Smart City, Walikota HML Bangun Peradaban Digitalisasi Kota Bima

jpn

Bimantika.net Portal Smart City Kota Bina di Era Pemerintahan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dikembangkan sebagai salah satu bentuk inovasi Pemkot Bima dalam merespon perkembangan teknologi dan kebutuhan daerah serta pelayanan masyarakat di era digitalisasi.

Portal ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak untuk mendapatkan informasi dan layanan-layanan pemerintahan secara online.

Pemkot Bima menyediakan aplikasi mobile android Smart City yang dapat didownload di Google Playstore untuk kemudahan mengakses informasi Kota Bima

Aplikasi ini memiliki fitur antara lain: Pengumuman Event Resmi Pemkot, Data Lokasi-lokasi Penting Kota Bima, View CCTV, View Data Harga Pangan dan Link Aplikasi Layanan Umum Kota

Dalam membangun Smart City, Pemerintah Kota Bima membangun perangkat yakni Command Center sebagai pusat kendali layanan informasi Pemerintah Kota Bima.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan publik” ungkap Walikota Bima saat di wawancara media online Bimantika Minggu 2 Juli 2023.

Command Center resmi diluncurkan oleh Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) Dua tahun lalu di Aula Kantor Wali Kota Bima pada hari Senin 23 Agustus 2021.

Dengan hadirnya Command Center dan Platform Smart City merupakan salah satu bentuk inovasi dari pemerintah Kota Bima dalam merespon perkembangan teknologi dan kebutuhan daerah.

Selain itu, portal ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak untuk mendapatkan informasi dan layanan pemerintah secara online.

Walikota Bima, mengaku bangga dengan hadirnya Command Center tersebut. Ia menyampaikan bahwa dengan adanya aplikasi ini mampu bersinergi dengan seluruh organisasi perangkat Daerah (OPD) yang dikendalikan melalui Command Center Kota Bima.

Hal ini tentu menjadi hal baru bagi Pemerintah Kota Bima, sebagai satu langkah dalam pelayanan birokrasi dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Apalagi tuntutan masyarakat hari ini, dengan adanya E-Lapor artinya mendorong seluruh birokrasi kita untuk bergerak melayani masyarakat,” ujar Walikota HML.

Di penghujung masa jabatannya, HML berharap dengan adanya Smart City di Kota Bima yang diluncurkannya dua tahun silam dapat bermanfaat di masa-masa yang akan datang.

Dan mampu memudahkan kendali pelayanan birokrasi dan ketepatan. Karena kecepatan merupakan sebuah kepuasan dalam pelayanan, sehingga hal tersebut dapat menunjukan kinerja Pemkot Bima yang semakin baik.

“Kebijakan daerah tidak serta merta keinginan atau selera dari kepala daerah yang terpilih. Tetapi komitmen untuk menata masyarakat,” tutupnya.

Di Era Walikota HML terwujud smart city yang berlandaskan kepada lahirnya open government (pemerintahan yang terbuka/transparan) sekaligus pemerintahan yang mengedepankan kebijakan-kebijakan yang mengedepankan pelayanan dan informasi publik.

“Keselarasan informasi dan teknologi itu sangat penting bagi kita di era peradaban digitalisasi” kata Walikota HML.

Oleh karena itu untuk mewujudkan visi dan misi Kota Bima Menuju Smart City maka salah satu yang kita laksanakan adalah membangun perangkat keras dan perangkat lunak dari smart city.

“Seluruh Kepala OPD di Kota Bima terkoneksi dengan Command Center sehingga mempermudah pelayanan publik” ujar Walikota HML.

Masyarakat Kota Bima tentu merasa berterima kasih kepada Walikota HML seluruh pihak yang terlibat sejak awal hingga akhir pembentukan Command Center Kota Bima.

Eksistensi Command Center Kota Bima ini pertama di NTB ini, sangat diapresiasi oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota lainnya yang ada di NTB sehingga menjadikan Kota Bima sebagai Kota Tujuan Daerah di NTB untuk study banding

Bentuk apresiasinya yaitu dengan adanya study banding dari daerah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Lombok Timur untuk ikut mau menerapkan konsep Smart City.

Sebagai bentuk keseriusan bangun peradaban Smart City, Walikota HML pun dengan ide cemerlangnya memperkuat perangkat lunak dan perangkat keras seperti menyediakan HP Android untuk seluruh RT Se Kota Bima dan Program WiFi Gratis yang dipasang di seluruh RW Se Kota Bima. (***)

Hakekat Sholat Memupuk Rasa Cinta Pada Allah dan Mempertebal Iman Manusia

jpn

Bimantika.net -Dari segi hakikatnya, Sholat yaitu: “Menghadapkan hati kepada Allah sehingga dapat mendatangkan rasa takut kepada-Nya untuk berbuat Dosa dan Maksiat.

Dan menanamkan dalam jiwa rasa Cinta yang sedalam-dalamnya atas keagungan-Nya dan kesempurnaan-Nya.

Dalam sejarah Sholat melalui peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. adalah peristiwa yang sangat agung.

Dari peristiwa tersebut Nabi memperoleh berbagai macam pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kelengkapan dirinya, untuk mengemban tugas yang berat sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta.

Pengetahuan dan pengalaman yang paling beharga dalam peristiwa tersebut adalah berkaitan dengan memahami tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Baik kebesaran yang ada di alam raya ini yang dapat ditangkap oleh panca indera ataupun dalam alam ghaib yang tidak dapat dijangkau oleh indera manusia.

Isra, pengertiannya menurut bahasa adalah perjalanan di malam hari, sedangkan mi’raj adalah tangga untuk naik ke atas. Karena itu pengertian Isra yang dimaksudkan adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa,

Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan beliau dari masjid al-Aqsa ke Sidrah al-Muntaha.

Sidrah al-Muntaha adalah tempat di langit yang bersifat ghaib, tidak mungkin dijangkau oleh panca indera manusia, bahkan tidak dapat dijangkau oleh akal pikiran.

Di antara tujuan diisrakannya Nabi Muhammad SAW, adalah agar beliau mengetahui secara mendalam tanda-tanda keagungan Tuhan, kekuasaan dan kasih sayang-Nya terhadap semua makhluk, peristiwa ini disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjid al-Haram ke masjid al-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan kepadanya dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S. al-Isra, 1).

Shalat secara bahasa bermakna doa. Pemaknaan semacam ini dapat kita simak pada ayat Q.S. At-Taubah (9:103):

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dalam shalat, ada sujud; sebuah posisi di mana kita merendahkan diri hingga mencium tanah.

Ini merupakan pengingat bagi kita akan kerendahan kita di hadapan Allah Sang Pencipta, karena sesungguhnya di hadapan Allah, kita hanyalah hamba yang mutlak sepenuhnya milik Allah.

Sholat Menyadarkan kita bahwa pada hakikatnya tiada yang mampu memberikan pertolongan pada kita selain Allah.

Shalat dilakukan sehari semalam sebanyak 5 kali. Ini berarti ada 5 kali dalam sehari semalam kita bisa bertobat, kembali kepada Allah, karena memang pada dasarnya dalam sehari semalam, tidaklah mungkin kita terluput dari dosa, baik disengaja ataupun tidak.

Dalam Sholat Memperkuat akidah dan keimanan kita pada Allah SWT, karena sesungguhnya sehari-hari godaan kenikmatan duniawi dan godaan setan senantiasa mengganggu akidah kita hingga kita lupa akan keberadaan Sang Khaliq yang Maha Mengawasi.

Dengan melakukan ibadah shalat, kita kembali mempertebal keyakinan dan keimanan kita, sebagaimana tumbuhan kering yang segar kembali sesudah diguyur hujan. (***//Berbagai Sumber)

Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang Dalam Kehidupan Manusia

jpn

Bimantika.net -Dzikir pagi menjadi salah satu ibadah yang disarankan Rasulullah SAW bagi umatnya.

Bacaan dzikir pagi dan petang menjadi sarana selalu ingat Allah SWT Sang Maha Pencipta dan Penguasa Alam Semesta.
“Sangat banyak ayat Al Quran dan hadits yang menerangkan keutamaan berdzikir pada Allah SWT.

Salah satunya terdapat dalam QS Al Munafiqun ayat 9

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

Arab latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tul-hikum amwālukum wa lā aulādukum ‘an żikrillāh, wa may yaf’al żālika fa ulā`ika humul-khāsirụn

Artinya: “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”

Dzikir pagi dilakukan setelah salat subuh hingga terbit matahari. Dzikir masih bisa dilakukan saat matahari meninggi ketika waktu dhuha tiba, sekitar pukul tujuh atau delapan pagi.

Keutamaan dzikir pagi disebutkan dalam QS Al Mu’min ayat 55

فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِبْكَٰرِ

Arab latin: Faṣbir inna wa’dallāhi ḥaqquw wastagfir liżambika wa sabbiḥ biḥamdi rabbika bil-‘asyiyyi wal-ibkār

Artinya: Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

Dianjurkan Bacaan Dzikir Setelah Salat Sunnah

Tasbih: Subhanallah (سبحان الله), artinya Maha Suci Allah. Tahmid: Alhamdulillah (الحمد لله), artinya Segala Puji Bagi Allah. Takbir: Allahu Akbar (الله أكبر), artinya Allah Maha Besar. Istighfar pendek: Astaghfirullah, artinya, aku mohon ampun kepada Allah.

Mengucap dzikir sehari-hari sangat dianjurkan umat muslim yang membacanya diberi ketenangan, ketentraman, dan dilancarkan segala aktivitasnya. Dzikir sehari-hari ini merupakan aktivitas umat Islam untuk menyebut nama Allah SWT. Dengan membaca dan mengamalkan dzikir sehari-hari, seseorang akan senantiasa dekat dan dilindungi oleh Allah SWT.

Bacaan dzikir sehari-hari bisa dibaca dan diamalkan oleh umat Muslim setiap hari. Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Toha Ayat 130, yang artinya:

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang telah mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam.” (//***//Berbagai sumberl

Sengaja Tinggalkan Sholat Sama Dengan Hancurkan Islam

jpn

Bimantika.net -Salah satu rukun Islam yang tidak boleh diabaikan oleh Umat Islam adalah menegakkan shalat.

Karena Shalat itu adalah tiangnya agama sebagaimana Firman Allah Swt berfirman, “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.” (QS. Al-Ahzab: 33).

Di ayat yang lain, Allah berfirman,“Tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56).

Tentu saja shalat, bukan sekedar menggugurkan kewajiban, tapi memahami esensinya.

Sebagaimana firman-Nya, “Dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut: 45).

Shalat sebagai Tiang Agama

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda: “Islam dibangun di atas lima pilar: Syahadat bahwa tidak ada tuhan (yang hak) kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadhan.”(HR. Bukhari Muslim).

Sholat Adalah Amalan yang Pertama Kali Dihisab

Kenapa shalat itu tak boleh ditinggalkan? Karena shalat adalah amal yang akan ditanyai di hari perhitungan nanti. Dari Abu Hurairah ra berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal hamba adalah shalat. Jika shalatnya baik ia benar-benar telah beruntung dan sukses. Dan jika shalatnya rusak benar-benar telah celaka dan merugi.”(HR. at-Tirmidzi dan an-Nasa’i).

Sholat Mengangkat Derajat dan Diberi Kemudahan

Rasullullah Saw bersabda, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud, sesungguhnya sujud satu saja karena Allah niscaya Allah mengangkat satu derajat dan Allah menghapus satu kesalahanmu.” (HR Muslim).

Sholat Pembatas Kafir dan Muslim

Tegas Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan.” (HR.Ahmad). Dalam hadits yang lain, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim dari Jabir).

“Perjanjian (yang membedakan) antara kami dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang sengaja meninggalkannya maka ia telah menjadi kafir.” (HR. Ahmad).

Sholat Dijauhkan dari Syaitan

Imam Ali as berkata: “Jika seseorang berdiri melaksanakan shalat maka Iblis menghadap kepadanya sambil memandangnya dengan hasud karena melihat rahmat yang menyelimutinya.”

Itulah sebabnya, shalat mencegah perbuatan keji dan munkar. Namun, Imam Hasan al-Bashri rahimahullâh mengatakan: “Wahai, anak manusia. Shalat adalah perkara yang dapat menghalangi mu dari maksiat dan kemungkaran. Jika shalat tidak menghalangi mu dari kemaksiatan dan kemungkaran, maka hakikatnya engkau belum shalat”.

Shalat Membuat Wajah Bercahaya

Tidak sama wajah orang shalat dan tidak shalat. Adapun“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. (Al Qiyamah:22) Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. (Al insan:11) Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan.(Al Mutahaffifin:24).

Seharusnya kita bergetar ketika mendengar ayat ini. “Apakah yang memasukkan kamu kedalam (neraka) Saqar? “Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”.(QS al-Muddatstsir: 42-47).

Dari Jabir bin Abdillah,Rasulullah saw bersabda: “Shalat adalah tiang agama, maka barangsiapa yang meninggalkan shalatnya secara sengaja maka ia telah menghancurkan agamanya, dan barangsiapa meninggalkan waktu-waktunya maka ia akan memasuki Wail, dan Wail adalah sebuah lembah di neraka Jahannam sebagaimana Allah Swt berfirman: Maka Wail bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya” (QS. Al-Maa’uun: 4 dan 5).

Orang yang meninggalkan shalat kelak pada hari kiamat akan dihimpun bersama dedengkot orang kafir, seperti: Qarun, Fir’aun, Hamman, dan Ubay bin Khalaf.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits, dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang menjaga (shalat)nya, ia akan memperoleh cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat. Dan siapa yang tidak menjaganya, ia tidak akan punya cahaya, petunjuk, dan tidak selamat. Dan kelak pada hari kiamat ia akan bersama Qarun, Fir’aun, Hamman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad, Thabrani, dan Ibnu Hibban).

Itulah sebabnya Nabi Ibrahim as berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak-cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. YaTuhan kami, perkenankanlah doaku”.(QS: Ibrahim: 40). (//***//Berbagai Sumber)

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang menegakkan shalat, dan takut dengan siksa-Nya di Yaumul Hisab (perhitungan) kelak. (***//Berbagai Sumber)

Personil Polsek Woja Ungkap Kasus Pencurian di Kamar Kos

jpn

Bimantika.net -Gerak cepat personil Polsek Woja mengungkap terduga pelaku kasus tindak pidana pencurian di kamar kos yang dihuni oleh Irfan, korban (20) asal Luwung Gede Kecamatan Jati Wangi Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Irfan yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang asongan bersama rekan seasalnya, Libra (26) ini mengaku kehilangan sejumlah barang sekaligus uang tunai miliknya diduga dicuri oleh HI alias KH (20) bersama sejumlah rekannya yang lain saat dirinya keluar untuk berdagang.

Terkait pengungkapan, Kapolsek Ipda Zainal Arifin, S.Ip., dalam keterangannya menyebutkan bahwa terduga pelaku berjumlah 4 orang yakni HI alias KH (18) asal Dusun Wawo Baka, Desa Nowa, Kecamatan Woja, SY, perempuan (16) masih pelajar, asal Desa Lasi, Kecamatan Kilo.

Lanjutnya, sedangkan dua lainnya masih dalam pengejaran Kepolisian yakni, LI, perempuan (18) asal Desa Kramat dan PU (20) asal Dusun Rasana’e Desa Bakajaya, Kecamatan Woja.

“TKP di Kos-kosan di Desa Bara, Kecamatan Woja,” ungkap Kapolsek.

Dikonfirmasi mengenai kronologis, Kapolsek menjelaskan, awalnya seperti biasa korban bersama rekan-rekannya keluar bertujuan untuk berjualan. Namun, karena kepulangannya masing-masing di waktu yang berbeda, maka oleh salah satunya menyimpan kunci kamarnya di area sekitar halaman kos.

“Namun, nahasnya kunci itu diketahui oleh salah satu terduga yang sejak lama berniat jahat mengincar kamar kos tersebut,” jelas. Kapolsek.

Ketika Irfan pulang, sambung Kapolsek, ia mendapati barang-barang miliknya berhamburan termasuk tas tempatnya menyimpan uang juga terbuka. Saat itu juga, ia panik dan melaporkannya pada Pemilik Kos sekaligus ke SPKT Polsek Woja.

“Kerugian korban, selain barang juga uang tunai sebesar 1.3 juta lebih,” jelas Kapolsek.

Menindaklanjuti laporan korban, Tim Opsnal dipimpin langsung Kapolsek langsung bergerak, melakukan penyelidikan dan mendapati informasi bahwa ketiga pelaku berada di kos milik salah satu pelaku.

“Atas informasi tersebut dibantu Pemdes Bara, Andi Aswan mendatangi kamar kos milik PU dan berhasil meringkus 2 terduga HI dan SY,” beber Kapolsek.

Guna pengembangan penyelidikan lebih lanjut, kedua terduga pelaku digelandang ke Mapolsek sembari memburu pelaku lainnya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.(***)

Korban Jiwa Terjadi Saat Keributan di Lokasi Wisata Dompu

jpn

Bimantika.net -Gerak Cepat Personil Polres Dompu dipimpin langsung Kapolres, AKBP Iwan Hidayat, S.I.K., mengamankan situasi ketegangan akibat keributan sekelompok pemuda di Lokasi Wisata Pantai Ngampa, Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, (29/6/2023) sekira pukul 14.00 Wita.

Ironisnya, keributan yang dipicu oleh persoalan sepele ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Korban jiwa diketahui inisial AZ alias RE (28) warga Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu saat hendak dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Dikonfirmasi melalui Kapolsek Hu’u, Ipda Sumaharto, ia menyebut bahwa rombongan Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.I.K, didampingi Kabag Ops, Kasat Intelkam dan satu peleton Dalmas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekira pukul 15.30 kemudian bertolak menuju Desa Cempijaya dan Desa Jala..

Kehadiran rombongan dan jajaran Polres Dompu untuk memberikan himbauan serta penggalangan terhadap keluarga korban meninggal dunia.

“Sementara tiga pria yang terlibat perkelahian dengan korban diserahkan ke Sat Intelkam kemudian dilimpahkan ke Reskrim polres Dompu,” ungkap Kapolsek.

Ditanya mengenai Kronologis, Kapolsek menerangkan awalnya perkelahian itu terjadi di Lokasi Wisata Rekreasi Pantai Ngampa, Desa Cempi Jaya, Hu’u. Di mana saat kejadian, terjadi perselisihan antara pemuda inisial SU alias BA (26) asal Cempi Jaya, dengan Korban.

“SU menegur korban yang saat itu dalam keadaan dipengaruhi alkohol menagih uang pada penjual es krim keliling, namun teguran itu dibalas umpatan oleh korban,” papar Kapolsek mengutip keterangan para saksi.

Sesaat kemudian, lanjut Kapolsek, SU kembali menemukan korban tengah baku ribut bersama temannya di Kafe La Rengge lalu mendatangi kafe tersebut dengan maksud ingin melerai hingga akhirnya ikut terlibat baku ribut dengan kelompok korban asal Desa Jala tersebut.

“SU sempat dipukuli bahkan hendak diserang oleh rekan korban menggunakan pecahan botol minuman dan sebilah parang,” beber Kapolsek.

Akan tetapi, sambung Kapolsek, saat SU dibantu teman-temannya berbalik menyerang kelompok korban, mengakibatkan korban mendapatkan luka serius di kepala, kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Mendapat laporan terkait kejadian Kapolsek Hu’u IPDA Sumaharto bersama anggota mendatangi TKP kejadian dan melakukan pengecekan terhadap korban di puskesmas Rasabou kemudian melaporkan kejadian ke Mapolres Dompu untuk ditindaklanjuti.

Sekira pukul 15.30 Wita, rombongan Kapolres tiba di TKP sekaligus ke Kediaman Korban meninggal. Sementara, Pukul 17.15 Wita Tim puma polres Dompu bersama anggota Polsek mengamankan SU dan dua rekannya inisial SA (22), AG (22) dan DI (21) ditangkap pada pagi (30/6/2023) lainnya di Desa Cempi Jayaa kemudian langsung digelandang ke Mapolres.

Sebagai bentuk perhatian serius Kapolres Dompu terkait kasus ini, langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian untuk mencegah terjadinya keributan lanjutan.

“Serta memerintahkan kepada anggota Polsek dan polres untuk mengamankan semua terduga pelaku yang terlibat dalam perkelahian tersebut,” pungkasnya.(***)

Peternak Sapi Merugi, Gubernur NTB Ditunggu Solusinya, Ada Mafia Perizinan ?

jpn

Bimantika.net -Nasib naas para peternak dan pedagang sapi asal Kota dan Kabupaten Bima Propinsi NTB di DKI Jakarta sungguh sangat memprihatinkan.

Ribuan ekor sapi yang mereka bawa dari NTB untuk dijual ke wilayah Jabotabek tersebut masih banyak yang belum terjual hingga hari pelaksanaan Idul Adha Selasa 29 Juni 2023.

Salah satu peternak Sapi asal Kota Bima Amirudin menyampaikan, jumlah sapi yang masuk ke DKI sekitar 34 ribu ekor,

Sapi tersebut asal NTT, Bima, Dompu, Sumbawa, Bali hingga dari Pulau Jawa. Pembelian sapi pada tahun sekarang sangat menurun, sehingga para penjualan sapi tidak sesuai target.

Pada tahun sebelumnya di setiap sekolah, baik di tingkat SD, SMP hingga SMA banyak yang membeli untuk kurban, namun tahun sekarang menurun pembelian dari tingkat pendidikan tersebut.

Bukan saja di tingkat pendidikan, perusahaan pun sekarang banyak yang tidak membeli sapi jika dibandingkan tahun lalu. Berangkat dari persoalan itu, keadaan para pedagang serta peternak sangat memprihatinkan.

“Kami sudah mengeluarkan biaya banyak, namun sapi kami masih banyak yang belum terjual, hingga sekarang di tiap kandang masih tersisa masing-masing sekitar 50 ekor,” Keluhnya.

Dengan kondisi yang seperti itu kata Amir sapaan akrabnya, para peternak menunggu bantuan dari Gubernur NTB, yang menjanjikan akan memberikan bantuan pada peternak.

“Pak Gubernur sudah berjanji akan membantu kami, masih menunggu bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan dan kekurangan kami di sini,” Katanya.

Masalah lain menurut Amir bahwa orang Jawa ambil sapi di pulau sumbawa, tentu menjadi permasalahan sendiri.

“Ada permainan dinas Perizinan NTB Kemarin hampir 20 fuso sapi masuk, ini ada mafia perizinan” ungkap Amir. (***)

Momentum Idul Adha, Bupati IDP Minta Menjiwai Semangat Kurban

jpn

Bimantika.net -Penyelenggaraan Shalat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1444 yang bertepatan dengan 29 Juni 2023 jajaran pemerintah Kabupaten Bima dipusatkan di Masjid Agung Bima Godo-Woha dengan Khatib TGH. Drs. H. Suaedin Abdullah, M.Pd dan Imam Ustadz Wildan Ahyar,. S.Sos.

Dalam amanatnya, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.,M.IP (IDP) mengajak umat Islam mendoakan para Jemaah Haji Kabupaten Bima yang sedang berada di Tanah Suci.

Mari kita berdoa semoga kekuarga dan kerabat di Tanah Suci Makkah senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan dalam melaksanakan seluruh Rukun Haji dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat wal afiat dan menyandang predikat haji mabrur. Ajak Bupati.

Dihadapan para Jamaah Shalat Id, Bupati menghimbau agar menjiwai semangat berkurban.

“Sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT, pada kesempatan yang baik ini kepada seluruh elemen masyarakat khususnya para pejabat dan ASN agar terus memupuk jiwa pengorbanan untuk kemuliaan hidup.

Juga menjiwai semangat berkurban sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam dan putranya Nabi Ismail Alaihissalam untuk meraih derajat takwa yang diharapkan nanti akan ikut mendorong peningkatan capaian dalam bidang keagamaan demi mewujudkan Bima Ramah”. Ucapnya.

Diakhir amanatnya, Bupati memberikan apresiasi atas kekompakan TNI-POLRI dalam menjaga Kamtibmas. “Dari hari ke hari, kita mampu memumpuk rasa persaudaraan dan mewujudkan keamanan dan ketertiban daerah.

Semua itu tercipta bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum yaitu TNI dan Polri. Tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran hukum dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Dana Mbojo yang kita banggakan”. Imbuh Bupati.

Shalat Idul Adha 1444 Hijriyah tahun ini turut dihadiri Wakil Bupati H Dahlan M Noer, Pimpinan dan Segenap anggota DPRD, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bima, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua TP PKK yang juga Ketua GOW Hj.Rostiati Dahlan, S.Pd, Ketua MUI, Ketua PHBI, camat dan Muspika Kecamatan Woha serta warga setempat. (****//)

Makna Terdalam Idul Qurban, Totalitas Nabi Ibrahim Mengabdi Pada Allah

jpn

Bimantika.net -Hari ini Rabu 28 Juni 2023 umat Muslim sebagian di Indonesia merayakan salah satu hari besar keagamaannya, yaitu Idul Adha. Dan Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Idul Adha 1444 H jatuh pada Kamis 29 Juni 2023.

Masyarakat mengenalnya dengan Lebaran Haji atau Idul Qurban.

Disebut Lebaran Haji, sebab bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji.

Sementara, disebut Idul Qurban juga karena umat Islam meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan anaknya sendiri, yaitu Nabi Ismail AS.

Dikutip dari laman resmi Kementrian Agama Republik Indonesia,
Dari sisi sejarah, perayaan Idul Adha ini membuat kita mengingat kembali kisah teladan Nabi Ibrahim AS beserta anaknya Nabi Ismail AS.

Pada pada saat itu Allah SWT memerintah mereka untuk menempati sebuah lembah yang tandus, gersang, bahkan tak ada satu pun pohon yang tumbuh di sekitarnya.

Lembah itu sepi dan sunyi. Tak ada seorang pun yang ada di sana.

Perintah Allah SWT tersebut dijalankan Nabi Ibrahim AS sekeluarga dengan ikhlas dan penuh tawakkal. Hal ini diabadikan dalam Al-Quran yang berbunyi:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: “Ya Tuhan kami sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (sedemikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah gati sebagia manusia cenderung kepada mereka dan berizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim: 37)

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas, Siti Hajar dihadapkan dengan kondisi kehabisan air minum, yang menyebabkan dirinya tidak bisa menyusui Nabi Ismail AS.

Ia kemudian mencari air kesana kemari sambil berlari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali.

Tiba-tiba saja, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail pun memperoleh sumber kehidupan.

Lembah yang mulanya gersang dan tandus itu, berubah drastis memiliki persediaan air yang melimpah ruah.

Hal itu menyebabkan manusia dari berbagai pelosok pun datang untuk memperoleh air yang ada di tempat tersebut, khususnya para pedagang. Lembah tersebut seketika menjadi populer di Kota Makkah.

Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya pun mengelola kota dan masyarakat dengan sangat baik. Kota Makkah yang aman dan makmur itu dilukiskan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam Al-Quran, dengan bunyi:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

Artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)

Ayat tersebut menggambarkan bukti yang jelas bahwa Kota Makkah yang saat ini tampak di mata masyarakat dunia memiliki kemakmuran yang melimpah juga disebabkan oleh doa Nabi Ibrahim AS.

Pada zaman Nabi Ibrahim AS juga, tak hanyaumat Islam saja yang dapat menikmati kemakmuran Kota Makkah, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT:

قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Artinya: “Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah: 126)

Selain kemakmuran itu,Nabi Ibrahim AS diberikan perintah dan ujian paling berat untuk mengurbankan anaknya sendiri. Kesabaran dan ketabahan Nabi Ibrahim AS dalam menghadapi ujian dan cobaan tersebut, Ia pun diberikan anugerah kehormatan oleh Allah SWT dengan sebutan “Khalilullah” atau kekasih Allah.

Malaikat kemudian bertanya kepada Allah, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya?”

Allah SWT menjawab dengan firman-Nya:

“Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal baktinya!”

Sebagai realisasi dari firman ini, Allah SWT pun mengizinkan para malaikat untuk menguji keimanan serta ketakwaan Nabi Ibrahim AS. Ternyata, kekayaan dan keluarganya tidak membuat Nabi Ibrahim AS lalai dalam ketaatannya kepada Allah SWT.

Dalam kitab “Misykatul Anwar” yang menyatakan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1.000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta.

Dalam kitab “Misykatul Anwar” yang menyatakan bahwa konon, Nabi Ibrahim memiliki kekayaan 1.000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta.

Dalam riwayat lainnya juga dikatakan, kekayaan Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor ternak yang dinilai sangat fantastis.

Allah menguji iman dan takwa Nabi Ibrahim AS melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun untuk disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri.

Sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran Surah As-Saffat ayat 102:

…قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: “… (Ibrahim) berkata, “Wahai anakkku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimana pendapatmu? Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Singkat cerita, ketika Nabi Ibrahim AS sudah memantapkan diri untuk menyembelih Nabi Ismail AS dengan penuh keikhlasan, Allah SWT melanjutkan firman-Nya dalam Al-Quran Surah As-Saffat 107-110 yang berbunyi:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Artinya: “Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

Artinya: “Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian.”

سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ

Artinya: “Yaitu kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim.”

كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Kisah tersebut memiliki makna yang dapat diteladani oleh umat Muslim. Beberapa pelajaran diantaranya:

  1. Ketakwaan
    Pengertian takwa sendiri berkaitan dengan ketaatan seorang hamba pada Sang Khalik dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Koridor agama (Islam) mengemas kehidupan secara harmoni seperti halnya kehidupan dunia-akhirat.

Ketaatan Nabi Ibrahim AS ini lah yang perlu menjadi patokan dalam menjalankan perintah Allah SWT, bahkan ketika Ia diperintahkan untuk menyembelih anak kandungnya sendiri, Nabi Ismail AS.

  1. Hubungan Antar Umat Manusia
    Salah satu ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT adalah dengan mempererat hubungan antar manusia atau hablumminannas.

Hal itu dapat diwujudkan dengan meningkatkan kepedulian dan solidaritas serta kepekaan sosial melalui hubungan antar manusia tersebut.

Bahkan, salah satu ajaran Islam, yaitu berpuasa juga dilaksanakan agar merasakan hidup seorang dhuafa yang tak bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari, khususnya makanan.

Dengan menyembelih hewan qurban dan membagikannya kepada kalangan tidak mampu juga merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial seorang Muslim kepada sesamanya.

  1. Peningkatan Kualitas Diri
    Dari kisah Nabi Ibrahim AS tersebut, beberapa ciri dan cikal bakal akhlak terpuji seorang Muslim telah dicontohkannya dalam menghadapi ujian dan cobaan yang diberikan Allah SWT.

Kegigihan keluarga Nabi Ibrahim AS juga ditunjukkan dengan menempati lembah yang gersang dan tandus, untuk selanjutnya diberikan Allah SWT mata air Zamzam yang sampai saat ini juga tidak pernah kering.

Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan salat Idul Adha adalah bahwa pada hakikatnya manusia adalah sama. Yang membedakan hanyalah ketakwaannya.
Bagi yang menunaikan ibadah Haji, pada waktu wukuf di Arafah juga memberikan gambaran bahwa kelak manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk dimintai pertanggungjawaban selama hidupnya. (/Sumber; Laman Kementrian Agama RI//)

Bupati IDP Serahkan SK PPPK Tenaga Kesehatan, Berikan Arahan Mengabdi Untuk Rakyat

jpn

Bimantika.net -Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE, M. IP menyerahkan SK Kepada 89 ASN formasi PPPK Tenaga Kesehatan Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Senin (26/6) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima.

Dari 89 ASN tersebut, sebanyak 18 Tenaga PPPK Golongan X, 14 tenaga PPPK Golongan IX dan 57 PPPK Golongan VII Pengangkatan TMT SK Bulan April 2023 dan Penugasan Mei 2023.

Bupati IDP. didampingi Sekretaris BKD Laily Ramdhani, S.STP.MM, Inspektur H Abdul Wahab Usman, SH, M.Si dan pimpinan Bank NTB Syariah Cabang Tente, memberikan arahan-arahan.

Dalam arahannya kepada para tenaga PPPK agar memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat di masing-masing bidang tugas.

“berikan apa yang menjadi hak masyarakat untuk dilayani secara profesional, karena kinerja tenaga kesehatan merupakan salah satu indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM)” ujar IDP Bupati Bima Dua Periode.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengingatkan agar ASN yang diangkat dalam PPPK menjunjung tinggi loyalitas kepada atasan dan pekerjaan.

“Pada saatnya, dalam bekerja, kadang ASN dihadapkan pada dihadapkan lingkungan pekerjaan mungkin yang menjadi atasan kita adalah usianya lebih muda atau memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, maka belajarlah menjadi seorang ASN yang menjunjung tinggi, loyalitas, pengabdian dan dedikasi sebaik mungkin. Kata Bupati.

Sebelumnya, Kepala BKD dan Diklat Kabupaten Bima melalui Sekretaris BKD laily Ramdhani menyampaikan 89 tenaga PPPK sektor kesehatan tersebut para Ahli Pertama Tenaga Kesehatan, Terampil Asisten Apoteker, Terampil Bidan, Terampil Perawat, Sanitarian dan Terapis yang mengabdi pada sejumlah fasilitas kesehatan baik RSUD Bima, RSUD Sondosia dan Puskesmas se Kabupaten Bima.

Dirinya berharap tenaga kesehatan yang baru saja menerima SK tersebut menjadi ASN yang berdedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengedepankan keramahan dalam pelayanan agar masyarakat yang dilayani merasa nyaman dan senang”. Tuturnya. (***)