BOM Madapangga Demo Tuntut Bangun Dam, Taufik : “Tanpa di Demo pun Kami Planning kan 2024”

jpn

Bimantika.net -Barisan Oposisi Madapangga (Bom) mengelar aksi demontrasi di Desa Rade, Kecamatan Madapangga Bima, Rabu (26/04/2023).

Dalam aksi tersebut sempat terjadi kericuhan. Kericuhan terjadi saat Pihak Polres Bima yang ingin membuka blokade jalan, dihalau oleh massa aksi dan terjadilah gesekan yang tidak terelakan.

Aksi yang berujung blokade jalan itu menurut perbaikan infrastruktur Jalan Lintas Kecamatan Madapangga yang rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Daerah.

Koordinator Umum Aksi, Iqram dalam orasinya menyingung Bupati Bima dan Anggota DPRD Dapil Madapangga Bolo yang tidak peka terkait rusaknya jalan di Kecamatan Madapangga.

“Sepanjang ruas Jalan di Madapangga ini seperti jalan berbatu di gunung, lebih parah kerusakannya di Desa Rade”, ucap Iqram dalam Orasinya.

Selain itu, Iqram juga dalam orasinya menjelaskan bahwa tuntutan mereka juga adalah terkait kejelasan pembangunan DAM Cabang 4 Desa Rade Madapangga yang menjadi kebutuhan para petani.

Sementara itu, Humas Aliansi Gerakan Bom, Danial Thomson berharap bahwa masyarakat Madapangga diperhatikan sarana dan prasarana publiknya.

Danial pun berharap agar Bupati Bima dan Anggota DPRD kabupaten Bima Dapil Madapangga hadir dan memberikan kepastian langsung terkait perbaikan jalan lintas Madapangga dan Pembangunan DAM Cabang 4 di Desa Rade

“Intinya tuntutan kami harus segera dijawab oleh Bupati dan Anggota DPRD kabupaten Bima khususnya Ketua DPRD yang notabene berasal dari Dapil Bolo Madapangga”, tegasnya.

Dalam pantauan media ini, aksi yang ricuh tersebut kemudian ditengahi oleh para tokoh pemuda dan tetua Desa Rade yang juga ikut mengawal gerakan Massa aksi Aktivis.

Pasca kericuhan, Camat Madapangga, Tajuddin M. Noor menyampaikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi tuntutan Massa Aksi Aktivis. Dimana Bupati Bima dan Anggota DPRD Dapil Bolo Madapangga akan hadir di Aula Camat Madapangga dan akan dipertemukan dengan Massa aksi.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) melalui Kepala Bappeda Kabupaten Bima M. Taufik, ST, MT yang dikonfirmasi media Online Bimantika Kamis (27/4/2023) mengaku bahwa apapun yang menjadi kebutuhan vital masyarakat insya Allah akan di prioritaskan.

“Insya Allah di Tahun 2024 kami akan masukan dalam Anggaran APBD Murni, kalau saat ini misalnya kita paksakan masukan dalam APBD Perubahan 2023 waktu sangat kepepet” ujar Taufik.

Lanjut Taufik bahwa Keberadaan Dam Cabang 4 Desa Rade Kecamatan Madapangga adalah salah satu yang dibutuhkan oleh warga masyarakat setempat sebagai denyut nadi kehidupan para petani.

“Dam cabang empat desa rade salah satu sarana denyut nadi para petani warga desa rade, maka kami selaku pemerintah akan prioritaskan di Tahun 2024” ujarnya.

Taufik menjelaskan akibat Pandemi Covid-19 yang menimpa dunia, sehingga berdampak pada penganggaran fasilitas fisik beberapa kebutuhan warga masyarakat termasuk tertundanya penganggaran untuk Dam Cabang Empat Desa Rade.

“Pandemi Covid-19 menghantam sendi kehidupan kita bahkan dunia mengalami semua, namun pemerintah saat ini sudah sedikit agak lega karena mulai pulih kembali sehingga di tahun 2024 nanti kita skala prioritaskan Dam Cabang empat yang menjadi kebutuhan warga Desa Rade khususnya para petani disana” demikian ujar Taufik.

Diakhir Komentarnya Taufik mengungkapkan bahwa tanpa adanya aksi demonstrasi pun pihaknya sudah jauh hari memikirkan untuk menganggarkan Dam Cabang Empat tersebut.

” Tidak ada Demo atau Ada demo pun kita sudah planning di tahun 2024 itu kata inti dari saya, bukan karena demo kami anggarkan akan tetapi sudah di Planning lebih awal” demikian Ujarnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *