ANALISIS K3: DARI TRAGEDI GELIS RAUH KE KMP PUTRI YASMINKeselamatan Pelayaran, Sistem Keselamatan Modern, dan Perspektif Islam

jpn

Oleh : Rita Kartika Syarif, S.KM., M.Kes
(Promotor Kesehatan dan Aktivis Muslimah Peduli Umat)

Pendahuluan
Kebakaran KMP Putri Yasmin pada 12 Agustus 2026 kembali mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya persoalan memadamkan api ketika kebakaran sudah terjadi.

Keselamatan adalah sebuah sistem yang harus dibangun sejak sebelum kapal meninggalkan dermaga.

Berdasarkan informasi sementara yang beredar, KMP Putri Yasmin membawa 131 orang, terdiri dari 114 penumpang dan 17 awak kapal.

Satu orang dilaporkan meninggal dan informasi awal menyebut adanya persoalan pada pelampung yang digunakan korban.

Karena investigasi resmi masih berjalan, penyebab kematian maupun rangkaian kejadian secara keseluruhan tetap harus menunggu hasil pemeriksaan otoritas yang berwenang.

Dari perspektif K3, kasus ini penting dikaji karena keselamatan tidak berhenti pada pertanyaan, “Apakah alat keselamatan tersedia?” Pertanyaan berikutnya adalah, “Apakah alat tersebut benar-benar layak dan efektif digunakan ketika nyawa manusia bergantung kepadanya?”

Promosi Kesehatan dan Promosi K3
Sebagai bagian dari ilmu promosi kesehatan, promosi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) juga memiliki peran penting.

Promosi K3 tidak hanya berorientasi pada pencegahan kecelakaan, tetapi juga membangun pengetahuan, sikap, perilaku, lingkungan kerja yang aman, komunikasi risiko, kepatuhan, serta budaya keselamatan.
Dalam konteks pelayaran, pendekatan promosi K3 dapat diterapkan kepada awak kapal, pengelola perusahaan, petugas pelabuhan, pengemudi kendaraan yang masuk kapal, hingga penumpang. Edukasi penggunaan life jacket, simulasi evakuasi, pengenalan jalur penyelamatan, larangan terhadap sumber bahaya,

komunikasi keadaan darurat, dan pembentukan perilaku aman merupakan bagian dari intervensi promosi K3.

Dengan demikian, promosi kesehatan tidak hanya berbicara tentang bagaimana manusia tetap sehat, tetapi juga bagaimana manusia terlindungi dari bahaya di lingkungan kerja dan lingkungan aktivitasnya. K3 merupakan bagian penting dari upaya preventif dan promotif untuk melindungi manusia.

Belajar dari KMP Gelis Rauh
KMP Gelis Rauh pada 17 Juli 2014 mengalami kebakaran dalam pelayaran rute Padangbai–Lembar. Api dilaporkan berasal dari salah satu kendaraan di geladak dan berkembang dengan cepat. Awak kapal melakukan upaya pemadaman dan evakuasi, sementara sejumlah kapal di sekitar turut membantu penyelamatan.

Kasus Gelis Rauh memberikan pelajaran mengenai cepatnya kebakaran pada geladak kendaraan, pentingnya pengendalian muatan, kesiapan pemadaman, komunikasi darurat, dan evakuasi.

Namun, kasus Gelis Rauh dan Putri Yasmin tidak boleh dinyatakan memiliki penyebab yang sama sebelum hasil investigasi resmi tersedia.

Yang dapat dibandingkan adalah pelajaran keselamatannya: kapal Ro-Ro membawa banyak manusia dan kendaraan dengan beragam potensi bahaya, sehingga pengendalian risiko harus dilakukan secara sistematis sejak sebelum keberangkatan.

Sistem Keselamatan Modern: Aturan Sudah Ada, tetapi Apakah Efektif?

Sistem keselamatan pelayaran modern bukan tanpa aturan. Terdapat persyaratan kelaiklautan kapal, pemeriksaan dan sertifikasi, peralatan keselamatan, sistem pemadam kebakaran, prosedur keadaan darurat, pelatihan awak, sistem manajemen keselamatan, serta pengawasan.

Indonesia juga menerapkan kerangka keselamatan pelayaran yang mengacu pada standar internasional. Namun, dari perspektif K3, keberadaan aturan tidak otomatis sama dengan efektivitas keselamatan.

Perbedaan pentingnya adalah antara safety compliance dan safety performance. Compliance berarti memenuhi persyaratan, sedangkan safety performance berarti sistem tersebut benar-benar mampu mencegah kecelakaan atau mengurangi konsekuensinya.

Contohnya, life jacket yang tercatat tersedia belum tentu menjadi safety barrier yang efektif. Kondisinya harus baik, sesuai, mudah diakses, diperiksa, dirawat, dan dapat digunakan dengan benar.

Demikian pula APAR, hydrant, sprinkler, fire pump, alarm, life raft, sekoci, jalur evakuasi, dan sistem komunikasi darurat.

Safety Equipment Bukan Sekadar Checklist
Dalam K3, alat keselamatan tidak boleh diperlakukan sebagai formalitas administratif. Pemeriksaan harus menjawab apakah peralatan benar-benar siap ketika dibutuhkan.

Jika informasi mengenai pelampung yang rusak dalam kasus Putri Yasmin nantinya terbukti melalui investigasi resmi, maka hal tersebut perlu ditelusuri sampai akar masalah: kapan inspeksi terakhir dilakukan, bagaimana sistem pemeliharaannya, apakah kerusakan dicatat, siapa yang bertanggung jawab, apakah alat rusak langsung diganti, dan apakah terdapat mekanisme verifikasi.

Pertanyaan K3 bukan berhenti pada “pelampung rusak”, tetapi harus sampai pada “mengapa pelampung yang tidak layak dapat berada dalam kondisi darurat dan digunakan untuk menyelamatkan nyawa?”

Lapisan Pertahanan Keselamatan

  • Pencegahan: pemeriksaan kendaraan, muatan, instalasi listrik, bahan mudah terbakar, serta pengawasan geladak kendaraan.
  • Deteksi: alarm kebakaran, detektor, CCTV, pengawasan awak, dan pelaporan kondisi tidak aman.
  • Pemadaman: APAR, hydrant, sprinkler, fire pump, serta prosedur pemadaman.
  • Pengendalian: komando nakhoda, komunikasi darurat, isolasi area, dan pengendalian kepanikan.
  • Evakuasi: muster station, life jacket, sekoci, life raft, jalur evakuasi, serta awak yang terlatih.
  • Search and rescue: koordinasi dengan Basarnas, syahbandar, unsur TNI/Polri, dan kapal-kapal di sekitar.
    Sistem yang matang tidak boleh bergantung pada satu alat atau satu orang. Jika satu lapisan gagal, lapisan berikutnya harus mampu mengurangi dampak dan menyelamatkan manusia.
    Apakah Kita Belajar dari Kecelakaan Sebelumnya?
    Sejarah Gelis Rauh penting bukan untuk menyimpulkan bahwa Putri Yasmin mengalami penyebab yang sama, melainkan untuk menilai apakah pembelajaran dari kecelakaan masa lalu benar-benar masuk ke dalam sistem.

Setiap kecelakaan seharusnya menghasilkan lesson learned, tindakan korektif, tindakan pencegahan, dan verifikasi efektivitas.

Jika rekomendasi hanya berhenti pada laporan atau rapat, organisasi belum menjadi learning organization.

Dalam K3 dikenal prinsip root cause analysis. Kita tidak cukup mencari siapa yang melakukan kesalahan.

Kita perlu mencari kondisi sistem apa yang memungkinkan kesalahan terjadi dan mengapa pengaman yang seharusnya mencegahnya tidak bekerja.

Perspektif Islam: Menjaga Jiwa dan Mencegah Mudarat
Jauh sebelum istilah K3, risk assessment, dan safety management system digunakan seperti sekarang, Islam telah memberikan prinsip moral yang kuat mengenai perlindungan manusia.

Al-Qur’an mengingatkan manusia agar tidak menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam kebinasaan.

Prinsip la darar wa la dirar juga dikenal dalam khazanah hukum Islam: tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.

Dalam maqasid al-syariah terdapat prinsip hifz al-nafs, yaitu menjaga dan melindungi jiwa.

Jika diterapkan dalam K3, keselamatan manusia harus ditempatkan di atas sekadar target operasional, kecepatan pelayanan, atau kepentingan ekonomi.

Dalam sejarah peradaban Islam juga dikenal konsep hisbah, yang mengandung semangat pengawasan terhadap aktivitas masyarakat agar tidak terjadi kecurangan dan kemudaratan. Secara prinsip, hal ini memiliki kesesuaian dengan pendekatan preventif: bahaya harus diawasi dan dikendalikan sebelum berubah menjadi kecelakaan.

Budaya Keselamatan: Dari Compliance Menuju Safety Culture
Masalah keselamatan tidak selalu diselesaikan dengan menambah aturan. Jika aturan yang sudah ada belum dilaksanakan secara konsisten, maka tantangannya berada pada implementasi, pengawasan, pemeliharaan, kompetensi, komunikasi, dan budaya keselamatan.

Safety culture berarti setiap orang merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan. Awak kapal berani melaporkan kondisi tidak aman. Kerusakan alat segera diperbaiki. Near miss dianalisis.

Latihan tidak dilakukan hanya untuk memenuhi jadwal. Dan keselamatan tidak dikorbankan demi mengejar target operasional.

Keselamatan yang matang bukan sekadar “sudah sesuai aturan”, tetapi “sistem benar-benar bekerja ketika keadaan paling buruk terjadi”.
Rekomendasi dari Perspektif K3 dan Promosi Kesehatan

  • Melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi dan pemeliharaan seluruh alat keselamatan.
  • Memastikan inspeksi tidak hanya administratif, tetapi melalui pemeriksaan fisik dan uji fungsi.
  • Memperkuat edukasi dan promosi K3 kepada awak kapal, penumpang, petugas pelabuhan, dan pengemudi kendaraan.
  • Melakukan drill keadaan darurat secara berkala dengan skenario realistis, termasuk kebakaran, blackout, dan evakuasi.
  • Membangun sistem pelaporan near miss dan kondisi tidak aman tanpa budaya menyalahkan pelapor.
  • Menindaklanjuti hasil investigasi kecelakaan dengan tindakan korektif dan pencegahan yang dapat diverifikasi.
  • Memastikan manifest kendaraan dan muatan akurat agar potensi bahaya dapat diidentifikasi sejak awal.
  • Menempatkan keselamatan manusia sebagai indikator utama keberhasilan operasional.
    Kesimpulan
    Tragedi KMP Putri Yasmin harus menjadi momentum untuk menguji efektivitas sistem keselamatan pelayaran, bukan hanya keberadaan dokumen dan sertifikat. Sistem keselamatan yang baik harus mampu mencegah bahaya, mendeteksi kejadian, melakukan pemadaman, mengendalikan keadaan, mengevakuasi manusia, dan memobilisasi pertolongan.

Dari perspektif promosi kesehatan, promosi K3 menjadi bagian penting karena keselamatan dibangun melalui pengetahuan, keterampilan, perilaku, lingkungan yang mendukung, dan budaya keselamatan. Dari perspektif Islam, seluruh upaya tersebut sejalan dengan prinsip mencegah mudarat dan menjaga jiwa.

Karena itu, tujuan akhir K3 bukan mencari kambing hitam. Tujuan K3 adalah memastikan manusia pulang dengan selamat.
Semoga investigasi resmi KMP Putri Yasmin nantinya mampu menjelaskan fakta secara objektif dan menghasilkan perbaikan nyata. Satu korban jiwa sudah merupakan kehilangan yang sangat besar. Keselamatan harus menjadi amanah yang diwujudkan dalam tindakan, bukan sekadar tulisan dalam prosedur.

Penulis :Rita Kartika Syarif, S.KM., M.Kes. Promotor Kesehatan dan Aktivis Muslimah Peduli Umat (****)

Ketua PC ISNU Kota Bima Apresiasi Kesuksesan Lutfi-Fery

Bimantika.net,_ Perjalanan 2 Tahun Pemerintahan Kota Bima di bawah kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE dan Fery Sofyan, SH (Lutfi– Fery) telah menorehkan beberapa prestasi yg patut diapresiasi.hal ini dapat dilihat dari berbagai capaian yang sudah dilakukan.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Kota Bima,Muhamad Ardyansah, ST menyampaikan beberapa hal yang perlu diapresiasi melalui press releasenya Minggu (20/12/2020).

Adapun beberapa hal yg sudah dilakukan adalah :

  1. Penataan dibidang kesehatan, sesuai dengan visi misi yg disampaikan saat PILKADA bahwa LUTFI-FERI akan menggratiskan BPJS kepada masyarakat tidak mampu, dan sekarang BPJS gratis itu sudah bisa dinikmati oleh hampir 90% masyarakat Kota Bima, sehingga PEMKOT Bima mendapatkan penghargaan dari BPJS.

Sedangkan Ambulan untuk setiap kelurahan akan dilakukan secara bertahap selama periode kepemimpinan beliau.

  1. PeningkatanTaraf Ekonomi masyarakat, yaitu dengan memberikan bantuan stimulus kepada kelompok usaha masyarakat (UMKM) dan pemuda kreatif, sehingga mereka bisa membangun dan meningkatkan usaha mereka dengan bantuan modal yang ada, dan dibimbing untuk berkembang dengan edukasi dari dinas teknis terkait sehingga kalau sudah berkembang baik bisa melakukan kerjasama dengan pihak perbankkan untuk permodalannya.
    Alokasi dana untuk pembentukan BUMD juga sudah dilakukan sebagai bentuk inovasi untuk membangun usaha daerah sehingga memberi nilai tambah bagi peningkatan PAD Kota Bima.
  2. Penataan Birokrasi dengan menjadikan birokrasi pemkot bima sebagai birokrasi yang melayani, hal ini diwujudkannya dengan membangun COMAND CENTER yang akan menjadi pusat komando dan pelaporan permasalahan masyarakat dan birokrasi sehingga bisa segara dicarikan jalan keluar terbaik dan percepatan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat.
  3. SINERGITAS antara DPRD Kota Bima dan Pemerintah Kota bima dalam menjalankan roda pemeritahan daerah, memberikan dampak positif dalam proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Semoga hubungan baik dan sinergi ini bisa tetap dipertahankan agar tidak terjadi dinamika yang akan menganggu proses pembangunan yang sedang berjalan.

Disamping beberapa prestasi yang sudah kita saksikan dan bisa dinilai oleh massyarakat, ada juga beberapa kritik dan saran yang harus terus ditingkatkan oleh pemerintahan LUTFI-FERI, terutama :

  1. Merubah pola pikir birokrasi dari yang minta dilayani menjadi birokrasi yang melayani. Karena itulah tujuan utama dari OTONOMI DAERAH sesuai amanat Undang Undang.
  2. Walikota sebagai pejabat Pembina birokrasi daerah, agar dalam melakukan rotasi dan mutasi agar menempatkan pejabat sesuai dengan keahlian dan latar belakang keilmuannya, tentunya tetap berpatokan pada aturan main yang berlaku.

Penataan birokrasi itu penting karena akan berimbas pada pencapaian dan pelaksanaan visi misi di lapangan, terutama dinas teknis yang benar benar berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat yaitu bidang kesehatan, pertanian dan peternakan, industri dan perdagangan serta pendidikan, kebudayaan dan pariwisata.

  1. Walikota dan wakil walikota sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan di daerah agar sering turun langsung ketengah masyarakat dalam bentuk blusukan untuk mengetetahui dan melihat langsung progres pembangunan dan pelaksanaan program pemerintah jangan hanya menunngu laporan dari birokrasi dibawahnya, agar terhindar dari laporan ASAL BAPAK SENANG alias ABS.

Tulisan singkat ini adalah bentuk apresiasi dan kritikan sebagai wujud tanggung jawab moral PC ISNU Kota bima kepada masyarakat dan bangsa dalam ikut serta dalam pembangunan daerah untuk Kemaslahatan Bersama untuk Kota Bima Bangkit dan Setara. (BNN_01)

Habib Hasan Sebut IDP-Dahlan Saat Ini Sedang Melawan Arus Rakyat

Bimantika.net,_Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bima, Habib Hasan angkat bicara soal Pilkada Kabupaten Bima.

Dirinya menilai bahwa tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima yakni Paslon Nomor 1 Dokter Irfan-Herman Edison (Iman), Paslon Nomor 2 Drs. H. Syafruddin H. M. Nur, M. Pd- Ady Mahyudi (Syafaad) dan Paslon Nomor 3 Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE – Drs. Dahlan M. Noer, M. Pd (IDP-Dahlan) sama-sama memiliki peluang untuk memenangkan Pilkada 9 Desember 2020.

Namun Habib Hasan secara spesifik memberikan pernyataan sikapnya bahwa saat ini Paslon Petahana IDP-Dahlam tidak sedang melawan kedua Paslon lainnya melainkan melawan kehendak arus rakyat yang ingin ada Perubahan.

“Saat ini IDP-Dahlan sedang melawan arus yang sangat kuat yang ingin adanya perubahan di Kabupaten Bima, dan tentunya arus Perubahan itu sudah di gaungkan jauh hari oleh Paslon Penantang Syafaad” ujar Habib.

Masih menurut Habib Bahwa tanda alam bahwa orang tua kandungnya IDP meninggal di hari Rabu dan Orang tua kandung Dokter Irfan juga meninggal di hari Rabu. “Ini semua pertanda alam yang banyak tidak mempercayainya, namun bagi saya ini adalah tanda tanda alam yang memberikan sebuah gambaran” ujar Habib.

Secara organisatoris, Front Pembela Islam (FPI) tidak berafiliasi politik dengan paslon manapun, apalagi menjadi tim sukses salah satu paslon.

“Bagi kami di Front Pembela Islam, tidak berafiliasi dengn kekuatan politik manapun apalagi menjadi bagian tim pemenangan, sehingga kami tidak berkepentingan apapun dengan Pilkada Kabupaten Bima” tegas Habib.

Menutup wawancaranya Habib menegaskan bahwa rakyat Kabupaten Bima sebahgian besarnya harapkan Perubahan adalah sangat wajar dan alamiah saja sehingga apapun yang dilakukan oleh Petahana Rakyat selalu menilai bahwa tidak ada perubahan signifikan selama empat tahun terakhir ini di Kabupaten Bima.

“Kehendak rakyat kabupaten Bima yang inginkan adanya Perubahan itu sangat jelas memberatkan Paslon Petahana itu sendiri” ungkap Habib mengakhiri Wawancaranya. (BNN-02 Haris)

Herman Effendy Sebut Ganti Bupati 2020 Pilihan Waras

Bimantika.net,_Selama 5 Tahun kepemimpinan IDP-Dahlan tidak ada yang monumental sebagai legesi yang bisa merawat ingatan publik, Demikian Ungkap Ketua Harian Tim Pasangan Calon Syafaad, Herman Effendy, S. Sos.

Menurutnya Sektor pertanian amburadul, birokrasi amburadul, pendidikan amburadul, investasi nol besar sehingga sangat layak bahasa saat ini untuk Ganti Bupati.

Herman Effendy membandingkan Satu setengah Tahun H. Safru membangun jalan dua jalur di Panda. Meletakan pembangunan kantor daerah. Menghadirkan anggaran pertanian yang besar. Memudahkan ijin investasi Sanggar Agro.

Memperdayakan aparatur birokrasi membangun hubungan dengan pemerintah pusat sesuai kapasitas dan bidangnya masing-masing. Tidak ada konflik dan kasus amoral birokrasi selama satu setengah tahun H. Safrudin memimpin.

Masih menurut Herman Effendy bahwa Kepala Daerah sekarang, keluar Kota setiap minggu dan tidak pernah terjadi hal seperti itu di Kepala Daerah Kabupaten/Kota manapun di dunia ini.

Angka Buta huruf usia di Atas 15 Tahun jumlahnya puluhan ribu, sekolah-sekolah banyak yg brantakan tidak terurus, IPM terendah di NTB. Membanggakan Kepala Daerah sekarang adalah ketidakwarasan. Bahkan kantor daerah seperti kandang sapi, gersang dan kering kerontong.

Perubahan itu pilihan sikap menolak kembali petahana berkuasa. Sikap pasangan Syafaad jelas dan tegas menolak petahana. Jangan biarkan Bima mundur dan hanya dinikmati uang rakyat oleh segelintir kelompok mereka.

Perubahan bagi Syafaad adalah MENGGANTI BUPATI dan Membangun fisik, jiwa, mental dan harapan bersama rakyat 191 Desa. (Ruma Rengge/Adv)

Pernah Serang IDP-Dahlan Bikin Janji Politik Diatas Materai, Kini Syafaad Copy Paste

Bimantika.net,_ Ada-ada saja cara Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati meraih simpati masyarakat. Mulai dari memberi janji-janji Politik hingga membubuhkan tanda tangan diatas materai 6000 antara Paslon dengan warga.

Hasil investigasi media Bimantika.net menunjukkan bahwa di salah satu Desa di Rabakodo Kecamatan Woha terjadi Paslon Syafaad melakukan penandatanganan kesepakatan dengan warga setempat.

Salah seorang warga yang dikonfirmasi membenarkan hasil investigasi tersebut dan mereka menilai itu adalah kesepakatan biasa saja dalam.

Rakyat pun menyayangkan Katanya mereka tidak mau memberikan janji-janji politik Dan tidak mau bikin kontrak politik.

“Dan sekarang mereka malakukannya dengan bermaterai pula. Tim-tim nya menyerang IDP-Dahlan karena janji dengan Materei. Sekarang mereka melakukan juga. Padahal ini sudah dilakukan oleh Umi di Rabakodo” Demikian ungkap Warga Desa Rabakodo.

Masih menurutnya bahwa dulu Paslon Syafaad sempat menyerang Paslon IDP-Dahlan dengan pola bikin kontrak politik yang bermaterai kini mereka sendiri yang mempraktekkannya.

*Saya ketawa saja melihat cara mereka copy paste bikin kesepakatan dengan rakyat, kalau mau tiru, jangan serang paslon lain lah, silakan di tiru saja” ungkapnya sambil ketawa terbahak-bahak.

Dalam kontrak politik yang dintandatangani oleh Calon Bupati H. Syafruddin dan Calon Wakil Bupati Ady Mahyudi pada tanggal 1 November 2020 tersebut juga di bubuhkan tandatangan beberapa warga.

Ada dua isi kesepakatan dalam kontrak politik tersebut yakni Pembangunan Lapangan Olah Raga Desa Raba Kodo dan Jembatan penyebrangan sungai desa rabakodo yang berlokasi di so sarumbu. (BNN_01)

Emak-Emak Kecamatan Tambora Siap Menangkan IDP-Dahlan

Bimantika.net,_Barisan Muda Umi Dinda (Bumi) Emak-Emak Jumbo Desa Kawinda Nae, Kecamatan Tambora, bersilaturahmi dengan Bupati Umi Dinda, di Pandopo Bupati beberapa waktu lalu

Dari Tambora, mereka menggunakan mini bus,
Dihadapan Bupati Bima yang biasa disapa IDP tersebut, emak-emak Jumbo gabungan dari Emak-emak Nelayan, Emak-emak Petani dan emak-emak Bakulan,  menyatakan sikap dan komitmen mereka untuk memenangkan Hj Indah Dhamayanti Putri SE alias  IDP 2 periode.

“Dari Tambora, kami ingin yakinkan Umi Dinda, bahwa Emak-Emak Jumbo Tambora, siap memenangkan IDP sakali wali di Tambora,”ujar Koordinator BUMI Kecamatan Tambora, Lalu Khaerul Anam S.PdI, dihadapan Bupati Umi Dinda.

Dijelaskan Lalu Khaerul, BUMI Jumbo yang datang tersebut, merupakan sebagian kecil dari sekian banyak jumlah anggota Jumbo dan simpul-simpul pemenangan Umi Dinda dibawah gerbong BUMI, yang sudah di bentuk di Kecamatan Tambora.

“Dengan amanah yang diberikan Ketua BUMI Kabupaten, saya harus melaksanakannya sekuat tenaga. Mencari dan membentuk tabulasi suara untuk kemenangan IDP di Kecamatan Tambora,” tandasnya.

Sejumlah jumbo yang hadir, lanjut Koordinator yang biasa disapa Pak Lalu ini, merupakan perwakilan dari berbagai profesi yang ada di Kecamatan Tambora.

Ada yang nelayan, bakulan dan tani. Mereka siap sepenuh hati dan bersama-sama mendukung dan memenangkan IDP 2 periode. (BNN_02)

PASANGAN IDP-DAHLAN PUNYA MENTAL JUARA

Oleh: Muh. Salahuddin Dino *)

Bimantika.net,_Sebagai calon Bupati dari Kubu petahana, pansangan IDP-Dahlan jauh lebih siap dari sekedar meramaikan pesta demokrasi politik Pilkada, mereka telah lebih dahulu mempersiapkan dirinya untuk kembali tampIL pada perhelatan momentum pilkada berikutnya, sebut saja Pilkada Tahun 2020 mendatang. Pasangan IDP-Dahlan merupakan pasangan yang memenangkan pilkada tahun 2015 yang lalu dengan perolehan 105,103 Suara atau sekitar 40,11%. Sebagai penantang, pasangan IDP-Dahlan dengan mudah melibas para rivalitasnya terutama sekali pada kubu pasangan calon Petahana (SYUKUR) Drs. H. Syafrudin H.M.Nur.,M.Pd dan Drs. H. Masykur HMS yang juga sebagai kontestan pada saat itu dengan perolehan 73,814 suara atau kisaran 28,17% diposisi kedua. lalu disusul pasangan calon Bupati berikutnya Ady Mahyudi dan Drs. A. Zubair dengan perolehan 56,349 Suara (21,50%) pada urutan ketiga. Kemudian disusul olah pasangan perseorangan calon Bupati Bima Abdul Khayir, SH, MH dan Drs. H. Abdul Hamid, M.Si diposisi terakhir dengan perolehan 26,771 Suara 10,22%. (red. https://pilkada2015.kpu.go.id/bimakab/form_db1)

Dari empat pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Bima pada Pilkada lalu, tentu pasangan IDP-Dahlan tidak mudah meraih kemenangan tersebut tentu melalui proses politik yang cukup dinamis dengan berbagai stategi dan taktik dalam mengajak masyarakat Kabupaten Bima guna menentukan pilihan politiknya dalam memilih pemimpin mereka menjadi Bupati Bima selama lima tahunan. hal itu telah kita lewati bersama dengan berbagai dinamika Demokrasi politik di daerah, banyak kenangan dan pengalaman yang telah mengisi setiap tahapan dan moment tesebut, tidak terkecuali semua kontestan pasti mengalami hal yang sama, tentu bagi mereka para kontestan yang kalah sudah pasti mengevaluasi dirinya sebagai bahan bacaan dalam memandang batas-batas kelemahannya dan sebaliknya para kontestan yang memenangkan pertarungan pilkada tersebut tentu mengapresiasi setiap langkah politik yang telah mereka kerjakan, hal itu semua adalah pengetahuan politik bagi para pelaku politik dalam mendesain dirinya untuk kegiatan politik berikutnya.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima IDP-Dahlan tentu jauh lebih siap terutama sekali dari sisi metalitas, mereka telah mempunyai mental juara, Kalimat “Mental Juara” biasanya dikeluarkan saat seseorangs edang bertarung dalam pertandingan atau dalam kondisi berkompetisi. Kalimat ini bisa keluar ketika orang tersebut dengan segala upayanya mencoba untuk bertanding semaksimal mungkin demi mempertahankan kemenangannya, hal ini tentu tetap dalam mainstream aturan yang berlaku dan tetap menjaga supportifitas yang ada.

Kini pasangan IDP-Dahlan kembali ikut tampil sebagai calon Petahana dengan dukungan mayoritas partai politik yang ada, sudah barang tentu lebih siap secara struktur politik dibandingkan pada saat pilkada sebelumnya yang hanya menyisahkan tiga partai politik dengan dukungan 30% atau sekitar 14 Kursi di Dewan dan itupun tetap menjadi pasangan dengan dukungan partai koalisi tertinggi dibandingkan dengan pasangan calon yang lain pada pilkada 2015 lalu. Sementara pada pilkada kali ini, pasangan IDP-dahlan telah mengalami perkembangan dukungan Partai politik yang jauh lebih besar dibawah bingkai koalisi Bima Ramah jilid II, partai-partai politik tersebut telah memberikan surat rekomendasi dukungan diataranya Golkar, Gerindra, PPP, PKB, dan PBB dengan akumulasi dukungan 51,12 % atau sekitar 23 kursi di DPRD kabupaten Bima.

Dukungan koalisi besar pada pasangan IDP-dahlan justru akan memberikan energy dan kekuatan baru bagi petahana untuk kembali memenangkan pertarungan pada pilkada 2020 mendatang. Sokongan struktur politik yang kuat dengan bangunan koaliasi yang ada serta dukungan mental juara sehingga dengan mudah menekuk para penantannya tampa menafikan kerja-kerja politik para relawan yang telah tergabung dalam gelombang besar arus politik lanjutkan dua periode.

Penulis adalah mantan Sekertaris Umum Angkata Muda Partai Golkar Kota Bima sekaligus mantan staf pengajar di STKIP Bima.

“PAN Gelap di Tangan Syafaad, Nasdem Makin Dekat Dengan IDP”

Bimantika.net,_Salah satu penggemar Calon Bupati Bima Petahana Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) dan Drs. H. Dahlan M. Noer, M.pd (Dahlan), Zulchijjah H. Djuwaid, M. Si pada Bimantika.net menyebutkan bahwa PAN gelap di tangan Syafaad dan Nasdem makin dekat dengan IDP Dahlan.

Kata dia, tanda PAN gelap ke Bakal Pasangan Calon Bupati Bima Drs. H. Syafruddin dan Ady Mahyudi (Syafaad) terbaca pada dua berita yang belakang muncul dalam ruang publik. Pertama berita ketua DPW PAN NTB yang secara kurang meyakinkan menyebut PAN sudah final ke Syafaad. Logikanya, jika memang final, untuk apa menyebutnya final?

“Seolah-olah ada yang dia ragukan”, sentil zoe yang sapaan akrabnya.

Kedua, soal kesiapan Ady Mahyudi untuk mengundurkan diri, tapi belum juga mengundurkan diri. Artinya masih ada faktor keraguan Ady atas PAN dan Nasdem ke Syafaad.

“Kalau saya Aba Ady, jika PAN dan Nasdem final, hari itu juga saya mengundurkam diri, ngapain mikir panjang”. Paparnya.

Di Nasdem, Syafaad hanya diberikan surat rekomendasi yang salah satu isinya meminta ke bakal pasangan calon untuk membangun komunikasi dengan partai lain untuk pemenuhan syarat pendaftaran di KPU.

“Mestinya dengan PAN berkoalisi bersama Nasdem, Syafaad sudah cukup syarat untuk mendaftar di KPU. Lantas mengapa ada perintah seperti itu? Jawabnya simpel, DPP Nasdem membaca bahwa PAN berpeluang besar justru ke pasangan Arifin Eka yang lebih dulu mengantongi SK Demokrat”, terangnya yang juga alumni magister politik Universitas Nasional ini.

Dengan kondisi yang tidak menentu tersebut, Nasdem bermain aman, merekom Syafaad tapi juga makin menguat ke IDP Dahlan. “Tapi, mari kita tunggu bersama ujung akhirnya”, tutupnya. (BNN_01)

Panglima Barakuda Siap Menangkan IMAN di Seluruh Desa Se Kabupaten Bima

Bimantika.net,_Bakal pasangan calon bupati bima dan wakil bupati bima, dr. H. Irfan dan H. Herman Alfa Edison atau disingkat IMAN telah menuntaskan satu satu fase perjuangannya.

“Dari awal menyatakan maju dan mendapatkan dukungan masyarakat kabupaten Bima, ditandai dengan terbentuknya TIM kerja dan relawan IMAN hingga tingkat Desa, dusun dan RT dari 191 desa sekabupaten Bima” ungkap Panglima Barakuda IMAN, Masdin Idris, SP.

Fase kemudian IMAN telah merampungkan parpol koalisi PKS, HANURA DAN PDIP sejumlah 9 kursi. Perkembangan IMAN sangat progresif, terukur dan makin maju ke depan. Yang semula hasil survey lembaga2 survey berangkat dari 5 % kemudian berangsur naik menuju angka 20 % pada Juli lalu. Grafik perkembangan sangat linier dgn kinerja penggalangan TIM relawan IMAN yang tanpa pamrih. Sebagai panglima BARA KUDA IMAN Masdin Idris mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Bima yang terus memberi apresiasi bersahab kepada paslon dr. H Irfan Zubaidy dan Bang HAE, dan menerimanya sebagai calon pemimpin derah kabupaten Bima.

“ini dibuktikan IMAN telah sukses menyelenggarakan dengan merampungkan silaturahim sekaligus sosialisasi IMAN di 700 titik pertemuan di 191 desa selama kurun waktu 6 bulan” ujar Masdin.

Fase lebih lanjut, menurut Masdin kata mantan wakil ketua komisi I DPRD kab. Bima 2014-2019 tersebut, akan menggelar kegiatan akbar, yakni pengukuhan relawan dan dirangkai dengan Deklarasi di setiap kecamatan sekabupaten Bima, dalam waktu sekat segera kami mempersiapkannya di Bolo – Madapangga dgn estimasi TIM Kerja 4495 Orang. (BNN_01)

Loyalis Syafaad Mone Sape Ingatkan Heris Tim IDP, Untuk Tidak Urus “Rumah Tangga” Syafaad

Keterangan Foto : Ribuan Massa Konvoi Pendukung Bakal Pasangan Syafaad pada Hari sabtu (8/8/2020)

Bimantika.net,Adanya Polemik antara Ketua Tim Relawan Millenial Syafaad Herman Effendy, S. Sos, M. Ap dan Loyalis IDP_Dahlan Heris Ompu Kapa’a menjadi atensi khusus tim Syafaad di berbagai penjuru kecamatan. Salah seorang Loyalis Bakal Pasangan Calon Bupati Bima Drs. H. Syafruddin M. Nur, M. Pd-Ady Mahyudi atau Biasa di Sebut Syafaad yang berdomisili di Kecamatan Sape, Junaidin menyebutkan bahwa Tim Calon Bupati Petahana Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE terlalu jauh mengurus rumah tangga pasangan calon lain.

“Heris Ompu Kapa’a ndak usah ikut campur urusan rumah tangga kami karna yang tau konsep perubahan adalah orang SYAFAAD dan kami tidak mungkin menjelaskan tentang perubahan terhadap orang yg tidak memahami, kalau pengin tau tentang perubahan langsung aja di lihat pada saat dilakukan pada tahapan visi misi SYAFAAD” Demikian Ungkap Mone Sape sapaan akrab Junaidin.

Mone Sape secara pribadi perlu memberikan tanggapan sekaligus menegaskan terhadap Heris Ompu Kapa’a karna yang mampu memahami konsep perubahan Terhadap visi misi SYAFAAD adalah simpatisan dan pemilih SYAFAAD bukan org diluar SYAFAAD. “Itu inti poinnya dari pribadi saya” tegas Mone Sape melalui saluran WhatssApp nya pada hari Minggu sore (9/8/2020).

Lanjutnya, Dan perlu di ketahui oleh Heris Ompu Kapa’a agar mengurus rumah tangganya sendiri karna banyak hal yg di perbaiki dalam dirinya maupun dalam pasangan pendukungnya dalam hal ini IDP_Dahlan. “Saya atas nama pribadi tuding bahwa IDP DAHLAN dalam memimpin selama 5 tahun tidak memiliki konsep, karna sebuah kebodohan” tegasnya. (BNN_01)