Timses Walikota Bantah Ada Penarikan Sejumlah Uang Untuk Para Honorer

Bimantika.net

Adanya Berita Dari Aktivis Johan Jauhari yang menduga ada Oknum tim sukses Walikota Bima yang menarik sejumlah rente pada beberapa Honor daerah di media online Bimantika.net dibantah keras oleh wakil Sekretaris DPC PKB Kota Bika, M. Ardyan. Pada bimantika.net dirinya menyebut bahwa ada yang tidak sehat dari sebagian kalangan yg merasa diri aktifis di negeri ini adalah mereka gampang sekali menyebarkan tuduhan hanya berdasarkan dugaan yang tidak didukung oleh bukti dan fakta.
Pernyataan dan tuduhan itu hanya didasarkan pada dugaan dan opini sepihak yg tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Opini liar yg hanya didasarkan pada dugaan hanya akan menjadi fitnah dimasyarakat” ujarnya.
Lanjutnya apakah kita siap menerima dosa jariyah akibat dari fitnah yg kita sebarkan dan menjadi konsumsi masyarakat. Dirinya menghimbau kita semua agar menjaga lisan dan tulisan kita. Dan kalau memang itu sebuah kebenaran silakan dilaporkan pada pihak terkait untuk diambil tindakan secara hukum.
dirinyapun pada Bimantika.net menyebut bahwa
Tulisan singkat ini sebagai bantahan dan hak jawab kami dari partai pengusung dan tim lutfer terkait pernyataan johan jauhari atas tuduhan kepada walikota bima HML yang diduga kuat menarik sejumlah uang pada pejabat yang dilantik mulai dari eselom empat hingga eselon dua.
Masih Menurut Ardyan bahwa Sebagai manusia biasa, seorang Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) tidak luput dari kekurangan, untuk itu saran dan kritik dari berbagai pihak kami terbuka dan menerima masukan itu, selama masukan dan kritik itu untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama. Sebagai kader PKB dirinya bukanlah pendukung buta dan menutup mata, kritik dan saran tetap kami berikan kepada walikota, kalau ada prestasi kita apresiasi, “begitulah sinergitas yg kami bangun dalam mendukung pemerintahan ini, Obyektifitas tetap harus dikedepankan, karena subyektifitas itu tidak sehat dlm menilai sebuah permasalahan” tegas Ardyan. Dirinyapun mempersilahkan pada bung johan sampaikan kritiknya, mau lewat PKB juga boleh, kami terbuka untuk itu. (//arif)

Final liga 3 Zona Pulau Sumbawa di Lapangan Dena Madapangga, Herman Effendy Bercita-cita Jadikan Lapangan Dena Gor Mini

Bimantika.net
Sebelumnya Lapangan sepakbola Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima hanya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk ikat ternak mereka seperti Kambing dan sapi, sesekali digunakan untuk menjemur Padi bahkan nyaris tidak termanfaatkan dengan baik layaknya sebagai lapangan Bola. Hal ini tentu menggugah hati seorang Warga Dena Yang juga pengamat Olahraga Bola, Herman Effendy, S. Sos untuk mengubah semua itu menjadi sarana dan prasarana yang layak dipakai pertandingan dan kompetisi liga l.
“Ini adalah prestasi yang diukir oleh bang Herman Effendy dengan tinta emas” ungkap warga.
Bahkan salah seorang Wara dalam Akun Facebook pribadinya memosting lapangan sepak bola dengan narasi yang sungguh sangat luar biasa memberi apresiasi pada Herman Effendy.
“Lapangan Sepak Bola Dena, Layak Jadi Tempat Kompetisi, Kami masyarakat Kabupaten Bima Khususnya Kecamatan Madapangga bangga padamu abangku Herman Effendy, berkat perjuangan abang yang mampu memoles Lapangan Desa Dena sehingga lapangan tersebut dianggap layak dijadikan sebagai lokasi digelarnya Laga Final Leg Ke II FINAL LIGA 3 antara PERSEBI DAN PSKT Sumbawa.

Dan ini juga akan menjadi Laga syarat emosional karena disatu sisi abang sebagai Manager di PSKT dan disisi lain abang sebagai salah satu putra terbaik Kabupaten Bima saat ini.

Pun ini akan menjadi pertarungan gengsi antara abang dengan sang Keponakan yang menjadi EL CAPITANO DI PERSEBI Kabupaten Bima adinda Chairul.

Ayok anak muda,,
Ayok PERSEBI,,
Raih kemenangan di Leg I atau minimal hasil imbang karena di Leg ke II kita diuntungkan sebagai tuan rumah. Demikia ungkap salah satu warga dalam Akun Facebooknya.
Herman Effendy, S. Sos yang dimintai komentarnya mengaku bahwa dirinya insya Allah akan terus “korbankan” waktu dan materi untuk urusan sepakbola. Sebagai Manager PSKT Sumbawa Barat, Putra Asli Madapanga ini katakan bahwa PSKT Sumbawa Barat sudah sangat siap hadapi Persebi Bima. “PSKT KSB sudah Sangat Siap layani permainan Persebi Bima” ungkapnya.
Ditanya soal Langkah kedepan sebagai Putra Asli Bima dalam hal Olahraga Bola dengan tegas Herman Effendy katakan bahwa dirinya akan terus berbuat dan berkarya untuk urusan sepak bola sehingga sejak dulu dirinya lakukan upaya permak Lapangan Bola Dena tersebut. “Saya akan terus berkarya dan terus permak lapangan sepakbola Dena hingga dijadikan lapangan percontohan sebuah contoh Gor mini di Kabupaten Bima”demikian cita cita Herman. (//arif)

Stand DPMPTSP Kabupaten Bima Meriahkan NTB Expo 2019

Bimantika.net

Tahun ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten Bima mengikuti Pameran The 17 th NTB EXPO 2019 yang berlangsung selama lima hari tanggal 29 Agustus sampai dengan 02 September 2019 di Komplek Islamic Centre (IC) NTB Kepala DPMPTSP Kabupaten Bima Drs. Agus Salim M.Si Kamis (29/8) mengatakan, NTB EXPO 2019 diselenggarakan untuk mendukung kebangkitan UKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan memperluas akses pasar produk unggulan daerah. Juga dalam rangkaian memperingati Hari UMKM Nasional ke-4 tanggal 12 Agustus 2019, memperingati HUT RI ke-74 tanggal 17 Agustus Tahun 2019 serta dalam rangka mendukung penyelenggaraan Symposium Asia Pasific Network (APGN) ke-6 Tahun 2019. Dijelaskanya, event akbar yang berlangsung selama lima hari dan dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB di Komplek Islamic Centre (IC) NTB ini melibatkan para pelaku usaha (Sellers dan Buyers) dan investor dari seluruh Indonesia dengan potensi pengunjung lebih dari 15.000 orang. “Disamping memamerkan informasi potensi dan peluang investasi di kabupaten Bima, Stand DPMPTSP yang bermitra dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Bima juga menampilkan beragam komoditi yang merupakan potensi unggulan di Kabupaten Bima seperti , bibit bawag merah, bibit bawang putih, berbagai jahe bubuk, susu kuda liar dan beragam produk pangan lainnya serta produk olahan seperti bandeng presto dan lain sebagainya “Ungkap Agus. Ditambahkan Agus Salim, DPMPTSP kabupaten Bima juga ikut berpartisipasi pada NTB Expo tahun ini dengan menggandeng beberapa UKM untuk mempromosikan usahanya. “Keikut sertaan UKM merupakan wujud dari komitmen DPMPTSP dala upaya promosi penanaman modal dan fasilitasi usaha kecil dan menengah. Targetnya adalah supya ada perluasan pasar UKM dan kerjasama usaha kecil dan menengah dengan pengusaha besar”. Jelasnya. Selain DPMPTSP, Perangkat daerah lainnya yang berpartisipasi pada NTB Expo tahun ini yaitu Dinas Koperasi dan Dinas Perindag.

(//tkpd)

Izajah Ipa Suka Asli, Cuman Ada Kepentingan Segelintir Oknum Perindo saja

Bimantika.net

Gonjang ganjing internal Partai Perindo Kota Bima makin melebar, hingga saling tuding menuding memakai izasah palsu segala macam berdampak riuh rendah di publik. Sesungguhnya itu hanyalah masalah internal saja di Perindo, cuman karena adanya kepentingan oknum tertentu di Perindo Kota Bima berdampak pada Saling tuding di ruang Publik. Ungkap Johan Jauhari pada Bimantika.net. lanjut Johan bahwa sebenarnya masalahnya sepele terkait perolehan suara internal Partai Perindo Dapil Bima 2 Kota Bima yang meliputi Kcamatan Mpunda Dan RasaNaE Barat. Di dapil tersebut Hj. Ipa Suka ikut berkontestasi di Pileg April 2019. Lalu diinternal partai Ipa Suka mendapat suara tertinggi sehingga KPUD pun lakukan penetapan. Pasca penetapan terjadilah gejolak internal yang mengemuka diruang publik bahwa ada salah seorang Caleg yang juga pengurus Partai yang tidak rela kalau Ipa Suka di Lantik dengan sebuah alasan memakai izasah Palsu. Johan balik bertanya, kalau memang ijazah itu palsu yang di tuntut bukan Ipa Suka nya melainkan Ketua Dan Sekretaris DPC Perindo Kota Bima yang ajukan Ipq suka sebagai Caleg. “Itu kalau mau tuntut jangan tuntut Ipa suka, tapi tuntutlah Ketua dan Sekretaris Perindo yang sejak awal rekomendasikan nama Ipa suka untuk Jadi Caleg” ungkapnya.
Mestinya Ketua dan sekretaris Partai lakukan verifikasi awal saat Ipa suka ajukan diri jadi Caleg, bukan malah sebaliknya, saat KPUD menetapkan Ipa Suka sebagai caleg Terpilih tiba tiba saja oknum pengurus inti Partai yang persoalkan izasah palsunya ipa suka.
“Ini adalah kepentingan terselubung DPC Partai Perindo Kota Bima, harusnya Perindo Kota Bima berterimakasih pada Ipa suka pendulang suara untuk partai bukan malahan semakin dipojokkan secara internal, inilah politik praktis kepentingannya oknum petinggi perindo Kota Bima” ujar Johan.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua DPC Partai perindo Kecamatan Asakota, Alfin Nahruddin pada Bimantika.net menyebutkan bahwa Ipa suka adalah asset partai Perindo sehingga dirinya wajib melakukan advokasi. ” saya tidak punya kepentingan apapun cuman saja saya berkepentingan secara kepartaian bahwa Ipa suka itu adalah asset partai perindo yang harus diselamatkan dari berbagai upaya menjatuhkannya” ujar Bimo sapaan akrab Alfin. Lanjut Bimo, bahwa yang berhak menyatakan izasah Ipa suka itu asli atau palsu adalah pihak aparat penegak hukum yang ditugaskan oleh negara. “Ada lembaga hukum yang menjustifikasi, bukan orang per orang” katanya. Bimo pun menyampaikan bahwa sesungguhnya para penerbit Izasah Paket C nya ipa suka sudah mengakui semua bahwa sesungguhnya izasah itu resmi nama Ipa Suka dan nomor Induk siswa nya. “Tidak ada persoalan sesungguhnya karena dewan pendidikan dan stake holder pendidikan sudah mengakui bahwa izasah itu adalah Asli Punya Ipa Suka” tegas Bimo. (//arif)

BKD – BPJS Kesehatan Sosialisasikan JKN

Bimantika.net

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Bima bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bima Rabu (28/8) menggelar Sosialisasi beberapa program yang ada dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional yang mencakup Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) di Aula UPT Penunjang Dikbudpora Kecamatan Belo.
Kepala BKD dan Diklat Kabupaten Bima Drs. Syahrul dalam arahannya menekankan pentingnya keikutsertaan dalam program ini karena regulasi pensiun, JKK dan JKM telah mengalami perubahan sehingga membutuhkan penyesuaian informasi dan kemampuan agar penanganannya dapat diselesaikan dengan baik.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kesra dan Informasi Kepegawaian BKD Kabupaten Bima Dr. Rusli Karim M.Si mengatakan kegiatan ini mengundang peserta terdiri dari unsur pejabat pengelola kepegawaian pada kantor Camat, UPT penunjang dinas/badan, Puskesmas, perwakilan dari SDN dan SMPN juga CPNS yg ada di kecamatan Belo, Palibelo, dan Woha.
“Sosialisasi merupakan upaya memperjelas komunikasi terkait dengan tata cara pengurusan pensiun, JKK dan JKM agar PNS tidak dirugikan atas hak-hak kepegawaiannya dan mengetahui mekanismenya prosedur pengurusannya seperti jika terjadi kecelakaan kerja”. Terang Rusli.
Narasumber lainnya, Kepala Perwakilan BPJS Kesehatan Kabupaten Bima Ilham mengatakan, BPJS menjalankan amanat Perpres nomor 82 Tahun 2018 bahwa seluruh penduduk di wajibkan mendaftar sebagai peserta JKN termasuk orang asing yang tinggal di indonesia minimal 6 bulan wajib harus mendaftar”. Ungkapnya.


Menurut Ilham, manfaat sebagai peserta JKN adalah sebagai proteksi dari resiko biaya apabila mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama sampai fasilitas kesehatan lanjutan.
Manfaat lainnya lanjut Ilham yaitu sistem gotong royong dalam membantu pembiayaan jaminan kesehatan (sharing). Disamping menjalankan kewajiban sesuai UU dimana ASN dan CPNS wajib harus menjadi peserta JKN.
Menutup pemaparannya, Ilham mengharapkan Pemerintah Daerah dengan BPJS Kesehatan terus melakukan koordinasi dan upaya dalam rangka peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat, khususnya bagi para ASN yang menjelang pensiun dan CPNS agar dapat memperoleh informasi seputar Hak dan Kewajiban menjadi peserta JKN.
(//tkpd)

Matematika Peternakan dan Kemakmuran

Oleh : Darus
Bimantika.net

Di kota Bima ini ada lahan tegalan atau ladang seluas 7.191 Ha. Kalo kemudian kita jadikan 2.000 Ha saja sebagai areal pengembangan industri peternakan terutama peternakan sapi dengan pola kandang kolektif pada masing masing rata rata 1 Ha lahan, maka didapati ada 2.000 kandang kolektif.

Jika persatu kandang kolektif tersebut berkapasitas 100 ekor, maka ada 20.000 ekor sapi penggemukan yang dapat dipanen pertiga bulan di Kota Bima. Artinya jika setahun maka jumlah panen sapi potong mencapai 80.000 ekor.

Jika persatu kandang dikelola oleh 10 orang anggota kelompok, berarti ada 20.000 orang yang bekerja dan menjadikan sektor peternakan sapi sebagai sumber ekonomi utama di Kota Bima.

Kemudian dari bagi hasil keuntungan penjualan sapi, satu anggota kelompok mendapatkan Rp. 1.000.000/ekor, maka seorang anggota kelompok bisa mendapatkan keuntungan Rp. 10.000.000 persekali panen (tiga bulan). Artinya seorang pengelola kandang atau anggota kelompok mendapatkan penghasilan bulanan sebesar Rp. 3.333.333.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 10.000 lapangan kerja teratasi mempaui target, kesejahteraan n kemakmuran tercapai karena ada tambahan 20.000 orang/kk berpenghasilan lebih dari Rp. 3.300.000 sebulan.

Di sisi lain Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sebagai salah satu segment pasar sapi potong, akan sangat mungkin memproduksi daging 50 ton perbulan. Jal tersebut mengkonfirmasi bahwa Kota Bima menjadi salah satu industri peternakan yang representatif, serta tidak hanya menjadi daerah swasembada daging tetapi menjadi Kota pengekspor daging.

Selain akan mengiatkan hadirnya industri olahan daging, juga akan melahirkan industri kulit sapi, industri organik memanfaatkan rumen sapi dan banyak varian lainnya yang akan menjadi stimulan hadirnya industri industri lainnya.

Jadi terbayang bahwa lapangan kerja semakin terbuka luas dengan hadirnya berbagai industri baru tersebut. Hal ini rasanya sesuai dengan pepatah arab yang mengatakan bahwa ” negeri yang kaya ternak tidak akan pernah miskin, negeri yang miskin ternak tidak akan pernah kaya.

Doktor Abdullah Asal Bima, Prestasi Go Internasional

Bimantika.net

tempat lahir boleh di Sebuah dusun ataupun pedalaman, itu tidak akan mempengaruhi tingkat Integensia seseorang. Sebut saja Doktor Abdullah, S. Ag, M. Ag, Lahir Di Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Ujung baratnya sebuah Kabupaten Bima itupun ratusan kilo dari pusat Kota Bima. Namun Doktor Muda kelahiran 1971 silam ini memiliki banyak pengalaman yang sungguh di luar dugaan kita.
Karir dan ilmu pengetahuan mengantarkannya hingga mengikuti pertemuan tingkat internasional di Berbagai Benua.
Suami dari Sri Marlina, S.Pd, M. Kom ini memiliki banyak pengalaman empirik sehingga menjadikan Calon Professor ini banyak talenta.
Saat Bimantika.net konfirmasi dikediamannya di BTN Pao Pao Permai Gowa Sulawesi Selatan membeberkan bahwa dirinya memiliki pengalaman pengalaman yang tentunya sulit dilupakan. Pengalaman itu antara lain
Konferensi internasional UIN dgn USA di tahun 2018.
“annual comrehence UIN alauddin dengan negara negara Eropa desember Tahun 2018 , adalah pengalaman yang banyak memberikan referensi” ungkapnya
Selanjutnya Ayah dari 3 putra putri inipun menyampaikan bahwa dirinya pernah menjadi
Peserta penuh training peace building in Davao Philipina selama 1 tahun 2016
Serta pernah menjadi Peserta
restorasi justice and trauma healing Philipina 2015
Doktor Dul, Sapaan akrabnya juga pernah menjadi
Pembicara Hwpl (havenly world peace of light and restoration.) di Korea Selatan berturut turut 2017 dan 2018 dan 2019.dengan peserta 127 negara.
Dirinyapun sering memberikan tukisan dan karya Ilmiah sejumlah artikel ilmiah dan buku. “Alhamdulillah ada sebelas buku yang sudah di terbitkan” ungkapnya. Buku yang sangat menarik hasil karya ilmiahnya Diantaranya judul yang teologis adalah “esoterisme keselamatan dalam islam dan Katolik.


Saat ini Doktor Dul
Aktif di lembaga Dakwah IMMIM sul sel. Penceramah tetap di TVRI dan Celebes TV. Serta Radio RI dan radio mesjid Al markas Al islamim di Kampus UIN Sekarang menjabat sebagai wakil dekan 3 yang membidangi kerjasama dan kemahasiswaan fakultas ushuluddin dan filsafat UIN alauddin makassar. Doktor Abdullah pun telah mengandikan dirinya selama 22 tahun, dan keahlian khususnya adalah bidang filsafat dan tasawwuf. (//arif)

Mengenal Sosok Doktor Abdullah Asal Bima NTB

Bimantika.net

DR. Abdullah, S.Ag, M. Ag Adalah sosok yang begitu ramah dan santun. Sebagai dosen di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar dirinya juga aktif sebagai Penceramah diberbagai masjid di Makassar. Pria Asli Kelahiran Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima ini kerap ikuti seminar seminar Internasional di luar negeri. Dirinya memiliki karakter yang familiar dengan siapapun sehingga keberadaannya di Kampus UIN Makassar disenangi oleh semua pihak mulai dari mahasiswa, pekerja kampus hingga sesama dosennya. Dosen Muda yang multi talent Go Internasional ini memiliki keunikan dalam segala hal, ini tenti dilatari oleh disiplin ilmu strata satu nya sebagai Filsafat sehingga jalan pikirnya pun sangat mudah dijadikan sahabat oleh siapapun yang pernah menemuinya. Doktor Muda inipun dalam waktu yang tidak terlalu lama insya Allah dinobatkan sebagai Profesor. Tentu ini adalah asset orang Asli Bima yang jadi Professor. Saat Pimpinan Redaksi Bimantika.net datang di kediamannya BTN Pao Pao Permai Gowa Sulawesi Selatan, Dul Sapaan akrab Doktor humoris inipun menyajikan kehebatannya dalam menjamu tamunya. Bahkan dirinya sesekali keluarkan joke joke humorisnya yang menggelitik. Kini dirinya sedang bangun sebuah peradabam di kampung halamannya yakni sebuah Yayasan diatas tanah leluhurnya di Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. berdirinya satu unit Pondok pesantren dengan nama Yayasan Abdul Muthalib Hawsah ini adalah cita cita luhurnya untuk membangun sebuah peradaban dibidang ilmu pengetahuan yang berorientasi ukhrawi. “Saya sisihkan sebagian dari honor dan gaji saya hanya untuk membangun sebuah Yayasan itu sehingga kedepan ada yang kita warisi dalam amalan kita” demikian ujar Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan UIN Makassar ini.
Namun keberadaan Bangunan yayasan tersebut masih sulit di lewati oleh kendaraan sehingga dirinyapun meminta support dari Pemerintahan Kabupaten Bima agar senantiasa membuka jalan menuju Yayasan nya sehingga warga setempat yang nantinya memasukan anak anaknya untuk menimba ilmu di yayasan yang dibangunnya secara pribadi tersebut.
“Besar harapan warga Boro agar bupati Bima senantiasa membuka jalan menuju yayasan tersebut sehingga apa yang dilakukan oleh Bupati bima adalah sebagai ladang Ibadah” ungkapnya.
Sementara itu Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE yang dikonformasi Bimantika.net pada hari Kamis, (29/8/2019) melalui telepon selulernya menyebutkan bahwa dirinya berterimaksih pada warga Bima yang sedang berkarir diluar daerah namun masih memikirkan daerah tempat asalnya dilahirlan dan dibesarkan. “Insya Allah apa yang menjadi Harapan Pak doktor yang sudah bangun sebuah yayasan akan kami tindaklanjuti dalam hal pembuatan jalannya karena itu akan menjadi kebutuhan masyarakat luas” demikian ungkap Dae Dinda sapaan akrab Bupati Bima. (//arif)

Dinas Perindag Gelar Sosialisasi Pembangunan Pasar Woha III

Bimantika.net

Untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan tahapan pembangunan dan revitalisasi Pasar Woha III, Dinas Perindusrian dan Perdagangan Kabupaten Bima melakukan kegiatan sosialiasi kepada para pedagang Rabu (28/8) di Aula Kantor Camat Woha. Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bima Drs.H. Arifudin HMY dalam sambutannya mengatakan Pemerintah terus berupaya agar pasar Woha menjadi pusat perdagangan di kabupaten Bima dan mendukung distribusi barang ke kecamatan sekitar. Dihadapan 40 orang pedagang, H. Arifudin menghimbau agar mendukung pelaksanaan pembangunan pasar dan setelah pasar selesai dibangun, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta menjaga kebersihan dan ketertiban areal pasar. “Kepada para pedagang yang terkena dampak agar bersabar dan secara sukarela melakukan relokasi ke tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah”. Harapnya.

Sosialisasi pembangunan pasar

Kepala Bidang Perindustrian Juraidin ST, M.Si mengatakan, Sosialiasi tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Woha dengan menghadirkan narasumber Kabag Administrasi Perekonomian Setda, Ketua TP4D dan Kabid Perindustrian Dinas Perindag Kabupaten Bima.
Sosialisasi pembangunan/revitalisasi Pasar Woha III tahun 2019 kepada para pedagang ini merupakan langkah awal yanag akan dilanjutkan dengan proses lelang yang akan berlangsung tanggal 30 Agustus sampai dengan 13 September 2019 mendatang. Diharapkan tahap pembangunan dapat dilakukan selama 110 hari kalender mulai tanggal 13 september sampai dengan 30 Desember 2019.
Dijelaskan Juraidin, “pasar yang akan dibangun tahun ini menyerap dana senilai Rp 4 miliar yang bersumber dari Alokasi Dana Tugas Pembantuan APBN Tahun Anggaran 2019”. Luas Bangunan yang direncanakan ± 1.145,5 m² mampu menampung sebanyak ± 104 pedagang dengan berbagai jenis dagangan yaitu pedagang sembako, Buah-buahan, sayur-sayuran, bumbu dan kebutuhan lainnya”.
Alumni Pascasarjana Teknologi Industri Unhas Makassar ini berharap, pasca pembangunan Pasar Woha III, para padagang dapat memanfaatkan areal pasar yang representatif, aman, nyaman, bersih, tertata dengan baik sehingga jauh dari kesan kumuh.
Aspek lain yang diharapkan akan mningkatkan iklim usaha yang baik, meningkatkan dan memperlancar arus distribusi barang serta meningkatkan daya saing dan optimalisasi pasar tradisional menghadapi persaingan dengan pasar modern yang bermuara pada meningkatnya pendapatan masyarakat setempat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
(tkpd)

56 Sertifikat Milik Warga Dena Bermasalah, Kades Desak BPN Bima Tuntaskan

Bimantika.net

Sebanyak 56 lembar sertifikat milik warga masyarakat Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima bermasalah baik itu dari bentuk namanya serta pada letak gambarnya, Demikian yang disampaikan oleh Kepala Desa Dena Syamsuddin Har pada saat dikonfirmasi Media Online BimaNtika ini pada hari kamis tanggal 29 Agustus 2019 ditempat kediaman pribadinya sekitar pukul jam 09:28 pagi.

Kepala Desa Dena Syamsuddin Har Menjelaskan Bahwa sehubungan dengan adanya program kegiatan melalui program pronag ditahun 2017 yang lalu sebanyak 56 lembar sertivikat milik warga masyarakatnya bermasalah baik itu dari bentuk nama maupun letak pada kesalahan gambarnya,” hingga pada detik hari ini masih belum ada bentuk kejelasannya”, herannya.

Kata dirinya sejak bermasalah pada pasca itu 56 lembar Sertivikat milik warga desa dena yang bermasalah tersebut telah dikembalikan kepada pihak Badan Pertanahan Bima (BPN), Dalam hal terkait menjadi suatu bentuk beban secara tersendiri bagi pihaknya apalagi sampai pada detik hari ini mau masuk dua tahun,” katanya.

Lebih lama Syamsuddin Har menjelaskan, dalam hal tersebut selama ini sering hadir dipertanyakan oleh warganya, bahkan melalui dari jajaran kaurnya pihak Pemerintah Desa Dena telah berkoordinasi dengan pihak Badan Pertanahan terkait adanya 56 lembar sertivikat yang bermasalah tersebut, Akan tetapi hingga sampai pada detik hari ini maupun saat ini belum ada kepastiannya, udah diperbaiki atau bagaimana.

“Dirinya berharap sehubungan dengan adanya permasalahan dalam 56 lembar Sertivikat milik warga desa dena tersebut, mengingat seringkali dipertanyakan oleh warganya agar diperhatikan oleh pihak Badan Pertanahan Bima (BPN) agar kiranya akan segera dituntaskan dan diselesaikan, Mengingat juga jabatan dirinya sebagai Kepala Desa akan berakhir pada bulan September tahun 2019 ini, ” pinta Syamsuddin Har dirinya selaku Kades.” (Tim)