Bimantika.net _Dalam rangka ciptakan kondisi Kondusif jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Jajaran Polsek Rasanae Barat (Rasbar) gelar Patroli dan razia sejumlah minuman keras (miras).
intensitas razia dan patroli jelang Natar terus ditingkatkan, dari Polsek Rasanae Barat (Rasbar) Polres Bima Kota Polda NTB.
Rabu mal (14/12), Tim Opsnal Polsek Rasbar, menyita tiga dus atau sedikitnya 68 botol Minuman Keras (Miras) jenis Arak Bali.
Kapolres Bima Kota AKBP Rohadi, S.I.K melalui Kapolsek Rasbar AKP Suhatta, Kamis (15/12) pagi ini membenarkan adanya patroli semalam di wilayah hukum Polsek Rasbar.
Puluhan botol miras tersebut, jelas AKP Suhatta, disita dari salah satu pickup yang sejak awal, saat patroli cipta kondisi jelang Nataru di wilayah hukum Polsek setempat.
“Saat patroli, Tim Opsnal mencurigai salah satu pickup yang lewat tersebut, membawa mengangkut miras. Benar adanya, saat digeledah, didapatkan tiga dus miras jenis arak Bali,”jelas Kapolsek Rasbar.
Barang bukti miras hasil sitaan itu, sambung AKP Suhatta menjelaskan, telah diamankan di Mako Polsek Rasbar.(***)
Bimantika.net _Subsektor Daru Kepolisian Resor Bima Polda NTB dipimpin Kasubsektor Ipda Sarujin melaksanakan gotong royong bersama masyarakat guna membersihkan puing-puing kebakaran yang terjadi tempo hari lalu di Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Rabu,14/12/22 Sekira Pukul 08.20. Wita Pagi Tadi.
Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko SIK, melalui kasi humas Iptu Adib Widayaka Mengatakan.
Kegiatan itu merupakan salah satu wujud nyata keperdulian Insan Bhayangkara Khususnya Polres Bima kepada masyarakat yang terkena Musibah.
“Saling membantu antara satu sama lain membuat kerja yang berat akan terasa ringan, kami tidak akan tinggal diam ketika melihat masyarakat terkena musibah” Ujar Kapolres mengutip Adib.
Kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat paling tidak dapat memberikan manfaat, apalagi disaat ada masyarakat mendapat musibah dan membutuhkan pertolongan imbuhnya.
Sementara itu Kasubsektor Daru Ipda Sarujin menghimbau kepada masyarakat agar sebelum berpergian jauh ataupun dekat agar selalu memeriksa sumber yang bisa menimbulkan kebakaran dengan cara memadamkan atau mencabut sehingga tidak terjadi Kebakaran.
Kegiatan yang dibalut dengan rasa kekeluargaan dengan semangat kebersamaan itu berjalan Lancar Tutupnya. (***)
Bimantika.net _Hadir sebagai pimpinan dalam pelatihan yang berlangsung di Aula Polres, Wakapolres Dompu, Kompol Abdi Mauludin, S.Sos meminta Anggota Opsnal Polres Dompu serius menyerap materi yang disampaikan oleh Tim Klinik Polres Dompu terkait Bantuan Hidup Dasar.
“Bantuan Hidup Dasar adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada korban henti jantung atau henti napas,” sebut Mauludin dalam sambutannya, saat acara yang berlangsung sejak pukul 09.30 Wita, Rabu (14/12/2022) di Aula Mako Polres Dompu.
Untuk itu ia meminta pada rekan-rekan Anggota Opsnal, supaya mendengarkan secara serius memahami materi yang disampaikan oleh pemateri dari Klinik Polres Dompu.
“Pelatihan ini sangat berguna bagi kita semua lebih khususnya bagi anggota opsnal yang lebih sering berada di lapangan, yang senantiasa sigap bergerak cepat saat menangani sitkamtibmas,” ucapnya.
Sementara dalam penyampaian materi dalam hal ini disampaikan oleh Dr. M. Ade Indra Sutomo, menyebutkan bahwa saat ini banyak orang meninggal secara mendadak, baik dari umur 20, 30 atau 40 tahun penyebabnya henti jantung atau henti napas.
“Penyebab terjadinya henti jantung atau henti nafas bisa terjadi karena faktor kelelahan atau konsumsi obat-obatan yang memicu jantung berdetak lebih cepat,” papar Ade Indra.
Ia juga mengungkapkan, bahwa saat Bantuan Hidup Dasar tidak hanya bisa di lakukan oleh tim medis saja, orang non medis bisa melakukan Bantuan Hidup Dasar.
“Dalam melakukan bantuan hidup dasar dilakukan tanpa alat bantuan apapun melainkan menggunakan organ tubuh kita,” urainya.
Kata Ade, Pola hidup sehat bisa menurunkan resiko terkena henti jantung atau henti nafas. Untuk itu, anggota perlu pembekalan dalam hal langkah-Langkah dalam pemberian bantuan hidup dasar terhadap korban henti jantung atau henti nafas.
Hadir pada saat kegiatan pelatihan, Wakapolres Dompu Kompol Abdi Mauludin, S.Sos, Tim Klinis Polres, Dr. M. Ade Indra Sutomo, KBO Sat Reskrim Ipda M. Nor Kurniawan, Paurkes Polres Dompu Aipda Muslihin serta Personel Polres Dompu dan Polsek Jajaran sebanyak 40 orang.
Kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar berakhir pada Pukul 10.30 wita berjalan aman dan lancar. (***)
Bimantika.net _Satuan Timsus Elang Polsek Woja, Selasa, 15 Desember 2022 sekitar pukul 14.30 wita berhasil meringkus terduga pelaku Pencurian di kediaman Nuraini (28) di Lingkungan II, Kelurahan Monta baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.
Penangkapan terduga pelaku yang diketahui inisial EJ alias Glenn (25) satu lingkungan dengan korban didasari atas Laporan Aduan Bernomor Polisi : Lepas/XII/2022/Sek Woja , mengenai tindak pencurian dengan pemberatan (curat), Tanggal 13 Desember 2022.
Kapolsek Woja, Ipda Zainal Arifin, S.Sos., mengungkapkan bahwa aksi terduga dilakukan dengan mencongkel mobil Dump Truck milik korban kemudian mengambil 2 (dua) set Aki Aktif merk GS warna putih.
“Korban tak hanya kehilangan Aki, mesin pompa air yakni Sanyo juga hilang,” ungkap Kapolsek.
Berdasarkan keterangan korban, kata Kapolsek, pada waktu kejadian, awalnya mobil Dump Truck miliknya diparkir di dalam gang, sekitar rumahnya, sekira pukul 21.00 Wita. Sampai pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita suami korban hendak ingin memanaskan mobil dam truk tersebut, tetapi mobil tersebut tidak bisa menyala.
“kemudian suami korban mencoba mengecek dam truck tersebut dan sontak saja ketika ia menyadari 2 buah aki dam truck tersebut hilang atau telah dicuri,” jelas Kapolsek.
Atas kejadian tersebut, lanjut Kapolsek, korban merasa keberatan dan mengalami kerugian sebesar RP. 2.600.000 (Dua Juta Enam Ratus Ribu Rupiah) dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Woja untuk ditindak lanjuti.
Menindaklanjuti laporan korban, timsus elang diperintahkan untuk melakukan penyelidikan terkait keberadaan Pelaku. Kemudian pada hari Selasa, tanggal 13 Desember 2022 sekitar pukul 14.30 wita, Tim mendapatkan informasi terkait keberadaan tersangka bahwa tersangka sedang Berada di Rumahnya.
“Mengetahui keberadaan terduga, Anggota Reskrim Polsek Woja yang dipimpin Kanit Reskrim Bripka Abdul Hamid, bergerak kemudian mengamankan terduga di rumahnya tanpa perlawanan,” tutur Kapolsek.
Dari serangkaian pengungkapan dan penangkapan, tutup Kapolsek, kini terduga pelaku beserta barang bukti berupa 1 (Satu) Buah mesin Sanyo merk Shimizu, dan 2 (Dua) Buah Aki ke Mako Polsek Woja untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.. (***)
Bimantika.net _Seorang pria diketahui bernama Alwi Sirajuddin (49) warga Desa Dorokobo, Kecamatan Kempo, Dompu, ditemukan tewas terlilit kawat (baca: kabel) berarus listrik di ladang jagung miliknya yang berlokasi di So Sori Kamau, wilayah Desa Kempo, Selasa (13/12/2022) sekira pukul 17.00 Wita.
Personil Polsek Kempo yang turun ke lokasi mendapati informasi bahwa Korban berangkat ke ladang sehari sebelumnya dengan tujuan untuk menjaga tanaman jagung dari gangguan binatang.
Kapolsek Kempo, Iptu Zuharis menyebutkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi terkait peristiwa dari Kepala Desa Dorokobo, Muhammad Taufik yang melaporkan adanya warga yang tersengat arus listrik.
“Korban ditemukan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya, yang dipasang mengelilingi area tanaman jagung miliknya,” tutur Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh anak korban Arjuna (18) bersama temannya Saifullah (19), Selasa, (13/12/2022) yang saat itu berniat untuk menjenguk orang tuanya yang berangkat untuk menjaga ladang sejak Senin, (12/12/2022) sehari sebelumnya.
“Pada pukul 15.30 wita sore tadi, kedua saksi berangkat untuk menjenguk orang tuanya, sampai tiba di lahan pukul 16.00 wita,” kata Kapolsek.
Sesampai di lahan, keduanya menyadari adanya arus listrik yang di pasang menggunakan tenaga surya tersebut masih dalam keadaan menyala kemudian oleh anak korban langsung mematikan arus listrik tersebut.
“Namun, ketika keduanya mengitari lahan tersebut untuk mencari orang tuanya yang ternyata sudah meninggal dengan posisi telungkup terlilit kabel pada bagian kaki yang dipasang,” ungkap Kapolsek.
Mendapat informasi terkait kejadian nahas tersebut, Personil Polsek Kempo langsung diterjunkan untuk memeriksa lokasi sekaligus membantu mengevakuasi korban bersama warga.
“Saat itu juga korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan atas kejadian tersebut, keluarga ikhlas menerima kepergian dengan ikhlas,” imbuh Kapolsek.
Sementara itu, Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat, S.I.K, yang mendapat informasi terkait kejadian menyampaikan turut berbelasungkawa sekaligus menghimbau para petani jagung untuk tidak memasang jebakan hewan berarus listrik.
“Seharusnya petani jagung dapat mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian sebelumnya, untuk tidak memasang jebakan berarus listrik, apapun motifnya, itu sangat berbahaya,” ujar Kapolres.
Di samping membahayakan diri sendiri, lanjut Kapolres, tak tutup kemungkinan orang lain dapat masuk dalam jebakan seperti itu. (***)
Bimantika.net _Pemerintah Kota Bima dibawah Kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) berhasil meraih penghargaan terbaik sebagai salah satu kota dalam Sistem Pengawasan Penataan Ruang.
Penghargaan itu dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penerbitan Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN yang di terima di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin, 12 Desember 2022.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan talk show yang bertemakan “Peran Strategis Penataan Ruang dalam Perwujudan Kawasan yang Berkualitas” ini berlangsung dengan lancar.
Kepala Bidang Penataan Ruang dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kota Bima, Junaidin, ST yang mewakili Pemerintah Kota Bima menyampaikan bahwa predikat terbaik tersebut diterima oleh Kota Bima bersama dengan 8 Kabupaten/Kota di Indonesia.
“Kota Bima merupakan satu-satunya Daerah di Provinsi NTB yang mendapatkan penghargaan tersebut,” jelasnya.
Tentu saja, penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Kota Bima menjadi suatu kebanggaan dan pencapaian yang perlu diapresiasi dan menjadi dorongan untuk terus melakukan kinerja yang baik.
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang dikonfirmasi Media Online Bimantika Selasa malam 13 Desember 2022 menyebutkan bahwa pentingnya penataan ruang Kota Bima sehingga akan berdampak baik pada tata ruang Kota Bima.
“Jajaran PUPR untuk tidak cepat merasa puas dengan capaian-capaian ini, karena Kota Bima masih membutuhkan penataan kedepannya untuk jauh lebih baik lagi” ujar Walikota HML. (***)
Bimantika.net _Rekonsiliasi Stunting Tingkat Provinsi NTB dan Kabupaten/kota se Propinsi NTB serta Diseminasi Hasil Evaluasi Pengawasan Percepatan Stunting Tingkat Provinsi NTB berlangsung Selasa (13/12) di Ballroom Hotel Golden Palace Mataram.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalillah, M.Pd tersebut mengundang seluruh Wakil Bupati/Wakil Walikota Se-NTB selaku ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Kabupaten/Kota dan diisi dengan sesi diskusi panel yang mengangkat topik Praktik baik/inovasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Lombok Timur.
Pada kesempatan tersebut Wagub Hj. Rohmi selaku Ketua TPPS NTB memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bima dan sejumlah daerah lain yang dipandang berhasil menangani stunting di Wilayah masing-masing.
Upaya pencegahan serta penurunan angka stunting Kota Bima mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2017 mencapai 36,5 %,
Sedangkan pada tahun 2021 berhasil ditekan menjadi 17,56 %, kemudian pada tahun 2022 di bulan November ditekan menjadi 14,81 %.
Angka ini lebih rendah dari angka NTB 16,9%, serta mendekati target nasional tahun 2024 sebesar 14,00%
Kepala Bappeda Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME menyambut baik forum rekon dan diseminasi ini sebagai wadah silaturahmi dan penguatan konvergensi lintas sektor dan tingkatan pemangku kepentingan.
“Apresiasi yang tinggi juga saya tujukan kepada tim TPPS Kota Bima yang terus konsisten mengawal penurunan angka stunting di Kota Bima, dan ini adalah bukti dari adanya sinergitas Pemerintah Kota Bima” ujarnya. (***)
Bimantika.net _Aksi premanisme segerombolan warga Desa Woro Kecamatan Madapangga lakukan penganiayaan terhadap salah seorang warga Desa Dena Kecamatan Madapangga Berujung Blokir Jalan oleh keluarga Korban.
Warga Dena dianiaya secara bar-bar oleh warga Woro sekitar 8 orang, Kecamatan Madapangga pada Senin (12/12/2022) sekitar pukul 22: 30 WITA di Desa Dena, dengan sangat beraninya lakukan aksi premanisme tersebut.
Dari delapan orang tersebut, baru dua orang yang diciduk oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Madapangga.
Akibatnya, blokade jalan lintas Desa Tonda- Dena menjadi sasaran hingga berlanjut pada Selasa (13/12/2022) sekitar pukul 11: 03 WITA.
Keluarga korban berharap agar Polisi melakukan penangkapan terhadap delapan orang pelaku penganiayaan yang dinilai tidak manusiawi.
“Akibat aksi premanisme sejumlah warga Woro, rumah keluarga saya menjadi berantakan, dan ini tindakan tidak manusiawi,”ujarnya.
Keluarga korban mengisahkan bahwa pada awalnya warga Woro datang ke rumah keluarga nya dengan jumlah delapan orang dengan pura- pura membeli rokok.
“Dari delapan orang tersebut, dua diantaranya masuk ke rumah lalu memukul keluarga saya” ungkapnya.
Segerombolan itu menurutnya kayak koboi yang membantai seseorang tanpa menjelaskan apa masalahnya.
Imbas dari aksi premanisme bak koboy jalanan yang tak berkemanusiaan itu, praktis keluarga besar korban penganiayaan blokade jalan lintas Dena Kecamatan Madapangga.
“Saya minta para pelaku, semuanya di tangkap dan diproses melalui jalur hukum agar kami mendapatkan keadilan atas perbuatan yang tidak manusiawi itu”ujar keluarga korban lainnya di lokasi pemblokiran jalan.
Sampai pada pukul 11: 30 WITA , blokade jalan masih berlangsung, namun pihak kepolisian tetap melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelaku penganiayaan yang sangat melanggar nilai kemanusiaan. (***)
Bimantika.net _Rekonsiliasi Stunting Tingkat Provinsi NTB dan Kabupaten/kota serta Diseminasi Hasil Evaluasi Pengawasan Percepatan Stunting Tingkat Provinsi NTB berlangsung Selasa (13/12) di Ballroom Hotel Golden Palace Mataram.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalillah, M.Pd tersebut mengundang seluruh Wakil Bupati/Wakil Walikota Se-NTB selaku ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten/Kota dan diisi dengan sesi diskusi panel yang mengangkat topik Praktik baik/inovasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Lombok Timur.
Pada kesempatan tersebut Wagub Hj. Rohmi selaku Ketua TPPS NTB memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bima dan sejumlah daerah lain yang dipandang berhasil menangani stunting.
Penurunan angka stunting Kabupaten Bima mendapat apresiasi dimana menurut e_ppgbm per 1 September tahun 2022 mencapai angka 13,88%. Angka ini lebih rendah dari angka NTB 16,9%, serta dibawah target nasional tahun 2024 sebesar 14,00%
Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer yang didampingi Pelaksana tugas Kepala DP3AP2KB Nurdin S.Sos, Kabid Perencanaan Pembangunan Sosial Budaya Bappeda Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc, Jafung Analis Kebijakan Muda DP3AP2KB staf gizi Dikes menyambut baik forum rekon dan diseminasi ini sebagai wadah silaturahmi dan penguatan kovergensi lintas sektor dan tingkatan pemangku kepentingan.
“Apresiasi yang tinggi juga saya tujukan kepada tim TPPS kabupaten Bima yang terus konsisten mengawal penurunan angka stunting di kabupaten. Hal ini penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak kita yang merupakan aset masa depan” . Ucapnya usai menerima piagam apresiasi atas komitmen dalam upaya penurunan stunting di kabupaten tersebut.(***)
Bimantika.net _November 2022 lalu bertempat di halaman kantor Dinas Pertanian Kota Bima, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menyerahkan secara simbolis bantuan pemerintah untuk Pengembangan Sentra Bawang Putih kepada kelompok tani.
Pada kesempatan itu Walikota HML menyampaikan bahwa pembangunan wilayah yang dibatasi oleh anggaran selayaknya diprioritaskan untuk pengembangan sektor-sektor potensial terhadap komoditas unggulan.
“Pemetaan ini selayaknya dilakukan sebagai salah satu upaya membuka peluang sektor unggulan yang diharapkan dapat mendorong komoditi-komoditi lain selain padi, jagung, kedelai untuk berkembang menjadi pendorong utama” ujar Walikota HML.
Menurut Walikota HML bahwa budidaya Bawang Putih ini berpeluang besar meningkatkan Income dan pendapatan para petani.
“Kita fokus melalui Dinas Pertanian kembangkan budidaya Bawang Putih” ujar Walikota HML saat di wawancara media online Bimantika Selasa 13 Desember 2022.
Kepala Dinas Pertanian Pertanian Kota Bima, Sulistiyanto, S.Pt. yang dikonfirmasi media online Bimantika menyebutkan terus memberikan dorongan, arahan dan pembinaan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Menurutnya PPL adalah sosok dan figur lapangan yang merupakan agent of change untuk tetap memberi warna perubahan melalui adopsi inovasi dan teknologi dalam upaya peningkatan produksi melalui teknis budidaya sesuai anjuran dengan menerapkan GAP (Good Agriculture Practice,red) dan GHP (Good Handling Practice,red).
Seperti rotasi tanaman, pengelolaan lahan, kebersihan benih, penggunaan benih unggul tahan hama dan penyakit, jarak tanam yang sesuai, pengendalian hama dan gulma , irigasi, pemupukan sesuai dosis, pemanenan yang tepat, pengeringan yang baik, penggunaan kemasan yang bersih, serta penyimpanan yang baik.
Pria yang telah melalang buana sebagai penyuluh sejak tahun 1986 ini tiada henti-hentinya menyemangati PPL untuk terus bersama petani meningkatkan produksi dan produktivitas sektor pertanian.
Semua upaya dan ikhtiar ini menurut Kadis Pertanian sebagai bentuk menterjemahkan visi dan misi Bapak Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE.
“Dan ini juga Sebagai upaya menterjemahkan Visi dan Misi Walikota HM Lutfi terhadap pembangunan ekonomi kota Bima” Demikian ujar Kadis Pertanian mengakhiri wawancaranya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Abdul Najir, S.Pt.,M.M menjelaskan bahwa pada bulan Juli 2022 ltelah mengajukan usulan Bantuan Pemerintah untuk Pengembangan Bawang Putih di Kota Bima pada Kementerian Pertanian RI seluas 12 Ha.
“Bantuan tersebut akan dialokasi di Kelurahan Lelamase 10 Hektar dan Kelurahan Nungga 2 Hektar” ujarnya.
Usulan tersebut terealisasi pada akhir September 2022 berupa Pupuk Hayati Cair (PHC) 120 liter, Pupuk Organik Cair (POC) 120 liter, Pupuk NPK Non Subsidi 4,2 ton, kapur dolomit 12 ton, plastik mulsa 96 roll dan benih basah putih sebanyak 8,4 ton.
Bantuan sarana produksi tersebut akan disalurkan bulan Desember 2022
“Besar harapan kami, bantuan ini dapat menjadi stimulus bagi petani untuk menanam bawang putih sebagai komoditi strategis yang dapat dikembangkan di Kota Bima”, ungkapnya.
Program Pengembangan Kawasan Bawang Putih ini dijadwalkan akan mulai dilakukan penanaman pada akhir bulan Desember 2022.
Kegiatan ini merupakan project rintisan, walaupun pada tahun 2021 pernah dilakukan uji coba skala kecil (demplot) penanaman bawang putih di Kelurahan Lelamase Kecamatan Rasanae Timur dan berhasil.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari pembinaan dan pendampingan teman-teman PPL Wilayah Kerja UPTD BPP Rasanae Timur.
Kepala UPTD BPP Rasanae Timur saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Kelurahan Lelamase dan Kelurahan Nungga merupakan dua kelurahan yang berpotensi untuk diusulkan sebagai sentra pengembangan bawang putih di Kota Bima.
“Kami siap menyambut baik inisiatif pengembangan bawang putih ini karena memang di lokasi tersebut sesuai dengan persyaratan tumbuhnya” ujarnya.
Sebagai gambaran bahwa bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu komoditas pangan strategis nasional.
Namun, sebagian besar pemenuhannya masih berasal dari impor.
Produktivitas bawang putih bisa mencapai 15-18 ton/ha dengan harga jual di tingkat petani berkisar pada Rp. 20.000 – 25.000 per kg (basah).
Keuntungan yang diperoleh petani masih cukup menjanjikan untuk dikembangkan yakni 12-14 juta per Hektar. (***)