Muhsin Yusuf : Pekerjaan Drainase Madapangga Sesuai Bestek dan Prosedur

Bimantika.net _Beberapa waktu lalu, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakt (LSM) dan Para Aktivis Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima menggelar Aksi Demonstrasi di Depan Kantor Camat Madapangga.

Tuntutan Para Aktivis yang tergabung dalam LSM itu adalah terkait dengan Pelaksanaan Proyek Drainase Madapangga yang dikerjakan oleh CV. Sinar Jaya.

Salah seorang Aktivis Senior Madapangga, Ilyasa HMT, S. PdI pada media Bimantika menyebutkan bahwa Hasil pantauan lapangan yang mengejutkan teman-teman LSM FRAKSI NTB bahwa di temukannya pekerjaan galian C menggunakan Eksafator untuk akses jalan .

“Dan anehnya sisa material batu kapur dimanfaatkan untuk bahan baku pekerjaan proyek tentu ini tidak sesuai dgn spesifikasi dan anjuran teknis” demikian ujarnya.

Bang Oyank sapaan nta membeberkan bahwa Seperti yang kita ketahui bahwa penggunaan material pada bidang konstruksi sangat penting karena tidak hanya dilihat dari segi fisik saja namun juga dari tingkat kelayakan teknik dalam perancangan sebuah bangunan.

Menurutnya Khusus pada pekerjaan Irigasi harus menggunakan batu andesit, dimana beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaannya dalam bidang konstruksi meliputi ukuran, bentuk, kekuatan, densitas, dan daya tahan.

Muhsin Yusuf, SH Penasehat Hukum CV. Sinar Jaya Menyebutkan bahwa dirinya selaku Penasehat Hukum CV Sinar Jaya menyampaikan beberapa hal terkait dengan keberadaan Pekerjaan Drainase tersbeut yang sudah sesuai dengan bestek

“Pekerjaan Drainase Madapangga Sudah Sesuai Mekanisme dan Prosedur, Kalaupun ada tekanan dari para Demonstran itu hal yang biasa saja, yang pasti Perusahaan tempat saya sebagai Penasehat Hukumnya sudah mengerjakannya sesuai dengan apa yang tertuang dalam dokumen kontrak kerja” demikian ungkap Rigen Sapaan Akrab Muhsin, SH.

Ia Menyebutkan bahwa semua tuntutan kawan-kawan Pendemo sama sekali tidak sesuai dengan Fakta yang sedang berlangsung dalam pekerjaan Proyek Tersebut.

“Apa yang disampaikan oleh Pendemo sama sekali tidak sesuai fakta, saya kasih contoh saja menyangkut tenaga kerja semua asli orang Bima bukan orang flores sebagaimana yang mereka tuduhkan” ungkapnya.

Rigen memberi contoh lain seperti menggunakan Material bahan bangunan Drainade itu tidak seperti yang ada dalam tuntutan para pendemo.

“Semua material yang dipakai dalam pekerjaan itu tentu sudah di setujui oleh pihak-pihak yang berkompeten seperti Pengawas Lapangan dan Pengawas utama, proyek itu bukan proyek liar tapi punya mekanisme pengawasan yang ekstra” demikian ungkap Rigen. (***//Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *