ramai untuk bersujud bersama setiap lima waktu. Moa pun bergegas mengisi saf kosong tepat di sisi kanan ujung pada saf pertama.

Usai sholat subuh, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kultum rutin mingguan. Ustad yang di undang untuk mengisi kultum dengan ringan penuh hikmah menyampaikan tausiah tentang issue issue aktual yang tengah terjadi terutama terkait dengan pemahaman sebagian umat muslim terhadap Qur’an ( 5 : 44 ) hingga selesai.

Moa dan Feo yang khusuk mendengarkan tausiah tidak bergegas pulang. Mereka seperti biasanya selalu mengisi habis subuh dengan diskusi ringan tentang berbagai hal sembari menunggu pagi.

Penuh semangat Moa memetik satu bagian dari isi tausiah ” suatu ketika ada seorang pemimpin yang didatangi oleh seorang umatnya untuk melaporkan tentang kepemimpinan seorang pemimpin desa yang tidak menegakan hukum dan atau Allah SWT.

Pemimpin itupun mendengarkan dengan seksama pemaparan dan laporan dari umatnya tersebut. Setelah selesai menjelaskan laporannya, pemipin itu kemudian balik bertanya, ” apakah anda membaca Al-qur’an? ” Ya saya selalu membaca Al-qur’an sahutnya tegas, ” apakah anda membacanya dari awal sampai akhir? Pemimpin melanjutkan pertanyaanya.

” Ya saya selalu membaca al-quran dari awal sampai akhir, jawab umat itu dengan tegas. Lalu kemudian pemimpin itu melanjutkan pertanyaannya ” apakah anda telah melaksanakan semua perintah dari al-qur’an yang telah anda baca berkali kali dari awal sampai akhir itu? Umat itu menunduk dengan wajah layu pasi, lalu pamit mengundurkan diri dari hadapan pemimpin besar.

Feo yang pun sangat khusuk mendengarkan ceramah sahabatnya yang sangat luar biasa itu penuh senyum bergumam ” memang terkadang nafsu kita kerap mendominasi dari pada keilmuan kita “,

tetapi kita patut bersyukur karena dimushollah ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ritual lima waktu saja namun juga menjadi rumah ilmu bagi umat kita “.

Moa terdiam memandang kosong, lamunanya tajam penuh harus, semoga disuatu waktu nanti, semua rumah ibadah yang ada dikampungnya akan dihiasi dan dipenuhi oleh tradisi tradisi keagaaman, tidak hanya ritual lima waktu berjamaah tetapi juga menjadi laboratorium keilmuan, kajian dan literasi keislaman.

Tanpa terasa matahari mulai meninggi dan jam menunjukan waktunya untuk mereka harus kembali kerumah masing masing untuk menjalankan aktifitas dan tanggung jawab sebagai seorang lelaki. ( mataram, 2/7/2021 )

*) Penulis adalah Sekretaris Umum Partai Gelora Kota Bima.

Dosen Sebaiknya Sumber Ilmu, Bukan Sumber Hoax

Mukhlis, SE, ME Salah Satu Dosen Di Kota Bima

Bimantika.net menyandang gelar dosen adalah suatu yang sungguh luar biasa karena dosen adalah “Guru”nya para Mahasiswa yang Berstatus kan Kaum Intelektual Muda.

Intelektual Muda atau sering disebut dengan Mahasiswa di tempa di Kampus sebagai lembaga independen tentunya menjadi Lebih memahami nilai (value) dalam berbangsa dan bernegara.

Adanya salah seorang oknum Dosen salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Bima yang mengusulkan Polisikan dan laporkan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) di Aparat Penegak Hukum (APH) dan Mendagri tanpa melalui metodologi ilmiah berupa pendekatan pengumpulan data-data akurat adalah sangat disayangkan oleh berbagai pihak.

Sebelumnya Ketua Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Kota Bima, Muhamad Ardyansah, ST menyayangkan sikap dan pernyataan seorang dosen tersebut.

Bahkan dirinya cenderung menyebutkan oknum Dosen tersebut tidak memiliki kerjaan saja sehingga hal-hal yang tidak substantif menjadikan dirinya berkomentar diluar konteks tanpa memahami esensi masalah sesungguhnya.

Adanya tudingan bahwa Walikota Bima melakukan pelanggaran Protokol kesehatan oleh oknum dosen tersebut membuat para dosen lainnya ikut angkat bicara.

Tidak terpenuhinya unsur data-data Valid dan akurat, menjadikan sebuah masalah akan menjadi Hoax dan sesat serta menyesatkan publik.

Peneliti Muda Kota Bima, Imam Mulya M. Pd selaku Direktur Milenial Institut juga angkat Bicara akan adanya ketidak senambungan pikiran oknum dosen dengan situasi lapangan yang terjadi sehingga dirinya sebut itu adalah “Produsen Hoax”.

Sebagaimana yang di wawancara beberapa media online dirinya menyebutkan bahwa Para produsen’ hoax menggiring opini jika cuplikan salah satu kegiatan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang tengah bernyanyi tersebut layak dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) dan Mendagri.

Akibat adanya Produksi Hoax tersebut menurutnya Banyak pihak yang dibuat gerah oleh fenomena hoax tersebut. Baik kalangan pemerhati informasi publik maupun sesama akademisi nya.

Imam Mulya M. Pd selaku Direktur Milenial institut menilai tidak ada pelanggaran prokes yang dilakukan oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi ketika diminta menyanyikan sebuah lagu oleh masyarakatnya saat menghadiri acara pernikahan keluarganya di Kelurahan Rontu.

Menurut Imam, dalam cuplikan tersebut terlihat jelas Walikota HML menggunakan masker sejak awal sampai akhir dan hanya menurunkan nya saat menyanyi dan saat menurunkannya tersebut jatuh di tanah dan sempat di pungut oleh ajudannya, akibat jatuh dan kotor tentu ajudan memegang saja masker tersebut.

Selanjutnya Imam menegaskan akan menghimpun seluruh potensi lembaga yang dipimpinnya untuk maksimal mengedukasi masyarakat akan bahaya laten hoax.

Imam pun mengecam pihak pihak yang dengan sengaja memutar balikan fakta dengan menyebarkan informasi hoax, isu bohong, kabar burung dan segala bentuk Informasi yang sesat dan menyesatkan.

“Kami menyesalkan dan mengecam ulah para penyebar hoax yang telah merugikan nama baik Walikota Bima” Tegas Imam

Akademisi pun turut prihatin akan hoax yang sengaja di sebar luaskan oleh pihak tertentu dalam membunuh karakter Walikota HML.

Mukhlis SE, ME Salah satu dosen di Bima merasa gerah dan heran ketika mengetahui ulah dari para penyebar hoax yang kembali menyerang Walikota Bima.

Dirinya menginginkan agar semua pihak duduk bersama guna membelah dan mencari solusi agar peristiwa seperti itu tidak kembali terjadi dan merugikan masyarakat banyak.

“Harus ada langkah komprehensif antara semua pihak agar hal seperti ini tidak menjadi kebiasaan dalam masyarakat modern” Ucap Mukhlis.

Sementara itu salah seorang Loyalis Walikota Bima, Alwi, S. Sos menyebutkan bahwa sebaiknya seorang dosen menjadi pusat laboratorium ilmu Pengetahuan, bukan sumber Hoax.

“Dosen adalah sumber ilmu pengetahuan, bukan sumber hoax yang memiliki kecendrungan menyesatkan warga dengan informasi yang tidak akurat” ungkap Alwi.(***)

Jajaran Polres Bima Gelar Do’a dan Dzikir Bersama

Bimantika.net Dalam rangka pelaksanaan rangkaian tradisi peringatan Hari Bhayangkara yang ke-75 tahun 2021, Polres Bima dan Jajaran Polsek melaksanakan kegiatan dzikir dan doa bersama, bertempat di masjid At-Taubah Mapolres Bima (1/7)

Doa Dan Dzikir Bersama tersebut Dengan tema “Transformasi Polri yang Presisi mendukung percepatan penanganan Covid-19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan Ekonomi Nasional menuju Indonesia Maju”.

Turut hadir dalam kegiatan zikir dan doa tersebut Wakapolres Bima Kompol Yusuf dan seluruh pejabat utama Polres Bima serta seluruh anggota yang beragama muslim.

Kegiatan Zikir dan Do’a bersama yang dipimpin oleh Wakapolres Bima sendiri Kompol Yusuf yang dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa rahmat Allah diturunkan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan dan kemudian, dirinya mengajak jamaah masjid seraya berdoa semoga Allah menarik Pandemi Covid-19 dari bumi ini.

“Mari kita dapat berhajat sesuai keinginan kita masing-masing dan semoga hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT, dan semoga Polres Bima dalam melaksanakan tugas-tugas yang emban dapat terlaksana dengan baik dan semoga mendapat pertolongan dari Allah SWT,” ucap Wakapolres Bima Kompol Yusuf

Disela sela kegiatan Wakapolres Bima mengatakan bahwa dilaksanakan doa dan zikir ini merupakan wujud rasa syukur terhadap Allah, atas bhakti anggota Polri terhadap masyarakat.

Dengan doa itu juga dapat diberikan petunjuk dari Allah dan berdoa semoga diberikan keselamatan dan semoga anggota Polri juga di berikan kekuatan serta di jauhkan dari berbagai ancaman marabahaya.

“Hari Bhayangkara yang ke 75 tahun ini bertemakan transformasi polri yang presisi mendukung percepatan penanganan Covid -19 untuk masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju ,” pungkas Kompol Yusuf. (***)

Bupati IDP Sebut Atas Saran BPK dan Legislatif, Terus Lakukan Perbaikan

Bimantika.net Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) menyampaikan Pendapat Akhir (PA) tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2020, di hadapan Paripurna Dewan (1/7/2021)

Paripurna di pimpin Ketua DPRD Kabupaten Bima. Muhammad Putera Ferryandi, SIP. Di dampingi dua Wakil Ketua Dra. Hj Nurhayati Mahfud dan M Yasin S. PdI Hadir pula sejumlah pejabat eselon II, III dan IV linkup Pemkab Bima

Bupati IDP mengatakan, atas nama Pimpinan Daerah, menyampaikan apresiasi dan penghargaan, atas kerja keras Pimpinan dan Anggota Dewan.

Telah menyelesaikan pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD TA 2020. Dan mengambil keputusan secara musyawarah mufakat menetapkan Raperda, sehingga menjadi Peraturan Daerah yang definitif.

Pengelolaan keuangan, kata Bupati, semakin memberikan peran dan fungsi yang lebih besar kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

‘’Tentu membutuhkan kerja keras dan dukungan SDM Keuangan yang profesional. Untuk menerjemahkan sekaligus menerapkan secara tepat dan benar perubahan aturan yang terus mengalami penyempurnaan dari tahun ke tahun,’’ujar Umi Dinda, sapaan akrab Bupati Bima dua periode ini.

Eksekutif dituntut menunjukkan komitmen, untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang semakin baik. Sesuai aspirasi dan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat saat ini.

Dijelaskan Bupati, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah Kabupaten Bima. Hal itu atas kinerja pengelolaan keuangan tahun 2020, yang dilakukan bersama-bersama antara Eksekutif dan Legislatif.

Kebersamaan tersebut hendaknya menjadi motivasi bagi kita, untuk terus melakukan pembenahan pengelolaan keuangan. Sehingga pada akhirnya, dapat terus meraih predikat terbaik Wajar Tanpa Pengecualian.

Cita-cita tersebut tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan. Membutuhkan kesungguhan, komitmen dan kerja keras kita semua. Eksekutif, Legislatif dan seluruh komponen masyarakat.

Atas catatan BPK serta saran dari Legislatif, Eksekutif akan terus melakukan perbaikan secara internal maupun eksternal. Terutama, perbaikan sistem pengelolaan keuangan, baik dari sistem pengendalian internalnya, dari sisi pengangggarannya, penatausahaan maupun pertanggung jawabannya.

‘’Mungkin dalam proses pembahasan Raperda ini, terdapat dinamika yang kurang berkenan, saya menyampaikan permohonan maaf. Semua itu, semata-mata untuk mendapatkan hasil yang optimal, dari materi pengaturan Peraturan Daerah ini,’’kata Bupati. (ProKom)

Akademisi Sorot Walikota Langgar Prokes, Ketua ISNU Sebut Kurang Kerjaan saja

Bimantika.net Beredarnya vidio walikota yang nyanyi tanpa menggunakan masker menuai perdebatan di tengah publik kota bima, sampai menggelitik kalangan akademisi untuk ikut mengomentari hal itu.

Atas sorotan yang tidak bermutu tersebut, Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Kota Bima, Muhamad Ardyansah, ST angkat bicara.

Menurutnya, Apa yang menjadi sorotan itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus membuat kita panik bahkan terkesan “lebay” untuk menyikapinya,

Lanjutnya, masih banyak hal lain yang lebih substantif ketimbang menyoroti sebuah nyanyian, apalagi menurut para ahli hiburan adalah salah satu cara menaikkan imun tubuh kita, apalagi saat bernyanyi tidak mungkinlah kita menggunakan masker,

“saya yakin pak walikota juga tau dan memahami serta menghormati prokes” ujarnya

Kita ini kadang suka mengkritisi hal-hal yang tidak substantif, seperti kurang kerjaan saja, padahal masih banyak hal lain yang harus menjadi perhatian.

Lewat media ini mewakili pengurus dan anggota ISNU kota bima, Ardyan sapaan akrabnya menghimbau dan mengajak semua pihak untuk mengakhiri polemik dan perdebatan yang tidak perlu, saatnya kita fokus dan bersatu melawan pandemi ini,

Menurutnya kalaupun walikota dianggap melanggar prokes Covid kita ingatkan beliau secara baik-baik, tanpa harus menghujat dan menghakimi.

Masih menurut Ardyan Apa yang menjadi sorotan itu sebenarnya hak siapapun untuk mengomentari, tetapi tentu saja harus dalam kaidah kesantunan dan kesopanan bernarasi.

Tidak harus langsung menyerang dan menyudutkan kepala daerah seolah-olah telah melakukan tindakan kejahatan. Ada diksi-diksi pernyataan yang tidak boleh menghilangkan ciri pemikiran akademis.

Walikota menurut Ardyan sudah meminta maaf atas hal tersebut sebagai sesuatu hal yang tak sengaja terekspose, karena terjadi pada hajatan pernikahan, beliau dipaksa untuk bernyanyi, dan tidak enak untuk menolak.

“Masa orang nyanyi harus pakai masker?, kalau seperti itu dipermasalahkan, betapa banyak orang yang harus disalahkan? Kata Ardyan dengan nada tanya

Bagaimana dengan biduan-biduan dan musisi yang mengais nafkah dari dunia hiburan, apakah mereka semua dibatasi?

Lagipula saat hadir itu, walikota mengenakan masker, cuma videonya dipotong lalu digoreng-goreng untuk pembentukan opini negatif.

Akan lebih penting mungkin jika akademisi mengambil bagian dan peran kritis untuk ikut menelaah beberapa kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan percepatan pembangunan. Mengkritik dan bersikap kritis itu tidak sama,

kalau mengkritik itu siapapun bisa, apalagi dengan modal paket data langsung umbar kalimat di media sosial. Kalau sikap kritis, tentu lahir dari konstruksi nalar akademis yang bersifat membangun, solutif dan terkomunikasikan dengan baik.

Jangan sampai ada orang mengaku akademisi tetapi justru cara bernarasi dan pola komunikasinya sangat buruk, dengan pemilihan diksi kalimat yang provokatif dan pejoratif.

Saya meyakini, Walikota ini sangat terbuka dengan dialog yang menawarkan gagasan untuk kemajuan daerah, diskusi non formal di mana saja tanpa terikat dengan sistem keprotokolan yang kaku.

Kalau akademisi menjadikan media sosial dan berkomentar personal tanpa menjunjung tinggi spirit almamaternya, itu bisa menjadi penanda bahwa ada yang tidak beres dengan iklim akademis dan intelektualitas kita di daerah.

Kita ini kadang suka mengkritisi hal-hal yang tidak substantif, seperti kurang kerjaan saja, padahal masih banyak hal lain yang harus menjadi perhatian.

Lewat media ini mewakili pengurus dan anggota ISNU kota bima, saya menghimbau dan mengajak semua pihak untuk mengakhiri polemik dan perdebatan yang tidak perlu, saatnya kita fokus dan bersatu melawan pandemi ini,

“kalaupun walikota dianggap melanggar prokes covid kita ingatkan beliau secara baik-baik, tanpa harus menghujat dan menghakimi” demikian ajak Ardyan .(***)

Cerpen, Bergerak Menjadi Kampung Satria

Oleh : Darussalam *)

Bimantika.net Setelah sekian lama tidak pernah pulang kampung, dirinya terenyuh melihat kampung halamannya yang penuh dengan dinamika dan fenomena memprihatinkan.

Beberapa kali didepan mata kapalanya iya dapati keramaian tapi bukan keramaian hiburan melainkan kerumunan warga yang menyaksikan satu rumah disantroni oleh rentenir yang datang menagih utang sembari mengeluarkan berbagai macam umpatan umpatan penuh amarah dan kebencian.

Pada waktu yang berbeda juga didepan mata kepalanya ia dapati kerumunan yang tengah menyaksikan penggeledahan dan penangkapan beberapa anak muda yang diduga sebagai pengedar dan pengguna barang haram.

Beberapa barang bukti pun dibawa serta, mulai dari beberapa kantong plastik klip kecil jenis barang haram, alat pengisap, alat timbang dan beberapa barang bukti laiinya.

Hatinya terenyuh, pikiranan tiba tiba menerawang pada masa lampau, ingatannya menerobos masa masa indah ketika ia hidup ditanah kelahirannya yang penuh dengan keceriaan, anak anak muda yang penuh kreatifitas, orang orang tua yang menjadi penyemangat kreatifitas dan kebersamaan yang selalu nampak dalam rutinitas.

Beberapa hari berselang ia kembali mendapatkan berita tentang penangkapan beberapa anak muda di kampungnya karena disangka terlibat jaringan tindakan terorisme.

Rupanya dia sangat mengenal anak muda itu, ya anak muda itu adalah sahabat sepermainan dimasa masa kecilnya dulu yang penuh dengan kekocakan dan kelucuan serta kepolosan.

Hati dan pikirannya semakin beriecamuk, hati memberontak penuh tanya, bagaimana mungkin sahabat kecilnya yang penuh dengan keterbatasan itu bisa terlibat dan dianggap sanggup melawan negara sebesar ini?

Lamunannya masih terus berkecamuk tanya dan ketidak percayaan atas apa yang dia dengar, bagaimana mungkin seseorang yang hanya bisa mengais rejeki pagi untuk sekedar cukup makan hari itu mampu melawan negara sekuat ini?

Ia tiba tiba tersadar saat teman yang ditunggunya mengucapkan salam. Tanpa tendeng iling iling, diapun dengan panjang lebar mengutarakan kegundahan atas semua yang dia saksikan dan dengar tentsng berbagai peristiwa dikampung kelahirannya.

Aep pun mencoba menjelas tentang kondisi kampungnya beberapa tahun terakhir ini ” semua itu diakibatkan oleh kemiskinan yang semakin akut dikampung kita, yang tidak mampu membendung kebutuhan hidupnya akhirnya menjerumuskan diri dalam skema pinjaman pada rentenir,

anak muda yang frustasi karena terlalu lama menganggur dan frustasi atas kepahitan keadaan memilih jalan pintas dan meleburkan diri dalam dunia yang menawarkan kenikmatan sesaat yaitu lembah narkoba. Sebagian kaum muda yang lain memilih mencari jalan yang bisa menenangkan jiwa dan mendekatkan diri dengan tuhannya,

inilah kemudian sebagian itu terbuai dengan tawaran surga dimasa depan dan bantuan akses ekonomi untuk menanggulangi probrem ekonomi jika mereka menjadi bagian dari faham yang sekarang di stigma dengan ” ekstrimisme “.

Aan yang belum puas dengan penjelasan Aep, pun menggugat pada Yus yang datang bersama Aep. ” kenapa kalian orang pemerintahan tidak hadir menyelesaikan prolem masyarakat kita, mereka semua saudara kita, darah daging kita, kenapa kenapa kenapa kaliam diam? Aan yang penuh emosional tak mampu membendung kucuran air matanya karena kegundahan dan keprihatinanya terhadap keadaan kampung halamannya.

Yus dan Aep pun ikut larut dalam kesedihan dan kegundahan sahabatnya yang memang dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian sosial yang sangat sangat tinggi dan sangat peka terhadap realitas dikampungnya.

Yus mengusap air matanya dan mulai menjawab kegundahan sahabatnya ” kami sehenarnya tidak diam, cukup lama kami berupaya dan sekarang baru kami temukan jalan, kami bersama tokoh kampung baru membangun komitmen dengan kementerian untuk menjadikan kampung kita menjadi KAMPUNG SATRIA.

anak sungai yang membelah kampung penuh dengan sampah dan sedimentasi akan kita ubah menjadi kolam ikan terpanjang dan tempat wisata pancing, kandang penggemukan sapi yang kumuh akan kita ubah menjadi kawasan pengemukan yang modern dan dengan kapasitas yang sangat besar,

produk tahu dan ampas tahu akan kita olah menjadi berbagai aneka makanan lalu ampasnya akan kita olah menjadi pakan berkualitas dengan adanya Rumah Pakan,

demikian dengan bukit kecil itu akan kita perindah dan percantik menjadi taman dan tempat bermain, juga areal sawah yang unik dibelakang kantor pemda itu akan kita pertahankan menjadi satu tempat wisata kuliner,

insyaallah semua ini akan kita wujudkan dalam satu agenda besar Kawasan Khusus Terpadu Nusantara. Demi menuntaskan fenome dan problem yang ada dikampung kita.

Aan tiba tiba terbangun dari duduknya, wajahnya penuh semangat kesedihannya berubah penuh keyakinan ” saya ikut, saya mau menetap selamanya disini, sy ingin ambil bagian “

” Lalu bagaimana dengan kehidupanmu disana?” Sahut Aeb memotong semangat sahabatnya yang berapi api

” Kalo bukan kita siapa lagi, kalo tidak hari ini lalu kapan lagi? Kata pepatah hujan emas dinegeri orang lebih baik di hujan batu dinegeri sendiri” jawab Aan dengan tegas.

Ketiga sahabat itu berangkulan dan dengan seloroh Aan meyakinkan sahabatnya ” kita pasti bisa, karena para leluhur kita telah mewariskan jiwa jiwa kesatria dalam diri kita “. ( mataram, 1/7/2021 ).

*) Penulis : Sekretaris Umum Partai Gelora Kota Bima

Polri Gelar Upacara Korps Raport Tujuh Jenderal

Bimantika.net Jakarta – Polri menggelar Upacara Korps Raport terhadap tujuh perwira tinggi (pati) kepolisian, di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan (30/6/2021).

Hal itu tertuang dalam surat telegram nomor STR/544/VI/KEP./2021 tanggal 29 Juni 2021, yang ditandatangani oleh As SDM Irjen Sutrisno Yudi Hermawan atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Ya hari ini ada kegiatan Korps Raport tujuh perwira tinggi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada awak media, Jakarta.

Dalam upacara kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi ini terdapat tiga orang yang mengemban Jenderal bintang dua dipundaknya atau Irjen. Mereka adalah, Irjen Guntur Setyanto yang menjabat sebagai Kapolda Bengkulu.

Lalu, Irjen Mulyatno yang menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama I Sespim Lemdiklat Polri. Kemudian, Irjen Victor Gustaaf Manoppo selaku Pati Baharkam Polri dalam penugasan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sementara empat orang lainnya naik pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Brigjen atau Jenderal bintang satu. Mereka adalah, Brigjen Syamsul Bahri sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri.

Selanjutnya, Brigjen Benone Jesaja Louhenapessy yang menjabat sebagai Pati Baintelkam Polri dalam penugasan pada BIN. Kemudian, Brigjen Hadi Purnomo sebagai Pati Polda Aceh penugasan pada BIN.

Dan yang terakhir adalah, Brigjen Anom Wibowo yang menjabat sebagai Pati Bareskrim Polri penugasan pada Kemenkumham.

Argo mengungkapkan, upacara Korps Raport diselenggarakan dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat. Para peserta bakal dilakukan pengecekan test Swab Covid-19. “Dengan menerapkan standar protokol kesehatan ketat,” tutup Argo. (***bbs)

Secara Virtual, Polres Bima Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-75

Bimantika.net Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, SIK mengikuti peringatan Hari Bhayangkara ke-75 yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo dari Istana Negara secara Virtual, bertempat di Ruangan (Tambora) Polres Bima, Polda NTB. Kamis (01/07/2021).

Peringatan Hari Bhayangkara ke-75 tahun ini tidak jauh berbeda pelaksanaannya dengan tahun sebelumnya. Pelaksanaan Upacara dilakukan secara Virtual melalui sarana Vicon. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Upacara peringatan Hari Bhayangkara dengan peserta yang terbatas. Jalannya upacara juga dengan menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat.

Seluruh peserta upacara menggunakan masker dan diatur jaraknya dengan menerapkan Sosial Distancing dan Physical Distancing.
Peringatan

Hari Bhayangkara dihadiri juga oleh Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafal Kamal Wakil Ketau Kejaksaan Bima Pengadilan Negeri Raba Bima Anggota DPRD Kabupaten Bima.

Sambutan dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-75 tahun 2021, dibacakan Presiden RI Ir. Joko Widodo. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan ucapan selamat hari Bhayangkara ke-75 kepada keluarga besar Kepolisian Negara RI dimanapun bertugas, dan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras Jajaran polri dalam menangani Covid-19 sekarang ini.

Selain menjalankan tugas-tugas utamanya, jajaran Polri telah bersinergi dengan jajaran TNI, dokter dan tenaga kesehatan, dengan kementerian dan lembaga dengan aparat Pemda khususnya Dinas Kesehatan serta relawan dan aparat pendukung lainnya dalam menangani pandemi ini.

Disampaikan juga kepada jajaran polri untuk terus aktif mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.
Sekali lagi saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Polri jangan lengah dalam menjalankan tugas-tugas pokoknya, polri jangan lengah sedikitpun dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan penegakan hukum. Polri harus Presisi dalam menjalankan wewenangnya.

Diakhir sambutannya Presiden RI berpesan, selamat bertugas dan teruslah memberikan pengabdian terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa mempermudah kita dalam menjalankan amanah ini.

Secara keseluruhan seluruh rangkaian upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-75 secara Virtual berjalan aman dan kondusif. Kegiatan berlanjut dengan Acara Silaturahim Polres Bima dengan seluruh tamu undangan upacara.(***)