Sumarni Resmi Mendaftarkan Dirinya Sebagai Calon Kades Dena

BimaNtika.Net-

Dalam rangka kontestasi pemilihan kepala desa serentak (Pilkades) tahun 2019 yang hampir di ikuti oleh seluruh desa di kabupaten bima tersebut, Sumarni.S,Pd Resmi mendaftarkan dirinya sebagai Cakades kepada panitia pemilihan kepala desa dena (Pilkades) hari kamis tanggal 15 Agustus 2019 di ruangan aula kantor desa dena tempat untuk pendaftaran bagi bakal calon, Demikian yang telah disampaikannya kepada Media Online BimaNtika. Net ini ditempat kediaman pribadinya.

Sumarni.S,Pd Dalam rangka mendaftarkan dirinya sebagai Cakades tersebut menjelaskan terhadap media online BimaNtika. Net ini dirinya saat melakukan pendaftaran telah mengajukan bahan sebagai bentuk persyaratan proses pencalonan kepala desa sesuai ketentuan peraturan yang berlaku dalam Pilkades, serta pada saat dirinya melakukan pendaftaran sebagai calon kepala desa dena dihadiri dan diantar oleh relawan dan pendukung sejatinya ditempat pendaftaran bagi para peserta calon,”Jelasnya.

Lanjutan Sumarni.S,Pd yang kini dirinya telah mengikuti proses pencalonan kepala desa tersebut pada saat dikonfirmasi media ini, Dirinya menyampaikan dalam bagian lembaran bahan visi dan misinya menyampaikan segala bentuk hormat kepada bapak dan ibu, Tidak lupa kami sampaikan terima kasih yang tulus kepada jajaran Panitia Pemilihan Kepala Desa Dena yang telah memberikan kesempatan pada kami dalam rangka untuk memaparkan Visi dan Misi serta mengikuti proses pencalonan kepala desa dena tersebut,”Tuturnya.

Sementara itu Sumarni. S,Pd Dalam rangka menjabarkan visi dan misinya mengucapkan bentuk rasa apresiasi berterima kasih pula kepada seluruh warga masyarakat desa dena setempat tersebut Dirinya tidak bisa menyebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan dukungan, saran, masukan serta kritikan yang membangun, Dirinya menyadari tak ada gading yang tak retak, Seindah apapun rencana, sebaik dan sebagus apapun yang kami tawarkan, tanpa adanya dukungan dari masyarakat sebagai subjek pembangunan, maka niat baik tersebut tidak berjalan seindah yang diharapkan, oleh hal demikian dirinya sangat mengharapkan dukungan semua pihak dan kerjasama yang membangun dalam menjalankan Amanah yang ketika nantiya Allah SWT meridhoi pribadi saya menjadi Kepala Desa Dena untuk priode 2019 -2025 Amiin Ya Rabbal Alamiin, Dan mengucapkan bentuk rasa terimakasih banyak kepada seluruh relawan maupun pendukung setianya berpartisipasi dalam rangka mengatarkan dirinya ke tempat pendaftaran Calon Kepala Desa Dena untuk mengikuti proses pencalonan kepala ke panitia pemilihan kepala desa setempat (Pilkades). Yadin

Jelang Pilkada Kabupaten Bima, Konvensi Golkar Akal Akalan Elite

Bimantika.net

Mantan Staff Ahli MPR RI Am. Fatwa, Muslihun Yakub sebut bahwa Saat ini DPD l Partai Golkar lakukan manuver dan dagelan akal akalan sejumlab elitenya. Betapa tidak, Seolah olah Golkar Kabupaten Bima setelah hasil Pileg April 2019 lalu seakan jumawa dan anggap dirinya partai pemenang total, mereka tidak memahami bahwa angka 9 kursi dari 45 kursi adalah angka yang masih sangat minim untuk sebuah kemenangan Pilkada 2029.
Muslihun Yakub menyebutkan bahwa Wakil Ketua OKK DPD I Partai Golkar mengusung konvensi bagi bakal calon wakil Bupati, ini adalah menjadi sebuah tanda tanya besar.
Lanjutnya,
Konvensi bakal calon wakil bupati yang diusung DPD I Golkar melalui siaran pers Wakil Ketua OKK Abdul Hafid (baca: Garda Asakota,red) adalah sebuah akal-akalan dan manipulasi politik untuk menaikan pamor politik IDP sebagai kandidat calon bupati yang diusung Golkar.
“Skenario politik Golkar ini memperlemah daya tarung parpol lain untuk menentukan poros lain manakala skema konvensi Golkar direspon dan di indahkan” ungkap Muslihun.
Masih menurut Putra Asli Desa Ngali Belo Kabupaten Bima ini, Bilamana partai-partai lain menolak mekanisme konvensi bakal calon wakil bupati, secara politik menampar Golkar dengan sangat keras.
Artinya, skenario Golkar menjadi kandas dalam konteks menarik keterlibatan partai lain dalam konvensi.
Muslihun pun mempertanyakan sesuatu hal Apakah akademisi mau mengisi ruang itu ketika sensifitas SDM menjadi hal yang sulit untuk ditolak?
Dirinya menyatakan bahwa
Sepanjang sejarah, tidak pernah terjadi konvensi untuk memilih calon wakil. Bila Golkar jentelmen alias tidak menjadi partai banci, maka seharusnya membuka mekanisme konvensi bagi calon BUPATI yang hendak diusung Golkar.

Bukan justru menjadi dagelan politik dengan konvensi bakal calon wakil bupati. Bila DPD I Partai Golkar berani menggelindingkan isu KONVENSI bagi Calon BUPATI, maka Golkar menjadi hebat dan menciptakan sejarah baru dalam sejarah Pilkada di tanah air. (//arif)

IDP Face To Face Bertarung Dengan Dahlan

Bimantika.net

Salah seorang Nara sumber Bimantika.net yang pernah Menjadi Staff Ahli MPR RI AM. Fatwa, Muslihun Yakub menyebutkan bahwa Pilkada Bima 2020 akan menarik karena dirinya untuk sementara menyebutkan Indah Dhamayanti Putri (IDP,red) dan Drs. H. Dahlan M. Nur, M. Pd (Dahlan, red) di Pilkada 2020 nanti akan beradu kekuatan dan strategy politik.
“Mereka akan bertarung face to face” kata Muslihun.
Lanjut Putra Asli Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima ini bahwa
Tampak “ketakutan” IDP apabila ditinggal oleh Pak Dahlan sangat tinggi.
“Ada rasa ketakutan yang tinggi kalau IDP ditinggalkan oleh dahlan, jangan bolak balikkan kondisi riil politik kekinian” ungkapnya. Lebbe sapaan akrab Muslihun Yakub menguraikan bahwa Pak Dahlan menunjukan sikap hormat dan akrab sama IDP, dan selalu memilih “diam” menyikapi situasi politik Pilkada. “Sesungguhnya pak Dahlan itu adalah the real politicion dan memiliki magnet tersendiri dalam urusan pembacaan peta politik” ungkapnya.
Muslihun pun menganalisa langkah langkah yang diambil oleh DPD I Partai Golkar NTB yang menurutnya adalah sebuah langkah Bargaining posisi.
“Manuver DPD I Golkar NTB mengisyaratkan akan “menendang” Pak Dahlan dengan membuat rencana konvensi” itulah taktik dan langkah politik yang sedang di mainkan oleh elite Golkar NTB, Sementara IDP Ketua DPD II Golkar sangat khawatir bila tidak berpasangan dengan Pak Dahlan.
Muslihun menelaah secara politis Geliat Golkar NTB.
“bisa dibaca sebagai jalan membuka peluang bagi yang lain, dan menaikkan angka tawaran pada Pak Dahlan apabila masih berpasangan dengan IDP. Intinya DPD I Golkar mengharapkan “energi” lebih dari Pak Dahlan karena percaya bahwa popularitas IDP membuat mayoritas merapat ke gorbong Golkar” demikian anailsanya sembari menyebutkan bahwa Golkar lupa, Pak Dahlan dulu tidak dikenal orang, tidak punya partai, dana juga terbilang pas-pasan, namun bisa diambil sebagai wakil mendampingi IDP. Tapi sekarang, Pak Dahlan adalah Wakil Bupati, akses makin luas, pundi makin tersedia, dan mustahil bisa “dikadalin” dengan manuver DPD I Golkar NTB.
“Jika Pak Dahlan mampu dan berhasil meyakinkan jajaran Partai Demokrat untuk mendukung dirinya, maka praktis Pak Dahlan hanya butuh satu Parpol lagi. Dan selesai urusan” beber Muslihun.
Menyangkut Kans atau peluang menang akibat bertarungnya Bupati dan Wakil Bupati ini dengan tenang Muslihun Yakub menjawab bahwa
Energi Pak Dahlan sepuluh kali lipat dari energi IDP. Siapa yang untung? Ya Pak Dahlan. Satu sisi IDP tetap berharap maju berpsangan pada Pilkada 2020, sisi lain IDP berharap dana besar dari Pak Dahlan. Apa ujung akhir bila situasi demikian? Face to Face.
Muslihun berkeyakinan bahwa Pak Dahlan tidak merencanakan itu, tapi skenario dan manuver publik pasti ke sana arahnya. Karena seiring dengan rakyat kabupaten Bima yang meninginkan adanya sebuah perubahan mendasar di seluruh sektor riil kehidupan.
“Rakyat Kabupaten ingin ada perubahan seluruh sektor kehidupan, dan Insya Allah Pak Dahlan menjadi tumpuan harapa masyarakat sesuai dengan apa yang beliau persembahkan selama menjadi Wakil Bupati” tegas Muslihun mengakhiri pembicaraan. (//arif)

Luar Biasa, Inovasi Sentuh Perempuan dengan SIMAWAR Masuk Top 45

Bimantika.net
Perjalanan aplikasi sentuh perempuan dengan SIMAWAR dari Kabupaten Bima mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat nasional tahun 2019 berhasil masuk jajaran top 45.
SIMAWAR adalah aplikasi inovasi yang digagas untuk memudahkan akses perempuan terhadap layanàn penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang selama ini dilakukan secara konvensional, memungkinkan penanganan secara cepat dan murah. Keberhasilan ini ini diketahui berdasarkan siaran pers Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rabu (14/08) di Kantor Kementerian PANRB.


“Selamat untuk instansi yang sudah masuk Top 45. Semoga inovasi ini dapat terus berlanjut,” ujar Menteri Syafruddin saat mengumumkan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (14/08).
Mantan Wakapolri tersebut mengatakan, Proses seleksi Top 45 dilakukan oleh Tim Panel Independen dan Tim Evaluasi sementara penentuannya dilakukan oleh Tim Panel Independen. “Posisi Top ini akan dikirim ke PBB untuk dilombakan pada kompetisi tingkat dunia yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB.
Bagi pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 45 akan mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID). Pemberian DID ini telah dilakukan sejak tahun anggaran 2018. Jelas Menteri.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat mendapatkan informasi tentang prestasi tersebut mengatakan, “Alhamdulillah, keberhasilan aplikasi Sentuh Perempuan dengan SIMAWAR menembus Top 45 diharapkan bisa menjadi motivasi dan memacu para ASN untuk lebih mengoptimalkan kompetensi agar mampu memanfaatkan teknologi Informatika untuk mengoptimalkan pelayanan publik di semua sektor
Hal ini kata Bupati penting mengingat kedepan salah satu tantangan dalam percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik adalah perlunya profil SDM Aparatur yang memiliki kompetensi yang memadai. Prestasi ini merupakan hadiah Hari Jadi Ke-379 Bima yang tahun mengambil tema Berkarya Inovatif Wujudkan Bima RAMAH.
Bupati secara khusus menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tim Pengelola Aplikasi SIMAWAR dan Tim Pengelola Pengaduan Masyarakat sehingga prestasi tersebut dapat diraih setelah melalui perjuangan keras dan koordinasi intensif.
Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi.
(//arif/TKPDiKB)

30 Peserta Ikuti Lokakarya Penyusunan Rencana Aksi Bidang Pangan dan Gizi

Bimantika.net

Pemerintah Kabupaten Bima bekerjasama dengan program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) NTB menggelar Fasilitasi Penyusunan Rencana Aksi Daerah Bidang Pangan dan Gizi (RAD-PG) yang melibatkan Perangkat daerah terkait Seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Dikbudpora, DP3AP2KB, Dinas Kominfostik Rabu (14/8) di Gedung PKK Jalan Gatot Subroto Kota Bima dipandu oleh Kabid Perencanaan Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Bima Raani Wahyuni, ST, MT, M.Sc.

Kepala Bappeda dan Litbang Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima melalui Sekretaris H. Fahrudin, S.Sos, M.Ap dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan bahwa untuk mewujudkan RAD bidang pangan dan gizi tersebut diperlukan sinergi dari seluruh perangkat daerah terkait.
“Dengan demikian maka rencana aksi tersebut tercakup dalam dokumen penganggaran seperti Rencana Kegiatan Anggaran (RKA). Intinya, isu yang terkait dengan penanganan stunting, pangan dan gizi bisa diintervensi melalui program di masing-masing bila sudah dimuat dalam dokumen RKA”. Jelas Fahrudin.
Dikatakan H. Fahrudin, RAD merupakan acuan yang harus ditindak lanjuti dalam dokumen teknis mulai tahun anggaran 2020. Hal ini penting mengingat dengan anggaran yang terbatas maka perlu manajemen program yang sistematis dan optimalisasi kegiatan di masing-masing perangkat daerah.
Responsive Government KOMPAK NTB M. Wahyudi memaparkan, Rencana Aksi Pangan dan izi cakupannya lebih luas ketimbang stunting mencakup lim aspek yaitu Perbaaikan gizi masy, peningkayan aksesibilitas pangan yang beragam, peningkatan pengawasan mutu dan ekamanan pangan, peningkatan PHBS, kelambagaan pangan dan gizi.
Senada dengan M. Wahyudi, District Coordinator KOMPAK Bima Asrullah mengatakan, fasilitasi ini secara terbatas melibatkan perangkat daerah terkait sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) OPD yang menangani isu pangan dan gizi.
“Dengan demikian, forum ini membahas secara menyeluruh berbagai intervensi program yang dilakukan selama ini, baik yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah di Kabupaten maupun di tingkat desamelalui penyajian narasumber melalui ceramah dan tanya jawab dan eksplorasi kasus”. Ungkapnya.
Dijelaskan Asullah, fasilitasi selama sehari tersebut mengkaji data dan lokasi rawan pangan dan gizi yang telah dilaksanakan, memetakan potensi perubahan di wilayah rawan tersebut dan tercantum dalam dokumen Rencana Aksi Daerah Bidang Pangan dan Gizi (RAD-PG). “Para peserta menggali dan membahas secara komprehensif gagasan untuk mengatasi permasalahan dan membahas solusi melalui kerangka regulasi dan perbaikan SOP/Mekansime kerja penanganan masalah pangan dan gizi”. Urainya.
(//arif//TKPDKB)

Issue Dahlan-Murni Bukan Isapan Jempol

Bimantika.net
Direktur Eksekutif “Independent Democracy Policy” (INDeP), Muhammad Isnaini menyebut bahwa
Isu DAHLAN-MURNI belakangan menjadi sangat santer bukanlah suatu ijapan jempol. “Ini bukan sebuah issu isapan jempol” katanya.
Menurut Isnaini bahwa kawan kawan Indep selaku
Informan nya menyatakan, soal akan berkoalisinya dua orang ini dilatar belakangi kencangnya Manuver Partai Golkar, sehingga Dahlan Cepat-cepat menyiapkan segala sesuatu untuk ikut Kontestasi Pilkada 2020. “Dahlan tenru pasang kuda kuda yang kuat” urainya.
Lanjut Putra Asli Kelahiran Desa Ngali Kecamatan Belo ini pilihnya MURNI sebagai kawan DUET itu cukup Rasional dan Strategis Buat DAHLAN. Dengan Perhitungan politik, MURNI Bisa mengambil Suara PEREMPUAN yang selama ini Mayoritas ke IDP dan DAHLAN-ADI MAHYUDI Bisa jalan Bareng.
Masih Menurut Aktivis Yang juga Pengurus KNPI NTB ini
Lagi-lagi Informan nya mengatakan Skema “MURNI-DAHLAN” Akan Membuat CUKUP REPOT Kekuatan IDP jika tidak ingin cepat-cepat mengatakan akan mengalahkan IDP.
“Dengan berbisik, Informan saya mengatakan ada Kekuatan QURAIS yang akan mem-back-up Full permainan ini. QURAIS Akan turun tangan langsung dengan Kekuatan jaringan bisnisNya. “MURNI itu adek Kesayangan QURAIS, Itu PointNya” kata Isnaini.
Sebelum mengalihkan pembicaraan tanpa memberi kesempatan saya untuk berbicara, informan saya mengatakan “Udah terjadi beberapa kali pertemuan keluarga”
Isnaini pun memberi catatan bahwa Langkah Politik ini serius di jalankan DAHLAN Ataukah DAHLAN Sedang mengintimidasi IDP bahwa dia juga bukanlah Politisi kelas teri dengan menggunakan Kekuatan Politik MURNI sebagai alat Legitimasi.?! Entahlah, yang jelas episode ini akan panjang. (//arif)

KPUD Tetapkan 45 Anggota DPRD Kabupaten Bima, Tinggal Tunggu Lantik

Bimantika.net Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima menetapkan 45 orang Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Bima hasil Pemilu serentak April 2019. Penetapan tersebut terselenggara dalam Rapat Pleno Terbuka pada hari Selasa (13/8/2019.
Rapat Pleno terbuka tersebut dihadiri Pengurus pengurus Partai Politik Peserta Pemilu 2019, salah satunya mewakili Ketua DPD ll Partai Golkar, Dafullah, S. Pd, M. Pd selaku Wakil Sekretaris golkar Kabupaten Bima dan Ir. Suryadin selaku Sekretaris DPD ll Golkar Kabupaten Bima.

Ketua KPU Kabupaten Bima Imran S.Pdi SH dalam rapat pleno menyebutkan, penetapan 45 calon anggota DPRD terpilih di 6 Dapi di Kabupaten Bima dilaksanakan berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 191 05-18/ PHPU.DPR-DPRD/ XVII/2019 tanggał 8 Agustus 2019.

“Amar putusan tersebut menyatakan menolak eksepsi termohon dan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” Ungkap Imran.
Lebih lanjut dijelaskannya, berdasarkan ketentuan pasal 91 ayat (6) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 4 Tahun 2019 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Permilihan Umum yang menyatakan Komisi Pemilihan Umum/Kota wajib menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi.

“Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bima melaksanakan Rapat Pleno penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bima Pemilihan Umum Tahun 2019,” jelasnya

Hasil pantauan langsung Wartawan Bimantika.net Yaumul Ma’ruf, A. Md mencatat beberapa nama anggota dewan terpilih.
Berikut nama-nama calon DPRD Kabupaten Bima yang ditetapkan dalam pleno KPU tersebar di 6 dapil se Kabupaten Bima.

Dapil Bima 1 sebanyak 8 Calon, yakni duta PKB Mahdalena (2.509 suara), PDIP Firdaus SH (1.194 suara), Golkar H. Muhammad H. Ibrahim SE (1.217 suara), Nasdem Mustakim (1.923 suara), PKS Ismail S.Ag (1,395 suara), PAN Sirajudin (2.116 suara), Demokrat Muhammad Isnaini (1.279 suara), PBB (881 suara).

Dapil Bima 2 sebanyak 7 Calon, yakni duta Gerindra Ruslan S.Pd (1.901 suara), Golkar Muhammad Putera Ferryandi S.IP (4.729 suara), Golkar Azhar SE (1.996 suara), Nasdem Ir. Ahmad (1.678 suara), PKS Ilham Yusuf (1.814 suara), PPP Hj. Nurhayati, SE MSi (1.306 suara), PAN Kurniawan (1.947 suara).

Dapil Bima 3 sebanyak 6 Calon, yakni duta Gerindra Supardi (1.487 suara), Golkar Ramdin (1.487 suara), PPP Muhammad Erwin S.Ip (985 suara), PAN Rafidin, S.Sos (985 suara), Hanura Drs. Ismail (1.750 suara), Demokrat Dedy (1.216 suara).

Dapil Bima 4 sebanyak 5 Calon, yakni duta Gerindra Boymin, SE (794 suara), PDIP Muliawan Ariadin, S.Sos (1.234 suara), Golkar Ibnu Hajar, SH (1.992 suara), PPP H. Mustakim (1.459 suara), PAN H. Adlan, S.Pd (1.665 suara)

Dapil Bima 5 sebanyak 9 Calon, yakni duta Gerindra Sulaiman MT SH (2.344 suara), Golkar H. Anwar H. Zainudin, S.Pd (1.851 suara), Golkar Ir. Suryadin (1.115 suara), Nasdem Syahbudun (1.368 suara), PKS Ahyar S.Adm (1.772 suara), PPP Maaruf (974 suara), PAN Muhammad Aminurlah, SE, (2.367 suara), Hanura Ma’aruf S.Adm (1.550 suara), Demokrat Ir. Zulkarnain S.Adm (1.274 suara).

Dapil Bima 6 sebanyak 10 Calon, yakni duta PKB Muhtar SE (1.877 suara), Gerindra Yasin S.Pdi (1.722 suara), Golkar Musmuliyadin SH (2.017 suara), Golkar Hj. Suhartini (1.883 suara) Nasdem Edy Muhlis S.Sos (2.819 suara), PKS Syaifullah (1.375 suara), PPP Ardiwin SH (1.403 suara), PAN Muh. Natsir S.Sos (1.915 suara) Hanura H. Abdurahman S.Sos (1.378 suara), Demokrat Nukrah S.Sos (2.089 suara).

Rapat pleno yang digelar di gedung Sinar AS Kecamatan Bolo tersebut turut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Bima Abdullah, SH didampingi empat orang anggota komisioner yakni Junaiddin, S.Pd, Abdurrahman, SH, Taufikurrahman S.Pd dan Damrah, S.Pd. (tim//yaumul ma’ruf)

Optimalkan Capaian Bima Ramah, IDP & Dahlan Diharapkan Jilid ll

Bimantika.net
Pilkada Kabupaten Bima memang masih jauh, namun diskursus soal siapa yang akan bertarung sudah mulai deras bergelinding ditengah publik. Mulai dari pasang memasang kandidat hingga kemunculan nama-nama baru yang digadang-gadang siap bertarung. Bahkan IDP dan Dahlan diprediksi akan berlawanan pada kompetisi tahun 2020. Belakangan, nama sekda kabupaten Bima juga ikut terseret.

Merespon hal ini, Zulchijjah, Alumni Magister Politik Jakarta, menilai peristiwa kemunculan tokoh-tokoh baru adalah kewajaran dalam berdemokrasi. Semakin kencang kompetisi, semakin bagus. Dan itu menandakan Bima tidak miskin tokoh. Semua punya peluang yang sama. Namun agak aneh bila ada yang mengatakan IDP dan Dahlan akan menjadi dua variabel yang saling “menghabisi” nantinya.

“IDP dan Dahlan masih terikat janji menuntaskan visi Bima Ramah. Capaian Bima Ramah hari ini harus dioptimalkan, tentu tidak cukup 5 tahun, harus 10 tahun agar benar-benar dirasakan masyarakat capaian itu. IDP dan Dahlan sama-sama bertanggung jawab atas keberlangsungan Bima Ramah. Karenanya di 2020 nanti harusnya kembali berpasangan”. Katanya di Bima, Selasa (13/08/2019).

Menurutnya, akan aneh jika IDP dan Dahlan bersaing satu sama lainnya, sebab nasib Bima Ramah bisa tak terurus, kasian rakyat. Sejauh ini perlu diakui bahwa Bima Ramah memang belum mencapai hasil maksimal, namun ada banyak sektor-sektor tertentu yang sudah mengalami kemajuan, walaupun belum bisa memuaskan semua pihak.

“Bima Ramah jilid 2 harus dilanjutkan, lebih-lebih parpol pengusung di tahun 2015 lalu harus ikut ambil peran untuk terus menyatukan dua pemimpin ini. Jangan karena ada kepentingan praktis, lalu berperan ganda, dan membuat kegaduhan yang tidak perlu”. Katanya.

Zoe sapaannya, juga menambahkan, tim kedua belah pihak agar segera bisa saling mensupport kembali untuk kemajuan daerah, dan tidak perlu terjebak pada isu perpecahan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan rakyat banyak.

“Sekarang saatnya tim harus kembali bersama membantu juga mengawal IDP dan Dahlan melanjutkan misi kemajuan daerah”. Tutupnya. (//yaumul Ma’ruf)

Pemerintah Silaturahmi Dengan Legium Veteran, Warakawuri, Generasi Muda

Bimantika.net Dalam rangka mengenang perjuangan yang dilakukan oleh para legium Veteran, para pemuda dan Warakawuri, Pemerintah Kabupaten Bima melakukan silaturahmi. Kegiatan tersebut dilangsungkan di aula rapat Bupati Bima pada hari Selasa ( 13/8). Turut hadir dalam kegiatan ini Sekda Kabupaten Bima, Para Asisten, Staf Ahli, Kabag Lingkup Setda Bima, Unsur FKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.
Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer mengatakan bahwa kemerdekaan yang kita raih dan rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja namun memerlukan proses yang panjang dan pengorbanan para pejuang, diantaranya yang pada saat ini telah hadir ditengah-tengah kita, yang telah rela mengorbankan jiwa, raga maupun harta mereka, dengan tekad kuat dan pantang menyerah, tanpa pamrih serta percaya kepada kemampuan sendiri untuk menghadapi bangsa asing yang ingin menguasai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Walaupun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sudah berlangsung 74 tahun yang lalu, tetapi sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa tantangan yang kita hadapi saat ini bukan bertambah ringan melainkan bertambah berat. berbagai permasalahan yang kita hadapi saat ini memerlukan perhatian yang serius dan kerja keras untuk menanggulanginya. Untuk itu, peranan seluruh komponen masyarakat menjadi sangat penting, karena tanpa bantuan dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat, khususnya dukungan dari para veteran pejuang, kami tidak akan bisa berbuat maksimal dalam membangun Daerah Kita.
Melalui kesempatan yang baik ini, mari kita semua untuk bahu membahu, bekerja sama, mentauladani semangat dan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan para pejuang pendahulu kita dalam memacu pembangunan di Kabupaten Bima yang kita cintai ini. sebagai rasa penghormatan dan penghargaan serta rasa terima kasih kami atas jasa-jasa para veteran pejuang, pemerintah kabupaten Bima.
Semoga tali silaturahmi antara pemerintah dengan para veteran, dapat terus terjalin dengan baik, dan semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menunjukkan jalan bagi kami untuk bisa selalu memberikan perhatian, sebagai wujud penghormatan kepada para veteran yang kami banggakan.
Saya berharap semoga dengan dilakukanya silaturahmi dengan para veteran pejuang yang dilaksanakan setiap tahun, dapat menjadi momentum untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan kita bagi seluruh masyarakat, Khususnya masyarakat Kabupaten Bima.
Menurut Ketua DPC. Legium Veteran H. Muchtar H.AB dalam penyampaian pesan dan kesan bahwa pertama – tama kami selaku DPC. Legium Veteran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Bima yang telah melaksanakan kegiatan ini, sehingga dari kegiatan mempererat tali sulaturahmi.
Kami berharap semoga dengan adanya silaturahmi ini pemerintah Kabupaten Bima dan Legium Veteran Republik Indonesia dapat ditingkatkan dan kami selaku ketua Ketua Dewan Pengurus Cabang ( DPC) siap mendukung dan mengawal program yang dilaksanakan oleh kepala daerah dalam rangka membangun daerah Kabupaten Bima kearah yang lebih maju.
Momentum ini ditandai dengan penyerahan tali asih kepada 100 orang anggota Legium Veteran yang secara simbolis diterima oleh 10 orang anggota Legium Veteran. Yang dilakukan oleh Wakil BUpati BIma dan Sekda Kabupaten Bima kepada masing –masing anggota legium vetean.(humas)

IDP tak Punya Rekam Jejak “mesra” dengan Akademisi

Bimantika.net

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dinilai oleh kalangan akademisi di Kabupaten Bima tidak memiliki rekam jejak “mesra” dengan kaum akademisi, bahkan memberdayakan kaum intelektual muda dalam aspek apapun tidak pernah dilakukan oleh Bupati Bima, Demikian ungkap Dosen Muda Stisip Mbojo Bima, Tasrif, S. Sos, M. I. Kom pada Bimantika.net saat diwawancarai di kediamannya jalan gatot subroto Sadia Bima selasa (13/8/2019).
Dosen Muda asal Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima ini menyebutkan Kalau dilihat dari jejak rekam IDP dalam dunia pendidikan tentu memiliki kekurangan, karena pempimpin yang memiliki visi tentang pembangunan SDM dalam hal ini dunia pendidikan adalah pemimpin yang hadir dari pendidikan.
“IDP tidak lahir dari dunia pendidikan yang bagus sehingga mengukurnya pun sangat bisa kita lakukan, karena parameternya jelas” tegasnya.

Tasrif Mengemukakan bahwa Bagaimana pun semua kita tahu bahwa IDP untuk izajah paket C saja masih di persoalkan oleh publik.
“Kalau IDP punya naluri utk memikirkan tentang pentinya akan pengetahuan, maka harusnya beliau akan menghargai para birokrat yang memiliki gelar akademik Doktor utk menjadi pucuk pimpinan pada dinas2 terkait” tegas Tasrif.
Masih menurut Tasrif, Dan kalau Bupati Dinda paham akan dunia pendidikan, anaknya bukan di ekploitasi utk jadi anggota DPRD, harusnya dia fokus mengarahkan anaknya utk melanjutkan pendidikan formal hingga ke negara Inggris sana. Dulu ada statemen yang menarik bahwa setiap tahun IDP berencana akan membiayai pemuda pemuda potensi untuk melanjutkan kuliah, dan mudah-mudahan itu akan ada tindak lanjutnya. “Harusnya statemen itu harus direnspon oleh bawahannya, dalam hal ini dinas tehnis terkait yakni Dikpora” demikian urai.
Tasrif.
Menurut Tasrif bahwa sesungguhnya langkah kongkrit yang wajib dilakukan oleh Bupati IDP saat ini adalah segera MoU dengan Pihak Kampus agar seluruh Mahasiswa Kabupaten Lulusan Cumlaude di Kampus kampus seluruh Indonesia ini dibiayai oleh APBD untuk melanjutkan jenjang study hingga doktor. “Kalau langkah kongkrit ini IDP Lakukan maka secara tidak langsung IDP menanam saham di dunia intelektualitas dan dunia ilmu pengetahuan” demikian masukan Tasrif.(//arif)