Komisi l DPRD Kota Bima Akan “Adili” BKPSDM dan Sekda Terkait Kisruh Penempatan ASN P3K

jpn

Bimantika.net -Terbitnya surat penugasan yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima untuk memindahtugaskan puluhan tenaga PPPK lulusan 2025 dari unit kerja asal ke OPD lain, terus menjadi sorotan publik.

Surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kota Bima itu diduga terbit tanpa sepengetahuan peserta PPPK dan dinilai terkesan dipaksakan.

Sekda Kota Bima, Drs. H. Mukhtar Landa,MH saat dimintai tanggapan oleh sejumlah awak media usai rapat paripurna DPRD Kota Bima di Kantor DPRD, memilih untuk tidak memberikan komentar terkait polemik SK yang ia tandatangani tersebut.

“Jangan tanyakan ke saya, langsung tanyakan ke BKSDM kalau soal SK itu,” ujarnya singkat dengan nada ketus sebelum bergegas meninggalkan ruangan, Kamis (3/7/2025).

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, Yogi Prima Ramadhan, SE, menyatakan akan segera memanggil pihak BKSDM dan dinas terkait untuk dimintai penjelasan dan klarifikasi mengenai penerbitan SK pemindahan puluhan PPPK tersebut.

“Kami akan memanggil BKSDM Kota Bima untuk dimintai penjelasan dan klarifikasi. Besok kita panggil, atau paling lambat hari Senin,” tegas Yogi.

Di tempat terpisah, sejumlah awak media yang mendatangi Kantor BKSDM Kota Bima tidak dapat menemui Kepala BKSDM karena sedang cuti. Sejumlah pegawai menyebutkan bahwa pimpinan mereka baru akan masuk pada Senin mendatang.

“Bapak masih cuti, hari Senin baru masuk,” ujar salah seorang pegawai di kantor tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari BKSDM Kota Bima terkait alasan dan dasar pemindahan puluhan PPPK tersebut, termasuk kejelasan prosedur dan komunikasi kepada para tenaga PPPK yang terdampak.

Kasus ini akan terus diikuti untuk memastikan keterbukaan informasi publik, transparansi administrasi pemerintahan, serta perlindungan hak para tenaga PPPK Kota Bima. (***//Sorot)

Kapolres Bima dan Ketua Bhayangkari Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Dinas Polseksubsektor Palibelo

jpn

Bimantika.net -Kepala Kepolisian Resor Bima Polda NTB AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K., memimpin peletakan batu pertama pembangunan rumah dinas untuk personel Polsubsektor Palibelo.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Teke Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima ini Kapolres Bima ikut didampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang Bima Ny.Dian Eko Sutomo pada Kamis 3 Juli 2025 sekira pukul 09.00. Wita.

Acara ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas perumahan bagi anggota kepolisian di tingkat Polsek. 

“Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan personel dan mendukung kinerja dalam melaksanakan tugas sebagai Pelindung, Pelayanan dan Pengayom Masyarakat” Kata Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Lebih lanjut Adib menjelaskan Pembangunan rumah dinas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anggota kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat. 

Ikut hadir dalam kegiatan Kabag Logistik, Kasat Intelkam, Kasubsektor Palibelo, Wakil Ketua Cabang Bhayangkari, personel Polsubsektor Palibelo dan juga warga sekitar.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib” Pungkas Adib. (***)

Ketua KORMI Kabupaten Bima Optimis FORNAS Vll Sukses Atas Dukungan Pemprov NTB

jpn

Bimantika.net -Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bima, Zahruddin HMS, SH optimis Fornas Vll yang digelar di Mataram NTB akan sukses diselenggarakan dengan adanya support dari pemerintah propinsi NTB.

“Dukungan dan support Pemprov NTB dalam menggelontorkan dana APBD sangat signifikan dan kami sangat optimis kegiatan berlangsung sukses” ujarnya (2/7/2025)

Zahruddin menyampaikan informasi akurat bahwa Pemprov NTB gelontorkan dana sekitar 28 Milyar.

Anggaran ini merupakan dana hibah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025.

Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTB, Lalu Mohammad Faozal, mengungkapkan proses hibah anggaran tersebut saat ini tengah berjalan sesuai ketentuan.

“Kita sudah mengalokasikan, anggaran sudah berproses, proses hibahnya sedang dijalankan oleh teman-teman di angka Rp38 miliar,” ungkap Faozal, Senin (30/6/2025).

Lebih dari 12.000 pegiat olahraga masyarakat dari 37 provinsi akan ambil bagian dalam Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII/2025 yang berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 26 Juli hingga 1 Agustus.

Ketua Panitia Penyelenggara Fornas 2025, Ibnu Riza Pradipto, mengatakan persiapan menjelang pelaksanaan telah dilakukan secara intensif selama empat bulan terakhir, baik oleh panitia pusat maupun daerah.

“Meski dengan waktu yang cukup singkat, seluruh elemen panitia, termasuk Pemerintah Provinsi NTB, telah menyiapkan dengan baik. Kami optimistis penyelenggaraan FORNAS 2025 akan berjalan lancar,” kata Ibnu saat konferensi pers di Media Center Kemenpora, Jakarta, Selasa.

Dengan mengusung tema “Kalah Menang Semua Senang”, Fornas 2025 tidak hanya menghadirkan semangat kompetisi, tetapi juga menekankan nilai kebugaran, kebersamaan, pelestarian budaya, dan penguatan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism).

“Fornas bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi budaya dan energi komunitas olahraga masyarakat dari seluruh penjuru Tanah Air. Kami ingin menciptakan suasana yang meriah, aman, dan menggembirakan bagi seluruh pegiat dan pengunjung,” ujar Ibnu.

Pelaksanaan Fornas 2025 akan tersebar di sejumlah kabupaten/kota di NTB yaitu Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Barat.

Sebanyak 1.152 nomor pertandingan akan digelar dari 73 Induk Organisasi Olahraga Masyarakat (Inorga), ditambah 28 Inorga ekshibisi, serta tiga Inorga undangan dari Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.

Cabang-cabang olahraga tersebut mencakup olahraga kesehatan dan kebugaran, olahraga petualangan dan tantangan, serta olahraga tradisional dan kreasi budaya. (****)

HUT Bhayangkara, Bupati Bima Apresiasi Polisi dan Anggota DPRD NTB Pertanyakan Kinerja Polisi Dalam Kasus Aktivis Cipayung Bima

jpn

Bimantika.net -Usai pelaksanaan Upacara Hari Bhayangkara ke 79, Polres Bima Polda NTB melaksanakan acara Syukuran, bertempat di Aula kantor Bupati Bima  Senin 1 Juli 2025 sekira pukul  10.00. Wita

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui kasi humas Akp adib Widayaka menjelaskan Hari ini adalah hari yang paling bersejarah di tubuh Polri tepatnya tanggal 1 juli 2025 sudah berusia 79 tahun.

Orang nomor satu di jajaran Polres Bima Kabupaten itu mengucapkan terima kasih atas segala support serta bantuan Bupati Bima Ady Mahyudi, Wakil Bupati, pimpinan DPRD, para kepala OPD Pemkab Bima.

“Maka dari itu dengan momentun Dirgahayu Polri ke 79 ini kami berharap bahwa jajaran Polres Bima bisa optimal untuk memberikan pelayanannya kepada masyarakat, untuk memberikan perlindungan Hukum, untuk memberikan pengayoman kepada warga dan kami ingin sekali memberikan pelayanan yang terbaik pada warga Kabupaten Bima” Ujarnya.

Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutannya mengatakan polisi saat ini terus memberikan kesejukan, keamanan, membantu masyarakat, membantu pemerintah untuk menjalankan proses pembangunan dengan sebaik baiknya.

Menurut Bupati Ady Mahyudi bahwa Polisi di jajaran Polres Bima menunjukkan kinerja yang sangat baik, Polres Bima adalah Polres terbaik di bawah pimpinan Bapak Kapolres  AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K.,.dalam menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat.

Anggota DPRD Propinsi NTB Abdul Rauf, ST, MM dalam akun facebook pribadinya menyorot kinerja kepolisian.

Berikut kalimat lengkap dalam postingan Facebooknya :

Cipayung Bima dan Polri :
Refleksi di Hari Bhayangkara.

Momentum Hari Bhayangkara semestinya menjadi refleksi bagi seluruh Polri khusus Polda NTB dan Polres Bima untuk mempertegas peran sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.

Dalam semangat tersebut, saya merasa perlu menyuarakan keprihatinan atas masih ditahannya sejumlah aktivis mahasiswa dari kelompok Cipayung di Bima, yang hingga hari ini masih berada dalam tahanan di Polda NTB.

Padahal, proses damai antara mahasiswa dan Kepala Dinas Peternakan yang menjadi pelapor sudah ditempuh secara bijak oleh kedua belah pihak.

Ini menunjukkan bahwa secara moral dan sosial, persoalan sudah diredam dengan semangat kekeluargaan dan dialog.

Maka seharusnya, pendekatan hukum juga bisa mengedepankan nilai-nilai keadilan restoratif, terutama bila tidak ada unsur penganiayaan berat atau tindak pidana serius yang membahayakan nyawa.

Kami meyakini, institusi kepolisian adalah pilar utama dalam menjaga harmoni sosial dan menegakkan hukum yang berkeadilan.

Maka, di Hari Bhayangkara ini, saya berharap Polda NTB dapat menunjukkan wajah humanis Polri dengan mempertimbangkan pembebasan para aktivis tersebut.

Mereka bukan kriminal. Mereka adalah anak-anak bangsa yang tengah mencari ruang untuk menyampaikan aspirasi.

Penahanan yang berkepanjangan justru akan melukai semangat demokrasi dan meredupkan kepercayaan publik. Jika proses damai sudah disepakati, maka alangkah elok bila hukum pun memberi ruang untuk menyudahi perkara ini dengan cara yang adil dan bermartabat.

Mari kita jadikan Hari Bhayangkara bukan hanya seremoni, tetapi momentum penguatan peran Polri sebagai sahabat rakyat. (****)

Patroli Cipkon, Polsek Monta Sambangi Beberapa Desa di Monta Selatan

jpn

Bimantika.net -Dalam rangka Cipta kondisi Regu piket SPK II Personil Polsek Monta Polres Bima Polda NTB gencarkan patroli di wilayah hukumnya.

Kegiatan yang dikendalikan oleh Kapolseknya Iptu Sudarto SH itu berlangsung pada Minggu 29 Juni 2025 sekira pukul 21.00.Wita.

Patroli yang dilaksanakan secara mobile itu 3 personel menggunakan mobil dinas menyabangi Empat desa yang berlokasi di selatan Kecamatan Monta yakni Desa Waro, Sondo,Tolouwi hingga Desa Tolotangga.

Kegiatan itu selain untuk mencegah kasus 3C dan gangguan Kamtibmas lainnya juga di fokuskan untuk mengedukasi masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Kegiatan yang berakhir hingga dini hari itu berjalan dengan lancar dan tidak ditemukan adanya sasaran yang dimaksud” Pungkas Adib. (****)

Patroli Siang dan PAM Wisata, Polsek Woha Berikan Pelayanan Terbaik dan Jaga Kamtibmas

jpn

Bimantika.net -Personel piket Regu III Spkt Polsek Woha Polres Bima Polda NTB secara rutin menggelar Patroli Siang di wilayah hukumnya Minggu 29 Juni 2025.

Kegiatan yang juga disebut dengan istilah Rawan Siang itu diawki oleh empat personel dan kendalikan oleh Kapolseknya AKP Sudirman SH.

Patroli yang dilakukan secara mobile itu menyambangi beberapa desa dan tempat wisata serta beberapa tempat yang dianggap rawan terjadinya berbagai gangguan Kamtibmas.

Gangguan kamtibmas yang dimaksud seperti aksi balapan liar, kasus 3C, aksi Premanisme dan tawuran yang meresahkan masyarakat.

Di Waterboom Donggobolo tim patroli menghimbau kepada para pengunjung agar berhati-hati dan selalu mendampingi anak anak.

Kepada pengelola tempat wisata dan petugas parkir petugas menyampaikan agar menjaga barang milik Pengunjung dengan baik dan melaporkan ke pihak kepolisian ketika terjadi tindakan Kriminal ataupun lainnya.

Terpisah Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan patroli itu merupakan langkah Preemtif dan Preventif Polres Bima dalam rangka menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan tidak ditemukan adanya sasaran yang dimaksud” Tutupnya. (***)

Polisi Beri Rasa Aman Bagi Pengguna Jasa Penerbangan, Intensifkan Patroli Pengamanan

jpn

Bimantika.net -Dalam rangka menjamin keamanan obyek Vital Polsek KP3 Polres Bima Polda NTB rutin melaksanakan patroli pengamanan di pelabuhan kawasan udara/ Bandara Udara Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima.

Pada Minggu 29 Juni 2025 regu II jaga SPKT Polsek KP3 Bandara SMS Bima dikendalikan oleh Kapolseknya Iptu Heri Supriyanto melaksanakan patroli di area bandara.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan.

Tim patroli juga melakukan patroli dan memeriksa situasi mulai dari pintu keberangkatan hingga pintu keluar di bandara SMS Bima.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman” Pungkas Adib. (***)

Kekerasan Anak dalam Keluarga Hanya Dapat Diakhiri dengan Sistem Islam

jpn

Oleh: Junari, S.I.Kom ( Aktivis Muslimah Dompu)

Bimantika.net -Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan ikut mengawal penanganan kasus anak yang diduga ditelantarkan dan dianiaya oleh ayah kandungnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Anak tersebut saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati (Tirto.id 13/06/2025).

Kasus kekerasan anak terus meningkat baik kekerasan fisik maupun seksual. Anak menjadi sasaran utama yang paling mudah dalam melakukan kejahatan bagi orang lain, bahkan orang tua sendiri melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Ini karena minimnya peran orang tua sebagai pendidik, pelindung bagi anak-anaknya. Mereka disibukkan mencari materi sebanyak-banyaknya untuk menutupi kebutuhan yang terus meningkat.

Peran ibu sebagai pendidik pertama bagi anaknya dan melindungi anaknya tidak dijalankan. Peran seorang ayah pun terabaikan dalam melindungi keluarga.

Sulitnya mendapatkan pekerjaan membuat sebagian keluarga lalai dalam  pengasuhan, karena fokus utama orang tua adalah mencari nafkah.

Terlebih, harga berbagai macam kebutuhan terus melambung tinggi, sehingga menuntut mereka untuk membanting tulang. Bahkan tidak sedikit dari pekerja yang menghalalkan segala cara.

Hal ini tidak lain, karena sedikitnya kesadaran akan ilmu agama dan lemahnya iman. Lingkungan yang tidak perduli membuat anak sulit berkembang, yang ada hanya anak hidup dalam tekanan, anak menjadi korban utama pelampiasan atas problematika kehidupan.

Sistem kapitalisme menghilangkan peran keluarga terhadap anak. Sistem ini memberikan peluang seluas-luasnya kepada keluarga untuk mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya.

Sehingga orang tua yang memiliki tanggungjawab terhadap perkembangan anak, terlalaikan. Disibukkan bekerja, sehingga waktu untuk mengasuh dan mendidik anak hanya sedikit.

Ini karena sistem kapitalisme membuat peran orang tua tidak tahu bagaimana cara mendidik dan mengasuh anak.

Lingkungan dan tayangan media pun bisa menjadi pemicu terjadinya kekerasan pada anak. Sistem ini juga membuat hubungan sosial antar masyarakat hidup individualis, tidak peduli pada sesama, sehingga  memudahkan terjadinya kekerasan terhadap anak.

Di Indonesia, sebenarnya sudah ada perlindungan peraturan undang-undang tentang perlindungan anak, juga perlindungan atas kekerasan seksual pada anak, juga tentang pembangunan keluarga. 

Namun nyatanya semua itu tidak mampu menuntaskan persoalan kekerasan pada anak. Sebab, UU tersebut dibangun dengan ruh sekuler dan kapitalis, sehingga tidak menyentuh akar permasalahan terjadinya beragam kekerasan pada anak, yang disebabkan oleh faktor yang kompleks.

Maka sistem kapitalisme tidak akan mampu melindungi hak-hak anak dan tidak akan mampu mengembalikan peran lingkungan di sekitar. Sebab sistem kapitalisme adalah sistem yang salah.

Sistem ini lahir dari kesepakatan manusia, sehingga memisahkan agama dari kehidupan.

Untuk mengembalikan peran orang tua dan lingkungan di sekitar, harus dengan memperjuangkan kebenaran yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah. Petunjuk yang benar dalam menjalankan kehidupan hanya ada pada Islam.

Oleh karena itu, Islam adalah solusi tuntas problematika umat bukan yang lain.

Pasalnya, peran mendidik anak bukan di limpahkan pada personal saja sebagai orang tua atau keluarga. namun dalam Islam semuanya ikut andil dalam memberikan pendidikan dan perkembangan anak yang baik, yakni negara sebagai penanggung jawab utama atas rakyatnya, kehidupan bermasyarakat pun bertanggung jawab untuk saling melindungi, dan lingkungan keluarga,

Semuanya memiliki peran untuk saling melindungi Disamping itu, negara akan menyediakan pekerjaan bagi kepala keluarga dan memberikan peluang bagi seorang ibu rumah tangga untuk menjalankan fungsinya yaitu mendidik dan menanamkan akidah Islam yang benar dan baik sesuai syariat. Hanya dengan kembali memperjuangkan tegaknya negara Islam umat akan hidup sejahtera, tentram jiwanya, terjaga iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Walhasil, Islam agama yang komprehensif, mengatur semua peraturan kehidupan dengan sangat sempurna karena Islam bukan hanya agama yang mengatur ibadah namun semua aspek, Islam agama yang sempurna memberikan solusi yang hakiki. Wallahu’allam. (***)

Trailer Kedua “Believe” Resmi Dirilis: Luka Seorang Anak Prajurit Menjadi Nyala Mimpi

jpn

Bimantika.net -Drama emosional keluarga prajurit ini siap mengguncang layar lebar mulai 24 Juli 2025

Bima-Jakarta, 27 Juni 2025 — Industri film Indonesia kembali disuguhkan karya yang menggugah hati dan penuh makna. Believe: Takdir, Mimpi, dan Keberanian, film drama yang diadaptasi dari buku karya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hari ini resmi merilis trailer dan poster keduanya. Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, film ini menyuguhkan narasi mendalam tentang keluarga, pengorbanan, dan perjalanan menemukan jati diri melalui luka yang tak terlihat namun mendalam.

Film ini mengangkat kisah Agus (diperankan Ajil Ditto), seorang remaja yang tumbuh dalam keheningan rumah dan jarak emosional dari sosok ayahnya, Sersan Kepala Dedi (Wafda Saifan), seorang prajurit TNI yang lebih sering berada di medan tugas daripada di rumah. Kehadiran ayah yang minim, rasa kehilangan, dan tanya-tanya yang tak pernah dijawab perlahan membentuk luka dalam diri Agus. Namun alih-alih menjauh, Agus memilih mengikuti jalan sang ayah—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk mencari jawaban atas luka yang tertinggal sejak kecil.

Di balik cerita Agus, film ini juga menampilkan perjuangan emosional Evi (Adinda Thomas), ibu rumah tangga yang setia dan kuat, serta sosok ibu mertua Agus (Maudy Koesnaedi) yang menjadi penopang keluarga dengan kebijaksanaan dan kasih yang tak bersyarat. Believe menunjukkan bahwa peperangan sejati tidak hanya terjadi di garis depan, tetapi juga di dalam rumah—antara rindu yang terpendam, keteguhan yang diuji, dan cinta yang tetap menyala meski dibalut kesendirian.

Melalui visual yang sinematik, akting memukau, dan skenario penuh emosi, Believe mengeksplorasi tema besar tentang pengorbanan, makna tanggung jawab, dan kekuatan mimpi. Ini adalah kisah universal tentang anak-anak yang tumbuh dengan kerinduan, pria-pria yang memilih diam demi tugas, dan wanita-wanita yang setia menunggu dalam senyap. Film ini mengajak penonton untuk kembali percaya—pada keluarga, pada cinta yang sederhana, dan pada masa depan yang bisa diperjuangkan meski tertatih.

“Believe bukan sekadar film militer. Ini adalah drama keluarga yang merefleksikan realitas kehidupan banyak masyarakat Indonesia—tentang kehilangan, ketabahan, dan mimpi yang tumbuh dari luka,” ujar Rahabi Mandra, sutradara film ini.

Film ini juga turut didukung oleh nama-nama besar seperti Teuku Rifnu Wikana, Rey Bong, hingga Ratna Riantiarno (almarhumah), menambah bobot dan kedalaman karakter yang disajikan. Believe merupakan kolaborasi apik antara cerita personal dan kepentingan kolektif—sebuah upaya untuk menyuarakan sisi lain dari kehidupan para prajurit dan keluarganya yang selama ini jarang mendapat sorotan utama dalam dunia perfilman Indonesia.

“Kami ingin penonton merasakan bahwa di balik seragam prajurit, ada manusia dengan segala rasa takut, rindu, dan keraguan. Ini film tentang kepercayaan – bahwa di balik luka, ada terang.” Sutradara : Rahabi Mandra & Arwin Tri Wardhana

Direncanakan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 24 Juli 2025, Believe: Takdir, Mimpi, dan Keberanian menjadi salah satu film nasional yang layak ditunggu, bukan hanya karena nama besar di baliknya, tetapi juga karena kekuatan emosional dan relevansi kisahnya.(//****/Pendim-1608/Bima)

Cegah Kerawanan Kamtibmas di Malam Hari, Polsek Madapangga Tingkatkan Patroli Rutin

jpn

Bimantika.net -Patroli merupakan salah satu tugas pokok anggota polri. Patroli dilakukan untuk menjaga kamtibmas agar terciptanya keamanan dan ketertiban yang baik dan benar.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Polsek Madapangga Polres Polres Bima Polda NTB dikendalikan oleh Kapolseknya Ipda Mujahidin pada Kamis (26/06/25) sekira pukul 21.00. Wita di seputaran wilayah hukumnya.

Patroli ini bertujuan untuk mencegah berbagai potensi tindak kejahatan yang mungkin terjadi pada malam hari. dengan dilakukan patroli tersebut untuk menciptakan rasa aman dan nyaman secara maksimal bagi warga masyarakat .

Patroli dilakukan sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi tindakan kriminal seperti pencurian, balap liar, dan aksi premanisme.

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K,. M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan dengan patroli rutin pada malam hari guna untuk meminimalisir segala bentuk gangguan kamtibmas serta kerawanan tindak pidana kejahatan dapat dicegah.
/

“Waspada dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan segera melapor ke call center Polres Bima 110”. Ujarnya.

Patroli malam hari akan terus ditingkatkan untuk mencegah kejahatan jalanan, memastikan situasi tetap kondusif, dan menjaga ketertiban umum, terutama di titik-titik yang dianggap rawan. (****)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom