Kawal Penyaluran BLT DD Desa Dena, Bhabinkamtibmas Polsek Madapangga Ajak Pemdes dan Warga Sinergi Jaga Kamtibmas

jpn

Bimantika.net -Personel Polsek Madapangga Polres Bima Polda NTB melaksanakan pengamanan pembagian Bantuan langsung  Tunai di Desa Dena Kecamatan Madapangga  Kabupaten Bima.

Pengamanan itu dilaksanakan oleh bhabinkamtibmas desa  Dena Brigpol M. Taufik. Selasa (6/5/25) Sekira Pukul  09.00.Wita hingga Pukul 09..00. Wita di Aula kantor Desa Setempat.

Kapolsek Madapangga  Ipda Mujahidin melalui kasi humas AKP Adib Widayaka mengatakan kegiatan tersebut guna mencegah adanya penerimaan Bantuan langsung Tunai yang ganda atau penerima Dobel sehingga dapat memicu terjadinya gangguan Kamtibmas.

Pembagian/pencairan Dana Desa (BLT DD)  terhitung mulai bulan Januari hingga Bulan Juni 2025 yang bersumber  dari  anggaran Desa Dena Sebesar Rp. 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu rupiah) per KK.Tahun Anggaran 2025. Bantuan tersebut diterima oleh 21 penerima manfaat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kades Campa, Bhabinkamtibmas Desa Dena Ketua BPD dan masyarakat penerima bantuan BLT DD di desa Dena.

Dalam kesempatan itu juga Brigpol M.Taufik SH mengajak seluruh elemen masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.00 tersebut dikendalikan oleh Kapolsek Madapangga Ipda Mujahidin dan berjalan dengan aman. (****)

Aktif Bantu Petani di Desa Binaan, Bhabinkamtibmas Polsek Sanggar Sukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional

jpn

Bimantika.net -Memantau dan membantu kegiatan petani di wilayah binaan menjadi rutinitas Bhabinkamtibmas Aipda Aswad, S.IP, Polsek Sanggar Polres Bima Polda.

Hal itu ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Oi Saro Aipda Aswad, S.IP yang membantu proses panen dan penjemuran jagung warga binaan pada Senin 5 Mei 2025. Siang kemarin.

Jagung milik bapak Adnan yang di panen diatas lahan seluas 15 hektar itu saat dalam tahan pengeringan dan pemanenan.Informasi harga di Desa Oi Saro berkisar di angka Rp 4100.

“Kegiatan itu merupakan wujud sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional”. Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., sebagaimana diulas Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Selain itu kegiatan yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas untuk mengetahui dan mendeteksi dini kemungkinan adanya kendala yang dihadapi oleh para petani.(%**##)

Walikota Bima Serius Berantas Narkoba, Waktu Dekat Aparatur Pemkot Tes Urine

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin, SE mengungkapkan bahwa dirinya menginginkan dalam waktu dekat akan melakukan tes urine bagi seluruh aparatur Pemerintah Kota Bina.

“Ini wujud keseriusan kami menekan dan memberantas peredaran narkoba, dimulai dari aparatur pemerintah”

Hal itu diungkapkan Aji Man Sapaan Akrab Walikota Bima didampingi Asisten I Setda Kota Bima dan Kepala Kesbangpol Kota Bima saat menerima audiensi Kepala BNN Bima bersama jajarannya di Ruang Kerja Wali Kota, pada Senin, 5 Mei 2025.

“Tes urine kita lakukan dalam waktu dekat, kita mulai dari pejabat Eselon 2, eselon 3 dan seluruh aparatur di lingkungan Pemkot Bima,” ungkap Wali Kota Bima.

Wali Kota Bima menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini juga pihaknya akan mengundang seluruh ketua RT dan ketua RW se Kota Bima.

Termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam rangka menyampaikan bahaya penggunaan narkoba yang kian hari kian mengkhawatirkan.

“Saya heran juga, barang haram ini mudah sekali didapat, dikejar-kejar lalu ditangkap. Tetapi tidak membuat kapok bagi para terduga pengguna dan pemiliknya. Langkah sejak dini harus terus kita dorong, khususnya bagi Polri, TNI dan BNN untuk bersatu padu perangi barang haram ini,” pungkasnya. (****//Kominfo)

Walikota Bima Aji Man Lepas 310 Calon Jamaah Haji Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin, SE (Aji Man) melepas secara resmi calon jamaah Haji Kota Bima pada musim haji 1446 Hijriyah tahun 2025 Masehi sebanyak 310 orang, di Halaman Masjid H. M. Nur A. Latif kantor Wali Kota Bima, pada Senin, 5 Mei 2025.

Pelepasan para calon jamaah haji ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, Sekretaris Daerah Kota Bima, Staf Ahli Wali Kota, Asisten I, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bima, Camat, Lurah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, Ketua Baznas Kota Bima, serta calon Jamaah Haji Kota Bima.

Sebanyak 310 orang Jamaah Haji Kota Bima dibagi kedalam 2 kloter, dimana Transportasi Pesawat Pulang-Pergi Bima-Mataram dan Hotel Penginapan di Mataram ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Bima.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, H. Mansyur, S.Ag, menyampaikan, tahun ini Kota Bima mendapatkan porsi atau kuota haji yang sangat besar yaitu sebanyak 310 orang. Ini merupakan keberangkatan jamaah haji terbanyak selama ini.

“310 calon jamaah haji dibagi menjadi 2 kloter yakni 155 calon jamaah haji pada kloter 8, dan 155 calon jamaah haji pada kloter 10. Kloter 8 mulai diberangkatkan pada tanggal 8-9 Mei 2025 dari LOP Lombok menuju Madinah pada Jam 00:45 dini hari tanggal 11 Mei 2025. Sementara itu, calon jamaah haji pada Kloter 10 berangkat dari Kota Bima tanggal 11-12 Mei 2025, dan akan diberangkatkan dari LOP Lombok menuju Madinah pada 13 Mei 2025 sore hari,” ungkapnya.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman, menyampaikan, hari ini hari membahagiakan bagi para calon jamaah haji, lebih khusus bagi pemerintah Kota Bima karena telah mendapatkan keberkahaan dikunjungi oleh tamu Allah, tamu baginda Rasulullah SAW yakni para calon jamaah haji.

“Bapak dan Ibu adalah orang terpilih langsung dari Allah SWT. Doa kami seluruh masyarakat dan Pemerintah semoga Allah limpahkan kesehatan dan kekuatan kepada seluruh calon jamaah haji,” ujarnya.

Wali Kota Bima mengaku bahwa tahun 2025 adalah tahun terberat bagi seluruh pemda se Indonesia, termasuk Kota Bima melalui kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.

“310 calon jamaah haji Ini adalah tamu Allah, tamu baginda Rasul, tidak ada artinya dana sekian untuk memuliakan calon jamaah haji. Tiket pesawat pulang-pergi Bima-Mataram, serta hotel ditanggung oleh Pemerintah Kota Bima,” ucap Wali Kota.

Ia berharap mudah-mudahan perjalanan suci para tamu Allah dilancarkan, sehingga semua rukun dan sunah Haji dapat dilakukan dengan sempurna, dan dapat kembali dalam pelukan keluarga sebagai Haji mabrur.

“Kepada petugas Haji, layani semaksimal mungkin. Saya titip calon jamaah haji untuk dilayani secara maksimal mulai berangkat hingga pulang ke tanah air berkumpul kembali bersama keluarga tercinta,” pungkasnya. (****//kominfo)

Satlantas Polres Bima Gelar Pengamanan Arus Lalulintas Keberangkatan Calon Jama’ah Haji

jpn

Bimantika.net -Sat lantas Polres Bima Polda NTB melaksanakan pengamanan jalur keberangkatan Calon Jam,ah Haji pada hari Senin 5 Mei 2025.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00. Wita ini bertempat di depan Masjid Agung Kabupaten Bima di kendalikan oleh Kasatnya Iptu Ady Rijal Pangihutan Sipayung S.Tr.K.

Pengamanan jalur atau pengaturan Arus Lalulintas itu bertujuan untuk mencegah terjadinya kemacetan sehingga proses keberangkatan Calon Jama,ah Haji berjalan dengan lancar.

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasat Lantas Iptu Ady Rijal Pangihutan Sipayung S.Tr.K.,menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengamanan maupun pengawalan rangkaian kegiatan  keberangkatan para calon jemaah haji di Wilayah Kabupaten Bima.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin dan merupakan layanan kepolisian terhadap Calon jama’ah haji saat musim haji tiba”. Jelasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan Aman. (****)

Pantai Wane Aman Dikunjungi, Kapolres Bima Tempatkan Personil Siaga Pengamanan Wisata

jpn

Bimantika.net -Pantai Wane yang terletak di  di Dusun Wane Desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima merupakan salah satu tempat wisata yang di padati pengunjung Liburan akhir pekan.

Untuk mencegah terjadinya aksi premanisme dan guankamtibmas lainnya dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung Polsek Monta Polres Bima Polda NTB melaksanakan patroli pengamanan Wisata.

Kegiatan tersebut dikendalikan oleh Kapolseknya Iptu Sudarto SH pada Minggu 4 Mei 2025 sekira pukul 11.00. Wita.

Tim patroli tidak saja melakukan pengamanan saja akan tetapi juga memberikan himbauan Kamtibmas kepada para pengunjung diantaranya, 

Pengunjung  diminta memperhatikan barang barang bawaan, mengunci kendaraan dan tidak membiarkan anak-anak mandi laut sendiri.

Sementara itu di tempat terpisah Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K., melalui kasi humas AKP Adib Widayaka menjelaskan patroli tersebut guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung yang menikmati liburan.

“Kami akan siagakan personel di tempat wisata guna mencegah Aksi premanisme, Pemalakan, Kasus 3C dan lainnya yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat yang menikmati hari libur bersama keluarganya” Ungkap Kapolres mengutip Adib.

Para pengunjung juga diharapkan agar menjaga keindahan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melaporkan ke petugas bila menemukan atau mengetahui adanya tindak Kriminal. (****)

Kodim 1608/Bima Gagalkan Peredaran Narkoba di Desa Penapali Woha, BB 32 Pocket

jpn

Bimantika.net -Kodim 1608/Bima melalui jajaran Koramil 1608-04/Woha bersama Unit Intel Kodim 1608/Bima berhasil menggagalkan peredaran Narkoba di Desa Penapali Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Penggerebekan berlangsung pada Kamis malam (1/5) pukul 20.00 hingga 22.30 WITA di area tambak desa setempat.

Operasi ini dilakukan atas dasar laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

Atas Informasi itu segera ditindaklanjuti secara berjenjang oleh Babinsa hingga ke Dandim 1608/Bima, yang kemudian memerintahkan Danramil dan Pasi Intel untuk melakukan penindakan.

Penggerebekan dipimpin langsung oleh Danramil 1608-04/Woha, Kapten Cba. Iwan Susanto, S.H., dan Pasi Intel Kodim 1608/Bima, Kapten Inf. Bambang Herwanto.

Dan dengan melibatkan personel gabungan. Aksi tersebut turut disaksikan oleh Ketua RT 04/RW 02 dan Ketua RW 02 Dusun Pali, Desa Penapali.

Tiga orang tersangka berhasil diamankan, yaitu: S alias Boris (petani), warga Desa Talabiu, Kecamatan Woha. IRW asisten rias pengantin, warga Desa Naru, Kecamatan Woha dan MJ (petani), warga Desa Talabiu, Kecamatan Woha.

Barang bukti yang diamankan di lokasi antara lain: 32 poket Narkoba jenis sabu seberat total 38,68 gram, 5 buah dompet, 3 unit handphone, 4 tas ukuran sedang, 2 dompet emas kecil, Uang tunai sebesar Rp1.390.000, 1 bungkus rokok Logis, 1 buah bong, 3 buah korek api, 1 unit timbangan elektrik, 4 sedotan alat takar, 1 bilah pipa kaca, 1 set alat suntik, 1 unit gembok rumah dan 1 bilah gunting kecil

Para tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Makodim 1608/Bima untuk proses pendalaman awal, sebelum akhirnya diserahkan kepada Polres Bima pada untuk proses hukum lebih lanjut.

Ketua RT 04/RW 02 Dusun Pali, Desa Penapali, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran TNI atas langkah cepat yang diambil.

“Kami sangat berterima kasih atas tindakan cepat dan tegas dari TNI. Aktivitas peredaran Narkoba di daerah ini sudah sangat meresahkan warga. Kami berharap tindakan ini menjadi efek jera,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1608/Bima Letkol Inf. Andi Lulianto, S.Kom., M.M. membenarkan adanya penggerebekan tersebut dan menegaskan komitmen Kodim dalam pemberantasan Narkoba.

“Pemberantasan Narkoba menjadi tanggung jawab moral kita bersama. Kodim 1608/Bima akan terus mendukung upaya menjaga generasi muda dari bahaya narkotika” ujarnya.

Dandim mengapresiasi keberanian warga dalam melaporkan aktivitas ilegal ini dan akan terus merespons cepat setiap laporan dari masyarakat.

Kodim 1608/Bima kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas wilayah dan memantu aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran Narkoba, demi terciptanya lingkungan yang aman, bersih, dan sehat bagi seluruh masyarakat. (Kodim 1608/Bima//****)

Walikota Bima : Kritiklah Karena Kepedulian, Jangan Menghujat Karena Kebencian

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin, SE mengungkapkan bahwa dukungan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan misi pembangunan yang berkelanjutan.

“Salah satunya, menata daerah ini agar terlihat nyaman dan tertata dengan baik” ujar Aji Man Sapaan Akrab Walikota Bima didampingi Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan saat menghadiri acara silaturrahmi bersama masyarakat Kelurahan Kolo, di Lapangan Karang Taruna Kolo, pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Ia menegaskan, dirinya bersama Wakil Wali Kota Bima tidak alergi dengan kritik dan masukan yang membangun. Sepanjang kritikan itu disampaikan dengan cara santun.

“Kami tidak alergi terhadap kritik, tapi kritiklah dengan cara yang santun, dengan cara yang baik. Kritik dengan cara baik artinya kritik itu lahir karena kepedulian, tetapi kritik dengan menghujat artinya kritik itu lahir karena kebencian,” tegas Wali Kota.

Wali Kota Bima juga menyoroti terhadap penertiban rombong atau lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memanfaatkan fasilitas umum, diatas bahu jalan dan trotoar.

“Mari bantu Kota Bima dalam rangka merubah wajah Kota Bima agar tertata dengan baik. Kami bongkar lapak PKL hanya menertibkan. Silahkan berjualan, tapi jangan bangun secara permanen,” ujar Wali Kota Bima.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung segala program pembangunan di Kota Bima. Terutama mewujudkan Kota Bima yang Bersih, Indah, Sehat dan Asri.

“Saya dan pak Wakil Wali Kota tak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen. Mari bersama bangun Kota Bima yang maju, bermartabat dan berkelanjutan,” ajaknya. (*###//kominfo)

Zaharuddin : Pembentukan PPS Aspirasi Rakyat Pulau Sumbawa Sejak Lama

jpn

Pemerhati Pembangunan NTB, Zaharuddin HM. Saleh, SH menyampaikan sejumlah pokok pikirannya terkait Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Pada Media Online Bimantika Sabtu (3/5) Ia menyebut Wacana pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa bukan gagasan baru melainkan aspirasi rakyat Pulau Sumbawa sejak lama.

Zaharuddin pun menyebutkan bahwa Presidium Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (P4S) adalah wadah yang mengorganisir aspirasi ini.

Pemekaran ini dipandang sebagai koreksi historis atas sentralisasi kekuasaan yang selama puluhan tahun memarjinalkan peran pulau Sumbawa dalam tata kelola provinsi.

Aspirasi ini mencerminkan keinginan kuat masyarakat untuk memperoleh otonomi lebih besar dalam mengelola sumber daya alam sendiri yang selama ini dirasakan terpinggirkan dari pusat provinsi NTB di Lombok.

Aspirasi rakyat ini terhalang oleh kebijakan moratorium pemekaran daerah yang diterapkan pemerintah pusat sejak tahun 2014.

Alasan utama moratorium ini berkaitan dengan upaya pemerintah untuk menata ulang sistem administrasi negara, mencegah pemborosan anggaran, serta menilai kembali efektivitas daerah otonom baru (DOB) yang telah terbentuk sebelumnya.

Zaharuddin menyampaikan sejumlah pointer penting dampak dari pembentukan PPS diantaranya ;

  1. Pembentukan PPS adalah aspirasi seluruh masyarakat Pulau Sumbawa sejak lama.
  2. PPS adalah harga mati.
  3. Hindari diskusi tentang ibukota krn berakibat terhambatnya kesamaan pandangan. Pun saya tidak sepakat dengan adanya wacana sebagian kecil masyarakat memperdebatkan tentang ibukota propinsi.
  4. Fokus utk DOB karena masalah penunjukan ibukota propinsi menjadi domain pemerintah pusat.
  5. Saat nya masyarakat pulau sumbawa bersatu menyongsong deklarasi 15 mei mendatang.
  6. Pembentukan daerah otonomi baru harus didasarkan pada Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan peraturan lainnya yang relevan.
  7. Menjawab tuntutan perlakuan yg adil dari pemerintah propinsi ntb terhadap dua pulau, lombok dan sumbawa
  8. Daerah yang ingin menjadi daerah otonomi baru harus memenuhi kriteria tertentu, seperti kemampuan ekonomi, potensi daerah, dan kemampuan untuk menyelenggarakan pemerintahan yang efektif.
  9. Daerah yang ingin menjadi daerah otonomi baru harus memiliki rencana strategis yang jelas untuk pembangunan dan pengembangan daerah.
  10. Proposal pembentukan daerah otonomi baru harus diajukan kepada pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi.
  11. Pemerintah pusat akan melakukan studi kelayakan untuk menilai kemampuan daerah tersebut untuk menjadi daerah otonomi baru.
  12. Pembentukan tim yang terdiri dari berbagai stakeholder, seperti pemerintah daerah, masyarakat, dan akademisi, untuk mengawal proses pembentukan daerah otonomi baru.
  13. Penggalangan dukungan dari masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat untuk pembentukan daerah otonomi baru.

Salah satu argumen paling kuat yang diajukan oleh para pendukung pemekaran adalah ketimpangan pembangunan antara Lombok dan Sumbawa. Berbagai indikator pembangunan menunjukkan dominasi Lombok, khususnya Kota Mataram dalam alokasi anggaran, infrastruktur, dan layanan publik.

Sebagai contohnya adalah distribusi fasilitas pendidikan tinggi dan rumah sakit rujukan sebagian besar terpusat di Lombok.

Akibatnya masyarakat dari Sumbawa sering harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan dasar.

Pulau Sumbawa dapat menunjukkan sejumlah indikator kesiapan: lima daerah yang telah terbentuk dengan struktur birokrasi yang mapan dan dukungan politik lokal dari DPRD serta kepala daerah, ditambah lagi dengan kajian akademik yang memperlihatkan potensi fiskal dan kapasitas kelembagaan.

Dalam hal ini moratorium justru menciptakan semacam “politik penundaan” yang tidak hanya menahan aspirasi masyarakat, tetapi juga memperlambat proses pembangunan berbasis inisiatif lokal.

Di balik kebijakan moratorium, terdapat dinamika politik anggaran yang tidak bisa diabaikan.

Pemerintah pusat khawatir bahwa pemekaran akan meningkatkan beban APBN karena harus membiayai pembentukan lembaga-lembaga baru.

Biaya tersebut seperti kantor gubernur, DPRD provinsi, hingga perangkat vertikal kementerian. Namun, pendekatan ini sering kali mengabaikan potensi jangka panjang dari pemekaran yang direncanakan dan dikelola dengan baik. (****)

Edarkan Narkoba, Wanita Muda Asal Desa Bontokape Ditangkap Polisi

jpn

Bimantika.net -Seorang perempuan berinisial JD (27) Warga Desa Bontokape Kecamatan Bolo Kabupaten Bima diamankan Polsek Bolo Polres Bima Polda NTB pada Jum,at (02/05/25) sekira pukul 20.35.Wita.

Yang bersangkutan diamankan berdasarkan informasi masyarakat yang menyebut adanya indikasi transaksi narkoba jenis Shabu di rumahnya yang meresahkan masyarakat.

“Terduga Pelaku menjadikan rumahnya sebagai tempat transaksi Narkoba jenis Shabu” demikian informasi yang diterima oleh pihak Kepolisian.

Menindaklanjuti Informasi itu Kapolsek Bolo AKP Nurdin bersama personelnya bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Tiba di TKP dan tanpa buang waktu petugas melakukan tindakan hukum dengan menggerebek dan mengamankan terduga pelaku.

Dalam penggerebekan itu petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa 14 poket narkoba jenis Shabu siap edar, uang tunai sebesar Rp 5.80.000. yang diduga hasil penjualan barang haram/ Narkoba jenis Shabu.

Dihadapan petugas Perempuan 27 tahun ini mengakui 14 pocket Shabu itu di jual dan dibagi dengan rincian 7 pocket di bandrol harga Rp. 100. 000 dan 7 pocket di bandrol harga Rp.150.000.

Selain itu petugas juga ikut mengamankan sejumlah barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana Narkotika sesuai dengan UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Penangkapan terduga pelaku itu dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kapolsek Bolo AKP Nurdin.

“Benar kami mengamankan saudari JD bersama BB yang diduga narkoba dan sejumlah barang bukti lainnya”. Ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya JD dan BB saat ini diamankan di Mapolsek Bolo dan akan di serahkan ke Satreskoba Polres Bima.

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka mengapresiasi peran serta masyarakat yang memberikan informasi sehingga kepolisian bergerak cepat mengamankan terduga pelaku.

“Terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah membantu pihak Kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Bima”. Tutupnya. (****)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom