Selasa Menyapa di Woha, Bupati Ady Mahyudi Hadirkan Pemerintah Lebih Dekat dengan Rakyat

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kabupaten Bima kembali menghadirkan program Selasa Menyapa sebagai ruang perjumpaan langsung antara pemerintah dan masyarakat. Kali ini, Kecamatan Woha menjadi sasaran kegiatan dengan fokus pelayanan di Desa Dadibou dan Desa Penapali.

Rangkaian kegiatan diawali melalui Ngopi Bareng Selasa Menyapa pada Selasa malam (7/10/2026) yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bima. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, memperlihatkan pola komunikasi pemerintah daerah yang tidak hanya berlangsung di ruang-ruang formal pemerintahan.

Bupati Bima Ady Mahyudi hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti dan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy. Turut hadir jajaran kepala perangkat daerah, Kepala BNN Kabupaten Bima, Camat Woha Irfan H.M. Nor, S.Sos beserta unsur Muspika, Ketua BAZNAS Kabupaten Bima Drs. A. Zubair HAR, para kepala desa, serta masyarakat setempat.

Dalam suasana penuh keakraban tersebut, pemerintah daerah menyerahkan sejumlah bantuan strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan tersebut mencakup alat pengolahan pangan Dapur B2SA, peralatan pengolahan pangan lokal komoditas unggulan, Paket Makanan Tambahan (PMT) untuk penanganan gizi kurang dan stunting, serta paket bantuan pangan bagi masyarakat rawan pangan di Desa Dadibou dan Desa Penapali.

Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan agar seluruh bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memberikan manfaat dan perubahan nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong serta membangun komunikasi yang terbuka antara masyarakat dengan pemerintah desa maupun perangkat daerah.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat akan lebih cepat ditangani apabila disampaikan secara langsung melalui komunikasi yang baik dan konstruktif.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menekankan bahwa kehadiran pemerintah melalui program Selasa Menyapa merupakan bentuk komitmen untuk mendengarkan kondisi masyarakat secara langsung.

Pemerintah tidak hanya hadir ketika menyampaikan program, tetapi juga perlu memahami kebutuhan dan persoalan warga dari dekat.

Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan berbagai program pembangunan daerah, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, ketahanan pangan, penanganan stunting, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Bagi Ady Mahyudi, Selasa Menyapa bukan sekadar agenda rutin pemerintah daerah. Program tersebut menjadi ruang untuk membangun kedekatan, membuka komunikasi dan memastikan denyut persoalan masyarakat dapat didengar langsung oleh pemimpin daerah.

Di tengah kesibukan pemerintahan, Bupati memilih hadir di tengah masyarakat, duduk bersama, berbicara dan mendengarkan berbagai aspirasi dari bawah.
Kehadiran pemerintah secara langsung juga memberikan pesan bahwa pembangunan Kabupaten Bima tidak boleh hanya dilihat dari angka-angka dan laporan administrasi.

Di balik setiap program, terdapat kebutuhan masyarakat yang harus dijawab dengan kerja nyata. Bantuan pangan, kesehatan dan penguatan ekonomi keluarga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerintah yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Dari Woha, semangat itu kembali ditegaskan: pemerintah dan rakyat harus berjalan bersama. Ady Mahyudi ingin membangun pemerintahan yang tidak berjarak dengan masyarakat—pemerintahan yang hadir ketika rakyat membutuhkan, mau mendengar ketika masyarakat berbicara, dan bekerja untuk memastikan setiap kebijakan memberi manfaat bagi kehidupan warga.

Selasa Menyapa pun menjadi salah satu wajah pemerintahan Ady Mahyudi: datang untuk mendengar, hadir untuk melayani, dan bekerja untuk rakyat.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link