Nasib Perempuan Dalam Sangkar Kapitalisme-Sekularisme

jpn

Oleh : Raodah Fitriah, S.P (Aktivitas Dakwah)

BIMAntika.net -Nasib perempuan semakin hari semakin tidak aman. Setiap harinya selalu dihantui oleh bahaya yang merusak dirinya.

Seolah tidak ada ruang aman dan tidak ada yang melindunginya.

Kasus pelecehan dan pemerkosaan terus terjadi setiap harinya. Seperti yang terjadi di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), seorang siswa NM (14) kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan selama sembilan hari. (Detik Bali.com, 24/04/2026).

Tidak hanya itu, dilansir dari tribatanews NTB Polri.go.id (28/04/2026) kasus serupa juga terjadi di Kota Bima, korbannya adalah orang ibu rumah tangga M (30).

Ia menjadi korban pemerkosaan dan pemerasan oleh seorang laki-laki asal Kelurahan Sambi Na’e, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Negara tak Serius Memberi Perlindungan

Upaya pemberantasan dan pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah sangatlah banyak.

Mulai perumusan kebijakan dan dibentuknya lembaga-lembaga yang menjamin dan melindungi hak-hak perempuan. Salah satunya UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), yang berisi tentang edukasi masyarakat, penguatan layanan pengaduan, serta kolaborasi lintas sektoral untuk memastikan lingkungan yang aman dan memberikan perlindungan pada korban.

Termasuk di tahun 2022 lalu, Kabupaten Dompu meluncurkan DRPPA (Desa Ramah Perempuan Peduli Anak) dan sekolah perempuan yang diintegrasikan dengan PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital)

Sekilas undang-undang dan lembaga yang dibentuk tersebut sangatlah bagus, tetapi belum mampu mencegah dan menghentikan kekerasan anak dan perempuan di Dompu.

Justru makin banyak kasus baru yang bermunculan dengan berbagai motif. Sepanjang tahun 2024, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) NTB mencatat terdapat 11 kasus kekerasan seksual terhadap anak (usia 0-17 tahun) di Kabupaten Dompu.

Kenapa hal tersebut terus terjadi? Tidak dipungkiri, sistem yang dianut oleh Indonesia adalah sistem kapitalisme yang berasas sekularisme, meniadakan peran agama dalam kehidupan.

Meskipun berbagai jenis undang-undang dan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah, tidak akan mampu mencegah terjadinya kekerasan yang dialami perempuan, justru kian menggurita.

Ditambah, sanksi bagi pelaku diatur dalam Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dalam pasal 285 KUHP pelaku diancam 12 tahun penjara.

Sayangnya, sanksi tersebut tidak tegas dan tidak memberikan efek jera bagi pelaku, masih banyak anak dan perempuan yang menjadi korban.

Di sisi lain, negara melepas tangan mengurusi rakyatnya. Misalnya digitalisasi yang didesign untuk menjadi sumber materi, dengan menyajikan konten-konten negatif yang bisa diakses oleh siapapun.

Baik anak-anak, perempuan bahkan laki-laki dengan berbagai umur. Inilah yang menjadi biang terjadinya pelecahan seksual. Ketika ada kesempatan dan peluang, segala sesuatu yang ditonton itulah yang akan dilakukan.

Cara Islam Menjaga Perempuan

Akidah Islam sebagai benteng yang menjaga individu agar senantiasa terikat dengan aturan Allah. Melahirkan individu yang memiliki pola pikir dan pola sikap yang dibimbing Wahyu (Al-Qur’an). Islam sangat memuliakan perempuan, kehormatannya dijaga dan memandang pemerkosaan adalah bentuk tindakan yang keji, kezaliman dan termasuk dalam dosa besar.

Bentuk penjagaan Allah terhadap perempuan dengan menetapkan mekanisme interaksi laki-laki dan perempuan melalui sistem pergaulan. Kehidupan laki-laki dan perempuan secara umum tidak boleh terjadinya campur baur (ikhtilat), namun membolehkan adanya interaksi dalam aspek pendidikan, kesehatan dan muamalah.

Meskipun diperbolehkan, tetapi juga harus memperhatikan batasan syariat di dalamnya, seperti menjaga pandangan dan menutup aurat.

Selain itu, pelaku mendapatkan hukuman berat (ta’zir) mengkategorikan pemerkosa sebagai perusak keamanan (muharib). Sebagaimana firman Allah :

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya)…” (TQS. Al-Maidah: 33)

Selain itu, sanksi keras bagi para pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan. Syariat Islam menjatuhkan sanksi bagi pihak yang melakukan eksploitasi terhadap perempuan, termasuk pihak yang memproduksi konten-konten pornografi.

Para pelaku ini dijatuhkan sanksi takzîr yang jenis dan bobot sanksinya diserahkan kepada kadi (hakim). Sanksinya bisa berupa hukuman penjara, hukuman cambuk, bahkan hukuman mati jika dinilai sudah keterlaluan oleh pengadilan.

Adapun bagi para pelaku pemerkosaan, ada sanksi yang jauh lebih berat. Jika pelakunya adalah lelaki yang belum menikah (ghayr muhshan), sanksinya adalah hukuman cambuk 100 kali dan diasingkan selama 1 tahun di tempat terpencil.

Jika pelakunya kategori muhshan (sudah pernah menikah), sanksi atas dirinya adalah hukum rajam hingga mati.

Demikian sebagaimana Nabi saw. pernah menjatuhkan sanksi rajam atas pezina yang telah menikah. Sanksi ini bisa ditambah lagi jika pelaku melakukan tindak penculikan dan penganiayaan terhadap korban. Kadi bisa menjatuhkan sanksi untuk semua tindak kejahatan tersebut.

Di masa Rasulullah pernah terjadi pelecehan yang dialami oleh seorang wanita Anshar saat sedang belanja di pasar, pelakunya adalah kaum Yahudi dari bani Qainuqa’. Pelaku mengikat pakaian ke bajunya tanpa disadari membuat auratnya tersingkap. Ketika ada seorang laki-laki yang ingin membantu wanita tersebut, tetapi kaum Yahudi membunuhnya. Peristiwa ini sampai pada Rasulullah dan memerintahkan untuk mengepung benteng Bani Qainuqa’ selama 15 malam hingga mengusir mereka dari Madinah.

Demikianlah penjagaan Islam terhadap perempuan. Hal ini tidak akan didapatkan dalam sistem manapun yang ada di dunia saat ini. Wallahu’alam. (****)

Polisi Gelar Pengamanan Tabligh Akbar Habib Bahar Bin Smith di Desa Mpuri Madapangga

jpn

BIMAntika.net -Anggota Ton 2 Dalmas Sat Samapta Polres Bima Kabupaten Polda NTB melaksanakan pengamanan kegiatan Tabligh Akbar di Wilayah Kecamatan Madapangga.

Kegiatan Safari Dakwah yang menghadirkan Da,i Nasional Habib Bahar Bin Smith itu berlangsung pada Sabtu 2 Mei 2026 sekira pukul 19.00. Wita di Masjid Nurul Huda Desa Mpuri Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.

Pengamanan yang dipimpin oleh Bripka Ardiansyah Perdana Putra itu meliputi seluruh area Masjid mulai dari pintu masuk hingga pintu keluar.

Selain tim patroli juga melakukan pengaturan Arus Lalulintas di sekitaran area kegiatan agar tidak terjadi Kemacetan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Adib melanjutkan, Patroli tersebut juga difokuskan pada pencegahan berbagai gangguan Kamtibmas yang dapat menggangu kelancaran acara.(***)

TP PKK Kabupaten Bima Bagikan Paket Sembako di Selasa Menyapa Lambitu

jpn

BIMAntika.net -Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, Murni Suciyanti Ady Mahyudi bersama para jajaran pengurus Kamis, 30 April 2026, menggelar beragam kegiatan dalam Program Selasa Menyapa di Desa Kaboro dan Desa Sambori Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima.

Rangkaian kegiatan yang dihelat di kedua desa tersebut antara lain pembagian 35 paket sembako kepada Lansia tidak mampu dan disabilitas di Desa Kaboro dan Desa Sambori oleh Personil Sekretariat TP .PKK kabupaten Bima.

Paket bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny Murni Suciyanti.

Sementara itu, Kelompok Kerja (Pokja) I melakukan pembinaan penyusunan program kepada pengurus Pokja I TP PKK Kecamatan dan Desa Se- Kecamatan Lambitu. Pada kesempatan yang sama, Pokja II bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Bima melaksanakan Panggung Literasi dan Pembinaan kepada para Pengurus Pokja II di tingkat kecamatan dan desa.

Demikian halnya Pokja III menyajikan pendampingan pembuatan hantaran kepada Kader PKK dan Penanaman Pohon di SMPN 3 Lambitu.

Pada kesempatan tersebut, Pokja IV bermitra dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima melaksanakan pembagian 20 Paket Telur dan biskuit untuk PMT pemulihan bagi balita.

Selain itu diserahkan juga bantuan paket stunting lewat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) bersama DP3AP2KB Kabupaten Bima

Murni Suciyanti dalam sambutannya usai pembagian paket
mengharapkan para Lansia tetap menjaga kesehatan dan bantuan yang diserahkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Dirinya juga mengharapkan agar ibu-ibu yang memiliki balita menjaga dan merawat anak balita nya dan memenuhi kecukupan gizi agar terhindar dari gizi kurang dan stunting. (***)

PAN Kabupaten Bima Gelar Muscab Per Dapil, Targetkan 2 Kursi Tiap Dapil

jpn

Bimantika.net -Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima terus menguatkan konsolidasi internal dengan menggelar musyawarah cabang (Muscab) di setiap daerah pemilihan (dapil). Pada Sabtu, 2 Mei 2026, Muscab digelar di Kecamatan Woha yang mencakup Dapil I, meliputi wilayah Woha, Monta, dan Parado.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar PAN dalam mempersiapkan kekuatan politik menuju kontestasi pemilu mendatang.

Dalam Muscab ini di hadiri oleh Anggota Fraksi PAN Murni Suciyati perwakilan dapil enam, Muhammad saiful perwakilan Dapil Lima , Kapolsek Woha dan seluruh unsur pengurus utama Partai Pan kabupaten Bima

Kegiatan ini cukup alot karena di tiap kecamatan mengirimkan Tiga kandidat terbaik untuk berkompetisi menjadi ketua PAN di tingkat kecamatan.

Dari pantau media ini di lokasi Muscab, kegiatan berjalan dengan Aman dan tertib.

Dalam sambutannya, Ketua PAN Kabupaten Bima, Muhammad Adytia Ardin, menegaskan pentingnya kerja keras dan militansi kader dalam membesarkan partai.

Ia menekankan bahwa seluruh kader PAN tidak boleh berpuas diri, melainkan harus terus bergerak, membangun jaringan, dan hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas berbagai persoalan.

“Kader PAN harus bekerja nyata, bukan sekadar simbol.
Kita harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adytia Ardin memasang target ambisius bagi PAN Kabupaten Bima, yakni mampu meraih minimal dua kursi legislatif di setiap dapil dari total enam dapil yang ada.

Target tersebut dinilai realistis jika seluruh kader solid, disiplin, dan mampu menjaga kekompakan dalam membangun kekuatan politik di akar rumput.

Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan politik tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui kerja terstruktur, terukur, dan konsisten.

Melalui Muscab ini, PAN Kabupaten Bima berharap lahirnya kepengurusan yang solid dan mampu menjadi motor penggerak partai di tingkat kecamatan hingga desa.

Konsolidasi yang terus dilakukan diharapkan menjadi fondasi kuat bagi PAN untuk meningkatkan elektabilitas sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat di Kabupaten Bima tutupnya”
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Cegah Aksi Premanisme di Lokasi Wisata, Polsek Monta Gelar PAM Wisata Pantai Wane

jpn

BIMAntika.net -Hari libur pantai wane menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai di kunjungi wisatawan Lokal Jum,at 1 Mei 2026.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung Personel Polsek Monta Polres Bima Kabupaten Polda NTB hadi melakukan patroli yang disebut dengan istilah PAM Wisata.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.30. Wita itu tim patroli yang melibatkan 3 personel itu melakukan patroli jalan kaki di kawasan wisata tersebut.

Sasaran patroli yang dikendalikan oleh Kapolseknya AKP Sudarto itu yakni mencegah peredaran gelap narkoba, miras, aksi premanisme dan senjata tajam.

Hal itu dikemukakan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Kegiatan yang berakhir hingga sore hari itu berjalan dengan lancar dan aman”. Kata Adib. (****)

Peringati Hari Buruh, Polsek Woha Bagikan Nasi Kotak Kepada Buruh Angkut di Terminal Tente

jpn

BIMAntika.net -Hari buruh yang diperingati setiap 1 Mei diisi oleh Polsek Woha Polres Bima Kabupaten Polda dengan melakukan aksi sosial dengan berbagi nasi Kotak serta himbauan Kamtibmas.

Aksi sosial itu berlangsung pada Jum,at 1 Mei 2026 sekitar pukul 10. 30. Wita bertempat di Terminal Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Empat personel Polsek Woha terlihat dengan humanis membagikan nasi kotak kepada buruh angkut di terminal dan pasar tradisional Tente.

Kegiatan tersebut juga merupakan implementasi program Polisi Peduli yang dicanangkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH.

Dirilis humas Polres Bima Kabupaten dalam kesempatan itu personel memberikan support kepada para buruh agar berkerja dengan ikhlas sehingga dapat menafkahi keluarga.

“Apapun pekerjaan kita lakukan demi keluarga yang penting halal”. Ujar Kanit Patroli Aipdav M.Saleh yang memimpin aksi sosial tersebut.

Senada dengan itu salah satu buruh menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pihak kepolisian yang peduli dan merasa di perhatikan.(****)

Satpolairud Polres Bima Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Masjid Nurul Bahari

jpn

BIMAntika.net -Terobosan Kapolres Bima Kabupaten Polda NTB AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH, dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat melalui Program Polisi Peduli mulai dirasakan dampak positifnya.

Kali ini terlihat sejumlah personel Satpolairud melaksanakan Bhakti Religi dengan melakukan gotong royong mengangkat dan meratakan tanah di pekarangan masjid Nurul bahari desa Bajo Kecamatan Soromandi.

Kegiatan yang berlangsung pada Jum,at 1 Mei 2026 ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kebersihan tempat ibadah dan memakmurkan masjid.

Selain itu dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan silaturahmi masyarakat dan Polri semakin erat dan berdampak positif bagi situasi Kamtibmas.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K, MH, melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan kegiatan tersebut akan terus dilakukan demi terwujudnya situasi Kamtibmas yang aman dan nyaman di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten

Kehadiran anggota Satpolairud itu mendapatkan apresiasi positif dari pengurus Masjid, tokoh agama dan masyarakat sekitar.

“Kami ucapkan terimakasih banyak kepada Pihak Kepolisian yang telah membantu kami merapikan tempat ibadah”. Ujar pengurus Masjid.

Seluruh rangkaian kegiatan yang dikendalikan oleh Kasatnya AKP Hari purnomo SH itu berjalan dengan lancar dan aman. (****)

Selasa Menyapa di Lambitu, Akses Layanan Publik Kian Didekatkan ke Masyarakat

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kabupaten Bima kembali melaksanakan Program Selasa Menyapa pada Rabu dan Kamis, 29–30 April 2026, sebagai upaya konkret mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Kegiatan yang kini memasuki fase kedua tersebut dipusatkan di Desa Kaboro dan Desa Sambori, Kecamatan Lambitu—wilayah dengan karakter geografis pegunungan yang menantang akses layanan.

Bupati Bima Ady Mahyudi hadir langsung bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, serta Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan. Turut mendampingi para kepala perangkat daerah dan kepala bagian. Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut meriah oleh Camat Lambitu Hafid, S.Sos, unsur Muspika, para kepala desa, serta masyarakat setempat, ditandai dengan pengalungan selendang tenun khas Bima dan penampilan Tarian Wura Bongi Monca oleh siswa SMPN 3 Lambitu Satap.

Kegiatan diawali dengan Ngopi Bareng di Lapangan Desa Kaboro yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momentum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat, memperkuat komunikasi dua arah dalam menyerap aspirasi warga.

Dalam sambutannya, Bupati Bima menegaskan bahwa Program Selasa Menyapa tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif semata, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi yang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat desa. “Kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui interaksi yang nyata,” ujarnya.

Beragam layanan disediakan dalam kegiatan ini, mulai dari pelayanan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, hingga bazar UMKM yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya oleh pelajar, di antaranya Tarian Nangi Dana Doro Tambora oleh siswa SDN Kuta Lambitu dan Tarian Japin Melayu oleh siswa SMPN 3 Lambitu.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima menekankan bahwa Selasa Menyapa merupakan bentuk kehadiran langsung pemerintah dalam mendengar dan merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

“Melalui program ini, berbagai persoalan di tingkat desa dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Pemerintah Kabupaten Bima juga menyerahkan masing-masing 500 bibit pohon kepada Desa Kaboro dan Desa Sambori. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan Ngopi Bareng turut dihadiri oleh Ketua GOW Kabupaten Bima, Camat Lambitu beserta unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Lambitu, kepala sekolah, alim ulama, serta tokoh masyarakat yang berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Program Selasa Menyapa di Kecamatan Lambitu menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bima dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif dan merata, terutama bagi wilayah dengan keterbatasan akses geografis.

Kehadiran langsung pimpinan daerah menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

Lebih dari sekadar program pelayanan, Selasa Menyapa telah berkembang menjadi gerakan sosial yang memperkuat kebersamaan, mendorong partisipasi masyarakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dengan pendekatan yang humanis dan responsif, program ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi Bima yang lebih maju, berdaya saing, dan bermartabat.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Polres Bima Gelar Latihan Sispamkota TFG Untuk Persiapan Personel Menghadapi Situasi Kontingensi

jpn

BIMAntika.net -Untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan menyamakan persepsi dalam pengamanan kamtibmas Polres Bima Kabupaten Polda NTB menggelar Gladi Posko dan Tactical Floor Game (TFG)

Kegiatan yang juga disebut dengan istilah Sispamkota pelayanan aksi Unras itu dipimpin oleh Wakapolres Bima Kompol Saogi Sujana Angsar pada Kamis 30 April 2026 di Loby polres Bima Kabupaten.

Simulasi TFG digunakan untuk merencanakan taktik, memvisualisasikan pergerakan pasukan, dan menangani situasi kontinjensi seperti unjuk rasa atau pengamanan acara besar khususnya di Wilayah hukum Polres Bima Kabupaten.

Dalam arahannya Wakapolres Bima Kompol Saogi Sujana Angsar menekankan agar setiap satuan fungsi lebih memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing di lapangan, khususnya dalam hal komunikasi dan koordinasi antar satuan agar tidak terjadi tumpang tindih perintah saat situasi berkembang secara dinamis.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan profesionalisme, keterampilan anggota, dan kecepatan bertindak, terutama dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan situasi eskalasi massa”. Ujarnya.

Menurutnya skenario TFG yang dilaksanakan sudah tepat dan relevan dengan potensi situasi yang dihadapi, serta diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas pengamanan aksi unjuk rasa yang sebenarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.(****)

Polsek Sanggar Patroli Dialogis Malam Hari, Cegah Potensi Gangguan Kamtibmas

jpn

BIMAntika net -Patroli dialogis dan sambang Warga secara aktif dilaksanakan oleh Polsek Sanggar Polres Bima Kabupaten Polda NTB di wilayah hukumnya.

Kegiatan itu merupakan langkah preventif Polsek Sanggar dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban serta mencegah terjadinya berbagai Guankamtibmas yang meresahkan masyarakat.

Rabu malam 29 April 2026 Piket Regu II SPKT Polsek Sanggar yang dikendalikan oleh Kapolseknya Iptu Eric As Ary menyambangi beberapa desa dan tempat yang dianggap rawan terjadinya berbagai Guankamtibmas di wilayah hukumnya.

Sasaran kegiatan yakni mencegah terjadinya kasus 3C, peredaran gelap narkoba, miras, senjata tajam, senjata rakitan dan lainnya yang dapat memicu terjadinya instabilitas Kamtibmas.

Tidak hanya petugas juga berdialog dan memberikan pesan serta himbauan Kamtibmas kepada masyarakat dan pemuda.

Ditempat terpisah Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., MH., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan kegiatan merupakan ketegasan Polres Bima Kabupaten dan Polsek jajaran dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kata Adib Kegiatan yang berakhir hingga dini hari itu berjalan dengan lancar dan aman. (****)