Kini Babe Lebih “Mesra” dengan Rakyat, Mungkinkah “Pecah Kongsi” dengan IDP ?

Bimantika.net

Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Nur, M.Pd di Pilkada 2015 tidak terlalu dikenal luas oleh Masyarakat, beliau adalah sosok yang bertugas sebagai
Aparatur Sipil Negara (ASN,red).
Babe Sapaan akrabnya di tahun 2015 silan Balik kampung dan ikut Pilkada berpasangan dengan Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP,red). Dewi Fortuna pun berpihak pada dirinya bersama IDP Dahlan meraih Suara Terbanyak di Pilkada kala itu. Ya itulah rezeki anak desa yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Mengarungi hidup dgn sang isteri yang sabar layaknya perempuan Desa yang terjaga. Isteri mengabdi sebagai guru.
Menjabat sebagai Wakil Bupati 2015-2020 menjadikan sosok Babe tetap seperti sosok semula yang selalu luwes sama siapapun. Kesederhanaan dalam tutur kata pun menjadikan Babe terkesan di mata masyarakat kabupaten bima.


Kini di penghujung 2019, ada banyak desakan untuk dirinya agar maju sebagai Calon Bupati Bima 2020-2025. Sebagai Wakil Bupati yang taat azas, dirinya pada Bimantika.net selalu katakan bahwa dirinya akan menyelesaika tugas tugasnya sebagai Wakil Bupati sebagaimana yang diatur oleh Undang-undang. Sama sekali tidak ada isyarat untuk pisah sama IDP. Ditanya soal Apakah Babe Ingin Maju Sebagai Calon Bupati ? Dengan senyuman khasnya Babe katakan bahwa kita jalani dulu apa yang menjadi kewajiban kita menyelesaikan tugas tugas kenegaraan sebagai Wakil Bupati. Lagi lagi Babe tidak respon atas keinginan sebagian masyarakat Kabupaten Bima.
Saat ditemui dikediaman Dinasnya, Babe pun tidak terlalu memberikan gambaran maupu gestur untuk maju merebut EA 1, namun bahasa tubuh Babe sepertinya “masih mesra” sama IDP.
BABE akhir akhir ini lebih eksplore dirinya ditengah tengah masyarakat, namun jarang juga terekspose lewat pemberitaan khususnya di bagian Humas Pemkab Bima. Bahkan media Cetak dan online pun jarang memberitakan kemesraan Babe dengan rakyat.
(//tim/ym)

Di duga Kuat Ada Praktek Korupsi,Dewan Tagih MoU PLN dan Pemkab Bima

Bimantika.net
Angota Komisi ll DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada hari minggu (18/8/2019) pada wartawan Bimantika.net membeberkan bahwa
pajak penerangan jalan (ppj) sepuluh Porsen yang ditarik Pemda Secara on line dari pelanggan atas kerja sama dengan Persero PT. PLN Cabang Bima di duga kuat sebagai lumbung korupsi. Kuat dugaan itu karena sampai detik ini Pemkab Bima enggan memberikan ke komisi ll nota kesepahaman atau memorandum of Understanding (MoU,red) yang sudah dua kali ditandatangani oleh Pemkab Bima dan PT. PLN Cabang Bima.
“Kerja sama tersebut Diperkuat dengan MoU Kedua Antara PLN cabang Bima Dan pemkab namun Hingga hari ini saya atas Nama pimpinan komisi dua mendesak Pemda agar menyerahkan dokumen MOU Nya tidak juga di serahkan” Demikian Ungkap Politisi Nasdem ini.

Lanjutnya bahwa,
Dasar permintaan tersebut Karena Aliran Dana PPJ Harus Terus ditelusuri Karena sumbangan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) pertahun dinilai Belum sebanding dengan jumlah pelanggan yang Ada di seluruh desa di Kabupaten Bima, Karena setiap bulan pemasangan meteran Terus bertambah Belum lagi kekuatan daya Dan KWH Oleh masyarakat Dan pengusaha Terus dinaikan.

“artinya Kalau kerja sama ini mengacu pada MoU sejak adanya kerja sama ini maka Dugaan sy besar kemungkinan ada pungutan liar Dari pelanggan di luar MoU yg ada” Demikian ungkap Edy Muhlis.
Masih menurut Edy Muhlis bahwa
dalam sumbangan untuk PAD setiap tahun Sangat tidak seimbang antara pemasukan dengan besaran penyetoran di kas daerah, “untuk diketahui bahwa pada tahun 2016 Pemda Hanya bisa setor PAD khusus ppj ini hanya berkisar 2 Milyar saja, setelah komisi ll memberikan penekanan kepada Bagian Umum Dan BPKAD tahun Berikutnya sebesar 4 milyar, dan sampai tahun 2019 besarnya sangat signifikan, namun ini masih perlu keterbukaan pemkab bima dalam hal pengelolaannya di kemanakan” ujar Edy Muhlis mengakhiri komentarnya.
(//tim//ym//arif)

Pemdes Dena Akan Didemo

Bima, BimaNtika.Net -Berdasarkan Informasi akan adanya aksi demonstrasi terhadap Pemerintah Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima pada hari senin tanggal 19 agustus 2019 tersebut di peroleh dari Koordinator lapangan massa aksi (Korlap), Demikian yang disampaikan oleh Qaidul Ilfani Saat dikonfirmasi Media Online BimaNtika.Net pada hari minggu 18 Agustus ditempat kediamannya sekitar pukul jam 01:15 Siang.

Qaidul Ilfani menjelaskan saat dikonfirmasi Media ini dengan melalui Aliansi Pemuda Peduli Desa,Hipmah, Fkmd-bm dan Hima mpb, hendak melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut permasalahan tersebut dalam rangka melakukan kegiatan aksi demonstrasi besok”,jelasnya.

Surat Pemberitahuan Aksi

Kata Dirinya ,aksi akan digelar di depan kantor desa dena dan aksi terakhir didepan kantor camat madapangga seperti surat pemberitahuan kepada Polsek Madapangga dan Surat pemberitahuan adanya kegiatan aksi demonstrasi disampaikan kepada Kapolres Bima cq. Kasat Intelkam Polres Bima Panda Serta dibuatkan pernyataan tentang kegiatan aksi yang akan digelar tersebut,”Terang.

“Sehubungan dengan adanya tuntutan yang akan diajukan kepada pemerintah desa dena tersebut yakni menuntut Transparansi Dana tahun 2018 -2019, Menuntut keterbukaan Anggaran Pagrisasi Rumah Warga, Serta Menuntut Kepada Pemerintah Desa Dena Hentikan Tumpang Tindi terhadap RT. 21 Desa Dena.,”tuntutannya.

Lebih lanjut saat dikonfirmasi oleh Media ini Kapolsek Madapangga IPDA Rusdin Melalui BRIPKA Heri Yanto Bhabinkamtibmas Desa Dena membenarkan surat pemberitahuan aksi dari Aliansi Pemuda Peduli Desa, Hipmah, Fkmd-bm dan Hima mpb perihal menggelar aksi Demo di depan kantor desa dena dan aksi terakhir di kantor camat madapangga”terangnya.

Qaidul Ilfani

Upacara HUT RI, ASN Pemkab Bima Perlihatkan Sikap Sembrono

Bimantika.net

Upacara HUT RI di Halaman Kantor Bupati Bima, terlihat pesertanya kocar kacir. ini adalah sikap yang tidak baik sedang diperlihatkan oleh sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Bima.
Salah seorang Aktivis Senior, Delian Lubis pada Bimantika.net menyebutkan bahwa ASN lingkup Pemkab Bima sama sekali tidak menghargai perjuangan para leluhur bangsa yang dengan susah payah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. “Mental aparat ASN Lingkup Pemkab Bima sangat sembrono, sehingga terlihat kocar kacir saat upacara HUT 17 Agustus” katanya.
Mestinya sebagai aparatur Negara memperlihatkan sikap loyalnya sama Bangsa dan Negara denga mengikuti Upacara HUT RI dengan Khidmat, bukan sebaliknya memperlihatkan sikap sikap yang tidak pantas serta tidak layak di pertontonkan pada publik.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri semestinya melakukan tindakan penertiban pada aparatur negara yang berbuat tidak senonoh. “Tindakan ASN tersebut adalah tindakan ceroboh yang menggambarkan betapa Mental Aparatur Negara tidak mencintai Negeri ini” ungkap Lubis.
Kedepan Lubis mengharapkan aparatur lingkup Pemkab bima evaluasi diri atas kejadian yang tidak layak tersebut karena mereka adalah para punggawa yang menjalankan regulasi di republik ini. (Tim)

Tangani Kasus, Tim Saber Pungli Utamakan Pencegahan

Bimantika.net

“tim Satuan Tugas Saber Pungli Kabupaten Bima mengutamakan upaya pencegahan melalui sosialisasi sebelum Operasi Penindakan”.
Demikian salah satu poin penting Rapat Evaluasi dan Pelaporan Tim Saber Pungli Kabupaten Bima kamis 15 Agustus 2019 yang dipimpin Ketua Saber Pungli Kabupaten Bima Kompol Abdi Mauluddin,S.Sos

Abdi yang juga Wakapolres Kabupaten Bima didampingi Inspektur Kabupaten Bima H Abdul Wahab Usman, SH M.Si dalam arahannya pada Rapat yang berlangsung di Kantor Inspektorat setempat menegaskan bahwa upaya pencegahan melalaui kegiatan Sosialisasi Saber Pungli kepada para penyelenggara negara diberbagai lini termasuk kepala desa dan kepala sekolah agar terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Upaya ini penting untuk meningkatkan pemahaman, akibat dan dampak dari tindakan Pungli dan sanksi hukum dan kepegawaian yang akan diterima. Hal ini sejalan dengan tugas Unit Satgas Saber Pungli Kabupaten Bima berdasarkan Keputusan Bupati Bima Nomor 188.45/039/001/2017 yaitu melakukan tindakan pengawasan, pemantauan dalam rangka mencegah terjadinya Pungutan Liar dan penyimpangan lainnya”. Terang Abdi.
Pada rapat yang secara khusus mengundang seluruh anggota Tim Inti Saber dari pejabat terkait Kejaksaan Negeri Bima, Kepolisian, Perangkat Daerah tersebut Inspektur Kabupaten Bima H. Abdul Wahab Usman, SH M.Si menyatakan perlunya upaya memaksimalkan tugas Tim dengan mengutamakan tindakan pencegahan dan memberikan sanksi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjerat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Dalam upaya melakukan inventarisasi dan identifikasi area dan aktivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Aparatur Sipil Negara yang rentan terjadi praktek pungutan liar
Anggota Satgas, Kasi Datum Kajari Bima Raka BP.SH.MHLi mengungkapkan, “dalam penanganan kasus Saber Pungli seluruh unsur tim baik kepolisian, kejaksanaan maupun unsur pemerintah daerah harus sejalan dalam menentukan area dan aktivitas “pungli” dan “korupsi”.
“Kegiatan penindakan dan OTT dilakukan sebagai upaya terakhir setelah upaya-upaya pencegahan melalui sosialisasi telah dilakukan”. Urainya.
Untuk itu pada bulan September 2019 mendatang, Tim Saber pungli Kabupaten Bima akan melaksanakan Sosialisasi kepada 191 kepala desa dan 18 camat lingkup pemerintah Kabupaten Bima dan para Kepala Perangkat Daerah. Kegiatan yang sama akan ditujukan kepada para pejabat eselon III lingkup Pemkab Bima pada bulan Oktober 2019.
(//tkpd)

Babe Jenguk Warga yang Sakit, Crew Humas Hanya Kerja Untuk Bupati

Bimantika.net
Usai lakukan kegiatan kenegaraan yakni Upacara HUT 17 Agustus, Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer, M.Pd pada hari sabtu (17/8/2019) langsung menjenguk keluarga besar Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima yang sedang berbaring kesakitan ditempat tidurnya. Babe sapaan Akrab Wakil Bupati Bima melakukannya dengan hati tulus yang paling dalam tanpa dibarengi dengan pencitraan. Aksi spontan Babe ini tentu menjadikan bahagia tersendiri bagi keluarga penderita yang tidak menyangka kalau pemimpin mereka hadir dalam kondisi seperti itu. “Ini adalah kegembiraan yang sangat mendalam yang kami rasakan disaat kami seperti ini pemerintah hadir ditengah tengah kami” ujar salah satu keluarga yang dijenguk oleh Babe.
Babe memiliki kepekaan sosial tinggi sehingga rakyat menganggap bahwa babe adalah sosok yang sangat melekat erat dengan rakyat.
Kepedulian seperti inilah yang dikehendaki oleh masyarakat karna pemerintah ada dalam kondisi masyarakat yang sedang membutuhkan para pemimpinnya.


“Babe itu adalah sosok yang memiliki kepribadian yang sungguh sangat luar biasa sehingga dalam aktifitasnya selalu ingin bersama rakyanya” penggalan kalimat itu tentunya tertuju ke babe sebagai sosok pemimpin yang memahami sepenuhnya akan penderitaan rakyat arus bawah.
Momentum 17 Agustus dijadikan oleh Babe sebagai bentuk pengabdiannya pada rakyat sehingga dirinyapun meluangkan waktunya untuk bersama warga masyarakat.
Mestinya ini patut menjadi sebuah contoh bahwa pemimpin adalah pelayan rakyat bukan sebaliknya.
Delian Lubis menyebut bahwa ada diskriminasi Humas Pemkab Bima dalam menjalankan tugas pemerintahan Kabupaten Bima, menurutnya Humas hanya bekerja untuk Bupati saja.
“Andaikan Bupati yang jalan mejenguk rakyat pasti crew Humas dengan perangkatnya langsung memvidiokan sekaligus membuat release, tapi pak wakil turun jenguk rakyat tidak ada satupun crew humas yang melakukan peliputan secara resmi” demikian ungkap Lubis.( //arif)

Abdul Haris Ucapkan Terimaksih Pada Seluruh Masyarakat Desa Dena

Bimantika.net

Abdul Haris HM. Sadakah resmi mendaftarkan dirinya untuk Kontestasi Calon Kepala Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, Jum’at (16/8/2019), dihadapan pendukungnya, Dengam santun dan lembut menyatakan dukungan dari masyarakat Desa Dena sangatlah penting untuk memajukan Desa Dena yang sudah maju.
“Apa yang sudah dilakukan kepala desa lama sudah sangat baik tinggal kita tingkatkan kebaikan kebaikan itu” ungkap Abdul Haris.
tujuan dan keinginan dirinya Calon Kades Dena demi membangun dan melanjutkan desa dena ke Arah tingkat Yang Lebih Meningkat Lagi, Bukan berarti mngabaikan apa yang sudah baik yang ditorehkan oleh mantan kades lama yang sudah Demisioner akan tetapi program dan bentuk visi dan misi nya kedepan apabila dipercayakan dan diangkat oleh seluruh warga masyarakat desa setempat menjadi kepala desa guna melanjutkan program kegiatan yang mungkin belum pernah tersentuh.
Saat di wawancara Crew Bimantika.net dilokasi pendaftaran,
Abdul Haris. H.M. Sadakah mengucapkan apresiasi dan terima kasih banyak terhadap seluruh kepribadian relawan maupun pendukung setianya yang telah berpartisipasi meluangkan waktunya untuk mengatarkan dirinya ke tempat pendaftaran bagi peserta Calon Kepala Desa Dena dalam rangka mengikuti proses pencalonan kepala desa dan memberikan bahan persyaratan pendaftaran ke Panitia Pemilihan Kepala Desa Dena.
“Terimakasih pada Seluruh Masyarakat Desa Dena yang mengantarkan saya saat pendaftaran serta yang mendoakan saya, sekali lagi terimakasih yang mendalam” ungkapnya. (//yd)

Bupati IDP Kukuhkan Paskibraka

Bimantika.net

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kabupaten Bima yang akan melaksanakan tugasnya untuk menaikan bendera merah putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke – 74 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bima pada hari Jum’at ( 16/8) bertempat di aula rapat Bupati Bima dikukuhkan oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE . kegiatan pengukuhan pasukan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bima, Asisten Administrasi Umum Setda Bima, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, para pelatih, orang tua serta para anggota paskibraka.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE mengatakan bahwa atas nama pemerintah Kabupaten Bima, mengucapkan selamat atas terpilihnya kalian sebagai anggota pasukan pengibar bendera merah putih kabupaten Bima tahun 2019 yang berasal dari sekolah menengah atas yang ada di Kabupaten Bima ini. kalian tentunya merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Bima yang telah dinyatakan lulus seleksi dengan berbagai proses dan tahapan yang harus dilalui. Hal ini merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kalian, dan juga bagi orang tua kalian yang pada kesempatan ini hadir di tengah-tengah kita. Dengan terpilihnya kalian sebagai anggota paskibraka menunjukkan bahwa kalian dinilai memiliki kemampuan dan persyaratan sebagai anggota paskibraka berupa ketahanan fisik yang prima, postur tubuh yang sesuai, mental dan moralitas yang baik, serta disiplin yang tinggi.

PENGUKUHAN PASKIBRAKA KABUPATEN BIMA


Sebagaimana diketahui, sebelum dikukuhkan menjadi anggota paskibra kalian telah menjalani serangkaian pendidikan dan latihan, yang bertujuan untuk memantapkan ketahanan fisik maupun kesiapan mental kalian demi suksesnya pelaksanaan sebuah misi dan tugas penting, yaitu pengibaran dan penurunan bendera merah putih pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan republik indonesia, di kabupaten Bima tahun 2019 ini. Di samping menjalani penempaan secara fisik, kalian juga mengalami penempaan secara mental yang tentunya berguna dalam membangun sikap mental yang diperlukan pada pelaksanaan pengibaran bendera merah putih. tentunya dengan pendidikan dan latihan yang telah kalian ikuti akan berguna bagi diri kalian di masa yang akan datang. lebih dari itu, kalian yang masih dalam usia remaja, telah berkesempatan mendapat kepercayaan dan tanggung jawab yang cukup besar untuk mengibarkan bendera merah putih. Dan ini tentunya sangat membesarkan hati orang tua kalian, dimana sebagai orang tua merupakan suatu kebanggaan tersendiri apabila putra-putrinya berkesempatan mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk menunaikan suatu tugas yang mulia.
Untuk itu pada kesempatan ini saya berpesan kepada kalian semua, agar hasil pendidikan dan latihan yang telah dilaksanakan selama ini, dapat menjiwai sikap dan perilaku keseharian sehingga kalian dapat menjadi contoh dan tauladan bagi pelajar dan generasi muda lainnya yang berada di lingkungan kalian. imbuhnya
Menurut Kabid Paudnipora pada Dikbudpora Kabupaten Bima Drs. Chairunas, M.Pd dalam pengantar, bahwa para anggota paskibraka ini merupakan siswa / siswi yang berasal dari sekolah Menengah Atas yang berada di tiap – tiap kecamatan sehingga dari inilah kami merekrut mereka sebagai pasukan pengibar bendera merah putih dengan jumlah pasukan sebanyak 76 orang siswa – siswi yang masuk kedalam kelompok 17, kelompok 8 dan kelompok 45.
Selama masa melakukan pelatihan , mereka ini didik di Ponpes Al – Maliki dimana setiap Paginya mereka melakukan latihan di halaman kantor Bupati Bima sebagai tempat berlangsungnya upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke – 74 tingkat Kabupaten Bima. Selain itu kami juga telah mengirimkan anak didik kami sebanyak 3 (tiga) orang untuk mengikuti upacara peringatan HUT Ke – 73 tingkat Provinsi NTB dimana mereka nanti akan membawakan bendera pusaka. Ini semua merupakan salah satu upaya dalam rangka mengharumkan nama daerah Kabupaten Bima pada kancah tingkat Provinsi.
Momentum tersebut ditandai dengan pemasangan kendit pada salah satu peserta pasukan pengibar bendera yang dilakukan oleh Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE. (//zen//hms)

BAWANG GARAM. HARGA ANJLOK PETANI MERAUNG, IDP MEMBISU

Bimantika.net
Anggota DPRD Kqbupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos menyebut bahwa Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP,red) tidak mampu menahan laju anjloknya sejumlag harga komoditi andalan lokal Bima seperti Bawang dan garam.
Dirinya menyebut bahwa bawang merah dan garam adalah potensi utama kabupaten bima. sayangnya, kedua komoditi potensial ini belum disentuh secara serius oleh pemkab bima dengan kebijakan yang intergrade sytem, sehingga dari tahun ketahun seolah jalan ditempat dn tdk signifikan memberi kontribusi bagi daerah. baik dalam peningkatan kesejahteraan warga maupun PAD daerah. padahal. PDRB KAB BIMA akan naik 300% ketika panen bawang merah. demikian juga garam. sebagai daerah dgn potensi garam rakyat yang dahsat. penyerapan garam bagi konsumsi warga kab bima harusnya keningkat dn sesuai standar kinsumsi garam yg sesuai standar nasional. anehnya. warga kabupaten bima yg terpenuhi kebutuhan asupan garamnya hanya 27%.

atas kondisi tersebut. krue bimantika mencoba meminta tanggapan salah satu DPRD Kabupaten Bima. EDY MUHLIS, S.SOS. politisi Partai Nasdem ini menyebut, kegagalan IDP DAHLAN yg paling nyata adalah bisa dilihat dari kebijakanya pada dua komidi utama tersebut. ini masalah serius. dan anehnya. ini luput dari perhatian putra putri daerah. dn seakan membiarkan kegagalan tersebut menjadi hal yang wajar. lebih lebih kaum intelektual.
“yang mencuat dipermukaan malah perdebatan yang tidak substansi baik di medsos maupun di warung-warung kopi” ujar edy muhlis.

masih menurut edy muhlis. jika kita benar-benar peduli pada daerah kita, semua pihak harus memberikan catatan keras kepada IDP DAHLAN atas kegagalanya mengembangkan 2 komditi utama tersebut sebagai salah satu leading sektor unggulan daerah. “kegagalan itu buruk. dan menjadi ukuran bagi IDP DAHLAN. apakah mereka layak diberi kesempatan lagi. setelah gagal total pada dua komoditi itu” ujarnya sengit.
Diakhir Pernyataannya, Edy Muhlis ungkapkan rasa kekecewaannya yang mendalam pada Pemerintahan IDP Dahlan yang tidak berpihak pada para petani.
“saya pribadi benar2 kecewa melihat dinamika politik di daerah kita. tdk ada lagi yg peduli pada politik membangun daerah. semua berbondong bondong berebut politik kekuasaan. sehingga kita kehilangan esensi perhelatan pilkada 5 tahunan. saya memberi catatan penting untuk ini. bagi semua pihak” tambahnya.
Edy muhlis menghimbau dan berpesan, dimoment pilkada 2020 yg akan datang. semua warga kabupaten bima penting mengingat semua janji politik para politisi. terutama para calon pimpinan daerah. jangan sampai terulang kembali memilih pemimpin yg tdk paham priorita pembangunan berdasarkan potensi daerah. “saya benar2 berharap kedepanya. kita harus benar2 ketat memilih pemimpin. ini demi kemajuan daerah yg kita cintai. jangan salah terus memilih pemimpin karena terpesona dgn pampangan fisiknya. tapi paparan gagasanya yang menjadi pertimbangan utama”ujarnya menambahkan.(//tuktuk//pul)

Kultus Figur IDP, Cara halus merusak politik Rasional

Oleh ; DR. Ikhwan, SE,MM,M.Si*)

Bimantika.net
Memunculkan kultus individu yang berlebihan atau memuji berlebihan figur dengan menggunakan medsos semacam ini memunculkan Persepsi terhadap figur yang berbasis pada fanatisme buta kemudian bergerak menjauhi fakta yang sebenarnya, namun tanpa disadari bahwa itu merugikan daerah kita.

Daya tarik mitos yang sengaja di publis untuk memberikan pencitraan dan mempengaruhi opini “kepastian “meski hanya dalam imajinasi politik, bukan realitas politik sebenarnya, sama halnya dengan Politik identitas menjadi mesin kerja yang memuluskan irasionalitas tersebut. Tujuanya jelas mitos yang di munculkan untuk membangun opini sesat dalam meniadakan keinginan memilih figur hebat.Seharusnya
kalau daerah kita ingin berubah dan maju dibutuhkan aspek kuantifikasi, kualifikasi, dan kalkulasi dalam memutuskan kapasitas dan kapabilitas figur tersebut.

Banyak mitos atau istilah yang dimunculkan di medsos oleh loyalis IDP seperti ” pokoknya IDP 2 periode” tidak ada figur yang menandingi IDP, perempuan karismatik, IDP yang mampu mensejahterahkan masyarakat dll sederet istilah yang memutarbalikan logika sehat kita yang jauh dari kenyataan.

Nuansa paragmatisme dan irasional politik masih sulit dihilangkan karena faktor subjektivitas menilai seseorang, sebenarnya kita harus lebih berani beranjak pada pilihan rasional yang tidak sama dengan politik hipnotik figuritas tampa objektivitas demi ambisi politik, akhirnya kebenaran dimanipulasi, emosi irasional diaduk dan penafsiran agama di tinggalkan.

Padahal kekacauan yang disebakan hilangnya rasionalitas merupakan stimulus lahirnya oligarki dan feodalisme yang merugikan masyarakat kita. Hal yang perlu dilakukan adalah gerakan penyadaran kepada masyarakat tentang betapa super-bahayanya mengedepankan emosionalitas dan “kebenaran saya” dalam politik karena Rasionalitas sejatinya adalah anak kandung demokrasi

Lihatlah fakta apa perubahan yang berdampak besar saat ini yang bisa dinikmati masyarakat kita, malahan yang terjadi sebaliknya gaya politik one dimensional man ” yang hanya isi kepala nya Uang, Income dan Profit” dimana sense of sosialnya ambruk, pengelolaan pemerintahan rusak dan cara mengelola potensi daerah yang tidak optimal. Karena bupati kita tidak memiliki mental juara yang memiliki efek kumulatif perubahan dan kemajuan.

Termasuk yang kami kritik pandangan dan cara berfikir legalistik tampa melihat lebih dari makna sirkulasi elit supaya tidak terjebak pada sistematis kehadiran hak politik ” Trah dinasti” karena merusak horison politik jangka panjang. Kompetisi tokoh- tokoh hebat itu yang esensial dalam proses Pilkada.

lihatlah kondisi kekinian, banyak Rakyat mengeluh, karena realitas politik yang dibangun gagal meneropong kepentingan masyarakat yang lebih besar, memang IDP berhasil dalam takaran dan timbangan ” Kekuasaan, Hegemony, Otokrasy, capital dan only corrupts”

Maka sikap mereka yang A simetris dengan kenyataan karena di beri privilese oleh IDP sebaiknya di tanggalkan karena merugikan posisi IDP, ketika kami berikan kritik maka kelompok oportunis tadi berdalih tidak melihat ada yang salah dalam pemerintahan IDP,,
Maka jangan menggunakan kacamata gelap dengan sudut pandang over confidence karena itu sama halnya mengkultuskan IDP.
*) Penulis adalah wakil rektor Universitas Attahiriyah Jakarta