Defisitnya Nilai Bima Ramah

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M,Si*)

Bimantika.net
Bima Ramah sebenarnya adalah sebuah spirit perubahan yang memberikan energi kebaikan, kepeloporan, keteladanan dan keberhasilan. Konsep ini digali dari nilai- nilai Kearifan lokal ” Dana Mbojo ” warisan leluhur yang tertanam . Akan tetapi setelah di uji dilapangan berbanding terbalik menjadi *Bima Tidak ramah, ” diksi ini tidak memberikan Efek yang menular pada perubahan budaya masyarakat, ketertiban sosial, pengetahuan masyarakat, perilaku beragama, perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hemat saya, minimnya daya ungkit bima ramah akhirnya yang muncul Defisitnya nilai kehormatan kepada pemimpin. Nilai Bima ramah gagal menjawab persoalan pokok masyarakat untuk di implementasikan secara kontekstual dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial masyarakat.

Kehendak umum berlaku dengan pernyataan ” Penghormatan diberikan jika berbanding lurus dengan prestasi” sehingga apa boleh buat sinisme dan sindiran bertebaran. Pada sisi lain ungkapan kekecewaan menular dalam bentuk protes memblokir jalan umum, petisi, nota keberatan dan surat protes.

Akumulasi kekecewaan akan berkurang jika yang memimpin cepat merespon dan memberikan solusi. Banyak pendekan yang bisa dilakukan misalnya melalui dialog konstruktif dengan tokoh masyarakat, ulama, aktivis, DPRD dan kaum terpelajar lainnya untuk memberikan pengertian dan pemahaman. Partisipasi publik penting untuk memberikan solusi dan jalan keluar dari semua urusan publik. Saya yakin pendekatan ini akan dilakukan, hanya saja kehilangan momentum.

Akhirnya kita berbicara pola dan ukuran keberhasilan dan kegagalan. Isyarat keberhasilan akan bisa dilihat dari terciptanya masyakat beradab, tertib sosial, indeks kebahagiaan, minimnya gesekan dan konflik, di sinilah kita menguji kualitas kepemimpinan apakah sukses berpola, gagal berpola maka pola harus dievaluasi dan dipelajari.

Ketika pemimpin berhasil orang akan bicara tampa harus kita menyuruh., tapi kalau gagal, biasanya phisikologis kegagalanya itu disembunyikan, tetapi ada yang lebih berbahaya lagi Ketika rapor kegagalan itu diajukan sebagai prestasi untuk melanjutkan kepemimpinan. Kalau keinginan dan dorongan kelompok pragmatis ini benar – benar terjadi maka sama dengan masuk dua kali pada lubang yang sama!

Parameter keberhasilan dan kegagalan di analogikan dengan Matematikan sederhana ada bilangan deret ukur itu 1,3,5,9 dst. Kepemimpinan yang mengikuti deret ukur pasti memiliki daya ungkit yang yang membuahkan prestasi dan kebanggaan. Analogi terbaliknya dengan pola kepemimpinan mengikuti deret hitung 1,2,3 dst tidak memilki daya ungkit atau efek menular dari program yang di kerjakan.

Kendala kepemimpinan pasti banyak, misanya minimnya anggaran daerah, budaya masyarakat yang keras, SDM birokrasi yang tidak produktif, terbatasnya Infrastruktur publik, Kualitas SDM, Teknologi, minat investor, ekosistem bisnis yang belum terbentuk, Regulasi daerah, Belum optimalnya pemanfaatan kantor daerrah dan dinas serta energi listrik yang terbatas dll.

Tetapi harus diingat ada saham masyarakat yang dinvestasikan kepada kepala Daerah yaitu” Kepercayaan ” bahwa bupati terpilih adalah terbaik dan tepat untuk memimpin daerah, dan membawa perubahan dan kemajuan daerah. kehendak rakyat menjatuhkan pilihan itu merupakan amanat yang harus dibuktikan kemanfaatanya untuk masyarakat.

Manisfestasi dukungan rakyat adalah modal sosial yang harus diberikan benefit nya dalam ukuran keberhasilan pembangunan…
dan logika kita sulit menerima jika gagal di analogikan berhasil dan karena persepsi keberhasilan itulah maka harus melanjutkan lagi 2,periode ?

*) Penulis Adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

BPBD lakukan Pelatihan Destana

Bimantika.net
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima menyelenggarakan agenda penting yakni persiapan Desa tangguh bencana (Destana) di beberapa desa di wilayah Kabupaten Bima yang berpotensi Tsunami. Persiapan Destana ini semata mata dilakukan untuk melatih para relawan di desa tertentu yang rawan bencana yang pada akhirnya mereka akan tangguh menghadapi bencana, demikian ungkap Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Bima, Dra. Siska Wahyuni pada Bimantika.net saat di wawancarai di ruang kerjanya Senin (12/8/2019).
Pada Kesempatan itu Siska membeberkan bahwa untuk tahap pertama akan lakukan persiapan destana di Desa Rupe dan Dumu kecamatan Langgudu dengan peserta 50 orang perdesa. “Nanti kita akan adakan persiapan pelatihan selama dua hari dalam ruangan dan satu hari simulasi luar ruangan” ujar Siska.
Lanjutnya Bahwa Persiapan Destana ini akan bertahap ke desa selanjutnya yakni desa monta, pantai Wane, Rontu dan Wera.
“Dalam kegiatan nanti kerjasama lintas sektoral antara BPBD dan skpd lainnya seperti Badan SAR dan skpd terkait” ujar Siska menutup pembicataan. (//Yaumul Ma’ruf)

Idul Adha 1440 Hijriah, Ratusan Hewan Kurban Disebar pada 18 Kecamatan

Bimantika.net
Pelaksanaan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang bertepatan dengan Ahad (11/8) dilaksanakan pada lima lokasi dan ASN dan masyarakat setempat dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di seluruh wilayah kecamatan

Sesuai catatan yang disampaikan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Bima Ramli S.Pdi sesaat sebelum pelaksanaan Shalat Idul Adha di lapangan kantor Bupati Bima, pada Idul Qurban tahun ini terdapat 56 ekor sapi dan 7 ekor kambing melaporkan kepada panitia.
Dikatakan Ramli tahun ini Pemerintah Kabupaten Bima menyebar 21 ekor sapi ke-18 Kecamatan disusul Bupati Bima beserta keluarga 20 ekor sapi, Wakil Bupati Bima H Dahlan M. Noer 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing, BPR Syariah 14 Ekor Sapi, Bank NTB Syariah 4 ekor sapi, Gubernur NTB 2 ekor kambing dan Basyirun 1 ekor Kambing.
Di beberapa kecamatan lainnya, seperti Bolo, sesuai laporan Camat Dra. Mardiana, hewan kurban tahun ini berjumlah 204 ekor yang terdiri dari 72 ekor sapi dan 130 ekor kambing. Demikian halnya di Langgudu, sesuai laporan Camat setempat Drs. Abubakar, tahun ini terdapat 44 ekor sapi, dan 38 kambing.

Idul Adha 1440 H


Demikian halnya di kecamatan Sanggar, usai pembacaan sambutan Bupati Bima oleh Staf Ahli Bupati Drs H. Arifudin H Ab panitia PHBI mengumumkan ada 28 ekor sapi/kerbau dan 18 ekor kambing. Sementara di kecamatan Wawo, sesuai laporan Camat setempat Drs.Aidin, terdapat 27 ekor sapi dan 77 ekor kambing, tak ketinggalan, sesuai laporan Camat Tambora Drs. Isyrah, jumlah hewan di kecamatan yang dipimpinnya sebanyak 10 ekor sapi dan 12 ekor kambing.
(TKPDKB)

Untuk Desa Dena, Abdul Haris H.M.Sadakah Mengabdi

Bimantika.net
Abdul Haris H. M. Sadakah adalah sosok yang ramah dan santun, saat wartawan Bimantika.net wahyudin mewawancarai nya beliau senin (12/8/2019) langsung sambut dengan Senyuman khasnya. Dirinya maju dalam Kontestasi Pilkades Desa Dena dengan
Niatnya Membangun Desa Dena ke arah tingkat yang lebih baik lagi dalam rangka Untuk Melanjutkan kegiatan yang belum pernah tersentuh.

Abdul Haris H.M.Sadakah akan menyiapkan dirinya semaksimal mungkin untuk Calon Kades Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima dalam rangka kontestasi Pilkades serentak tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada Desember 2019 ini.
“Saya mohon Doa dan Dukungan seluruh lapisan masyarakat dena” ungkap Haris sebelum menyampaikan Visi Misinya secara utuh.

Aba Koo sapaan Akrab Abdul Haris H. M. Sadakah Meminta Doa dan Dukungan seluruh Warga Desa Dena


Aba Ko’o sapaan akrab sosok Calon Kades Dena ini menjelaskan pada media Bimantika.net bahwa tujuan dan keinginan dirinya Bakal Calon Kades Dena dalam kontestasi pilkades serentak tahun 2019 tersebut demi membangun dan melanjutkan desa dena ke Arah tingkat Yang Lebih Meningkat Lagi, Bukan berarti bentuk tujuan dan keinginan pribadi saya dalam hal tersebut untuk melemahkan terhadap kepemimpinan kepala desa yang sudah Demisioner tetapi visi dan misi saya kedepannya apabila dipercayakan oleh seluruh masyarakat desa setempat menjadi kepala desa guna melanjutkan program kegiatan yang mungkin belum pernah tersentuh, “Jelasnya.

Lanjutnya, Adapun yang berkaitan dengan hal bagian dari visi dan misi saya program kegiatan ketika kedepannya dipercayakan dan diangkat oleh masyarakat dena untuk jadi seorang kepala desa dena tersebut :

  1. Visi
    Gotong royong membangun Desa Dena. yang jujur, Adil, Sejahtera, Berbudaya dan Berahklak Mulia.
  2. Misi
  • Mewujudkan pemerintah desa yang jujur dan Berwibawa dengan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
  • Mengedepankan kejujuran dan musyawarah mufakat dalam kehidupan sehari hari baik dengan pemerintahan maupun dengan masyarakat desa.
  • Meningkatkan profesinalitas seluruh perangkat desa.
  • Mewujudkan sarana dan prasarana desa yang memadai.
  • Mewujudkan perekonomian dan kesejahteraan warga desa.
  • Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat desa yang maksimal.
  • Meningkatkan kehidupan desa secara dinamis dalam segi keagamaan, gotong royong, pertanian, peternakan, dan kebudayaan. (Yadin)

Wabup Dahlan: Semangat Berqurban Harus Menjadi “Napas” Ummat

Bimantika.net
Pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang bertepatan dengan Ahad (11/8) di Halaman Kantor Bupati Bima di Godo diikuti jajaran pejabat dan ASN dan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer dalam sambutannya dihadapan jamaah Shalat Idul Adha mengatakan, “sebagai insan maupun pelaku pembangunan, hikmah Idul Qurban hendaknya menjadi napas setiap muslim. Hal ini seyogyanya tercermin dalam semangat berbagi dan meringankan beban sesama manusia”. Ungkap Wabup.
Berkaitan penyelenggaraan pemerintahan, ikhtiar mewujudkan secara bertahap Bima RAMAH telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Hal ini dengan tetapkan Kabupaten Bima sebagai daerah yang tidak lagi termasuk dalam kategori daerah tertinggal. Bagaimanapun lanjut Wakil Bupati, hal ini dapat terwujud berkat perjuangan dan partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Bima dalam mengantar Dou Mbojo dan daerah ini ke arah yang semakin baik”. Ungkap Dahlan.
Menutup sambutannya Wabup mengajak seluruh elemen untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua pihak berkreasi.
“Mudah-mudahan, kita dapat terus meningkatkan komitmen berkarya, meneladani Nabiullah Ibrahim Alaihissalam dan menerapkannya dalam diri dan keluarga”. Harap Wabup.
Kepada para jamaah, Wakil Bupati juga mengharapkan agar keluarga yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah, mampu menunaikan semua rukun haji dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Khatib Shalat Idul Adha, Ustadz Salahudin dalam nukilannya mengatakan pengorbanan Nabi Ibrahim Alahissalam beserta keluarga pada hakekatnya dalam rangka rekonstruksi tauhid ummat. “Penyembelihan Nabiullah Ismail AS merupakan ujian keimanan dan kesabaran dari Allah SWT. Oleh karena itu, semangat Idul Qurban diharapkan bernilai dalam menata kehidupan ke depan dan pada saat yang sama juga menjadi refleksi untuk menciptakan “ittihadul ummah”. Terang Khatib.
(TKPDKB)

Politisi Nasdem Nilai Petahana IDP Tidak Punya Management Pemerintahan yang baik

Bimantika.net
Petahana Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red) bukanlah petahana yang tangguh karena ini menyangkut urusan kinerja IDP Selama memimpin Kabupaten Bima tidak memberikan dampak Positif Buat Masayatakat, Demikian Ungkap Politisi Nasdem Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada Bimantika.net sabtu (10/8/2019). Sebagai Petahana Kuat, tentu akan ada bias kalimat Siapapu pasangan sama IDP, IDP tetap menang. Tapi menurut Edy bias kalimat itu tidak ada justru yang ada kalau IDP Pisah sama Dahlan maka terjadi Pertarungan yang ketat. Artinya IDP benar benar tingkat elektabilitasnya Anjlok seiring dengan tidak adanya karya monumental yang signifikan buat kesejahteraan masyarakat secara utuh dan menyeluruh. Ada banyak contoh kegagalan IDP dalam membangun Bima seperti antara lain Menghapus Dana Kesehatan Untuk Rakyat Miskin, Tidak mampu meningkatkan anggaran Bakulan buat pedagang kecil di kampung kampung, Justru Edy Muhlis menuding Anggaran Perjalanan dinas semakin ditingkatkan.
“Saya sebagai Anggota Dewan tau persis postur APBD nya yang pernah saya bakar di ruang sidang Paripurna dulu” ungkap Edy Muhlis.
Masih Menurut Edy Muhlis bahwa petahana IDP sama sekali tidak punya prestasi di berbagai sektor. Mantan Ketua HMI Cabang Bima ini oun membeberkan kegagalan IDP membangun Pertanian, justru di Dinas Pertanian beberapa tahun terakhir ini terjadi kisruh dan kegaduhan. “Pertanian sumber masalah selama IDP Memimpin, mulai dari urusan kasus bawang merah, pengadaan bibit ekspayer, pembagian alat pertanian yang cenderung bukan pada poktan sesungguhnya, terjadinya jual beli alat pertanian yang seharusnya petani menerima dengan gratis dan segala macam persoalan di Dinas Pertanian” Ujar Edy Muhlis.
Masalah yang timbul kemudia di SKPD dinas Kesehatan antara bawahan dan atasan tidak seiring seirama dalam menjalankan tugas negara, pernah ada ketidak singkronan antara Kepala GFK dengan Kepala Dinas Kesehatan, “ini semua adalah tanda tidak beresnya skpd di pemerintahan IDP” tegas Edy Muhlis. (//arif)

Firdaus : “Saatnya Bupati Evaluasi Program Pro Rakyat”

Bimantika.net

“PDIP Partai Wong Cilik” sepertinya penggalan kalimat itu ada benarnya juga, karena sosok Kader Muda PDIP Kabupaten Bima yang juga sebagai Anggota Dewan Terpilih Dapil Bima 1, Firdaus, SH selalu melakukan silaturrahim hingga ke akar rumput. Ini menandakan bahwa sesungguhnya politisi di bawah Panji Kepala Banteng Moncong Putih tersebut memperlihatkan dirinya sebagai Kelas Rakyat Arus Bawah.
Di mintai tanggapannya terkait dengan perkembangan pembangunan di Kabupaten Bima, Firdaus Yang Juga Pendiri LSM LSIP inipum mengungkapkan bahwa Postur APBD Kabupaten Bima sama sekali tidak memberikan gambaran utuh tentang bagaimana mensejahterakan masyarakat. Dirinya membeberkan contoh riil bahwa APBD Kabupaten Bima sejak 2015-2019 yang dirinya pelajari hanya anggaran Bakulan rakyat yang sangat sedikit. “Ini sudah mencerminkan bahwa pemkab bima tidak pro rakyat kecil” ungkapnya.
Firdaus pun beberkan angka anggaran bakulan dalam klausul APBD tersebut kalau di rata-ratakan hanya berkisar 1,6 Milyar per tahun dari jumlah APBD 1,9 Triliun.
“kalau mau rakyat arus bawah sejahtera wajib hukumnya Pemkab Bima anggarkan dana bakulan untuk rakyat pedagang bakulan di kampung kampung itu minimal 30 – 40 milyar tiap tahun” harapnya.
Masih menurut Firdaus bahwa Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri sudah saatnya melakukan evaluasi anggaran dan mengusulkan anggaran itu yang pro pada kepentingan rakyat.
Menurutnya kepemimpinan Umi Dinda sudah berjalan 3 tahun ini tentunya menjadi bahan evaluasi Bupati agar APBD jauh lebih bermanfaat untuk masyarakat secara luas.
“Saatnya Umi Dinda lakukan evaluasi atas kinerja terutama urusan program pro rakyatnya” Demikian ujar Firdaus. (//arif)

Jajaran Pemkab Bima Shalat Idul Adha di Lima Lokasi

Bimantika.net

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang bertepatan dengan Ahad (11/8) berlangsung di lima titik.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, didampingi beberapa pejabat terkait menghadiri shalat Idul Adha di lapangan tanah putih Desa Sangia Kecamatan Sape.
Sementara, di halaman kantor Bupati Bima di Godo kecamatan Woha dihadiri Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer dan sejumlah pejabat struktural, fungsional dan staf Perangkat Daerah dengan Khatib Shalat Ied Ustadz Salahuddin.

Selain pada dua lokasi tersebut, pada Idul Adha tahun ini, Asisten II Setda Bidang Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Ir. H. Nurdin mewakili Bupati Bima untuk memberikan sambutan di Kecamatan Belo. Demikian halnya pada shalat Idul Adha di Kecamatan Palibelo, Bupati Bima diwakili Asisten III Setda Bidang Administrasi Umum Drs. H. Arifudin HMY.
Selain para Asisten, Bupati Bima juga menugaskan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM H.Muh Antonius, S.STP memberikan sambutan pada shalat idul Adha di Lapangan Kara Kecamatan Bolo dan pada kegiatan yang sama di Kecamatan Sanggar, Bupati Bima diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Drs.H. Arifudin.
(//TKPDKB)

Idul Adha di Sape Bupati Bima : “Kekaffahan Tauhid Menuntun Untuk Bersikap Istiqamah”

Bimantika.net
“Setiap peristiwa yang mewarnai lembaran waktu, bukanlah sekedar fenomena tanpa makna; melainkan berlakunya ketentuan Allah yang mengandung pembelajaran dan meniscayakan perenungan mendalam. Demikian halnya Idul Qurban, menjadi hari besar kemanusiaan dan keimanan; memancarkan cahaya kekaffahan tauhid; menuntun jiwa untuk bersikap istiqomah dalam “Amar Makruf – Nahi Munkar” Demikian disampaikan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri mengawali Sambutannya pada momentum Sholat Idul Adha 1440 H (Minggu, 11 Agustus 2019) bertempat di Lapangan Desa Sangia Kecamatan Sape.

Lebih lanjut Umi Dinda mengungkapkan bahwa Idul Qurban merupakan peristiwa agung yang mensejarah, mengilhamkan kepada kita semua tentang betapa pentingnya merajut kasih silaturrahmi, meningkatkan penghargaan atas harkat kemanusiaan serta mempatrikan rasa tanggungjawab guna mentransformasi hakikat nilai Islam menjadi ragam aksi nyata juang kemanusiaan, spirit keadilan serta pewarisan keteladanan; mendidik generasi agar menjadi insan yang memiliki kemapanan dan keimbangan kualitas diri; berupa keluasan cakrawala ilmu pengetahuan; kearifan dan kebijaksanaan serta ketaatan beribadah yang membuat generasi selalu terpaut untuk mengutamakan persiapan uhrawi tanpa melalaikan aktivatas duniawi; sehingga menjadikan mereka sebagai generasi handal; sanggup menata masa depan menjadi lebih baik dan dalam naungan Ridho Ilahi serta memiliki kepekaan rasa atas kekurangan sesama
Disampaikan pula bahwa Indahnya mutiara – mutiara hikmah Idul Adha, akan menjadi pembuka pintu curahan Rahmah dan Ridho Allah ketika telah menjadi energy pendorong setiap aktivitas kita; terutama dalam ikhtiar mewujudkan Dana Mbojo menjadi Dana ro Rasa yang Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal.

”Sebagai insan Islami sekaligus pribadi – pribadi pelaku pembangunan yang terus berupaya mencapai kemajuan daerah dan meningkatkan derajat kehidupan; saya berharap kiranya hikmah Idul Qurban menjadi nafas yang memestikan kita semua untuk berqurban; mengikhlaskan ego pribadi atau kelompok, mengarifi perbedaan menjadi keragaman yang memperkaya khasanah jiwa, saling berbagi, menghibur dan meringankan beban sesama” harap Bupati.
Terkait informasi pembangunan dan pemerintahan, Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa atas berkat Rahmat dan Kehendak Allah SWT., ikhtiar luhur segenap Dou Labo Dana guna mewujudkan Bima RAMAH nampak kian menunjukkan hasil yang membahagiakan.

Melalui Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2019 Kabupaten Bima tercinta ditetapkan sebagai Kabupaten yang tidak lagi terkategori sebagai daerah tertinggal.
Hal ini merupakan bukti, bahwa Jerih dan juang kita semua, ketulusan hati segenap masyarakat Kabupaten Bima untuk secara dinamis menunjukkan support dan partisipasi yang tinggi, telah menghantar kehidupan Dou Labo Dana “Kabupaten Bima” menjadi semakin baik.
“Untuk itu, Pemerintah Daerah menyampaikan penghargaan dan ungkapan terimakasih mendalam kepada segenap masyarakat serta menitip harapan dan do’a kiranya keberhasilan ini terus merekatkan komitmen kebersamaan untuk terus berikhtiar tiada lelah membangun dan berkarya” ungkapnya.
Sebagai akhir penyampaian pada momentum penuh barokah ini, Bupati Bima mengajak seluruh Muslimin / Muslimat Dana Mbojo untuk :
1. Meneladani kecintaan Nabiullah Ibrahim dan Ismail terhadap sesama manusia, terhadap lingkungan dan terhadap generasi muda, terapkan pada diri kita, keluarga kita dan dalam membangun Dana Mbojo tercinta.
2. Hidup patuh pada ajaran Allah dan Rasul serta pada norma – norma, hukum dan peraturan – perundangan.
3. Ciptakan lingkungan yang memungkinkan semua warga berkreasi, mencari rezki dan pendapatan yang dapat meningkatkan derajad ekonomi dan mutu hidup. Untuk ini, jaga ketertiban, keamanan, kenyamanan dan keindahan lingkungan; dukung dan undang siapapun yang membuka usaha demi menciptakan lapangan pekerjaan bagi saudara-saudara kita
4. Mendo’akan orang tua kita, saudara–saudara kita, kerabat dan sahabat kita yang tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah dan kini telah melewati salah satu wajib haji yakni wukuf di Padang Arafah; agar mereka diberi kekuatan, pertolongan dan dimudahkan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat, hingga dapat kembali berkumpul dengan sanak saudara serta menjadi haji dan hajjah yang mabrur / mabrurah. (Humaspro).

Kesadaran Untuk Sebuah Perubahan PILKADA BIMA

Oleh : DR. Ikhwan HZ,SE,M.Si *)

Bimantika.net
Merupakan Cita-cita kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Bima yang sejahtera, karena itulah kehendak mutlak dari kehadiran Pemimpin daerah. Kebahagiaan masyarakat terwujud jika pemimpin mengambil peran maksimal untuk melakukan perubahan yang lebih baik.

Kita bercita-cita hadirnya pemimpin yang memberikan perlindungan kepada Masyarakat dikala terhimpin masalah ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, harga komoditas pertanian, harga garam, semua masalah terurai dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan kemampuan mengelola Potensi ekonomi daerah yang memberikan multyplayer effect pada peningkatan kesejateraan masyarakat.

Untuk apa memilih lagi pemimpin yang tidak mampu mensejahterahkan rakyat dan pada titik ini diperlukan kesadaran untuk memilih figur baru untuk sebuah perubahan. Changes Leadership adalah sebuah keharusan, Seperti saran dari Michael Beer Ahli manajemen ” Breaking The code of change” Berubah itu adalah memilih tindakan yang berbeda dari sebelumnya, dan perbedaan itulah yang menghasilkan sebuah perubahan. Jika kenyataan yang harus kita terima dimana ekonomi daerah stagnan, kerawanan sosial terjadi, kemiskinan terjadi, patologi sosial terjadi ( Narkoba, judi, kekerasan, konflik, ketidanyamanan) menghimpit kehidupan masyarakat maka Hukum yang berlaku adalah Perubahan kepemimpinan.

Kita tidak ingin melihat Mandeknya Pembangunan Ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur sebagai kebutuhan dasar masyarakat disinilah kita membutuhkan kepemimpinan yang efektif yang mampu mentransformasi keadaan ekonomi dan sosial masyarakat yang kurang baik menjadi lebih baik.dan sebaliknya kita tidak memerlukan figur pemimpin hanya sebagai simbol saja. pemimpin seperti ini tidak produktif karena orientasi pada pencitraan bukan pada kinerja.

Kompleksitas masalah sosial dan ekonomi saat ini tidak bisa diselesaikan dengan cara yang biasa, perlu terobosan dan berani mengambil keputusan yang tidak lajim (out side the book), yang menawarkan strategi penyelesaian disinilah watak kapabilitas individu diuji yang diukur atas kontribusinya pada perbaikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat telah menginvestasikan harapan akan adanya perbaikan kehidupan mereka dengan hadirnya pemimpin tapi apaboleh dikata harapan itu hanya tertukar dengan sebungkus Rokok dan Kopi untuk dinikmati sesaat yang seharusnya dengan menjatuhkan pilihan kepada orang yang tepat akan memberikan Nilai Manfaat jauh lebih baik untuk kemajuan dan perubahan kondisi ekonomi dan sosial. Para petani tersenyum karena harga-harga naik, para Nelayan tradisional diberdayakan untuk membudidayakan ikan dengan nilai ekonomi yang tinggi, terciptanya lapangan kerja di desa melalui Usaha Bisnis Desa, Perlindungan keamanan dan kenyamanan masyarakat, kegiatan dan syiar agama digallakan, Budidaya peternakan ditingkatkan, Ekonomi pariwisata ditingkatkan, Infrastruktur jalan di desa-desa diperbaiki, Terjadinya pemerataan dan akses pendidikana dan kesehatan..

Inilah Harapan dan Cita -cita mengapa kita perlu memilih Kepala daerah Yang Visioner untuk melakukan perubahan-perubahan menjadi lebih baik. Jangan Memilih Calon atau Figur Populis, yang mengandalakan Trahh dan keturunan .. Atau Karena mereka kasih uang ( membeli Suara masyarakat) Akhirnya Kerugian besarlah yang terima masyarakat selama lima Tahun dan Bukankah Agama Islam juga mengajarkan ” Pilih pemimpin yang Cerdas ( Fathonah). Seperti J. Maxwell Quality of Leader J. menyatakan Tanggungjawab pemimpin bukan hanya sekedar melaksanakan tugas namun Tanggungjawabya jauh dari Itu Yaitu Ketuntasan dan Kesempurnaan untuk membahagiakan masyarakat.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta