Syariat, Hakekat dan Esensi Sholawat Nabi Muhammad SAW

jpn

Foto : Penelusuran Google

Bimantika.net -“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikatnya bersholawat atas Nabi; hai orang-orang yang beriman, bersholawat lah untuk Nabi dan ucapkan s a l a m dengan penghormatan kepadanya”.(QS Al-Ahzab 33:56).

Ayat Dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 33-35 ini memberikan perintah pada Ummat Manusia untuk bersalawat Pada Nabi Muhammad SAW.

Tujuan bersholawat dan mengucapkan salam atas Nabi Muhammad SAW, atas keluarganya, serta sahabat-sahabatnya, terbagi atas 2 (dua) pendapat yang dapat diartikan secara Syariat dan secara Hakikat

Pertama, Secara Syariat, bahwa Umat Islam bersholawat dan mengucapkan salam atas Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan atas sahabat-sahabatnya.

Secara terperinci ditujukan kepada:

a. Rosul dan Nabi Muhammad bin Abdulah yaitu insan yang dibersihkan dan disucikan oleh Allah SWT. Dan diangkat sebagai Nabi dan Rosul terakhir yang sekarang sudah tidak ada lagi (wafat).

b. Keluarga Muhammad SAW yaitu : “Anak–istri-Ibu-Bapak-saudara dan famili yang terdekat. ( Mungkin juga termasuk pamannya yang bernama Abu Jahal yang selalu menjadi rintangan tugas Nabi ).
Kesemuanya itu sudah tidak ada lagi (wafat).

c. Para sahabat-sahabatnya yaitu yang diamksud : Abubakar r.a. – Umar – Usman r.a ‘Ali r.a. dsb. Ini pun keseluruhanya sudah tidak ada lagi. (wafat)

Kedua, Secara Hakekat.
Umat Islam yang sudah menguasai ilmu syariat, Hakikat, Tarekat dan Ma’rifat juga bersholawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi mereka bersholawat bukan ditujukan kepada Nabi Muhammad bin Abdullah, juga tidak ditujukan kepada para keluarga dan para sahabat Nabi, tapi ditujukan khusus kepada:

“Nabi Muhammad selaku Hakekat Rosul Allah, sebagai makhluk yang pertama kali diciptakan, makhluk yang tercinta dan termulia sesudah Allah, sebagai Rosul awal dan akhir yang diberi rahmat untuk semesta alam. (Ini pun tergantung sampai dimana tingkatan ilmu dan terbukanya hijab yang pernah dianugrahi Allah kepada hamba-hamba-Nya).

“ Muhammad itu bukanlah bapak dari salah seorang diantara kamu, tetapi ia adalah utusan Allah dan penghabisan semua Nabi”.(QS Al-Ahzab 33:40)

“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya ditengah-tengah kamu ada Rasul Allah “. ( QS Al Hujurat 49 :7 )

“ Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab ( Kitab Yang Bercahaya ), mengenalnya ( Nur Muhammad ) seperti mengenal anak-anak mereka sendiri dan sesungguhnya segolongan diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya “. ( QS Al Baqarah 2 : 146 ) lihat juga QS Al An’am 6 : 20.

MAKNA DAN HAKIKAT SHALAWAT

Nyawa dan Nur Muhammad itu ibarat lampu.

Jiwa dan shalawat itu ibarat kabel yang menghubungkan ke sumber listrik.

Roh dan Tuhan itu di ibaratkan sumber listrik.
ketika seseorang itu bersemangat,

Maka nyawa hidupnya pun semakin kuat.

Begitu pula saat seseorang sedang bersholawat,maka rasa kasih sayang nya pun akan semakin tumbuh dan berwujud di setiap kata dan perbuatannya.

TUHAN bershalawat pada Rasulullah SAW agar sifat Ar Rahman (kasih) dan Ar Rahimnya (sayang) selalu memancar dan kekal pada diri Rasulullah SAW.

MALAIKAT bershalawat kepada Rasulullah Saw,agar cahaya kebenaran selalu menyertai jalan hidup Rasulullah SAW.

UMAT-NYA bershalawat kepada Rasulullah Saw,agar akhlak beliau dan sifat terpuji nya, selalu melekat pada perjalanan hidupnya, hingga dengan sifat kasih sayang nya pada orang lain maupun makhluk lainnya,menjadi sebab ia berhak untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.

Esensi dari shalawat itu sendiri adalah mengenang, mencintai, serta mencontohkan Nabi, mengidolakannya serta meneladaninya dalam setiap perilaku Nabi. Mengikuti jalan pikiran Nabi, menerima keputusan-keputusannya.

Esensi Shalawat itu mencintai Nabi kemudian mengikuti jejaknya. Itu yang paling esensial. (***//Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *