Bimantika.net -Keberadaan Penjabat (Pj) Walikota Bima H. Mohammad Rum, ST, MT di Jakarta beberapa hari ini membawa dampak yang signifikan dalam perjalanan dinasnya pasca di lantik menjadi Pj Walikota Bima 26 September 2023 lalu.
Bukan saja menemui Kementrian sebagai bentuk koordinasi dan meminta arahan secara pemerintahan, namun juga mempunyai “Gerakan tambahan” yang tentunya menambah khasanah upaya dan ikhtiar membangun Kota Bima dari berbagai Aspek hidup dan kehidupan yang bermanfaat untuk masyarakat Kota Bima.
Rabu sore 4 Oktober 2023, Mohammad Rum menemui sponsor yang akan membangun khasanah budaya bangsa yakni planning pembangunan gong perdamaian nusantara di Kota Bima.
“Alhamdulillah sore ini dikunjungi oleh bu susi dan Mr Lee beliau berdua berencana membangun Gong Perdamaian Nusantara di Kota Bima” ujar Mohammad Rum.
Menurut Rum bahwa rencana pembangunan gong perdamaian Nusantara ini penempatannya hanya satu tempat dalam satu provinsi.
“Alhamdulillah kota Bima menjadi tujuan mereka, dalam waktu dekat beliau akan datang untuk survey dan menyetujui lokasi pembangunannya” ungkap Rum.
Rum sampaikan bahwa Dengan adanya monumen Gong Perdamaian Nusantara ini akan menambah destinasi wisata di daerah Kota Bima.
“Mhn doa semua masyarakat kota Bima agar pembangunannya berjalan lancar aamiin” Harap Rum.
Melalui Saluran WhatsApp nya Pada Media Online Bimantika Rabu Malam 4 Oktober 2023, Pj. Walikota Bima menyampaikan hakikat dan urgensi dari rencana pembangunan Gong Perdamaian Nusantara.
Menurut Pj Walikota Bima Mohammad Ruma bahwa Dengan adanya gong ini memastikan bahwa kota bima atau bima secara umum adalah daerah yang cinta damai menghargai semua bangsa yang ada di dunia khususnya di Nusantara apakah beda suku dan agama tetap satu Dalam kerangka NKRI.
“Dengan adanya gong ini memastikan bahwa kota bima atau bima secara umum adalah daerah yang cinta damai menghargai semua bangsa yang ada di dunia khususnya di Nusantara apakah beda suku dan agama tetap satu Dalam kerangka NKRI” ujar Pj. Walikota Bima.
Indonesia merupakan negara besar dengan beragam suku bangsa, ras, dan agama.
Perbedaan ini seperti dua mata pisau. Di satu sisi jika dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan yang akan membesarkan Indonesia, tapi bisa juga menjadi pemicu konflik yang mengancam keutuhan bangsa dan negara jika tidak dijaga dengan baik.
Keberagaman menjadi salah satu pembahasan yang dilakukan pada tahun 1928 silam.
Pada saat itu, para pemuda dari berbagai wilayah Nusantara bersepakat untuk menyatukan keberagaman tersebut dalam sebuah keputusan kongres yang akhirnya dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.
Hal ini menjadi tonggak awal perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia dengan menggelorakan semangat persatuan.
Konflik yang melibatkan bentrokan suku maupun agama masih kerap terjadi di Indonesia yang menyebabkan banyak kerugian materi hingga korban jiwa.
Konflik-konflik ini menjadi ujian dalam kehidupan bernegara sekaligus ancaman bagi keutuhan bangsa.
Meskipun begitu, sebagian besar rakyat Indonesia tetap teguh untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan.
Berbagai upaya dilakukan untuk mengingatkan rakyat Indonesia bahwa perbedaan tidak boleh menjadikan bangsa ini terpecah belah.
Salah satunya dengan membangun Gong Perdamaian Nusantara di berbagai wilayah di Indonesia. (***)

