Kepala Kemenhaj Kota Bima : Calon Jamaah Haji Kota Bima 2027 Tembus Diatas 300 Orang, Berikut dengan Analisa Skema Pelunasannya

jpn

Bimantika.net -Kabar baik bagi warga Kota Bima yang telah bertahun-tahun menanti antrean ibadah haji. Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) setempat memastikan nama-nama calon jemaah haji (CJH) untuk musim 2027 siap diberangkatkan.

Kesiapan tersebut tercermin melalui gencarnya pihak Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Bima dalam menuntaskan proses verifikasi data secara akurat.

Kepala Kemenhaj Kota Bima, H. Eka Iskandar, M.Si, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap data jemaah yang telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau ONH. Proses ini menjadi krusial sebelum nama-nama yang berhak diberangkatkan dipublikasikan.

“Alhamdulillah, nama-nama calon jemaah haji Kota Bima untuk tahun 2027 sudah akan keluar. Setelah proses verifikasi data selesai, segera kami upload,” jelas H. Eka saat dikonfirmasi Media Bimantika Kamis 27 Agustus 2026.

Ia menjelaskan perlunya ketelitian dalam memverifikasi secara akurat terkait data jemaah yang telah menyetorkan biaya haji dalam kurun waktu panjang, sejak tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.

Ustadz Eka sapaan akrab Kepala Kemenhaj Kota Bima memperkirakan hasil verifikasi data Calon Jamaah Haji Kota Bima akan akurat.

Ditanya soal jumlah pasti kuota haji Kota Bima untuk musim 2027 ? Ustadz Eka tidak ingin berspekulasi, karena kewenangan penetapan ada di pemerintah pusat.

Namun Ustadz Eka mengungkapkan adanya peluang peningkatan yang signifikan. Pada musim haji 2026, Kota Bima memberangkatkan 222 jemaah.

“Untukbperkembangan saat ini, kuota 2027 berpotensi meningkat, bahkan bisa lebih dari 300 jemaah. Namun kepastiannya tetap menunggu hasil verifikasi dan keputusan pemerintah pusat,” demikian ujarnya.

Untuk di Ketahui Publik bahwa Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf secara resmi menyampaikan usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dalam rapat kerja tersebut, Menhaj mengusulkan rata-rata BPIH per jemaah haji reguler sebesar Rp107.340.172,02. Dari total usulan tersebut, skema pembebanan dirancang dengan porsi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung jemaah sebesar 40% (Rp42.936.068,81), sedangkan 60% sisanya (Rp64.404.103,21) ditopang oleh dana nilai manfaat yang dikelola BPKH.

“Pemerintah selalu mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH, sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat terlaksana dengan baik, dengan biaya yang wajar,” ujar Menhaj dalam paparannya.

Menhaj menjelaskan bahwa penyusunan usulan anggaran haji 1448 H/2027 M ini didasarkan pada asumsi total kuota haji Indonesia sebanyak 221.000 jemaah, yang terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler (mencakup jemaah, Petugas Haji Daerah/PHD, dan pembimbing KBIHU) serta 17.680 jemaah haji khusus.

Adapun asumsi dasar ekonomi makro yang digunakan mengacu pada rancangan APBN 2027, yaitu kurs nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sebesar Rp17.500 per USD dan kurs Saudi Arabian Riyal (SAR) sebesar Rp4.666,67 per SAR. Sementara itu, besaran alokasi living cost (biaya hidup) diusulkan tetap sebesar SAR 750 per jemaah, yang dibebankan melalui dana nilai manfaat.

Lebih lanjut, Menhaj memaparkan sejumlah faktor dan dinamika eksternal yang memengaruhi perhitungan biaya haji tahun 2027, diantaranya kenaikan harga energi dunia akibat dinamika geopolitik global, fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta penyesuaian layanan di Arab Saudi.

“Dinamika geopolitik global mempengaruhi penyelenggaraan ibadah haji dengan dampak terhadap peningkatan harga minyak dunia dan avtur serta volatilitas nilai tukar. Kenaikan harga avtur yang disertai penyesuaian nilai tukar Rupiah dapat meningkatkan biaya transportasi udara secara signifikan dalam Rupiah,” jelas Menhaj.

Terkait kebijakan di Arab Saudi, Menhaj menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi meniadakan layanan Masyair paket D untuk musim haji 1448 H/2027 M, sehingga pemerintah merencanakan penggunaan layanan Masyair paket C.

Selain usulan haji reguler, Kemenhaj turut mengusulkan alokasi pembiayaan haji khusus yang bersumber dari optimalisasi nilai manfaat setoran awal dan setoran lunas sebesar Rp8.389.108.000 untuk mendukung perlengkapan, dokumen perjalanan, pembinaan jemaah haji khusus di Tanah Air, dan pelayanan umum.

Sebagai tindak lanjut dari penyampaian usulan ini, Kemenhaj bersama Komisi VIII DPR RI juga menyepakati pembentukan Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Komisi VIII DPR RI yang telah mendukung kinerja Kemenhaj. Selanjutnya usulan tersebut akan kita bahas bersama,” ungkapnya. (***)

Wali Kota Bima Aji Man Salurkan Bantuan 7,2 Ton Beras Kepada 242 Kepala Keluarga di Kodo

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE menyerahkan bantuan 7.265 kilogram beras kepada 242 kepala keluarga di Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Rabu, 26 Agustus 2026.

Penyaluran berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Kodo. Wali Kota didampingi Camat Rasanae Timur, Kabag Ekonomi, dan Lurah Kodo. Hadir pula Kapolsek Rasanae Timur dan jajaran Bulog Cabang Bima.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Gufran, M.Si mengatakan penerima manfaat ditetapkan menggunakan data terintegrasi. Pemadanan data membuat jumlah penerima dapat berubah karena status sosial ekonomi dan posisi desil keluarga ikut diperbarui.

Gufran menjelaskan dalam pemutakhiran DTSEN, data kependudukan dipadankan dengan berbagai data sosial dan ekonomi serta diverifikasi melalui pembaruan administrasi dan pengecekan lapangan. BPS menyebut desil merupakan peringkat relatif kesejahteraan, bukan ukuran tunggal pendapatan atau kekayaan.

Posisi desil dapat berubah ketika kondisi keluarga atau posisi relatif nya berubah.

“Jika beras yang diterima tidak layak konsumsi, masyarakat diminta melapor agar Bulog menggantinya,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bima A. Rahman menyampaikan hari ini masyarakat kelurahan Kodo akan menerima bantuan beras pangan sebanyak 7.265 kilogram dengan jumlah sasaran sebanyak 242 keluarga.

“Bantuan ini diserahkan hari ini juga. Setiap keluarga menerima 30 kilogram tanpa potongan. Ini bagian dari perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Aji Man sapaan Walikota Bima.

Aji Man meminta masyarakat tidak memandang besar-kecilnya bantuan, melainkan mensyukurinya sebagai bentuk perhatian pemerintah.

Dimomentum itu Aji Man mengatakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diolah BPS menjadi dasar pengelompokan penerima berdasarkan desil.

Masyarakat pada desil 1 hingga 5 menjadi kelompok yang dapat memperoleh bantuan sosial sesuai program dan ketentuan yang berlaku.

Perubahan desil dapat membuat seseorang yang sebelumnya menerima bantuan tidak lagi masuk sasaran.

Sebaliknya, warga yang sebelumnya tidak menerima bantuan dapat masuk setelah pemeringkatan diperbarui. Faktor yang diperhitungkan tidak hanya penghasilan, tetapi juga kondisi rumah, sumber air, bahan bakar memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.

Karena itu, kepemilikan satu aset, pekerjaan tertentu, atau daya listrik semata tidak otomatis membuat seseorang keluar dari penerima bantuan. Posisi desil ditentukan dari kombinasi karakteristik sosial ekonomi keluarga melalui metode statistik.

Judi online, kata dia, juga menjadi persoalan yang perlu diperangi pemerintah.

Masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai diminta memperbarui informasi melalui kelurahan atau kanal resmi pembaruan data. BPS menyebut mekanisme yang tersedia antara lain melalui SIKS-NG lewat operator desa atau kelurahan, Cek Bansos Kemensos, dan Cek DTSEN. Pengajuan pembaruan tidak otomatis mengubah desil karena data akan dihitung kembali berdasarkan metode yang berlaku.

“Pada prinsipnya kami adalah pelayan. Ini bagian dari perhatian pemerintah,” katanya.

Aji Man meminta masyarakat mendoakan agar pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik dan berharap bantuan tersebut meringankan kebutuhan keluarga. (****//Kominfo)

Walikota Bima Terbitkan Surat Edaran Ajak Seluruh ASN dan Warga Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kota Bima mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan solidaritas kemanusiaan untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Kominfo Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., SH., M.Ec.Dev, mengatakan imbauan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bima terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

“Pemerintah Kota Bima menyampaikan rasa duka dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di NTT,” kata Hasyim.

Menurut dia, Pemkot Bima telah mengimbau kepala perangkat daerah, pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD), pimpinan dunia usaha, camat, lurah, kepala sekolah, hingga masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengumpulan bantuan secara sukarela.

Posko bantuan kemanusiaan telah disiapkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima. Bantuan yang menjadi kebutuhan mendesak antara lain bahan makanan, tenda, terpal, tikar, selimut, dan sarung.

Hasyim mengatakan solidaritas antardaerah diperlukan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Ini bukan hanya soal bantuan material, tetapi juga tentang kepedulian dan solidaritas kemanusiaan antarsesama warga negara,” ujarnya.

Selain menggalang bantuan, Pemkot Bima meminta masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya gempa susulan atau bencana lainnya.

Masyarakat diminta memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD. Warga juga diimbau memeriksa kondisi fasilitas publik di lingkungan masing-masing, memastikan jalur evakuasi dapat digunakan, serta menyiapkan sarana pendukung keadaan darurat.

Hasyim mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh hoaks, dan mengikuti informasi dari sumber resmi,” kata dia.

Pemkot Bima berharap gerakan solidaritas tersebut dapat menjadi bentuk nyata kepedulian warga Kota Bima kepada masyarakat NTT.

“Dari Kota Bima, mari kita kirimkan doa, dukungan, dan bantuan terbaik untuk saudara-saudara kita di NTT,” ujar Hasyim. (*//Kominfo)

Wakil Ketua DPRD Kota Bima RKP Saksikan Peresmian Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih

jpn

Bimantika.net -Wakil Ketua II DPRD Kota Bima, M. Ryan Kusuma Permadi, S.H., ((RKP) menghadiri peresmian tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih yang dipusatkan di Jembatan Gantung, Kelurahan Paruga, Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima, Senin (24/8/2026).

Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E. bersama Wakil Wali Kota Bima Feri Sofyan, S.H.

Dua jembatan lainnya yang berada di Kelurahan Rontu dan Kelurahan Manggemaci turut diresmikan secara virtual melalui Zoom.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Asisten II, Kepala Dinas PUPR, sejumlah Kepala OPD, Camat Rasanae Barat, Lurah Paruga, Lurah Dara, Lurah Tanjung, Lurah Manggemaci, Dandim 1608/05 Bima, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Raba Bima, Kepala Rutan Kelas II B Bima serta Wakil Ketua II DPRD Kota Bima, M. Ryan Kusuma Permadi, S.H.

Pembangunan tiga jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda Perintis Merah Putih yang menjadi program prioritas dalam mendukung peningkatan akses dan mobilitas masyarakat. Kehadiran jembatan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses penghubung.

Di Kelurahan Rontu, jembatan tersebut menjadi penghubung kawasan persawahan dengan permukiman masyarakat sehingga diharapkan dapat memudahkan aktivitas petani, terutama dalam mengangkut hasil pertanian. Sementara jembatan di Kelurahan Manggemaci menghubungkan dua lingkungan yang selama ini membutuhkan akses penghubung dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.

Adapun Jembatan Gantung di Kelurahan Paruga memiliki manfaat strategis bagi aktivitas masyarakat, termasuk menjadi salah satu akses yang digunakan anak-anak dari Kelurahan Paruga dan Kelurahan Dara untuk menuju sekolah.

Wakil Ketua II DPRD Kota Bima, M. Ryan Kusuma Permadi, S.H., menyampaikan apresiasi atas hadirnya pembangunan infrastruktur yang secara langsung memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut pembukaan akses, peningkatan mobilitas serta penguatan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Jembatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat harus terus didorong melalui kolaborasi dan sinergi semua pihak. Manfaatnya sangat nyata, baik untuk akses pendidikan, pertanian, maupun mobilitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Ryan juga mengapresiasi peran TNI dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan tiga jembatan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini perlu terus diperkuat, terutama dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat yang belum sepenuhnya dapat ditangani melalui kemampuan anggaran daerah.

“Di tengah keterbatasan fiskal daerah, dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak tentu sangat berarti bagi masyarakat Kota Bima. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus dipertahankan dan dikembangkan,” tambahnya.

Ia berharap keberadaan tiga jembatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang serta benar-benar dijaga oleh masyarakat. Menurutnya, pemeliharaan fasilitas publik merupakan tanggung jawab bersama agar infrastruktur yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan secara optimal.

Sebelumnya, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan perbaikan tiga jembatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih di tengah keterbatasan kemampuan pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan, tidak menggunakannya melebihi kapasitas yang ditentukan serta segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan.

Peresmian tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Bima. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan semakin memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, sosial dan perekonomian warga.(//Sekwan ***)

Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Diresmikan, Walikota Aji Man : Kita Perkuat Wadah Mobilitas Warga Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE bersama Wakil Walikota Bima Feri Sofyan, SH menghadiri peresmian tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih yang dilaksanakan di Jembatan Gantung, Kelurahan Paruga, Kecamatan Mpunda, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konektivitas dan aksesibilitas masyarakat.

Selain peresmian jembatan di Kelurahan Paruga, dua jembatan lainnya yang berada di Kelurahan Rontu dan Kelurahan Manggemaci turut diresmikan secara virtual melalui Zoom.

Dalam kegiatan tersebut, Walikota dan Wakil Walikota Bima didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Asisten II, Kepala Dinas PUPR, sejumlah Kepala OPD, Camat Rasanae Barat, Lurah Paruga, Lurah Dara, Lurah Tanjung, Lurah Manggemaci, Dandim 1608/05 Bima, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Raba Bima, Wakil Ketua DPRD Kota Bima serta Kepala Rutan Kelas II B Bima.

Dandim 1608/05 Bima menyampaikan bahwa pembangunan jembatan perintis tersebut merupakan bagian dari program prioritas Presiden sekaligus program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), sebagai bentuk dukungan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan mobilitas warga.

Di Kelurahan Rontu, jembatan yang dibangun berfungsi menghubungkan kawasan persawahan dengan permukiman/desa. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengangkut hasil panen.

Sementara itu, jembatan di Kelurahan Manggemaci, menghubungkan dua lingkungan yang selama ini membutuhkan akses penghubung dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.

Adapun jembatan di Kelurahan Paruga menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari Kelurahan Paruga dan Kelurahan Dara yang menggunakan jalur tersebut untuk menuju sekolah.

Dalam sambutannya, Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan dan perbaikan tiga jembatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Bima, saya mengucapkan terima kasih. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Jembatan ini memang sangat dibutuhkan untuk ditangani, apalagi saat ini kami benar-benar memiliki keterbatasan. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini sangat membantu masyarakat kami,” ujar Aji Mam sapaan Walikota Bima.

Walikota juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat, termasuk jajaran TNI dan masyarakat, atas kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pembangunan di Kota Bima.

Ia menegaskan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada bidang keamanan dan pertahanan, tetapi juga hadir dalam berbagai lini pembangunan dan kehidupan masyarakat.

“Terima kasih atas kolaborasi dan sinerginya sehingga pembangunan dapat berjalan dengan aman dan kondusif. Apa yang dilakukan TNI merupakan wujud nyata TNI bersama masyarakat,” ungkapnya.

Kepada masyarakat, Walikota berpesan agar fasilitas jembatan yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat bersama.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan jembatan melebihi kapasitas yang telah ditentukan serta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan kepada pihak terdekat.

“Saya berharap jembatan ini dapat dipergunakan dalam waktu yang panjang. Mari kita jaga dan rawat bersama. Jangan menggunakan jembatan ini melebihi kapasitas dan apabila ada kerusakan, segera sampaikan kepada pihak terdekat, seperti kelurahan,” pesannya.

Peresmian tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih tersebut diharapkan semakin memperkuat akses masyarakat, memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas pendidikan, pertanian dan perekonomian masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bima. ((*//Kominfo)

DEMOKRAT HADIR, RAKYAT GEMBIRA: 25 TAHUN MENGABDI, BERSAMA RAKYAT

jpn

Bimantika.net Dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bima kembali menghadirkan kegembiraan di tengah masyarakat melalui Lomba Rakyat yang penuh semangat, kekeluargaan, dan kebersamaan di Lapangan Mongingsidi Desa Rupe pada hari Minggu 23 Agustus 2026.

Beragam perlombaan seperti tarik tambang, memasukkan paku ke dalam botol, hingga balon dangdut menjadi ruang bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk tertawa, bergembira dan menikmati suasana kebersamaan tanpa sekat.

Yang menarik, seluruh pengurus Partai Demokrat Kabupaten Bima bersama empat anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bima hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat. Tidak ada jarak antara pengurus partai dan rakyat.
Semua larut dalam suasana penuh keakraban.

Antusiasme masyarakat pun luar biasa. Warga menyambut kegiatan tersebut dengan penuh sukacita. Ini membuktikan bahwa politik tidak selalu harus berbicara tentang kekuasaan dan kontestasi, tetapi juga tentang kebersamaan, kegembiraan dan bagaimana partai hadir di tengah kehidupan rakyat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima, Hj. Misfalah, S.Pd., bahkan ikut turun langsung dalam keseruan balon dangdut. Kehadiran dan keterlibatan langsung tersebut menjadi gambaran bahwa seorang pemimpin partai tidak hanya duduk di belakang meja, tetapi bersedia hadir dan merasakan kegembiraan bersama masyarakat.

25 tahun Partai Demokrat bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan panjang untuk terus hadir, mendengar aspirasi dan membangun kedekatan dengan rakyat.

Dari rakyat, bersama rakyat, dan untuk rakyat.
Demokrat bersama rakyat. Demokrat untuk rakyat. Demokrat terus bergerak untuk Indonesia, untuk NTB, dan untuk Kabupaten Bima yang lebih maju dan sejahtera.
Selamat HUT ke-25 Partai Demokrat.
Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit!

HUT25PartaiDemokrat

DemokratBersamaRakyat

DemokratKabupatenBima

DemokratUntukRakyat

BersamaKitaKuat

(RRS//RumaRenggeSape//007)

Polsek Tambora Gelar Pengamanan Pawai Ta’aruf Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Tambora Ke-24

jpn

Bimantika.net -Personel Polsek Tambora Polres Bima Polres Bima Kabupaten Polda NTB menggelar kegiatan pengamanan pawai ta’aruf pembukaan MTQ tingkat Kecamatan Tambora Ke-26 Tahun 2026 Sabtu 22 Agustus 2026 pukul 14.30. Wita.

Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan Tambora tahun 2026 ini mengangkat tema “Kita Wujudkan Masyarakat Bima yang Bermartabat”

Pawai ta’aruf itu melibatkan seluruh pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat di wilayah Kecamatan Parado dan unsur Forkopimcam, pengamanan tersebut dipimpin oleh Kapolsek Tambora Iptu Suhadak SH.,

Personel ditempat disepanjang rute yang dilewati oleh para peserta pawai ta’aruf.terlihat petugas juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi Kemacetan.

Titik Star ratusan peserta itu mulai dari depan SMPN 2 Tambora dan Finish di lapangan Desa Kawinda To,i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima.

Hal itu dikemukakan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman” pungkas Adib. (****)

Taufiquddin Asal Bima Lolos Seleksi Ajang Pemilihan Duta Kebudayaan Indonesia 2026, Wakil Gubernur NTB Umi Dinda Beri Dukungan dan Support

jpn

Bimantika.net Muhammad Taufiquddin asal Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil lolos seleksi administrasi dalam ajang Pemilihan Duta Kebudayaan Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Arunika Cipta Abadi.

Taufiquddin anak kandung Drs. H. M. Saleh, S. Pd imam Masjid Baiturrahman BTN Sadia Kota Bima lahir di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima.

Ajang Duta Kebudayaan Indonesia 2026 merupakan program pemilihan pemuda-pemudi generasi muda yang diselenggarakan secara berjenjang melalui seleksi daerah, regional, hingga tingkat nasional untuk mencari agen pelestari warisan budaya daerah.

Opik sapaan akrab Muhammad Taufiquddin, S.Pd., kelahiran 29 November 2000, putra asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat sejarah tinta emas sebagai Finalis Duta Kebudayaan Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Bagi saya, keikutsertaan dalam ajang ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi merupakan kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama Bima dan Nusa Tenggara Barat serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat di seluruh Indonesia” demikian ujar Opik saat diwawancara Media Online Bimantika Selasa 22 Agustus 2026.

Dalam ajang ini, Opik membawa misi untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan budaya Bima sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

“Saya ingin memperkenalkan nilai-nilai budaya, tradisi, seni, serta kearifan lokal Bima kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda, agar warisan budaya tersebut tidak hanya dikenal oleh masyarakat daerah, tetapi juga dapat terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman” tegasnya.

Lanjut Opik Salah satu fokus yang ingin dirinya perjuangkan adalah seni dan musik tradisional Bima.

Ia melihat masih banyak kekayaan musik tradisional Bima yang belum dikenal secara luas oleh masyarakat Nusantara.

Karena itu, melalui kesempatan ini dirinya ingin berupaya memperkenalkan dan mempromosikan musik tradisional Bima melalui berbagai ruang dan kegiatan kebudayaan, sehingga masyarakat dari berbagai daerah dapat mengenal keberagaman seni musik yang dimiliki Bima dan Nusa Tenggara Barat.

“Bagi saya, memperkenalkan musik tradisional bukan hanya tentang memperkenalkan sebuah kesenian, tetapi juga memperkenalkan sejarah, identitas, nilai, dan cerita yang hidup di dalamnya” ujarnya.

Lebih jauh opik uraikan ingin menjadikan seni dan musik tradisional sebagai salah satu media untuk mendekatkan generasi muda dengan budaya daerah sekaligus membuka ruang agar kesenian tradisional dapat terus diapresiasi dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain mengikuti rangkaian Pemilihan Duta Kebudayaan Indonesia, ia juga berkomitmen untuk mengabdikan diri bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya melalui bidang seni dan musik tradisional.

“Saya ingin berkontribusi secara nyata dengan memperkenalkan potensi budaya NTB, terutama kekayaan seni dan musik Bima, ke tingkat nasional. Harapannya, upaya tersebut dapat menjadi bagian dari promosi budaya NTB sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi para pelaku seni dan generasi muda daerah” bebernya.

Opik juga sangat berharap mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Bima.

Dukungan tersebut bagi saya bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap perjalanan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk sinergi dalam memperkenalkan, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya Bima dan NTB di tingkat nasional.

“Bagi saya, membawa nama Bima dan NTB dalam ajang ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan budaya Bima, khususnya seni dan musik tradisional yang masih belum banyak dikenal masyarakat Nusantara” ungkapnya.

“Saya juga ingin mengabdikan diri dan berkontribusi bagi NTB melalui bidang seni dan kebudayaan.” urainya.

Rangkaian Pemilihan Duta Kebudayaan Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 12–20 Oktober 2027, yang mencakup masa karantina dan berbagai rangkaian kegiatan hingga menuju malam final.

Ditanya soal kesiapannya, Opik dengan tegas nyatakan siap mengikuti seluruh proses dengan membawa identitas, nilai, dan semangat budaya Bima.

Ia berharap perjalanan ini tidak berhenti pada sebuah gelar, tetapi dapat menjadi awal dari pengabdian yang lebih luas bagi daerah. Bima adalah bagian dari identitas saya, NTB adalah tanah yang ingin ia perjuangkan, dan budaya adalah ruang pengabdian yang ingin saya bawa ke panggung Nusantara.

“Yang menjadi nilai semangat bagi saya dengan adanya Semboyan masyarakat bima yang di wariskan dari generasi ke generasi yaitu “ MAJA LABO DAHU” demikian ujar Opik menutup Wawancaranya.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M. IP yang dikonfirmasi media online Bimantika merasa bangga atas prestasi yang sedang di ukir oleh generasi muda Bima NTB.

“Kita pastikan akan memberikan support dan dukungan penuh pada setiap generasi putra putri terbaik NTB yang sedang menapaki karirnya ditingkat nasional” ujar Umi Dinda sapaan Wakil Gubernur NTB. (****)

Bupati Ady Mahyudi Dukung Pembangunan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah

jpn

Bimantika.net -Kunjungan Bupati Bima Ady Mahyudi ke lokasi pembangunan infrastruktur gedung pusat kegiatan dakwah Muhammadiyah Kabupaten Bima di Desa Bre jalan lintas Dore – Talabiu kecamatan Palibelo Kamis 20 Agustus 2026 menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendukung pembangunan infrastruktur penting bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat Kabupaten Bima tersebut.

Bupati Bima dalam momen Tancap Tiang Pertama Pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Kamis (30/8) juga dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bima Ust. H. Jubair S.Ag dan jajaran pimpinan daerah organisasi tersebut dalam sambutannya sesaat sebelum melakukan pengecoran gedung dakwah mengungkapkan bentuk suportnya.

“pemerintah daerah mengapresiasi keinginan keluarga Muhammadiyah untuk mendirikan bangunan pusat dakwah. Pemerintah daerah akan mendukung penuh ikhtiar tersebut. Karena aspirasi dan harapan warga Muhammadiyah Kabupaten Bima juga menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bima”. Terangnya.

Terkait harapan Pimpinan Daerah Muhammadiyah agar aset tanah Pemkab Bima yang lokasinya bersebelahan dengan gedung yang akan dibangun dapat dihibahkan, pada prinsipnya aspirasi tersebut dipertimbangkan dan menjadi perhatian pemerintah daerah namun terlebih dahulu tim appraisal makan survei untuk menentukan nilai aset dan bantuan tersebut diberikan kesehatan yang berlaku”. Jelas Bupati.

Sementara itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bima H. Jubair mengungkapkan, kehadiran infrastruktur gedung dakwah Muhammadiyah yang didirikan di atas lahan seluas 10 are dan berlantai tiga merupakan rahmat bagi perekonomi dan seluruh masyarakat.

Dengan berdirinya gedung dakwah ini, ke depan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di ibukota dan sekitar mengingat selain berfungsi sebagai tempat dakwah, juga dapat menjadi tempat penginapan bagi para tamu”. Jelas H. Jubair. (****).

Selasa Menyapa di Palibelo, Bupati Bima Ady Mahyudi : “Palibelo Istimewa di Hati”

jpn

Bimantika.net -Program Selasa Menyapa Sesi II Pemerintah Kabupaten Bima kembali menghadirkan pelayanan publik lebih dekat dengan masyarakat.

Kali ini, Desa Ragi dan Desa Teke, Kecamatan Palibelo, menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku UMKM, pemuda, hingga kalangan pendidikan, Rabu (19/8/2026).

Bupati Bima Ady Mahyudi hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti dan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy bersama Ketua GOW Ny. Anita H. Irfan. Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turun langsung mendengar aspirasi dan merasakan denyut kehidupan masyarakat.

Dalam agenda Ngopi Bareng Pemuda Inspiratif di Lapangan Desa Teke, Bupati Ady Mahyudi mengapresiasi antusiasme masyarakat Palibelo. Ia menegaskan bahwa berbagai program dan bantuan pemerintah akan terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan di Kecamatan Palibelo ini luar biasa dan masyarakatnya sangat antusias. Kami membawa banyak bantuan untuk masyarakat dan akan terus berlanjut sampai akhir masa tugas kami,” ujar Bupati.

Pernyataan tersebut menjadi pesan bahwa pembangunan bukan sekadar mengejar capaian administratif, melainkan memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, Bupati juga menyampaikan rencana penganggaran pembangunan jalan tani menuju jembatan Tolo Ta’a Desa Teke, seraya meminta dukungan masyarakat agar agenda pembangunan selama lima tahun dapat berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat Palibelo yang begitu hangat. “Palibelo ini istimewa di hati kami. Mari kita bergandengan tangan dan menggunakan seluruh energi untuk membangun Bima yang Bermartabat,” ajaknya.

Pesan tersebut menggambarkan semangat kepemimpinan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama pembangunan. Pemerintah dan rakyat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus berada dalam satu barisan, saling mendukung, saling menguatkan, dan bekerja bersama untuk menghadirkan perubahan nyata bagi Kabupaten Bima.

Bagi masyarakat, Selasa Menyapa bukan sekadar agenda kunjungan pemerintah. Program ini menjadi ruang untuk menyampaikan harapan secara langsung, melihat pelayanan publik lebih dekat, sekaligus membuka kesempatan bagi potensi lokal untuk tampil dan berkembang. Sementara bagi ASN, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan dengan kerja nyata, pelayanan yang humanis, dan kehadiran yang benar-benar dirasakan.

Kehadiran pelaku UMKM kuliner, keripik, kue kering dan tenun semakin memperkuat wajah ekonomi kerakyatan Palibelo. Produk-produk lokal mendapat ruang untuk diperkenalkan, sementara penampilan seni dan kreativitas pelajar dari sejumlah sekolah menunjukkan bahwa Palibelo memiliki potensi besar yang patut terus dikembangkan.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, kepemimpinan Ady Mahyudi–dr. H. Irfan Zubaidy ingin membangun hubungan yang tidak berjarak antara pemerintah dan masyarakat.

Pemimpin hadir untuk mendengar, ASN hadir untuk melayani, dan rakyat menjadi kekuatan utama pembangunan. Dari Palibelo, pesan itu kembali ditegaskan: pembangunan Bima harus tumbuh dari kebersamaan dan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Palibelo istimewa di hati.” Kalimat sederhana itu bukan sekadar ungkapan penghormatan, tetapi menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan rakyat. Ketika pemimpin mau turun menyapa dan mendengar, ketika ASN bekerja dengan hati, dan ketika masyarakat ikut bergandengan tangan, maka cita-cita menghadirkan Bima yang Bermartabat, maju, dan sejahtera bukan sekadar slogan, melainkan sebuah ikhtiar yang terus diperjuangkan bersama
(RRS//RumaRenggeSape//007)