Bimantika.net -Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal mewarnai pembukaan Program Selasa Menyapa Putaran II di Kecamatan Monta, Selasa. Desa Sondo dan Desa Nonto Tera yang menjadi desa ke-44 dan ke-45 dalam rangkaian program tersebut menyambut kedatangan Bupati Bima Ady Mahyudi beserta rombongan dengan iringan Hadrah, pengalungan selendang tenun khas Bima, serta antusiasme masyarakat yang memadati ruas jalan menuju Lapangan Desa Sondo sebagai pusat kegiatan.
Penyambutan yang berlangsung khidmat itu menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Tidak sekadar seremoni, kehadiran pemerintah di tengah warga mencerminkan komitmen untuk memastikan pelayanan publik hadir secara langsung, mendengar aspirasi masyarakat, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tingkat desa.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Ngopi Bareng Pemuda Inspiratif dan Bazar UMKM yang menghadirkan ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Bupati Bima Ady Mahyudi hadir didampingi Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE, para kepala perangkat daerah, kepala bagian lingkup Sekretariat Daerah, pejabat administrator, serta pejabat fungsional.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Bima. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Kehadiran Bupati, Wakil Bupati beserta seluruh kepala perangkat daerah di tengah masyarakat merupakan bentuk rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Lebih dari itu, kami ingin memastikan pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat serta menjadi motivasi untuk terus mendukung program pembangunan hingga ke tingkat desa dan kecamatan,” ujar Bupati di hadapan Camat Monta Abbas, SE, unsur Forkopimcam, alim ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga Desa Sondo serta Desa Nonto Tera.
Sementara itu, Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy menegaskan bahwa Program Selasa Menyapa merupakan implementasi nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi janji pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan, melainkan harus hadir langsung di tengah-tengah rakyat.
“Program ini merupakan bukti bahwa pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui titik-titik pelayanan yang telah ditetapkan, sekaligus menyerap aspirasi secara langsung,” ungkapnya.
Malam silaturahmi tersebut juga menghadirkan inspirasi dari generasi muda. Salahudin, pemuda Desa Sondo, memaparkan inovasi Sondo Organik (SONIK), pupuk organik berbahan baku lokal yang mudah diperoleh, ramah lingkungan, serta terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah sebagai contoh nyata lahirnya solusi pembangunan dari desa.
Diskusi interaktif yang dipandu Raani Wahyuni, ST., MT., M.Sc. dan Dr. Karyadin berlangsung dinamis, membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, keluhan, maupun harapan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Momentum tersebut mempertegas bahwa pembangunan tidak hanya dilaksanakan dari balik meja birokrasi, tetapi dibangun melalui dialog yang terbuka dan partisipatif.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Bima juga menyerahkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat, mulai dari bantuan pangan, peralatan bagi penyandang disabilitas, hingga sejumlah bantuan pemberdayaan lainnya. Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program Selasa Menyapa kini semakin menegaskan dirinya sebagai wajah baru pelayanan publik di Kabupaten Bima. Dengan mendatangi langsung desa-desa, pemerintah tidak hanya membawa program dan bantuan, tetapi juga membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Semangat kolaborasi inilah yang diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Kabupaten Bima yang maju, berdaya saing, dan semakin dekat dengan rakyat
(RRS//RumaRenggeSape//007)
