Perusahaan Daerah Wawo Geram, Ancam DKP

Bima Bimantika,-
sejumlah Karyawan di bawah Kendali Direktur Perusahaan Daerah (PD) Wawo, Sudirman, SH merasa geram pada Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Bima yang sedang mengerjakan proyek Talud di wilayah Tanah milik PD Wawo. Menurut Tofan, Sapaan akrab Direktur PD Wawo Sudirman, SH, bahwa DKP sama sekali tidak punya etika dalam melakukan prosesi pembangunan. “Minimal permisi dong ke kami yang memiliki lahan” ujar Tofan.

Lanjutnya bahwa Siapapun yang masuk dirumah orang tanpa sepengetahuan yang punya rumah itu adalah maling.
Kalau maling ini dibiarkan merajalela akan ada kegaduhan yang menimbulkan masalah berkepanjangan “ibarat kalimat ini yg dilakukan oleh kepala Dinas kelautan & perikanan kabupaten bima yang dinahkodai oleh umi Nurma” Demikian ujar Tofan.

Atas kejadian itu Tofan dan seluruh karyawan PD Wawo lakukan pengusiran paksa terhadap pekerja talud pada hari kamis (24/7/2019). Tofan berharap Semoga untuk kedepan tidak ada lagi yg berkarakter tidak saling menghargai,
Karna ini menyangkut harkat dan martabat bima juga.
“Untuk kedepan dan seterusnya
Kami atas nama pendukung penuh pemerintah hari ini meminta kepada kepala Baperjakat untuk segerahl memanggil oknum kepala dinass tersebut dg waktu yg singkat,
Apa bila tidak di indahkn oleh kepala baperjakat maka kami akan menindaklnjuti dengan cara kami sendiri”demikian ancamnya. (//tim)

Sudahkah Bupati IDP Jalankan Good Governance ?

Bima Bimantika,-

salah seorang Pengacara asal Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang sukses dikancah Nasional, Mujahid A. Latief, SH, MH pada Bimantika.net menggugah semua pihak utamanya Pemerintahan Kabupaten Bima dan seleruh Generasi handal kabupaten Bima.
Dalam gugahannya, Mujahid menyampaikan Kalau Kita flash back ke belakang tuntutan reformasi lahir karena ketidakpercayaan masyarakat yang masif terhadap pemerintahan yang berkuasa saat itu, salah satu bentuk ketidakpercayaan karena Pemerintahan tidak menerapkan prinsip-prinsip Pemerintahan yang baik dan bersih (good governance dan clean government. lanjut Pengacara Ternama Ibukota yang memenangkan Kasus DPR RI Fahri Hamzah ini, wujud pemerintahan yang menjalankan prinsip tersebut harus melahirkan pemerintahan yang transparan, partisipatif dan akuntabel dalam segala hal.
“Itu wujud dari good governance and clean gomernment, pasti berdamoak pada transparansi, partisipatif dan akuntabel” ungkap Mujahid. Dirinya menpertanyakan itu apakah sekarang Pemkab Bima sudah melakukannya ?? Wallahu’alam. (//arif)

Membaca Arah Parpol menuju Pilkada Kabupaten Bima

Oleh Muslihun Yakub

Bima Bimantika,-

Langkah politik ketua DPD PAN Kabupaten Bima menemui Gubernur NTB yang juga merupakan kader PKS bisa dinilai sebagai upaya Ketua DPD PAN membuat skenario tandingan melawan perluasan laju politik petahana dalam pilkada kabupaten Bima Tahun 2020.

Manuver awal Ketua DPD PAN Kabupaten Bima tersebut berhasil memancing obsesi politik Gubernur NTB yang punya harapan akan pentingnya perubahan yang lebih baik untuk Kabupaten Bima ke depan. Hal dapat dimaknai bahwa Gubernur NTB yang juga kader PKS tidak lagi menginginkan petahana untuk tampil pada periode kedua memimpin Kabupaten Bima sebagaimana dilansir dalam berita oneline Garda Asakota.

Pernyataan diplomatis Gubernur NTB merespon harapan Ketua PAN menggandeng PKS dalam rencana pembentukan skema koalisi tanding melawan petahana memerlukan uji kualifikasi, popularitas dan akseptabilitas melalui survei. Demikian yang tersirat dalam siaran media oneline Garda Asakota terbitan pagi ini, 25 Juli 2019.

Muslihun Yakub

Pada aspek lain yang lebih politis dapat dinilai bahwa manuver Ketua DPD PAN menemui Gubernur NTB dalam hubungan dengan Pilkada Kabupaten Bima Tahun 2020 sejatinya menguntungkan PKS. Gubernur NTB adalah simbol politik yang menciutkan nyali dan manuver petahana dibelakang hari manakala Gubernur NTB melalui kerja jejaring politik tingkat lokal berhasil membangun konsolidasi politik tingkat partai yang mengusung keharusan adanya perubahan.

Sekilas, respon Gubernur NTB sebagai sikap politik menghargai lawatan Ketua DPD PAN dapat dinilai positif dan memberikan angin baru bagi publik sudah tidak menginginkan lagi petahana berkuasa dengan berbagai motif dan alasan yang melatarbelakanginya. Namun juga harus diwaspadai oleh aktor-aktor politik maupun para pemerhati politik bahwa pola jebakan yang sedang dirancang oleh lingkaran petahana membahayakan bagi penantang petahana.(tim)

Sudahkah Bupati IDP Janlankan Good Governance ?

Bima Bimantika,-
salah seorang Pengacara asal Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang sukses dikancah Nasional, Mujahid A. Latief, SH, MH pada Bimantika.net menggugah semua pihak utamanya Pemerintahan Kabupaten Bima dan seleruh Generasi handal kabupaten Bima.
Dalam gugahannya, Mujahid menyampaikan Kalau Kita flash back ke belakang tuntutan reformasi lahir karena ketidakpercayaan masyarakat yang masif terhadap pemerintahan yang berkuasa saat itu, salah satu bentuk ketidakpercayaan karena Pemerintahan tidak menerapkan prinsip-prinsip Pemerintahan yang baik dan bersih (good governance dan clean government. lanjut Pengacara Ternama Ibukota yang memenangkan Kasus DPR RI Fahri Hamzah ini, wujud pemerintahan yang menjalankan prinsip tersebut harus melahirkan pemerintahan yang transparan, partisipatif dan akuntabel dalam segala hal.
“Itu wujud dari good governance and clean gomernment, pasti berdamoak pada transparansi, partisipatif dan akuntabel” ungkap Mujahid. Dirinya menpertanyakan itu apakah sekarang Pemkab Bima sudah melakukannya ?? Wallahu’alam. (//arif)

Warga lere Keluhkan Jembatan Rusak


Bima Bimantika,-

salah seorang warga Parado yang dimintai tanggapannya terkait dengan kondisi jmbatan lere Sri Rahmawati pada Bimantika.net menyatakan bahwa kondisi infrastruktur di Kecamatan Parado hampir 80 porsen tidak pernah dijamah oleh pemerintan Kabupaten Bima di bawah kendali Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.
Dirinya menyesalkan sikap Bupati Bima yang sampai saat ini tidak punya niat baik membanhun membangun Parado. “Ini semacam dianak tirikan, oleh karena itu kami harap 2019 ini Bupati segera perbaiki Jembatan lere dan sejumlah infrastruktur lainnya di Parado” Demikian Ungkao Sri Rahmawati.
Lanjutnya bahwa seperti itu lah kondisi Parado yg sesungguhnya.
Menurutnya jalan jalan diparodo,
jembatan Lere susah banget tuk di lewati.
“Kondisinya sangat mengenaskan. Kasian para petani dan Masyarakat pengguna jalan yg notabene Orang orang kecil yg hanya mengandalkan hasil kerja sekali setahun tuk membiayai keluarganya” Demikian keluah kesah warga setempat.
Bahkan Sri rahmawati menganalogikan
Beda dengan orang kita yg stiap saat selalu menggunakan fasilitas jalan dan kendaraan mewah saebagai penghubung aktifitas mereka.
“Ke mana pembangunan yg selalu menggaungkan
EDe Ra Ndai Sura Dou La,o Dana” Demikian Gugahnya. (//arif)

Warga Berharap Mahasiswa KKN Membawa Dampak Positif

Dompu Bimantika,-
Terungkap sebuah harapan besar masayarakat Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu terhadap hadirnya Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Terkuaknya harapan itu dalam rangka rapat kerja Kepanitiaan 17 Agustus di kecamatan Kilo pada Hari Rabu (24/7/2019). Dalam rapat tersebut hadir Kepala KUPTD Dikpora dalam hal ini diwakili oleh Syamsuddin HAS, S. Pd dan Penilik Olah raga. Serta tokoh masyarakat A. Muluk pada Bimantika.net mengharapkan semoga dengan kehadiran mahasiswa KKN diwilayahnya membawa dampak yang positif untuk kemajuan Kecamatan Kilo dan lebih-lebih untuk membawa perubahan yang signifikan dalam membantu kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa membawa dampak positif di wikayah Kilo sehingga masyatakatpun ikut merasakan energi positif dari kegiatan mahasiswa” Demikian ungkap A. Muluk. (Yaumul Ma’ruf)

Warga Parado Kecewa Pada IDP


Bima Bimantika,-

salah seorang Warga Parado, Sri Rahmawati yang juga pernah Caleg DPRD Propinsi di Partai Amanat Nasional, Sri Rahmawati menyesalkan atas sikap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red) yang memandang sebelah mata Kecamatan Parado, padahal Parado bagian integral dari Kabupaten Bima. “Seolah olah kami tidak punya Bupati” ujarnya.
Lanjut nya bahwa dirinya selaku Warga sangat kecewa sekali dngn Kebijakan IDP.
“Hutan Gunung dan Jalan Raya Hancur berantakan sejak kepemimpinan Beliau ini.” Ujarnya kesal.
Dirinyapun membeberkan hal lain yakni
Ada banyak Para ASN yg Merusak Ekosistim Hutan dan berlomba lomba membuka Lahan Jagung sampai ada Puluhan Hektar untuk satu orang Oknum ASN.
“Setiap Ada Helatan Akbar Parado selalu di lirik Orang mereka yg bernafsu,
Parado yg Hilang dan terpinggirkan dan selalu menjadi target mereka yang berkepentingan” Demikian ungkapnya. (Tim)

HE Beri Apresiasi Pada Gubernur NTB atas Pelayan Publiknya

Bima Bimantika
Tokoh Muda Penuh Talenta, asal Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, yang kini sukses menjadi Direktur PT. Bukit Berlian Sambava (BBS Grup), Herman Effendy, S. Sos pada Bimantika.net sangat mengapresiasi pada pemerintah Propinsi NTB yang dikendalikan oleh Gubernur NTB, DR. Zoelkiflimansyah, M.Sc. pasalnya Gubernur mampu meraih sebuah pengharagaan di bidang pelayanan publik.
“Saya bangga dan menaruh rasa Hormat yang mendalam pada Pak Doktor Zul dalam melakukan pelayanan publik di NTB sehingga sangat wajarlah mendapatkan apresiasi dari pihal manapun” ujar Herman.
Lanjutnya bahwa sesungguhnya pelayanan publik itu adalah sebuah kata kunci dalam pemerintahan. “Apabila baik pelayanan publiknya maka kebaikan akan menetes hingga ke akar masyatakat arus bawah” ujarnya.
Dirinya memberi ucapan Selamat kepada Pemprov NTB yang telah meraih IAA (Indonesia’s Attractiveness Award) GOLD pada sektor Pelayanan Publik yang diterima langsung oleh Bang Zul Zulkieflimansyah (Gubernur NTB) hari ini Rabu (24/7/2019 di Jakarta.

Penghargaan ini diberikan kepada daerah dengan daya tarik di bidang investasi, infrastruktur, pariwisata dan pelayanan publik yang diberikan oleh Tempo Media Group dan bekerjasama dengan Frontier Consulting Group. (Yaumul Ma’ruf)

Geliat Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta

Dompu Bimantika,-
Mahasiswa adalah generasi Pembaharu yang siap melanjutkan estafet pembanguan di negeri ini. Sehingga peranan mahasiswa sangat strategi dalam menentukan arah masa depan bangsa yang lebih baik demikian ungkap tokoh pendidikan Kilo Dompu A. Muluk pada Bimantika.net disela-sela kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Kegiatannya dalam rangka rapat kerja Kepanitiaan 17 Agustus di kecamatan Kilo, Jadi mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sedang melakukan agenda KKN (Kuliah Kerja Nyata) sejak 15 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Program kerja unggulan pada KKN ini adalah pengolahan jagung di Desa Malaju. (Yaumul Ma’ruf)

Opini : Pelaporan akun FB BM & Polemik Usulan Yandi Ketua DPRD

Oleh : A. Kadir, S. Sos, M. Si

Bima Bimantika,-
Sehari sebelum DPD Golkar memutuskan 3 nama melalui pleno untuk diusulkan ke DPP golkar, Bupati Bima yang juga ketua DPD golkar melaporkan akun media sosial Bima Mawardin ke Polda NTB. Pelaporan Bupati Bima Indah Damayanti Putri atas akun media sosial Bima Mawardin yang dinilai melakukan penghinaan pada Bupati & putranya yang juga putra mahkoda seketika tenggelam isunya diruang publik karena ada pergeseran isu polemik publik tentang pro & kontra potensi saudara Yandi sebagai ketua DPRD Kabupaten Bima.

Sebuah media oneline Visioner menyiarkan bahwa Yandi dipilih secara aklamasi dalam rapat pleno DPP Golkar di Hotel Mutmainnah dua hari lalu. Sontak pemberitaan itu memancing reaksi publik termasuk internal pengurus DPD golkar. Reaksi pengurus Golkar membantah siaran berita media oneline visioner yang dinilai kurang cermat dan hati-hati padahal mekanisme partai Golkar bahwa penentuan siapa Ketua DPRD diputuskan oleh DPP Golkar dan DPD Golkar hanya mengusulkan 3 nama melalui forum rapat pleno internal DPD Golkar.

Kasus hukum yang bakal menjerat Bima Mawardin dengan dugaan sangkaan pasal penghinaan sebagaimana yang tertera dalam norma UU IT yang dilaporkan Bupati Bima ke Polda NTB dan peristiwa politik perebutan kursi Ketua DPRD oleh kader-kader terbaik Golkar menarik untuk saya cermati dan analisis . Bima Mawardin hanyalah seorang warga masyarakat yang berprofesi sebagai wartawan media oneline yang punya kebebasan menyampaikan pikiran dan pendapat secara bebas dan merdeka diruang publik.

Penggunaan hak secara bebas dan merdeka oleh warga negara sebagaimana yang disampaikan oleh Bima Mawardin adalah konstitusional. Konstitusionalitas hak warga negara tidaklah juga menghapus hak warga negara yang lain untuk melakukan keberatan secara hukum sebagaimana kasus pelaporan yang dilakukan oleh Bupati.

Tindakan Bupati melaporkan Bupati Mawardin secara politik tidaklah menguntungkan Kepala Daerah dan sikap Bima Mawardin tidaklah mendatangkan manfaatkan bagi Bima Mawardin secara langsung. Implikasinya, menguntungkan aparat penegak hukum dalam arti luas dan menyita habis-habisan energi Kepala daerah berseteru dengan warganya sendiri.

Saat yang sama memberi angin segar bagi meluaskan sentimen masyarakat yang kontra dengan kebijakan Bupati sedari awal dengan memanipulasi pelaporan Bima Mawardin untuk mengesploitasi alam bawah sadar mayoritas masyarakat Bima yang masih terkurung dalam lilitan ketidaktercerahan mental maupun pikiran.

Hal itu potensial bersambut gayuh dengan sentimen anti Yanti oleh sebagian publik berkenaan dengan potensi penolakan publik atas niatan partai Golkar mengusung Yanti sebagai ketua DPRD Kabupaten Bima periode Tahun 2020-2025. Bila Kepala Daerah tidak cermat menyikapi pelaporan akun media sosial Bima Mawardin dan posisi Yandi yang diusung sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bima, maka bisa dinilai melahirkan preseden buruk bagi citra dan kewibawaan Bupati sebagai Kepala Daerah maupun Kepala Pemerintahan.

Dalam kasus pelaporan akun media sosial Bima Mawardin maupun potensi Yandi diputuskan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bima memang sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme internal partai Golkar dan kedudukan Bupati Bima sebagai Kepala Daerah.

Betapapun saya menginisiasi permintaan agar kasus pelaporan akun media sosial Bima Mawardin dapat dicabut kembali seraya menyelesaikan secara kekeluargaan yang beradab dan bermartabat. Sekian.