SAMBUT HARI JADI BIMA KE-386, BUPATI ADY MAHYUDI AJAK WARGA HIDUP SEHAT DAN PERKUAT KEBERSAMAAN

jpn

Bimantika.net Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bima dalam rangka menyambut Hari Jadi Bima ke-386.

Melalui kegiatan Senam Sehat Bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, penyuluhan kesehatan, serta kampanye gemar makan buah yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Bima, Kamis (25/06/2026),
ribuan peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kehadiran Bupati Bima, Ady Mahyudi, bersama jajaran Forkopimda, perangkat daerah, camat, pimpinan BUMN, organisasi wanita, dan berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Ady Mahyudi, pendekatan yang mengutamakan kedekatan dengan rakyat terus diperkuat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Ady Mahyudi menegaskan bahwa usia Bima yang telah mencapai 386 tahun harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, masyarakat yang sehat adalah fondasi utama bagi kemajuan daerah.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun budaya hidup sehat sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat” ujarnya.

Lanjut Ady bahwa Bima yang maju tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari masyarakatnya yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak warga menilai kepemimpinan Ady Mahyudi menghadirkan wajah pemerintahan yang lebih dekat, lebih peduli, dan lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat. Momentum Hari Jadi Bima ke-386 pun menjadi simbol kuat bahwa Kabupaten Bima terus bergerak maju dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelayanan yang berpihak kepada masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan, sosok Bupati Ady Mahyudi dinilai berhasil membangun optimisme baru.

Dengan mengedepankan kesehatan, kebersamaan, dan pelayanan publik yang humanis, masyarakat semakin yakin bahwa Kabupaten Bima memiliki masa depan yang lebih baik, maju, dan bermartabat.

Selamat Hari Jadi Bima ke-386. Bersama Rakyat, Bima Maju. Bersama Ady Mahyudi, Bima Semakin Sehat, Kuat, dan Sejahtera.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Pesan Moral Walikota Bima Aji Man di Momentum Karya dan Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 12 Lelamase Kota Bima

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, menghadiri kegiatan Gelar Karya dan Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 12 Lelamase Kota Bima. Kamis, (25/06/2026)

Kegiatan yang berlangsung di halaman SMPN 12 Lelamase tersebut Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat, Lurah, para guru, orang tua siswa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh siswa dan tamu undangan lainnya.

Acara ini menjadi momen penting bagi para siswa kelas IX yang telah menyelesaikan masa pendidikannya dan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam sambutannya, Aji Man sapaan Wali Kota Bima menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di SMPN 12 Lelamase.

IIa mengapresiasi kerja keras para guru dan dukungan orang tua yang selama ini telah membimbing serta mendampingi para siswa dalam proses belajar.

Wali Kota berpesan agar para siswa terus menanamkan semangat belajar, disiplin, dan kerja keras dalam meraih cita-cita.

Menurutnya, keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi.

“Bermimpi lah setinggi mungkin dan terus berjuang untuk meraihnya. Anak-anak Lelamase harus mampu menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing dan meraih kesuksesan seperti anak-anak di daerah lainnya,” ujar Wali Kota.

Selain pelepasan siswa, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Gelar Karya yang menampilkan berbagai hasil kreativitas dan inovasi siswa sebagai wujud implementasi pembelajaran selama menempuh pendidikan di sekolah.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi secara positif guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Ia berharap para lulusan SMPN 12 Lelamase dapat terus melanjutkan pendidikan, meraih prestasi, serta menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Bima.(****//Kominfo)

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba BB Stengah Kilogram, Kapolres Bima Totalitas Lawan Jaringan Narkoba

jpn

BIMAntika.net -Satresnarkoba Polres Bima Kabupaten Polda NTB kembali mencatat keberhasilan dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika.

Sebanyak 1/2 Kilogram narkotika golongan I jenis shabu berhasil diamankan dalam operasi yang berlangsung di Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.

Kapolres Bima, AKBP Muh. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba AKP Dediansyah, S.E., mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait sebuah mobil yang diduga membawa narkotika jenis shabu menuju wilayah Kabupaten Bima.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bima segera melakukan pemantauan di sekitar jalan raya Desa Talabiu.

Saat melakukan penyelidikan, petugas menemukan sebuah mobil Avanza berwarna hitam dengan ciri-ciri sesuai informasi yang diterima.

“Tim kemudian mengikuti kendaraan tersebut hingga masuk ke salah satu gang di Desa Talabiu dan berhenti di sebuah tanah kosong.

“Saat dilakukan tindakan kepolisian, petugas mengamankan dua orang terduga yang berada di dalam kendaraan tersebut,” ujar AKP Dediansyah.

Dua terduga yang diamankan masing-masing berinisial SH (46) dan SL (42), keduanya merupakan warga Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat.

Dalam penggeledahan yang disaksikan aparat desa dan warga setempat, petugas menemukan satu paket besar kristal bening yang diduga narkotika jenis shabu yang tersimpan di dalam tas tersebut.

“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu paket yang diduga narkotika jenis shabu dengan berat bruto 535 gram, dua kantong plastik warna hitam, satu tas kain warna hijau, satu unit telepon genggam merek Vivo warna biru, serta satu unit mobil Avanza warna hitam yang digunakan para terduga,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, lanjut Kasat Resnarkoba, kedua terduga mengaku memperoleh barang tersebut dari wilayah Kota Mataram, Pulau Lombok.

Menurut pengakuan keduanya kepada penyidik, mereka diminta oleh seseorang yang dipanggil dengan inisial BKT untuk mengambil paket shabu dari seorang pria yang hanya dikenal dengan kode “06” di kawasan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Setelah mengambil barang tersebut, keduanya mengaku kembali menerima arahan untuk menuju kawasan Jempong, Kecamatan Sekarbela, guna mengambil kendaraan yang kemudian digunakan untuk membawa paket narkotika tersebut ke Kabupaten Bima.

Ia menegaskan, seluruh keterangan yang disampaikan para terduga masih akan didalami lebih lanjut melalui proses penyidikan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Saat ini, kedua terduga beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Bima untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penyidik juga terus melakukan pengembangan guna menelusuri asal-usul narkotika tersebut serta memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredarannya.

“Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk mengungkap mata rantai peredaran narkotika yang diduga melibatkan jaringan lintas daerah antara Pulau Lombok dan Kabupaten Bima,” pungkas AKP Dediansyah.SE

Terpisah, Kapolres Bima AKBP Muh Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan wujud komitmen Polres Bima dalam melindungi masyarakat dari ancaman peredaran narkotika yang semakin kompleks dan merusak sendi-sendi kehidupan sosial.

Menurutnya, perang melawan narkoba bukan semata-mata tentang penangkapan pelaku dan penyitaan barang bukti, melainkan sebuah ikhtiar untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari ancaman yang dapat menghancurkan cita-cita, pendidikan, dan kehidupan mereka.

“Setiap gram narkotika yang berhasil kami sita adalah ancaman yang berhasil dicegah sebelum merusak kehidupan masyarakat” ujar Kapolres.

Lanjutnya bahwa setiap pengungkapan kasus narkoba sesungguhnya adalah langkah nyata untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa

Untuk itu Polres Bima berkomitmen akan terus berdiri di garis terdepan dalam memerangi peredaran narkotika, mempersempit ruang gerak para pelaku, serta membentengi generasi muda dari bahaya laten narkoba.

“Kami ingin memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan produktif, sehingga mampu meraih cita-cita serta masa depan yang gemilang tanpa bayang-bayang narkotika” ujar Kapolres.

Sebab menurut Kapolres ketika satu mata rantai peredaran narkoba berhasil diputus, pada saat yang sama banyak masa depan yang berhasil diselamatkan.

“Apalagi dengan BB yang fantastis setidaknya sudah menyelamatkan ribuan generasi yang ada di Kabupaten Bima ,” tegas AKBP Muh Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H.

Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam memberikan informasi terkait peredaran maupun penyalahgunaan narkotika, karena pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Kabupaten Bima yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.

Pihaknya kembali menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk memberantas tuntas jaringan ini.

“Kami akan terus melakukan pengembangan dan memburu siapa pun yang terlibat dalam peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Bima”. Tutupnya. (****)

Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan Lainnya, Satlantas Polres Bima Optimalkan Patroli Malam Hari

jpn

BIMAntika.net -Personel Satlantas Polres Bima Kabupaten Polda NTB melaksanakan patroli malam guna antisipasi balap liar dan kejahatan jalanan di wilayah hukumnya.

Kegiatan itu fokus utamanya guna menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan kondusif bagi masyarakat.

Kegiatan patroli tersebut menyasar sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya para remaja dan rawan digunakan sebagai arena balapan liar dan rawan kecelakaan. Senin malam 22 Juni 2026 sekira pukul 23.00.Wita.

Patroli meliputi kawasan seputaran cabang Bazarnas, hingga pertigaan patung kuda Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima itu merupakan langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,MH., melalui Kasatlantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH.

Dalam pelaksanaannya petugas juga melakukan pemantauan secara intensif guna mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun gangguan terhadap ketertiban masyarakat.

Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan, situasi Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten terpantau aman dan kondusif. (****)

Kapolres Bima Pimpin Doa Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

jpn

BIMAntika.net -Memperkuat fondasi spiritual sekaligus memperkokoh jalinan persatuan antarumat beragama jajaran Kepolisian Resor Bima Kabupaten Polda NTB menyelenggarakan khidmatnya kegiatan Doa Lintas Agama.

Doa lintas agama merupakan agenda besar bernilai luhur yang dikemas secara terpusat sebagai rangkaian utama bagi seluruh personel dalam menyambut momentum Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH., diikuti oleh seluruh PJU, personel dan dihadiri oleh tokoh agama, Ustadz, Romo dan pendeta.

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu Bertempat di Lapangan apel Mapolres Bima Kabupaten pada Senin 22 Juni 2026 pagi.

Kapolres Bima AKBP Muh.Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H. melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menerangkan dalam penyampaian amanatnya bahwa doa lintas agama ini merupakan wujud syukur yang mendalam atas perjalanan pengabdian institusi Polri yang kini telah menginjak usia ke-80 tahun.

Lanjutnya, dalam mengawal tegaknya hukum dan ketenteraman negeri. Ditegaskan pula bahwa kekuatan spiritual yang bersumber dari doa tulus seluruh personel dan para tokoh agama adalah modal dasar paling fundamental bagi jajaran kepolisian untuk dapat menjalankan tugas-tugas pelayanan publik yang semakin kompleks serta senantiasa dicintai oleh segenap lapisan masyarakat kabupaten Bima.

“Ini melambangkan keindahan toleransi dan tekad yang kuat dari korps bhayangkara untuk terus merawat keutuhan jalinan tali persaudaraan di tengah keberagaman kultural kedinasan yang dinamis”. Ujarnya.

Mengakhiri amanatnya Kapolres kembali menekankan terhadap anggota Personil Polres Bima agar menghindari pelanggaran – pelanggaran yang dapat merusak nilai norma agama sehingga akan merugikan diri sendiri yang akan berdampak pada kehidupan sosial.

“Selalu mendekatkan diri kepada tuhan agar setiap langkah dalam pelaksanaan tugas selalu di lindungi oleh tuhan yang maha kuasa”. Tutupnya.

Agenda religi yang berlangsung penuh kedamaian dan kehangatan dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke 80 itu berjalan lancar dan aman. (****)

Selasa Menyapa Wawo, Bukti Kepemimpinan Ady-Irfan Hadir dan Peduli Rakyat

jpn

Bimantika.net -Program Selasa Menyapa yang digagas Bupati Bima Ady Mahyudi kembali menghadirkan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan di Kecamatan Wawo.

Ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Desa Raba tidak hanya datang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemimpinnya.

Akan tetapi juga menyaksikan penyerahan berbagai paket bantuan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam sesi “Ngopi Bareng”, Bupati Bima bersama Wakil Bupati dan jajaran pemerintah daerah menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah tidak sekadar mendengar keluhan rakyat.

Akan tetapi juga membawa solusi nyata. Berbagai bantuan disalurkan mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, sosial hingga lingkungan hidup sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa-desa.

Pada sektor pendidikan, enam lembaga PAUD di Desa Raba dan Desa Kombo menerima bantuan Alat Peraga Edukatif (APE) guna mendukung proses belajar anak usia dini.

Sementara di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, kartu kepesertaan BPJS Kesehatan diserahkan kepada warga penerima manfaat agar akses layanan kesehatan semakin mudah dan terjangkau.

Komitmen pemerintah dalam menyiapkan generasi sehat juga terlihat melalui penyaluran paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan keluarga penerima manfaat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Pemerintah Kabupaten Bima dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sebagai investasi masa depan daerah.

Tidak hanya itu, bantuan sembako bagi warga kurang mampu serta bantuan bak sampah organik dan non-organik dari Dinas Lingkungan Hidup menjadi bukti bahwa pembangunan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kebersihan lingkungan.

Program ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir secara utuh, mulai dari urusan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan hingga kelestarian lingkungan.

Antusiasme masyarakat Wawo yang begitu tinggi menjadi cerminan kuat bahwa pola kepemimpinan yang dekat dengan rakyat semakin mendapat tempat di hati masyarakat.

Melalui program Selasa Menyapa, Bupati Ady Mahyudi tidak hanya membangun komunikasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik bahwa pemerintah hadir untuk mendengar, melayani, dan bekerja bersama rakyat demi mewujudkan Kabupaten Bima yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Ketika pemimpin hadir di tengah rakyat, mendengar langsung kebutuhan mereka, dan menghadirkan solusi nyata, maka yang tumbuh bukan hanya pembangunan, tetapi juga kepercayaan dan harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.”
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Walikota Bima Aji Man Apresiasi Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyah Pencetak Generasi Qurani di Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., menghadiri kegiatan Wisuda Tahfiz Akbar Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyah Kota Bima yang diselenggarakan di halaman pondok pesantren setempat.

Acara berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat Pemerintah Kota Bima, tokoh agama, para wali santri, serta santri dan santriwati yang diwisuda. Kamis, (18/6/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Mpunda, Dandim 1608/Bima, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, serta para orang tua dan keluarga wisudawan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyah, beserta seluruh ustaz dan ustazah yang telah mendedikasikan diri dalam mendidik, membimbing, dan membina para santri hingga berhasil menyelesaikan pendidikan serta menjadi generasi penghafal Al-Qur’an.

“Keberhasilan para santri dan santriwati hari ini merupakan buah dari kesungguhan dalam belajar, bimbingan para guru, serta dukungan penuh dari orang tua. Ini adalah capaian yang patut dibanggakan oleh kita semua,” ujar Aji Man sapaan Wali Kota.

Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyah.

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan investasi berharga dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, berilmu, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an.

Ia berharap capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi bekal untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan para hafiz dan hafizah merupakan salah satu sumber keberkahan bagi suatu daerah.

Menurutnya, generasi Qurani memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan nilai-nilai kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Daerah ini akan senantiasa memperoleh keberkahan apabila di dalamnya tumbuh generasi yang mencintai, memahami, dan menghafal Al-Qur’an. Saya berharap para hafiz dan hafizah dapat menjadi teladan serta membawa manfaat bagi lingkungan di mana pun berada,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Umum Pondok Pesantren Ash Shiddiqiyah Kota Bima, Tuan Guru H. Muhammad Siddik H. Idris, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Bima beserta seluruh tamu undangan yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap perkembangan pendidikan pesantren.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga dan haru atas keberhasilan para santri dan santriwati yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dengan capaian yang beragam, mulai dari 1 juz hingga 30 juz. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan komitmen yang kuat dalam menuntut ilmu serta menjaga kalamullah.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih, pada penghujung acara Wali Kota Bima menyerahkan piagam penghargaan kepada sepuluh santri dan santriwati berprestasi yang berhasil menunjukkan capaian terbaik di bidang tahfiz Al-Qur’an.

Kegiatan Wisuda Tahfiz Akbar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta mampu menjadi penerang bagi masyarakat dan pembangunan daerah di masa mendatang.(****//Kominfo)

SELASA MENYAPA DI WAWO: BUPATI ADY MAHYUDI HADIR MENDENGAR DENYUT NADI RAKYAT

jpn

Bimantika.net -Pemerintahan yang kuat bukan hanya dibangun dari balik meja kerja, tetapi lahir dari kedekatan dengan rakyat.

Semangat itulah yang kembali ditunjukkan Bupati Bima Ady Mahyudi melalui program unggulan “Selasa Menyapa”, yang kali ini menyapa masyarakat Kecamatan Wawo.

Di tengah hamparan Lapangan Desa Raba yang dipenuhi masyarakat, Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita H. Irfan, para pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN, serta unsur Muspika hadir langsung untuk mendengar, melihat, dan merasakan kehidupan masyarakat dari dekat.

“Kehadiran kami di sini bukan sekadar menjalankan agenda pemerintahan. Kami ingin mendengar langsung denyut nadi masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat,” tegas Bupati Ady Mahyudi di hadapan ratusan warga.

Program Selasa Menyapa bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, usulan, bahkan harapan mereka secara langsung kepada pimpinan daerah. Pemerintah Kabupaten Bima ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok desa.

Suasana hangat terlihat saat Bupati dan Wakil Bupati berbaur dengan warga dalam kegiatan “Ngopi Bareng”. Tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat. Dialog berlangsung penuh keakraban, mencerminkan kepemimpinan yang merakyat dan terbuka.

Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen nyata untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat.
“Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMN, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci membangun Kabupaten Bima yang maju dan sejahtera,” ujarnya.

Masyarakat Wawo pun menyambut hangat kedatangan rombongan pemerintah daerah. Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan atraksi pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kecamatan Wawo yang menampilkan kekayaan budaya dan semangat persaudaraan masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Wawo, kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati menjadi bukti bahwa pemerintah tidak melupakan rakyatnya. Program Selasa Menyapa telah menghadirkan harapan baru bahwa suara masyarakat benar-benar didengar dan diperjuangkan.
Di bawah kepemimpinan Ady Mahyudi dan dr. H. Irfan Zubaidy, Pemerintah Kabupaten Bima terus berupaya membangun budaya pemerintahan yang dekat dengan rakyat, cepat merespons kebutuhan masyarakat, serta menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama.
Karena bagi pemimpin yang dicintai rakyat, mendengar adalah langkah pertama untuk membangun. Dan melalui Selasa Menyapa, denyut nadi masyarakat Bima terus menjadi arah perjalanan pembangunan daerah.
(RRS//RumaRenggSape//007)

SEMINAR PENYULUHAN GURUBOT DORONG TRANSFORMASI PENDIDIKAN DASAR di KABUPATEN BIMA

jpn

Bimantika.net Global System for Mobile Communications Associtinon( GSMA) bersama Siklus dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima menggelar Seminar Penyuluhan Gurubot bertajuk “Membuka Masa Depan Pembelajaran: Transformasi Pendidikan Dasar dengan Teknologi AI untuk Literasi dan Numerasi” di Kabupaten Bima, Senin (25/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi pendidikan dasar melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Seminar yang berlangsung secara luring tersebut menghadirkan sekitar 100 guru dari 25 sekolah dasar di Kabupaten Bima.

Selain tenaga pendidik, kegiatan ini juga diikuti para pemangku kebijakan, praktisi pendidikan, hingga perwakilan sektor teknologi. Format tatap muka dipilih untuk menciptakan ruang dialog yang interaktif, partisipatif, dan kolaboratif dalam membahas tantangan serta peluang penerapan teknologi AI di dunia pendidikan dasar.

Program Director Gurubot, Amanda Simanjuntak menjelaskan” bahwa Gurubot dikembangkan sebagai platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membantu siswa sekolah dasar mempelajari kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung secara interaktif dan menyenangkan.

Menurutnya, platform tersebut dirancang agar dapat digunakan dalam berbagai kondisi pembelajaran, termasuk di wilayah dengan keterbatasan akses internet maupun fasilitas teknologi pendidikan.
“Sebagai tahap awal implementasi, program Gurubot direncanakan akan diterapkan di 21 sekolah dasar yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Bima, yakni Donggo, Soromandi, Sanggar, dan Tambora,” ujar Amanda.

Ia berharap program tersebut dapat memperluas akses pembelajaran berbasis teknologi sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di daerah, terutama dalam memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikpora Kabupaten Bima H. Fathur mengapresiasi hadirnya program Gurubot yang dinilai sangat membantu dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi saat ini.

Pemerintah daerah, kata dia, terus mendukung berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan.

Kegiatan seminar ini juga menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bima untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor teknologi, dan lembaga pendidikan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran modern yang tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era transformasi digital di masa depan.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Krisis Biaya Kuliah Beresiko Putus Kuliah: Ketidakpedulian Negara

jpn

Oleh : Saima, S.I.P (Pegiat Literasi Kota Bima)

BIMAntika.net -Pendidikan tinggi seharusnya berfungsi sebagai langkah untuk mencapai mobilitas sosial yang memberi kesempatan kepada setiap generasi untuk memperbaiki taraf hidup mereka.

Akan tetapi, di tengah beragam cerita mengenai bonus demografi dan visi Indonesia emas 2045, kenyataan yang dialami oleh banyak mahasiswa justru semakin menggugah keprihatinan.

Berdasarkan data alokasi anggaran pendidikan di Indonesia tergolong rendah dan tertinggal. Kondisi ini dapat menahan laju partisipasi pendidikan tinggi, produktivitas tenaga kerja, hingga kemampuan Indonesia masuk industri teknologi di masa depan. Pengamat sektor pendidikan tinggi,

Fasli Jalal, menjelaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN tidaklah memadai jika distribusinya tidak dilakukan secara efisien.

Selain itu, menyusutnya subsidi pendidikan tinggi dari APBN pun terjadi. Kondisi ini memicu terjadinya pergeseran pembiayaan. Perguruan tinggi akan membebankan biaya operasional agar kampus tetap berjalan tentu saja yang pertama akan dikenakan biaya lebih adalah mahasiswa. Sehingga beban biaya kuliah semakin besar.

Uang Kuliah Tunggal (UKT) terpaksa dinaikkan oleh pihak kampus dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) juga demikian sehingga dapat menutupi operasional. (kompas.id, 25-05-2026)

Berdampak banyaknya mahasiswa pada akhirnya putus kuliah. Kemdiktisainntek dalam laporan “statistik pendidikan tinggi tahun 2025” menunjukkan angka putus kuliah di Indonesia mencapai 289 ribu mahasiswa. Jumlah ini meningkat 2,62 persen dibandingkan pada tahun 2024.

Rasio mahasiswa yang tidak menyelesaikan pendidikan mencapai 73,81 persen di institusi pendidikan tinggi swasta, sedangkan 17,20 persen berasal dari perguruan tinggi negeri dan 7,74 persen dari institusi pendidikan agama. Sisanya, sekitar 1,25 persen, berasal dari sekolah kedinasan. (detik.com, 25/5/26)

Pendidikan Dalam Sistem Kapitalisme

Meningkatnya biaya pendidikan dan tingginya angka mahasiswa yang keluar dari bangku kuliah tidak terlepas dari sistem kapitalisme yang menguasai pengelolaan pendidikan saat ini.

Dalam kerangka kapitalisme, pendidikan tidak lagi dianggap sebagai layanan publik yang harus dijamin oleh pemerintah.Pendidikan cenderung ditempatkan sebagai sektor yang dapat diatur berdasarkan logika bisnis.

Institusi pendidikan tinggi didorong untuk mampu berdiri sendiri secara finansial dan menemukan sumber pendapatan mereka sendiri.

Sehingga kampus semakin tergantung pada kontribusi mahasiswa melalui berbagai model pembayaran.

Pemerintah memandang pendidikan sebagai beban dalam anggaran yang perlu dipangkas, bukan sebagai investasi penting untuk masa depan negara.

Selain itu, demokrasi kapitalis menimbulkan ketergantungan pada pinjaman dan bantuan luar negeri, yang sering kali diiringi oleh persyaratan neoliberal.

Sebagai akibatnya, negara terpaksa mengurangi dukungan untuk pendidikan, mendorong privatisasi, dan membiarkan masyarakat menanggung biaya yang semakin tinggi.

Dalam sistem semacam ini, pendidikan berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat ketidakadilan sosial, di mana mereka yang kaya semakin berpengetahuan, sementara mereka yang miskin tetap terpinggirkan.

Pendidikan yang seharusnya berfungsi sebagai sarana untuk memperbaiki kehidupan masyarakat secara perlahan bertransformasi menjadi komoditas yang diperjualbelikan. Itulah tampilan dari sistem kapitalisme yang menjadikan pendidikan sebagai barang dagangan yang mempunyai nilai jual dan hanya dapat diakses berdasarkan kondisi ekonomi seseorang.

Pendidikan semakin tidak dipandang sebagai hak fundamental yang harus dijamin oleh negara, melainkan sebagai layanan yang dapat diperdagangkan.

Peran pemerintah dalam struktur ini hanyalah sebagai pengatur yang mengelola kebijakan serta administrasi pendidikan, sementara mengabaikan tanggung jawab dalam hal pembiayaan.

Akibatnya, beban finansial semakin diteruskan kepada institusi pendidikan dan masyarakat. Sehingga akses pendidikan sangat tergantung pada situasi ekonomi, sehingga individu yang menghadapi masalah finansial sulit untuk memperoleh pendidikan yang memadai. Pendidikan semakin m

enjauh dari fungsinya yang seharusnya adalah membimbing generasi yang akan datang.

Solusi Pendidikan Islam di Tengah Krisis Biaya Kuliah

Islam melihat pendidikan dengan cara yang khas. Pendidikan tidak dianggap sebagai barang dagangan, tetapi sebuah kebutuhan fundamental masyarakat yang seharusnya dijamin pemenuhannya oleh pemerintah.

Sejak awal, Islam menempatkan pengetahuan sebagai batu loncatan utama bagi peradaban. Banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang menggarisbawahi nilai tinggi ilmu pengetahuan serta pencarinya.

Pendidikan berfungsi sebagai alat untuk membentuk individu yang memiliki karakter Islam, berperilaku baik, dan juga memiliki keahlian di berbagai aspek kehidupan.

Dalam perspektif Islam, pemerintah tidak seharusnya menyerahkan urusan pendidikan kepada mekanisme pasar. Pihak penguasa berperan sebagai raa’in (pengurus masyarakat) yang mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal pendidikan.

Sistem Islam dilengkapi dengan serangkaian cara untuk memastikan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui kemandirian di sektor ekonomi.

Dalam Islam, terdapat unsur politik ekonomi yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan umat, sehingga pendidikan bisa diakses oleh siapapun dengan tarif yang gratis. Ini diimplementasikan dengan pengelolaan sumber daya alam yang melimpah sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Sumber daya alam seharusnya tidak boleh dimiliki oleh perorangan dan tidak boleh diberikan kepada pihak swasta.

Pengelolaannya harus sepenuhnya dilakukan oleh negara, dan hasil dari pengelolaannya akan dialokasikan dalam berbagai bentuk, termasuk untuk mendanai pendidikan.

Dalam sistem daulah Islam, institusi pendidikan swasta seperti sekolah dan universitas masih bisa beroperasi.

Meskipun demikian, lembaga-lembaga ini tidak berfokus pada keuntungan dan tidak mengenakan biaya kepada siswa/mahasiswa.

Sumber dana mereka dapat berasal dari wakaf yang dikelola dengan cara yang profesional.

Kurikulum yang digunakan juga perlu konsisten dengan kurikulum nasional yang dibentuk oleh daulah, agar mutu pendidikan tetap terjamin dan sasaran pengembangan generasi berkualitas dapat diwujudkan.
Wallahu a’lam bish-shawab. (****)