jpn
Oleh: Junari, S.I.Kom ( Aktivis Muslimah Dompu)
Bimantika.net -Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan ikut mengawal penanganan kasus anak yang diduga ditelantarkan dan dianiaya oleh ayah kandungnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Anak tersebut saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati (Tirto.id 13/06/2025).
Kasus kekerasan anak terus meningkat baik kekerasan fisik maupun seksual. Anak menjadi sasaran utama yang paling mudah dalam melakukan kejahatan bagi orang lain, bahkan orang tua sendiri melakukan kekerasan terhadap anaknya.
Ini karena minimnya peran orang tua sebagai pendidik, pelindung bagi anak-anaknya. Mereka disibukkan mencari materi sebanyak-banyaknya untuk menutupi kebutuhan yang terus meningkat.
Peran ibu sebagai pendidik pertama bagi anaknya dan melindungi anaknya tidak dijalankan. Peran seorang ayah pun terabaikan dalam melindungi keluarga.
Sulitnya mendapatkan pekerjaan membuat sebagian keluarga lalai dalam pengasuhan, karena fokus utama orang tua adalah mencari nafkah.
Terlebih, harga berbagai macam kebutuhan terus melambung tinggi, sehingga menuntut mereka untuk membanting tulang. Bahkan tidak sedikit dari pekerja yang menghalalkan segala cara.
Hal ini tidak lain, karena sedikitnya kesadaran akan ilmu agama dan lemahnya iman. Lingkungan yang tidak perduli membuat anak sulit berkembang, yang ada hanya anak hidup dalam tekanan, anak menjadi korban utama pelampiasan atas problematika kehidupan.
Sistem kapitalisme menghilangkan peran keluarga terhadap anak. Sistem ini memberikan peluang seluas-luasnya kepada keluarga untuk mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya.
Sehingga orang tua yang memiliki tanggungjawab terhadap perkembangan anak, terlalaikan. Disibukkan bekerja, sehingga waktu untuk mengasuh dan mendidik anak hanya sedikit.
Ini karena sistem kapitalisme membuat peran orang tua tidak tahu bagaimana cara mendidik dan mengasuh anak.
Lingkungan dan tayangan media pun bisa menjadi pemicu terjadinya kekerasan pada anak. Sistem ini juga membuat hubungan sosial antar masyarakat hidup individualis, tidak peduli pada sesama, sehingga memudahkan terjadinya kekerasan terhadap anak.
Di Indonesia, sebenarnya sudah ada perlindungan peraturan undang-undang tentang perlindungan anak, juga perlindungan atas kekerasan seksual pada anak, juga tentang pembangunan keluarga.
Namun nyatanya semua itu tidak mampu menuntaskan persoalan kekerasan pada anak. Sebab, UU tersebut dibangun dengan ruh sekuler dan kapitalis, sehingga tidak menyentuh akar permasalahan terjadinya beragam kekerasan pada anak, yang disebabkan oleh faktor yang kompleks.
Maka sistem kapitalisme tidak akan mampu melindungi hak-hak anak dan tidak akan mampu mengembalikan peran lingkungan di sekitar. Sebab sistem kapitalisme adalah sistem yang salah.
Sistem ini lahir dari kesepakatan manusia, sehingga memisahkan agama dari kehidupan.
Untuk mengembalikan peran orang tua dan lingkungan di sekitar, harus dengan memperjuangkan kebenaran yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah. Petunjuk yang benar dalam menjalankan kehidupan hanya ada pada Islam.
Oleh karena itu, Islam adalah solusi tuntas problematika umat bukan yang lain.
Pasalnya, peran mendidik anak bukan di limpahkan pada personal saja sebagai orang tua atau keluarga. namun dalam Islam semuanya ikut andil dalam memberikan pendidikan dan perkembangan anak yang baik, yakni negara sebagai penanggung jawab utama atas rakyatnya, kehidupan bermasyarakat pun bertanggung jawab untuk saling melindungi, dan lingkungan keluarga,
Semuanya memiliki peran untuk saling melindungi Disamping itu, negara akan menyediakan pekerjaan bagi kepala keluarga dan memberikan peluang bagi seorang ibu rumah tangga untuk menjalankan fungsinya yaitu mendidik dan menanamkan akidah Islam yang benar dan baik sesuai syariat. Hanya dengan kembali memperjuangkan tegaknya negara Islam umat akan hidup sejahtera, tentram jiwanya, terjaga iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Walhasil, Islam agama yang komprehensif, mengatur semua peraturan kehidupan dengan sangat sempurna karena Islam bukan hanya agama yang mengatur ibadah namun semua aspek, Islam agama yang sempurna memberikan solusi yang hakiki. Wallahu’allam. (***)