Ada Mafia Harga Jagung ? Petani Madapangga Semakin Tercekik

Bimantika.net _Petani jagung di Wilayah Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima mengalami nasib buruk. Betapa tidak, Harga jagung menurun drastis bibit dan pupuk melambung tinggi.

Atas penderitaan yang dialami seluruh petani jagung di Wilayah Madapangga tersebut, sejumlah elemen menggelar Aksi Demonstrasi.

Sejumlah mahasiswa dan Oemuda yang mengatasnamakan diri dari Aliansi Rakyat Petani Madapangga Menggugat (ARPM) menggelar Aksi Menuntut semua pihak bisa berpihak pada Petani.

Jendral Lapangan ARPM, Mahfud HMT menuding perusahaan jagung yang ada di wilayah Kecamatan Madapangga adalah “mafia” serta tukang monopoli harga sehingga warga petani makin tercekik dengan kondisi saat ini.

Menurut Mahfud bahwa harga jual jagung sangat tidak sesuai dengan harga pupuk dan obat- obatan yang dibeli oleh masyarakat petani,

“Khususnya masyarakat yang ada di Kecamatan Madapangga dan umumnya di Kabupaten Bima, petani semakin sulit dengan kondisi ini” ujarnya.

Yang lebih membuat para petani jagung “bangkrut” adalah sekarang harga bibit jagung sudah dengan kisaran sampai 2- 3 juta lebih per dus.

“Sementara hasil para petani dibeli oleh perusahaan dengan harga yang cukup rendah dengan kisaran Rp 3. 300- 3. 400 ribu per kg dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 4.500 per Kg, ini tentu menjadikan para petani tidak mampu bangkit dari keterpurukan” ungkapnya.

Menurut Mahfud bahwa harga saat ini yang sangat meresahkan petani dan dinilai sangat mencekik para petani jagung.

“Kami turun untuk membela kepentingan rakyat petani, maka segera naikkan harga jagung” ujar Mahfud dalam orasi di pertigaan Cabang Dena, kecamatan setempat, pada (17/11/2022) sore.

Lanjutnya, Keberadaan gudang jagung yang beroperasi di Madapangga, sudah jelas tidak bisa memberikan kesejahteraan bagi petani jagung.

“Kami menduga bahwa perusahaan yang ada di Madapangga adalah Mafia serta tukang monopoli harga. Masa harga jagung dari petani dibeli dengan harga Rp 3 ribu per Kg oleh perusahan,” demikian ujarnya.

Massa Aksi meminta pada perusahaan jagung yang beroperasi di wilayah Madapangga, agar menaikan harga jagung mulai dari harga Rp 4.200 sampai dengan harga Rp 5.000 Ribu per Kg.

Massa aksi juga meminta Pemerintah Kabupaten Bima bisa mengakomodir kebutuhan para petani jagung seperti bibit serta obat- obatan.

Mahfud berharap agar keberadaan Pabrik jagung di Madapangga dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya pada kemaslahatan petani.

“Jika keberadaan semua perusahaan jagung di wilayah Madapangga, tidak memberikan manfaat terhadap kesejahteraan bagi para petani, Silahkan angkat kaki dari wilayah kami” ujarnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *