Tak Kenal Lelah, Walikota HML Turun Langsung Pantau Banjir

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) tak kenal lelah saat turun langsung memantau kondisi dan keadaan masyarakat yang sedamg dilanda banjir dan luapan sungai.

Walikota HML pertama turun di jembatan Sadia Kelurahan Mpunda Kota Bima.

Walikota HML Tidak sekedar melihat dan memantau kondisi melainkan mendengarkan sejumlah masukan-masukan warga setempat yang ada dilokasi terdampak banjir.

Setelah itu Walikota HML menuju ke seputran Kelurahan Rontu. Di Kelurahan Rontu Walikota HML melihat langsung kondisi Bantaran Sungai Rontu yang kelihatannya sudah sangat rapi setelah perbaikan bantaran sungai Rontu.

Dibantaran Sungai Rontu pun Walikota HML langsung melihat kondisi salah satu sayap jembatan yang patah akibat hantaman banjir dari pegunungan Rontu.

Setelah Itu Walikota HML menuju salah Satu Jembatan yang menuju Oi Si,i yang juga patah akibat hantaman banjir gunung.

Disitu Walikota HML berbincang langsung dengan beberapa warga yang ada dan mencoba memahami apa yang menjadi kehendak rakyat yang terputus jembatan nya dan tidak bisa melakukan aktifitas apapun.

Tanpa kenal lelah, Walikota HML melanjutkan pantauan secara langsung di Kelurahan Paruga Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima.

Banjir yang melanda warga Paruga adalah banjir luapan sungai dari Sungai Padolo hingga banjir meluap sampai di Masjid Raya Al Muwahiddin Kota Bima.

Walikota HML saat diwawancara Media Online Bimantikan sangat memahami trauma yang sedang dialami oleh warga masyarakatnya.

“Atas keluh kesah warga terdampak banjir itulah saya selaku Walikota Bima ambil langkah tegas perintahkan pada Seluruh Lurah untuk Cabut SPPT pelaku Perladangan Liar (Ngoho,red) di lereng-lereng Gunung di Kota Bima” ungkap Walikota HML.

Kebijakan cabut SPPT bagi pemilik SPPT yang tanam jagung di lereng-lereng gunung dekat perkampungan adalah kebijakan yang tidak populis namun Walikota HML lebih mengutamakan Keselamatan Warga Masyarakat secara luas dan menyeluruh.

“Demi keselamatan warga Kota Bima secara keseluruhan, saya perintahkan seluruh Lurah agar cabut SPPT yang menanam jagung lereng gunung dekat perkampungan” ungkap Walikota HML.

Aoakah pak Waikota HML tidak merasa kalau Pemilik SPPT yang di cabut tidak akan mendukung di Pilkada 2024 ?

Dengan Tegas Walikota HML katakan dirinya tidak sedang memikirkan Pilkada 2024, tapi lebih pada pemikiran agar warga Kota Bima terselamatkan dari bencana banjir setiap tahunnnya.

“Saya sedang tidak pikirkan urusan Pilkada, tapi saat ini demi lestarikan Alam, hutan dan Gunung serta keselamatan warga secara utuh dan menyeluruh” ungkap Walikota HML. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *