Bimantika.net Kabupaten Dompu_Barang yang memabukkan diberantas, Sat Resnarkoba Polres Dompu menyita minuman keras (miras) Oplosan jenis Bir Bintang dan Sofi Wilayah Kecamatan Manggelewa dan wilayah Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu. Senin malam (13/9/ 2021) sekira pukul 21.00 wita.
Pihak polisi amankan barang memabukkan itu diduga disimpan oleh pelaku berinisial SH (29 tahun) seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Dusun Doro III, Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu.
Rupanya penyimpan barang yang memabukan itu bukan hanya SH saja, namun ada diduga pelaku lain yakni RK, Perempuan, Umur (48) tahun, yang beralamat di Dusun Rasabou, Desa Ta”a, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Dan BD, perempuan, Umur (40) tahun, Alamat : Dusun Pali, Desa Soro Barat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.
Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat,S.I.K, melalui Kasat Narkoba IPTU Ramli, S.H, menjelaskan bahwa, dari laporan ataupun informasi dari masyarakat yang maraknya tidak pidana kriminal di wilayah Kecamatan Kempo dan Kecamatan Manggelewa yang di sebabkan minuman keras.
Di tiga (3) Tempat Kejadian Perkara (TKP), Tim Opsnal yang di pimpin KBO Satresnarkoba Polres Dompu IPDA Agustamin, S.H, melakukan razia di kedua Kecamatan tersebut. dan, Tim Opsnal berhasil menyita 218 (dua ratus delapan belas botol).
“Total keseluruhan barang bukti di 3 TKP : 8 (delapan) Dus minuman meras jenis bir bintang, yang berisi 96 (sembilan puluh enam botol). 6 (enam) Dus minuman keras oplosan jenis sofi yang berisi 90 (sembilan puluh botol). 12 (dua belas) botol SOFI bersegel merah. Dan 20 (dua puluh botol) SOFI bersegel hitam. (total botolan Keseluruhan 218 botol)” pungkasnya.
Untuk kepentingan proses Penyidikan lebih lanjut Tim Opsnal Satresnarkoba membawa barang bukti di Mako Polres Dompu, dan selanjutnya akan di lakukan panggilan oleh pihak penyidik terhadap penjual minuman keras tersebut.(***)
Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menerima kunjungan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian, Drh. Syamsul Ma’arif, M.Si.
Kehadiran Syamsul Ma’arif di kediaman Walikota HML di sampimgi oleh Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Propinsi NTB malam ini Senin 13 September 2021 di kediamannya
Liputan langsung Media Online Bimantika dikediaman Walikota HML bahwa kehadiran orang penting di kementrian Pertanian Republik Indonesia itu bicara soal kemakmuran rakyat kota Bima seluas-luasnya.
Adapun beberapa agenda yang disampaikan antara lain Program KASIRA (Kader Siaga Rabies), Dana Alokasi Khusus Revitalisasi RPH, Pengelolaan Walet di Kota Bima.
“Dari semua pembicaraan dengan utusan Kementrian Pertanian itu tujuan akhirnya adalah urusan kemakmuran warga masyarakat Kota Bjma” demikian ungkap Walikota HML. (***)
Mahasiswa KSM Unisma Malang di Kediaman Kabid Orlog BPBD Kota Bima, Nazamuddin, S. Sos
Bimantika.net Luar Biasa !! Itu kata yang pantas dan layak yang bisa diungkapkan untuk para Mahasiswa yang lakukan Kandidat Sarjana Mandiri (KSM) dalam mengabdikan dirinya. KSM adalah kata lain dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tempo dulu.
Selama keberadaanya di Kelurahan Kodo II, para mahasiswa ini meninggalkan kesan yang luar biasa dalam memandu warga Masyarakat Kodo ll untuk berkreasi dalam bentuk pengolahan bahan bahu bayam untuk dijadikan Stick ditengah Pandemi Covid-19.
Stick Bahan Baku Bayam karya Mahasiswa untuk warga kelurahan Kodo
Rizal Ketua Posko Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Universitas Islam Malang (Unisma) ungkapkan bahwa ide itu berawal dari sulitnya situasi ekonomi di era Pandemi Covid-19 yang menghantam segala dimensi kehidupan sosial ekonomi kemasyarakatan.
“Walau pandemi Covid-19 melanda negeri ini, kami selalu berpikir bahwa perlu nya geliat ekonomi berjalan sebagaimana mestinya, agar ekonomi rumah tangga warga masyarakat bisa bergeliat” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang Ibu Ketua RW Kodo ll mengungkapkan bahwa dirinya terkesan dengan mahasiswa yang berbakti di kampungnya
.
Pimpinan Redaksi Media Online Bimantika Muhammad Arifudin, S. Sos saat wawancara Salah seorang Mahasiswa Ketua Posko di kediaman Nazamuddin, S. Sos Kabid Orlog BPBD Kota Bima
“Kehadiran Mahasiswa sangat memberikan makna yang terdalam bagi kami di Kodo ini, karena telah memberdayakan kami dalam hal yang positif” ungkap Ibu RW.
Rasa enak luar biasa dari stick Bahan baku Bayam ini sangat gurih, dan tentunya bebas dari bahan kimiawi. Sehingga bisa dikembangkan sebagai produk lokal Kodo, yang insya Allah go internasional.
Ibu-ibu Warga Kodo ll membaur dengan Mahasiswi
“Berkat Mahasiswa yang mengabdikan dirinya, ada geliat ekonomi ibu-ibu rumah tangga khususnya yang ada di Kelurahan Kodo” ujar Suharni A. Karim istri Lurah Lampe Kecamatan RasanaE Timur Kota Bima
Mahasiswa yang berposko di Kelurahan Kodo ll ini benar-benar memanfaatkan ilmu pengetahuannya untuk sosial kemasyarakatan, menggerakkan geliat ekonomi berupa pemberdayaan ibu-ibu memproduksi hal-hal yang sifatnya positif.
Direktur Perumda Bina Aneka, Julhaidin mengapresiasi karya mahasiswa yang lakukan pemberdayaan, dan pihaknyapun respek dengan karya nyata mahasiswa dan ibu-ibu di kelurahan kodo.(***)
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) hari ini Senin 13 September 2021 turun langsung tinjau lokasi lapangan sepak bola untuk kelurahan Oi Mbo Kecamatan RasanaE Timur Kota Bima.
Dalam peninjauan usulan lapangan sepak bola kelurahan Oi Mbo ini, Walikota HML didampingi sejumlah pejabat Pemkot Bima diantaranya sekretaris Dinas Perkim Kota Bima, A. Faruk, S. Par., MM untuk memastikan proses kelengkapan adminsitrasinya.
Menurut Tokoh muda Oi Mbo yang juga sebagai Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Bima, Ruslan atau biasa disapa Parlan kehadiran Walikota HML di Oi Mbo adalah bentuk komitmen Walikota HML atas kunjungan Pemuda Oi Mbo beberapa waktu lalu atas permintaan kaum muda untuk pembangunan Lapangan Sepak Bola.
“Alhamdulillah hari ini Pak Wali memberikan bukti komitmennya dalam membangun kebersamaan dengan seluruh pemuda Oi Mbo” ungkap Parlan.
Parlan menyebutkan bahwa hadir langsungnya Walikota HML di lokasi tentu memberikan lampu hijau bahwa apa yang menjadi kebutuhan pemuda Oi Mbo akan direalisasikan oleh Pak Walikota.
“Ini jelas dan terang benderang bahwa political will dari pak walikota dalam merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan pemuda tidak diragukan lagi” tegasnya.
Atas hadirnya Walikota HML di lokasi yang diusulkan jadi Lapangan Bola tersebut menurut Parlan adalah sebuah kehormatan bagi warga masyarakat Oi Mbo.
“Ini adalah kehormatan buat pemuda khususnya dan warga masyarakat Oi Mbo bahwa apa yang diusulkan oleh para Pemuda beberapa waktu lalu di tindak lanjuti secara cepat, oleh karena itu Kami akan berterimakasih dengan Melanjutkan dua Periode untuk Walikota HML” demikian tegas Parlan.
Lanjut Parlan Bahwa 37 Tahun Warga Oi Mbo mendambakan lapangan sepak bola, dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya tidak juga terwujud.
“Alhamdulillah lewat tangan dingin Walikota HML disore hari ini mimpi rakyat Oi Mbo terwujud di tangan Walikota HML” ungkapnya.
Atas ketulusan hati Walikota HML tersebut, menurut Parlan ribuan rakyat Oi Mbo akan bersama Walikota HML pasang badan untuk memenangkan HML Dua Periode.
“Ribuan rakyat Oi Mbo dengan senang hati karna mimpi puluhan tahun terwujud maka siap melanjutkan perjuangan untuk Walikota HML Dua Periode” demikian Tegas Parlan. (***)
Bimantika.net Dinas Kesehatan Kota Bima dibawah kendali Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs. H. Azhari, M. Si Menggelar acara orientasi test and treat HIV Aids untuk petugas pelayanan kesehatan di Mutmainnah Kota Bima, 13-15 September 2021.
Program pengendalian HIV/AIDS bertujuan utama untuk menghentikan epidemi AIDS di Indonesia pada tahun 2030, dengan tujuan khusus (`three zeros’) untuk (a) menurunkan hingga meniadakan infeksi HIV baru; (b) menurunkan hingga meniadakan kematian yang disebabkan oleh keadaan yang berkaitan dengan AIDS; dan (c) meniadakan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Untuk mencapai tujuan diterapkan target 90-90-90 yaitu menemukan 90% dari perkiraan Odha yang ada melalui tes HIV,
Mengobati 90% Odha yang ditemukan dan memastikan 90% dari Odha yang diobati mengalami supresi virus (tidak terdeteksi dengan pemeriksaan `viral load’) pada tahun 2027 dan target pada tahun 2030 yaitu 95 — 95 — 95 untuk menyatakan akhir AIDS.
Di Provinsi NTB Kasus kumulatif HIV sampai dengan tahun 2020 sebanyak 1.075 dan Komulatif AIDS sampai dengan Tahun 2020 sebanyak 1.167 orang. ODHA yang telah mengetahui statusnya sebesar 2.178 orang dari target estimasi ODHA di NTB sebesar 5.972.
ODHA yang pernah memulai ART 1447 sedangkan yang masih on ART hanya 905 dari 1.088 ODHA yang pernah memulai ART dan yang loss to follow up 183. ODHA yang on ARV virusnya tersupresi ada 7 orang dari 7 sampel yang di kirim untuk pemeriksaan Viral Load. Hal ini dikarenakan jumlah akses layanan pengobatan yang sangat terbatas secara jumlah serta dengan klinik pengobatan yang tidak tersebar di semua kabupaten yang menimbulkan kesulitan dalam mengakses klinik pengobatan.
Penemuan kasus HIV dan AIDS di Kota Bima pada tahun 2020 sebanyak 8 orang dengan 7 diantaranya disertai dengan penyakit TB sebagai Infeksi Oportunistik (IO) dan 3 diantaranya telah meninggal dunia.
Sementara itu sampai dengan 31 Agustus 2021 telah ditemukan 3 kasus AIDS dengan 2 kasus HIV positif dan 2 diantaranya telah diberi terapi ARV.
Pada tahun 2021, ODHA yang mengetahui status dan masih hidup mencapai 67%, ODHA yang masih dalam pengobatan ARV sebesar 67% dan ODHA yang on ARV.
Sementara itu, target layanan pemeriksaan HIV AIDS dan PIMS di Kota Bima berdasarkan target Standart Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2021 mencapai 9.363 orang yang terdiri ibu hamil, calon pengantin, pasien TBC positif serta kelompok populasi kunci seperti Gay/LSL, Waria, Pemakai Narkoba Suntik (PENASUN), Lesbian, Warga Binaan Pemasyarakatan, Pekerja Seks dll.
Pada semester 1 tahun 2021 baru mencapai 1.317 orang (14,7%) yang dilayani pemeriksaan HIV AIDS di seluruh fasilitas pelayanan Kesehatan di Kota Bima.
Oleh karena itu diperlukan langkah percepatan perluasan layanan dan bagaimana membangun jejaring untuk tes dan pengobatan pada seluruh fasilitas layanan Kesehatan di Kota Bima termasuk membangun jejaring untuk menunjang pemeriksaan Viral load pada ODHA.
Berdasarkan hal itu, Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) yang saat ini dikomandani oleh Rita Muflihah, SKM dibawah koordinasi Bidang P3KL Dinas Kesehatan Kota Bima dengan kepala bidang Syarifudin, S.Sos., MPH atas fasilitasi Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Orientasi Tes dan Pengobatan HIV AIDS dan PIMS untuk tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kota Bima.
Kegiatan ini bertujuan : Memberikan Orientasi kepada Layanan yang ada di Kota Bima, Menguatkan Sistim layanan Kesehatan dengan adanya petugas yang sudah dilatih serta Meningkatkan kapasitas SDM di Prov.NTB.
keluaran yang ingin dicapai yaitu : Tersedia tim HIV AIDS dan PIMS yang memiliki kompetensi dalam memberikan peIayanan tes dan pengobatan HIV dan PIMS pada Masyarakat di Kota Bima dan Tersedianya Layanan Tes dan Pengobatan HIV AIDS dan PIMS sehingga pasien yang di temukan bisa langsung mendapatkan pengobatan.
Peserta yang akan dilatih adalah petugas Kesehatan yang terdiri dari : Tenaga dokter, perawat, bidan, petugas farmasi, Petugas laboratorium dan petugas RR di tempat layanan HIV AIDS dan PIMS di Kota Bima.
Kegiatan Orientasi Layanan Tes dan Pengobatan di laksanakan selama 3 hari di mulai dari tanggal 13 s/d 15 September 2021 bertempat di Hotel Mutmainnah Kota Bima dengan Biaya penyelenggaraan pelatihan ini di bebankan kepada DIPA Satker 05 Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Adapun tim fasilitator dan narasumber kegiatan terdiri dari 5 orang yang merupakan Fasilitator nasional untuk program layanan HIV AIDS dan PIMS yang terdiri dari :
Fasilitator kelas RR (Report and Recording) : Ernawati, A.Md.Kep (PP HIV AIDS dan PIMS Prov. NTB),
Fasilitator kelas Dokter : Dr. L. Yudi Prajdianta (Dokter konselor HIV RS. Manambai Sumbawa).
Fasilitator kelas laboratorium : Asryadin, S.ST., M. Si (PP HIV AIDs dan PIMS Kota Bima).
Fasilitator kelas farmasi : Tri Widiastuti, M.Sc, Apt (Apoteker RS RS. Manambai Sumbawa).
Fasilitator kelas perawat/bidan : Nila Imtihani, S.Kep, Ners (Perawat Puskesmas Karang Taliwang Mataram).
Bimantika.net Kota Bima_Hari ini senin 13 September 2021, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menyerahkan sejumlah bantuan pada warga masyarakatnya.
Jenis bantuan yang diserahkan oleh Walikota HML pada warganya adalah bentuk perhatian mutlak yang dimiliki oleh Walikota HML untuk warga masyarakat yang di pimpinnya.
Walikota HML dalam penyerahan bantuan itu didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perikanan.
Walikota HML menyerahakan bantuan berupa paket sembako astra, benih sorgum, bibit DOC ayam kampung super, alat-alat pertanian dan sejumlah bantuan lainnya.
Prosesi pemberian bantuan dIhalaman kantor dinas Pertanian Kota Bima tersebut dihadiri juga oleh sejumlah warga penerima Bantuan.
Salah seorang Penerima bantuan peternakan berupa DOC Ayam Kampung Kelurahan Rabadompu Barat yakni Ketua Kelompok Kampo Rade, Ruslan alias Ama Obbi tidak henti-hentinya merasa berterimakasih pada Walikota HML yang begitu tulus membantunya padahal di Pilkada 2008 lalu dirinya bukan tim sukses dan tidak memilih HML.
“Alhamdulillah saya sangat bangga sama pak Walikota Aji Lutfi yang tidak memandang warga masyarakatnya, tapi apabila warga nya membutuhkan beliau tulus membantu kami yang bukan tim suksesnya, semoga bibit ayam kampung super ini berkah buat kami masyarakat” demikian ungkap Ama Obbi. (***)
Bimantika.net Dalam Rangka Menjaga Kamtibmas Khususnya pada malam hari Polsek Bolo melaksanakan patroli blue light, malam senin (13/9/21).
Kapolsek Bolo AKP Hanafi Melalui Kasi Humas Iptu Adib Widayaka mengatakan tujuan dilakukan patroli ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
,Dalam melaksanakan Patroli Blue Light Personil Polsek Bolo mengunjugi tempat-tempat rawan tindak kejahatan seperti 3C (Curat, Curas dan Curanmor), serta pom bensin
Kemudian personel Juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokoler kesehatan dengan 5M antara lain menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir, menjaga jarak dan tidak berkerumun serta mengurangi mobilitas.
Tambah Kapolsek, Dengan Adanya Patroli Blue Light yang di laksanakan oleh Polsek Bolo untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Dan kami selaku aparat kepolisian juga akan tetap menyampaikan Himbauan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi Protokoler kesehatan guna penyebaran virus Corona (Covid-19)”. Tutupnya.(***)
Bimantika.net Kabupaten Bima_Untuk mengisi formasi kepegawaian tahun anggaran 2022, Pemerintah Kabupaten Bima kembali mengadakan Seleksi penerimaan CPNS Kabupaten Bima direncanakan berlangsung tanggal 24 September sampai dengan 2 Oktober 2021, sedangkan tes PPPK Non Guru dilaksanakan tanggal 3 Oktober 2021 di Kampus Vokasi UNRAM PPD Bima di Sondosia.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Bima, Suryadin, S.S.,M.Si menjelaskan bahwa Salah satu persyaratan yang ditetapkan pemerintah bagi para peserta ujian adalah membawa hasil Rapid Test Antigen dan Vaksinasi Dosis 1.
Menindak lanjuti hal ini, Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Rapid Test Antigen dan Vaksinisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menindaklanjuti dengan mengeluarkan Nomor : 440/1425/06.2/2021 tanggal 10 September 2021 yang ditujukan kepada Direktur RSUD Bima, Direktur RSUD Sondosia, dan Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Bima.
Disamping diperkuat dengan hasil rapat koordinasi Sekretaris Daerah, Dinas Kesehatan dan BKD Diklat Kabupaten Bima tentang Pelaksanaan Seleksi ASN (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dan CPNS) Tahun 2021 disepakati layanan medis Rapid Test Antigen yang dititik fokuskan pada fasilitas, pelayanan, serta persyaratan untuk masyarakat yang mengikuti Pelaksanaan Seleksi ASN (PPPK dan CPNS) Tahun 2021.
Untuk maksud tersebut, seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit/Puskesmas) untuk mempersiapkan Tenaga Kesehatan yang bertugas memberikan Pelayanan Rapid Test Antigen.
Peserta seleksi ASN (PPPK Dan CPNS) Tahun 2021 dapat melakukan Rapid Test Antigen pada Rumah Sakit/Puskesmas terdekat yang harus dilakukan sehari sebelum pelaksanaan ujian berlangsung.
Bagi peserta seleksi ASN (PPPK dan CPNS) Tahun 2021, WAJIB Vaksin minimal Vaksin 1, bagi vaksin peserta yang belum melakukan Vaksin dapat dapat dilayani Vaksinisasi secara langsung.
Peserta seleksi ASN (PPPK Dan CPNS) Tahun 2021 yang melakukan Rapid Test Antigen diwajibkan membawa Identitas Diri/KTP/Suket dan Kartu Ujian Peserta serta tidak dikenakan Biaya (GRATIS). (***)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs. H. Azhari, M. Si. Foto : Dok.Bimantika.2018
Bimantika.net Adanya Soal Swabb Antigen gratis yang diberlakukan di beberapa daerah sesuai dengan seruan kementrian kesehatan Republik Indonesia, yang tidak dijalankan oleh Pihak Dikes Kabupaten Bima membuat Kepala Dinas Kesehatan membeberkan soal tersebut serta dampak regulasinya.
Surat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tersebut bernomor : SR.04.01/ll/2309/2021 Tertanggal 6 September 2021 memerintahkan untuk lakukan Swabb Antigen secara Gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs. H. Azhari, M. Si saat dikonfirmasi media Online Bimantika pada hari Minggu 12 September 2021 mengungkapkan beberapa langkah Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Kesehatan Kota Bima.
Menurut H. Azhari bahwa Pemerintah Kota Bima berprinsip membantu seleksi P3K dengan beberapa cara dan metodologi
Di antara cara itu adalah Menyiapkan lokasi seleksi dan tempat pengambilan sampel bagi peserta P3K. Baik itu di Labkesda, klinik-klinik swasta dan RS kota.
“Kita hindari repites antigen itu di Puskesman (PKM) dengan berbagai pertimbangan teknis. Selanjutnya PKM karena lagi kosen dengan Vaksinasi bersama polres Bima Kota dan kodim” ujar H. Azhari
Ia melanjutkan bahwa Vaksinasi ini dalam rangka mengejar target maksimal yang dibebankan oleh panglima ABRI dan Kapolri ketika mengunjungi NTB.
Menurut H. Azhari bahwa Surat kementrian itu mengharapkan Pemerintah Kota dan Kabupaten bisa membantu.
“Pertimbangan teknis Dikes melihat sasaran pemanfaatan BMHP ( bahan medis habis pakai) yang dibantu propinsi Itu diperuntukan buat treking kontak covid 19. Tidak untuk kepentingan seleksi jelas di DIPPA. Apa mau dilanggar. Dikes berkesimpulan menggunakan mekanisme yang benar prosedur yang jelas” urai H. Azhari.
Diakhir wawancara, H. Azhari ungkapkan Telaah staf selalu di sampaikan pada pimpinan. “Pimpinam menyampaikan sesuaikan dengan aturan” maka kami kembalikan pada sasaran, dibantu itu untuk kepentingan COVID” Tegasnya.
H. Azhari pun membeberkan Kondisi saat ini masyarakat yang lagi sensitif terhadap penggunaan dana covid-19
Lebih jauh H. Azhari menjelaskan bahwa sesungguhnya Rapid Antigen mandiri dapat dilakukan oleh Laboratorium milik pemerintah dan laboratorium milik swasta serta Klinik dan Rumah Sakit yang memiliki dokter spesialis patologi klinik, (dokter Sp.PK). Dan pelaksanaan swab Antigen mandiri ini menggunakan rapid Ag, yang pengadaannya dilakukan sendiri oleh Laboratorium, RS dan klinik yang bersangkutan.
“Sementara Puskesmas bisa melakukan pemeriksaan swab dalam hal skrinning dan traccing, dlm hal ini bisa menggunakan rapid Ag yg di distribusikan dari kementeriaan Kesehatan, dan pelaksaan swab Ag menggunakan RDT Ag yg didistribusikan oleh kemenkes bersifat gratis” demikian ungkap Kadis Kesehatan Kota Bima(***)
Bimantika.net Mataram_ Tidak hanya mendapat apresiasi Presiden RI Joko Widodo, penanganan pandemi Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) pun diapresiasi Komisi III DPR RI. Apresiasi itu disampaikan saat Tim Kunjungan Spesifik Komisi III DPR RI, Jumat (10/9/2021), dalam rapat dengan Kapolda NTB yang didampingi beberapa Pejabat Utama (PJU) lingkup Polda NTB di Tribun Lumbung Lapangan Bhara Daksa.
Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery mengungkapkan, kami mendengar bahwa penanganan pandemi Covid-19 di NTB mendapat apresiasi dari banyak pihak, sehingga pihaknya dalam menjalani fungsi pengawasan ingin membuktikan benar tidaknya apresiasi itu diberikan atas dasar fakta yang ada di lapangan.
“Dalam kunjungan spesifik ini kami melihat data, mendengar penjelasan, dan melihat di lapangan bahwa memang Kapolda telah melakukan langkah-langkah strategis, di dalam menjalankan fungsi yang melebihi dari kewajiban tugasnya,” ungkapnya.
“Kapolda NTB berhasil melakukan tekanan sedemikian rupa terhadap pandemi ini, sehingga kami memberikan apresiasi,” lanjutnya.
Namun demikian, lanjut Herman Hery, Polda NTB juga berhadapan dengan tantangan yang cukup besar, yakni even internasional World Superbike Champion dan MotoGP. Selain itu Polda NTB juga berhadapan dengan urusan-urusan lokal seperti pembebasan lahan, dimana ada pihak-pihak yang merasa belum bisa diselesaikan.
“Ini tantangan yang tidak gampang buat Kapolda. Oleh sebab itu selain apresiasi yang kami berikan, kami juga mendukung Kapolda dan memberikan masukan-masukan yang perlu, agar Kapolda bisa selesaikan semua tantangan ini dengan cara yang persuasif, dengan cara yang humanis namun penuh dengan ketegasan,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi III DPR RI yang turut serta dalam rombongan kunjungan spesifik, yang diwakili tiga anggota di antaranya Romo Muhammad Syafi’i, Nasir Djamil, dan Sari Yuliati.
“Saya lihat memang ada terobosan yang cukup positif dan ini dilakukan oleh Kapolda NTB dan seluruh jajarannya. Karena itu, sebagai bagian dari anggota Komisi III saya ingin memberikan apresiasi dan mudah ini tidak membuat kita lengah,” kata Nasir Djamil dari Fraksi PKS Dapil Aceh 2.
Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. memaparkan berbagai langkah dan strategi yang dilakukan, dalam penanganan pandemi Covid-19 yang dalam pelaksanaannya selalu bersinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah.
“Sejak awal (pandemi covid-19, red) satu setengah tahun yang lalu di angka 26.574. Alhamdulillah, sembuh 24.901 dan meninggal 853,” ujar Kapolda NTB.
“Sejak kemarin kita sudah bisa mengidentifikasi hampir satu bulan kasus terkonfirmasi (Covid-19, red) cenderung agak menurun, sembuh meningkat, dan meninggal landai,” imbuhnya.
Dijelaskan, angka terpapar (serangan Covid-19) di NTB masih berada di bawah angka terpapar nasional yakni 518,5 per 100 ribu populasi. Sementara Case Fatality Rate (CFR) juga masih berada di bawah CFR nasional yakni 3,2.
“Kalau kita melihat bahwa di bawah level nasional, Nusa Tenggara Barat masih sangat bisa mengendalikan Covid secara umum,” tandas M. Iqbal.
Lebih jauh M. Iqbal juga memaparkan terkat berbagai strategi yang dilakukan dalam penanganan pandemi Covid-19 di NTB, baik melalui program Kampung Sehat berbasis lomba, Kampanye Sehat saat pelaksanaan Pilkada serentak, penerapan dan pengetatan protokol kesehatan, PPKM, dan program vaksinasi dengan membentuk tim vaksinator hingga ke tingkat pemerintahan terendah (dusun dan RT).
Dalam kesempatan tersebut, mantan Kadiv Humas Polri itu juga menjelaskan terkait ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR), termasuk tingkat keterisian rumah sakit yang terus menurun.
“Alhamdulillah, tingkat keterisian rumah sakit menurun. Bahkan masing-masing rumah sakit banyak yang sudah kosong, tidak ada yang rawat inap, karena banyak tanpa gejala yang kita lakukan treatment di tempat isolasi terpusat,” ujarnya. (*)