Parlan : “Tersandung Kasus Narkoba, AM Dicoret Dari Bacaleg PDIP”

Bimantika.net _AM Sabtu pagi (18/11/2022) oknum wartawan yang juga selalu kritik Pemerintah baik Pemerintah Kota Bima maupun Kabupaten Bima kini pupus harapan nya melaju Calon Anggota DPRD Kota Bima melalui Partai PDIP.

Atas kasus Narkoba yang menimpa AM, kini ramai dibicarakan oleh berbagai pihak baik di beranda Medsos maupun di dunia nyata.

Publik dihebohkan Dalam kasus ini, AM dibekuk oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima dan kemudian digelandang untuk diproses secara hukum ke Kantor Satres Narkoba Polres Bima Kota.

Hingga Senin siang 21 November 2022, AM masih diamankan di sel tahanan Mako Polres Bima Kota.

Sebelum kasus Narkoba menimpa AM, nama AM juga santer disebut-sebut sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Raba dan Rasanae Timur Kota Bima. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Cabang Kota Bima, Ruslan S.Sos.

“Iya dia baru berstatus Bacaleg dari PDIP. Namun demikian, AM belum tentu bisa menjadi Caleg. Sebab, tahapan menuju Caleg belum dilaksanakan,” tegas mantan Ketua Cabang (Kacab) PDIP Kota Bima yang akrab disapa Parlan ini, Senin (21/11/2022).

Parlan kemudian mengungkap, kini AM dipecat dari Bacaleg PDIP.

Lanjut Parlan, AM dipecat dari Bacaleg PDIP karena tersangkut kasus Narkoba jenis sabu tersebut.

“Kasus ini sungguh memalukan dan tentu mencoreng nama PDIP secara kepartaian” ungkap Parlan.

Oleh sebab itu, AM dipecat dari Bacaleg PDIP tersebut, karena mencoreng nama besar dan marwah PDI Perjuangan.

Menurutnya bahwa Informasi tersebut diperoleh dari hasil koordinasi kami dengan Ketua DPW PDIP NTB, Rahmat Hidayat melalui Sekretarisnya, Lalu Budi Suyatna, SH, MH pada Minggu (20/11/2022).

Parlan menegaskan, diduga jubah Bacaleg dijadikan sebagai benteng kejahatan oleh AM.

Selama ini kata Parlan, pihaknya merasa sangat ragu memasukan nama AM sebagai Bacaleg PDIP.

“Tetapi kini kerugian kami tersebut terbukti. AM dibekuk dalam kasus Narkoba oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Rabadompu Barat,” beber Parlan.

Parlan kemudian menjelaskan tentang ketegasan Ketua DPW PDIP NTB melalui Sekretarisnya tersebut Yakni mengharamkan siapapun yang terlibat dalam kasus tindak pidana kejahatan baik Narkoba maupun tindak pidana kejahatan lain untuk dijadikan sebagai Bacaleg maupun Caleg Partai berlambang banteng moncong putih dibawa pimpinan Hj. Megawati Sukarno Putri ini.

“Ini merupakan ketegasan PDIP dan berlaku di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Bima baik Kita maupun Kabupaten. Dan perlu kami tegaskan pula, keterlibatan AM dalam kasus itu tidak ada korelasinya sedikitpun dengan PDIP, tetapi bersifat pribadi. Dan dalam kasus itu, kami meminta agar pihak Polres Bima Kota agar menghukum AM Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” desak Parlan.

Parlan mengatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi terlebih dahulu dengan Kapolres Bima Kota, AKBP Rohadi, S.I.K, MH. Melalui Komunikasi via seluler.

Parlan mengaku mendorong Polres Bima Kota agar menegakan supremasi hukum terkait kasusnya AM.

“Singkatnya, kami sudah menyampaikan kepada pihak Kepolisian setempat agar memproses AM sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dan kita semua sudah sepakat untuk menuntaskan kasus Narkoba hingga ke akar-akarnya, terutama di wilayah hukum Polres Bima Kota,” pungkas Parlan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *