Polres Bima Lakukan Penyemprotan Disinfectan Gunakan Mobil Water Canon

Bimantika.net Mengantisipasi penyebaran virus corona, Polres Bima Bersama dengan BPBD beserta Damkar melaksanakan penyemprotan disinfektan di jalan umum dan tempat umum (3/7)

Kegiatan penyemprotan ini dengan penggunaan campuran larutan yang efektif dalam mengantisipasi adanya virus corona maupun bibit penyakit lainnya.

Penyemprotan cairan disinfectan dilakukan menggunakan mobil Water Canon polres Bima, pungkasnya

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, S.I.K Menambahkan, kegiatan penyemprotan disinfektan akan terus dilakukan jajarannya sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat.

“Penyemprotan cairan desinfektan dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, ”ujar Kapolres. (***)

Rakyat Mengadu Ada Pembalakan Hutan, Gubernur Zul Tidak Tanggapi

Bimantika.net Salah seorang pemuda Kritis asal Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima, Mardiyansah, S. Pd mengkritisi beberapa hal terkait pembiaran pembalakan liar hutan yang diduga kuat di bekingi oleh oknum Pemangku jabatan

Menurutnya Ada 5 hektar milik eks Oknum pejabat penting Kota Bima yang dipagari seng di duga kuat dilindungi oleh Oknum Kepala KPH MDM Karena sampai dengan hari ini Pagar seng tersebut tidak berani di bongkar, Sementara bangunan lain yang dibangun oleh warga di rubuhkan.

Masalah selanjutnya menurut Man Sapaan akrab Mardyansah, S. Pd adalah Ada izin Kemitraan yang dipungut atas nama pajak di Ncai Kapenta 2020 kemarin dengan di iming-iming akan dikeluarkan IZIN KEMITRAAN dijanjikan oleh Ibunda Yuliati Basri pasca panen 2021 izin tsb keluar, Alhasil non sen hingga detik ini.

Menurut Man bahwa Hutan MANCASARIBA hari ini dibabat habis oleh masyarakat kuat dugaaan atas izin Oknum KPH.

“Kuat dugaan kami hutan dibabat habis karna dibekingi oleh oknum KPH” ujar Man.

Lanjut Man, Buktinya hingga hari ini tempat tersebut tidak di tindak lanjuti artinya Pembiaran pembalakan hutan kerap terjadi.

Man juga meminta pada Gubernur NTB untuk menggantikan Kepala KPH. “Mohon kepala KPH MDM di ganti demi keselamatan masyarakat Kota dan Kabupaten Bima” ujar Man.

Analisa Man bahwa Dengan tingginya harga jagung kemarin maka besar kemungkinan tahun ini, akan lebih luas lagi pembabatan hutan tersebut.

Gubernur NTB DR. H. Zulkieflimansyah yang dikonfirmasi Media Online Bimantika enggan memberikan komentar dan tanggapan. (***)

LP3LH Terus Kawal Kasus Penimbunan Laut

Nursi, S. Sos saat di periksa oleh Polisi sebagai Pelapor Kasus Penimbunan Laut

Bimantika.net Adanya dugaan kasus penimbunan laut yang terjadi di wilayah TPI Teluk Bima beberapa waktu lalu, kini sedang di proses di ranah Hukum.

Sepertinya Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Bima Kota sangat serius menangani dugaan penimbunan laut tersebut sehingga kasusnya jalan tanpa hambatan.

Terbukti APH Polres Bima Kota memanggil Ketua LSM LP3LH NTB Nursi,S.Sos. diperiksa Penyidik Fungsi Tipidter Polres Bima Kota Kamis (1/7/21).

Menurut Oka, bahwa dirinya dipanggil Polisi Terkait Laporan dugaan Tindak Pidana Penimbunan Pesisir Laut dan Pembabatan hutan Mangrove yg dilakukan oleh Oknum Anggota DPRD Kota Bima dari Partai Nasdem HME dan Idr Gnwn Mantan Anggota DPRD Kota BIma.

Lanjut Nursi sapaan akrabnya Bunk Oka menyatakan bahwa dalam laporannya itu dirinya kawal secara ketat hingga ada yanh di tetapkan sebagai Tersangka dan di Vonis Penjara setelah tahapan proses Pembuktian oleh pihak APH.

Menurut Oka bahwa Sangkaan dimaksud bukan asal – asalan tapi sudah terlihat secara kasat mata telah terjadi peristiwa hukum dengan Locus delictinya di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasa Na’E Barat Kota Bima. (***)

Ada Mafia Gas Elpiji, Rakyat Sengsara

Gambar Ilustrasi Gas Elpiji 3 kg

Bimantika.net dengan langka dan naiknya harga Gas Elpiji di Kota dan Kabupaten Bika menjadikan warga marah.

Gejolak dan marahnya sejumlah warga terkait naiknya harga gas elpiji, terutama untuk ukuran tabung 3 kg tidak terbendung.

Kenaikan harga yang sangat drastis dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sempat terjadi sekitar dua minggu lalu hingga saat ini.

Pada tingkat pengecer dan pangkalan ada praktek yang melukai hati rakyat, harga isi ulang gas elpiji 3 kg bisa mencapai kisaran Rp 35.000.

Trent harga yang terus naik tajam seperti ini tak pelak meledakan amarah warga terutama Ibu-ibu rumah tangga yang sangat bergantung pada ketersediaan gas elpiji untuk melakukan pekerjaan rumah tangganya.

Hal senada juga terjadi pada para pedagang kuliner sederhana.

Dari hasil penelusuran dan pengaduan yang diterima wartawan, banyak sekali keluhan dan harapan Ibu-ibu terkait tingginya harga isi ulang gas elpiji tersebut.

Ibu Misbah 38 tahun warga RT 07 Kelurahan Paruga sangat meradang ketika dengan terpaksa harus membeli slot isi ulang gas elpiji 3 kg miliknya.

Misbah kaget ketika diminta membayar diluar batas harga yang ditetapkan, yaitu dengan harga Rp. 33.000. Jumiatul warga Kelurahan Dara juga mengeluhkan hal serupa, dirinya sangat heran ketika harus membayar Rp 30.000 untuk isi ulang tabung gas elpiji 3 kg miliknya. Para pedagang kulinerpun merasakan kesulitan yang sama.

Seorang pedagang makanan siap saji dikompleks pasar amahami (sebut saja Sri) menceritakan pada madambojo bahwa dirinya mengalami kerugian akibat naiknya harga isi ulang gas elpiji miliknya tersebut, karena ongkos yang dikeluarkan tidak sebanding dengan harga jual mie instan siap saji yang dijualnya.

“Serba salah jadinya, jika harga jual dinaikkan maka pembeli akan lari, sementara untuk ongkos elpiji saja sudah membuat saya rugi” Keluh Sri.

Hingga berita ini diturunkan Pemerintah setempat melalui Bagian Ekonomi Setda Kota Bima sudah melakukan langkah penanganan terpadu dengan menghadirkan tambahan kuota gas elpiji dari Pertamina Surabaya (Koordinasi dengan Pertamina Depo Bima)

Dan telah memperkuat regulasi yang diterbitkan Gubernur NTB terkait harga jual tertinggi isi ulang tabung gas elpiji. Pemkot Bima secara resmi telah menerbitkan perwali nomor 41 sebagai regulator untuk memperkuat pergub NTB.

Disamping itu, melalui Bagian Ekonomi Setda, Pemerintah telah membentuk satgas terpadu untuk mengawasi harga dan menindak oknum nakal yang menaikkan harga jual diluar batas kewajaran.

Satgas tersebut nantinya akan diisi para personel dari Pemkot, Kepolisian, TNI dan Perwakilan Agen Resmi.

Adapun berdasarkan hasil dari penelusuran dan investigasi yang dilakukan oleh media ini dengan beberapa wartawan lainnya, telah ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan harga jual isi ulang gas elpiji tersebut terus naik tajam.

Sehingga dari hasil temuan dilapangan, media dapat menyimpulkan berbagai bentuk dan modus operandi dari para ‘pemain Gas Elpiji.

Cara kerja para oknum tersebut sangat rapi dan sistematis dan terkesan dikoordinir oleh ‘big bos’, sehingga seringkali membuat Pemerintah kecolongan.

Karena pola yang demikian rapi, tidaklah salah media media ini menyebut para oknum tersebut sebagai kartel elpiji (kartel adalah sekelompok orang yang memfokuskan pekerjaan dalam membentuk dan mengendalikan harga komoditas tertentu).

Beberapa faktor terkait naiknya harga tersebut adalah sebagai berikut ini :

  1. KECURANGAN PADA TINGKAT PANGKALAN, yaitu sengaja menjual jauh diatas batas harga yang ditetapkan pemerintah yang sebesar Rp 15.000. Hampir disetiap pangkalan harga isi ulang tabung elpiji 3 kg adalah sekitar 18.000 dan harga tersebut masih dalam batas toleransi warga. Berbanding terbalik dengan beberapa pangkalan nakal yang menjual dengan harga Rp. 30.000 sampai 35.000 atau mengalihkan jatah pangkalan pada pencecer/calo yang tidak memiliki hak distribusi sehingga oleh pengecer tersebut harga jual elpiji bisa dinaikkan sampai harga 37.000.
  2. PERAN PIHAK KETIGA ATAU CALO/PENGECER ILEGAL yaitu mereka yang membeli jatah atau menjualkan jatah dari pangkalan nakal yang karena takut ditindak Pemerintah mengalihkan jatah gas elpijinya kepada para pengecer ilegal atau calo.
  3. DISFUNGSI AGEN TUNGGAL yaitu dimana dalam hal ini PT Tanone Jaya selaku agen tunggal pemasok gas pada pangkalan menutup mata atas tindakan yang dilakukan oleh pangkalan/pengecer nakal. Padahal dengan kewenangan yang dimilikinya, Agen tunggal dapat menghentikan droping pada pangkalan nakal jika masih terbukti mempermainkan harga. Dalam wawancaranya dengan wartawan, Agus Rusmanto selaku manager PT Tanone Jaya mengaku tidak mampu memberikan sangsi pada pangkalan nakal, padahal jika berkeinginan kuat menghentikan kekacauan harga ini maka agus bisa saja menghentikan distribusi pada pangkalan nakal tersebut. “Kami hanya mengimbau pada pangkalan agar tidak menaikkan harga jauh melebihi HET (harga eceran tertinggi)” ucap Agus.
  4. ADANYA KARYAWAN NAKAL DARI AGEN TUNGGAL, para pekerja atau karyawan tersebut kerap dipergoki masyarakat ketika menurunkan tabung gas diluar rute yang ditetapkan agen dan pemerintah.

Wartawan pernah memberikan bukti rekaman pada manager Tanone Jaya, namun Agus Rusmanto sebagai manager menampiknya dengan mengatakan bahwa untuk rute Nitu dan Oi fo’o memang tidak bisa diturunkan di pangkalan karena keterbatasan akses jalan bagi truk pengangkut.

Hal ini jelas dapat menimbulkan resiko tinggi ketika pangkalan harus menjemput sendiri tabung gas tersebut dengan kendaraan yang tidak safety.

Menurut Agus, perjanjiannya dengan pangkalan-pangkalan yang berada di Oi Fo’o adalah tabung gas hanya bisa diantar sampai Kelurahan rontu dan pemilik pangkalan harus membawanya sendiri ke Nitu dan Oi Fo’o.

Ketika ditanyakan bahwa jika bukti valid terkait permainan pangkalan nakal dapat dihadirkan, apakah bisa langsung diberikan sangsi berupa penghentian droping gas elpiji.

Agus tampak ragu menjawabnya. Begitu pula terkait karyawan atau supir nakal, Agus masih berkilah bahwa dirinya mengalami keterbatasan sumberdaya untuk mengawasinya.

Padahal cukup dengan sistem GPS Terintegrasi, Agus sudah bisa mengawasi rute dari armada pengangkutan tabung gas via Android.

  1. TIDAK SINERGISNYA STEKEHOLDER DENGAN SATGAS TERPADU, Kabag Ekonomi Setda Kota Bima Ruslan SE MM mengaku sudah sejak lama berkoordinasi dengan Agen maupun pangkalan terkait fenomena lonjakan harga yang terjadi, namun hanya Pertamina Depo Bima yang sudah koperatif dengan memfasilitasi tambahan kuota elpiji dari surabaya.

Baik Agen maupun pangkalan yang teridentifikasi nakal, belum menunjukan tanda tanda koperatif dalam menyikapi hal ini.

Berbagai gejolak yang timbul karena lonjakan hal ini tidak bisa disikapi hanya dari sisi administratif dan ekonomis, namun aspek yuridis harus dihadirkan Pemerintah guna mencegah dan memberantas permainan Kartel Elpiji

sehingga tidak terulang dimasa yang akan datang. Pelibatan Satgas Pangan dari Kepolisian sangat diperlukan untuk menindak Kartel elpiji tersebut. (Madamedia//ikbal***)

Naikan Harga Lampaui HET, Dua Agen Elpiji Diinterogasi

Bimantika.net Pemerintah Kabupaten Bima, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), terkait harga Liquified Petroleum Gas (elpiji), bersubsidi yang akhir-akhir ini harganya melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) pada tingkat konsumen.

Rakor dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Drs H Taufik HAK, M.Si, digelar di ruang rapat Sekda (2/7). Mengundang Kabag Ekonomi Setda Bima Hariman, SE, Manager PT Bima Indah Gemilang, Agus Rusmanto, SE, (sebagai Agen LPG), Manager PT. Putra Raksasa Agung Cahaya Utama, Arif Rahman (Agen LPG) dan Disperindag Kabupaten Bima.

Sekda Taufik, dihadapan peserta rapat mengatakan, berdasarkan hasil monitoring dan pantauan di beberapa kecamatan, juga atas laporan masyarakat terjadi kenaikan harga LPG yang cukup signifikan.

Kenaikan harga tersebut terjadi hampir di seluruh Pangkalan yang ada, dengan harga variatif sekitar Rp 20.000 sampai Rp30.000 per tabung. Padahal harga di tingkat pangkalan ke masyarakat sebesar Rp15.000 per tabung, sesuai Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan.

Dijelaskan Sekda, kenaikan harga oleh Pangkalan, karena adanya pembayaran tambahan ke sopir dan kernet Rp1.000 per tabung. Meskipun pembayaran LPG itu sendiri telah dilakukan melalui aplikasi Bimola sesuai harga ketentuan yakni Rp14.000 per tabung.

‘’Kenaikan harga ini justru terjadi di tingkat Pengecer karena mereka mengambil langsung di Pangkalan yang ada,’’ujar Taufik.

Kondisi yang ditemukan di lapangan, kata Sekda Taufik, bahwa Pangkalan lebih cenderung menjual ke Pengecer daripada ke pengguna yakni masyarakat.
Karena itu, masyarakat sulit mendapatkan elpiji dan harus membeli di pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Persoalan ini harus dicarikan solusi yang tepat, terutama penyaluran yang dilakukan agen sebagai mitra langsung Pangkalan.

‘’Harga di Pangkalan harus sesuai HET. Karena elpiji tabung 3 kg subsidi Pemerintah yang telah diatur dan ditetapkan harganya berdasarkan Harga Eceran Tertinggi,’’tambah Sekda.

Menanggapi persoalan tersebut, Manager PT Bima Indah Gemilang, Agus Rusmanto, SE, mengaku kenaikan harga yang terjadi di tingkat Pangkalan sebagai mitra agen, akan ditindaklanjuti dengan teguran tertulis. Serta himbauan agar menjual sesuai HET yang telah ditetapkan.

Kemudian, adanya kenaikan harga karena alasan Margin cukup rendah dan alokasi tabung ke masing-masing Pangkalan masih sedikit yakni 50-60 tabung per minggu dan masih jauh dari standar.

Agus berharap, kedepannya Pemerintah dapat menambah quota elpiji subsidi. Karena jumlah quota yang ada sekarang masih belum cukup, sehingga menimbulkan pesoalan di masyarakat. Bila perlu dibuatkan kartu kendali sebagai pengawasan yang akan selalu dikontrol setiap saatnya. (***)

Bupati IDP dan Walikota HML Satu Visi Dalam Membangun Daerah

Foto : doc Bimantika 2019

Bimantika.net Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) dan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) adalah politisi handal asset Daerah Kabupaten dan Kota Bima.

Keduanya ada dalam Partai Golkar. IDP sebagai Ketua DPD ll Partai Golkar dan HML sebagai Mantan Anggota DPR RI 2 Periode Fraksi Partai Golkar tentunya memiliki kesamaan Visi dan Misi membangun dua Kabupaten dan Kota hasil Pemekaran tersebut.

IDP dalam gaya kepemimpinannya selalu mengedepankan politik etis, juga dipraktekkan oleh Politisi Handal HML.

Ketokohan Dua Kader Golkar milik Bima Kota dan Kabupaten ini adalah menjadikan Partai Golkar menjadi pemenang dalam Pemilu 2019 lalu.

Baik IDP lebih-lebih HML mereka sama-sama prioritaskan urusan Ke Agamaan dan infra struktur dalam kepemimpinannya sehingga tidak jarang setiap IDP dan HML turun ke warganya selalu Masjid dan Musholla menjadi Perhatian utamanya.

HML Peduli pada urusan mensejahterakan Masjid lebih-lebih IDP dalam praktek kepemimpinannya hampir seluruh Masjid dan Musholla yang di datanginya selalu menyisihkan uang pribadinya untuk memakmurkan Masjid.

Demikian pula HML, dalam praktek kepemimpinannya pun secara totalitas APBD kan insentif untuk para Bilal, Marbot, Guru Ngaji TPA dan TPQ, Imam Masjid dan Musholla.

Dalam APBD kota dan Kabupaten Bima sangat nampak keberpihakan IDP dan HML dalam urusan memakmurkan Masjid.

Ini juga menandakan bahwa kader terbaik Partai Golkar ini adalah sosok yang sangat memprioritaskan masalah Keummatan.

Sisi lainnya adalah Infrastruktur Kesehatan, IDP sukses membangun puskesmas Plus di setiap Kecamatan se Kabupaten Bima dengan bangunan super mewah.

Begitu juga di Kota Bima, HML torehkan sejarah tinta Emas dalam membangun Puskesmas Mewah di Wilayah yang di Pimpinnya yakni Puskesmas Paruga Kecamatan RasanaE Barat, Puskesmas Mpunda dan Puskesmas Rasanae Timur.

Kesemua Puskesmas itu nampak kokoh bangunannya sebagai bukti bhaktinya HML untuk Kota Bima yang tercatat dalam sejarah HML Membangun Kota Bima.

Urusan Menjaga Ketertiban dan Kondusifnya Daerah, Dua Kepala Daerah ini Baik IDP Maupun HML memiliki riwayat dan track record yang mampu sinergi dengan TNI dan Polri sehingga kondusifitas daerah terwujud dengan sendirinya.

Ada sisi Keunggulan yang HML kembangkan di Kota Bima, yakni terbentuknya COMMAND CENTER sebagai wujud Transparansinya pemerintah Kota Bima dalam segala urusan Management termasuk Transparansi pengelolaan Keuangan Daerah.

Command Center sebagai wujud keterbukaan informasi publik tentu mempermudah HML dalam urusan terbentuknya Kota Bima yang berjulukan Smart City.

Upaya menuju Smart City nya HML terbukti dengan pengadaan Aplikasi HP android untuk seluruh Ketua RT se Kota Bima. Hal ini tentu menjadikan semua pihak apresiasi dengan mendalam.

Komunikasi yang teraplikasi secara koneksitas antar RT dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memudahkan langkah Pemkot Menuju Kota Bima Dengan julukan Smart City yang tentunya dapat di akses secara luas oleh Publik. (***)

Bupati Cantik IDP Rayakan HUT Kabupaten Bima Secara Sederhana Namum Khidmat

Bupati Bima 2 Periode, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP). Doc. Foto Tahun 2019

Bimantika.net. wabah Pandemi Covid-19 menjadikan semua aktifitas pemerintahan kabupaten bima serba di batasi.

Bukan hanya Kabupaten Bima saja, melainkan pemerintah Pusat bahkan pemerintah di beberapa negara pun mengalami hal yang sama dalam keterbatasan aktivitas.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) yang dikonfirmasi langsung Media Bimantika.net melalui saluran WhatsApp nya hari ini Sabtu 3 Juli 2021 menyebutkan bahwa Upacara Peringatan HUT Bima Ke-381 pada tanggal 5 Juli 2021 di Kabupaten Bima kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut IDP beda perayaannya disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang masih melanda dunia.

“Upacara peringatan HUT Bima 5 Juli nanti cukup dilaksanakan dengan cara yang sederhana. Dengan undangan yang dibatasi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat” ungkap Bupati IDP.

Bupati Bima 2 Periode juga berharap peringatan HUT Bima kali ini tetap menjadi semangat untuk kita semua bersama membangun Kabupaten Bima yang ramah Jilid ll dengan tetap mengedepankan pelayanan yang prima melalui sumber daya manusia handal.

Masih Menurut IDP yang juga digadang-gadang melanjutkan Kepemimpinannya sebagai Ketua DPD ll Partai Golkar Kabupaten Bima ini bahwa ditengah pandemi COVID-19 tantangan yang di hadapi oleh Bangsa sangat kompleks sehingga perlu adanya titik fokus prioritas penanganan urusan sosial kemasyarakatan.

“Intinya Penyelenggaraan HUT Kabupaten Bima berlangsung sederhana namun tetap Khidmat” ujar Bupati IDP Pemilik wajah anggun dan menarik ini.(***)

Bupati IDP Sebut MUI Besar Perannya Satukan Umat

Bimantika.net Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke 9 Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bima, masa khidmah 2021-2026, di Hotel Mutmainah, Kota Bima, Sabtu, 3 Juli 2021.

Musda hanya diadakan sehari. Saat pembukaan, ikut dihadiri pula Ketua MUI Provinsi NTB Prof. DR. Saiful Islam, Dandim 1608, Kapolres Bima dan Baznas Kabupaten Bima.

Bupati Umi Dinda mengucapkan selamat datang kepada Ketua MUI Provinsi NTB. Di tengah kesibukan mengurus MUI Provinsi masih sempat hadir untuk menyemangati kita yang akan melaksanakan Musda di  tingkat Kabupaten Bima.

Kiprah MUI begitu besar menyatukan umat Islam, menyatukan persepsi serta menyatukan berbagai organisasi Pemuda dan keislaman. Dalam sejarah umat Islam Indonesia, kata Bupati, MUI adalah lembaga yang mewadahi para ulama dan cendekiawan Islam. Untuk membina dan mengayomi kaum muslimin.

‘’Oleh karena itu, atas nama Pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan nyata yang telah diberikan,’’ujar Bupati Umi Dinda.

Bupati berharap, Lembaga MUI kedepan, dapat semakin berperan mempersatukan pendapat para ulama dan cendekia. Meluruskan hal-hal yang mungkin berbeda. 

Kemudian MUI yang ada di 18 Kecamatan mendapatkan kunjungan yang sama. Walaupun disadari untuk mendatangi semua kecamatan tidaklah mudah.

Tidak saja didasarkan pada pembiayaan, akan tetapi pada kekuatan dan kesamaan visi, bagaimana menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan dakwah yang baik, ditengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan dan umat muslim di Kabupaten Bima. 

Dijelaskan Bupati Bima dua periode ini, Kabupaten Bima memiliki keluarga non Muslim yakni di Kecamatan Donggo dan Madapangga.

Melalui wadah ini, kata Bupati,  tentu mereka bisa mendapatkan sentuhan dan menjadikan MUI, tempat  mereka menyampaikan apabila terdapat kekeliruan.

‘’Kita jadikan perbedaan untuk mempersatukan umat yang ada. Saya berharap kepada Kesbangpol, TNI, Polri bersama MUI dan seluruh organisasi Islam yang ada, untuk menjaga situasi Kamtibmas dengan sebaik-baiknya,’’kata Umi Dinda.

Semoga Musda ke 9 tahun 2021 ini, akan terpilih pemimpin yang akan mampu merekatkan ummat, ulama dengan masyarakat. Dan ikut membantu program Pemerintah melalui kegiatan keagamaan berjalan dengan baik, demi Dana Mbojo yang kita cintai bersama.

Sementara itu Ketua Panitia, H Imran Abakar, M.Si, mengatakan, Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kabupaten Bima, dilaksanakan hanya sehari yakni pada Sabtu, 3 Juli 2021.
 
Diikuti 43 peserta dari Dewan Pembina MUI, MUI Kabupaten Bima, Tokoh Agama, Ormas Islam,  Ponpes,  Perguruan Tinggi dan MUI Kecamatan, 

Dijelaskan H Imran, Musda dilaksanakan dalam rangka konsolidasi dan  menata organisasi. Juga sebagai ikhtiar untuk memperkuat peran dan sumbangsih MUI dalam kehidupan keagamaan, kebangasaan dan kemasyarakatan di Kabupaten Bima yang Ramah. (***)

Terpapar Covid-19, DPKP Kota Bima Istrahatkan Aktivitas

Sekretaris Dinas DPKP Kota Bima, A. Faruk, SST. Par, M.Si

Bimantika.net Hasil Swabb yang dilakukan oleh timm Covid-19 Kota Bima memberikan data autentik bahwa sejumlah Aparat yang ada di Dinas tersebut Positif Covid-19.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Bima A. Faruk, SST. Par, M.Si mengakui akan adanya sejumlah rekannya yang positif Covid-19 setelah dilakukan Test Swabb.

“Atas Nama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Bima, kami Menyampaikan Informasi, Untuk Sementara Aktivitas Kantor DPKP Kota Bima Kami Istrahatkan” ujar Faruk.

Lanjutnya bahwa diistrahatkannya aktivitas DPKP tersebut Mengingat Hasil SWAB Test terdapat 8 orang Staf DPKP Kota Bima di Vonis Terpapar Covid 19.

“Maka Untuk memutus Mata Rantai Penyebaran Virus ini, Kami Pandang Perlu Mengambil Kebijakan ini” demikian ungkap Faruk.

Langkah antisipasi yang dilakukan oleh DPKP Kota Bima sungguh sesuai dengan penjelasan Tim Pakar Covid-19 di Pusat.

Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, SKM, MSc, DIC, PhD, menjelaskan sederet langkah yang harus dilakukan jika ada karyawan yang terpapar virus Corona di kantor.

Pertama, Pemeriksaan kepada karyawan dalam satu ruangan
Dewi menjelaskan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan tes Corona secara massal pada semua orang yang berada dalam satu ruangan dan satu lantai dengan karyawan tersebut

Kedua, Pemeriksaan pada keluarga karyawan dan kontak erat pasien
Dewi mengatakan, untuk mencegah penyebaran COVID-19 meluas, orang yang pernah melakukan kontak erat meski tidak satu lantai dan pihak keluarga karyawan tersebut juga perlu dilakukan tes Corona.

“Ini terutama pada teman-teman yang karyawannya yang memang kontak erat, bisa jadi nggak satu lantai, bisa jadi nggak satu ruangan, tapi teman main. Bisa jadi makan siangnya bareng, pulangnya bareng,” jelasnya.

Ketiga, Disinfeksi seluruh kantor
Langkah selanjutnya, disinfeksi seluruh kantor untuk mencegah adanya jejak virus Corona yang mungkin saja masih menempel di berbagai permukaan benda di kantor.

“Disinfeksi wajib ke semua wilayah yang ada di kantor, ke semua ruangan-ruangan,” ujar Dewi.

Keempat, Isolasi mandiri sampai hasil tes negatif COVID-19
Dewi menegaskan, bagi karyawan yang sudah melakukan tes Corona dan sedang menjalani karantina mandiri di rumah, sebaiknya tidak pergi ke mana pun termasuk ke kantor hingga hasil tesnya dikatakan negatif COVID-19.

“Wajib ketika sedang menunggu hasil sama seperti yang tadi, isolasi mandiri, jangan masuk kantor dulu sampai hasilnya keluar,” tegasnya. (***)

Cerpen
Dibalik Mushollah

Oleh : Darussalam *)

Bimantika.net Moa mengayunkan langkah dengan ringan menuju panggilan kemenangan yang berkumandang tidak jauh dari rumahnya.

Meski udara subuh begitu dingin sekali menembus jaket kulitnya, tak memudarkan semangatnya untuk menikmati rasa syukurnya menjadi hamba yang dipilih untuk selalu sujud

Imam mulai mengatur saf jamaah yang selalu ramai untuk bersujud bersama setiap lima waktu. Moa pun bergegas mengisi saf kosong tepat di sisi kanan ujung pada saf pertama.

Usai sholat subuh, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kultum rutin mingguan. Ustad yang di undang untuk mengisi kultum dengan ringan penuh hikmah menyampaikan tausiah tentang issue issue aktual yang tengah terjadi terutama terkait dengan pemahaman sebagian umat muslim terhadap Qur’an ( 5 : 44 ) hingga selesai.

Moa dan Feo yang khusuk mendengarkan tausiah tidak bergegas pulang. Mereka seperti biasanya selalu mengisi habis subuh dengan diskusi ringan tentang berbagai hal sembari menunggu pagi.

Penuh semangat Moa memetik satu bagian dari isi tausiah ” suatu ketika ada seorang pemimpin yang didatangi oleh seorang umatnya untuk melaporkan tentang kepemimpinan seorang pemimpin desa yang tidak menegakan hukum dan atau Allah SWT.

Pemimpin itupun mendengarkan dengan seksama pemaparan dan laporan dari umatnya tersebut. Setelah selesai menjelaskan laporannya, pemipin itu kemudian balik bertanya, ” apakah anda membaca Al-qur’an? ” Ya saya selalu membaca Al-qur’an sahutnya tegas, ” apakah anda membacanya dari awal sampai akhir? Pemimpin melanjutkan pertanyaanya.

” Ya saya selalu membaca al-quran dari awal sampai akhir, jawab umat itu dengan tegas. Lalu kemudian pemimpin itu melanjutkan pertanyaannya ” apakah anda telah melaksanakan semua perintah dari al-qur’an yang telah anda baca berkali kali dari awal sampai akhir itu? Umat itu menunduk dengan wajah layu pasi, lalu pamit mengundurkan diri dari hadapan pemimpin besar.

Feo yang pun sangat khusuk mendengarkan ceramah sahabatnya yang sangat luar biasa itu penuh senyum bergumam ” memang terkadang nafsu kita kerap mendominasi dari pada keilmuan kita “,

tetapi kita patut bersyukur karena dimushollah ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ritual lima waktu saja namun juga menjadi rumah ilmu bagi umat kita “.

Moa terdiam memandang kosong, lamunanya tajam penuh harus, semoga disuatu waktu nanti, semua rumah ibadah yang ada dikampungnya akan dihiasi dan dipenuhi oleh tradisi tradisi keagaaman, tidak hanya ritual lima waktu berjamaah tetapi juga menjadi laboratorium keilmuan, kajian dan literasi keislaman.

Tanpa terasa matahari mulai meninggi dan jam menunjukan waktunya untuk mereka harus kembali kerumah masing masing untuk menjalankan aktifitas dan tanggung jawab sebagai seorang lelaki. ( mataram, 2/7/2021 )

*) Penulis adalah Sekretaris Umum Partai Gelora Kota Bima.