Mahasiswa KSM Unisma Malang di Kediaman Kabid Orlog BPBD Kota Bima, Nazamuddin, S. Sos
Bimantika.net Luar Biasa !! Itu kata yang pantas dan layak yang bisa diungkapkan untuk para Mahasiswa yang lakukan Kandidat Sarjana Mandiri (KSM) dalam mengabdikan dirinya. KSM adalah kata lain dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tempo dulu.
Selama keberadaanya di Kelurahan Kodo II, para mahasiswa ini meninggalkan kesan yang luar biasa dalam memandu warga Masyarakat Kodo ll untuk berkreasi dalam bentuk pengolahan bahan bahu bayam untuk dijadikan Stick ditengah Pandemi Covid-19.

Rizal Ketua Posko Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Universitas Islam Malang (Unisma) ungkapkan bahwa ide itu berawal dari sulitnya situasi ekonomi di era Pandemi Covid-19 yang menghantam segala dimensi kehidupan sosial ekonomi kemasyarakatan.
“Walau pandemi Covid-19 melanda negeri ini, kami selalu berpikir bahwa perlu nya geliat ekonomi berjalan sebagaimana mestinya, agar ekonomi rumah tangga warga masyarakat bisa bergeliat” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang Ibu Ketua RW Kodo ll mengungkapkan bahwa dirinya terkesan dengan mahasiswa yang berbakti di kampungnya
.

“Kehadiran Mahasiswa sangat memberikan makna yang terdalam bagi kami di Kodo ini, karena telah memberdayakan kami dalam hal yang positif” ungkap Ibu RW.
Rasa enak luar biasa dari stick Bahan baku Bayam ini sangat gurih, dan tentunya bebas dari bahan kimiawi. Sehingga bisa dikembangkan sebagai produk lokal Kodo, yang insya Allah go internasional.

“Berkat Mahasiswa yang mengabdikan dirinya, ada geliat ekonomi ibu-ibu rumah tangga khususnya yang ada di Kelurahan Kodo” ujar Suharni A. Karim istri Lurah Lampe Kecamatan RasanaE Timur Kota Bima
Mahasiswa yang berposko di Kelurahan Kodo ll ini benar-benar memanfaatkan ilmu pengetahuannya untuk sosial kemasyarakatan, menggerakkan geliat ekonomi berupa pemberdayaan ibu-ibu memproduksi hal-hal yang sifatnya positif.
Direktur Perumda Bina Aneka, Julhaidin mengapresiasi karya mahasiswa yang lakukan pemberdayaan, dan pihaknyapun respek dengan karya nyata mahasiswa dan ibu-ibu di kelurahan kodo.(***)

