Bimantika.net -Nasib naas para peternak dan pedagang sapi asal Kota dan Kabupaten Bima Propinsi NTB di DKI Jakarta sungguh sangat memprihatinkan.
Ribuan ekor sapi yang mereka bawa dari NTB untuk dijual ke wilayah Jabotabek tersebut masih banyak yang belum terjual hingga hari pelaksanaan Idul Adha Selasa 29 Juni 2023.
Salah satu peternak Sapi asal Kota Bima Amirudin menyampaikan, jumlah sapi yang masuk ke DKI sekitar 34 ribu ekor,
Sapi tersebut asal NTT, Bima, Dompu, Sumbawa, Bali hingga dari Pulau Jawa. Pembelian sapi pada tahun sekarang sangat menurun, sehingga para penjualan sapi tidak sesuai target.
Pada tahun sebelumnya di setiap sekolah, baik di tingkat SD, SMP hingga SMA banyak yang membeli untuk kurban, namun tahun sekarang menurun pembelian dari tingkat pendidikan tersebut.
Bukan saja di tingkat pendidikan, perusahaan pun sekarang banyak yang tidak membeli sapi jika dibandingkan tahun lalu. Berangkat dari persoalan itu, keadaan para pedagang serta peternak sangat memprihatinkan.
“Kami sudah mengeluarkan biaya banyak, namun sapi kami masih banyak yang belum terjual, hingga sekarang di tiap kandang masih tersisa masing-masing sekitar 50 ekor,” Keluhnya.
Dengan kondisi yang seperti itu kata Amir sapaan akrabnya, para peternak menunggu bantuan dari Gubernur NTB, yang menjanjikan akan memberikan bantuan pada peternak.
“Pak Gubernur sudah berjanji akan membantu kami, masih menunggu bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan dan kekurangan kami di sini,” Katanya.
Masalah lain menurut Amir bahwa orang Jawa ambil sapi di pulau sumbawa, tentu menjadi permasalahan sendiri.
“Ada permainan dinas Perizinan NTB Kemarin hampir 20 fuso sapi masuk, ini ada mafia perizinan” ungkap Amir. (***)

