Pemerhati Olahraga Desak Koni Berbenah Diri

Bimantika.net
Pemerhati Olahraga, Herman Effendy, S. Sos menilai secara keseluruhan bahwa sesungguhnya kabupaten bima saat ini dalam zona degradasi dalam hal prestasi dibidang olah raga. Menurut Herman Effendy menurunnya prestasi olahraga di kabupaten bima salah satu faktornya adalah Koni kabupaten Bima tidak mampu melakukan pemetaan wilayah ke olah ragaan sehingga bidang olah raga terabaikan.
“Ini sesungguhnya PR besar buat ketua Koni untuk segera membenahi diri sehingga prestasi olah raga kedepan kabupaten Bima menjadi kabupaten yang penuh dengan prestasi gemilang” ujarnya.
Lanjut Herman Effendy bahwa pemetaan wilayah yang dimaksudkannya adalah memetakan wilayah mana saja yang dijadikan candradimuka nya cabang olah raga tertentu. Dirinya mencontohkan misalnya Madapangga dijadikan candradimuka nya sepak bola, wilayah Bolo menjadi candra dimukanya panjat tebing karna di lapangan kara Bolo itu ada fasilitas papan panjat tebingnya,
Lalu di wilayah kae dijadikan candra dimuka nya volley begitu pula seluruh wilayah kabupaten bima.

Herman Effendy pun kini menyayangkan sikap Ketua Koni Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri yang tidak mempu mengurus olah raga sehingga prestasi Kabupaten Bima sangat menurun. “Bayangkan saja hasil Porseni Propinsi NTB kabupaten Bima peringkat ke 7 dibawahnya Kota Bima dan Kabupaten Dompu” tegasnya.
Dirinya menyesalkan karena Kota Bima yang lahir dari “rahim” kabupaten bima menunjukkan prestasi gemilang mengalahkan “ibu” yang mengandungnya yakni Kabupaten Bima yang kita cintai bersama ini.
Lagi lagi menurut Herman ini adalah bentuk ketidak mampuan Koni dalam meningkatkan prestasi ke olah raga an. “Susah kusir benhur disuruh nyetir mobil, tentu mobilnya gak jalan dong” demikian analogi Herman Effendy pada Ketua Koni Bima.
Herman Effendy mengharapkan ke depannya agar Koni berbenah diri. Pemerhati Asal Desa Dena Madapangga yang sudah sukses menyelengarakan Event Herman Effendy Cup ini dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Gubernur NTB Cup dilapangan Dena Madapangga. “Insya Allah amanat besar dari pak Gubernur NTB untuk menyelenggarakan Even Gubernur NTB Cup akan kami jadikan ajang terbaik di NTB karna ini adalah pesan khusus dari bapak Gubernur” ujarnya sembari menyatakan bahwa Gubernur NTB Cup Siap action Bulan Agustus ini.
Lanjutnya Banyak hal positif apabila bidang olah raga ini di perhatikan karen dampak positifnya akan nyata untuk generasi masa yang akan datang.
“Paling tidak generasi kita tidak terjerumus dalam hal negatif karena ada even even positif yang mereka ikuti, dan salah satunya adalah pemberdayaan dibidang olah raga” tandasnya.
Untuk membenahi semua itu memang harus ada goodwill dari ketua koni karena ditangan Koni lah prestasi olah raga bisa kita tingkatkan. (Tim)

PANITIA PILKADES SUMI MINTA BUPATI BIMA BERTINDAK CEPAT

Bimantika.net
Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Jasmin, S. Pd pada Bimantika.net selasa (6/7/2019) menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan urusan Pilkades Serentak di Kabupaten Bima.
Dirinya menyatakan bahwa sesungguhnya pilkades serentak ini masih jauh dari kesempurnaan aturan dan regulasi sehingga dirinyapun meminta kepada Bupati Bima untuk segera menyempurnakannya melalui peraturan bupati.
“Sudah ada dua perbup sebelumnya, tinggal menunggu perbup penyempurnaan nya yang ke tiga ini, semoga Bupati Bima segera membenahi Perbup itu” harapnya.
Selaku ketua panitia, Jasmin tidak ingin ada gesekan aturan yang membuat kualitas pilkades menjadi bermasalah di kemudian hari sehingga dirinya pun sering melakukan rapat kordinasi dengan BPMDes dan Bagian Hukum Pemkab Bima.
Disi lainnya Jasmin mengucapkan Syukur Alhamdulillah, perjuangannya selama ini sebagai Ketua Panitia Pilkades Desa Sumi Kecamatan Lambu sukses memperjuangkan beberapa hal yakni
Kekurangan honor panitia Pilkades serentak bergelombang ke-2 di 82 Desa se-Kabupaten Bima Tahun 2019 dari alokasi honor panitia hanya 4 bulan menjadi 7 bulan sesuai beban kerja. Perbaikan honor dimaksud akan dialokasikan pada APBD Perubahan.

Dan kesuskseaan lainnya yang dirinya perjuangkan adalah Poin-poin penting terkait persyaratan teknis Calon Kades yang lebih dari 5 orang yang masih lemah pada regulasi ; Permendagri 64/ 2017, Perda no. 5/2018, dan Perbup no.24/ 2019 tentang Pemilihan Kepala Desa yang dikritisi oleh panitia Pilkades Desa Sumi telah dilakukan perbaikan/penguatan regulasi melalui penjelasan Bab dan pasal-pasal pada Perbup terakhir.
“Pilkades bukan hanya soal kompetisi demokrasi para kandidat namun juga pertaruhan reputasi dan trust publik terhadap Panitia. Maka Pemerintah wajib memberi apresiasi yang patut” tegas Jasmin.
dari pointer pointer usulanya tersebut, Jasmin meminta pada Bupati Bima agar senantiasa meresponnya dengan seksama.
Sementara Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang di mintai tanggapannya pada Bimantika.net menyebutkan terimaksih pada semua pihak yang telah memberikan masukan positif untuk kelangsungan pilkades serentak.
Dan Bahkan Dae Dinda sapaan akrab Bupati Bima menghimbau kepada seluruh lapisan masayatakat kabupaten bima untuk tetap menjaga kerukunan dan keutuhan bersama. “Kami sudah lakukan rapat koordinasi lintas SKPD terkait masalah tersebut dan Insya Allah semua menjadi atensi pemerintah kabupaten bima dalam rangka penyempurnaan nya” demikian Tandas Dae Dinda (//arif)

Kamis LMND Turun Aksi Lawan Penindasan

Bimantika.net
Ketua LMND Cabang Bima, Rianto pada hari selasa (6/8/2019) mendatangi kantor Redaksi Bimantika.net. kedatangan Ketua LMND ini menyampaiakan pernyataan sikap resmi LMND bahwasannya tidak menerima perlakuan oknum ASN yg bertugas di sat pol pp kabupaten bima yang diduga kuta melakukan aksi premanisme terhadap sejumlah aktivis di wera. Dalam press releasenya Dimas sapaan akrab Ketua LMND ini menyatakan bahwa sesungguhnya hak hak para aktivis menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak azasi atas nama warga di era refirmasi ini. “Undang undang sudah mengatur tetang menyampaikan pendapat di muka umum, lalu oknum ASN mencoba untuk membungkam semua itu dengan aksi liarnya di luar ketentuan” demikian ujar Dimas.

Masih menurutnya, atas dugaan tindakan pengancaman dan percobaan penganiayaan oleh sejumlah oknum tersebut maka LMND pada hari Kamis mendatang akan lakukan aksi solidaritas.
“Kami akan lakukan aksi solidaritas pada rekan kami sebagai korban keganasan oknum yang tidak bertanggung jawab” ungkapnya.
Dimas pun meminta kepada pihak Kapolresta Bima Kota agar senantiasa menyelesaikan proses hukum ini secara adil dan bermartabat sehingga tidak akan pernah terjadi lagi aksi serupa.
“Segera Kapolres seret beberapa oknum pelaku, agar keadilan bisa di wujudkan” ungkao Dimas.
Rencana aksi Solidaritas pada hari kamis merupakan aksi damai sehingga dirinya menjamin akan kondisifitas. “Kami lakukan aksi solidaritas itu dalam bentuk damai” ujarnya. (//tim)

Lubis Mengutuk Aksi Premanisme Pada Aktivis

Bimantika.net
Sejumlah aktivis dari berbagai elemen mahasiswa dan pemuda kini merapatkan barisan dalam rangka pengawalan kasus dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam aksi premanismenya saat mahasiswa menyampaikan aspirasi di Kecamatan wera beberap hari lalu.
Pada hari selasa (6/8/2019) para aktivis melakukan koordinasi untuk melakukan pressure terhadap dugaan kasus yang melibatkan Sekretaris Pol PP Kabupatren Bima dan rekan-rekannta. “Kami tidak akan tinggal diam selama proses ini berlangsung, dan kami siap mengawalnya hingga tuntas” ujar salah satu aktivis Delian Lubis dan salah seorang aktivis lainnya yang diduga kuat sebagai korban kebringasan oknum ASN dan kawan kawan nya tersebut.
Lubis mengaku bahwa aksi prenanisme ala bar bar adalah bentuk kedzoliman nyata yang di rasakan oleh kaum muda pro demokrasi yang seharusnya sudah tidak perlu lagi terjadi di era saat ini.
“Era premanisme ala bar bar itu cara lama yang tidak produktif” ujarnya.
Masih menurut Lubis bahwa para aktor aktor dibelakang aksi premanisme harus menjadi atensi khusus pihak kepolisian sehingga tidak ada lagi tindakan liar secara brutal. Dirinya berharap agar Pihak Kepolisian dengan cermat melakukan proses hukum atas apa yang terjadi saat ini. Karena sesungguhnya aksi premanisme itu adalah kebiadsban nyata yang tidak boleh dibiarkan. “Tindakan premanisme apapun bentuknya adalah kebiadaban nyata yang kami lawan sampai kapanpun” Demikian Tegas Lubis.
Masih menurut Delian Lubis,
Bahwa sesungguhnya aktivis adalah tuganya untuk mengawal jalannya demokrasi pada bangsa dan negara ini.
“aktivis adalah mitra kritis pemerintah, tidak boleh kemudian orang-orang yg merasa diri dekat dengan kekuasaan bersikap anarkis yang merusak nilai nilai kesatuan dan persatuan” harapnya. (//tim)

Koreksi Capaian Ekonomi IDP & Dahlan

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M.Si *)Bimantika.net
Kabupaten Bima keluar dari stigma daerah tertinggal yang dulu Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres Nomor 131 tahun 2015 Ada 5 parameter yang digunakan untuk mengukur daerah tertinggal : Kualitas SDM, Infrastruktur dan keuangan Daerah, aksesibilitas dan Karakteristik daerah.

Ukuran kinerja sektor ekonomi belum bisa dikatakan membaik sebagai ukuran Daerah berkembang karena banyak persoalan yang perlu diselesaikan misalnya capaian PAD tahun 2016 110 M, 2017 180 M dan 2018 sekitar 200 M. Peningkatan PAD ini setelah beberapa sektor penerimaan tidak masuk ke Pemerintahan Pusat.

Kalau besaran PAD dari kreativitas Policy PEMDA hanya kisaran 100 M tahun 2018 sangat minim dibandingkan belanja rutin sekitar 65% dari total APBD jadi ada sekitar 1.170 T dari 1.800 T.

Apakah Kita benar keluar menjadi daeran tertinggal bukankan masih menyisahkan beberapa persoalan juga terkait status 131 Desa dari 191 yang masih tertinggal apakah selesai juga dari soal akselarasi, infrastruktur, pendapatan perkapita dan keadaan sosial ekonomi. Data 2017 ini menyoroti ada masalah krusial terkait beberapa desa terpencil yang perlu ditangani serius.

Kita juga masih terjadi masalah terkait Angka kemiskinan dan Indek pembangunan manusia ( IPM) kabupaten bima 2016 15.31% 2017 15.10% dan 2018 14.84% dan indeks pembangunan manusia = 2015 63.48 2016 64.48 2017 65.01 dan 2018 sebesar 65.66. Capaian IPM belum sesuai dengan Realitas yang ada dimasyarakat.

Rasio kemandirian ekonomi kabupaten bima masih jauh dari harapan misalnya dilihat dari rasio ketergantungan pada pemerintah pusat dimana tahun 2018 rasionya cukup tinggi sebesar 111% dan tahun 2019 diasumsikan PAD naik 10% menjadi 220 M sekitar 141% yang dihitung dari dana transfer masuk kab. Bima 2019 mencapai 1.55 T. Artinya kab bima sangat bergantung keberlanjutan APBD berasal dari dana transfer pusat.

Rasio efisiensi keuangan daerah juga sangat memprihatinkan misalnya tahun 2018 sebesar 95.87% artinya pengelolaan keuangan daerah sangat tidak hati- hati, tidak tepat sasaran karena disinyalir ada kebocoran dan tingginya biaya perjalanan dinas mencapai 4 M tahun 2018 lebih tinggi tahun 2017 sebesar 5,2 M. Hasil audit BPK ada beberapa proyek pasar yang bermasalah, dan beberapa proyek tidak mampu diselesaikan tepat waktu dan dikenakan denda.

Bupati juga tidak mampu mendongkrat Potensi APBD yang yang bersumber dari kemandirian dana fiskal daerah dimana antara realisasi dan target hanya mencapai 93%. Kreasi dan inisiasi untuk memperbesar potensi itu yang minim.

Soal lain adalah bagaimana memanfaatkan dana desa sebesar 185.61 M untuk mengembangkan ekonomi desa Caranya dengan merangsang masyarakat desa untuk mewujudkan pemerintahan desa yang mandiri (local self government). Beri kepercayaan untuk mewujudkan keberdayaannya (empower) melalui program-program pemberdayaan (empowerment), saya cek program ini sama sekali tidak jalan.

Ukuran diatas menggambarkan ada masalah dalam pengelolaan ekonomi dimana Kabupaten bima belum bisa menjadi daerah otonom karena sangat tergantung pada dana transfer pemerintah pusat. Catatan penting Pemerintahan IDP: D tidak mampu melakukan terobosan dalam mendiversifikasi sumber- sumber potensial untuk menambah PAD daerah.

Kegagalan tidak boleh diulang karena akan menjadi preseden buruk untuk Kabupaten bima kedepan. Sangat tidak mungkin mengharapkan hasil yang berbeda dengan memilih orang yang sama..
maka perlu Sirkulasi kepemimpinan Tahun 2020.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Darmaguna dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta.

Lubis Desak Tangkap Pelaku dugaan Penganiayaan, Kasat Reskrim Sebut Sedang Di Selidiki

Bimantika.net
Salah seorang aktivis bima, Delian Lubis mendesak pihak kepolisian segera tangkap dugaan pelaku penganiayaan pada aktifis, “desakan kami jelas segera pihak kepolisian tangkap yang diduga kuat dalam kasus penganiayaan aktivis” harapnya.
Sementara itu Kasat Rekrim Polresta Bima Kota, Iptu Hilmi M. Prayugo, S. Ik pada Bimantika.net menyatakan bahwa
hari ini senin (5/8/2019) berkas perkara pengancaman aktivis wera diserahkan dari Polsek Wera ke Polresta Bima Kota. “Hari ini baru diserahkan berkas nya oleh pihak kapolsek Wera, kami akan menindaklanjuti dengan memeriksa berkas berkas perkaranya” Demikian ujar Kasat Reksrim.
Dengan dilimpahkannya berkas tersebut ke polres bima kota tentunya penyidik polresta Bima Kota akan melakukan penyelidilan lebih lanjut. “Kita akan lakukan proses proses peneriksaan selanjutnya” demikian ugkap Kasat Reskrim.
Ditanya soal keterlibatan para penguasa dalam kasus tersebut, dengan tegas Kasat Menyatakan bahwa sebaiknya proses pengakan hukum sedang berjalan tidak perlu ada prediksi yang melampaui. “Karna ini masih dalam penyelidikan maka tidak perlu ada prediksi diluar proses hukum” demikian tegas kasat reskrim. (/tim)

YAYASAN RIMPU KEMBALI MELAKSANAKAN KEGIATAN HALAL BI HALAL

Yayasan rimpu adalah salah satu yayasan yang dibentuk pada tahun 2018. dengan maksud dan tujuan melestarikan budaya rimpu dlm mempertahankan jati diri dan adat istiadat masyarakat bima dompu yang islami serta usaha peningkatan ekonomi kreatif. melaksanakan kegiatan sosialisasi berupa event budaya yang berskala kedaerahan, nasional maupun internasional. disamping itu mendorong pemakaian rimpu sebagai pakaian keseharian wanita bima dompu sebagai wujud mengenakan pakaian bernuansa islam. serta membantu mengadakan pelatihan dan pengarahan kepada pelaku industri kreatif khususnya kain tenun bima dompu untk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi serta memperluas dan membuka pasar untk produk hasil tenun bima dompu. demikian sambutan ketua umum yayasan rimpu bapak H Dudi Fahruddin,SE.

sementara itu sekretaris panitia kegiatan halal bi halal bapak AKPB RUSLAN H IDRIS,S.SOS ,MH menjelaskan bahwa kegiatan halal bi halal bertujuan untk lebih meningkatkan kerukunan, kebersamaan dan persaudaraan antar warga bima dompu.

kegiatan halal bi halal yang dilaksanakan pada hari minggu, 08 agustus 2019 di aula pemkot jakarta timur. dihadiri okeh beberapa sesepuh bima yang berdomisili dijakarta.diantaranya bapak faizal tamin mantan Menteri Menpan RI, bapak H Harun Alrasyid mantan Gubernur NTB. anggota DPR RI terpilih H Syafruddin dan H Zainul Arifin. dan hadir sebagai tamu istimewa sekaligus pemerhati budaya nusantara bapak Guruh Soekarno Putra.. memberikan sambutan yang meriah. diakhir acara panitia pelaksana mengalungkan sarung sebagai cendera mata kepada bapak Guruh Soekarno Putra.

Bupati Hadir Di Tengah Gotong Royong Membangun Menara Masjid

Bimantika.net
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE lakukan peninjauan sekaligus bergotong royong dengan warga masyarakat tangga Kecamatan Monta dalam rangka membangun menara masjid As – Said Desa Tangga Kecamatan Monta pada hari senin (5/8).

Disela – sela kegiatan tersebut Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyampaikan bahwa dengan kehadiran saya selaku kepala daerah dalam melaksanakan kegiatan bakti sosial / gotong royong ini menandakan bahwa pemerintah selalu ada ditengah – tengah masyarakat sehingga keberadaan dengan kegiatan seperti ini sekaligus mengukuhkan antara Pemerintah dengan Rakyat dan Dan salah satu kedekatan itu adalah ikut berbaur dengan warga dalam kegiatan bergotong royong membangun rumah ibadah.

Dikatakan pula bahwa Keberadaan Masjid merupakan sarana umum untuk melaksanakan kegiatan ibadah bagi umat Islam. Maka sudah menjadi keharusan bagi umat Islam itu sendiri untuk memakmurkan masjid, dan seiring dengan kemajuan jaman, rasa gotong royong pada masyarakat dapat terus ditingkatkan. Semangat gotong royong masih terpelihara dengan baik, dan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk semakin mengukuhkan soliditas dan solidaritas antara pemerintah daerah dengan Rakyat. paparnya
Begitu juga terkait dengan budaya gotong royong, dimana ini merupakan tradisi dan warisan leluhur sejak dahulu kala. Karenanya, kegiatan kemasyarakatan ini harus didukung sepenuh hati dan didasari niat tulus, iklas dan berbuat yang terbaik untuk rakyat serta rasa tanggungjawab terhadap tugas dan profesional, dan salah satu wujud profesionalitas itu adalah ikut membantu warga masyarakat dalam setiap kegiatannya.
Selain sebagai satuan dalam rangka pembangunan menara masjid, kegiatan ini juga sebagai upaya satuan dalam meningkatkan soliditas warga masyarakat. Melalui gotong royong pembangunan menara masjid ini, maka akan terbentuk sinergitas antara semua komponen masyarakat dan Pemerintah.
Bupati berharap dengan adanya pembangunan menara masjid masjid As – Said Desa Tangga Kecamatan Monta ini dalam rangka meningkatkan kebersamaan agar pembangunan menara masjid ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan kita bersama.
Sebagai bentuk dukungan dari kegiatan ini Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp. 5 Juta rupiah yang diterima oleh panitia pembangunan masjid Mujiburrahman, SH. (Humas///)

Aktivis Tuding Pemukulan melibatkan Bupati, IDP Bantah keras

Bimantika.net
Kasus pemukulan aktivis di Wera oleh beberapa oknum yang dengat dengan Bupati bima menjadi sorotan banyak pihak. Banyak aktivis aktivis pergerakan melakukan koordinasi demi soliditas antara satu dengan yang lainnya. Terjadibya pemukulan tersebut sangat disayangkan karena itu membungkam hak hak demokratisasi berbagsa dan bernegara. Kini kasus pemukulan berdampak pada melaporkan para oknum pelaku. “Oknum pelaku adalah juga salah satunya pejabat pemkab bima yan saat ini sebagai sekretaris POl PP” Demikian ungkap Lubis, salah seorang senior pergerakan di Bima.
Harapan banyak aktivis adalah bagaimana kasus itu ditangani secara maksimal oleh pihak kapolres Bima kota karen biar bagaimana pun itu adalah bagian yang merusak nilai nilai demokratisasi.
Delian Lubis menuding bahwa aktor aktor pemukulan pada mahasiswa adalah orang suruhan bupati yang sengaja membungkam nilai nilai perjungan para mahasiswa.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menilai bahwa tudingan itu tidak benar dan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan urusan pemerintahan.
“Itu tidak benar karna saya selaku Bupati terus berupaya dan berikhtiar membangun Bima menuju masyarakat sejahtera” Ungkap Dae Dinda sapaan Bupati Bima.
Bupati IDP pun menyatakan bahwa dirinya sedang sibuk dengan pemberdayaan masyarakat sehingga tidak punya waktu untuk membicarakan hal hal yang tidak ada korelasinya dengan kegiatannya sebagai Bupati.
“Pemkab Bima sedang giat giatnya membangun Bima mari kita ikhtiarkan diri kita untuk bersama membangun Bima menuju Bima ke arah yang lebih baik lagi” tegas Dae Dinda. (//arif)

Jelang Kongres, Sejumlah Kader PDIP Di Daerah Siap Partisipasi

Bimantika.net
Menjelang Kongres V PDI Perjuangan yang dijadwalkan pada tanggal 8-11 Agustus di Grand Inna Beach Bali, sejumlah kader militansi Banteng Moncong Putih di daerah daerah siap jiwa dan raga untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan akbar PDIP sekali lima tahu tersebut.
Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bima, Firdaus, SH pada Bimantika.net menyebutkan bahwa dirinya dan “pasukan militansi” nya siap bergerak menuju Bali pada tanggal 7 Agustus 2019. “Insya Allah kami dari segenap Pengurus DPC PDIP Kabupaten Bima dan sejumlah militansi Moncong Putih sudah melakukan rapat koordinasi dala rangka menghadiri kegiatan Kongres” Demikian Ujar Firdaus.
Kongres V di Bali merupakan kegiatan teringgi dari Seluruh kegiatan internal PDIP dalam rangka menetapka visi misi partai kedepan sekaligus perhelatan pergantian Ketua Umum.
“Kami sudah siap nyatakan sikap Sekali Mega Tepat Mega” kalimat ini tentu lahir dari para loyalis PDIP seluruh Indonesia tanpa terkecuali di Kabupen Bima, “semboyang itu tentu menjadika kami siap membesarkan PDIP dan senapas dengan perjuangan Ibu Ketua Umum Kami Megawati Sukarno Putri” Demikian Ungkap Firdaus.

Kongres PDIP yang ke lima ini pun mengusung tema kebangsaan yang sungguh sangat luar biasa yakni SOLID BERGERAK UNTUK INDONESIA RAYA. Ini adalah tema kebangsaan dan kecintaan terhadap NKRI. “Perjuangan PDIP selama ini tidak jauh jauh dari memperjuangkan nilai nilai kebersamaan dalam NKRI sehingga menjaga keutuhan NKRI adalah harga mati” Demikian ujar Firdaus yg juga Anggota DPRD Kabupaten Bima Terpilih periode 2019-2024. (//tim)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom