
Bimantika.net -Bupati Bima Ady Mahyudi meminta 53 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bima Tahun 2026 menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan kebanggaan.
Amanah mengibarkan Sang Merah Putih pada momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, menurutnya, merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Bima Ady Mahyudi saat mengukuhkan 53 anggota Paskibraka Kabupaten Bima di Lobi Kantor Bupati Bima, Sabtu sore (15/8/2026).
Mereka terdiri atas 27 putra dan 26 putri yang akan bertugas pada upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada Senin (17/8/2026).
Para anggota Paskibraka tersebut sebelumnya telah melewati proses seleksi secara ketat serta menjalani pemusatan latihan fisik dan mental selama hampir satu bulan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, ketangguhan, sekaligus kesiapan mereka dalam mengemban tugas kenegaraan.
Pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, M.Sc., Kapolres Bima Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari, S.IP., jajaran Forkopimda, kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, serta para orang tua dan wali anggota Paskibraka.
Prosesi pengukuhan diawali dengan pengucapan Ikrar Putra Putri Indonesia dan penciuman Sang Saka Merah Putih oleh pemimpin upacara sebagai simbol kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nuansa haru semakin terasa ketika para orang tua menyematkan kendit dan pin Garuda kepada putra-putri mereka.
Di hadapan para anggota Paskibraka, Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta tim pelatih dari unsur TNI, Polri, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) yang telah mendampingi proses pembentukan mereka.
“Kalian adalah putra-putri terbaik Kabupaten Bima yang mendapat kehormatan dan kepercayaan besar untuk mengemban tugas sejarah ini. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kesiapan mental, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air,” ujar Ady.
Ia menegaskan, setelah dikukuhkan, tanggung jawab para anggota Paskibraka semakin besar. Karena itu, mereka diminta tidak hanya berorientasi pada keberhasilan teknis pengibaran bendera, tetapi juga mampu menjaga kehormatan diri, keluarga, daerah, dan bangsa.
“Mulai saat ini tanggung jawab kalian semakin besar. Laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Saya percaya kalian mampu melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Berikan yang terbaik, jaga kehormatan dan jaga kekompakan,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa Sang Merah Putih bukan sekadar simbol negara. Di balik bendera yang dikibarkan terdapat sejarah panjang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, ia berharap momentum tersebut menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter para pelajar untuk terus mencintai bangsa, menghargai perjuangan para pahlawan, serta menanamkan semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kibarkan Merah Putih dengan penuh kebanggaan. Laksanakan tugas dengan hati, karena di tangan kalian kehormatan upacara dan semangat kemerdekaan akan disaksikan seluruh masyarakat Kabupaten Bima,” pesan Ady Mahyudi.
Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Bima tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dari 53 putra-putri daerah itu, tersimpan harapan agar semangat nasionalisme tidak berhenti di lapangan upacara, tetapi tumbuh menjadi karakter generasi muda Bima yang disiplin, berintegritas, dan siap melanjutkan estafet pembangunan bangsa.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

