Bimantika.net Banjir Bandang Kota Bima kembali terjadi menerjang Kota Bima Pada Senin 13 Desember 2021. Senin Pekan lalu belum kering perabot rumah sebagian yang kemasukan banjir namun Senin ini kembali dikotori lumpur banjir, walau tak separah Senin pekan lalu.
Walikota Bima H. Muhamnad Lutfi, SE (HML) ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh sebagian dari warganya yang terdampak banjir bandang dan luapan sungai.
Merasakan akan kesedihan dan kesengsaraan warga masyarakatnya sehingga pada senin siang itu hingga jelang magrib mendatangi sejumlah tempat yang terdampak banjir sembari menyapa warga untuk tetap sabar dan tabah dalam hadapi musibah banjir.
Hadirnya Walikota HML ditengah-tengah warganya yang terdampak banjir tentu sebagai bukti akan rasa kesedihannya yang sangat amat dalam dengan kondisi Banjir Kota Bima.
Walikota HML tidak hanya sekedar berempati dan turut merasakan trauma warga nya, melainkan disertai dengan sikap yang amat sangat tegas yakni mencabut seluruh SPPT petani jagung di lereng-lereng gunung yang ada di Kota Bima lebih-lebih lagi lereng-lereng gunung dekat perkampungan warga.
Sikap ini jelas mengecewakan sebagian kecil para peladang liar atau pelaku perusak hutan namun prinsip Walikota HML menyelamatkan banyak orang jauh lebih penting.
“Saya ambil sikap dan tindakan biarkan para pelaku peladangan liar membenci saya sebenci-bencinya, namun saya lebih memilih menyelamatkan warga masyarakat saya secara utuh dari bahaya dan ancaman banjir” ungkap Walikota HML.
Kepada Lurah-lurah dan Camat Asakota H. Muhammad Lutfi tegaskan bagi warga masyarakat yang tanam jagung di lereng bukit berdekatan dengan rumah warga agar dicabut SPPT nya.
“Hentikan Penggundulan Hutan, Hentikan Perusakan Hutan dan Gunung” Tegas Walikota HML.
Kebijakan cabut SPPT bagi pemilik SPPT yang tanam jangung di lereng-lereng gunung dekat perkampungan adalah kebijakan yang tidak populis namun Walikota HML lebih mengutamakan Keselamatan Warga Masyarakat secara luas dan menyeluruh.
“Demi keselamatan warga Kota Bima secara keseluruhan, saya perintahkan seluruh Lurah agar cabut SPPT yang menanam jagung lereng gunung dekat perkampungan” ungkap Walikota HML.
Apakah pak Walikota HML tidak merasa kalau Pemilik SPPT yang di cabut tidak akan mendukung di Pilkada 2024 ?
Dengan Tegas Walikota HML katakan dirinya tidak sedang memikirkan Pilkada 2024, tapi lebih pada pemikiran agar warga Kota Bima terselamatkan dari bencana banjir setiap tahunnnya.
“Saya sedang tidak pikirkan urusan Pilkada, tapi saat ini demi lestarikan Alam, hutan dan Gunung serta keselamatan warga secara utuh dan menyeluruh” ungkap Walikota HML. (***)

