OPTIMALISASI POTENSI DATARAN TINGGI UNTUK SELAMATKAN DATARAN RENDAH

Oleh : Darussaalam

Bima Bimantika ,-
Tak lama lagi kegundahan akan mengampiri masyarakat di dataran rendah Kota Bima. Kegundahan dan trauma itu hadir bersamaan dengan datangnya musim penghujan.

Kegundahan semakin menyelimuti siapapun ketika menatap kearah dataran tinggi yang semakin kering dan gersang. Memori dalam kepalapun kembali kepada teguran keras lewat banjir bandang yang meluluh lantakan rencana dan aktifitas yang telah dibangun didataran rendah.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengembalikan dataran tinggi yang rimbun oleh pepohonan, hampir setiap tahun penghijauan dilakukan dan setiap tahun pula program tersebut mengalami kegagalan.

Satu yang terlupa dari semua agenda untuk menghijaukan kembali dataran tinggi terutama Kota Bima selama ini adalah penghijauan berbasis tradisi. Kita hampir tidak pernah lagi meneladani kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur dalam mengelola dan menghijaukan dataran tinggi.

Leluhur telah membuktikan satu cara dan metode untuk menjaga kelestarian alam khususnya didaerah dataran tinggi dengan menjadikan dataran tinggi sebagai sentra peternakan. Karena leluhur kita sangat percaya bahwa semakin banyak hewan ternak yang hidup didataran tinggi maka semakin lestari alam ini.

Pada zaman lampau, jumlah hewan ternak yang hidup di daerah dataran tinggi jauh lebih banyak dari manusia dan hewan yang hidup di dataran rendah, karena itulah manusia zaman lampau menjadikan ternak sebagai sumber kesejahteraan.

Ketika sektor peternakan khususnya di dataran tinggi tidak lagi diperhatikan yang menyebabkan punahnya hewan ternak, masyarakatpun akhirnya tidak lagi memiliki sumber kesejahteraan. Untuk bertahan hidup masyarakat kemudian merambah hutan dan mengalifungsikan lahan tersebut menjadi lahan pertanian.

Saat bersamaan kondisi alam semakin hancur, hancurnya alam berimbas pada berkurangnya titik mata air dan dampaknya adalah bencana yang memporak porandakan Kota serta kekeringan yang menahun di beberapa wilayah didataran rendah.

Mengembalikan sumber kesejahteraan diwilayah dataran tinggi sudah menjadi keniscayaan yang harus dilakukan oleh kita semua. Bahu membahu di jalan tradisi ini akan menjawab problem akut dan yang lelalu menakutkan untuk kita dan untuk generasi mendatang. Problem akut itu bernama bencana banjir, kelangkaan air bersih, pengangguran dan kemiskinan.

Apapun yang dibangun di wilayah dataran rendah, hanya lenyap sehari diterjang bencana selama titik focus kita tidak berorientasi pada pengoptimasisasian dan mengembalikan fungsi dataran tinggi sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan.

Mengembalikan kehidupan peternakan dikawasan dataran tinggi adalah jalan kearifan lokal sebagaimana yang telah dibuktikan oleh pendahulu kita. Terlebih wilayah dataran rendah yang kian penuh sesak dan penuh kejumudan.

Hadirnya pihak kementrian beserta pemerintahan Kota melalaui Dinas Pertanian yang melihat langsung bagaimana kayanya potensi dataran tinggi Kota Bima, paling tidak memberikan satu harapan baru bahwa upaya untuk mengoptimalisasi kembali daerah dataran tinggi akan segera dilakukan demi masa depan Kota yang kita cintai ini.

Gagasan program penginterasian sektor peternakan, perkebunan dan pertanian menjadi solusi yang sangat baik untuk menjawab tantangan Kota Bima dalam hal pelestarian alam berbasis tradisi yang ujungnya adalah penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan peningkatan kesejahteraan warga Kota.

Orintasi untuk mengoptimalkan wilayah dataran tinggi kini menjadi titik focus pemerintahan Kota Bima, merupakan perubahan nyata yang akan membawa Kota Bima menjadi Kota percontohan dimasa yang akan datang.

Rasanya sudah tidak sabar lagi ingin melihat kembali wilayah dataran tinggi yang dipenuhi hewan ternak yang berkali kali lipat jumlahnya dari jumlah populasi penduduk Kota. Lalu buah buah segar akan melimpah bergelantungan pada pohon pohon buah dan dibawahnya tumbuh sayur mayur serta tanaman holti seolah olah mengabarkan bahwa leluhurpun bahagia karena tradisinya dan petuahnya tetap menjadi pijakan generasi hari ini dan selanjutnya.

Pohon tumbuh semakin lebat, mata air muncul dimana mana, hewan hewanpun beranak pinang dengan sehat, udara semakin sejuk dan menyehatkan dan kesejahteraan itu mengalir sampai ke dataran rendah seperi air mengalir dari dataran tinggi lalu bermuara pada dataran rendah. (Bersambung)

Opinimu adalah Kado Untuk BIMA

“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.” ― Imam Al-Ghazali.

Menulis haruslah menjadi sebuah kebiasaan didalam keseharian kita sebagai anak muda. Dengan menulis akan mengaktifkan nalar dan kreativitas, dengan menulis kita akan menjadi orang orang yang dikenang sepanjang masa, itulah perbedaan antara penulis dengan orator. Mengutip sebuah pernyataan seorang ulama dunia yaitu Sayyid Quthb mengatakan Satu peluru bisa menembus satu kepala, satu kata bisa menembus jutaan kepala. Ini berarti dengan sebuah tulisan kita dapat mengubah pemikiran ataupun cara pandang seseorang terhadap sesuatu, dengan tulisan kita dapat menjadi bahan rujukan dari setiap orang yang pernah membaca tulisan kita dan mempunyai sebuah legalitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Kenapa “Bima” harus menulis?

Nietzsche, filosof Jerman abad ke-19, pernah mengatakan bahwa setiap penyair (sesungguhnya: setiap penulis) tidak pernah merasa puas dengan realitas. Dan karena ia tidak puas dengan realitas, ia berusaha mengubah realitas, menjadikannya lebih tertahankan, lebih bisa diterima, dan lebih memuaskan baginya dan mungkin bagi setiap orang yang lain. Dengan menulis anak anak muda Bima khususnya, mempunyai sebuah kekuatan didalam membayangkan Bima kedepannya idealnya harus bagaiamana, kemampuan berimajinasi yang selanjutnya dituangkan lewat tulisan haruslah menjadi kebiasaan pemuda Bima yang pada akhirnya menjadi pengawal semua kebijakan dan menjadi agent of change untuk dou labo dana.

Melalui tulisan ini penulis ingin mengajak teman teman aktivis, pemuda dan agen agen perubahan yang ada di Bima ataupun di tanah rantauan agar menuangkan ide dan narasi berkemajuannya disemua media berita offline ataupun online Bima. Karena ini merupakan salah satu ikhtiar kita semua untuk menjadi Problem-solving di usia Bima yang menginjak 379 Tahun.  Saat sekarang kondisi media media berita di Bima tiap harinya dihiasi oleh bahasan terkait penangkapan gembong dan pengguna narkotika, pembunuhan, dan perilaku perilaku elit yang terjerat kasus Korupsi Kolusi Nepotisme. Berangkat dari hal tersebut penting bagi kita aktivis mahasiswa, pemuda pemuda penggerak desa, serta akademisi yang ada di Bima ataupun rantauan untuk menuangkan idenya agar menjadi insight insight bagi masyarakat agar tidak menyaksikan berita yang seharusnya tidak perlu dipublikasikan.

Opinimu adalah Kado Untuk Bima

Selamat Ulang Tahun Dana Mbojo, Tanah yang menjunjung Maja Labo Dahu. Semoga dengan adanya peringatan hari lahir Bima menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih mendalami dan memaknai maja labo dahu ( Malu dan Takut). Bima disaat sekarang sangat membutuhkan agen agen perubahan yang menjadikan solusi sebagai tujuan, dengan menulis itu merupakan salah satu solusi dari kita semua untuk Bima yang lebih maju karena anak mudanya. Penulis meyakini bahwa setiap Putra Bima yang dilahirkan ditanah dengan sejuta pesona alamnya tersebut mempunyai potensi dan nalar yang bagus untuk membawa Bima dan Indonesia lebih maju. Kita semua Mahasiswa, Pemuda dan agen agen perubahan yang ada di Bima ataupun ditanah rantauan harus menjadi social control baik secara langsung terjun ke masyarakat ataupun secara tidak langsung dengan menyuguhkan bacaan bacaan dan sudut pandang yang beragam. Pemikiran progresif yang dimana semangat gotong royong untuk dou labo dana harus dikampanyekan karena hal tersbut sangatlah sejalan dengan teori ekonomi yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama didalam pendapatan maupun pekerjaan. Topik topik seperti ini haruslah menjadi headline utama berita berita yang ada di media media pemberitaan Bima, hal ini menjadi tugas kita bersama. Bima yang RAMAH harus kita kawal dan membuat kita semakin rajin mencari alat untuk berkontribusi untuk dou labo dana. Yuk, kita sama sama memberikan kado terindah untuk daerah kita tercinta dengan menuliskan opini kita disemua media media berita offline maupun online yang ada di Bima.

Oleh :
Rahmat Zuhair – Bogor, 14 Juli 2019

HARIS MINTA DOA DAN DUKUNGAN WARGA DENA

pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Bima digelar Desember 2019. Hampir diseluruh Desa yang mengikuti kontestasi Pilkades sudah rampung membentuk panitia pelaksana. Tidak ketinggalan Desa Dena Kecamatan Madapangga yang ikut serta dalam agenda pilkades serentak yang dimaksud.


Ada banyak sosok calon Kepala Desa Dena yang siap tampil berkontestasi. Ada yang sudah deklarasi ada pula yang belum deklarasi. Salah satu Calon Kepala Desa Dena, A. Haris Sadakah pada tabloid Bimantika menyebutkan siap bertarung di pilkades Desa Dena sembari memohon Doa dan dukungan seluruh Masayakat Desa Dena.
“Insya Allah saya siap untuk bertarung di Pilkades Dena sekaligus memohon doa dan dukungan seluruh lapisan masyatakat Desa Dena” demikian ungkap Haris yang juga Anggota DPD Desa Dena ini.


Sosok dan Kepribadian A. Haris Sadakah sungguh mencerminkan sosok yang akrab dengan semua orang. Langkahnya maju menjadi Calon Kades Dena semata-mata ingin memajukan Desa Dena tempat lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya. Salah seorang Warga yang juga sebagai Ketua RT di desa dena pada Tabloid Bimantika menyebutkan bahwa sosok A. Haris adalah sosok yang tidak punya masalah dan selalu harmonis dengan lintas generasi. “Muda bisa, tua Bisa”demikian ujar Warga. (Yadin)

Panitia Pilkades Dena Terbentuk, Semoga Amanah

Sabtu 13 juli 2019 Badan Permusyawaratan Desa Dena ( BPD) menggelar pelaksanaan kegiatan rapat pembentukan panitia pemilihan kepala desa dena kecamatan madapangga kabupaten bima untuk melaksanakan “Pilkades serentak” yang diselenggarakan pada tanggal 16 desember tahun 2019, Kegiatan rapat tersebut berlangsug di ruangan aula kantor desa dena.

Dalam rangka Rapat pembentukan panitia pilkades desa dena yang digelar langsung di Kantor Desa Dena tersebut dipimpin Ketua BPD Dena, Iksan, S,Pd serta ikut dihadiri oleh jajaran struktur kepegawaian camat madapangga, Kepala Desa Dena Samsudin Har beserta jajaran perangkatnya, Ketua RT, PKK, Segenap Unsur Lembaga Desa, Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat Desa Setempat.

Ketua BPD Desa Dena saat dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa terlaksananya kegiatan rapat pada hari ini atas dasar kami dari BPD Desa Dena pada tanggal 3 juli di undang DPMDes Kabupaten Bima dalam rangka sosialisasi tentang Pembentukan Panitia Pilkades dan pelaksanaan Pilkades sehingga jadwal untuk pembentukan tersebut mulai tanggal 10 sampai 14 juli merupakan kegiatan rapat pembentukan panitia karena pada tanggal 15 juli 2019 ini panitia pilkades yang sudah dibentuk akan mulai melaksanakan tugasnya,kemudian selanjutnya terhadap undangan yang harus kami undang sesuai aturan yang ada bahwa seluruh perangkat desa berdasarkan aturan perda nomor tahun 2015, serta seluruh ketua kelembagaan desa dan unsur masyarakat desa setempat,”Jelas nya.

adapun 7 (tujuh) nama yang terpilih sebagai panitia Pilkades tersebut Bapak M. Said Ahmad,M.Pd sebagai ketua panitia pilkades, Syarifuddin.S,Pdi sebagai Sekretaris Panitia Pilkades, Syahrir AR sebagai Bendahara Pikades, Sukardin M. Saleh sebagai Wakil Ketua Pilkades, Denis, S. Pd sebagai Anggota Pilkades, Muammar Kadafi. S.Pd sebagai Anggota Pilkades dan Sunarti S.Pd berdasarkan hasil kesepakatan bersama Musyawarah mufakat bersama dalam rapat pembentukan panitia pilkades yang berlangsung dilaksanakan oleh BPD Desa Dena.

Dirinya berharap kepada Panitia Pilkades telah terpilih melaksanakan tugasnya sebagai panitia sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku guna mewujudkan penyelenggaraan pilkades yang adil, propesional dan netral pada saat berlansungnya pelaksanaan Pilkdes yang akan diselenggarakan pada tanggal16 Desember 2019 nanti. (Yadin)

Hal Yang Bisa Kita Pelajari

Hal yang bisa kita pelajari dari merawat adalah tabah.
Kadang perlu berulang-ulang menaman benih agar bertambah menjadi kecambah.
Dipupuk setumpuk peluk dalam tubuh yang siap tumbuh.

Jika Hari ini menanam satu, esok mungkin memetik dua atau tidak sama sekali.
Sementara, Perkara paling rumit dari sepasang kekasih adalah janji yang masih menjadi perdebatan. Dan, sebuah perlombaan tak mungkin dimenangkan hanya dengan meriahnya tepuk tangan.
Jika sadar akan menyembuhkan, maka sabar akan menumbuhkan.

By : Khairul Farid

Jalan Panjang Menuju Pahlawan Nasional

Sejak bergulirnya Wacana Menjadikan Sultan Muhammad Salahudin Bima menjadi Pahlawan Nasional oleh Kepala Dinas Sosial kabupaten Bima beberapa waktu yang lalu, banyak pihak yang pro kontra. Mulai dari penikmat kopi pinggiran Kota, para aktivis dan akademisi hingga Para pemerhati pun ikut angkat Bicara. Nara sumber Resmi Tabloid Bimantika, Muslihun Yakub yang dimintai komentarnya terkait dengan hal tersebut menyebutkan usulan yang dilakukan oleh Kepala Dinsos Bima itu sifatnya biasa, dan bisa dilakukan oleh siapa saja sepanjang penuhi syarat-syarat awal. Syarat-syarat administrasi itu antara lain:

1. Rekomendasi dari Pemerintah Daerah (Gubernur) dan Surat Pengantar dari Dinas Sosial (secara berjenjang).
2. Riwayat hidup dan perjuangan calon pahlawan: a. Nama, b. Tempat dan tanggal lahir, c. Pendidikan, d. Tempat dan tanggal meninggal, e. Riwayat perjuangan secara kronologis.
3. Biografi calon pahlawan nasional: a. Pendahuluan, b. Latar belakang berdasarkan pokok-pokok aktivitas dan kondisi, c. Pokok-pokok perjuangannya berupa gagasan, ide, dan aksi, d. Dilampiri daftar pustaka, e. Ditulis dalam format karya akademik, f. Hasil penelitian.
4. Seminar usulan calon pahlawan nasional dan makalah-makalahnya, dengan komposisi narasumber: a. Perwakilan Kemensos RI, b. Pakar/sejarawan level nasional, c. Pakar/sejarawan level daerah/provinsi, d. Narasumber yg mengerti dan memahami pengusulan calon pahlawan yg diusulkan.
5. Dokumen-dokumen pendukung: a. Daftar dan bukti tanda kehormatan yg pernah diterima, b. Catatan pandangan/pendapat orang dan tokoh masyarakat tentang calon pahlawan, e. Foto-foto/gambar dokumentasi perjuangan calon pahlawan, f. Foto calon pahlawan berukuran 5R (tiga lembar), g. Telah diabadikan namanya melalui sarana monumental sehingga dikenal masyarakat disertai surat keterangan dan foto dari Pemda.

Jika semua syarat itu telah diterima oleh Kemensos, maka berkas itu akan diseleksi oleh Tim Kemensos Cq. Direktur Kepahlawanan. Jika berkas dianggap memenuhi syarat, maka akan lanjut dibahas di Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) yang dibentuk oleh Kemensos.

Selanjutnya lahirlah rekomendasi calon pahlawan yang akan diajukan ke Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Menko Polhukan/Tim)

Setelah digodok di Dewan Gelar, maka selanjutanya diteruskan kepada Presiden. Kalau nama-nama calon pahlawan sudah di tangan presiden, diwilayah ini nuansa politik dan syarat dengan lobi-lobi. Sebab wewenang Presidenlah yang memutuskan siapa yang akan diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Begitu alurnya. Diakhir Komentarnya Muslihun Yakub menyatakan kita gak tahu sudah sampai tahap mana Bang Andi Sirajudin selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima mengkuti tahapan itu. Jangan-jangan masih ditahap dasar sebagainama juga dilakukan oleh Tim beberapa tahun yang lalu. (//arif)

Kipang NTB Desak PT. Bunga Raya Angkat Kaki dari Soromandi

ketua LSM Kipnang NTB, Budiman saat di wawancarai Tabloid Bimantika sabtu (13/7) menyampaikan pernyataan yang begitu keras pada salah satu perusahaan dibidang tambang di Wilayah Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Dalbo sapaan akrab Budiman menyatakan sikap dengan tegas untuk menolak kehadiran PT. Bunga Raya di wilayah itu. “Kami akan melakukan upaya apapun untuk mengusir PT Bunga Raya” ujarnya.

Lanjut Dalbo bahwa keberadaa PT. Bunga raya khusus menambang pasir, batu dan kerikil di wilayah Soromandi tentunya akan berdampak buruk pada lingkungan setempat. Rasa khawatirnya sangat tinggi karna keberadaan PT Bunga Raya lama lama bisa dipastikan akan merusak lingkungan terutama lingkungan pertanian. “Sudah ada contoh beberapa tahun lalu Bunga raya punya basecamp di Kecamatan Madapangga, kita lihat sendiri dampaknya sekarang lingkungan sudah rusak parah, ini yang kami khawatirkan jangam sampai Soromandi rusak lingkungannya akibat ulah perusahan tambang” Demikian Ungkapnya.

Politisi Demokrat Pesimis Pada Pansus Tanah

Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima, Masdin Idris, S.P saat di konfirmasi Tabloid Bimantika pada hari sabtu (13/7) menyatakan bahwa pansus tanah yang sedang bergulir di DPRD Kabupaten Bima akan berakhir dan berpotensi pada “kompromi politik” sehingga dirinyapun menilai pansus itu tidak akan berjalan secara optimal.

“Pansus itu saya sangat pesimis akan menghasilakan sesuatu yang signifikan untuk kemaslahatan ummat” ujarnya.
Lanjut Masdin yang juga pernah menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bima Periode 2014-2019 ini bahwa Berpedoman pada tatib dewan dan UU MD3, Dewan dapat membentuk Pansus bila terkait persoalan yang di pandang penting.

Namun kembali kepada tugas dan kedudukan Dewan yg lebih kepada kedudukan politik sebagai lembaga Legislatif yang diberi tugas Legislasi, Budgetting dan monitoring, serta hak hak lain berupa menyatakan pendapat dan hak memanggil. “Muaranya hanya mampu melahirkan sebuah rekomandasi kepada eksekutif untuk ditindak lanjuti” ungkapnya. Sementara problem yang nampak tersebut terkait tentang penyimpangan Aset daerah, merupakan ke engganan yg lebih di biarkan oleh eksekuitif sendiri. Semestinya tanpa Pansus Dewan, eksekuitif bisa lebih merapikan dan menertibkannya. Namun kembali kepada semangat Good and clean governance justeru tidak nampak dari eksekutif. Maka bertolak dari dalil tersebut, dapat dibuat kita pertanyaan mampukah Pansus dewan mengurai PROBLEM YG MENGGURITA tersebut??
Jawaban Edy Muhlis sebagai pansus Tanah masih perlu pembuktian di endingnya.
Yg dibutuhankan adalah moral force semua pihak. “paling utama sikap Bupati dan jajarannya: tegas Masdin. Untuk merespons suara suara wakil rakyat sebagai sumber data dan informasi yg benar.

“Sekali lagi saya menyatakan Dewan bukanlah lembaga eksekutorial dari setiap kasus dan masalah” Demikian tegas mantan “Singa: Parlemen Kabupaten ini. (//rif)

PEKAN INI DEWAN PANGGIL PENJUAL ASSET DAERAH

Ketua Pansus tanah DPRD Kabupaten Bima, Edy Muchlis, S. Sos ketika ditanya sejauh mana urusan pansus tanah yang saat ini di ketuai oleb dirinya menjawab bahwa dala waktu dekat ini akan dilakukan pemanggilan sejumlah nama nama yang mengelola dan menjual asset pemerintah kabupaten bima yang ada di lokasi Kota Bima. “Insya Allah minggu ini agendanya adalah kita bisa pastikan akan memanggil pihak-pihak yang mengelola dan menjual asset daerah” Demikian ujarnya.

Masih menurut Edy, bahwasannga pemanggilan sejumlah nama itu adalah dalam rangka memintai keterangannya sekaligus mendalami siapa otak mafia sesungguhnya yang telah berani melakukan transaksi jual beli asset daerah. “Kita mau selidiki hingga ditemukan siapa aktor dan pelaku utama dalam penjualan asset daerah ini” Demikian tegasnya.

Ditanya apabila para pihak yang dipanggil mangkir dari pemanggilan pansus, apa tindakan yang dilakukan oleh Pansus ? Dengan tegas Edy menyagakan bahwa apabila para pihak tersebut tidak datang apalagi sengaja tidak mau hadiri memberikan klarifikasi soal asset yang sedang di selidiki oleh pansus, maka pihaknya akan langsung koordinasi dengan pihak Kejaksaan dan Kepolisian.

“Semua proses Akan dijalan Kan sesuai prosedur Dan bila mana mereka tidak indahkan panggilan maka Pansus bisa langsung mengeluarkan tekomendasi untuk dibawa ke institusi hukum” Demikian tegas Edy. (Aby)

DEWAN BELUM BISA MENILAI KINERJA WALIKOTA BIMA

Sejak dilantiknya Walikota dan Wakil Walikota Bima Hasil Pilkada 2018 silam, sejumlah anggota DPRD Kota Bima belum bisa memberikan penilaian atas kinerja Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE. Beragam pandangam disampaikan oleh beberapa Anggota Dewan namun pada prinsipnya mereka belum berani terlalu jauh memberikan penilaian atas kinerja selama ini.

“Sebenarnya tidak ada yang terlalu signifikan yang dilakukan oleh Walikota Bima, mungkin karena umur kepemimpinannya yang masih muda” Demikian ujar salah Seorang anggota DPRD Kota Bima duta partai PKPI, Najamuddin saat di konfirmasi Crew Tabloid Bimantika. Namun pegiat LSM, M. Hadi justru menyatakan bahwa kinerjanya sangat bisa diukur bahwa pemerintah kota bima dibawah Kendali H. Muhammad Lutfi tidak memiliki visi dan misi kedepan yang bisa mewujudkan segala bentuk janji-janji politiknya selama masa kampanye Pilkada.

” kalau kita dari kalangan LSM pemantau Kebijakan Publik sangat bisa mengukurnya berawal dari diduga kuat melanggar PP 53 tentang Rotasi dan Mutasi hingga berujung pada adanya surat Teguran Komisi ASN, itu semua adalah alat ukur kinerja pemerintahan dibawah kendali Lutfi selama lebih kurang satu tahun ini” Demikian ungkap RW sapaan akrab M. Hadi. Dirinya berjanji pada Tabloid Bimantika akan kembali membuka persoalan lain atas hasil investigasinya terkait dengan kinerja apa saja yang dilakukan oleh Walikota yang diduga kuat oleh LSM yang digawanginya ada dugaan kuat melabrak regulasi dan ketentuan perundang-undangan. “Insya Allah nanti saya akan sampaikan hasil Investigasi lanjutannya” Demikian ungkapnya. (Tim)