Kehadiran KPK di Pemkot Bima Hanya Jalankan Agenda Rakor dan Evaluasi Pencegahan Korupsi di Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kota Bima memberikan klarifikasi terkait beredarnya sejumlah informasi dan narasi di media sosial mengenai kedatangan Tim Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Kota Bima, Senin, 31 Agustus 2026.

Pemkot Bima menegaskan bahwa kehadiran Tim MCSP KPK murni dalam rangka pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Daerah.

“Kehadiran Tim MCSP KPK murni untuk melakukan evaluasi pelaksanaan MCSP dan melihat sejauh mana indikator pencegahan korupsi telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bima,” kata Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., SH., M.Ec.Dev., Senin (31/8/2026).

Menurut Hasyim, agenda tersebut merupakan bagian dari mekanisme evaluasi dan penguatan tata kelola pemerintahan daerah.

Oleh Karena itu, kehadiran Tim MCSP KPK tidak semestinya ditafsirkan di luar konteks agenda resmi yang sedang dilaksanakan.

Rapat koordinasi tersebut mengusung agenda “Pemantauan dan Evaluasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintah Daerah”. Kegiatan diikuti jajaran Pemerintah Kota Bima, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bima, serta perwakilan KPK, BPKP, Kementerian Dalam Negeri dan LKPP.

Dalam forum tersebut dibahas sejumlah indikator yang menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi di daerah, antara lain aspek perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, optimalisasi pendapatan daerah, manajemen aparatur, pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pemkot Bima menilai evaluasi MCSP merupakan bagian penting dalam memastikan proses penyelenggaraan pemerintahan berjalan semakin transparan, akuntabel dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Jadi, kami perlu meluruskan informasi yang berkembang. Kedatangan Tim MCSP KPK hari ini merupakan agenda evaluasi dan pemantauan tata kelola pemerintahan serta pencegahan korupsi. Tidak ada agenda lain di luar konteks tersebut yang perlu ditafsirkan secara berbeda,” ujar Hasyim.

Pemkot Bima juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait agenda kedatangan Tim KPK.

Pemerintah Kota Bima, kata Hasyim, tetap terbuka terhadap proses pemantauan dan evaluasi yang dilakukan oleh lembaga negara sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Evaluasi seperti ini justru menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan mencegah terjadinya praktik korupsi. Pemkot Bima tentu akan memberikan dukungan dan informasi yang diperlukan dalam proses evaluasi tersebut,” katanya.

Rapat koordinasi dan evaluasi bersama Tim MCSP KPK berlangsung sepanjang hari dan masih diikuti jajaran terkait Pemerintah Kota Bima hingga Senin malam.

Pemkot Bima berharap seluruh pihak dapat melihat agenda tersebut secara proporsional dan tidak membangun kesimpulan berdasarkan informasi yang belum memiliki dasar atau konfirmasi resmi. (****/Kominfo)

Walikota Bima Harap RSUD Yang Baru Mampu Memberikan Pelayanan Kesehatan Terbaik

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., memimpin apel gabungan kesiapan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima yang baru, di halaman RSUD Kota Bima yang baru, Senin (31/08/2026).

Apel gabungan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan Pemerintah Kota Bima dalam memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bima yang baru dapat berjalan dengan baik, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Apel gabungan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, S.H., Sekretaris Daerah Kota Bima, para Staf Ahli, para Asisten Sekretariat Daerah Kota Bima, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Bagian Setda Kota Bima, Direktur RSUD Kota Bima, serta para Kepala Puskesmas se-Kota Bima.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima menekankan pentingnya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh masyarakat. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan dan pegawai RSUD untuk bekerja secara profesional, ramah, serta mengutamakan kepentingan pasien, dengan menempatkan keselamatan dan penyelamatan nyawa pasien sebagai prioritas utama.

“Rumah sakit ini harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai kita kalah dengan rumah sakit yang ada di luar daerah. Mari bersama-sama memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan penuh kepedulian,” tegas Wali Kota.

Selain peningkatan kualitas pelayanan, Wali Kota juga menekankan pentingnya penerapan budaya 3S, yakni Senyum, Salam, dan Sapa, yang disertai dengan sikap empati dan solutif dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, keramahan dan sikap humanis merupakan bagian penting dalam menciptakan kenyamanan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bima.

Wali Kota berharap, dengan hadirnya RSUD Kota Bima yang baru, seluruh jajaran dapat memperkuat komitmen dan sinergi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga masyarakat Kota Bima tidak lagi merasa perlu mencari pelayanan kesehatan ke luar daerah.

Apel gabungan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Bima dan tenaga kesehatan dalam mewujudkan RSUD Kota Bima yang baru sebagai rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik, profesional, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (**//Kominf)

Pemuda Muhammadiyah Sorot Pemprov NTB Soal Masih Banyaknya Ruas Jalan Provinsi yang Rusak Parah di Kabupaten Bima

jpn

Bimantika.net -Kondisi sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kabupaten Bima kembali menjadi sorotan pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima.

Kerusakan jalan yang terjadi di beberapa titik dinilai mengganggu aktivitas warga dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berlaku adil dan proporsional dalam mengalokasikan APBD Provinsi NTB melalui APBD Perubahan sebelum musim hujan tiba, segera perbaiki terhadap ruas jalan Provinsi NTB yang mengalami kerusakan parah seperti di Wilayah Soromandi, Ambalawi-Wera, Monta dan lainya.

Ruas Jalan ini menjadi akses utama masyarakat kondisinya telah mengalami kerusakan berupa lubang, permukaan jalan yang bergelombang, serta bagian badan jalan yang mulai mengalami penurunan.

“Jalan ini digunakan setiap hari oleh masyarakat. Kami berharap pemerintah Provinsi NTB segera turun tangan karena kondisi jalan semakin memprihatinkan, apalagi sebentar lagi musim Hujan,” ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Dr. Hajairin, S.H., M.H Selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bima, kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Kondisi tersebut semakin dikhawatirkan ketika hujan turun karena kerusakan jalan yang semakin parah.

Pemuda Muhammadiyah berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi juga memperbaiki ruas jalan secara menyeluruh agar dapat digunakan dengan aman dan nyaman dalam jangka panjang.

“Kami bukan hanya meminta jalan ditambal, tetapi berharap ada perbaikan yang benar-benar berkualitas dan tahan lama,” Ungkapnya dengan nada kecewa.

Apabila dalam waktu dekat ini tidak ada kejelasan melalu APBD Provinsi Perubahan, maka jangan salahkan kami dan masyarakat akan memboikot pada beberapa titik jalan yang rusak parah saat ini. (****)

Selamat Kepada Muhsin Atas Gelar Magister Hukum, Walikota Bima Ucapkan Selamat dan Sukses Kepada 635 Wisudawan dan Wisudawati Universitas Muhammadiyah Bima

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima menghadiri Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan Ke-V Universitas Muhammadiyah Bima Tahun 2026, yang berlangsung di halaman Kampus II Universitas Muhammadiyah Bima, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Sebanyak 635 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda tersebut. Turut hadir Dandim 1608/Bima, Kapolres Bima Kota, para Kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali–NTB, Wakil Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, pimpinan perguruan tinggi swasta lingkup Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta orang tua wisudawan dan wisudawati.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Bima, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Muhammadiyah Bima. Hari ini adalah penanda bahwa saudara-saudara telah menyelesaikan satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan,” ungkapnya.

Wali Kota menekankan bahwa para lulusan harus terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, terutama dengan kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, serta perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Wali Kota juga berharap lulusan Universitas Muhammadiyah Bima mampu menjadi pencipta lapangan kerja, penggerak ekonomi, inovator, serta pemimpin di tengah masyarakat.

“Kota Bima membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan inovasi untuk mengembangkan berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan dan UMKM, pertanian, pariwisata, pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga teknologi informasi,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Bima yang terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi pusat ilmu pengetahuan dan inovasi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Wali Kota berharap sinergi antara Pemerintah Kota Bima dan Universitas Muhammadiyah Bima dapat terus diperkuat dalam rangka membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Tak lupa, Wali Kota juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh orang tua dan keluarga wisudawan yang telah memberikan doa, pengorbanan, kesabaran, serta dukungan selama proses pendidikan.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Bima kembali mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Sarjana dan Magister Universitas Muhammadiyah Bima Angkatan Ke-V Tahun 2026.

Ia berpesan agar para lulusan terus melangkah, berani bermimpi besar, tidak takut menghadapi tantangan, serta senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten,” pungkasnya.

Salah satu dari 365 wisudawan dan wisudawati nampak sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Bima, Muhsin, SH, MH.

Pimpinan Redaksi Media Online Bimantika, Muhammad Arifudin, S. Sos menyampaikan Ucapan Selamat Kepada Saudara Muhsin atas gelar Magister Hukum yang disandangnya.

“Selamat Buat adinda Muhsin atas gelar Magister Hukum yang disandangnya semoga berkah dunia dan akhirat” Ujarnya.

Muhsin tercatat sebagai Wisudawan terbaik 3 Pasca Sarjana dengan IP 4, 00 atau Cumlaude dan sekaligus Wisudawan Terfavorit.

Terbaik 1 Muhammad Kandriana Salah Satu Dosen di Mataram, Terbaik 2 diraih okeh AKP Dediansyah Kasat Narkoba Polres Bima.(****)

Bupati Bima: RSUD Sondosia Diproyeksikan Jadi Pusat Rujukan Perawatan Intensif Anak

jpn

Bimantika.net Pemerintah Kabupaten Bima terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui pengembangan fasilitas dan layanan medis di rumah sakit daerah. Setelah meresmikan layanan hemodialisa di RSUD Bima, Bupati Bima Ady Mahyudi kembali meresmikan layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di RSUD Sondosia, Sabtu (30/8).

Peresmian gedung layanan intensif bagi bayi dan anak tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan 15 tahun RSUD Sondosia.

Kehadiran fasilitas ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Bima untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bima Barat dan Selatan.

“RSUD Sondosia kita dorong menjadi pusat rujukan perawatan intensif anak,” kata Bupati Bima Ady Mahyudi.

Menurut nya, keberadaan gedung khusus PICU-NICU yang dilengkapi fasilitas medis sesuai standar merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan RSUD Sondosia menangani pasien bayi dan anak yang membutuhkan perawatan intensif.

Fasilitas tersebut antara lain dilengkapi sistem pemantauan kondisi pasien atau patient monitor, inkubator serta alat bantu pernapasan (ventilator).

Dengan dukungan fasilitas itu, RSUD Sondosia diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat ketika menghadapi kondisi medis yang membutuhkan penanganan serius.

Peresmian gedung dua lantai itu ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Bima. Setelah itu, Bupati bersama jajaran meninjau langsung sejumlah fasilitas dan ruang perawatan pasien.

Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bima turut menghadiri kegiatan tersebut, yakni Hj. Nurhayati, S.E., M.Si., Nurdin Amin, S.H., Ardiwin, S.H., dan Sri Langit Nawaksara, S.H. Hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bima Fatahullah, S.Pd., para kepala perangkat daerah, camat dan unsur Muspika Kecamatan Bolo dan Soromandi, kepala desa serta kepala puskesmas.

Pada peringatan HUT ke-15 RSUD Sondosia yang mengusung tema “Terus Tumbuh, Berkembang Memberi Manfaat Untuk Perubahan yang Lebih Baik”, Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Dengan dukungan 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan serta dua dokter spesialis bedah, ini merupakan modal yang sangat baik untuk membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu saya mengajak masyarakat Bima Barat dan Selatan untuk memanfaatkan secara optimal layanan tersebut,” ujar Ady.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan RSUD Sondosia melalui penambahan tenaga kesehatan, pengembangan layanan, pembenahan fasilitas serta membuka ruang dukungan dari berbagai pihak.

“Kita ingin RSUD Sondosia secara bertahap menjadi rujukan utama masyarakat Bima Barat dan Selatan, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar. Karena itu, mari kita jadikan usia 15 tahun ini sebagai momentum untuk memasuki tahap berikutnya. Terus tumbuh dalam kapasitas, terus berkembang dalam kualitas dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menjelaskan bahwa layanan NICU dan PICU dirancang khusus untuk memberikan perawatan intensif bagi bayi baru lahir dan anak-anak dalam kondisi kritis maupun berisiko tinggi.
Gedung dua lantai tersebut berdiri di atas lahan sekitar 720 meter persegi dengan luas bangunan 498,45 meter persegi.
Pembangunannya didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Di dalamnya tersedia 44 tempat tidur berstandar serta ruangan khusus yang menampung 33 boks bayi,” jelas dr. Firman.

Pelayanan Kesehatan yang Makin Dekat dengan Rakyat
Langkah penguatan RSUD Sondosia menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bagi keluarga yang memiliki bayi atau anak dalam kondisi kritis, kehadiran NICU dan PICU bukan sekadar tambahan fasilitas rumah sakit. Layanan tersebut menjadi harapan agar masyarakat tidak selalu harus mencari pelayanan intensif ke daerah lain ketika membutuhkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Di titik inilah kebijakan kesehatan Pemerintah Kabupaten Bima menemukan maknanya: membangun fasilitas kesehatan berarti membangun rasa aman bagi keluarga dan masa depan generasi Bima.

Komitmen Bupati Bima Ady Mahyudi untuk terus memperkuat tenaga kesehatan, fasilitas dan kualitas pelayanan diharapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang menghadirkan layanan kesehatan yang semakin manusiawi dan semakin dekat dengan rakyat.
RSUD Sondosia terus tumbuh. Pelayanannya terus berkembang. Dan manfaatnya diharapkan semakin luas dirasakan masyarakat Kabupaten Bima.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Empat Pucuk Senjata Api Rakitan Laras Panjang Diserahkan Secara Sukarela Oleh Warga, Kapolres Bima Apresiasi Kesadaran Masyarakat

jpn

Bimantika.net -Polsek Sanggar Polres Bima Kabupaten Polda NTB menerima penyerahan empat pucuk senjata api rakitan Laras panjang dari masyarakat diwilayah hukumnya.

Penyerahan empat pucuk senjata api rakitan itu dilakukan secara sukarela oleh masyarakat setelah sebelumnya personel Polsek Sanggar aktif melakukan himbauan dan penggalang terhadap masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jum’at 28 Agustus 2026 ke empat pucuk senjata itu diterima secara terpisah oleh Kanit Reskrim Polsek Sanggar.

Hal itu dikemukakan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata rakitan tersebut”. Ujarnya

Untuk itu pihaknya akan terus memberikan himbauan dan pemahaman kepada masyarakat yang menguasai senjata api rakitan agar diserahkan ke pihak kepolisian.

Tujuannya untuk mencegah terjadinya berbagai tindak kriminal demi terwujudnya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman” pungkas Adib.

Layanan Cuci Darah RSUD Bima Diresmikan, Bupati Ady Mahyudi: Dekatkan Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat

jpn

Bimantika.net -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut ditandai dengan diresmikannya Layanan Hemodialisa (cuci darah), Jumat (28/8), sebuah fasilitas kesehatan yang telah lama dinantikan masyarakat Kabupaten Bima.

Kehadiran layanan hemodialisa menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya pasien penderita gagal ginjal kronis yang selama ini harus menjalani rujukan ke luar daerah.

Dengan tersedianya layanan tersebut di RSUD Bima, akses pengobatan diharapkan menjadi lebih dekat, mudah dan efisien, sekaligus mengurangi beban pasien dan keluarga.

Peresmian layanan tersebut dihadiri Bupati Bima Ady Mahyudi, didampingi Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fatahullah, S.Pd, para Kepala Perangkat Daerah dan Kabag Lingkup Sekretariat Daerah, Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan, MPH beserta jajaran, dokter spesialis serta tenaga kesehatan RSUD Bima.

Dalam sambutannya, Bupati Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi kepada manajemen RSUD Bima dan seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras merealisasikan layanan hemodialisa tersebut.
Menurut Bupati, hadirnya fasilitas ini bukan sekadar bertambahnya sarana kesehatan, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Pengoperasian layanan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan bagi masyarakat, khususnya pasien penderita gagal ginjal kronis,” tegasnya.

Bupati berharap layanan hemodialisa dapat berkembang menjadi salah satu layanan unggulan RSUD Bima. Namun, menurutnya, predikat tersebut tidak cukup hanya dengan tersedianya gedung dan peralatan medis.
“Predikat sebagai layanan unggulan tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas. Harus dibuktikan melalui kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien, kedisiplinan serta kepuasan masyarakat,” ujar Ady Mahyudi.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mutu pelayanan.

Menutup arahannya, Bupati Ady Mahyudi menitipkan pesan kepada seluruh jajaran RSUD Bima agar menjadikan kepercayaan masyarakat sebagai amanah yang harus dijaga.
“Kepada seluruh jajaran RSUD Bima, teruslah memberikan pelayanan terbaik. Jaga integritas, jaga profesionalisme, jaga keselamatan pasien dan yang paling penting, jaga kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan dalam laporannya memaparkan kesiapan infrastruktur, ketersediaan mesin hemodialisa serta dukungan tenaga medis terlatih yang akan mengoperasikan layanan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pelayanan hemodialisa tidak hanya membutuhkan mesin dan ruangan yang memadai, tetapi juga sistem pelayanan yang kuat, tenaga kesehatan kompeten, keselamatan pasien serta koordinasi tim yang baik.

“Pelayanan hemodialisa ini bukan hanya menyangkut tersedianya mesin dan ruangan. Aspek yang jauh lebih penting adalah kesiapan sistem, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien serta koordinasi tim dalam memberikan pelayanan,” jelasnya.

Bagi masyarakat, hadirnya layanan hemodialisa di RSUD Bima memiliki arti lebih dari sekadar fasilitas kesehatan baru. Kehadiran layanan ini menjadi harapan bagi keluarga pasien agar tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan terapi yang dibutuhkan.

Di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat pelayanan publik, langkah Bupati Ady Mahyudi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan akan memiliki makna ketika manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Rumah sakit bukan hanya tempat untuk mengobati penyakit, tetapi juga tempat menghadirkan rasa aman, harapan dan kemanusiaan bagi setiap warga yang membutuhkan pertolongan.

Rangkaian peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung ruang layanan hemodialisa. Bupati bersama rombongan melihat kesiapan fasilitas, peralatan serta ruang perawatan guna memastikan layanan dapat berjalan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi pasien.

Dengan hadirnya layanan hemodialisa, RSUD Bima kembali menunjukkan komitmennya untuk terus naik kelas. Dan bagi masyarakat Kabupaten Bima, sebuah pesan penting kembali ditegaskan: pelayanan kesehatan yang dekat, berkualitas dan manusiawi bukan sekadar harapan, tetapi harus menjadi hak yang benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Walikota Bima Aji Man Ajak Seluruh Elemen Warga Perkuat Komitmen Membangun Masyarakat Kota Bima yang Religius, Berakhlak, dan Berlandaskan Nilai Qur’an

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., bersama Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Rasanae Barat Tahun 2026, bertempat di halaman Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima. Senin, 25 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh nuansa religius. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Asisten dan Staf Ahli Setda Kota Bima, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Lurah se-Kota Bima, serta Ketua MUI Kota Bima.

Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa MTQ Tingkat Kecamatan Rasanae Barat Tahun 2026 dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Agustus 2026.

Sebanyak 57 peserta turut ambil bagian dalam ajang tersebut. Para peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, dengan mengikuti sejumlah cabang dan mata lomba yang telah disiapkan oleh panitia.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi kepada Camat Rasanae Barat, Lurah, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras dan menunjukkan komitmen sehingga pelaksanaan MTQ dapat terselenggara dengan baik.

Wali Kota juga menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya MTQ tersebut. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari semangat gotong royong, kebersamaan, dan partisipasi seluruh warga kelurahan se-Kecamatan Rasanae Barat.

“MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi merupakan bagian dari syiar Islam yang harus terus kita tebarkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aji Man sapaan Wali Kota menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi online, tindakan kekerasan, hingga penggunaan media sosial yang tidak bermoral, menjadi perhatian bersama, baik Pemerintah, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga masyarakat Kota Bima, dalam upaya pencegahannya

Atas kondisi tersebut, Wali Kota berharap seluruh generasi muda dan masyarakat Kota Bima dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam sikap, perilaku dalam kehidupan sosial.

Selain menjadi sarana pengembangan nilai-nilai keagamaan, Wali Kota menegaskan bahwa MTQ juga memiliki makna penting dalam mempererat tali silaturahmi, membangun persaudaraan, serta memperkokoh persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga berharap pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Rasanae Barat dapat melahirkan qori dan qoriah, hafiz dan hafizah terbaik yang nantinya mampu membawa nama baik Kecamatan Rasanae Barat dan Kota Bima pada ajang MTQ di tingkat yang lebih tinggi.

“Semoga dari MTQ ini lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” harapnya.

Sebagai penanda dimulainya rangkaian MTQ, Wali Kota Bima kemudian menekan tombol sirene sebagai simbol resmi dibukanya MTQ Tingkat Kecamatan Rasanae Barat Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat Kota Bima yang religius, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. ((****//)

Bupati Bima dan DPRD Sepakati KUA-PPAS 2027, Perkuat Komitmen Anggaran untuk Pembangunan Daerah

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kabupaten Bima bersama DPRD Kabupaten Bima menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan arah pembangunan daerah berjalan terencana, terukur, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas Pengesahan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari, S.IP, Wakil Ketua Muh. Erwin, S.IP, M.IP dan Muh. Nazarudin, SH.

Pakta integritas tersebut menegaskan komitmen eksekutif dan legislatif untuk melaksanakan APBD secara bertanggung jawab serta mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran.

Penandatanganan berlangsung dalam Rapat Paripurna Ke-11 DPRD Kabupaten Bima Masa Sidang II Tahun Sidang 2026, Kamis (27/8), di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Bima.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Diah Citra Pravitasari didampingi Wakil Ketua Muh. Erwin dan M. Nazarudin.

Dua agenda utama dibahas dalam rapat tersebut, yakni penyampaian Laporan Badan Anggaran DPRD terhadap KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 serta penandatanganan Nota Kesepakatan antara Bupati Bima dan Ketua DPRD Kabupaten Bima.

Dalam laporannya, anggota Badan Anggaran DPRD Muhammad Warman, SE, menegaskan bahwa KUA dan PPAS merupakan instrumen penting dalam proses penyusunan APBD.

Kedua dokumen tersebut menjadi pijakan pemerintah daerah bersama DPRD dalam menentukan arah kebijakan, prioritas pembangunan, sekaligus alokasi anggaran selama satu tahun anggaran.

KUA dan PPAS 2027 diarahkan pada empat prioritas utama daerah, yakni penguatan reformasi birokrasi yang berorientasi hasil; peningkatan kualitas sumber daya manusia Bima yang berkemajuan dan berdaya saing; pembangunan infrastruktur dasar serta infrastruktur pendukung kawasan strategis; dan penguatan kemandirian ekonomi berbasis kawasan strategis serta komoditas unggulan daerah.

Pada sektor pembangunan, kebijakan anggaran 2027 juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur yang inklusif dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan dan layanan kesehatan.

Sementara pada sektor ekonomi, penguatan ekonomi lokal diarahkan melalui pengembangan pertanian, peternakan, perikanan dan UMKM yang berbasis pada potensi unggulan daerah.

Reformasi birokrasi juga menjadi perhatian melalui integrasi layanan publik berbasis digital sehingga pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin cepat, mudah dan efektif.

Target Pendapatan Daerah dalam Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp2.066.128.660.188,82, sedangkan Belanja Daerah direncanakan mencapai Rp2.091.728.660.188,82.

Bagi Bupati Bima Ady Mahyudi, kesepakatan KUA dan PPAS bukan sekadar tahapan administratif dalam siklus penganggaran.

Dokumen tersebut merupakan pijakan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD untuk memastikan setiap kebijakan anggaran memiliki arah yang jelas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bima.

Kesepakatan eksekutif dan legislatif ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi dalam membangun Bima.

Dengan perencanaan anggaran yang terarah, pengawasan yang kuat dan komitmen integritas yang ditegaskan sejak awal, APBD diharapkan benar-benar menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan publik, memperkuat perekonomian masyarakat dan menghadirkan pembangunan yang dirasakan hingga ke pelosok daerah.

Bima membutuhkan kerja bersama. Pemerintah bergerak, DPRD mengawal, dan masyarakat menjadi tujuan utama setiap rupiah anggaran daerah.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Polres Bima Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taubah Mapolres Bima

jpn

Bimantika.net -Suasana khusyuk dan penuh keberkahan, Polres Bima Kabupaten Polda NTB menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang dipusatkan di Masjid At-Taubah Mapolres Bima Kabupaten pada Kamis 27 Agustus 2026.

Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum spiritual bagi seluruh jajaran kepolisian untuk meneladani sifat-sifat terpuji Rasulullah dalam meningkatkan kualitas ibadah sekaligus pengabdian dalam melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema dengan “meneladani akhlak Rasulullah SAW melalui Polri Presisi Kita wujudkan Indonesia berdaulat, adil dan makmur’’. itu dipimpin oleh Wakapolres Bima Kompol Sopiyan Hadi S.H.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sambutan Wakapolres, pemberian tauziah dan santunan kepada anak yatim.

Dalam sambutannya Wakapolres Bima Kompol Sopiyan Hadi S.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan Kepedulian Sosial melalui kegiatan santunan kepada anak yatim dalam rangka meneladani sifat kasih sayang Nabi Muhammad SAW.

“Mari kita teladani Akhlak Rasulullah Saw dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan Masyarakat”. Ujarnya.

Wakapolres mengimbau seluruh personel agar momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dijadikan pijakan moral untuk memperkuat integritas diri.

Ia juga menekankan bahwa semangat keteladanan Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan secara nyata melalui sikap pelayanan yang humanis, jujur, serta responsif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. (****)