Pilkada dan Ahlaq berpolitik

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M.Si *)

Konstruksi model terbaik dalam Pilkada apabila dilandasi oleh nilai- nilai Akhlaq dalam berpolitik karena bagian dari Esensi politik yang mulai tereduksi saat ini. Politik harus berdiri kokoh pada pondasi nilai aklaq dan moral, bukan sebaliknya : Menipu, curang, berbohong dan segala macam untuk meraih ambisi kekuasaan secara tidak baik. Politik itu bukan hanya sarana mencapai kekuasaan belaka akan tetapi Politik sarana berkhidmat kepada Rakyat dalam menegakan keadilan, kesejahteraan Rakyat, kepentingan umat.

Politik jangan dijadikan satu- satunya tujuan dan motif kehidupan, dan hanya menjadikan politik alat untuk mendapatkan kekuasaan semata- mata.

Kekuasaan yang baik apabila diperoleh dengan proses yang baik pula buka dengan cara yang mereduksi nilai keluhuran politik.

Politik harus dijadikan sarana untuk : 1).Untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan untuk mencari keuntungan pribadi atau motif ekonomi kelompok. 2). Memperjuangkan dan menegakan keadilan. Keadilan yang berpihak kepada Rakyat, bukan keadilan yang mengutamakan kepentingan kelompok. 3). Politik harus memperjuangkan kebaikan ( Amar Ma,ruf) dan mencegah kemungkaran ( nahir Mungkar)

Politik yang luhur harus didasarkan Komitmen yang kuat untuk mewujudkan amanat yang dimandatkan oleh Rakyat lewat Pemilu. Maka Islam mengajarkan Seorang pemimpin politik Memiliki kriteria : Kualitas, Moral dan Intelektual: Adil, Amanah dan Jujur:

Pandangan islam tentang persyatan pemimpin politik mendeskripsikan kualifikasi yang sempurna dan diatas, segala- galanya Keniscayaan Ahlaq.

Seorang politisi juga harus mempunyai kesadaran Spiritual yang yang tinggi bahwa diri nya adalah berfungsi sebagai Khalifa Allah dimuka Bumi ini, Tentu semua tanggungjawab dan tugasnya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

” Semua kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabanya, Seorang politisi adalah pemimpin dan ia akan mempertanggungjawabkan Kepemimpinannya”

Berpartai politik merupakan bagian dari amal shaleh dan ibadah, sarana berdakwah, Karena intinya menyeruh kepada kebaikan dan jangan jadikan Partai politik hanya Memiliki Satu Nafsu ” Ladang Mencari Keuntungan semata”

Sesungguhnya Allah Swt mewajibkan untuk berbuat sebaik baiknya ( Ihsan) dalam segala sesuatu ( HR Muslim)

Jangan sampai kita terjebak dengan politik pragmatis yang mereduksi nilai keluhuran politik, Berpolitik lah dengan Akhlaq sehingga dapat memberikan kebaikan dan kemaslahatan kepada banyak orang,, ——-

Integritas kata kunci keberhasilan pemimpin, karena berkaitan dengan kepercayaan publik atas amanat yang diberikan. Integritas adalah karakter pribadi terpuji, memiliki kejujuran, memiliki prinsip menyatakan yang benar adalah benar dan yang salah salah, Meletakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan kelompok dan golongan, Ia hanya tunduk dan patuh pada kehendak mayoritas.

The supreme quality for leadership is Unquestionably Integrity” ( Dwight D Einsenhower)

Survei Tentang kepemimpinan di As (1982) ” The Chicago Tribune melaporkan 49 Sejarawan dan ahli ilmu politik melakukan rating kepada presiden amerika tentang pentingnya Integritas menempati keberhasilan tertinggi Presiden di AS dan terbukti membawa AS Negara Super power

Integritas dibutuhkan oleh siapa saja karena terkait dengan etika, komitmen, moralitas yg dibutuhkan untuk membangun kepercayaan orang yang dipimpin.

Integritas juga paralel dengan keedibilitas yang menyangkut kemampuan berpikir, mengambil keputusan, ketrampilan dan kompetensi. Jadi esensinya Integritas menyangkut Hati ” Heart” sedangkan Kredibilitas otak” Head”

Tetapi hal utama adalah integritas karena menyangkut nilai- nilai, konsistensi dan komitmen. Ia konsisten antara ucapan nya dengan tindakannya, Konsisten antara janji dengan komitmen melaksanakannya, Kita butuh pemimpin berintegritas dan sekaligus kredibilitas

Bisnis pun perlu memastikan praktik tatakelolanya dijalankan dengan Integritas. Salah satu contoh yang menghebohkan dunia bisnis skandal Enron Corporation 2001 yang menyebabkan perusahaan ini bankrut, perusahaan Energi terbesar dunia jatuh selama- lamanya karena soal Integritas CEO nya.

Kasus Bank Century, Kasus BLBI kerugian Negara Triliun karena soal integritas CEO dalam mengelola Bank atau perusahaan, melanggar pringsip kepatuhan dan perilaku curang atau Fraud.

Maka Segelintir pemimpin Hebat harus menjadi Referensi utama untuk dijadikan keteladanan dan pelajaran pemimpin Integritas : Erdogan, Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, Soekarno, Hatta, Sahrir,Abraham Lincoln, Mahmud Ahmadinejad, Muhamad Yunus, Mahathir Muhammad, Lea Kuan Yew, dan banyak pemimpin hebat lainya yang berpengaruh didunia. Mereka semua disebut ” Great Man Leader”

Tentu saja tidak mudah mencari sosok ideal untuk sebua daerah kaya potensi seperti Bima, Tapi kita yakin banyak orang potensial yang tidak muncul,karena kita melihat saat ini Partai politik gagal Memproduk pemimpin yang ideal, sementara orang – orang hebat tidak punya partai politik, kebanyakan mereka memiliki pengaruh tapi bukan otoritas , Karena yang punya otoritas hanya dimiliki ketua Partai politik.

Adakah kehendak Pemimpin Partai politik untuk Membangun Bima ini lebih baik, Jika Ia seharusnya mereka terbuka menerima Tokoh- tokoh alternatif diluar partai dengan persyatan utama Ia memiliki Integritas dan Kredibilitas yang teruji oleh publik.

Demokrasi kita terlalu mahal ” Semuanya perlu Cost / Ongkos politik, Politik kita dikuasai Pemilik Modal, Media, dikuasai keluarga atau dinasti sangat tidak sehat untuk membawa daerah ini kedepan dan telah merusak hak warga negara yang lain untuk memperoleh kesempatan, justru berpotensi mendorong demoralisasi.

Jika kekuatan uang yang menjadi faktor utama menentukan seseorang memegang kekuasaan, maka integritas dan keluhuran demokrasi tergadaikan, kedaulatan Rakyat digantikan oleh kepentingan politik kotor yang mencederai demokrasi.

Relasi yang kuat antara politik dengan uang inilah yang sangat berbahaya, kalau ini terus terjadi maka hanya mimpi mendapatkan pemimpin yang integritas dan kredibel karena keterpilikan pemimpin jabatan publik diperoleh dengan cara yang tdk benar maka yang terjadi abuse of power ( penyalahgunaan kekuasaan).

Berbahaya lagi muncul rentenir politik: Transaksi politik dengan uang : Siapa yang banyak uang itu yang didukung baik oleh partai atau pendukung akhirnya setelah mendapatkan kekuasaan pasti Mengambalikan cost politik dan tentu harus lebih banyak dan berlipat dari biaya yang ia keluarkan, disini berlaku Rentenir Politik.

Kita ingin pematangan demokrasi melalui proses yang berkualitas sehingga ouput demokrasi dapat menghasilkan pemimpin hebat memiliki Integritas dan kredibilitas yang membawa Daerah ini lebih baik kedepan.
*) Penilis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta.

Presiden Jokowi Tidak pernah Lelah Berbakti Untuk Rakyat

Bima Bimantika.net-
Jadi Teringat Ucapan Beliau Tidak Ada Beliau Takuti Kecuali Allah SWT. Sungguh ucapan itu terimplementasi melalui kerja nyata nya Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.
Saat melakukan kunjungan kerja di Samosir pada hari selasa (30/7/2019) Presiden memperlihatkan kedekatannya dengan rakyat walau dalam kondisi yang tidak memungkinkan.
Hujan turun di Samosir saat Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat. Namun antusisme masyarakat tidak berkurang dengan hujan deras ini.

Setelah acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, Presiden dibawah hujan deras sedikit berlari meninggalkan lokasi sertifikat untuk meninjau Desa Adat dan kerajinan tenun ulos di Kampung Ulos Hutaraja, Desa Lumban Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. (//bppresiden/)

PRESIDEN JOKOWI TULUS BEKERJA UNTUK RAKYAT

Jakarta Bimantika.net-

Jadi Teringat Ucapan Beliau Tidak Ada Beliau Takuti Kecuali Allah SWT

Hujan turun di Samosir saat Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat pada hari selasa (30/7/2019). Namun antusisme masyarakat tidak berkurang dengan hujan deras ini.

Setelah acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, Presiden dibawah hujan deras sedikit berlari meninggalkan lokasi sertifikat untuk meninjau Desa Adat dan kerajinan tenun ulos di Kampung Ulos Hutaraja, Desa Lumban Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. (Bppresiden/litbangpdip)

Biro pers Sekretariat Presiden

Warga NTB Bangga, Presiden Jokowi Tanda Tangani Keppres Amnesti Baiq Nuril

Jakarta. Bimantika.net-

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberian amnesti bagi Baiq Nuril Maknun. Sebelumnya, Baiq divonis Mahkamah Agung telah melanggar UU ITE dan terancam pidana penjara serta denda dalam kasus yang dihadapi olehnya. demikian ungkap salah seorang putra asli NTB yang kini berposisi Wasekjen DPP KNPI, Amilan Hatta melalui Telepon selulernya. Pada Bimantika.net putra Asli Kelahiran Sumbawa ini mebyebutkan bahwa Keppres tersebut ditandatangani oleh Presiden pada Senin (29/7/2019) untuk selanjutnya diproses lebih lanjut.
Selanjutnya Bapak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mempersilakan pada Baiq Nuril untuk menemuinya mengambil di Istana negara.
“Tadi pagi Keppres untuk Ibu Baiq Nuril sudah saya tanda tangani. Jadi, silakan Ibu Baiq Nuril kalau mau diambil di Istana silakan. Kapan saja sudah bisa diambil,” ujar Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum bertolak menuju Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dalam rangka kunjungan kerja.

Dirinya tak berkeberatan apabila Baiq ingin bertemu langsung dengannya setelah Keppres tersebut dikeluarkan. Presiden mengatakan akan dengan senang hati menerima dan bertemu dengan Baiq Nuril.

“Diatur saja. Saya akan dengan senang hati menerima,” tandasnya. (//Tim//pdip)

Bupati Bima Bantah Ada Penghadangan


Bima Bimantika.net-
setelah Bimantika.net merilis berita ada aksi sekelompok massa di Pertigaan Desa Cenggu, pada selasa sore (30/7/2019) Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE membantah keras bahwa tidak ada penghadangan terhadap dirinya dan rombongan. Bupati Bima memberi klarifikasi langsung pada bimantika.net bahwa sore tadi tidak ada kegiatan di desa cenggu, melainkan melakukan kegiatan sosial kemasyarakat berupa pemberian langsung hadiah pada Atlit yang mendapatkan medali emas dan menjenguk warga teke dan salah satu pasien tumor do desa renda.

Bupati saat Jenguk Pasien Di Desa Renda Sore Tadi Selasa (30/7/2019)

bupati bima sore tadi Dengam masyarakat Desa Teke, selasa (30/7/2019)


“Dari mana berita penghadangan itu terjadi, kalau muat berita tolong disertai data lapangan yang akurat” Demikian ujar Dae Dinda Sapaan Akrab Bupati Bima.
Dae Dinda menjelaskan bahwa dirinya bersama rombongan tidak pernah lewat jalur Cenggu, justru diriny dan rombongan ke Desa Teke.
“Tadi kami ke teke sekaligus ke renda dengan agenda menjenguk pasien tumor sekaligus Memberi hadiah bagi atlit penerima medali emas” Demikian ujar Dae Dinda melalui pesan WashAppnya. (//arif)

Bupati di Hadang, Pendemo Ajukan Lima Tuntutan


Bima Bimantika.net-
Pada hari selasa (30/7/2019) Sejumlah massa di persimpangan Desa Cenggu kecamatan Belo Kabupaten Bima menghadang Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. Massa yang dikomandoi dan diKoordinatori oleh Muhammad Yogi tersebut sebahagian besarnya adalah pemuda setempat. Penghadangan yang terjadi sore tadi hingga magrib mengajukan beberapa tuntutan pada Bupati Bima. Pantauan Bimantika.net bahwa massa menuntut lima pointer penting diantaranya


segera Bupati Bima perbaiki lapangan cenggu, segera perbaiki dan perlebar jalan kecamatan belo, segera Bupati Bima pasang lampu jalan sepanjang jalan wilayah Kecamatan Belo, segera bangun drainase jalan raya kecamatan belo dan segera Bupati Bima cabut semua perusahaan galian di wilayah belo.
“Apabila Bupati Bima tidak memenuhi semua tuntutan kami maka kami akan lakukan aksi yang lebih besar lagi” demikian ancam massa.
Mereka melakukan aksi penghadangan karena menilai Bupati IDP sama sekali tidak mampi membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat secara luas.
“Bupati sama sekali tidak memiliki biat bangun bima ini sehingga kami sebagai generasi muda siap lakukan apapun demi terwujudnya masyarakat yang terlayani dengan baik” ungkap pendemo. (Tim)

“Jubir IDP Ingatkan Akademisi Fokus Urusan Kemahasiswaan”

Bima Bimantika,-
Adanya kritikan sejumlah pihak Akademisi yang di alamatkan pada Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat ini yang sedang gencar bergelinding di media online membuat Juru Bicara Pribadi Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red) angkat Bicara.
Juru Bicara (Jubir) pribadi IDP, Abd. Heris, SH pada hari selasa (30/7/2019) menelpon redaksi Bimantika.net. diawal pembicaraan, Heris menyapa pada Pimpred bimantika.net dengan sapaan “gimana kabar abang, kok gak jenguk adek yg sedang di rumah sakit beberapa waktu yang lalu” kemudian dilanjutkan dengan sebuah statemen bahwa dirinya mengharapkan pada pihak akademisi senantiasa memberikan kritikan yang memmbangun pada pemerintah. “Saya selaku Jubir Pribadi sangat mengharapkan pada Para akademisi tetap memberikan kritikan, namun sifatnya solutif” ujarnya.
Dirinya menyesalkan sikap beberapa akademi selama ini mengkrtitik IDP tanpa ada solusi yang baik. Oleh karena itu Heris meminta pada pihak Akademisi senantiasa fokus pada urusan civitas akademika. “Fokuslah pada urusan civitas akademika sehingga tujuan pendidikan tinggi itu bisa terwujudka n melalui tridharma perguruan tinggi” demikian pesan moral Heris pada sejumlah akademisi. (//yaumul ma’ruf)

Warga Kabupaten Bima Rindu Perubahan

Bima Bimantika,-
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIP) Mbojo Bima, Tasrif, S. Sos, M. Si pada Bimantika.net saat dikonfirmasi pada hari selasa (30/7/2019) menyebutkan bahwa secara psikologi masyarakat kabupaten bima saat ini membuat tagline sendiri yakni “perubahan”. “Kalau rakyat sudah nyatakan tagline politik seperti itu maka sejarah Pilkada Kota Bima akan terulang di Pilkada Kabupaten yakni tumbangnya incumbent dengan kekuatan nama besar dibaliknya”. Demikian ungkap Tasrif.
Dirinya menambahkan bahwa rakyat kabupaten bima sebahagian besarnya tidak merasakan dampak langsung dari pemerintahan kabupaten bima dibawah kendali Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE Sehingga tidak heran kalau rakyat membutuhkan yang namanya Perubahan.
“Ada substabsi masalah yg sampai saat ini rakyat tidak menemukan satu alasan sehingga rakyat bisa menikmati pembangunan secara langsung” ungkap Tasrif.
Masih Menurut Dosen Muda Asal Kecamatan Langgudu ini bahwa sesungguhnya Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri segera melakukan evaluasi total model kepemimpinannya sehingga dala. Tempo satu tahun yang utuh ini bisa memberikan manfaat langsung pada masyarakat kabupaten Bima. (//arif)

IDP dan Sisa Feodalisme

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M.Si *)

Bima Bimantika.net-
Perlu restorasi pemikiran baru di Kabupaten Bima untuk memilih pemimpin, kita jangan terjebak pada figur yang mewariskan sisa – sisa feodalime. Karena iklim negatife feodalisme akan berujung pada rusaknya cita- cita akan kesejahteraan masyarakat ( Bonum Commune)

Sirkulasi elit daerah harus memiliki effek meluas pada figur diluar lingkaran elit feodalisme. Merawat dan melanggengkan elit feodalisme dengan politik irasional dan emosional akan merusak nilai- nilai demokrasi dalam Pilkada. Sirkulasi elit pada figur alternatif yang memiliki kualitas, kapasitas, integritas dan Track record merupakan kebutuhan untuk sebuah perubahan yang lebih baik.

Sisa- sisa feodalisme raja masa lalu masih menyelimuti sebagian masyarakat kita di Bima, karena kurangnya pendidikan politik rasional dalam pemilihan.Tradisi yang menyesatkan ini harus dihentikan, kita harus menjaring pemimpin ke depan lewat Pilkada secara selektif dan berkualitas. Kuncinya Partai politik dalam menjaring Calon harus lebih banyak mengedapankan politik Rasional bukan semata- mata tranksaksional sehingga tidak ada pertimbangan utama untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah. Partai politik seharusnya mampu mengevaluasi mana figur yang mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi, sosial daerah saat ini.

Figur yang muncul merupakan hasil dari kompetisi kapabilitas, bukan lahir dari akar feodalisme. Hegemoni partai politik oleh Patahana salah satu bentuk praktek feodalisme yang melanggenkan kekuasaan. Karena Kekuasaan yang dibangun dengan dinasti feodal rentan terhadap pengebirian hak- hak kesetaraan untuk berkompetisi. Kompetisi Feodalisme bukan kompetisi gagasan, peogram, karakter dan track record tapi kompetisi pencitraan yang membius masyarakat dengan bungkus kosong tampa Isi. Adakalanya bukan berisi kompetensi tapi pretensi. Kutuk Mchiavelli bahwa politik menghalalkan segala cara harus ditinggalkan.

Pilkada Bima sangat beradab kalau kita tinggalkan politik feodalisme itu, kontestasi melahirkan kompetisi disinilah kita menghadirkan pembaharuan dalam memilih pemimpin dengan titik sentralnya kedaulatan Rakyat.

Para akademisi dan aktivis dan tokoh- tokoh tetap menggaungkan politik rasional figur yang menjual gagasan- gagasan cerdas yang memberikan solusi permasalahan daerah bukan sebaliknya hanya menjual pencintraan veodalisme yang kosong. Kita harus berani melangka perubahan dari titik Nol dari titik pemahaman awal dimana memilih kepala daerah Adalah menginvestasikan harapan nyata untuk diberikan Figur yang mampu dan disinilah letak Modal moral itu ( Moral Capital).

Saya mengajak saudara- saudara untuk membangun komitmen yang baik untuk memberikan pemahaman kepaa masyarakat untung – ruginya memilih pemimpin hanya dengan modal pencintraan tapi pemimpin yang bertanggungjawab kepada kemaslahatan Rakyat

Kita butuh kepala daerah pembuat perubahan yang melahirkan inovasi dan kreativitas karena hampir semua pemimpin daerah yang berhasil pasti mengusung gagasan perubahan sebagai entry point pemerintahannya dan itulah langkah strategis seorang pemimpin visioner.
*) Penulis adalah Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta , Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma.

Doktor Ikhwan Sebut Bupati IDP dalam Zona Degradasi”


Bima Bimantika,-
“Sentimen negatif masyarakat diberbagai pelosok mulai dari soal Rusaknya Jalan Raya, Anjloknya Harga garam dan komoditas pertanian lainnya, mandeknya reformasi birokrasi, rendahnya kinerja birokrasi, ekskalasi konflik sosial, adalah sejumlah kecil persoalan yang muncul dipermukaan, tetapi ada beberapa persoalan yang tersembunyi tabu dibicarakan ( Undercover) karena ini soal integritas seorang kepala daerah” Demikian Ungkap Wakil Rektor Univeraitas Attahiriyah jakarta, DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M. Si melalui telepon selulernya pada hari selasa (30/7/2019).
Pada kesempatan Itu Doktor Ikwan menyatakan
takaran berfikir yang waras pasti menyatakan Intensitas atau keseringan IDP melakukan perjalanan dinas baik di NTB, Bali, Jakarta, Luar Negeri membawa agenda penting untuk mensukseskan Program Pemerintah karena panggilan tugas sebagai kepala daerah. Sejumlah kunjungan yang dilakukan entah melobi Investor, Pemerintah pusat, menghadiri rapat kerja dengan Gubernur dan pemerintah Pusat ( kementrian) semuanya atas dasar Tugas sebagai Kepala Daerah. Untuk kepentingan dinas ini Bupati disediakan anggaran dari Kas Daerah untuk perjalanan dinas pada Kisaran Rp. 35-50 Juta.
lanjutnya,
Kegiatan ini positif jika memiliki imbal hasil dan nilai kemanfaatan buat masyarakat. Ukuran sederhanya : Investor masuk, PAD Meningkat, bantuan sosial Meningkat, Pembangunan Infrastrukur jalan, jembatan, bendungan Meningkat, Kualitas pendidikan baik, pelayanan kesehatan baik, kunjungan pariwisata dll. PERTANYAAN ? : Adakah Hubungan Keseringan Perjalanan DINAS BUPATI dengan OUTPUT dan OUTCOME yang didapakan Masyarakat.

Ataukah Perjalanan dinas yang dikreasi menjadi perjalanan Rekreasi, Refressing, karena banyaknya persoalan yang belum selesai…ataukan Ada Hidden Agenda… yang sebetulnya tabu dibicarakan dan bukan rahasia umum lagi dikalangan publik. Kami tidak ingin berspekulasi itu Hak IDP hanya saja kami khawatir bahwa perjalanan Dinas menggunakan Uang RAKYAT dan Tentunya harus ada manfaatnya buat Rakyat.
Doktor Ikhwan yang juga sebagai Dosen Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma ini menyampaikan,
Teka-teki ini terus menerus karena disinilah letak Integritas Pemimpin yang menyangkut Aspek Moralitas yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bima yang Religius. sekali lagi Ekspektasi Kami akan terjawab jika muara dari semua perjalanan dinas adalah positif menghasilkan nilai manfaat untuk kepentingan Daerah.Keseringan melakukan perjalanan Dinas dengan High cost akan memunculkan stigma negatif dengan 100 asumsi yang ada di kepala kami?

masalah selanjutnya, Doktor Ikhwan memaparkan, Urgensi Reformasi birokrasi akan berdampak pada tatakelola Pemerintahan yang baik ( good and Clean Governance) sebagai ukuran umum kemajuan manajemen pemerintahan. Semua orang paham bahwa untuk memperoleh jabatan mulai dari dinas sampai dengan pengangkatan kepala Sekolah syarat dan ketentuannya berlaku secara sembunyi -sembunyi ” Nilai Setoran” Siapa yang mampu bayar itu yang di Angkat dan di promosikan dalam jabatan : Persoalan ini ada dan tersembunyi karena hal Kepala Dinas dan Kepala Sekolah TABU MEMBICARAKAN ini. Mereka tidak Ingin Ungkapkan dimana cacatnya proses Rekruitmen Pejabat yang Tidak lazim dan jauh dari aspek kepatutan dan melangggar aturan. “Praktik semacam ini semua orang tau hanya jarang dibicarakan dipermukaan. Jika saja aturan yang dikedepankan Maka Pasti pengangkatan Pejabat atas dasar Meritokrasi ( Kemampuan, kelayakan, competensi dan profesional). Kami Hentikan Praktek ini karena Jauh dari prinsip manajemen Pemerintahan yang bersih dan baik” demikian ujar Doktor Ikhwan.
Putra Asli Kelahiran Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima ini pun menyampaikan bahwa dirinya tidak berspekulasi soal reputasi dan Integritas, tapi fenomena yang muncul dipermukaan seperti banyak penolakan kehadiran bupati berkunjung, protes masyarakat, keresahan birokrasi hal ini berarti IDP Berada di Zona Degradasi yang menyimpulkan IDP Succsess Rate Rendah dan Success Fee tinggi. “Bupati IDP dalam zona degradasi” demikian ungkap Doktor Ikhwan mengakhiri pembicaraannya dengan Pimpinan redaksi Bimantika.net (Tim//arif)