Kesadaran Untuk Sebuah Perubahan PILKADA BIMA

Oleh : DR. Ikhwan HZ,SE,M.Si *)

Bimantika.net
Merupakan Cita-cita kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Bima yang sejahtera, karena itulah kehendak mutlak dari kehadiran Pemimpin daerah. Kebahagiaan masyarakat terwujud jika pemimpin mengambil peran maksimal untuk melakukan perubahan yang lebih baik.

Kita bercita-cita hadirnya pemimpin yang memberikan perlindungan kepada Masyarakat dikala terhimpin masalah ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, harga komoditas pertanian, harga garam, semua masalah terurai dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan kemampuan mengelola Potensi ekonomi daerah yang memberikan multyplayer effect pada peningkatan kesejateraan masyarakat.

Untuk apa memilih lagi pemimpin yang tidak mampu mensejahterahkan rakyat dan pada titik ini diperlukan kesadaran untuk memilih figur baru untuk sebuah perubahan. Changes Leadership adalah sebuah keharusan, Seperti saran dari Michael Beer Ahli manajemen ” Breaking The code of change” Berubah itu adalah memilih tindakan yang berbeda dari sebelumnya, dan perbedaan itulah yang menghasilkan sebuah perubahan. Jika kenyataan yang harus kita terima dimana ekonomi daerah stagnan, kerawanan sosial terjadi, kemiskinan terjadi, patologi sosial terjadi ( Narkoba, judi, kekerasan, konflik, ketidanyamanan) menghimpit kehidupan masyarakat maka Hukum yang berlaku adalah Perubahan kepemimpinan.

Kita tidak ingin melihat Mandeknya Pembangunan Ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur sebagai kebutuhan dasar masyarakat disinilah kita membutuhkan kepemimpinan yang efektif yang mampu mentransformasi keadaan ekonomi dan sosial masyarakat yang kurang baik menjadi lebih baik.dan sebaliknya kita tidak memerlukan figur pemimpin hanya sebagai simbol saja. pemimpin seperti ini tidak produktif karena orientasi pada pencitraan bukan pada kinerja.

Kompleksitas masalah sosial dan ekonomi saat ini tidak bisa diselesaikan dengan cara yang biasa, perlu terobosan dan berani mengambil keputusan yang tidak lajim (out side the book), yang menawarkan strategi penyelesaian disinilah watak kapabilitas individu diuji yang diukur atas kontribusinya pada perbaikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat telah menginvestasikan harapan akan adanya perbaikan kehidupan mereka dengan hadirnya pemimpin tapi apaboleh dikata harapan itu hanya tertukar dengan sebungkus Rokok dan Kopi untuk dinikmati sesaat yang seharusnya dengan menjatuhkan pilihan kepada orang yang tepat akan memberikan Nilai Manfaat jauh lebih baik untuk kemajuan dan perubahan kondisi ekonomi dan sosial. Para petani tersenyum karena harga-harga naik, para Nelayan tradisional diberdayakan untuk membudidayakan ikan dengan nilai ekonomi yang tinggi, terciptanya lapangan kerja di desa melalui Usaha Bisnis Desa, Perlindungan keamanan dan kenyamanan masyarakat, kegiatan dan syiar agama digallakan, Budidaya peternakan ditingkatkan, Ekonomi pariwisata ditingkatkan, Infrastruktur jalan di desa-desa diperbaiki, Terjadinya pemerataan dan akses pendidikana dan kesehatan..

Inilah Harapan dan Cita -cita mengapa kita perlu memilih Kepala daerah Yang Visioner untuk melakukan perubahan-perubahan menjadi lebih baik. Jangan Memilih Calon atau Figur Populis, yang mengandalakan Trahh dan keturunan .. Atau Karena mereka kasih uang ( membeli Suara masyarakat) Akhirnya Kerugian besarlah yang terima masyarakat selama lima Tahun dan Bukankah Agama Islam juga mengajarkan ” Pilih pemimpin yang Cerdas ( Fathonah). Seperti J. Maxwell Quality of Leader J. menyatakan Tanggungjawab pemimpin bukan hanya sekedar melaksanakan tugas namun Tanggungjawabya jauh dari Itu Yaitu Ketuntasan dan Kesempurnaan untuk membahagiakan masyarakat.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

Petahana dan Gerimis Di Musim Kemarau

Oleh : Muhammad Isnaini *)

Bimantika.net
Apa yang bisa kita harapkan dari gerimis ketika kemarau panjang melanda? Tentu kita akan salah besar, jika ada harapan dalam gerimis tersebut. Jangankan menumbuhkan pohon, menghapus tempelan debu di daun saja tidak.

Saat kemarau, tentu kita membutuhkan hujan yang begitu deras. Selain menciptakan mata air juga dahaga kekeringan seketika akan sirna. Tumbuh-tumbuhan tumbuh subur, dedaunan menghijau, tanaman hutan kebun semua menjadi rimbun.

Kiasan diatas menggambarkan kondisi politik pra pilkada kabupaten bima 2020. Ketika pilkada menjelang, insan politik biasanya berteriak untuk berbicara suksesi kepemimpinan. Ada yang bertahan untuk mempertahankan yang ada dan ada pula yang menyerang untuk menumbangkan kekuasaan dengan menghadirkan penantang.

Pilkada kabupaten bima kali ini, para penantang berbicara menumbangkan kekuasaan dengan berbicara tanpa variabel yang jelas. Misal, dengan lantang mereka bicara bahwa petahana bisa dikalahkan dengan alasan gagal namun mereka kesulitan mengucapkan variabel sebagai takaran sehingga terkesan sangat emosional. Begitupun saat sebagian lainnya menuntut dan mengatakan bahwa sang petahana sebagai pemimpin tanpa ide dan gagasan, mereka sendiripun gagap untuk menghadirkan dan mengucapkan ide serta gagasan yang mereka miliki.

Ada ketimpangan yang sangat besar ketika Tuhan hanya menghadirkan gerimis disaat bumi dilanda kemarau panjang. Atau memang jangan-jangan kemarau itu hanyalah halusinasi mereka yang hidup di gurun tanpa mengetahui kondisi sesungguhnya didaerah tropis yang sejuk dan mewangi pepohonan serta dedaunan.
*) Penulis Aktif di DPD l KNPI NTB

Dewan Nilai Bupati Bima Gagal Bangun Kesejahteraan Rakyat

Bimantika.net
Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos saat di wawancarai Bimantika.net di seputar Wilayah Kota Bima kamis (8/8/2019) menyebutkan bahwa saat ini Bupati Bima Gagal memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Menurutnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima saat ini tidak berpihak pada kepentingan rakyat. “APBD sangat tidak berpihak pada rakyat bahkan tidak ada dana kesejahteraan untuk rakyat yang tertera dalam APBD makanya tugas saya sebagai Dewan jelas menantang kebijakan itu dan kita pernah ribut saat paripurna” kenang Edy Muhlis.
Lanjutnya pada saat pembahasan APBD selalu dirinya memperjuangkan item.dan klausul tentang kesejahteraan rakyat, tentang dana kesehatan untuk rakyat tentang dana bakulan bagi kaum ibu ibu. “Semua itu akan tidak ada artinya setelah klinis APBD yang ada perjalanan Dinas dan segala bentuk tetek bengek yang tidak pro pada rakyat” tegas Edy Muhlis. (//arif)

Masih Kuatkah IDP Sebagai Petahana ?

Bimantika.net
Release seorang aktivis Muda, Delian Lubis yang disampaikan pada Bimantika.net menyebutkan bahwa ada fase fase tersendiri dimana sang Petahana dalam sejarah Pilkada terkalahkan. Karena Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP,red) Petahana maka sangat sulit dikalahkan. Benarkah begitu?

Delian Lubis menganalisa balik logikanya, karena IDP Petahana maka dia berpotensi untuk Tumbang. Kenapa bisa? Karena Kinerja yang sangat buruk ! Kinerja yang buruk juga membuat popularitas ikut juga anjlok & terpuruk!

Bukankah Safru dulu Petahana ? Dia Petahana tapi Tumbang! dia tumbang bukan karena KINERJA BURUK tapi komunikasi politik diarus bawah tidak bekerja dan STIGMA Safru PELIT.
Berikut Analisa Delian Lubis terkait peluang Kewilayahan bahwa
Wilayah TIMUR seperti SAPE, LAMBU, WERA, AMBALAWI, terluka dengan gaya kepemimpinan IDP. Wilayah BARAT memendam kecewa pada kepemimpinan IDP khususnya MADAPANGGA. Sementara SILA IDP butuh kelihaian diatas rata-rata untuk mendulang suara.

BIMA SELATAN khusus WOHA, BELO, LANGGUDU, IDP tidak punya taring apapun kecuali wilayah PALIBELO, itupun kalau msh menguat sentimen pro Turunan Sultan.

BIMA UTARA seperti DONGGO, SOROMANDI, IDP tak punya taring juga.

Nah, figur alternatif adalah skenario lain yang bisa membuat PETAHANA TUMBANG.

Orang parpol sbg figur alternatif hanya buang-buang uang dan tenaga. Kalahnya sudah bisa diprediksi dr skrg.

IDP akan terbakar dari orang TERDEKATnya atau orang yg sama sekali jauh darinya.

Siapa mereka, TUNGGU 6 BLN sebelum pendaftaran. *(Delian Lubis)

AGENDA KOREKSI DIRI IDP & DAHLAN

Oleh : DR. Ikhwan HS, SE,MM,M.Si*)

Bimantika.net
Obstacle is the way.. bahwa semua jalan ada hambatan? jalan pikiran ini yang digunakan sementara ini, tampa kreatifitas berfikir yang menghadirkan solusi dari cengkraman persoalan ekonomi dan sosial masyarakat. Untuk menguji jalan pikiran ini kita ajukan beberapa kegagalan program IDP & D. yang tidak sejalan dengan Undang- Undang :

Absenya keberpihakan pemerintah pada persoalan petani memunculkan kecurigaan bahwa Undang- undang No 19 tahun 2013 mengenai jaminan perlindungan petani tidak di jalankan, dijelaskan Pemerintah daerah perlu membantu Petani dalam : kesulitan memperoleh prasarana dan sarana produksi, kepastian usaha, risiko harga, kegagalan panen, praktik ekonomi biaya tinggi, dan perubahan iklim dll. Lantas dibuatkan juga Perda untuk memberikan proteksi kepada petani? Miris juga saya melihatnya ketika ada bantuan Mesin pembajak sawah diatur secara transaksional oleh orang – orang yang bukan petani untuk mendapatkan Fee?

Sama halnya juga petani garam bagaimana perlindungan kepada mereka dengan harga rendah yang membuat terpuruknya nasib mereka? bagaimana upaya yang dilakukan dalam memberikan perlindungan kepada petani garam dan Nelayan sesuai UU Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petani Garam. Apakah juga dibuatkan Perdanya?

Masyarakat juga mengeluhkan bagaimana tanggung jawab Pemda untuk mengatasi listrik yang sering padam setiap minggu? Apakah diabaikan undang Ketenagalistrikan nomor 30 tahun 2009 pasal pada pasal 3 & 4 mengenai adanya kewenangan serta tanggung jawab Membangun ketenagalistrikan? Permasalahan ini juga yang menyebabkan Investor tidak berminat berinvestasi di Bima.

Dengan seringnya bencana kebakaran didesa- desa bagaimana program penanggulangannya? Kenapa mobil kebakaran saja sangat minim? Kenapa Undang- Undang No 24 Tahun 2007 tidak maksimal di jalankan?

Lalu dimanakan Hak – hak masyarakat dipenuhi sebagai bukti hadir dan keberpihakan Pemerintah? Maka Perlu dilakukan koreksi total terhadap kegagalan IDP: D dalam menjalankan programnya?
*) penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

Sufi Sebut Pilkada Kabupaten Bima jauh Dari Ide Dan Gagasan

Bimantika.net
Anggota DPRD Kabupaten Bima, Syaifullah saat diskusi dengan politisi PDI Perjuangan Firdaus, SH di salah satu Cafe di Kota Bima pada Kamis (8/8/2019) menyebutkan bahwa jelang Pilkada Kabupaten Bima tidak ada narasi yang mengarah pada gagasan maupun ide ide.
“Justru yang terkemuka saat ini Anti IDP dan Pro IDP dua Periode” sebutnya.
Sufi sapaan akrab Politisi PKS ini mengharapkan generasi pembaharuan perlu tuangkan ide ide cemerlangnya untuk membangun peradaban di Bima ini. “Kita perlu bangun peradaban itu sehingga wacana dan narasinyapun penuh dengan ide dan gagasan bukan soal suka dan tidak suka” ujar sufi Sapaan akrab Anggota Dewan Dua Periode ini.
Sufi pun mengaku bahwa dirinya tidak peduli dengan urusan IDP dan Dahlan, justru dialam pikirnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Saya gak punya urusan apapun dengan urusan IDP dan Dahlan, siapapun Bupatinya tentu kita pikirkan efek apa kira kira yang berdampak pada Urusan Kemaslahatan rakyat” Demikian ujarnya.
Sementara Politisi Muda PDI Perjuangan yang juga mantan aktivis jalanan, Firdaus, SH menyepakati pola pikir tersebut, sehingga dirinya dengan Sufi yang saat inu di PKS memiliki kesamaan dalam cara pandang menyikapi urusan rakyat.
“Yang kita bicarakan memang harus pada esensi kerakyatan bukan wacana dan narasi sempit” Ujar Firdaus. (//ym//yp)

Dewan Sebut Bupati Bima Tidak Punya Kemampuan Bangun Dunia Pendidikan

Bimantika.net
Anggota Komisi ll DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada Bimantika.net mendesak Bupati Bima agar senantiasa memikirkan sarana dan prasarana dunia pendidikan. “Dunia pendidikan kita di kabupaten bima sampai saat ini tidak ada yang patut dibanggakan karena tidak ada political will dari seorang Bupati untuk membangun sebuah peradaban” ungkap politisi muda Partai Nadem ini.
Menurutnya, banyak sekolah sekolah yang di dusun terpencil tidak terurus dengan fasilitas apalagi bicara sumber daya manusia nya.
“Infrastruktur saja amburadul, tentu sumber daya manusiapun tidak bakalan bisa ditingkatkan” urainya.
Anggota Dewan Asal Partai Nasdem ini menilai bupati Bima gagal total dan membangun dunia pendidikan karena tidak memiliki kemampuan untuk itu. “IDP hanya mampu melakukan hal hal seremonial saja, esensi pembangunan sama sekali tidak ada dalam imajinasi IDP” demikian tegas Edy Muhlis. (//yp)

Pemerhati sebut Doktor Zul Bangun Sepak bola NTB yang Gemilang

Bimantika.net

Pemerhati Sepak bola NTB, Herman Effendy, S. Sos menilai langkah Gubernur NTB memberdayakan dunia sepak bola di NTB patut di beri apresiasi. Langkah nyata itu menurut Herman adalah Pak Doktor Zul memiliki political will “jemput bola” membangun sarana dan prasarana sepak bola berstandar FIFA. “Saya bangga dengan pak Gubernur yang memperhatikan dunia sepak bola di NTB, sehingga saya secara pribadi diberi tugas untuk melaksanakan event Gubernur NTB Cup yang di selenggarakan paling lambat akhir Agustus ini” ujar Herman Effendy.
Lanjut Herman, bahwa bukti riil dari niat baiknya Dokor Zul membangun sepak bola yang gemilang di NTB adalah bertemuanya beliau dengan bapak Refrizal Ketua PSSI bidang pembinaan Usia Dini dan Ratu Tisha Sekjen PSSI di Mataram pekan lalu.
Dalam pertemuan itu Gubernur NTB, DR. Zulkiflimansyah, MSc mengaku bahwa
Ratu Tisha, Dara Banten ini Luar Biasa.
S1 nya di ITB jurusan Matematika
S2 nya jurusan Sepakbola di Leicester UK dan Milan Italia
“Insya Allah, 2020 NTB akan dapat 2 lapangan sepakbola berstandar FIFA” ungkap Gubernur NTB dalam akun Facebook Pribadinya.
Lapangan berstandar FIFA itu Satu di Loteng yang sekarang digunakan utk pacuan kuda dan satu lagi di Pulau Sumbawa. Lokasi sedang di cari yg pas di Pulau Sumbawa.
“Terima kasih PSSI yg akan menghadiahkan NTB 2 lapangan Sepak Bola standar FIFA” demikian ujar Gubernur NTB. (//tim)

Masyarakat Butuh Kepemimpinan Spiritual

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M.Si *)

Bimantika.net
Mayoritas masyarakat Bima yang religius harus dipahami sebagai landasan utama dalam menentukan kriteria dalam memilih pemimpin. Pemimpin yang kita butuhkan adalah kepemimpinan yang mampu membumikan Nilai – Nilai Islam sebagai Rahmatan Lil- Allamin dalam semua bidang kehidupan masyarakat; ekonomi, sosial, politik, budaya, pendidikan dll. Kita merindukan Ia hadir dan berdiri dihadapan umat bukan sebagai pemerintahan tapi ia juga Ulama.

Terminologi pemikiran ini sebagai refleksi adanya masalah serius dalam syiar Islam di Bima, ini semua soal Ambigu dari Figur yang sedang berkuasa saat ini bagaimana kita menilai Ia sebagai Imam ketika persoalan keagmaan mulai dari ibadah, Ia sulit merepresentasikan dirinya sebagai Imam.

Keyakinan kami sebagai referensi utama dalam Alquran akan menjadi kenyataan kalau Daerah kita di cabut Keberkahan oleh Allah itu karena kita abai atas petunjuk Alquran yang agung itu.

Selama Kepemimpinan yang ada saat ini, banyak diwaranai dengan masalah mulai dari tatakelola pemerintahan, Pemburu rente disekitar, Politik dinasti, buruknya Infrastruktur, Rendahnya komitmen melindungi Petani, Kemiskinan, persoalan sosial ( Narkoba, konflik, judi dll), minimnya siar Islam dan Kebocoran anggaran Pembangunan, minimnya investasi, rendahnya Pendapatan Daerah menggambarkan kualitas kepemimpinan yang rendah. Kapasitas kepimpinan yang tidak mampu memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat saat ini.

Kita harus merubah arah kepemimpinan dengan kriteria sesuai perintah agama dan sangat utama sekali adalah kepemimpinan yang menghadirkan dan membumikan Nilai- Nilai keislaman ( Spiritual leadership). Jika model kepemimpinan ini diterapkan maka keberkahan akan turun dari Langit karena Allah SWT telah menjanjikan dalam Alquran. Keteladanan Pemimpin itu yang hilang di Bima saat ini, Defisitnya komitmen untuk membumikan nilai Islam sebagai rahmat Lil Allamin , sehingga keberkahan itu tidak ada.

Kita butuh pemimpin yang setengah ulama untuk memberikan contoh dan keteladanan kepada masyarakat, Ia hadir dengan tulus untuk menegakan syiar islam, masuk ke Masjid- Masjid menjadi Imam Sholat, membaca khutbah, ia dekat dengan Rakyat miskin, peduli terhadap nasib petani, bukan hanya Ia sekedar ada tetapi sesungguhnya kehadirannya benar- benar dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat.

Dalam berbagai contoh banyak kepemimpinan spiritual yang berhasil membangun Negara dan Daerah misalnya ; Presiden Edrogan di Turkey mewajibkan Rakyatnya sholat subuh di mesjid, Gubernur Bangka Belitung E Rosman Djohan mewajibkan ASN sholat subuh di masjid dan mewajibkan Kabupaten / kota melaksanakan, Walikota Palembang Harnoyo menerbitkan Perda No 69 tahun 2018 mewajibkan ASN sholat dimasjid, Bupati Rokan Hulu Achmad mewajibkan PNS sholat berjamaah Asyar dan Zhuhur, Bupati Batang Jawa tengah Sudibiyo mengeluarkan surat edaran wajib bagi SKPD sholat berjamaah Dzuhur dan Asar, Bupati Touna M. Lahay mewajibkan PNS sholat berjamaah, Bupati sukabumi Marwan Hamami mengeluarkan surat edaran mewajibkan ASN sholat wajib berjamaah, Bupati Banggai Herwin yatim mewajibkan ANS sholat berjamaah untuk pembangunan moral pegawai.

Sederet contoh diatas ternyata ada hubungan yang signifikan prestasi yang diraih daerah dengan perilaku mewajibkan ANS sholat berjamaah, dari keenam contoh diatas hasilnya sangat memukau dimana keberkahan daerahnya meningkat seperti Naiknya PAD daerah, ekonomi tumbuh signifikan, konflik rendah, berkurangnya korupsi, mendapatkan penghargaan Pemerintah pusat, Tertib sosial yang tinggi, Kerusakan moral di masyarakat rendah…

Kita sering terbalik pemikirannya bahwa mencari pemimpin atau Imam itu tidak perlu menggunakan standar dan peryaratan, hanya kita berfikir dengan sederhana bahkan streotipe menilai berdasarkan persepsi kelompok atau sangat prejudice ( berdasarkan pransangka) bukan Pengujian dari pendapat publik yang imparsial teritama menjadikan Alquraan sebagai Referensi.

Buruknya membesarkan politik pransangka akhrinya menjadi justifikasi pembenaran sosial. Kenyataan dibeberapa Negara, Provinsi dan Daerah dengan hadirnya sosok kepemimpinan bukan dari asumsi. prasangka tetapi Ia otentik telah diuji oleh publik maka tingkat kesuksesannya jauh lebih baik dari model kepemimpinan pencitraan atau Palsu.

Banyak contoh di Negara lain atau di Provinsi atau daerah yang telah maju bahwa kepemimpinan yang utama Ia komit terhadap pemerintahan ” Spiritual ” Agama Nomor 1, sehinga Ia menghadirkan model pemerintahan yang baik ( Integritas, Jujur, profesional, Problem solver, akuntabilitas dan patuh terhadap Nilai- nilai Islam)

Kabupaten bima tidak bisa dipimpin oleh orang abu- abu harus jelas Identas dirinya, jelas komitmennya, jelas kemampuannya, jelas manajemennya, jelas visi/ misinya, jelas keadilannya, jelas keberpihakannya, Jelas programnya, jelas karakternya, jelas ketaqwaannya, Jelas ketokohannya, Jelas jiwa keulamaannya.

Catatan diatas semoga menyadarkan kita semuanya ,,Pemimpin yang alim, Imam yang ulama itu lebih baik dan utama,, baik menurut Agama maupun referensi literatur ilmiah lainnya dan beberapa Contoh daerah atau negara yang maju.
*) Penulis : Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

Pemerhati Olahraga Desak Koni Berbenah Diri

Bimantika.net
Pemerhati Olahraga, Herman Effendy, S. Sos menilai secara keseluruhan bahwa sesungguhnya kabupaten bima saat ini dalam zona degradasi dalam hal prestasi dibidang olah raga. Menurut Herman Effendy menurunnya prestasi olahraga di kabupaten bima salah satu faktornya adalah Koni kabupaten Bima tidak mampu melakukan pemetaan wilayah ke olah ragaan sehingga bidang olah raga terabaikan.
“Ini sesungguhnya PR besar buat ketua Koni untuk segera membenahi diri sehingga prestasi olah raga kedepan kabupaten Bima menjadi kabupaten yang penuh dengan prestasi gemilang” ujarnya.
Lanjut Herman Effendy bahwa pemetaan wilayah yang dimaksudkannya adalah memetakan wilayah mana saja yang dijadikan candradimuka nya cabang olah raga tertentu. Dirinya mencontohkan misalnya Madapangga dijadikan candradimuka nya sepak bola, wilayah Bolo menjadi candra dimukanya panjat tebing karna di lapangan kara Bolo itu ada fasilitas papan panjat tebingnya,
Lalu di wilayah kae dijadikan candra dimuka nya volley begitu pula seluruh wilayah kabupaten bima.

Herman Effendy pun kini menyayangkan sikap Ketua Koni Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri yang tidak mempu mengurus olah raga sehingga prestasi Kabupaten Bima sangat menurun. “Bayangkan saja hasil Porseni Propinsi NTB kabupaten Bima peringkat ke 7 dibawahnya Kota Bima dan Kabupaten Dompu” tegasnya.
Dirinya menyesalkan karena Kota Bima yang lahir dari “rahim” kabupaten bima menunjukkan prestasi gemilang mengalahkan “ibu” yang mengandungnya yakni Kabupaten Bima yang kita cintai bersama ini.
Lagi lagi menurut Herman ini adalah bentuk ketidak mampuan Koni dalam meningkatkan prestasi ke olah raga an. “Susah kusir benhur disuruh nyetir mobil, tentu mobilnya gak jalan dong” demikian analogi Herman Effendy pada Ketua Koni Bima.
Herman Effendy mengharapkan ke depannya agar Koni berbenah diri. Pemerhati Asal Desa Dena Madapangga yang sudah sukses menyelengarakan Event Herman Effendy Cup ini dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Gubernur NTB Cup dilapangan Dena Madapangga. “Insya Allah amanat besar dari pak Gubernur NTB untuk menyelenggarakan Even Gubernur NTB Cup akan kami jadikan ajang terbaik di NTB karna ini adalah pesan khusus dari bapak Gubernur” ujarnya sembari menyatakan bahwa Gubernur NTB Cup Siap action Bulan Agustus ini.
Lanjutnya Banyak hal positif apabila bidang olah raga ini di perhatikan karen dampak positifnya akan nyata untuk generasi masa yang akan datang.
“Paling tidak generasi kita tidak terjerumus dalam hal negatif karena ada even even positif yang mereka ikuti, dan salah satunya adalah pemberdayaan dibidang olah raga” tandasnya.
Untuk membenahi semua itu memang harus ada goodwill dari ketua koni karena ditangan Koni lah prestasi olah raga bisa kita tingkatkan. (Tim)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom