Foto : Layar Tangkapan Geogle
Bimantika.net -Manusia harus tahu hakikat posisinya sebagai makhluk, yaitu tidak memiliki apa-apa, dan keberadaannya pun ditantang oleh iblis saat Proses penciptaanya oleh Allah SWT
Tujuan penciptaan manusia bisa dijelaskan dalam Islam.
Manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ini sesuai dengan QS. At Tin ayat 4 yang berbunyi:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”
Tujuan penciptaan manusia pastinya bukan sebuah kesia-siaan. Sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna dibanding makhluk lain,
Tujuan penciptaan manusia yang paling utama adalah untuk beribadah dan bertakwa pada Allah.
Manusia pada umumnya diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan ayat QS.Adz Dzariyat: 56 yang berbunyi:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Al-Dzariyat: 56)
Tujuan penciptaan manusia selanjutnya adalah sebagai pengurus bumi dan seisinya.
Khalifah adalah hamba Allah yang ditugaskan untuk menjaga kemaslahatan dan kesejahteraan dunia.
Ayat 30 dari surat al-Baqarah adalah informasi bagi para malaikat bahwa Allah menciptakan khalifah (Adam dan keturunannya) di muka bumi.
Manusia diberi derajat tinggi untuk mengatur, mengelola dan mengolah semua potensi yang ada dimuka bumi.
Tujuan penciptaan manusia sebagai khalifah juga tertuang dalam QS. al-An’am ayat 165 yang berbunyi:
” Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Tujuan penciptaan manusia yang ketiga adalah mengemban amanah.
Tujuan ini berupa kesanggupan manusia memikul beban taklif yang diberikan oleh Allah SWT. Tujuan penciptaan manusia ini mendidik orang-orang beriman supaya selalu memelihara amanah dan mematuhi perintah tersebut.
Hal ini sesuai dengan QS al-Ahzab ayat 72 yang berbunyi:
” Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikulah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”
Manusia adalah makhluk pilihan yang dimuliakan oleh Allah dari makhluk
ciptaan-Nya yang lainnya.
Islam menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan manusia berasal dari tanah, kemudian menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk Allah SWT yang paling sempurna dan memiliki berbagai kemampuan.
Tercatat empat macam keistimewaan yang diberikan Oleh Allah kepada manusia ialah, akal, agama, rasa malu, dan amal shalih. Manusia sebagai pemimpin bumi mendapat kedudukan yang mulia disisi Allah SWT. Sebagai khalifah, manusia dianugerahi keistimewaan dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.
Dalam hadis Rasulullah berpesan
” Ada empat perkara sebagai mutiara manusia, yang dapat hilang dengan empat perkara lain, ialah : Akal dihilangkan oleh marah, Agama dihilangkan oleh hasut, Malu dihilangkan oleh tamak, dan amal shalih dihilangkan oleh menggunjing”.
Fitrah manusia sejak lahir adalah kebaikan, fitrah inilah yang tertanam dalam diri manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat As-Syams ayat 7:
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا “
Yang artinya: “Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya).”
Dalam Ayat Al Qur’an Lainnya Allah SWT Menjelaskan :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ “
Artinya “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Dua hikmah penciptaan manusia.
Hikmah pertama, agar manusia memiliki ilmu tentang Allah Ta’ala
Hikmah penciptaan ini Allah Ta’ala jelaskan dalam firman-Nya,
”Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasannya Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan (agar kamu mengetahui bahwa) sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq [65]: 12.
Allah Ta’ala berfirman di ayat yang lain,
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
”Ketahuilah, bahwasannya tidak ada sesembahan yang benar (yang berhak disembah) kecuali Allah.” (QS. Muhammad [47]: 19)
Hikmah kedua, agar manusia beribadah hanya kepada Allah Ta’ala
Hikmah ke dua ini juga telah Allah Ta’ala jelaskan dalam firman-Nya,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56). (***// Berbagai Sumber)

