Plt. Kasat Pol PP Kota Bima Arogan, Enggan di Wawancarai

Bimantika.net

Kegiatan Penyuluhan pencegahan berkembangnya Prostitusi oleh Salah satu seksi di Satpol PP Kota Bima pada Bulan April 2019 lalu membawa petaka bagi para pelaksana kegiatan tersebut, karena plt. Kasat Pol PP Kota Bima, Drs. M. Nur Majid enggan membayar lunas kegiatan tersebut padahal kegiatan sudah di realisasikan dan dilaksanakan dengan data data yang riil. Ini tentunya membuktikan bahwa management internal satuan Polisi Pamong praja Kota Bima sangat Amburadul. “Mungkin ini juga mantan Kasat Pol PP, pak Kaharuddin mengundurkan diri karna kisruh internal” ujar salah satu nara sumber Bimantika.net M. Hadi yang juga sebagai tokoh LSM kota Bima. Saat ini management sat Pol PP Kota bima diguncang berbagai persoalan terutama persoalan internal yang kisruhnya tiada berujung. “Saatnya pak Nor selaku plt Sat Pol PP menyelesaikan masalah sehingga iklim kerja pun tercipta iklim yang kondusif dalam tubuh sat pol PP” ujarnya.
Kegiatan Penyuluhan yang dilakukan oleh salah satu Seksi Damkar Satpol PP Kota Bima menjadi masalah karena kepala Seksi meminjam uang diluar kantornya untuk melakukan sebuah kegiatan tersebut, namun masalahnya adalah tidak mau dibayarnya oleh plt Kasat Pol PP yang saat ini dijabat oleh Pak Nor. “Sebenarnya ini adalah soal sederhana saja, namun karena pak Nor tidak ingin memperlihatkan niat baiknya membangun iklim kondusif, makanya berlarut larut” ujar Hadi. Ini juga akan menjadi sebuah sikap arogannya kasat Pol PP yang sama sekali enggan di wawancara oleh wartawan. “Sebaiknya pak Nor lakukan wawancara dengan wartawan yang sedang memintanya untuk klarifikasi soal ini biar publik tau apa sesungguhnya yang terjadi dan kenapa tidak dibayar kegiatan para kepala seksi tersebut” ujar Hadi.
Plt. Kasar Pol PP Drs. M. Nur Majid yang dimintai ranggapannya via WhatsApp tidak memberi komentar apapun terkait beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Bimantika.net (//arif)

Kisruh Pol PP Kota Bima, Kasat Enggan Bayar Uang Kegiatan para Kasi

Bimantika.net
Kisruh Satuan Polisi Pamong Praja hingga kini belum juga tuntas. Ada apa sebenarnya Satpol PP Kota Bima ? Pasca Mundurnya Plt Kepala Satpol PP kota Bima Kaharuddin, kini Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE mengangkat Nor Majid jadi Plt Kasat Pol PP Kota Bima, justru kehadiran Nor Majid dinilai membawa bencana baru bagi anggota Sat Pol PP Kota Bima. “Bencana barunya adalah Pak Nor selaku Kasat tidak mau membayar sejumlah uang kegiatan di satpol PP sehingga kami pun mengalami kesulitan” ungkap salah satu Kasi yang sudah selesai kegiatannya namun tidak dibayar oleh Kasat Pol PP.
Ada cara kerja yang tidak nyambung dari sejumlah kasat pol PP yang di PLT kan selama ini sehingga kisruh itu terus menerus akan terjadi, demikian ungkap Tokoh LSM Kota Bima, M. Hadi. Menurutnya saat ini pembenahan management dalam internal Satpol PP sangatlah diperlukan. Ada arogansi kekuasaan Kasat di Pol PP yang memungkinkan konflik tersebur tidak akan pernah selesai. “Biasanya kalau ada arogansi kekuasaan maka untuk mengakhiri konflik internal sebuah lembaga agag sulit diselesaikan dan perlu peranan Walikota” ungkap Hadi.
Sementara Walikota Bima, H. M. Lutfi, SE yang dikonfirmasi melalui WhatssApp nya tidak memberikan jawaban apa apa.(//arif)

Ahmad Dahlan Di Lantik, Ety Istrinya Segera Laporkan Ke Badan Kehormatan Dewan

Bimantika.net

Agenda pelantikan DPRD Propinsi NTB dilakukan pada hari senin (2/9/2019). Ditengah kegembiraan para anggota Dewan dan keluarganya tersebut, menyisahkan masalah rumah tangga yang rumit bagi anggota DPRD Propinsi NTB dari Partai Hanura, Ahmad Dahlan, S sos. Pasalnya, Istri Sah Ahmad Dahlan, S. Sos, Ety Kurnianingsih pada Bimantika.net hari senin (2/9/2019) menyebutkan bahwa dirinya sama suaminya Yang kini dilantik menjadi Anggota DPRD Propinsi NTB periode 2019-2024 memiliki banyak masalah sehingga dirinyapun menyampaikan bahwa akan melakukan upaya lapor secara resmi Sikap dan perilaku Ahmad Dahlan di Badan Kehormatan (BK) DPRD Propinsi NTB. “Dalam waktu yang tidak terlalu lama saya akan layangkan surat yang ditujukan pada Badan Kehormatan Dewan DPRD Propinsi NTB agar segera memberhentikan Ahmad Dahlan sebagai anggota Dewan atas berbagai perbuatannya selama ini yang melanggar etika” ujar Ety.
Lanjut Ety bahwa dirinya bila perlu setelah bersurat di DPRD Propinsi NTB dirinya akan menghadap langsung nanti Ketua BK (Badan Kehormatan) Dewan setelah perangkat DPRD Propinsi terbentuk. “Saya menunggu setelah terbentuknya BK, sehingga nanti pas sudah ada alat kelengkapan Dewan tersebut saya langsung datang ke mataram untuk memberi laporan resmi” ujarnya. Menurut Ety, Istri Sirri yang mendampingi Ahmad Dahlan saat pelantikan sebenarnya waktu dia jadi DPRD Kabupaten Bima sudah di ceraikannya dengan bukti surat resmi, namun karena bejatnya perbuatan Ahmad Dahlan masih saja digandengnya saat acara pelantikan Anggota DPRD Propinsi NTB. “Ada surat pernyataannya dulu saat Ahmad Dahlan di dewan kabupaten Bima bahwa mereka cerai, ternyata sekarang mendampinginya saat pelantikan di dewan Propinsi” demikian ujar Ety sembari memperlihatkan surat pernyataan Ahmad Dahlan dengan mantan istri Sirri nya.
“Ini membuktikan bahwa Suami saya tidak memili moral yang baik sehingga perlu saya laporkan ke lembaga dewan di Propinsi” demikian tegas Ety.


Dirinyapum menyatakan bahwa Ahmad Dahlan dulu mampu memberikan uang kompensasi atas perceraiannya dengan Istri sirri nya namun tidak mampu menafkahi dirinya dan anak anaknya. “Dulu suami saya saat nyatakan cerai sama istri sirrinya menyanggupi uang kompensasi pada istri sirri yang diceraikan sementara saya dan anak anaknya selama itu tidak pernah di nafkahi dengan baik” demikian Ujar Ety. Sementara itu Ahmad Dahlqn, S. Sos yang dikonfirmasi melalui saluran WhattsAp nya tidak memberi jawaban apapun (//arif)

Diterpa Issu Fitnah, Herman Effendy Tetap Berkarya di dunia Sepakbola

Bimantika.net

Herman Effendy, S. Sos adalah putra Asli Kelahiran Desa Dena Kecamatan Madapangga. Yang kini hidup dan besarkan perusahaannya di Wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Bendera Perusahaan PT. Bukit Berlian Sambava (BBS) membuatnya harus berdomisili di KSB. Namun tidak lupa pada tempat dimana dirinya lahir dan dibesarkan. Sangkin jiwanya pada urusan Bola hingga putra Asli Madapangga Bima inipun menjadi Manager Club Bola Kabupaten Sumbawa Barat yakni Club PSKT KSB.
Kepribadiannya yang santun dan bersahabat sama siapapun menjadikan dirinya pribadi yang luwes dengan siapapun, sehingga prinsipnya memiliki ribuan teman masih sedikit dan punya musuh satu orang terlalu banyak benar benar menjadikan dirinya luwes dalam segala bentuk pergaulan hidupnya.

Lapangan Bola Desa Dena yang dipermak oleh Herman Effendy dengan Dana Pribadinya


Walau terlalu banyak issue miring yang dirinya terima atas apa yang di lakukan dalam dunia olah raga sepak bola, namun dirinya tetap menjadi sosok yang menikmati jiwa bolanya. Dirinya memberkan bahwa ada penilaian miring Mulai dari turnamen herman effendy cup, final liga 3 sampai Gubernub Cup yg akan semua nya di laksanakan di lapangan desa dena.
“Issue yang cenderung ke fitnah buat aku, Bahwa aku memanfaatkan demi keuntungan pribadi. Aku menangis dan sedih” ujarnya pada Bimantika.net bahkan dirinya bersumpah DEMI ALLAH, JANGANKAN KEUNTUNGAN, SEPERAKPUN saya TIDAK mendapatkan APAPUN ATAS KEGIATAN TERSEBUT.
“Kecintaan ku pada Desa Dena dan sepakbola lah yang membuat aku rela meluangkan segala nya. Karna peduli ku pada desa dena,mungkin dengan kegiatan yang aku gagas ini membawa multiplayer efek buat kehidupan ekonomi masyarakat desa dena tempat diriku lahir dan dibesarkan” ungkapnya.
Namun dirinya Haqqul Yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak pernahbuta dan tuli atas keikhlasannya tersebut.
“Tuhan Tidak Buta dan Tidak Tuli, semua ini biarkanlah Fitnah jalan terus, saya berkarya terus demi Jiwaku” ungkapnya. (//arif)

Bumi sejuta sapi, Ide Besar Gubernur NTB

Bimantika.net

Gagasan ingin menjadikan NTB sebagai sentra peternakan terbesar di Indonesia patut kita apreseasi karena gagasan itu kemudian diderifasikan dalam misi menjadikan NTB bumi sejuta sapi, Demikian Ungkap Darus saat dimintai tanggapannya oleh Crew Bimantika.net pada hari senin (2/9/2019)
Dirinya menjelaskan bahwa
Ide besar tersebut mengkonfirmasi kepada public bahwa pemimpin NTB memahami betul potensi yang dimiliki NTB sebagai negeri agraris yang memiliki sejarah besar dan panjang dalam soal peternakan terutama peternakan sapi.

Gagasan tersebut juga mendapat apreseasi dari pemerintahan pusat yang ingin indonesia 2023 menjadi negara swasembada daging dan NTB kemudian menjadi provinsi terdepan untuk menjawab persoalan import daging di negeri ini.
“Keseriusan tersebut semakin membuat kita optimis melalui revisi penetapan kawasan peternakan yang tengah serius dilakukan oleh pemerintah NTB serta prioritas membangun industri pakan yang representative pada tahun 2020 diwilayah sumbawa” ungkap Darus.
Mantan Mentor Pilkada Kota Bima yang dikenal dengan papan putih tersebut melanjutkan bahwa
Pemimpin NTB memahami betul bahwa NTB memiliki paling sedikit tiga point untuk menopang gagasan brilian tersebut, pertama, ketersediaan lahan atau kawasan untuk pengembangan sektor peternakan yang sangat sangat luas mulai dari sumbawa hingga Bima.

Kedua, basis sosiologis masyarakat NTB yang telah mendarah daging dengan sektor peternakan, artinya sumber daya manusia NTB memiliki pengalaman dan kesiapan untuk mensukseskan NTB sebagai sentra peternakan di Indonesia
masih Menurut Darus,
Ketika potensi pakan atau bahan baku pakan sapi masih sangat melimpah dan belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya termasuk jagung yang diproduksi diwilayah NTB secara umum dijadikan sebagai bahan baku pakan ternak.

Tiga point tersebut merupakan potensj yang selama ini belum dimaksimalkan, sehingga gagasan brilian pemimpin NTB hari ini seolah menjawab kebuntuan akan persoalan mendasar diwilayah NTB.

Rasanya ide besar ini selaras dengan ajaran ” dan hewan ternak telah diciptakanNya untuk kamu padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat dan sebagiannya kamu makan (QS. An-Nahl : 5). Serta relevan dengan pepatah yang mengatakan ” negeri yang kaya ternak tidak akan miskin, negeri yang miskin ternak tidak akan kaya.

Artinya gagasan bumi sejuta sapi merupakan implementasi dari cara pemimpin NTB menjadikan provinsi NTB sebagai negeri yang kaya ternak sehingga menjadi negeri yang kaya dan tidak akan miskin. (//arif//yaumul Ma’ruf//abid)

Peternakan solusi kekuatan ekonomi dan kelestarian alam Kota Bima

Bimantika.net

Salah seorang mentor Pemenangan Pasangan Lutfi Ferry saat Pilkada Kota Bima 2018 silam, Darus, yang dikenal dengan papan Putihnya pada Bimantika net senin (2/9/2019) menyebutkan bahwa
Gagasan untuk menjadikan Kota Bima sebagai kota swasembada dan pengekdport daging merupakan gagasan brilian dan bentuk nyata dari optimalisasi potensi yang ada di Kota Bima.
Menurut Darus,
Secara historis Kota Bima merupakan kawasan pelepasan ternak terutama pada wilayah dataran tinggi, bahkan sumber ekonomi masyarakat Kota pada masa tersebut adalah peternakan dan didominasi oleh wilayah dataran tinggi.
“Artinya pemerintah menyadari betul bahwa pembangunan Kota Bima kedepan harus berbasis potensi terutama sektor peternakan yang sudah menjadi bagian dan urat nadi dari kehidupan masyarakat Kota Bima terutama di tiga kecamatan yaitu Raba, Rasanae Timur dan Asakota” jelasnya
Lanjut Darus,
Pengembangan sektor peternakan tersebut sekaligus sebagai bentuk reorientasi pembangunan basis ekonomi fundamental yang sesuai dengan potensi SDM dan topografi Kota Bima serta sebagai upaya melestarikan kebudayaan adiluhung yang telah diwariskan oleh para leluhur Bima.
“Leluhur tidak hanya mengajarkan bahwa peternakan sebagai kekuatan ekonomi serta kemakmuran tetapi juga mengajarkan bahwa peternakan merupakan urat nadi dari kelestarian alam. Artinya jika peternakan diabaikan maka alampun akan ikut hancur” ungkapnya.
Selanjutnya Darus Berpendapat,
Ajaran tersebut hari ini sangat terasa. Disaat peternakan tidak lagi menjadi sumber ekonomi, saat itu pula kelestarian alam hancur. Pohon pohon ditebang membabi buta untuk dijual sebagai sumber ekonomi baru. Kemudian setelah pohon habis tertebang ladang pegunungan dibakar untuk dijadikan lahan pertanian tadahujan, untuk dijadikan sebagai sumber ekonomi baru.
Menurutnya, Optimalisasi pemanfaatan kawasan dataran tinggi sebagai pengembangan sektor peternakan di Kota Bima merupakan solusi tepat untuk menjawab tantangan penguatan ekonomi berbasis potensi sekaligus mengembalikan kelestarian alam dataran tinggi.

Pembangunan kandang kolektif yang dipadukan dengan konsep terintegrasi pada lahan lahan potensial didataran tinggi dapat menjadi pilot project yang kedepannya akan berkembang menjadi kawasan peternakan seiring dengan perbaikan ekosistem dataran tinggi setahap demi setahap.

“Konsep tersebut selaras dengan focus pemerintah provinsi yang ingin menjadikan NTB sebagai sentra peternakan sapi di Indonesia melalui program strategis ” bumi sejuta sapi “, demikian Ungkap Darus.
Masih menurut Darus, sebagai pengejewantahan dari program swasembada daging Indonesia yang dicanangkan oleh pemerintahan pusat.
Jika pengembangan tersebut dilakukan, kedepan dataran tinggi akan kembali hijau oleh pohon atau tanaman buah serta dipenuhi oleh ternak yang melimpah sebagaimana sedia kala dimana jumlah populasi ternak didataran tinggi Kota Bima jauh melampaui jumlah populasi manusia yang ada di perkotaan.

Dengan demikian Kota Bima tidak hanya akan menjadi Kota swasembada daging tetapi menjadi Kota pengekspor daging karena memang permintaan pasar terhadap daging unlimitide, sehingga kesejahteraan dan kemakmuran itu menjadi nyata bagi warga Kota Bima. (//arif)

Matematika Peternakan dan Kemakmuran Kota Bima

Oleh : Darussalam

Di kota ini ada lahan tegalan/ladang seluas 7.191 Ha. Kalo kemudian kita jadikan 2.000 Ha saja sebagai areal pengembangan industri peternakan terutama peternakan sapi dengan pola kandang kolektif pada masing masing rata rata 1 Ha lahan, maka didapati ada 2.000 kandang kolektif.

Jika persatu kandang kolektif tersebut berkapasitas 100 ekor, maka ada 20.000 ekor sapi penggemukan yang dapat dipanen pertiga bulan di Kota Bima. Artinya jika setahun maka jumlah panen sapi potong mencapai 80.000 ekor.

Jika persatu kandang dikelola oleh 10 orang anggota kelompok, berarti ada 20.000 orang yang bekerja dan menjadikan sektor peternakan sapi sebagai sumber ekonomi utama di Kota Bima.

Kemudian dari bagi hasil keuntungan penjualan sapi, satu anggota kelompok mendapatkan Rp. 1.000.000/ekor, maka seorang anggota kelompok bisa mendapatkan keuntungan Rp. 10.000.000 persekali panen (tiga bulan). Artinya seorang pengelola kandang atau anggota kelompok mendapatkan penghasilan bulanan sebesar Rp. 3.333.333.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 10.000 lapangan kerja teratasi mempaui target, kesejahteraan n kemakmuran tercapai karena ada tambahan 20.000 orang/kk berpenghasilan lebih dari Rp. 3.300.000 sebulan.

Di sisi lain Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sebagai salah satu segment pasar sapi potong, akan sangat mungkin memproduksi daging 50 ton perbulan. Jal tersebut mengkonfirmasi bahwa Kota Bima menjadi salah satu industri peternakan yang representatif, serta tidak hanya menjadi daerah swasembada daging tetapi menjadi Kota pengekspor daging.

Selain akan mengiatkan hadirnya industri olahan daging, juga akan melahirkan industri kulit sapi, industri organik memanfaatkan rumen sapi dan banyak varian lainnya yang akan menjadi stimulan hadirnya industri industri lainnya.

Jadi terbayang bahwa lapangan kerja semakin terbuka luas dengan hadirnya berbagai industri baru tersebut. Hal ini rasanya sesuai dengan pepatah arab yang mengatakan bahwa ” negeri yang kaya ternak tidak akan pernah miskin, negeri yang miskin ternak tidak akan pernah kaya. (//arif)

Baperjakat tempatkan Sarjana Pertanian jadi Kabag Humas, management Amburadul Pemkot Bima

Bimantika.net

Baperjakat pemerintahan Kota Bima salah menempatkan posisi personal seorang Kabag Humas yang berlatar belakang sarjana Pertanian. Mestinya Baperjakat menilai seseorang yang diangkat dalam jabatannya haruslah menilai juga dari aspek disiplin ilmunya sehingga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya bisa selaras antara disiplin ilmu nya dengan bagian yang ditempati. “Baperjakat Kota Bima sama sekali tidak ptofesional menempatkan ASN utamanya Kabag Humas sebagai corong Pemerintahan Kota Bima seorang yang berlatar belakang sarjana pendidikan” demikian uangkap Sumber Bimantika.net yang juga Sebagai Tokoh LSM Kota Bima M. Hadi.
Menurutnya Baperjakat sama sekali tidak mempertimbangkan segala hal sehingga penempatan seseorang dalam job nya jauh dari harapan masyarakat Kota Bima. Tagline Bangkit menuju Perubahan tidak akan bermakna apa apa kalau tim kerja Walikota Bima sama sekali tidak mampu menterjemahkan segala tata aturan itu dengan baik dan benar. Sehingga bisa jadi Terjadinya teguran keras dari Komisi Aparatur Sipil Negara pada Walikota Bima salah satunya adalah tidak sesuainya disiplin ilmu seseorang yang ditempatkan pada job yang di lantik. Lanjutnya bahwa sesungguhnya penempatan ini sangat amburadul seorang sarjana pertanian bisa ditempatkan sebagai Kabag Humas. “Padahal ratusan sarjana starata satu dan Magister ilmu Komunikasi di Pemkot Bima, kok ini di ambil sarjana Pertanian, ini kan tidak sesuai harapan jadinya” demikian ujarnya. (//arif)

Walikota Bima Tegaskan Tidak Ada Mahar Saat Mutasi dan Recruitmen Honor

Bimantika.net

Adanya berita Bimantika.net online dengan judul diduga kuat walikota bima memasang tarif untuk pejabat dan rekruitmen para honorer pada hari sabtu (31/8/2019) kemarin, kini Pemerintah Kota Bima melalui Kasubag Humas, Dian Memberikan klarifikasi. Menurutnya klarifikasi itu adalah hak jawab pemerintah kota Bima terkait pemberitaan. “Mohon dimasukan nama Pak Kabag H. Abdul Malik, M.Ap karena saya hanya Kasubag bang, itu sudah menjadi protap pekerjaan kami semuanya wajib atas nama Kabag Pak Malik” ungkap Dian melalui saluran WhatsApp nya yang ditujukan pada Pimpinan redaksi Bimantika.net.
Menurutnya,
Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE membantah informasi yang menyebut ada uang mahar ataupun tarif saat mutasi dan recruitmen honor di Lingkungan Pemerintah Kota Bima.

Sebagaimana disampaikannya pada berbagai kesempatan bahwa proses rotasi dan mutasi murni karena kebutuhan organisasi dengan mempertimbangkan kelayakan dan berdasarkan penilaian dari Baperjakat.

Mutasi dan rotasi yang dilakukan itu bertujuan untuk mempercepat pencapaian visi-misi yang didukung oleh aparatur sipil negara (ASN) yang profesional.

Sejak awal Walikota dan Wakil Walikota Bima berkomitmen untuk menyeleksi betul pejabat yang berpotensi dan profesional untuk ditempatkan sesuai dengan bidang dan kemampuannya. Kami dari awal berkomitmen untuk mewujudkan Kota Bima sebagai Kota yang Beradab.

Demikian pula dengan recruitmen honorer, tidak ada pungutan pada recruitmen honorer dan belum ada recruitmen pada satpol PP Kota Bima sebagaimana yang berkembang di media sosial.

Jika ada pemungutan liar yang diketahui diharapkan kepada masyarakat agar melaporkan tindakan tersebut kepada pihak penegak hukum, agar bisa diproses hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Dan apabila ada oknum ASN yang diketahui terlibat pungutan liar agar dilaporkan kepada inspektorat agar apat diproses dan diberikan sanksi sebagaimana mestinya. Siapa yang bayar, kepada siapa, berapa jumlahnya, agar bisa diusut secara tuntas, agar tidak menimbulkan fitnah.

Diharapkannya Masyarakat juga tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi isu yang belum diketahui kebenarannya. Isu yang berkembang di media sosial murni merupakan tindakan oknum dan tidak ada keterkaitan dengan pemerintah Kota Bima.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya berupaya melakukan pembenahan di internal serta menyempurnakan jalannya roda pembangunan yang ada di Kota Bima sebagaimana visi dan misi yang diusung oleh Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima. Diharapkan upaya pembenahan yang sedang dilakukan ini tidak terhambat dengan berbagai isu yang belum terbukti kebenarannya tersebut. (//arif)

Pembangunan Mushola Al – Amin Ditandai Dengan Peletakan Batu Pertama

Bimantika.net

Pembangunan mushola Al – Amin Desa Ragi Kecamatan Palibelo ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Bima, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Camat Palibelo beserta perangkatnya, warga masyarakat desa ragi kecamatan Palibelo serta panitia pelaksana pembangunan masjid, pada hari Sabtu ( 31/8).
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dalam arahan mengatakan bahwa dengan dilakukanya peletakan batu pertama pembangunan musholla ini kedepannya warga masyarakat dapat memanfaatkan sarana dan prasarana musholla tersebut dengan melakukan kegiatan sholat 5 (lima) waktu sehari semalam serta kegiatan keagamaan lainnya, sehingga keberadaan musholla ini dapat bermanfaat bagi kita selaku umat muslim.
Oleh karenanya keberadaan musholla ini harus dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya terutama di bidang keagamaan sehingga syiar islam di desa Ragi akan menggema dan mengumandangkan asma Allah.
Dengan dilaksanakanya pembangunan musholla Al – Amin ini mari kita selaku warga masyarakat desa Ragi kecamatan Palibelo agar kita kawal bersama pembangunanya sehingga pada saatnya nanti pembangunan mushola tersebut dapat kita manfaatkan secara bersama – sama. Ujarnya.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE berharap selain sebagai tempat ibadah, musholla ini dapat dimanfaatkan dengan kegiatan keagamaan sehingga 2 (dua) program Pemerintah Daerah yang kami laksanakan dapat dirasakan oleh warga masyarakat yaitu program jum’at khusyu dan membumikan Al – Qur’an.
Momentum tersebut selain melakukan peletakan batu pertama, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE secara pribadi menyerahkan bantuan dana Rp. 5 Juta untuk kelanjutan pembangunan musholla tersebut yang diterima oleh panitia pembangunan musholla Al – Amin yaitu bapak Drs. A. Rajak. (Zen//humas)