
Bimantika.net _November 2022 lalu bertempat di halaman kantor Dinas Pertanian Kota Bima, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menyerahkan secara simbolis bantuan pemerintah untuk
Pengembangan Sentra Bawang Putih kepada kelompok tani.
Pada kesempatan itu Walikota HML menyampaikan bahwa pembangunan wilayah yang dibatasi oleh anggaran selayaknya diprioritaskan untuk pengembangan sektor-sektor
potensial terhadap komoditas unggulan.
“Pemetaan ini selayaknya dilakukan sebagai salah satu upaya membuka peluang sektor unggulan yang diharapkan dapat mendorong komoditi-komoditi lain selain padi, jagung, kedelai untuk berkembang menjadi pendorong utama” ujar Walikota HML.
Menurut Walikota HML bahwa budidaya Bawang Putih ini berpeluang besar meningkatkan Income dan pendapatan para petani.
“Kita fokus melalui Dinas Pertanian kembangkan budidaya Bawang Putih” ujar Walikota HML saat di wawancara media online Bimantika Selasa 13 Desember 2022.
Kepala Dinas Pertanian Pertanian Kota Bima, Sulistiyanto, S.Pt. yang dikonfirmasi media online Bimantika menyebutkan terus memberikan dorongan, arahan dan pembinaan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Menurutnya PPL adalah sosok dan figur lapangan yang merupakan agent of change untuk tetap memberi warna perubahan melalui adopsi inovasi dan teknologi dalam upaya peningkatan produksi melalui teknis budidaya sesuai anjuran dengan menerapkan GAP (Good Agriculture Practice,red) dan GHP (Good Handling Practice,red).
Seperti rotasi tanaman, pengelolaan lahan, kebersihan benih, penggunaan benih unggul tahan hama dan penyakit, jarak tanam yang sesuai, pengendalian hama dan gulma , irigasi, pemupukan sesuai dosis, pemanenan yang tepat, pengeringan yang baik, penggunaan kemasan yang bersih, serta penyimpanan yang baik.
Pria yang telah melalang buana sebagai penyuluh sejak tahun 1986 ini tiada henti-hentinya menyemangati PPL
untuk terus bersama petani meningkatkan produksi dan produktivitas sektor pertanian.
Semua upaya dan ikhtiar ini menurut Kadis Pertanian sebagai bentuk menterjemahkan visi dan misi Bapak Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE.
“Dan ini juga Sebagai upaya menterjemahkan Visi dan Misi Walikota HM Lutfi terhadap pembangunan ekonomi kota Bima” Demikian ujar Kadis Pertanian mengakhiri wawancaranya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan
Hortikultura (TPH) Abdul Najir, S.Pt.,M.M menjelaskan bahwa pada bulan Juli 2022
ltelah mengajukan usulan Bantuan Pemerintah untuk Pengembangan Bawang
Putih di Kota Bima pada Kementerian Pertanian RI seluas 12 Ha.
“Bantuan tersebut
akan dialokasi di Kelurahan Lelamase 10 Hektar
dan Kelurahan Nungga 2 Hektar” ujarnya.
Usulan tersebut terealisasi pada akhir September 2022 berupa Pupuk Hayati Cair (PHC) 120 liter, Pupuk Organik Cair (POC) 120 liter, Pupuk NPK Non Subsidi 4,2 ton, kapur dolomit 12 ton, plastik mulsa 96 roll dan benih basah putih sebanyak 8,4
ton.
Bantuan sarana produksi tersebut akan disalurkan bulan Desember 2022
“Besar harapan kami, bantuan ini dapat menjadi stimulus bagi petani untuk menanam bawang
putih sebagai komoditi strategis yang dapat dikembangkan di Kota Bima”, ungkapnya.
Program Pengembangan Kawasan Bawang Putih ini dijadwalkan akan mulai dilakukan penanaman pada akhir bulan Desember 2022.
Kegiatan ini merupakan project rintisan, walaupun pada tahun 2021 pernah dilakukan uji coba skala kecil (demplot) penanaman bawang putih di Kelurahan Lelamase Kecamatan Rasanae Timur dan berhasil.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari pembinaan dan pendampingan teman-teman PPL Wilayah Kerja UPTD BPP
Rasanae Timur.
Kepala UPTD BPP Rasanae Timur saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Kelurahan Lelamase dan Kelurahan Nungga merupakan dua kelurahan yang berpotensi untuk diusulkan sebagai sentra pengembangan bawang putih di Kota Bima.
“Kami siap menyambut baik inisiatif pengembangan bawang putih ini karena memang di lokasi tersebut sesuai dengan persyaratan
tumbuhnya” ujarnya.
Sebagai gambaran bahwa bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu komoditas
pangan strategis nasional.
Namun, sebagian besar pemenuhannya masih berasal dari impor.
Produktivitas bawang putih bisa mencapai 15-18 ton/ha dengan harga jual di tingkat petani berkisar pada Rp. 20.000 – 25.000 per kg (basah).
Keuntungan yang diperoleh petani masih cukup menjanjikan untuk dikembangkan yakni 12-14 juta per Hektar. (***)
