Bimantika.net Pada Kamis Malam, (13/01/2022) Eks Pengurus Forum Komunikasi Mahasiswa Pascasarjana Bima dan Dompu Semarang melakukan pertemuan dan sesi diskusi di Kantin Yuank, Kota Bima.
Pertemuan dan sesi diskusi tersebut hadir para akademisi yang mengabdi di Bima hingga Makassar yang merupakan alumni dari Semarang.
Selanjutnya, dalam sesi diskusi tersebut, para intelektual ini membahas tentang isu-isu terkini di daerah. Mulai dari persoalan pendidikan, pertanian, kesehatan, sosial, politik dan lain sebagainya.
Pada pertengahan diskusi tersebut, untuk mengatasi problematika yang terjadi di daerah dibutuhkan sebuah wadah yang bertujuan untuk menampung aspirasi, konsep, gagasan, hingga rekomendasi dan solusi dari berbagai polemik yang terjadi.
Diskusi tersebut berlangsung alot dan panjang. Sehingga melahirkan nahkoda dan nama organisasi, untuk menampung aspirasi hingga solusi dari berbagai problematika yang ada.

Dan terpilih secara Musyawarah dan Mufakat yang menahkodai ikatan Keluarga Alumni Bima Semarang adalah Doktor Irfan yang merupakan akademisi STKIP Taman Siswa Bima. Kemudian Sekretarisnya adalah Arif Sofyandi yang merupakan akademisi Stikes Yahya Bima.
Sebelumnya, terjadi diskusi yang sangat alot dan terjadi penolakan dari berbagai nama-nama yang diusung. Mulai dari nama-nama seperti Fahmi Khatib yang merupakan Ketua Alumni SKTIP Kota Bima, Salahudin Akademisi STISIP Mbojo Bima, Doktor Amar dan Doktor Irfan yang Akademisi STKIP BIMA hingga Arif Sofyandi, Akademisi Stikes Yahya Bima.
Selain itu, secara Musyawarah dan Mufakat langsung dipilih Dewan Pembina dan Dewan Pakar organisasi. Adapun nama Dewan Pakarnya adalah Doktor Amar dan Salahudin. Sementara Dewan Pembinanya adalah Fahmi Khatib.
Sementara itu, Ketua IKA Bima Semarang, Doktor Irfan menyebutkan, harapannya organisasi ini dapat menjadi wadah untuk merumuskan rekomendasi dan solusi dari berbagai problematika yang ada di daerah.
“Mulai dari persoalan Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Sosial, Politik dan lain sebagainya.” tutupnya. (***)

