Bupati Bima Ady Mahyudi Gerak Cepat, Kirim Tim Kemanusiaan ke Nagekeo NTT

jpn

Bimantika.net -Di tengah duka akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), kepedulian kemanusiaan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bima.

Bupati Bima Ady Mahyudi merespons cepat bencana tersebut dengan menginstruksikan Dinas Sosial Kabupaten Bima mengirimkan tim tanggap darurat ke wilayah terdampak di Kabupaten Nagekeo NTT.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh wilayah administrasi. Bagi Ady Mahyudi, ketika masyarakat sedang menghadapi musibah, kehadiran pemerintah harus dirasakan secara nyata.

Bukan sekadar menyampaikan simpati, tetapi bergerak dan hadir membantu mereka yang membutuhkan.

Menindaklanjuti instruksi Bupati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima Zunaidin, S.Sos., MM, mengerahkan 10 personel terlatih yang diberangkatkan pada Minggu (16/8/2026) menuju Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Tim dipimpin Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bima Edy Sahroni, A.KS, bersama sembilan personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

“Tim ini akan melaksanakan tugas selama tujuh hari masa tanggap darurat, mulai 16 hingga 22 Agustus 2026,” kata Zunaidin.

Di lokasi bencana, tim Kabupaten Bima akan mengoperasikan Dapur Umum Lapangan (DUMLAP) untuk memastikan kebutuhan makanan para pengungsi dan korban gempa dapat terpenuhi.

Peralatan yang dibawa tidak sekadar simbolis, tetapi dirancang untuk mendukung pelayanan kemanusiaan secara langsung dengan kapasitas hingga 2.000 porsi makanan.

Selain mobil DUMLAP lengkap dengan peralatan memasak, tim juga membawa satu unit kendaraan rescue serta tenda pengungsian darurat. Seluruh perlengkapan tersebut menjadi bagian dari kesiapan Pemerintah Kabupaten Bima dalam memberikan bantuan di tengah situasi darurat.

Misi kemanusiaan ini juga akan diperkuat melalui sinergi dengan Dinas Sosial Provinsi NTB. Kolaborasi lintas daerah tersebut diharapkan mempercepat distribusi bantuan sekaligus memastikan pelayanan dasar bagi warga terdampak dapat berjalan secara optimal.

Dinas Sosial Provinsi NTB turut mengerahkan enam unit truk bantuan logistik yang membawa kebutuhan pangan dan sandang.

Bagi masyarakat Bima, langkah Ady Mahyudi ini memperlihatkan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang membangun daerah sendiri, tetapi juga tentang membangun rasa kemanusiaan.

Ketika saudara sebangsa tertimpa bencana, Bima memilih untuk hadir, membantu dan bergandengan tangan.

Di tengah berbagai tantangan pemerintahan, sikap cepat tanggap seperti ini menjadi pesan penting bahwa pemerintah harus dekat dengan rakyat dan peka terhadap penderitaan sesama.

Ady Mahyudi menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas daerah: ketika ada yang membutuhkan pertolongan, Bima datang membawa kepedulian.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan semangat Bima sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai maja labo dahu, solidaritas dan gotong royong.

Bantuan mungkin tidak langsung menghapus seluruh kesedihan para korban, tetapi kehadiran dan kepedulian selalu menjadi kekuatan untuk bangkit dari bencana.
Dari Bima untuk NTT. Dari hati untuk kemanusiaan.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link