Poros Penantang IDP makin Gencar lakukan loby loby politik

Bimantika.net

Pilkada Kabupaten Bima yang dihelat 2020 kemungkinan besar tidak terlalu banyak para kontestasinya karena poros poros Parpol pendukung hanya terbelah dua, seiring dengan poros Koalisi Nasional. Hampir semua petinggi Partai Politik selalu berkomentar Koalisi Nasional Pilpres 2019 adalah patokan untuk Lakukan Koalisi di tingkat Daerah.
Ketua DPD PAN Kabupaten Bima Muhammad Aminurlah, SE memberikan isyarat perlawanan dengan gebrakan gebrakan nyata membangun silaturrahim dengan Partai yang “sehati” dengan PAN yakni Partai Gerindra.
Disudut Kota Bima, beberapa waktu lalu, petinggi PAN dengan Kader Gerindra Sempat melakukan komunikasi Politik dengan santai di salah satu kafe di Kota Bima.
Crew Bimantika.net tidak menyia nyiakan kesempata untuk mengambil foto kedua Petinggi PAN dan Gerindra Tersebut.
Maman Sapaan Akrab Ketua DPD PAN Kabupaten Bima kembali menegaskan pada Bimantika.net bahwa dirinya dipastikan membentuk poros sendiri di Pilkada 2020 nanti. Dengan modal 6 Kursi Parlemen tentu sangatlah mudah kalau berkoalisi dengan Gerindra yang 5 kursi.
Aturan Pengusungan Pasangan calon tentu memenuhi syarat minimal 20 porsen parlemen.
Untuk diketahui bahwa syarat parpol mengajukan pasangan calon bupati dan Wakil Bupati adalah minimal didukung oleh 20% kursi parlemen. Arrinya kalau di Deean Kabupaten Bima total kursinya 45 kursi Parlemen maka regulasi menghendaki minimal 9 kursi Parlemen baru bisa parpol maupun gabungan parpol mengajukan bakal calonnya. “Sementara PAN dan Gerindra memiliki jumlab anggota Parlemen 11 orang Parlemen, tentu sudah melampaui aturan dalam mengajukan pasangan bakal calon Bupati”.
Maman Menegaskan bahwa dirinya sudah menyatakan sikap sejak awal untuk ikut Kontestasi Pilkada 2020, PAN akan mengusung kadernya baik maju sebagai Calon Bupati maupun sebagai Calon Wakil Bupati. “Yang sangat Memungkinkan adalah Koalisi PAN dan Gerindra apalagi kalau kawan kawan PKS dan Demokrat ada dalam poros Koalisi kami maka Insya Allah akan semakin mudah menarik simpati rakyat kabupaten Bima” demikian ungkap Maman.
Sementara Kader Terbaik Partai Gerindra, Sulaiman MT, SH pada momentum tersebut tidak memberikan tanggapan apapun. “Saya hanya Kader Partai tentu pengambil kebijakanlah yakni Ketua Partailah yang punya gawe untuk memberi tanggapan” Demikian Ujar Dae Eman Sapaan akrab Anggota Dewan Tiga periode ini.
Namun Dae Ema memberi isyarat bahwa Gerindra dan PAN punya satu kesamaan sehingga tidak sulit untuk berkoalisi. (//arif)

Petahana dan Gerimis Di Musim Kemarau

Oleh : Muhammad Isnaini *)

Bimantika.net
Apa yang bisa kita harapkan dari gerimis ketika kemarau panjang melanda? Tentu kita akan salah besar, jika ada harapan dalam gerimis tersebut. Jangankan menumbuhkan pohon, menghapus tempelan debu di daun saja tidak.

Saat kemarau, tentu kita membutuhkan hujan yang begitu deras. Selain menciptakan mata air juga dahaga kekeringan seketika akan sirna. Tumbuh-tumbuhan tumbuh subur, dedaunan menghijau, tanaman hutan kebun semua menjadi rimbun.

Kiasan diatas menggambarkan kondisi politik pra pilkada kabupaten bima 2020. Ketika pilkada menjelang, insan politik biasanya berteriak untuk berbicara suksesi kepemimpinan. Ada yang bertahan untuk mempertahankan yang ada dan ada pula yang menyerang untuk menumbangkan kekuasaan dengan menghadirkan penantang.

Pilkada kabupaten bima kali ini, para penantang berbicara menumbangkan kekuasaan dengan berbicara tanpa variabel yang jelas. Misal, dengan lantang mereka bicara bahwa petahana bisa dikalahkan dengan alasan gagal namun mereka kesulitan mengucapkan variabel sebagai takaran sehingga terkesan sangat emosional. Begitupun saat sebagian lainnya menuntut dan mengatakan bahwa sang petahana sebagai pemimpin tanpa ide dan gagasan, mereka sendiripun gagap untuk menghadirkan dan mengucapkan ide serta gagasan yang mereka miliki.

Ada ketimpangan yang sangat besar ketika Tuhan hanya menghadirkan gerimis disaat bumi dilanda kemarau panjang. Atau memang jangan-jangan kemarau itu hanyalah halusinasi mereka yang hidup di gurun tanpa mengetahui kondisi sesungguhnya didaerah tropis yang sejuk dan mewangi pepohonan serta dedaunan.
*) Penulis Aktif di DPD l KNPI NTB

Dewan Nilai Bupati Bima Gagal Bangun Kesejahteraan Rakyat

Bimantika.net
Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos saat di wawancarai Bimantika.net di seputar Wilayah Kota Bima kamis (8/8/2019) menyebutkan bahwa saat ini Bupati Bima Gagal memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Menurutnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima saat ini tidak berpihak pada kepentingan rakyat. “APBD sangat tidak berpihak pada rakyat bahkan tidak ada dana kesejahteraan untuk rakyat yang tertera dalam APBD makanya tugas saya sebagai Dewan jelas menantang kebijakan itu dan kita pernah ribut saat paripurna” kenang Edy Muhlis.
Lanjutnya pada saat pembahasan APBD selalu dirinya memperjuangkan item.dan klausul tentang kesejahteraan rakyat, tentang dana kesehatan untuk rakyat tentang dana bakulan bagi kaum ibu ibu. “Semua itu akan tidak ada artinya setelah klinis APBD yang ada perjalanan Dinas dan segala bentuk tetek bengek yang tidak pro pada rakyat” tegas Edy Muhlis. (//arif)

Masih Kuatkah IDP Sebagai Petahana ?

Bimantika.net
Release seorang aktivis Muda, Delian Lubis yang disampaikan pada Bimantika.net menyebutkan bahwa ada fase fase tersendiri dimana sang Petahana dalam sejarah Pilkada terkalahkan. Karena Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP,red) Petahana maka sangat sulit dikalahkan. Benarkah begitu?

Delian Lubis menganalisa balik logikanya, karena IDP Petahana maka dia berpotensi untuk Tumbang. Kenapa bisa? Karena Kinerja yang sangat buruk ! Kinerja yang buruk juga membuat popularitas ikut juga anjlok & terpuruk!

Bukankah Safru dulu Petahana ? Dia Petahana tapi Tumbang! dia tumbang bukan karena KINERJA BURUK tapi komunikasi politik diarus bawah tidak bekerja dan STIGMA Safru PELIT.
Berikut Analisa Delian Lubis terkait peluang Kewilayahan bahwa
Wilayah TIMUR seperti SAPE, LAMBU, WERA, AMBALAWI, terluka dengan gaya kepemimpinan IDP. Wilayah BARAT memendam kecewa pada kepemimpinan IDP khususnya MADAPANGGA. Sementara SILA IDP butuh kelihaian diatas rata-rata untuk mendulang suara.

BIMA SELATAN khusus WOHA, BELO, LANGGUDU, IDP tidak punya taring apapun kecuali wilayah PALIBELO, itupun kalau msh menguat sentimen pro Turunan Sultan.

BIMA UTARA seperti DONGGO, SOROMANDI, IDP tak punya taring juga.

Nah, figur alternatif adalah skenario lain yang bisa membuat PETAHANA TUMBANG.

Orang parpol sbg figur alternatif hanya buang-buang uang dan tenaga. Kalahnya sudah bisa diprediksi dr skrg.

IDP akan terbakar dari orang TERDEKATnya atau orang yg sama sekali jauh darinya.

Siapa mereka, TUNGGU 6 BLN sebelum pendaftaran. *(Delian Lubis)

AGENDA KOREKSI DIRI IDP & DAHLAN

Oleh : DR. Ikhwan HS, SE,MM,M.Si*)

Bimantika.net
Obstacle is the way.. bahwa semua jalan ada hambatan? jalan pikiran ini yang digunakan sementara ini, tampa kreatifitas berfikir yang menghadirkan solusi dari cengkraman persoalan ekonomi dan sosial masyarakat. Untuk menguji jalan pikiran ini kita ajukan beberapa kegagalan program IDP & D. yang tidak sejalan dengan Undang- Undang :

Absenya keberpihakan pemerintah pada persoalan petani memunculkan kecurigaan bahwa Undang- undang No 19 tahun 2013 mengenai jaminan perlindungan petani tidak di jalankan, dijelaskan Pemerintah daerah perlu membantu Petani dalam : kesulitan memperoleh prasarana dan sarana produksi, kepastian usaha, risiko harga, kegagalan panen, praktik ekonomi biaya tinggi, dan perubahan iklim dll. Lantas dibuatkan juga Perda untuk memberikan proteksi kepada petani? Miris juga saya melihatnya ketika ada bantuan Mesin pembajak sawah diatur secara transaksional oleh orang – orang yang bukan petani untuk mendapatkan Fee?

Sama halnya juga petani garam bagaimana perlindungan kepada mereka dengan harga rendah yang membuat terpuruknya nasib mereka? bagaimana upaya yang dilakukan dalam memberikan perlindungan kepada petani garam dan Nelayan sesuai UU Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petani Garam. Apakah juga dibuatkan Perdanya?

Masyarakat juga mengeluhkan bagaimana tanggung jawab Pemda untuk mengatasi listrik yang sering padam setiap minggu? Apakah diabaikan undang Ketenagalistrikan nomor 30 tahun 2009 pasal pada pasal 3 & 4 mengenai adanya kewenangan serta tanggung jawab Membangun ketenagalistrikan? Permasalahan ini juga yang menyebabkan Investor tidak berminat berinvestasi di Bima.

Dengan seringnya bencana kebakaran didesa- desa bagaimana program penanggulangannya? Kenapa mobil kebakaran saja sangat minim? Kenapa Undang- Undang No 24 Tahun 2007 tidak maksimal di jalankan?

Lalu dimanakan Hak – hak masyarakat dipenuhi sebagai bukti hadir dan keberpihakan Pemerintah? Maka Perlu dilakukan koreksi total terhadap kegagalan IDP: D dalam menjalankan programnya?
*) penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

Target “Merdeka” Sinyal, BAKTI Kominfo dan Pemkab Bima Teken MoU

Bimantika.net
Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kamis (8/8) melakukan penanda tanganan Nota Kesepahaman (MoU) MoU pembangunan enam titik Base transceiver station (BTS) atau menara telekomunikasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Hotel Sakala Resort Tanjung Benoa Bali.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Kementerian Kominfo mewujudkan pemerataan sinyal telekomunikasi di seluruh Indonesia hingga ke pelosok dengan target Indonesia ‘merdeka’ sinyal pada 2020.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bima H.M. Antonius, S. STP sesaat setelah prosesi penanda tanganan MoU mengatakan, penanda tanganan MoU ini merupakan ikhtiar mewujudkan target Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kerangka MoU tersebut, pada tahun 2019, Kabupaten Bima mendapatkan alokasi pembangunan BTS yang berlokasi di Desa Talapiti, Mawu, Kole Kecamatan Ambalawi dan Desa Waduruka, Pusu Kecamatan Langgudu dan dusun Woro Desa Parado Wane Kecamatan Parado. PemerintahKabupaten Bima diminta untuk menyiapkan lahan lokasi dan membebaskan biaya retribusi perijinan terkait pembangunannya”. Terang pria yang akrab disapa Anton ini.
“Awalnya Kementerian Kominfo memberikan alokasi BTS untuk lima titik, setelah dilakukan upaya lobi, akhirnya kabupaten Bima mendapatkan tambahan satu titik lagi yaitu di dusun Woro Desa Parado Wane Kecamatan Parado, sehingga menjadi enam titik BTS”. Jelas Anton.
Melalui kerangka kerjasama ini, maka langkah membangun prasarana telekomunikasi di area terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dapat diwujudkan secara bertahap.
Ditambahkan Anton, perjuangan membangun BTS ini merupakan wujud upaya perjuangan Pemerintah kabupaten Bima dalam memajukan dunia telekomunikasi dan informasi melalui pembangunan “tol langit” di kabupaten Bima”. Terangnya. (TPD)

Sufi Sebut Pilkada Kabupaten Bima jauh Dari Ide Dan Gagasan

Bimantika.net
Anggota DPRD Kabupaten Bima, Syaifullah saat diskusi dengan politisi PDI Perjuangan Firdaus, SH di salah satu Cafe di Kota Bima pada Kamis (8/8/2019) menyebutkan bahwa jelang Pilkada Kabupaten Bima tidak ada narasi yang mengarah pada gagasan maupun ide ide.
“Justru yang terkemuka saat ini Anti IDP dan Pro IDP dua Periode” sebutnya.
Sufi sapaan akrab Politisi PKS ini mengharapkan generasi pembaharuan perlu tuangkan ide ide cemerlangnya untuk membangun peradaban di Bima ini. “Kita perlu bangun peradaban itu sehingga wacana dan narasinyapun penuh dengan ide dan gagasan bukan soal suka dan tidak suka” ujar sufi Sapaan akrab Anggota Dewan Dua Periode ini.
Sufi pun mengaku bahwa dirinya tidak peduli dengan urusan IDP dan Dahlan, justru dialam pikirnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Saya gak punya urusan apapun dengan urusan IDP dan Dahlan, siapapun Bupatinya tentu kita pikirkan efek apa kira kira yang berdampak pada Urusan Kemaslahatan rakyat” Demikian ujarnya.
Sementara Politisi Muda PDI Perjuangan yang juga mantan aktivis jalanan, Firdaus, SH menyepakati pola pikir tersebut, sehingga dirinya dengan Sufi yang saat inu di PKS memiliki kesamaan dalam cara pandang menyikapi urusan rakyat.
“Yang kita bicarakan memang harus pada esensi kerakyatan bukan wacana dan narasi sempit” Ujar Firdaus. (//ym//yp)

Dewan Sebut Bupati Bima Tidak Punya Kemampuan Bangun Dunia Pendidikan

Bimantika.net
Anggota Komisi ll DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada Bimantika.net mendesak Bupati Bima agar senantiasa memikirkan sarana dan prasarana dunia pendidikan. “Dunia pendidikan kita di kabupaten bima sampai saat ini tidak ada yang patut dibanggakan karena tidak ada political will dari seorang Bupati untuk membangun sebuah peradaban” ungkap politisi muda Partai Nadem ini.
Menurutnya, banyak sekolah sekolah yang di dusun terpencil tidak terurus dengan fasilitas apalagi bicara sumber daya manusia nya.
“Infrastruktur saja amburadul, tentu sumber daya manusiapun tidak bakalan bisa ditingkatkan” urainya.
Anggota Dewan Asal Partai Nasdem ini menilai bupati Bima gagal total dan membangun dunia pendidikan karena tidak memiliki kemampuan untuk itu. “IDP hanya mampu melakukan hal hal seremonial saja, esensi pembangunan sama sekali tidak ada dalam imajinasi IDP” demikian tegas Edy Muhlis. (//yp)

Bupati : “Jelang Mutasi, Tidak Ada Yang Luar Biasa”

Bimantika.net
Mutasi dan Rotasi jabatan adalah Suatu hal yang wajar dalam struktur Pemerintahan, itu semata mama demi memperlancar prosesi pelayananan publik serta memperlancar ritme organisasi pemerintahan. Kalimat ini disampaikan oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat di mintai tanggapannya pada hari kamis (8/8/2019) terkait adanya rotasi dan mutasi di Pemkab Bima dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Dae Dinda Sapaan akrab Bupati Bima menyebutkan bahwa penyegaran dalam tubuh birokrasi pemerintahan sangat diperlukan sehingga dengan penyegaran organisasi diharapkan mampu melayani masyarakat secara menyeluruh. Dirinya menyebutkan bahwa rotasi dan mutasi tidak ada hal yangnluar biasa kecuali pergeseran menuju penyegaran oraganisasi semata. Menanggapi adanya desakan desakan dari berbagai kecamatan yang ingin ada eselon ll mewaliki kemacatan, Dae Dinda menyebutkan bahwa ada aturan dan regulasi yang menghendaki siapapun ada dalam posisi dan jabatanya sehingga Baperjakat memiliki penilaian kinerja, bukan menilai dari segi kewilayahan.
“Baperjakat ada tolak ukur penilaian sehingga posisi seseorang itu bisa dipastikan sesuai dengan tata aturan yang mengaturnya” demikian ujar Dae Dinda sembari menyebut tidak ada hal luar biasa dalam mutasi dan rotasi (//tim)

Mapolres Bima Kota Ri Guncang Demonstran

Bimantika.net
Kamis (8/8/2019) mapolres Bima Kota Di guncang Aksi Sejumlah Elemen Muda yang tergabung menyuarakan aspirasi mereka. Elemen muda ini menuntut Pihak Polres Bima Kota menuntaskan Persoalan dugaan penganiayaan aktivis oleh sejumlah orang denkat Bupati Bima beberapa waktu yang lalu yang terjadi saat aksi mahasiswa di Kecamatan Wera. Pantauan langsung Wartawan Bimantika.net Yaumul Ma’ruf bahwa mereka melakukan orasi silih berganti meuntut kapolres Bima kota Segera memproses kasus dugaan penganiayaan yamg dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Kami datang untuk memberikan pernyataan sikap bahwa teman kami yang diduga kuat dianiaya oleh sejumlah orang saat demo di wera segera di tangkap” ujar Pendemo.
Koordinator Aksi, Asmudyanto menyebutkan bahwa kehadirannya di Mapolres Bima kota semata mata untuk menindaklanjuti dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah orang di kecamatan wera. “Kami tuntut yang melakukan dugaan aniaya Aktivis dan mahasiswa di kecamatan wera segera di tangkap dan di adili” ujarnya.
Sementara pihak penyidik Polres Bima kota menyebut kasus tersebut akan terus mereka selidiki dan memanggil para saksi saksi. “Kami akan terus lakukan pemerikasaan terhadap sejumlah saksi saksi” demikian ungkap penyidik polresta Bima Kota. (Yaumul Ma’ruf)